0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan12 halaman

Koordinat dan Perubahan Basis Vektor

(1) Dokumen membahas tentang koordinat vektor dan perubahan basis dalam ruang vektor. (2) Koordinat vektor merupakan representasi vektor dalam suatu basis, sedangkan perubahan basis menjelaskan hubungan antara koordinat lama dan baru suatu vektor. (3) Perubahan basis ditentukan oleh matriks koordinat basis baru relatif terhadap basis lama.

Diunggah oleh

kikic2p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan12 halaman

Koordinat dan Perubahan Basis Vektor

(1) Dokumen membahas tentang koordinat vektor dan perubahan basis dalam ruang vektor. (2) Koordinat vektor merupakan representasi vektor dalam suatu basis, sedangkan perubahan basis menjelaskan hubungan antara koordinat lama dan baru suatu vektor. (3) Perubahan basis ditentukan oleh matriks koordinat basis baru relatif terhadap basis lama.

Diunggah oleh

kikic2p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

29/04/2024

ALJABAR LINEAR

PERTEMUAN X
KOORDINAT DAN PERUBAHAN
BASIS

KOORDINAT DAN
PERUBAHAN BASIS

• Matriks Koordinat
• Persoalan Perubahan Basis

1
29/04/2024

MATRIKS KOORDINAT

Motivasi Awal
Misalkan 𝑉 ruang vektor berdimensi hingga dan 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah
basis untuk 𝑉 . Karena 𝐵 merentang 𝑉 , maka setiap vektor di 𝑉 dapat
dinyatakan sebagai kombinasi linier dari vektor-vektor di 𝐵. Selain itu, sifat
kebebas-linearan 𝐵 memastikan bahwa ketunggalan dalam menyataan vektor
sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor di 𝐵.
Untuk menjelaskan hal tersebut dapat dilakukan sebagai berikut, misalkan 𝒗
adalah sebarang vektor di 𝑉, maka vektor ini dapat dituliskan sebagai
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + ⋯+ 𝑐 𝒗 ,
dengan 𝑐 , 𝑐 , …, dan 𝑐 adalah skalar-skalar. Demikian juga
𝒗 = 𝑘 𝒗 + 𝑘 𝒗 + ⋯+ 𝑘 𝒗 ,
dengan 𝑘 , 𝑘 , …, dan 𝑘 adalah skalar-skalar.
Selanjutnya dengan mengurangkan persamaan pertama dengan persamaan
kedua dihasilkan

MATRIKS KOORDINAT

Motivasi Awal (lanjutan…)

𝟎 = 𝑐 − 𝑘 𝒗 + 𝑐 − 𝑘 𝒗 + ⋯+ 𝑐 − 𝑘 𝒗 .
Karena ruas kanan persamaan terakhir adalah kombinasi linear dari vektor-
vektor di 𝐵, maka sifat kebebas-linearan 𝐵 menghasilkan
𝑐 − 𝑘 = 0, 𝑐 − 𝑘 = 0, …, dan 𝑐 − 𝑘 = 0,
yaitu 𝑐 = 𝑘 , 𝑐 = 𝑘 , …, dan 𝑐 = 𝑘 .

Dari penjelasan tersebut maka diperoleh hasil berikut.


Teorema 1
Jika 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah basis untuk ruang vektor V, maka setiap vektor
𝒗 di 𝑉 dapat dinyatakan secara tunggal sebagai kombinasi linear
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + ⋯+ 𝑐 𝒗 ,
dengan 𝑐 , 𝑐 , …, dan 𝑐 adalah skalar-skalar.
2
29/04/2024

Catatan:
Misalkan 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah basis untuk ruang vektor 𝑉 yang
berdimensi hingga dan
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + ⋯+𝑐 𝒗
adalah penulisan sebarang vektor 𝒗 ke dalam basis 𝐵 tersebut, maka
skalar-skalar 𝑐 , 𝑐 , …, dan 𝑐 dinamakan koordinat 𝒗 relatif
terhadap basis 𝐵 . Vektor koordinat dari 𝒗 relatif terhadap 𝐵
dinotasikan dengan 𝒗 yang merupakan vektor di ℝ dan diberikan
oleh
𝒗 = 𝑐 ,𝑐 ,⋯,𝑐 .
Selanjutnya matriks koordinat 𝒗 relatif terhadap 𝐵 dinotasikan dengan
𝒗 , yang merupakan matriks kolom berikut
𝑐
𝑐
𝒗 = ⋮ .
𝑐

Contoh 1: vektor dan matriks koordinat di ℝ3

Ditinjau ruang vektor ℝ3 yang mempunyai basis 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , 𝒗 , dengan


𝒗 = 1, 2, 1 , 𝒗 = 2, 9, 0 dan 𝒗 = 3, 3, 4 .
Tentukanlah
a. Vektor koordinat dan matriks koordinat dari vektor 𝒗 = 1, −9, 5
relatif terhadap 𝐵.
b. Vektor 𝒗 di ℝ3 yang vektor koordinatnya relatif terhadap 𝐵 adalah
𝒗 = 1, −2, 3 .

3
29/04/2024

Contoh 1 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (a)
Akan dicari skalar-skalar 𝑐 , 𝑐 , dan 𝑐 yang memenuhi kombinasi linear
𝒗=𝑐 𝒗 +𝑐 𝒗 +𝑐 𝒗 ,
atau dalam bentuk komponen
1, −9, 5 = 𝑐 1, 2, 1 + 𝑐 2, 9, 0 + 𝑐 3, 3, 4 .
Dengan menyamakan komponen-komponen yang bersesuaian dihasilkan
𝑐 + 2𝑐 + 3𝑐 = 1
2𝑐 + 9𝑐 + 3𝑐 = −9
𝑐 + 4𝑐 = 5
Dengan menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dihasilkan nilai-
nilai 𝑐 = −3, 𝑐 = −1, dan 𝑐 = 2. Dengan demikian
−3
𝒗 = −3, −1, 2 dan 𝒗 = −1 .
2

Contoh 1 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (b)
Dengan menggunakan definisi vektor koordinat 𝒗 diperoleh
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 = 𝒗 + −2 𝒗 + 3𝒗
= 1, 2, 1 + −2 2, 9, 0 + 3 3, 3, 4
= 1, 2, 1 + −4, −18, 0 + 9, 9, 12
= 1 − 4 + 9, 2 − 18 + 9, 1 + 0 + 12 = 6, −7, 13 .

4
29/04/2024

Catatan:
Misalkan 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah basis ortonormal untuk ruang hasil
kali dalam (RHKD) 𝑉, maka menurut Teorema 1, untuk sebarang vektor 𝒖
pada 𝑉 dapat dituliskan sebagai
𝒖 = 𝒖, 𝒗 𝒗 + 𝒖, 𝒗 𝒗 + ⋯ + 𝒖, 𝒗 𝒗 .
Dengan demikian vektor koordinat dari 𝒖 relatif terhadap 𝐵
𝒖 = 𝒖, 𝒗 , 𝒖, 𝒗 , ⋯ , 𝒖, 𝒗 .
dan matriks koordinat 𝒖 relatif terhadap 𝐵 adalah

𝒖, 𝒗
𝒖, 𝒗
𝒖 = .

𝒖, 𝒗

Contoh 2: vektor dan matriks koordinat di RHKD ℝ3


Ditinjau himpunan vektor 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , 𝒗 dengan
𝒗 = 0, 1, 0 , 𝒗 = − , 0, dan 𝒗 = , 0,
Dapat diperlihatkan bahwa 𝐵 merupakan basis ortonormal untuk
ℝ dengan hasil kali dalam Euclid. Tentukan vektor dan matriks koordinat
untuk vektor 𝒖 = 1, 2, 3 relatif terhadap 𝐵.
Pembahasan:
Perhatikan bahwa 𝒖, 𝒗 = 1 0 + 2 1 + 3 0 = 2,
3 4 3 12 9
𝒖, 𝒗 =1 − +2 0+3 =− + =
5 5 5 5 5
dan
4 3 4 9 13
𝒖, 𝒗 =1 +2 0+3 = + = .
5 5 5 5 5

5
29/04/2024

Contoh 2 (lanjutan…)
Pembahasan:
Dengan demikian vektor koordinat dan matriks koordinat relatif terhadap
𝐵, berturut-turut adalah
2
𝒖 = 2, , dan 𝒖 = .

BEBERAPA SIFAT PENTING

Teorema 2
Jika 𝐵 adalah basis ortonormal untuk ruang hasil kali dalam berdimensi
𝑛, 𝒖 = 𝑢 , 𝑢 , ⋯ , 𝑢 dan 𝒗 = 𝑣 , 𝑣 , ⋯ , 𝑣 , maka
a. 𝒖 = 𝑢 +𝑢 + ⋯+ 𝑢
b. d 𝒖, 𝒗 = 𝑢 − 𝑣 + 𝑢 −𝑣 + ⋯+ 𝑢 − 𝑣
c. 𝒖, 𝒗 = 𝑢 𝑣 + 𝑢 𝑣 + ⋯ + 𝑢 𝑣

Bukti:
Lihat Buku Aljabar Linear (Howard Anton).

6
29/04/2024

PERUBAHAN BASIS

Misalkan kita menghendaki mengubah basis untuk ruang vektor 𝑉 dari


basis 𝐵 yang lama menjadi basis 𝐵 yang baru, akan bagaimanakah
matriks koordinat 𝒗 yang lama dari vektor 𝒗 jika dihubungkan
dengan matriks koordinat 𝒗 yang baru?
Untuk menyederhanakan persoalan ditinjau ruang vektor 𝑉 yang
berdimensi 2. Misalkan 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 dan 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 merupakan
basis lama dan basis yang baru untuk 𝑉 . Dalam hal ini, kita
membutuhkan matriks-matriks koordinat untuk vektor-vektor basis yang
baru relatif terhadap basis yang lama, matriks-matriks tersebut adalah
𝑎 𝑐
𝒖 = dan 𝒖 = .
𝑏 𝑑
Dengan demikian
𝒖 = 𝑎𝒖 + 𝑏𝒖
(1)
𝒖 = 𝑐𝒖 + 𝑑𝒖

PERUBAHAN BASIS (lanjutan…)

Selanjutnya misalkan 𝒗 adalah sebarang vektor di 𝑉dan misalkan


𝑘
𝒗 = (2)
𝑘
adalah matriks koordinat yang baru, sehingga
𝒗=𝑘 𝒖 +𝑘 𝒖 . (3)
Untuk mencari koordinat lama dari 𝒗, maka 𝒗 harus dinyatakan dalam
basis 𝐵 yang lama. Untuk itu subsitusikan (1) ke (3) dan menghasilkan
𝒗 = 𝑘 𝑎𝒖 + 𝑏𝒖 + 𝑘 𝑐𝒖 + 𝑑𝒖
atau 𝒗 = 𝑎𝑘 + 𝑐𝑘 𝒖 + 𝑏𝑘 + 𝑑𝑘 𝒖 .
Dengan demikian matriks koordinat lama untuk 𝒗 adalah
𝑎𝑘 + 𝑐𝑘
𝒗 =
𝑏𝑘 + 𝑑𝑘
atau dapat juga dituliskan sebagai

7
29/04/2024

PERUBAHAN BASIS (lanjutan…)

𝑎 𝑐 𝑘
𝒗 =
𝑏 𝑑 𝑘
atau dari (2) bisa juga dituliskan
𝑎 𝑐
𝒗 = 𝒗𝑩.
𝑏 𝑑
Perhatikan bahwa persamaan terakhir menyatakan matriks koordinat
lama 𝒗 , yang dapat diperoleh dengan mengalikan matriks koordinat
baru 𝒗 𝑩 dan matriks
𝑎 𝑐
𝑃= ,
𝑏 𝑑
dari sebelah kiri, dengan 𝑃 adalah matriks yang kolom-kolomnya adalah
koordinat dari vektor basis baru yang relatif terhadap basis lama.

PENYELESAIAN PERSOALAN
PERUBAHAN BASIS
Apabila kita mengubah basis suatu ruang vektor 𝑉 dari suatu basis lama
𝐵 = 𝒖 , 𝒖 , ⋯ , 𝒖 ke basis baru 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 , ⋯ , 𝒖 , maka matriks
koordinat lama 𝒗 dari sebuah vektor 𝒗 berkaitan dengan matriks
koordinat baru 𝒗 dari vektor yang sama dan diberikan oleh
𝒗 =𝑃 𝒗 (4)
dimana kolom matriks 𝑃 adalah matriks-matriks koordinat dari vektor-
vektor basis yang baru relatif terhadap basis yang lama, yaitu
𝒖 , 𝒖 , …, dan 𝒖 .
Secara simbolis, matriks 𝑃 dapat dituliskan sebagai
𝑃 = 𝒖 | 𝒖 | ⋯| 𝒖 .
Selanjutnya matriks 𝑃 ini dinamakan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵.

8
29/04/2024

Contoh 3: mencari matriks transisi di ℝ2

Ditinjau ruang vektor ℝ2 dengan basis 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 dan 𝐵 = 𝒖 , 𝒖


dimana
𝒖 = 1, 0 , 𝒖 = 0, 1 , 𝒖 = 1, 1 , dan 𝒖 = 2, 1 .
Tentukanlah
a. Matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵.
b. Matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 .
3
c. Matriks koordinat 𝒗 𝑩 , jika diketahui 𝒗 = .
−1

Contoh 3 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (a)
Akan dicari matriks koordinat untuk vektor-vektor basis yang baru dari 𝒖
dan 𝒖 yang relatif terhadap basis 𝐵 yang lama. Perhatikan bahwa
𝒖 = 1, 1 = 1, 0 + 0, 1 = 𝒖 + 𝒖
dan 𝒖 = 2, 1 = 2, 0 + 0, 1 = 2 1, 0 + 0, 1 = 2𝒖 + 𝒖 .
Dengan demikian
1 2
𝒖 = , 𝒖 =
1 1
Dan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 adalah
1 2
𝑃= .
1 1

9
29/04/2024

Contoh 3 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (b)
Untuk memperoleh matriks ini, kita hanya perlu mengubah sudut pandang
kita, yaitu dengan memandang 𝐵 sebagai basis lama dan 𝐵 sebagai basis
yang baru. Seperti biasa, kolom-kolom matriks transisi merupakan
koordinat dari vektor-vektor basis yang baru relatif terhadap basis lama.
Perhatikan bahwa
𝒖 = 1, 0 = −1, −1 + 2, 1 = −1 1, 1 + 2, 1 = −𝒖 + 𝒖
dan 𝒖 = 0, 1 = 2, 2 + −2, −1 = 2 1, 1 − 2, 1 = 2𝒖 − 𝒖 .
Dengan demikian
−1 2
𝒖 = , 𝒖 =
1 −1
dan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 adalah
−1 2
𝑄= .
1 −1

Contoh 3 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (c)
Dengan menggunakan variasi persamaan (4), yaitu 𝒗 =𝑄 𝒗 dan
matriks transisi dari bagian (b) diperoleh
−1 2 3 −5
𝒗 = = .
1 −1 −1 4

10
29/04/2024

Catatan:
Perhatikan bahwa jika kita mengalikan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 yang
diperoleh pada bagian (a) dengan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 yang
diperoleh pada bagian (b) diperoleh
1 2 −1 2 1 0
𝑃𝑄 = = =𝐼 ,
1 1 1 −1 0 1
yang memperlihatkan bahwa 𝑄 = 𝑃 . Teorema berikut memperlihatkan
bahwa hal tersebut bukanlah merupakan suatu kebetulan.

Teorema 3
Jika 𝑃 adalah matriks transisi dari suatu basis 𝐵 ke suatu basis 𝐵 untuk
ruang vektor berdimensi hingga, maka
a. 𝑃 invertible (mempunyai invers).
b. 𝑃 adalah matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 .
Bukti:
Lihat Buku Aljabar Linear (Howard Anton).

Catatan: (lanjutan…)
Sebagai rangkuman, jika 𝑃 adalah matriks transisi dari suatu basis 𝐵
ke basis 𝐵, maka untuk setiap vektor 𝒗 kedua hubungan berikut berlaku
𝒗 = 𝑃 𝒗 dan 𝒗 = 𝑃 𝒗 .

Perubahan Basis Ortonormal


Teorema berikut memperlihatkan bahwa di dalam suatu ruang hasil kali
dalam, matriks transisi dari suatu basis ortonormal ke basis ortonormal
lainnya adalah matriks ortogonal.

Teorema 4
Jika 𝑃 adalah matriks transisi dari suatu basis ortonormal ke basis
ortonormal lainnya untuk suatu ruang hasil kali dalam, maka 𝑃 adalah
matriks ortogonal, yaitu 𝑃 = 𝑃 .

11
29/04/2024

DAFTAR PUSTAKA
• Howard Anton, (1995), Aljabar Linear Elementer, Penerbit
Erlangga Jakarta
• Howard Anton and Chris Rorres, (2014), Elementary Linear
Algebra (application version), Canada : Wiley
• Frank Ayres, Jr, (1962), Theory and Problems of Matrices,
Singapore : Mc-Graw-Hill Inc

SEKIAN…

12

Anda mungkin juga menyukai