0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan19 halaman

Asuhan Keperawatan Pasien Tumor Telinga

Dokumen tersebut merangkum asuhan keperawatan pada pasien laki-laki berumur 20 tahun dengan diagnosis soft tissue tumor auriculla sinistra post op eksisi. Dokumen ini berisi tentang identitas pasien dan keluarga, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan asuhan keperawatan yang diberikan.

Diunggah oleh

7vpkc74skx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan19 halaman

Asuhan Keperawatan Pasien Tumor Telinga

Dokumen tersebut merangkum asuhan keperawatan pada pasien laki-laki berumur 20 tahun dengan diagnosis soft tissue tumor auriculla sinistra post op eksisi. Dokumen ini berisi tentang identitas pasien dan keluarga, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan asuhan keperawatan yang diberikan.

Diunggah oleh

7vpkc74skx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA TN. Z DENGAN SOFT TISSUE TUMOR AURICULLA SINISTRA POST


OP EKSISI DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL
RUMAH SAKIT [Link] SYLVANUS PALANGKARAYA

“Disusun Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Menyelesaikan Tugas Program Profesi


Ners Stase Keperawatan Dasar Profesi”

Oleh:
Dadang Septiyangga, S. Kep
NIM: 23.300.0515

PROGRAM PROFESI NERS


UNIVERSITAS CAHAYA BANGSA
TAHUN 2023
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA TN. Z DENGAN SOFT TISSUE TUMOR AURICULLA SINISTRA POST OP
EKSISI DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL
RUMAH SAKIT [Link] SYLVANUS PALANGKARAYA

Oleh:
Dadang Septiyangga, S. Kep
NIM: 23.300.0515

Banjarmasin, November 2023


Mengetahui,

Perseptor Akademik Perseptor Klinik

(.……………………………….) (…………………….)
ASUHAN KEPERAWATAN RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL
RUMAH SAKIT [Link] SYLVANUS PALANGKARAYA
I. Pengkajian
A. Identitas Klien
Nama : Tn. Z
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Belum menikah
Pendidikan : SMPA
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Alamat :-
No. Medical Record : 67xxxx
Tanggal Masuk : November 2023
Tanggal Pengkajian : November 2023
Diagnosa Medis : Soft Tissue Tumor Auriculla Sinistra Post Op
Eksisi

B. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Ny.S
Umur : 60 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : MRT
Hubungan dengan klien : Ibu kandung
Alamat :-
C. Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama
Klien mengatakan sakit pada telinga kirisetelah post op
2. Riwayat Penyakit Sekarang (PQRST)
Klien merasakan nyeri pada telinga sebelah kiri
P: post op eksisi
Q: disayat
R: telinga sebelah kiri saja
S: 4
T: tersentuh saat bergerak
Tanda-tanda vital :
a) TD : 110/77 mmHg
b) N : 88 x/menit
c) R : 22x/menit
d) T : 37,1°C
e) BB : 53,5 kg
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien mengatakan mempunyai benjolan di telinga sebelah kiri
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan didalam keluarganya tidak ada penyakit yang sama seperti
dirinya.
5. Genogram

Ket :
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
: Anak
: Tinggal serumah

D. Riwayat Aktivitas Sehari-hari

No Kebutuhan Sebelum Sakit Selama Sakit


1 Nutrisi
a. BB dan TB BB: 53,5 BB: 53,5
b. Diet Nasi, Lauk, Sayur Non diet
c. Kemampuan
- mengunyah Baik Baik
- menelan Baik Baik
- bantuan total/sebagian Mandiri Mandiri
d. Frekuensi 3x/hari 3x/hari
e. Porsi makan 1 porsi habis 1 porsi
f. Makanan yang menimbulkan alergi Tidak ada Tidak ada
g. Makanan yang disuka Semua suka Tidak ada

2 Cairan
a. Intake
- oral
 Jenis Air Putih Air Putih
No Kebutuhan Sebelum Sakit Selama Sakit
 Jumlah....cc/hari 7-11 gelas/hari 800 cc/hari
 Bantuan total/sebagian Mandiri Mandiri
- intravena
 Jenis Tidak ada Inf RL
 Jumlah....cc/hari Tidak ada 20 tpm
b. Output
 Jenis Urine Urine
1000-1200 cc/hari 700-900 cc/hari
 Jumlah....cc/hari
3 Eliminasi
a. BAB
 Frekuensi 1x/hari 1x/hari
 Konsistensi padat padat
 Warna kuning kuning
 Keluhan Tidak ada keluhan. Tidak ada keluhan
 Bantuan total/sebagian Mandiri Mandiri

b. BAK
5-6x/hari 3-4x/hari
 Frekuensi
Kuning Kuning
 Warna
1000-1200cc/hari 700-900cc/hari
 Jumlah (dalam cc)
Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
 Keluhan
Mandiri Mandiri
 Bantuan total/sebagian
4 Istirahat Tidur
a. Mulai tidur Jam 21.00 Tidak menentu
b. Lama tidur 7-8 jam 6-7 jam
c. Kesulitan memulai tidur Tidak ada Tidak ada
d. Gangguan tidur Tidak ada Tidak ada
e. Kebiasaan sebelum tidur Tidak ada Tidak ada

5 Personal Hygiene
a. Mandi (frekuensi, bantuan total/sebagian) 2x/hari dengan Mandi sebagian
mandiri. badan
b. Gosok gigi (Frekuensi) 2x/hari 2x/ hari
c. Cuci rambut Setiap 2 hari 1x Tidak ada
d. Gunting kuku Ketika terlihat Kuku klien pendek
panjang langsung
dipotong, selalu
bersih
e. Ganti pakaian (frekuensi perhari) 2x/hari 2x/hari
No Kebutuhan Sebelum Sakit Selama Sakit

6 Aktivitas
a. Mobilitas Fisik Mandiri Mandiri
b. Olahraga Klien mengatakan Tidak ada
jarang olahraga.
c. Rekreasi Kumpul keluarga Tidak ada

E. Data Psikologis
Keadaan umum klien baik dan klien hanya berharap ingin cepat sembuh agar
bisa mudah beraktivitas seperti biasanya.
F. Data Sosial
Hubungan klien dengan orang tua dan keluarganya baik, terbukti sikap klien dan
sopan saat berkomunikasi. Pasien juga kooperatif saat diajak berbicara oleh
perawat dan dokter dan dapat memberi umpan balik yang baik sesuai dengan
yang dibicarakan.
G. Data Spiritual
Agama yang dianut oleh klien adalah agama Islam dan klien selalu berdoa dan
sholat setiap harinya kepada Tuhan. Selama sakit klien hanya berdo’a dan
berzikir, klien mengatakan berharap cepat sembuh.
H. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum pasien :
Pasien tampak meringis
2. Tanda vital pasien
a. Temperature (Suhu) : 37,1C
b. Pulse (Nadi) : 88 x/m
c. Respiratory (Pernafasan) : 22 x/m
d. Sphygmomanometer (Tekanan darah) : 110/77 mmHg
e. BB : 53,5 kg
3. Kesadaran
a. Kualitatif : Compos Mentis
b. Kuantitatif : GCS 15 E = 4,V = 5, M = 6
4. Sistem Pernafasan
a. Inspeksi : Kebersihan bersih, bentuk dada simetris, retraksi dinding dada
baik, tidak ada batuk, frekuensi pernafasan 22x/m, klien tidak
menggunakan alat bantu nafas.
b. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, pergerakan dinding dada simetris
c. Perkusi : Normal (sonor)
d. Auskultasi : Vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan
5. Sistem Kardiovaskuler
a. Inspeksi : Tidak ada sianosis
b. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, nadi 88 x/m tidak ada oedem
c. Perkusi : Terdengar pekak, tidak tampak adanya pembesaran jantung
d. Auskultasi : Suara jantung S1 S2 tunggal, lupdub
6. Sistem Persyarafan
a. Nervus I Olfaktorius : fungsi penciuman pasien baik
b. Nervus II Optikus : fungsi penglihatan pasien baik
c. Nervus III Okulomotor : pasien dapat mengangkat kelopak
mata keatas, tidak ada penglihatan
ganda
d. Nervus IV Troklearis : pasien dapat menggerakan bola mata
kebawah dan kedalam
e. Nervus V Trigeminalis : pasien dapat memejamkan mata
tidak ada gangguan pada kornea
kanan dan kiri
f. Nervus VI Abdusen : dapat menggerakan bola mata
kesamping
g. Nervus VII Fisialis : ekspresi wajah pasien normal,
pasien dapat senyum dan mengangkat
alis mata
h. Nervus VIII Vestibulokoklear : fungsi pendengaran pasien berkurang aki-
bat tertutup perbsn post op
i. Nervus IX Glossofaringeus : pasien dapat membedakan rasa
j. Nervus X Vagus : fungsi menelan pasien baik
k. Nervus XI Assesorius Spinal : pergerakan bahu pasien sebelah
kanan normal dapat melawan tahanan
l. Nervus XII Hipoglossus : pasien dapat menjulurkan lidah
7. Sistem Pencernaan
a. Inspeksi : Bentuk perut simetris
b. Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan pada perut.
c. Perkusi : Timpani
d. Auskultasi : Peristaltik usus norml
8. Sistem Muskulosteletal
Tidak ada fraktur pada ektremitas atas maupun bawah, Pada ektremitas atas
terdapat bagian dekstra terpasang IVFD RL 20 tpm. Skala kekuatan otot
pasien ditandai dengan :
5555 5555
5555 5555
Keterangan :
0 : lumpuh total
1 : ada kontraksi
2 : dapat bergerak dengan bantuan
3 : dapat melawan gravitasi
4 : dapat melawan tahanan ringan
5 : dapat menahan tahanan berat
9. Sistem Integumen
Warna kulit coklat, kulit pasien tampak kering, dan bersisik.
10. Sistem Endokrin
Rambut warna hitam, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
11. Sistem Genitourinaria
a. Inspeksi : tidak ada radang pada genetalia eksterna, tidak ada lesi, tidak
menggunakan alat bantu BAK.
b. Palpasi : tidak ada nyeri tekan pada daerah pubis.

I. Data Penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
==HEMATOLOGI==
Hemoglobin 13,1 g/dl 13,2-17,3
Leukosit 15.890 /mm3 3.800-10.600
Trombosit 153.000 /mm3 150.000-440.000
Hematokrit (Ht) 38,4 % 40-52
Hitung jenis leukosit :
˗ Basofil 0 % 0-1
˗ Eosinofil 0 % 2-4
˗ Stab/batang 0 % 2-6
˗ Segmen 85 % 50-70
˗ Limfosit 13 % 25-40
˗ Monosit 2 % 2-8
==KIMIA DARAH==
Gula darah sewaktu 253 mg/dl <200
Ureum 45 mg/dl L:19-44
Kreatinin 1,09 mg/dl L:<1,2
SGOT 12 U/L L:0-50
SGPT 30 U/L L:0-50
2. Terapy
Nama obat Dosis
Inj Santagesik 1 gr/ 8 jam
Inj Ranitidine 50 mg/12 jam
Inj Ceftriaxone 1 gram/12 jam
Inf Metromazole 500 mg/8 jam
PO Loratadin 1x1 tab (10mg)
I. Analisa Data
N
Data Etiologi Masalah
o
1. DS : Pasien mengatakan nyeri
pada telinga sebelah kiri
P: post op eksisi
Q: disayat
R: telinga sebelah kiri saja
S: 4
T: saat bergerak

DO :
- Klien tampak meringis Prosedur
Tanda-Tanda Vital
pembedahan Nyeri akut
Tekanan Darah : 110/77 mmHg

Nadi: 82 x/menit

Pernapasan: 22 x/menit

Suhu: 37,1 ⁰C

BB: 53,5 kg

a. iufd RL 20 tpm

2 DS: Agen cedera


Klien mengatakan ada luka oprasi di
biologis Post Op
telinga sebelah kiri
DO: Eksisi Soft Tis-
Kerusakan integritas
˗ Adanya luka post op pada sue Tumor Au- jaringan
telinga sebelah kiri
riculla Sinistra
II. Diagnosa Keperawatan (Berdasarkan Prioritas Masalah)
1. Nyeri akut berhubungan dengan Pembedahan
2. kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan agen cedera biologis Post Op
Eksisi Soft Tissue Tumor Auriculla Sinistra

III. Intervensi Keperawatan


Diagnosa Tujuan Dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan
No
Keperawatan (Nursing Outcome) (Nursing Intervention Classication)
1 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan Pain Management
berhubungan keperawatan selama 1 x 12 jam,
1. Kaji nyeri secara komprehensif
dengan pembeda- diharapkan nyeri klien dapat
termasuk lokasi, karakteristik,
han berkurang
durasi, frekuensi, kualitas dan
Kriteria hasil:
faktor presifitasi
I
Indikator ER 2. Observasi reaksi nonverbal dari
R
ketidaknyamanan
Mampu 3. Gunakan teknik komunikasi
5 5 terapeutik
mengontrol
4. Kaji kultur yang mempengaruhi
nyeri
nyeri
Melaporkan 5. Pilih dan lakukan penangangan
bahwa nyeri 5 5
nyeri (fakmakologi,
berkurang nonfamakologi)
Mampu 6. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
mengenali 5 5 menentukan intervensi
nyeri 7. Kontrol lingkungan yang
Menyatakan menambah skala nyeri
rasa nyaman 8. Ajarkan teknik non farmakologi
5 5
9. Berikan analgetik untuk
setelah nyeri
mengurangi nyeri
berkurang

Keterangan:
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

2 Kerusakan Setelah dilakukan tindakan Perawatan luka


integritas jaringan keperawatan selama 1 x30 menit, 1. Monitor karakteristik luka
diharapkan kerusakan jaringan klien 2. Monitor tanda-tanda infeksi
berhubungan
dengan agen dapat berkurang 3. Bersihkan jaringan nekrotik
cedera biologis Kriteria hasil: 4. Pertahankan teknik steril saat
Indikator I ER melakukan perawatan luka
Post Op Eksisi R 5. Ganti balutan sesuai jumlah
Soft Tissue Tu- eksudat dan drainase
Menurunnya 6. Jelaskan tanda dan gejala infeksi
mor Auriculla kerusakan 5 5
7. Kolaborasi pemberian antibuotik
Sinistra jaringan
Menurunnya
kerusakan 5 5
lapisan kult

Keterangan:
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

IV. Implementasi Keperawatan


Hari
Diagnosa
No Tanggal Implementasi Evaluasi
Keperawatan
Jam
1 18 Nyeri akut Pain Management S:
November berhubungan Klien mengatakan nyeri telinga
1. Mengkaji nyeri secara
2023 dengan pem- kiri
komprehensif termasuk
21.30 bedahan O:
lokasi, karakteristik,
˗ Klien tampak meringis
WIB durasi, frekuensi, kualitas
˗ (PQRST)
dan faktor presifitasi
2. Mengobservasi reaksi P : luka post op
nonverbal dari Q : di sayat-sayat
ketidaknyamanan R : Nyeri di telinga kiri
3. Menggunakan teknik S : Skala nyeri 4
komunikasi terapeutik T : Hilang timbul
A:
4. Mengkaji kultur yang Indikator IR ER
mempengaruhi nyeri Mampu
5. Memilih dan melakukan mengontrol 3 5
penangangan nyeri nyeri
(fakmakologi, Melaporkan
nonfamakologi) bahwa nyeri 3 5
6. Mengkaji tipe dan sumber berkurang
nyeri untuk menentukan Mampu
intervensi mengendalikan 3 5
7. Mengkontrol lingkungan nyeri
yang menambah skala Menyatakan
nyeri rasa nyaman 3 5
8. Mengajarkan teknik non setelah nyeri
farmakologi berkurang
P : Pantau skala nyeri
9. Memberikan analgetik
Pertahankan intervensi
untuk mengurangi nyeri

2 18 1. Kerusakan Perawatan luka S:


November 1. Memonitor karakteristik Klien mengatakan ada luka oprasi
integritas
2023 luka di telinga kirinya
jaringan 2. Memonitor tanda-tanda O:
21.30
berhubunga infeksi ˗ Adanya luka post op pada
WIB
n dengan 3. Membersihkan jaringan telinga kirinya
nekrotik A:
agen cedera
4. Mempertahankan teknik Indikator IR ER
biologis steril saat melakukan
perawatan luka Menurunnya 5 5
Post Op kerusakan
5. Mengganti balutan sesuai
Eksisi Soft jumlah eksudat dan jaringan
drainase Menurunnya 5 5
Tissue Tu-
6. Menjelaskan tanda dan kerusakan
mor Au- gejala infeksi lapisan kult
riculla Sin- 7. Kolaborasi pemberian P : Pantau kerusakan jaringan
antibuotik Lanjutkan intervensi
istra
V. Catatan perkembangan
Hari ke-1
Hari,
Diagnosa
No Tanggal Implementasi Evaluasi
Keperawatan
Jam
1 18 Nyeri akut S:
November berhubungan 1. Mengkaji nyeri secara Klien mengatakan nyeri pada
2023 dengan agen komprehensif termasuk telinga kiri
21.30 injury biologis lokasi, karakteristik, O:
pembedahan durasi, frekuensi, kualitas ˗ Klien tampak meringis
WIB
dan faktor presifitasi ˗ (PQRST)
2. Mengobservasi reaksi P : Saat bergerak
nonverbal dari Q : disayat-sayat
ketidaknyamanan R : Nyeri di telinga kiri
3. Menggunakan teknik S : Skala nyeri 4
komunikasi terapeutik T : Hilang timbul
4. Mengkaji kultur yang A : Masalah Nyeri akut
mempengaruhi nyeri berhubungan dengan agen injury
5. Memilih dan melakukan biologis pembedahan belum
penangangan nyeri teratasi
(fakmakologi, Indikator IR ER
nonfamakologi) Mampu
6. Mengkaji tipe dan sumber mengontrol 3 5
nyeri untuk menentukan nyeri
intervensi Melaporkan
7. Mengkontrol lingkungan bahwa nyeri 3 5
yang menambah skala berkurang
nyeri Mampu
8. Mengajarkan teknik non mengendalikan 3 5
farmakologi nyeri
9. Memberikan analgetik Menyatakan
untuk mengurangi nyeri rasa nyaman 3 5
setelah nyeri
berkurang

P : Lanjutkan intervensi
1. Mengkaji nyeri secara
komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor presifitasi
2. Mengobservasi reaksi
nonverbal dari
ketidaknyamanan
3. Menggunakan teknik
komunikasi terapeutik
4. Mengkaji tipe dan sumber
nyeri untuk menentukan
intervensi
5. Berikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
6. Mengajarkan teknik non
farmakologi
7. Memberikan analgetik untuk
mengurangi nyeri

2 18 1. Kerusakan Perawatan luka S:


November 1. Memonitor karakteristik Klien mengatakan ada luka oprasi
integritas
2023 luka di telinga kirinya
jaringan 2. Memonitor tanda-tanda O:
21.30
berhubunga infeksi ˗ Adanya luka post op pada
WIB
n dengan 3. Membersihkan jaringan telinga kiri nya
nekrotik A: masalah Kerusakan integritas
agen cedera
4. Mempertahankan teknik jaringan berhubungan dengan
biologis steril saat melakukan
perawatan luka agen cedera biologis Post Op Ek-
Post Op
5. Mengganti balutan sesuai sisi
Eksisi Soft jumlah eksudat dan
belum teratasi
Tissue Tu- drainase
Indikator IR ER
6. Menjelaskan tanda dan
mor Au- gejala infeksi Menurunnya
riculla Sin- 7. Kolaborasi pemberian kerusakan 3 5
antibiotik jaringan
istra
Menurunnya
kerusakan 3 5
lapisan kult
P : Lanjutkan intervensi
1. Membersihkan jaringan
nekrotik
2. Mempertahankan teknik steril
saat melakukan perawatan
luka
3. Mengganti balutan sesuai
jumlah eksudat dan drainase
4. Menjelaskan tanda dan gejala
infeksi
5. Kolaborasi pemberian
antibiotik

Hari ke-2
Hari,
Diagnosa
No Tanggal Implementasi Evaluasi
Keperawatan
Jam
1 19 Nyeri akut 1. Mengkaji nyeri secara S:
November berhubungan komprehensif termasuk Klien mengatakan nyeri telinga
2023 dengan agen lokasi, karakteristik, kiri hanya saat tersentuh
14.30WIB injury durasi, frekuensi, kualitas O:
dan faktor presifitasi ˗ (PQRST)
biologis
2. Mengobservasi reaksi P : Saat bergerak
pembedahan
nonverbal dari Q : Disayat-sayat
ketidaknyamanan R : Nyeri di teringa kiri
3. Menggunakan teknik S : Skala nyeri 1
komunikasi terapeutik T : Hilang timbul
4. Mengkaji kultur yang A : Masalah Nyeri akut
mempengaruhi nyeri berhubungan dengan agen injury
5. Memilih dan melakukan biologis pembedahan teratasi
penangangan nyeri Indikator IR ER
(fakmakologi, Mampu
nonfamakologi) mengontrol 4 5
6. Mengkaji tipe dan sumber nyeri
nyeri untuk menentukan Melaporkan
intervensi bahwa nyeri 5 5
7. Mengkontrol lingkungan berkurang
yang menambah skala Mampu
nyeri mengendalikan 5 5
8. Mengajarkan teknik non nyeri
farmakologi Menyatakan
9. Memberikan analgetik rasa nyaman 5 5
untuk mengurangi nyeri setelah nyeri
berkurang
1. P : Pasien direncanakan
pulanBerikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
2. Mengajarkan teknik non
farmakologi
3. Memberikan analgetik untuk
mengurangi nyeri

2 19 Kerusakan Perawatan luka S:


November 1. Memonitor karakteristik Klien mengatakan ada luka oprasi
integritas
2023 luka di telinga kirinya
jaringan 2. Memonitor tanda-tanda O:
21.30
berhubunga infeksi ˗ Adanya luka post op telinga
WIB
n dengan 3. Membersihkan jaringan kiri
nekrotik A: masalah Kerusakan integritas
agen cedera
4. Mempertahankan teknik
jaringan berhubungan dengan
biologis steril saat melakukan
perawatan luka agen cedera biologis Post Op Ek-
Post Op
5. Mengganti balutan sesuai sisi Soft Tissue Tumor Au-
Eksisi Soft jumlah eksudat dan drainase
6. Menjelaskan tanda dan riculla Sinistra
Tissue Tu-
gejala infeksi
mor Au- 7. Kolaborasi pemberian
belum teratasi
riculla Sin- antibiotik
Indikator IR ER
istra
Menurunnya
kerusakan 3 5
jaringan
Menurunnya
kerusakan 3 5
lapisan kult
P : Lanjutkan intervensi
1. Membersihkan jaringan
nekrotik
2. Mempertahankan teknik steril
saat melakukan perawatan luka
3. Mengganti balutan sesuai
jumlah eksudat dan drainase
4. Menjelaskan tanda dan gejala
infeksi
5. Kolaborasi pemberian
antibiotik

Anda mungkin juga menyukai