A.
MENENTUKAN NILAI AKHIR DAN KRITERIA KETUNTASAN
MINIMAL
Dalam Permendikbud Republik Indonesia nomor 23 tahun 2016
tentang standar penilaian pendidikan pasal 1 ayat 16 kriteria ketuntasan
minimal yang selanjutnya disebut KKM merupakan kriteria ketuntasan
belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada
standar kompetensi kelulusan dengan mempertimbangkan karakteristik
peserta didik,karakteristik mata pelajaran,dan kondisi satuan pendidikan.
Kriteria ketuntasan minimal atau KKM adalah tingkat pencapaian standar
kompetensi permata pelajaran oleh siswa.1
Kriteria ketuntasan minimal atau KKM harus ditetapkan sebelum
awal tahun ajaran baru dimulai oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil
musyawarah dari guru mata [Link] Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP), kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh persentasi
tingkat pencapaian kompentensi sehingga dinyatakan dengan angka
[Link] ketuntasan minimal ini menjadi sebuah acuan bersama
antara guru,siswa dan orang tua [Link] ketuntasan minimal ini juga
dicantumkan pada Lembar Hasil belajar atau biasa disebut raport untuk
menyikapi hasil belajar dari peserta didik dan bagaimana siswa memahami
mata pelajaran [Link] adanya KKM,siswa yang berhasil dapat
melanjutkan belajar sedangkan siswa yang belum berhasil dapat
memperdalam materi yang belum dipahami melalui remidi.
Penetapan kriteria ketuntasan minimal atau KKM berfungsi
sebagai berikut;
1. Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai peserta didik sesuai
kompetensi mata pelajaran yang mereka [Link] harus
memberikan respon yang sesuai terhadap pencapaian kompetensi
dasar dalam bentuk pemberian remedial atau pengayaan.
2. Sebagai acuan peserta didik untuk menyiapkan diri mengikuti
penilaian mata [Link] didik harus menguasai kompetensi
dasar (KD) yang ditetapkan [Link] harapan peserta didik
mampu mempersiapkan diri untuk mengikuti penilaian dan
mencapai KKM.
3. Dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam evaluasi
pembelajaran di [Link] pembelajaran dapat dilihat dari
tercapainya KKM yang ditetapkan.
4. Merupakan kontrak padagonik dari pendidik dengan peserta didik
dan satuan pendidikan dengan [Link] berupaya
maksimal dalam memberikan pengajaran kepada siswa untuk
mencapai keberhasilan [Link] berperan aktif dalam
pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang [Link]
1
Eko [Link] Setya Mustafa.2020.”pengajaran remedial dalam pendidikan jasmani”.
Banjarmasin;Lambung Mangkurat university [Link] 110-111
tua memberikan dukungan kepada putra [Link]
pimpinan satuan pendidikan berupaya memenuhi kebutuhan agar
pembelajaran berjalan dengan maksimal
5. Merupakan target satuan pendidikan dalam mencapai kompetensi
setiap mata [Link] arti satuan pendidikan harus
berupaya maksimal agar KKM yang ditetapkan dapat
[Link] ketuntasan dari KKM yang ditetapkan menjadi
tolak ukur Kinerja dalam menyelenggarakan progam pendidikan.
B. PENTINGNYA PROGAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN
Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang bersifat
menyembuhkan sehingga menjadi baik atau sembuh dari masalah
pembelajaran yang dirasa [Link] remidial merupakan upaya
yang dilakukan oleh pendidik untuk menciptakan situasi yang
memungkinkan individu atau kelompok siswa tertentu mampu
meningkatkan prestasi agar mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)
yang telah pemberian progam remidi merupakan tugas guru untuk
memahami tingkat pemahaman individu setiap siswa.2
Dengan demikian siswa yang memiliki penguasaan kurang
memerlukan waktu yang lebih lama daripada siswa yang [Link] akan
mendapat penilaian kembali setelah melakukan pembelajaran remidial
agar mencapai kriteria ketuntasan [Link] dari program remidial
adalah agar siswa dapat memahami dirinya,khususnya pada prestasi
belajarnya,siswa dapat memperbaiki atau mengubah cara belajar yang
lebih baik,siswa dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang
mendorong tercapainya hasil belajar,dapat melaksanakan tugas-tugas
belajar yang diberikan kepadanya,mampu mengatasi penyebab kesulitan
belajarnya,serta dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan baru dalam
belajar.
2
Maria waldetrudis lidi.2018.”pembelajaran remedial sebagai upaya dalam mengatasi kesulitan
belajar”.Jurnal [Link] [Link] [Link] 18