0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan32 halaman

Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan

Dokumen tersebut membahas tentang pentingnya kemampuan membaca bagi anak, khususnya di tingkat sekolah dasar. Membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai melalui berbagai aktivitas dan penggunaan media seperti kartu huruf bergambar. Guru memiliki peran penting dalam mengajarkan kemampuan membaca kepada peserta didik.

Diunggah oleh

TISKA RASYID
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan32 halaman

Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan

Dokumen tersebut membahas tentang pentingnya kemampuan membaca bagi anak, khususnya di tingkat sekolah dasar. Membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai melalui berbagai aktivitas dan penggunaan media seperti kartu huruf bergambar. Guru memiliki peran penting dalam mengajarkan kemampuan membaca kepada peserta didik.

Diunggah oleh

TISKA RASYID
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan sangat penting dan menduduki posisi sentral dalam pembangunan

karena berpotensi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan

merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, karena dimana

pun dan kapan pun di dunia terdapat Pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya

merupakan usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri, yaitu untuk

membudayakan manusia atau uantuk memuliakan kemanusiaan manusia.

Membaca merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah

informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman baru. Pada

hakikatnya, aktivitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses

dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai proses mengacu pada aktivitas fisik

dan [Link] membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari

aktivitas yang dilakukan pada saat membaca.

D a l a m mendorong kemampuan membaca, karena anak harus mampu mengungkapkan

dan menggunakan kata-kata, untuk mendorong anak agar mampu mengungkapkan diri

dengan kata-kata, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah bahasa adalah yang

menuntut anak- anak untuk menguraikan benda dengan mendorong anak mencari kata –

kata dan membantu mereka berbicara, berfikir lebih jelas. Serangkaian huruf dengan

baik, tanpa mengenali huruf, anak tidak mungkin dapat membaca suatu teks kalimat
2

ataupun membaca kata dengan baik di tambah lagi huruf – huruf vocal merupakan

pelajaran mendasar yang harus dikuasai oleh anak peserta didik.

Membaca pada aktivitas dimana proses ini melibatkan penerjemahan terhadap sebuah

tulisan, sebagai proses berpikir membaca merupakan suatu proses yang memerlukan

pemahaman terhadap tulisan. Membaca merupakan bagian dari perkembangan bahasa

dapat diartikan menerjemahkan symbol atau gambar kedalam suara yang

dikombinasikan dengan kata-kata. Anak yang menyukai gambar, huruf dan buku cerita

dari sejak awal perkembangannya akan mempunyai keinginan membaca lebih besar. Hal

ini dikarenakan anak tahu bahwa membaca memberikan informasi baru dan

menyenangkan (Noviar Masjidil, 2007: 57).), mengungkapkan bahwa pengajaran

membaca permulaan lebih ditekankan pada pengembangan kemampuan dasar

[Link] dasar membaca tersebut yaitu kemampuan untuk dapat

menyuarakan huruf, suku kata, kata dan kalimat yang disajikan dalam bentuk tulisan

kedalam bentuk lisan.

Kemampuan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu

kemampuan dasar berbahasa yang diajarkan disekolah. Pengajaran membaca haruslah

berisi usaha-usaha yang dapat membawa serangkaian [Link] kemampuan

dalam menulis, membaca, dan berhitung. Kemampauan tersebut erat hubungannya

dengan proses-proses yang mendasari pikiran seseorang dalam berbahasa.

Membaca merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah

informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman baru. Pada


3

hakikatnya, aktivitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses

dan membaca sebagai produk.

Perkembangan bahasa anak keseluruhan mencakup berbagai aspek diantaranya:

kemampuan mendengar, berbicara, menulis dan membaca. Salah satu bagian aspek

dari perkembangan bahasa ialah [Link] merupakan proses yang

kompleks, artinya banyak segi dan banyak faktor yang mempengaruhinya.

Kemampuan membaca merupakan kemampuan yang sangat fundamental karena

kemampuan membaca menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lain.

Kemampuan membaca pada anak dikenal dengan kemampuan membaca permulaan,

mengembangkan aspek kemampuan membaca permulaan hendakny adilakukan

melalui aktivitas belajar.

Membaca permulaan di SDN 02 Randangan Kabupaten Pohuwato perlu adanya cara

guru dengan berbagai macam media yang harus di terapkan. Membaca permulaan

menggunakan media yang kreatif. Guru perlu mengembangkan tehnik atau cara

mengajar agar anak termotivasi dalam berbagai kegiatan belajarnya. Guru perlu

merancang pembelajaran untuk membaca permulaan kepada anak dengan baik,

sehingga mampu menumbuhkan pemahaman tentang huruf bermakna dalam situasi

menyenangkan. Jadi adapun hal penting yang akan dibahas pada penelitian ini adalah

membaca permulan melalui media kartu huruf bergambar.

Salah satua spek bahasa yang harus dikembangkan pada anak usia dini

adalah kemampuan membaca permulaan. Pada aspek kemampuan ini terlihat

sederhana, namun kemampuan ini harus di kuasai oleh anak usia dini karena

pengenalan terhadap huruf termasuk modal permulaan dalam mengasah keterampilan


4

membaca. Aspek kemampuan ini menjadi pondasi dalam memasuki jenjang sekolah

dasar. Salah satu media yang mampu untuk mengembangkan kemampuan membaca

permulaan ini adalah menggunakan kartu huruf bergambar.

Bermacam-macam metode mengajar dipraktikkan oleh guru dengan berharap bisa

membantu anak untuk menguasai kemampuan dalam membaca. Banyak hal yang

bisadipersiapkanuntukmengajarkananakmembaca, karena membaca tidak bisa muncul

dengan begitu saja pada diri setiap anak, tetapi harus melalui proses yang panjang

dengan perlu adanya stimulasi-stimulasi dan 3 pembelajaran yang menyenangkan

sesuai dengan tahapan anak.

Guru kelas memegang peranan penting dalam bidang pengajaran bahasa

Indonesia khususnya membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai

sejak dini maka anak akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari.

Kemampuan membaca menjadi dasar yang utama tidak saja bagi pengajaran

bahasa Indonesia sendiri, akan tetapi juga bagi pengajaran mata pelajaran lain. Saat ini

masih banyak guru yang belum melakukan fungsinya sebagai guru yang

[Link] banyak yang melalaikan tugas sebagai guru.

Namun, masih terdapat ketidak seimbangan antara target kurikulum dengan daya

serap yang dicapai peserta [Link] kurang mengenal siswa secara menyeluruh

sehingga tidak bisa membedakan antara sisa yanglemah dengan siswa yang pandai

dalam menerima pelajaran. Pembagian tugas mengajar kelas harus betul-betul sesuai

kemampuan guru, khususnya guru kelas II harus guru yang bisa mengenal siswanya

keseluruhan.
5

Pembelajaran bahasa indonesia yang diterapkan di sekolah perlu

memanfaatkan media pembelajaran sebagai penunjang kegiatan pembelajaran. agar

siswa mudah menangkap dan mencapai tujuan pembelajaran. Ialah satu

media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media [Link] gambar ini

menarik bagi siswa.

Peningkatan kemampuan membaca berhubungan langsung dengan tingkat bimbingan

orang dewasa dalam menggunakan bahasa dan menekankan hubungan tulisan dengan

abjad, kata, dan pesan. Persoalan yang terpenting untuk mengajarkan membaca pada

anak adalah bagaimana cara mengajarkan ke anak sehingga anak menganggap

kegiatan belajar mereka seperti bermain dan bahkan memang berbentuk sebuah

permainan yang menarik. Dapat dilaksan akan selama masih dlam batas-batas aturan

dan sesuai dengan karakteristik anak, yakni belajar sambil bermain. Membaca

permulaan mempunyai peranan penting dalam mempelajari suatu pelajaran disekolah

melalui proses tahapan belajar membaca yang sesuai dengan tahapan usia

perkembangan anak, penerapan media gambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia

khususnya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak dapat dilakukan secara

optimal.

Penggunaan metode akan lebih peraktis apabila didukung dengan adanya media

sebagai alat bantu pembelajaran. Penggunaan alat bantu sebagai media pembelajaran

diharapkan mampu membantu proses belajar seperti yang dikemukakan oleh hamalik

dalam "arsyad, bahasa pemakaian media dalam proses pembelajaran dapat

membangkitkan keinginan dan minat, membangkitkan motivasi, memberikan


6

rangsangan kegiatan belajar, bahkan membaca pengaruh psikologis siswa. Media

dapat menarik minat belajar dan konsentrasi anak untuk membaca.

D a l a m mendorong kemampuan membaca, karena anak harus mampu mengungkapkan

dan menggunakan kata-kata, untuk mendorong anak agar mampu mengungkapkan diri

dengan kata-kata, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah bahasa adalah yang

menunt anak- anak untuk menguraikan benda dengan mendorong anak mencari kata –

kata dan membantu mereka berbicara, berfikir lebih jelas. Serangkaian huruf dengan

baik, tanpa mengenali huruf, anak tidak mungkin dapat membaca suatu teks kalimat

ataupun ataupun membaca kata dengan baik di tambah lagi huruf – huruf vocal

merupakan pelajaran mendasar yang harus dikuasai oleh anak./ peserta didik.

Berbagai masalah, seperti: (1) kesulitan anak mengenali huruf, (2) kesalahan membaca

pada setiap kata, para frase yang keliru, kesalahan pengucapan, penggunakan gerak

bibir, serta penggunaan jari telunjuk dan menggerakkan kepala dalam hal ini aktivitas

membaca menjadi suatu kegiatan yang rumit bagi anak, karena melibatkan banyak aspek

yang menuntut anak untuk tidak hanya melafalkan tulisan namun juga dibarengi dengan

melibatkan aktivitas visual, berfikir dan psikolinguistik kognitif.

Berdasarkan hasil observasi peneliti di sekolah SDN 02 randangan, khususnya

kelasII SD selama satu pekan serta melihat hasil penilaian guru terhadap hasilbelajaranak.

Dapat dilihat bahwa kemampuan aspek bahasa pada anak dalam hal membaca permulaan

masih cenderung sangat kurang, hal ini dapat kami lihat dari beberapa kegiatan

pembelajaran masih banyak anak belum mengenal beberapa huruf, anak masih kaku dan

ragu dalam menyebutkan huruf, serta anak belum mampu membedakan beberapa jenis

huruf. Masih terdapat anak yang belum bias mengenal huruf dengan baik, terutama dalam
7

menyebut 2. 3 kata masih terbata- bata. Masih kurang jelas. terlihat pada proses

pembelajaran bahasa indonesia. Siswa kelas II SDN 02 randangan, sebagian besar masih

mengeja, masih terdapat siswa yang belum bisa mengenal huruf dan membedakan huruf,

sehingga anak belum bisa megelolahnya menjadi sebuah [Link] bisa mengenal bunyi

huruf awal yang sama dan menyebutkan kelompok gambar yang sama. Metode yang

diterapkan menggunakan menerapkan metode Tanya jawab dan pemberian tugas, guru

kurang melibatkan anak dalam pembelajaran. Sehingga dari 20 anak hanya terdapat 3

anak yang memiliki kemampuan membaca permulaan yang sudah berkembang dengan

baik. Atau 15% dan 17 orang atau 85 % anak kemampuan membaca permulaan masih

rendah.

Permasalahan tersebut memerlukan pemecahan untuk memperbaiki kemampuan

membaca permulaan dengan kegiatan yang lebih menarik dan pembelajaran yang

dikemas menngunakan kegiatan – kegiatan yang menarik dan menyenagkan merupakan

suatu bagian yang [Link] media sangat membantu dalam pengajaran

membaca bagi siswa kelas satu SD merupakan hal yang mutlak diperlukan, anak kelas

dua SD yang pada umumnya anak sekolah dasar masih berada pada taraf berfikir konkret,

yaitu anak akan mudah mengenali hal-hal yang bersifat nyata.

Disamping itu, dengan alat bantu yang digunakan oleh guru secara bervariasi akan

membangkitkan minat siswa dalam mengikuti pelajaran. Salah satu media yang

memungkinkan digunakan oleh guru dalam pengajaran membaca ini adalah melalui

media kartu huruf bergambar.

Kegiatan pembelajaran membaca permulaan perlu diciptakan suasana yang menyenangkan

dengan media yang menarik untuk merangsang siswa dalam proses pembelajaran. Seperti
8

dalam pelajaran bahasa Indonesia tentang pengenalan huruf, symbol dan bunyi. Dan

huruf, melalui media kartu huruf. Diharapkan cara tersebut dapat mengatasi permasalahan

pada siswa kelasII. SDN 02 Randangan Kabupaten Pohuwato.

Berdasarkan uraian masalah diatas, maka penulis tertari kmelaksanakan penelitian

tindakan kelas dengan judul : Meningkatkan kemampuan membaca permulaan

melalui media kartu huruf bergambar kelas II SDN Randangan kabupaten

pohuwato.

1.2 RumusanMasalah

Berdasarkan Latar Masalah Di atasmaka yang menjadi rumusan masalah diatas adalah : “

Apakah dengan menggunakan media gambar huruf dapat meningkatkan kemampuan

membaca permulaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa di kelas II, SDN 02

Randangan Kabupaten Pohuwato?

1.3 PembatasanMasalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masaalah diatas maka penelitian

ini peneliti membatasi penelitian ini pada permasalahan pertama yaitu kemampuan

membaca permulaan di kelasII, SDN 02 Randangan Kabupaten Pohuwato, belum

berkembang dengan baik, sehingga diperlukan media yang tepat, dalam hal ini adalah

melalui media kartu huruf. Diharapkan dapat mengatasi permasaalahan siswa dalam hal

kemampuan membaca permulaan lebih optimal.

1.4 TujuanPenelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas yang menjadi tujuan penelitian adalah :


9

“ Untuk meningkatkan kemampuan Membaca Melalui Media Kartu Bergambar di

kelasII SDN 02 Randangan Kabupaten Pohuwato”

1.5 ManfaatPenelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoretis

maupun praktis.

1. Secarateoritis, pengamatan ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang

kemampuan membaca permulaan melalui media kartu huruf bergambar pada siswa.

Selanjutnya, pengamatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan yang dapat

memperkayak hasanah penelitian khususnya penelitian di bidang pendidikan.

2. Secarapraktis, pengamatan ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan

terutama dalam hal penelitian, untuk membantu para pendidikan mengetahui

kemampuan membaca permulaan melalui media kartu huruf bergambar pada anak

siswa kelas II SDN 02 Randangan Kabupaten Pohuwato.


10

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1KemampuanMembacaPermulaan
2.1.1 PengertianMembaca
Menurut Bond membacaa dalah pengenalan symbol- symbol bahasa tulis yanag

merupakan stimulus yang membantu proses mengingat tentang apa yang dibaca, untuk

membangun sebuah pengertian, melalui sebuah pengalaman yang dimiliki.

Menurut Noviar Masjidi, (2007) “Mengemukakan bahwa Membaca

merupakan bagian dari perkembangan bahasa dapat di artikan untuk

menerjemahkan symbol atau gambar kedalam suara yang dikombinasikan dengan

kata-kata. Anak yang menyukai gambar, huruf dan buku cerita dari sejak awal

perkembangannya akan mempunyai keinginan membaca lebih besar. Hal ini

dikarenakan anak tahu bahwa membaca dapat memberikan informasibaru dan

menyenangkan”.

Yusuf (dalamYudhadkk, 2005) memaparkan bahwa bahasa sangat

erat kaitannya dengan perkembangan pikiran individu tampak dalam

perkembangan bahasanya yaitu kemampuan membentuk pengertian, menyusun

pendapat, dan menarik kesimpulan. Piaget (dalam Santrock, 2002: 25)

memaparkan bahwa perkembangan bahasa dapat membantu perkembangan

kognitif. Bahasa dapat mengarahkan perhatian anak pada benda-benda baru atau

hubungan baru yang ada di lingkungan, mengenalkan anak-anak pada pandangan-

pandangan yang berbeda dan memberikan informasi pada anak.


11

Hal ini tergantung pada kesiapan membaca anak. Tanda-tanda anak kesiapan membaca

menurut Nurbiana Dhienidkk (2005) yaituanakdapatmemahamibahasalisan,

anakdapatmengutarakanbunyihuruf, anaksudahdapatmenunjukkanminatdalammembaca,

dan dapatmembedakan mana suaraataubunyi dan mana objek yang baik.

Tzu dalam Ahmad Susanto, 2010 menjelaskan bahwa membaca merupakan suatu

kemampuan dalam menerjemahkan lambing huruf yang ada kedala mbentuk suara yang

digabungkan dengan beberapa kata-kata sehingga rangkaian yang tersusun tersebut dapat

dipelajari dan dipahami.

Syafi’iedalamInnany, (2017) Membaca adalah kegiatan memahami suatu makna yang

terdapat dalam tulisan. Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk”memberikan

komponen dasar dalam proses membaca, yaitu“recording, decoding, dan

[Link] proses recording dan meaning berlangsung pada kelas rendah seperti

kelas 1, 2, 3 sekolah dasar yang dikenal dengan membaca [Link]”itu

proses meaning (memahami makna)”lebih ditekankan di kelas kelas tinggi seperti pada

kelas 4, 5 dan 6 sekolah dasar.

Menurut Sumadayo, (2011) membaca adalah suatu proses kegiatan

interaktif untuk memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis,serta

memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau

bahan tulis.

di sini anak akan belajar untuk menyebutkan simbol-simbol huruf yang di kenal,

mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada disekitarnya, menyebutkan

kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama, memahami hubungan
12

antara bunyi dan bentuk huruf, membaca nama sendiri, memahami arti kata dalam cerita.

Membaca pada tingkat permulaan atau membaca permulaan dapat diberikan kepada anak.

Berdasarkan pendapat para ahli mengenai pengertian membaca,maka dapat disimpulkan

bahwa membaca permulaan adalah suatu aktivitas untuk mengenalkan rangkaian huruf

dengan bunyi-bunyi bahasa. Bagi setiap orang, terlebih bagi anak-anak sebagai pembaca

pemula, bahwa membaca merupakan sesuatu hal yang penting. Membacaakan membawa

anak memasuki dunia literasi atau keterbacaan. Anak belajar memba casejak mulai

masuk pendidikan formal sejak kelas pertama dan selanjutnya secara fungsional

kemampuan membaca akan menja dilandasan dalam proses pembelajaran. Tidak hanya

pada lingkungan pendidikan formal, membaca merupakan instrument utama bagi setiap

orang. Membaca dapat menghadapi tantangan hidup di alam pekerjaan, kehidupan

bermasyarakat, kehidupan berkeluarga, dan lain sebagainya.

2.1.2 Jenis – jenis membaca

Menurut Harris dalam bukunya Mulyono Abdurrahman ada lima tahap perkembangan

membaca, yaitu (1) kesiapan membaca, (2) membaca permulaan, (3) keterampilan

membaca cepat, (4) membaca luas, dan (5) membaca yang sesungguhnya 11 . Untuk

melatih anak membaca pemahaman, guru biasanya menugaskan kepada anak untuk

membaca yang dikenal dengan membaca. Dalam [Link] biasanya menugaskan kepada

anak yang masih duduk di SD, tampaknya masih sulit untuk mencapai tujuan seperti yang

dikemukakan Ekwall diatas. Bagi anak-anak yang masih duduk di SD, sudah cukup

memadai jika anak memahami isi bacaan yang ditunjukan oleh kemampuan mereka

dalam menjawab berbagai pertanyaan yang sesuai dengan data dalam bacaan.
13

Musfiroh 2009 mengemukakan bahwa tahap pemerolehan bahasa tulis reseptif anak

dikategorikan kedalam 6 tahap. Tahap pemerolehan bahasa tulis tersebut yaitu: 1) Tahap

diferensiasi, 2) Tahap memba capura-pura, 3) Tahap membaca gambar 4) Tahap

membaca acak, 5) Tahap lepas landas, dan 6) Tahap [Link]-tahap tersebut

akan diuraikan sebagai berikut. Pada tahap diferensiasi, anak memerhatikan tulisan dan

membedakan dengan [Link] sudah dapat menyebut gambar sebagai gambar dan

tulisan. Pada tahap ini anak mulai menyukai buku cetak dan mulai membawa kesana

[Link] tahap membaca pura-pura, anak mengetahui bahwa tulisan dapat dilafalkan

dan [Link] kata-kata yang diucapkananaktanpamempedulikan tulisan

yang [Link] memerhatikan berbagai model tulisan di berbagai media yang dilihat dan

tertarik dengan bentuk tulisan tertentu.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa

pengertian membaca adalah proses memahami dan merekonstruksi makna yang

terkandung dalam bahan bacaan. Pesan atau makna yang terkandung dalam teks bacaan

merupakan interaksi timbal balik, interasiaktif, dan interaksi dinamis

antara pengetahuan dasar yang dimiliki pembaca dengan kalimat-kalimat fakta

dan informasi yang tertuang dalam teks bacaan.

2.1.3 Kemampuan Membaca Permulaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999: dalam Santrok 2010 ),

“kemampuan”berarti kesanggupan atau kecakapan. “Membaca” berarti melihat serta

memahami isi dari apa yang tertulis, atau mengeja dan melafalkan apa yang tertulis

(KBBI, Membaca permulaa nmerupakan tahap awal dalam belajar membaca yang

difokuskan kepada mengenal simbol-simbol atau tanda-tanda yang


14

berkaitandenganhuruf-hurufsehinggamenjadipondasi agar anak dapat melanjutkan

ketahap membaca permulaan.

(Darwadi 2002). Menurut Steinberg (Ahmad Susanto, 2011:) membaca permulaan

adalah membaca yang diajarkan secara terprogram kepada anak prasekolah. Program ini

merupakan perhatian pada perkataan-perkataan utuh, bermakna dalam konteks pribadi

anak-anak dan bahan-bahan yang diberikan melalui permainan dan kegiatan yang

menarik sebagai perantaran pembelajan.

Masri Sareb Putra (2008) “Menjelaskan bahwa membaca permulaan ini menekankan

kondisi anak untuk masuk dan mengenal kata sehingga belum sampai pada pemahaman

yang terdalam pada materibacaan”.

MenurutAulia (2011), mengembangkan aspek kemampuan membaca permulaan

hendaknya dilakukan melalui aktivitas belajar sambil bermain, dan bermain sambil

belajar. Pentingnya mengembangkan aspek kemampuan membaca sejak dini

dikemukakan oleh Leonhardt (NurbianaDhieni, Lara Fridani, GustiYarmi, Nany Kusniati,

& Sri Wulan, 2008), mengungkapkan bahwa membaca permulaan sangat penting dimiliki

anak. Anak yang gemar membacaakan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi.

Kegemaran membaca harus dikenalkan pada anak.

Steinberg (Ahmad Susanto, 2011) menjelaskan mengenai membaca permulaan yakni

kemampuan membaca yang dilatihkan secara terprogram pada anak prasekolah. Program

ini terdiri dari kata-kata yang bermakna dan diberikan dengan cara yang menarik anak.

EnnyZubaidah (2013: ), mengemukakan pendapat bahwa aktivitas di dalam

membaca di tahapan tersebut menekankan pada pengenalan dan pengucapan lambang-


15

lambang bunyi berupa huruf, kata, serta kalimat yang masih sangat sederhana.

Supriyadi berpendapat bahwa pembelajaran membaca di sekolah dasar bisa

dikategorikan dalam dua bagian antara lain membaca permulaan dan membaca lanjutan.

Membaca permulaan diajarkan di tahap kelas I dan II yang mana pada prosesnya

mengutamakan pada keterampilan segi mekanisnya.

Pengembangan kemampuan membaca berhubungan langsung dengan tingkat

bimbingan orang dewasa dalam menggunakan bahasa dan menekankan hubungan tulisan

dengan abjad, kata, dan pesan. Persoalan yang terpenting untuk mengajarkan membaca

pada anak adalah bagaimana cara mengajarkan keanak sehingga anak menganggap

kegiatan belajar mereka seperti bermain dan bahkan memang berbentuk sebuah

permainan yang menarik. Jadi, kegiatan atau pembelajaran membaca di Taman Kanak-

kanak dapat dilaksanakan selama masih dalam batas-batas aturan dan sesuai dengan

karakteristik anak, yakni belajar sambil bermain. Membaca permulaan mempunyai

peranan penting dalam mempelajari suatu pelajaran disekolah melalui proses tahapan

belajar membaca yang sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak, namun di Taman

Kanak-kanak masih terdapat siswa yang belum bisa mengenal huruf dan membedakan

huruf, sehingga anak belum bisa megelolahnya menjadi sebuah kata.

Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa membaca permulaan merupakan

proses pengenalan bacaan yang dapat dilakukan secara terprogram yang dipertunjukkan

bagi anak usia dini. Dalam hal ini, anak sudah pantas diajarkan membaca tetapi harus

sesuai dengan perkembangan anak atau tanpa dipaksa dan dengan cara yang

menyenangkan untuk mempelajarinya agar anak sedangkan dalam penelitian ini

membaca adalah kemampuan anak dalam mengucapkan bunyi huruf, membedakan


16

huruf, menyebutkan benda yang mempunyai suara huruf permulaan sama, memahami

hubungan bunyi. Anak anak trampil dalam mengucap.

2.1.4 TujuanmembacaPermulaan.

Menurut Iskandar Wassid dan DadangSunendar (2008) tujuan pembelajaran membaca

dibagimenjadi tingkat pemula, menengah, dan [Link], tujuan pembelajaran

bagi tingkat pemula adalah sebagai berikut. : a). Mengenali lambang-lambang (simbol-

simbol bahasa), dengan membaca anak akan langsung melihat lambang-lambang bahasa

dan anak semakin memahami perbedaan dari lambang-lambang bahasa.b). Mengenali

kata dan kalimat, dengan mengenal lambang-lambang anak juga akan mengenal kata

kemudian mengenal kalimat-kalimat.c). Menemukan ide .Menurut Herusantosa (dalam

K. Istarocha, 2012: 14), tujuan pembelajaran membaca permulaan agar peserta didik

mampu memahami dan menyuarakan kalimat sederhana yang ditulis dengan intonasi

yang wajar, peserta didik dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan

lancar dan tepat dalam waktu yang relatif singkat.

Menurut Soejono (Lestary, 2004: 12), tujuan mengajarkan membaca permulaan pada

anak adalah:

a. Mengenalkan anak pada huruf – huruf dalam abjad sebagai tanda suara atau

bunyi.

b. Melatih ketrampilan anak pada huruf – huruf dalam abjad sebagai tanda suara

atau tanda bunyi. Untuk menjadi bentuk.

Pengetahuan huruf –huruf dalam abjad dan ketrampilan menyuarakan wajib untuk dapat

dipraktikkan dalam waktu singkat ketika anak belajar membaca lanjut.


17

Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari

pembelajaran membaca permulaan bagi anak adalah agar anak mengenali lambang-

lambang bahasa kemudian menyuarakannya dengan tujuan untuk memahami isi dari

lambang-lambang bahasa tersebut sebagai bekal anak saat belajar membaca tingkat

lanjut.

2.1. 5 Tahap – Tahap Membaca

Kemampuan membaca anak akan jelas perbedaanya sesuai dengan usia

dan tahapan pencapaiannya. Menurut Steinberg (dalamAkhmad Susanto,

2011) mengatakan bahwa kemampuan membaca anak usia dini dapat dibagi atas empat

tahap perkembangan,yaitu:

a. Tahap timbulnya kesadaran terhadap tulisan Pada tahap ini anak mulai belajar

dengan buku dan menyadari bahwa buku itu penting, melihat dan membalik-balikkan

buku dan kadang kadang ia membawa buku favoritnya.

b. Tahap membaca gambar Pada tahap ini anak mulai memandang dirinya sebagai

pembaca dan memulai libatkan diri dalam kegiatan membaca seperti pura-pura membaca,

membolak balikan buku, dan membaca gambar pada buku yang di pegangnya.

Menurut Susanto (2011:84) ada tujuh cirri perilaku anak yang memiliki

kesiapan dalam membaca yang dapat diketahui melalui: 1) Rasa ingintahu

tentang benda-benda di sekitar lingkungannya, 2) Mampu berkomunikasi

dengan baik, 3) Memiliki rasa percayadiri, 4) Gemar belajar membaca, 5)

Memiliki kemampuan membedakan suara, 6) Mampu menerjemahkan

gambar, 7) Dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan penuh konsetrasi


18

Berdasarkan pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan”bahwa

kemampuan”membaca permulaan adalah kemampuan siswa dalam membaca

dengan lafal dan intonasi yang benar, jelas, dan wajar. Membaca permulaan

ditekankan pada pengembangan kemampuan dasar membaca.”Pada tingkat

membaca permulaan, siswa belum memiliki”keterampilan dalam”kemampuan

membaca yang sebenarnya dan belum dapat membaca [Link] tahap ini

siswa masih pada tahap”belajar untuk memperoleh keterampilan membaca

dan belajar mengenal bahasa tulis.

2.2 Media Bergambar


2.2.1 Media
Kata media berasal dari bahasa latin, merupakan bentuk jamak dari kata medium.

Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar yaitu perantara

sumber pesan dengan penerima pesan. Menurut Briggs media merupakan alat untuk

memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.5 Secara lebih luas

media pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan

untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan

kemampuan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar pada dirisiswa.

Media pembelajaran juga merupakan alat yang dapat membantu proses belajar

mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga

dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna Hidayatulah

2012.

Gagne dan Briggs dalamjurnalmilikArsyad, 2010yang

mengatakanbahwa”media pembelajaranmeliputialat yang


19

secarafisik”digunakan”untukmenyampaikanisimateripembelajaran. Terdiridaribuku,

tape recorder, bendakongkret (nyata), video camera, videorecorder, film, slide

(gambarbingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.”Dengan kata lain media

merupakankomponendari”sumberbelajar yang mengandungmateriinstruksional di

lingkungansisiwa yang dapatmerangsangsiswauntukbelajar.

2.3PenelitianRelevan

Berdasarkan hasil penelusuran yang peneliti lakukan, peneliti belum

menemukan judul yang sama persis dengan judul dalam penelitian ini. Peneliti masih

fokus pada pokok permasalahan yang di hadapi siswa kelas II SDN 02

randanganYakni Peningkatan Kemampuan membaca Melalui Media Gambar Huruf

Peneliti Judul Metode Hasil Perbedaan Persamaan

-Ratna PeningkatanKemam penggunaan peningkatan yang menggunaka Dari segi


AriniDewi puanMembaca media kartu alamidalampenelitiany n Media variable
(2012:72) Permulaanmelalui kata ang dilakukanoleh gambarkartu yang
Media Kartu Kata bergambar peneliti, kata , Metode ditelitiyak
Bergambar pada kemampuanmembacap Whole
nikemamp
siswakelas 1 SDN ermulaananakmeningk Languagesuk
MasyitohKedungsar atsebesar 93,33% yang ukata.
uanMemb
iKulonProgo sebelumnyahanya acaPermul
53,33%. aan
Suhartini Penggunaan Media Penggunaan Pada siklus I Menggunaka Kemampu
Dg. Matata, Menyusun kata media diperolehnilai rata- n media anMemba
2020 dalammeningkatkan menyusun rata menyusun caPermula
kemampuanmemba kata siswayaitusebesar kata an
capermulaan di
67
kelas [Link] 04
Uwedaka,
denganketuntasanbel
kecamatanpagiman ajarklasikalsebesar
a 40% sertadayaserap
66,6%. Pada
siklus II, nilai rata-
rata
meningkatmenjadi 83
denganketuntasankla
sikalsebesar
20

100%
sertadayaserapklasik
alsebesar 83,3%.

2.4KerangkaFikir

Penerapan media yang tepatdalampembelajaranmembacapermulaan

merupakan salah satucarauntukmembantuanakdalammemahamikonsephuruf

dan kata. Salah satu media yang digunakanuntukmengembangkankemampuan

membacapermulaanyaitu media kartu kata bergambar yang merupakankartu

berisikan kata-kata yang dilengkapidengangambar dan hurufawalan. Dengan

media ini, anakakanmelihat, mengingatsimbol tulisan dan gambar pada setiap

kartu kata bergambar yang dimainkan

Kemampuanmembacapermulaanadalahkecakapananakdalammengenal

huruf dan lambang tulisan yang menitikberatkan pada

aspekkemampuanmembacainiadalahkemampuanmenyebutkanlambangbunyihuruf,

kemampuanmenyebutkanfonem, dan kemampuanmembacapermulaan di

karenaanakmasihkesulitandalammemahamikonsephuruf dan

[Link].

guru mencobaberusahamenciptakansuasanabelajar yang menyenangkanhati

melaluimetodepermainanmaupunpenerapan media pembelajaran.

Denganmenggunakankartu kata bergambarkemampuanmembaca

permulaanakanlebihmeningkat. Anak-anakakanmempunyaisemangat dan lebih

aktifdalammembacakarenaanakdilibatkanuntukberpartisipasilangsung pada
21

kegiatanmembacayaitumemahamihubungan dan konsephurufdidalamsebuah

kata sertahubungangambardengan tulisan dan hurufawalannya. Berdasarkan

penjelasan yang telahdiuraikan, makadapatdiketahuibahwa media kartu kata

bergambarinidapatmeningkatkankemampuanmembacapermulaanbagi

2.5Hipotesis Tindakan

Berdasarkankajianteori dan kerangkapikir yang telahdiuraikan di

atasmakadiajukanhipotesisyaitu: Denganmenggunakan media kartu kata

bergambarhurufkemampuanmembacapermulaan pada siswakelas II SDN 02

randangankabupatenpohuwato meningkat.
22

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 JenisPenelitian

Jenispenelitian yang akan di gunakanadalahPenelitian Tindakan Kelas

(PTK). Penelitianjenis PTK (Classroom Action Research).Penelitianini

dilaksanakandalamduasiklus, dengantiapsiklusterdiridariempattahap,

yaituperencanaan, pelaksanaantindakan, observasi, refleksi. Karena

penelititerlihatlangsung dan sudahmerupakantugaspenelitisebagaipendidik yang

harusselaluberusahameningkatkanmutupendidikan.

ArfianyBabay (2017:7) “Mengemukakanbahwapenelitiantindakankelas

merupakanpencermatanterhadapkegiatanbelajarberupatindakan yang

sengajadimunculkan dan terjadidalamsebuahkelassecarabersama”. Penelitian

TindakanKelas (PTK) adalahsuatukegiatanpenelitian yang

berkontekskelasyangdilaksanakanuntukmemecahkanmasalah-masalahpembelajaran

yang dihadapiguru, memperbaikimutu dan hasilpembelajaran dan mencobakanhal-

halbarudalmpembelajaran demi meningkatkanmutu dan hasilpembelajaran.

3.2 Lokasi dan SubjekPenelitian

3.2 1. Lokasi Penelitian

Penelitianiniakandilaksanakan di SDN 02

RandanganKabupatenPohuwatoSiswakelasII .Tentangpeningkatankemampuanmemba

capermulaanmelalui mediakartuhurufbergambar . DenganmenggunakanPenelitian

Tindakan Kelas ( PTK).


23

3.3.1 SubjekPenelitian

SubjekpadapenelitianiniadalahSiswakelasII. SDN 02 Randanganberjumlah20,laki –

lakiberjumlah9 orang dan perempuanberjumlah11

[Link] yang

sedangmengalami prosespembelajarankemampuanmembacapermulaan.

3.4.1. Aspek Yang di amati

Untukmenjawabpermasalahan di babiniadabeberapa factor yangingin di amati.

No Aspek Yang Di Amati

1. kemampuansiswadalammembacamasihrendah.

2. Proses PembelajaranApakahterjadiinteraksiantara guru dan

siswa

3. kegiatanbelajarmengajarberlangsungefektif dan efisien.

4. Penguasaanmateripelajaran.

5. Penggunaan Media yang menarik dan tepat.

3.3Presedurpenelitian

Penelitiantindakankelas yang digunakandalampenelitianinimengacu

pada model Kurt Lewin. Menurut Sanjaya (2013:154), Model iniadalah model

yang mendasari model-model lainnya yang berangkatdari model Action research.


24

Kurt Lewin menjelaskanbahwaadaempathal yang harusdilakukandalam proses

penelitiantindakanyakniperencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Pelaksanaanpenelitiantindakanadalah proses yang terjadidalamsuatu

lingkaran yang tersusun.

Adapun Langkah – langkah pada pelaksaan PTK pada penelitianiniadalah :

a. Perencanaan

1. Membuatrencanapelaksanaanpembelajaranharian( RPP) untukpertemuan. RPP

inidigunakan guru sebagaiacuandalampenyampaianpembelajaran yang

akandilaksanakan.

2. Mempersiapkansarana dan media pembelajaran yang akan di

gunakandalampembelajaran.

3. Mempersiapkaninstrumenpengamatanberupapanduanobservasidalambentuk

check list (√)


25

untukmemanifestasikanmembacapermulaananakdalammenyebutkanlambangb

unyihuruf, menyebutkanfonem yang sama, danmembaca kata.

4. Mempersiapkanruangkelasanakdenganmenata model tempat duduk yang

dibuatberkelompok, yaitu 2 meja yang didekatkan dan dikelilingi 4 kursiuntuk

anak, sertamenyiapkanperlengkapan yang diperlukandalampembelajaran

seperti reward.

b. Pelaksanaan Tindakan

1. Siswa di beripenjelasantentangmembaca dan manfaatmembaca

2. Siswa di bagikedalambeberapakelompok

3. Masing – masing siswadalamkelompokdi

berikangambarHuruf .Penelitimembuatgamabardengansiklus 1, menggunakan

mediagambarhurufgambarbunga, dan pada siklus II menggunakan Gambar

hurufBuah – buahan.

4. Siswa masing – masing

kelompokmajukedepansatupersatuuntukmengambilgamabarhurufsesuaidenga

nnamabunga pada siklus 1. Dan gambarbuah pada siklus II. Kemudian masing

– masing

kelompokmenyusungambartersebuatmenjaditulianbungaataubuahseperti pada

gambar yang telahdiambil.

5. Penelitimemantau dan

mencatatsejumlahkejadianselamapelaksanaanpembelajaranberlangsung.

c. Observasi (Pengamatan),
26

[Link]

diran, keaktifandalam proses

pembelajaran,melaksanakanprosedurpembelajaransesuaidenganlangkah-langkahnya,

perhatianataukonsentrasi, keaktifanselama prosespembelajaran, kelengkapancatatan,

dan keaktifansiswadalammembacamenggunakan media

[Link] dievaluasidenganteshasilbelajarsiklus I.

d. Refleksi

Penelitimendiskusikandengan guru hasilpengamatantindakan yang

telahdilaksanakan. Hal-hal yang didiskusikanadalah :

(1) Menganalisis dan menjelaskanhasil yang diperoleh pada tindakan yang

barudilakukan,

(2) Menyimpulanhasil yang telahdicapaidalampeningkatanketerampilanmembaca

pada siswa. Hasil refleksidijadikansebagaimasukan pada tindakanselanjutnya

(sikluskeduaapabilahasil yang diperolehkurangmaksimal).

3). Gambaran UmumSiklus II Pada siklus II merupakantindaklanjutdarisiklus I

setelahpeneliti dan guru melakukandiskusiperbaikanuntukmendapatkan

hasil yang lebihbaik.

Berdasarkanhasilrefleksi pada pelaksanaantindakansiklus I, maka pada

tahapinipeneliti dan guru secarakolaboratifmelaksanakankegiatan yang

telahdirencanakansebelumnya. Pelaksanaansiklus II dilaksanakanselamasatu pecan

sebanyaktiga kali pertemuan.


27

Langkah-langkah yang dilakukandalamsiklus II inirelatifsamadengan yang

dilakukan pada siklus I, maupunpada

beberapalangkahdilakukanperbaikanataupenambahantindakansesuaidengankenyataa

n yangditemukan di lapangan.

3.4InstrumenPenelitian

Instrumenpenelitianadalahalat yang dapat di gunakanuntuk instrument

penelitianmengumpulkan data penelitianaspekpenelitian yang

dapatmemberikainformasi yang [Link] data

dalampenelitianiniadalah guru dan siswa kelas.

Adapun susunan instrument dalampenelitianinisebagaiberikut :

[Link]

2. Perencanaan

3. Pelaksanaan

[Link]

Pengumpulan data dalampenelitianinidilakukandengancarasebagai

berikut:

1. Observasi

MenurutSuharsimiArikunto (2010: 199) “Di dalampengertianpsikologik

observasiatau yang disebut pula denganpengamatanmeliputikegiatan

pemuatanperhatianterhadapsesuatuobjekdenganmenggunakanseluruhalat
28

indera”. Observasidilakukandenganmelakukanpengamatan dan pencatatan

mengenai guru dan aktivitas.

2. Tes

Tesmerupakan salah satualatukuruntukmenentukankeberhasilandalam proses

pembelajaran. SuharsimiArikunto (2010: 193)

mengatakanbahwatesmerupakanserentetanpertanyaan

yangdigunakanuntukmengukurketrampilan, pengetahuanmaupunkemampuan

yangdimiliki oleh individumaupunkelompok. Tes yang diberikan pada

siswadalampenelitiandimaksudkanuntukmengetahuisejauh mana

siswamenguasaimateripelajaransetelahditerapkan.

3. Dokumentasi

Dokumentasimerupakanbarang-barang yang tertulis (SuharsimiArikunto,

2010:201).

Penelitimenggunakanchecklistdokumentasisebagaialatdalammengkajidokumen yang

digunakanuntukmendukung data penelitian.

4. CatatanLapangan

Catatanlapangandigunakanuntukmencatatsegalaperistiwaselamaprosespenelitianberl

angsungsehubungandengantindakan yang dilakukan oleh gurumaupunsiswa. Hal

inidikarenakanberbagaiaspekpembelajaran di kelas, suasanakelas, pengelolaankelas,

hubunganinteraksi guru dengansiswa, suasanasekolah,dankegiatan lain yang

dapatdiketahuidaricatatanlapangan.

3.5 TekhnikAnalisis Data


29

Peningkatankemampuanmembacapermulaandalamaspekbahasamelalui

media kartu kata akandikatakanmeningkatapabiladalam proses pengamatan

terlihatperubahan yang signifikandarihasilpenggunaan media kartuhurufanak

pada sikluspertamakesiklusberikutnya. MenurutNgalimPurwanto (Fratya

Puspita Devi 2014:40) Hasil observasidianalisisdenganmenggunakananalisis

persentasedenganrumusyaitu:

P = f/n x 100%

Keterangan :

P = Hasil pengamatan

F = Skor mentah yang di perolehsiswa

N = Skor Maksimal

3.6 IndikatorKeberhasilan

Indikatorkeberhasilan di siniterbagimenjadiduayaituindikator proses dan

indikatorhasil. Indikator proses (guru) adalahjika pada penelitianini pada

pelaksanaansiklustindakantahapevaluasidiperoleh 75% darijumlahlangkah-

langkahpelaksanaanpembelajarandenganmenerapkanmembacapermulaandenganmem

perolehkategoribaik. Sedangkanindikatorhasil (anak) adalahjikapada penelitianini

pada pelaksanaansiklustindakantahapevaluasidiperoleh 75%dari jumlahlangkah-

langkahpelaksanaanpembelajarandenganmenerapkanmembacapermulaanmemperoleh

kategoribaik.
30

DAFTAR PUSTAKA

Aulia. 2011. MengajarkanBalita Anda Membaca. Yogyakarta: Intan Media.

Ahmad Susanto, 2011 Perkembangan Anak Usia Dini: PengantarDalamBerbagai


Aspeknya (Jakarta: Kencana, 2011).

EnnyZubaidah. 2013. KesulitanMembacaPermulaan Pada Anak Diagnosa dan Cara


[Link];//epirints:[Link] Akses Pada tanggal 6 Noverr 2022)

Depdiknas. 2003. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentangSistem


PendidikanNasional. Jakarta: Depdiknas. 2014. Permendikbud No.
146Tahun2014 tentang Standar

Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:Depdiknas.(2014). Permendikbud No. 137Tahun


2014 tentangStandarPendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:

[Link] MembacadanMenulisPermainan di Taman Kanak-kanak.


Jakarta:

Departemen Pendidikan NasionalDyah Ayu [Link] Alat


PermainanKartuKosa Kata
[Link].
31

Burhan Nurgiyantoro,Sastra Anak PengantarPemahaman Dunia Anak,


Yogyakarta:GadjahMadahttps;/[Link].( Diakses Pada tgl 16 oktober
2022)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999: dalamSantrok2010 ),

Mulyono, Abdurrahman,Anak BerkesulitanMusfiro, Menumbuhkembangkan Baca-


Tulis Anak Usia Dini. Jakarta: PT
GrasindoAnggotaIkapi2009[Link] Pada tgl 11
November 2022)

NoviarMasjidi. (2007). Agar Anak SukaMembaca. Yogyakarta: Media Insani

Hidayatullah, dkk,Pengembangan Media dan [Link] : 2012

RatnaAriniDewi. (2012).PeningkatanKemampuanMembacaPermulaanMelalui
Media Kartu Kata Bergambar Pada Anak Kelompok B di TK Masyithoh
KedungariKulonProgo. LaporanPenelitian. Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta.

Sanjaya. (2013).Penelitian Pendidikan, Jakarta: Kharisma Putra utama.

NgalimPurwanto (FratyaPuspita Devi 2014) Penelitian Tindakan Kelas. PT Araska.


Yogyakarta.

Syafi’iedalamInnany, (2017)PengenalanHuruf Pada Anak Usia Dini Melalui


Media Kartu kata. STAI Al Hikmah : Surabaya

Yusuf (dalamYudhadkk, 2005)Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini.


Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakarta

Sumadayo, (2011)kemampuanmembacaAktivitasPermainanKartu kata Bergambar


MeningkatkanPerkembanganKeaksaraan Anak. Artikel Ilmiah.
32

Anda mungkin juga menyukai