Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan
BAB I
PENDAHULUAN
merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, karena dimana
pun dan kapan pun di dunia terdapat Pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya
merupakan usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri, yaitu untuk
hakikatnya, aktivitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses
dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai proses mengacu pada aktivitas fisik
dan menggunakan kata-kata, untuk mendorong anak agar mampu mengungkapkan diri
dengan kata-kata, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah bahasa adalah yang
menuntut anak- anak untuk menguraikan benda dengan mendorong anak mencari kata –
kata dan membantu mereka berbicara, berfikir lebih jelas. Serangkaian huruf dengan
baik, tanpa mengenali huruf, anak tidak mungkin dapat membaca suatu teks kalimat
2
ataupun membaca kata dengan baik di tambah lagi huruf – huruf vocal merupakan
Membaca pada aktivitas dimana proses ini melibatkan penerjemahan terhadap sebuah
tulisan, sebagai proses berpikir membaca merupakan suatu proses yang memerlukan
dikombinasikan dengan kata-kata. Anak yang menyukai gambar, huruf dan buku cerita
dari sejak awal perkembangannya akan mempunyai keinginan membaca lebih besar. Hal
ini dikarenakan anak tahu bahwa membaca memberikan informasi baru dan
menyuarakan huruf, suku kata, kata dan kalimat yang disajikan dalam bentuk tulisan
Kemampuan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu
hakikatnya, aktivitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses
kemampuan mendengar, berbicara, menulis dan membaca. Salah satu bagian aspek
guru dengan berbagai macam media yang harus di terapkan. Membaca permulaan
menggunakan media yang kreatif. Guru perlu mengembangkan tehnik atau cara
mengajar agar anak termotivasi dalam berbagai kegiatan belajarnya. Guru perlu
menyenangkan. Jadi adapun hal penting yang akan dibahas pada penelitian ini adalah
Salah satua spek bahasa yang harus dikembangkan pada anak usia dini
sederhana, namun kemampuan ini harus di kuasai oleh anak usia dini karena
membaca. Aspek kemampuan ini menjadi pondasi dalam memasuki jenjang sekolah
dasar. Salah satu media yang mampu untuk mengembangkan kemampuan membaca
membantu anak untuk menguasai kemampuan dalam membaca. Banyak hal yang
dengan begitu saja pada diri setiap anak, tetapi harus melalui proses yang panjang
sejak dini maka anak akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari.
Kemampuan membaca menjadi dasar yang utama tidak saja bagi pengajaran
bahasa Indonesia sendiri, akan tetapi juga bagi pengajaran mata pelajaran lain. Saat ini
masih banyak guru yang belum melakukan fungsinya sebagai guru yang
Namun, masih terdapat ketidak seimbangan antara target kurikulum dengan daya
serap yang dicapai peserta [Link] kurang mengenal siswa secara menyeluruh
sehingga tidak bisa membedakan antara sisa yanglemah dengan siswa yang pandai
dalam menerima pelajaran. Pembagian tugas mengajar kelas harus betul-betul sesuai
kemampuan guru, khususnya guru kelas II harus guru yang bisa mengenal siswanya
keseluruhan.
5
media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media [Link] gambar ini
orang dewasa dalam menggunakan bahasa dan menekankan hubungan tulisan dengan
abjad, kata, dan pesan. Persoalan yang terpenting untuk mengajarkan membaca pada
kegiatan belajar mereka seperti bermain dan bahkan memang berbentuk sebuah
permainan yang menarik. Dapat dilaksan akan selama masih dlam batas-batas aturan
dan sesuai dengan karakteristik anak, yakni belajar sambil bermain. Membaca
melalui proses tahapan belajar membaca yang sesuai dengan tahapan usia
optimal.
Penggunaan metode akan lebih peraktis apabila didukung dengan adanya media
sebagai alat bantu pembelajaran. Penggunaan alat bantu sebagai media pembelajaran
diharapkan mampu membantu proses belajar seperti yang dikemukakan oleh hamalik
dan menggunakan kata-kata, untuk mendorong anak agar mampu mengungkapkan diri
dengan kata-kata, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah bahasa adalah yang
menunt anak- anak untuk menguraikan benda dengan mendorong anak mencari kata –
kata dan membantu mereka berbicara, berfikir lebih jelas. Serangkaian huruf dengan
baik, tanpa mengenali huruf, anak tidak mungkin dapat membaca suatu teks kalimat
ataupun ataupun membaca kata dengan baik di tambah lagi huruf – huruf vocal
merupakan pelajaran mendasar yang harus dikuasai oleh anak./ peserta didik.
Berbagai masalah, seperti: (1) kesulitan anak mengenali huruf, (2) kesalahan membaca
pada setiap kata, para frase yang keliru, kesalahan pengucapan, penggunakan gerak
bibir, serta penggunaan jari telunjuk dan menggerakkan kepala dalam hal ini aktivitas
membaca menjadi suatu kegiatan yang rumit bagi anak, karena melibatkan banyak aspek
yang menuntut anak untuk tidak hanya melafalkan tulisan namun juga dibarengi dengan
kelasII SD selama satu pekan serta melihat hasil penilaian guru terhadap hasilbelajaranak.
Dapat dilihat bahwa kemampuan aspek bahasa pada anak dalam hal membaca permulaan
masih cenderung sangat kurang, hal ini dapat kami lihat dari beberapa kegiatan
pembelajaran masih banyak anak belum mengenal beberapa huruf, anak masih kaku dan
ragu dalam menyebutkan huruf, serta anak belum mampu membedakan beberapa jenis
huruf. Masih terdapat anak yang belum bias mengenal huruf dengan baik, terutama dalam
7
menyebut 2. 3 kata masih terbata- bata. Masih kurang jelas. terlihat pada proses
pembelajaran bahasa indonesia. Siswa kelas II SDN 02 randangan, sebagian besar masih
mengeja, masih terdapat siswa yang belum bisa mengenal huruf dan membedakan huruf,
sehingga anak belum bisa megelolahnya menjadi sebuah [Link] bisa mengenal bunyi
huruf awal yang sama dan menyebutkan kelompok gambar yang sama. Metode yang
diterapkan menggunakan menerapkan metode Tanya jawab dan pemberian tugas, guru
kurang melibatkan anak dalam pembelajaran. Sehingga dari 20 anak hanya terdapat 3
anak yang memiliki kemampuan membaca permulaan yang sudah berkembang dengan
baik. Atau 15% dan 17 orang atau 85 % anak kemampuan membaca permulaan masih
rendah.
membaca permulaan dengan kegiatan yang lebih menarik dan pembelajaran yang
membaca bagi siswa kelas satu SD merupakan hal yang mutlak diperlukan, anak kelas
dua SD yang pada umumnya anak sekolah dasar masih berada pada taraf berfikir konkret,
Disamping itu, dengan alat bantu yang digunakan oleh guru secara bervariasi akan
membangkitkan minat siswa dalam mengikuti pelajaran. Salah satu media yang
memungkinkan digunakan oleh guru dalam pengajaran membaca ini adalah melalui
dengan media yang menarik untuk merangsang siswa dalam proses pembelajaran. Seperti
8
dalam pelajaran bahasa Indonesia tentang pengenalan huruf, symbol dan bunyi. Dan
huruf, melalui media kartu huruf. Diharapkan cara tersebut dapat mengatasi permasalahan
pohuwato.
1.2 RumusanMasalah
Berdasarkan Latar Masalah Di atasmaka yang menjadi rumusan masalah diatas adalah : “
membaca permulaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa di kelas II, SDN 02
1.3 PembatasanMasalah
ini peneliti membatasi penelitian ini pada permasalahan pertama yaitu kemampuan
berkembang dengan baik, sehingga diperlukan media yang tepat, dalam hal ini adalah
melalui media kartu huruf. Diharapkan dapat mengatasi permasaalahan siswa dalam hal
1.4 TujuanPenelitian
1.5 ManfaatPenelitian
maupun praktis.
kemampuan membaca permulaan melalui media kartu huruf bergambar pada siswa.
Selanjutnya, pengamatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan yang dapat
kemampuan membaca permulaan melalui media kartu huruf bergambar pada anak
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1KemampuanMembacaPermulaan
2.1.1 PengertianMembaca
Menurut Bond membacaa dalah pengenalan symbol- symbol bahasa tulis yanag
merupakan stimulus yang membantu proses mengingat tentang apa yang dibaca, untuk
kata-kata. Anak yang menyukai gambar, huruf dan buku cerita dari sejak awal
menyenangkan”.
kognitif. Bahasa dapat mengarahkan perhatian anak pada benda-benda baru atau
Hal ini tergantung pada kesiapan membaca anak. Tanda-tanda anak kesiapan membaca
anakdapatmengutarakanbunyihuruf, anaksudahdapatmenunjukkanminatdalammembaca,
Tzu dalam Ahmad Susanto, 2010 menjelaskan bahwa membaca merupakan suatu
kemampuan dalam menerjemahkan lambing huruf yang ada kedala mbentuk suara yang
digabungkan dengan beberapa kata-kata sehingga rangkaian yang tersusun tersebut dapat
terdapat dalam tulisan. Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk”memberikan
[Link] proses recording dan meaning berlangsung pada kelas rendah seperti
proses meaning (memahami makna)”lebih ditekankan di kelas kelas tinggi seperti pada
interaktif untuk memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis,serta
memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau
bahan tulis.
di sini anak akan belajar untuk menyebutkan simbol-simbol huruf yang di kenal,
mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada disekitarnya, menyebutkan
kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama, memahami hubungan
12
antara bunyi dan bentuk huruf, membaca nama sendiri, memahami arti kata dalam cerita.
Membaca pada tingkat permulaan atau membaca permulaan dapat diberikan kepada anak.
bahwa membaca permulaan adalah suatu aktivitas untuk mengenalkan rangkaian huruf
dengan bunyi-bunyi bahasa. Bagi setiap orang, terlebih bagi anak-anak sebagai pembaca
pemula, bahwa membaca merupakan sesuatu hal yang penting. Membacaakan membawa
anak memasuki dunia literasi atau keterbacaan. Anak belajar memba casejak mulai
masuk pendidikan formal sejak kelas pertama dan selanjutnya secara fungsional
kemampuan membaca akan menja dilandasan dalam proses pembelajaran. Tidak hanya
pada lingkungan pendidikan formal, membaca merupakan instrument utama bagi setiap
Menurut Harris dalam bukunya Mulyono Abdurrahman ada lima tahap perkembangan
membaca, yaitu (1) kesiapan membaca, (2) membaca permulaan, (3) keterampilan
membaca cepat, (4) membaca luas, dan (5) membaca yang sesungguhnya 11 . Untuk
melatih anak membaca pemahaman, guru biasanya menugaskan kepada anak untuk
membaca yang dikenal dengan membaca. Dalam [Link] biasanya menugaskan kepada
anak yang masih duduk di SD, tampaknya masih sulit untuk mencapai tujuan seperti yang
dikemukakan Ekwall diatas. Bagi anak-anak yang masih duduk di SD, sudah cukup
memadai jika anak memahami isi bacaan yang ditunjukan oleh kemampuan mereka
dalam menjawab berbagai pertanyaan yang sesuai dengan data dalam bacaan.
13
Musfiroh 2009 mengemukakan bahwa tahap pemerolehan bahasa tulis reseptif anak
dikategorikan kedalam 6 tahap. Tahap pemerolehan bahasa tulis tersebut yaitu: 1) Tahap
akan diuraikan sebagai berikut. Pada tahap diferensiasi, anak memerhatikan tulisan dan
membedakan dengan [Link] sudah dapat menyebut gambar sebagai gambar dan
tulisan. Pada tahap ini anak mulai menyukai buku cetak dan mulai membawa kesana
[Link] tahap membaca pura-pura, anak mengetahui bahwa tulisan dapat dilafalkan
yang [Link] memerhatikan berbagai model tulisan di berbagai media yang dilihat dan
terkandung dalam bahan bacaan. Pesan atau makna yang terkandung dalam teks bacaan
memahami isi dari apa yang tertulis, atau mengeja dan melafalkan apa yang tertulis
(KBBI, Membaca permulaa nmerupakan tahap awal dalam belajar membaca yang
adalah membaca yang diajarkan secara terprogram kepada anak prasekolah. Program ini
anak-anak dan bahan-bahan yang diberikan melalui permainan dan kegiatan yang
Masri Sareb Putra (2008) “Menjelaskan bahwa membaca permulaan ini menekankan
kondisi anak untuk masuk dan mengenal kata sehingga belum sampai pada pemahaman
hendaknya dilakukan melalui aktivitas belajar sambil bermain, dan bermain sambil
& Sri Wulan, 2008), mengungkapkan bahwa membaca permulaan sangat penting dimiliki
anak. Anak yang gemar membacaakan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi.
kemampuan membaca yang dilatihkan secara terprogram pada anak prasekolah. Program
ini terdiri dari kata-kata yang bermakna dan diberikan dengan cara yang menarik anak.
lambang bunyi berupa huruf, kata, serta kalimat yang masih sangat sederhana.
dikategorikan dalam dua bagian antara lain membaca permulaan dan membaca lanjutan.
Membaca permulaan diajarkan di tahap kelas I dan II yang mana pada prosesnya
bimbingan orang dewasa dalam menggunakan bahasa dan menekankan hubungan tulisan
dengan abjad, kata, dan pesan. Persoalan yang terpenting untuk mengajarkan membaca
pada anak adalah bagaimana cara mengajarkan keanak sehingga anak menganggap
kegiatan belajar mereka seperti bermain dan bahkan memang berbentuk sebuah
permainan yang menarik. Jadi, kegiatan atau pembelajaran membaca di Taman Kanak-
kanak dapat dilaksanakan selama masih dalam batas-batas aturan dan sesuai dengan
peranan penting dalam mempelajari suatu pelajaran disekolah melalui proses tahapan
belajar membaca yang sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak, namun di Taman
Kanak-kanak masih terdapat siswa yang belum bisa mengenal huruf dan membedakan
proses pengenalan bacaan yang dapat dilakukan secara terprogram yang dipertunjukkan
bagi anak usia dini. Dalam hal ini, anak sudah pantas diajarkan membaca tetapi harus
sesuai dengan perkembangan anak atau tanpa dipaksa dan dengan cara yang
huruf, menyebutkan benda yang mempunyai suara huruf permulaan sama, memahami
2.1.4 TujuanmembacaPermulaan.
bagi tingkat pemula adalah sebagai berikut. : a). Mengenali lambang-lambang (simbol-
simbol bahasa), dengan membaca anak akan langsung melihat lambang-lambang bahasa
kata dan kalimat, dengan mengenal lambang-lambang anak juga akan mengenal kata
K. Istarocha, 2012: 14), tujuan pembelajaran membaca permulaan agar peserta didik
mampu memahami dan menyuarakan kalimat sederhana yang ditulis dengan intonasi
yang wajar, peserta didik dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan
Menurut Soejono (Lestary, 2004: 12), tujuan mengajarkan membaca permulaan pada
anak adalah:
a. Mengenalkan anak pada huruf – huruf dalam abjad sebagai tanda suara atau
bunyi.
b. Melatih ketrampilan anak pada huruf – huruf dalam abjad sebagai tanda suara
Pengetahuan huruf –huruf dalam abjad dan ketrampilan menyuarakan wajib untuk dapat
Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari
pembelajaran membaca permulaan bagi anak adalah agar anak mengenali lambang-
lambang bahasa kemudian menyuarakannya dengan tujuan untuk memahami isi dari
lambang-lambang bahasa tersebut sebagai bekal anak saat belajar membaca tingkat
lanjut.
2011) mengatakan bahwa kemampuan membaca anak usia dini dapat dibagi atas empat
tahap perkembangan,yaitu:
a. Tahap timbulnya kesadaran terhadap tulisan Pada tahap ini anak mulai belajar
dengan buku dan menyadari bahwa buku itu penting, melihat dan membalik-balikkan
b. Tahap membaca gambar Pada tahap ini anak mulai memandang dirinya sebagai
pembaca dan memulai libatkan diri dalam kegiatan membaca seperti pura-pura membaca,
membolak balikan buku, dan membaca gambar pada buku yang di pegangnya.
Menurut Susanto (2011:84) ada tujuh cirri perilaku anak yang memiliki
dengan lafal dan intonasi yang benar, jelas, dan wajar. Membaca permulaan
membaca yang sebenarnya dan belum dapat membaca [Link] tahap ini
Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar yaitu perantara
sumber pesan dengan penerima pesan. Menurut Briggs media merupakan alat untuk
memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.5 Secara lebih luas
media pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan
Media pembelajaran juga merupakan alat yang dapat membantu proses belajar
mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga
dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna Hidayatulah
2012.
secarafisik”digunakan”untukmenyampaikanisimateripembelajaran. Terdiridaribuku,
(gambarbingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.”Dengan kata lain media
2.3PenelitianRelevan
menemukan judul yang sama persis dengan judul dalam penelitian ini. Peneliti masih
100%
sertadayaserapklasik
alsebesar 83,3%.
2.4KerangkaFikir
Kemampuanmembacapermulaanadalahkecakapananakdalammengenal
aspekkemampuanmembacainiadalahkemampuanmenyebutkanlambangbunyihuruf,
karenaanakmasihkesulitandalammemahamikonsephuruf dan
[Link].
aktifdalammembacakarenaanakdilibatkanuntukberpartisipasilangsung pada
21
bergambarinidapatmeningkatkankemampuanmembacapermulaanbagi
2.5Hipotesis Tindakan
randangankabupatenpohuwato meningkat.
22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 JenisPenelitian
dilaksanakandalamduasiklus, dengantiapsiklusterdiridariempattahap,
harusselaluberusahameningkatkanmutupendidikan.
merupakanpencermatanterhadapkegiatanbelajarberupatindakan yang
berkontekskelasyangdilaksanakanuntukmemecahkanmasalah-masalahpembelajaran
Penelitianiniakandilaksanakan di SDN 02
RandanganKabupatenPohuwatoSiswakelasII .Tentangpeningkatankemampuanmemba
3.3.1 SubjekPenelitian
[Link] yang
sedangmengalami prosespembelajarankemampuanmembacapermulaan.
1. kemampuansiswadalammembacamasihrendah.
siswa
4. Penguasaanmateripelajaran.
3.3Presedurpenelitian
pada model Kurt Lewin. Menurut Sanjaya (2013:154), Model iniadalah model
a. Perencanaan
akandilaksanakan.
gunakandalampembelajaran.
3. Mempersiapkaninstrumenpengamatanberupapanduanobservasidalambentuk
untukmemanifestasikanmembacapermulaananakdalammenyebutkanlambangb
seperti reward.
b. Pelaksanaan Tindakan
2. Siswa di bagikedalambeberapakelompok
hurufBuah – buahan.
kelompokmajukedepansatupersatuuntukmengambilgamabarhurufsesuaidenga
nnamabunga pada siklus 1. Dan gambarbuah pada siklus II. Kemudian masing
– masing
kelompokmenyusungambartersebuatmenjaditulianbungaataubuahseperti pada
5. Penelitimemantau dan
mencatatsejumlahkejadianselamapelaksanaanpembelajaranberlangsung.
c. Observasi (Pengamatan),
26
[Link]
pembelajaran,melaksanakanprosedurpembelajaransesuaidenganlangkah-langkahnya,
[Link] dievaluasidenganteshasilbelajarsiklus I.
d. Refleksi
barudilakukan,
beberapalangkahdilakukanperbaikanataupenambahantindakansesuaidengankenyataa
n yangditemukan di lapangan.
3.4InstrumenPenelitian
[Link]
2. Perencanaan
3. Pelaksanaan
[Link]
berikut:
1. Observasi
pemuatanperhatianterhadapsesuatuobjekdenganmenggunakanseluruhalat
28
2. Tes
mengatakanbahwatesmerupakanserentetanpertanyaan
yangdigunakanuntukmengukurketrampilan, pengetahuanmaupunkemampuan
siswadalampenelitiandimaksudkanuntukmengetahuisejauh mana
siswamenguasaimateripelajaransetelahditerapkan.
3. Dokumentasi
2010:201).
Penelitimenggunakanchecklistdokumentasisebagaialatdalammengkajidokumen yang
4. CatatanLapangan
Catatanlapangandigunakanuntukmencatatsegalaperistiwaselamaprosespenelitianberl
dapatdiketahuidaricatatanlapangan.
Peningkatankemampuanmembacapermulaandalamaspekbahasamelalui
persentasedenganrumusyaitu:
P = f/n x 100%
Keterangan :
P = Hasil pengamatan
N = Skor Maksimal
3.6 IndikatorKeberhasilan
langkahpelaksanaanpembelajarandenganmenerapkanmembacapermulaandenganmem
langkahpelaksanaanpembelajarandenganmenerapkanmembacapermulaanmemperoleh
kategoribaik.
30
DAFTAR PUSTAKA
RatnaAriniDewi. (2012).PeningkatanKemampuanMembacaPermulaanMelalui
Media Kartu Kata Bergambar Pada Anak Kelompok B di TK Masyithoh
KedungariKulonProgo. LaporanPenelitian. Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta.