29/04/2024
ALJABAR LINEAR
PERTEMUAN X
KOORDINAT DAN PERUBAHAN
BASIS
KOORDINAT DAN
PERUBAHAN BASIS
• Matriks Koordinat
• Persoalan Perubahan Basis
1
29/04/2024
MATRIKS KOORDINAT
Motivasi Awal
Misalkan 𝑉 ruang vektor berdimensi hingga dan 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah
basis untuk 𝑉 . Karena 𝐵 merentang 𝑉 , maka setiap vektor di 𝑉 dapat
dinyatakan sebagai kombinasi linier dari vektor-vektor di 𝐵. Selain itu, sifat
kebebas-linearan 𝐵 memastikan bahwa ketunggalan dalam menyataan vektor
sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor di 𝐵.
Untuk menjelaskan hal tersebut dapat dilakukan sebagai berikut, misalkan 𝒗
adalah sebarang vektor di 𝑉, maka vektor ini dapat dituliskan sebagai
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + ⋯+ 𝑐 𝒗 ,
dengan 𝑐 , 𝑐 , …, dan 𝑐 adalah skalar-skalar. Demikian juga
𝒗 = 𝑘 𝒗 + 𝑘 𝒗 + ⋯+ 𝑘 𝒗 ,
dengan 𝑘 , 𝑘 , …, dan 𝑘 adalah skalar-skalar.
Selanjutnya dengan mengurangkan persamaan pertama dengan persamaan
kedua dihasilkan
MATRIKS KOORDINAT
Motivasi Awal (lanjutan…)
𝟎 = 𝑐 − 𝑘 𝒗 + 𝑐 − 𝑘 𝒗 + ⋯+ 𝑐 − 𝑘 𝒗 .
Karena ruas kanan persamaan terakhir adalah kombinasi linear dari vektor-
vektor di 𝐵, maka sifat kebebas-linearan 𝐵 menghasilkan
𝑐 − 𝑘 = 0, 𝑐 − 𝑘 = 0, …, dan 𝑐 − 𝑘 = 0,
yaitu 𝑐 = 𝑘 , 𝑐 = 𝑘 , …, dan 𝑐 = 𝑘 .
Dari penjelasan tersebut maka diperoleh hasil berikut.
Teorema 1
Jika 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah basis untuk ruang vektor V, maka setiap vektor
𝒗 di 𝑉 dapat dinyatakan secara tunggal sebagai kombinasi linear
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + ⋯+ 𝑐 𝒗 ,
dengan 𝑐 , 𝑐 , …, dan 𝑐 adalah skalar-skalar.
2
29/04/2024
Catatan:
Misalkan 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah basis untuk ruang vektor 𝑉 yang
berdimensi hingga dan
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + ⋯+𝑐 𝒗
adalah penulisan sebarang vektor 𝒗 ke dalam basis 𝐵 tersebut, maka
skalar-skalar 𝑐 , 𝑐 , …, dan 𝑐 dinamakan koordinat 𝒗 relatif
terhadap basis 𝐵 . Vektor koordinat dari 𝒗 relatif terhadap 𝐵
dinotasikan dengan 𝒗 yang merupakan vektor di ℝ dan diberikan
oleh
𝒗 = 𝑐 ,𝑐 ,⋯,𝑐 .
Selanjutnya matriks koordinat 𝒗 relatif terhadap 𝐵 dinotasikan dengan
𝒗 , yang merupakan matriks kolom berikut
𝑐
𝑐
𝒗 = ⋮ .
𝑐
Contoh 1: vektor dan matriks koordinat di ℝ3
Ditinjau ruang vektor ℝ3 yang mempunyai basis 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , 𝒗 , dengan
𝒗 = 1, 2, 1 , 𝒗 = 2, 9, 0 dan 𝒗 = 3, 3, 4 .
Tentukanlah
a. Vektor koordinat dan matriks koordinat dari vektor 𝒗 = 1, −9, 5
relatif terhadap 𝐵.
b. Vektor 𝒗 di ℝ3 yang vektor koordinatnya relatif terhadap 𝐵 adalah
𝒗 = 1, −2, 3 .
3
29/04/2024
Contoh 1 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (a)
Akan dicari skalar-skalar 𝑐 , 𝑐 , dan 𝑐 yang memenuhi kombinasi linear
𝒗=𝑐 𝒗 +𝑐 𝒗 +𝑐 𝒗 ,
atau dalam bentuk komponen
1, −9, 5 = 𝑐 1, 2, 1 + 𝑐 2, 9, 0 + 𝑐 3, 3, 4 .
Dengan menyamakan komponen-komponen yang bersesuaian dihasilkan
𝑐 + 2𝑐 + 3𝑐 = 1
2𝑐 + 9𝑐 + 3𝑐 = −9
𝑐 + 4𝑐 = 5
Dengan menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dihasilkan nilai-
nilai 𝑐 = −3, 𝑐 = −1, dan 𝑐 = 2. Dengan demikian
−3
𝒗 = −3, −1, 2 dan 𝒗 = −1 .
2
Contoh 1 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (b)
Dengan menggunakan definisi vektor koordinat 𝒗 diperoleh
𝒗 = 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 + 𝑐 𝒗 = 𝒗 + −2 𝒗 + 3𝒗
= 1, 2, 1 + −2 2, 9, 0 + 3 3, 3, 4
= 1, 2, 1 + −4, −18, 0 + 9, 9, 12
= 1 − 4 + 9, 2 − 18 + 9, 1 + 0 + 12 = 6, −7, 13 .
4
29/04/2024
Catatan:
Misalkan 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , ⋯ , 𝒗 adalah basis ortonormal untuk ruang hasil
kali dalam (RHKD) 𝑉, maka menurut Teorema 1, untuk sebarang vektor 𝒖
pada 𝑉 dapat dituliskan sebagai
𝒖 = 𝒖, 𝒗 𝒗 + 𝒖, 𝒗 𝒗 + ⋯ + 𝒖, 𝒗 𝒗 .
Dengan demikian vektor koordinat dari 𝒖 relatif terhadap 𝐵
𝒖 = 𝒖, 𝒗 , 𝒖, 𝒗 , ⋯ , 𝒖, 𝒗 .
dan matriks koordinat 𝒖 relatif terhadap 𝐵 adalah
𝒖, 𝒗
𝒖, 𝒗
𝒖 = .
⋮
𝒖, 𝒗
Contoh 2: vektor dan matriks koordinat di RHKD ℝ3
Ditinjau himpunan vektor 𝐵 = 𝒗 , 𝒗 , 𝒗 dengan
𝒗 = 0, 1, 0 , 𝒗 = − , 0, dan 𝒗 = , 0,
Dapat diperlihatkan bahwa 𝐵 merupakan basis ortonormal untuk
ℝ dengan hasil kali dalam Euclid. Tentukan vektor dan matriks koordinat
untuk vektor 𝒖 = 1, 2, 3 relatif terhadap 𝐵.
Pembahasan:
Perhatikan bahwa 𝒖, 𝒗 = 1 0 + 2 1 + 3 0 = 2,
3 4 3 12 9
𝒖, 𝒗 =1 − +2 0+3 =− + =
5 5 5 5 5
dan
4 3 4 9 13
𝒖, 𝒗 =1 +2 0+3 = + = .
5 5 5 5 5
5
29/04/2024
Contoh 2 (lanjutan…)
Pembahasan:
Dengan demikian vektor koordinat dan matriks koordinat relatif terhadap
𝐵, berturut-turut adalah
2
𝒖 = 2, , dan 𝒖 = .
BEBERAPA SIFAT PENTING
Teorema 2
Jika 𝐵 adalah basis ortonormal untuk ruang hasil kali dalam berdimensi
𝑛, 𝒖 = 𝑢 , 𝑢 , ⋯ , 𝑢 dan 𝒗 = 𝑣 , 𝑣 , ⋯ , 𝑣 , maka
a. 𝒖 = 𝑢 +𝑢 + ⋯+ 𝑢
b. d 𝒖, 𝒗 = 𝑢 − 𝑣 + 𝑢 −𝑣 + ⋯+ 𝑢 − 𝑣
c. 𝒖, 𝒗 = 𝑢 𝑣 + 𝑢 𝑣 + ⋯ + 𝑢 𝑣
Bukti:
Lihat Buku Aljabar Linear (Howard Anton).
6
29/04/2024
PERUBAHAN BASIS
Misalkan kita menghendaki mengubah basis untuk ruang vektor 𝑉 dari
basis 𝐵 yang lama menjadi basis 𝐵 yang baru, akan bagaimanakah
matriks koordinat 𝒗 yang lama dari vektor 𝒗 jika dihubungkan
dengan matriks koordinat 𝒗 yang baru?
Untuk menyederhanakan persoalan ditinjau ruang vektor 𝑉 yang
berdimensi 2. Misalkan 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 dan 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 merupakan
basis lama dan basis yang baru untuk 𝑉 . Dalam hal ini, kita
membutuhkan matriks-matriks koordinat untuk vektor-vektor basis yang
baru relatif terhadap basis yang lama, matriks-matriks tersebut adalah
𝑎 𝑐
𝒖 = dan 𝒖 = .
𝑏 𝑑
Dengan demikian
𝒖 = 𝑎𝒖 + 𝑏𝒖
(1)
𝒖 = 𝑐𝒖 + 𝑑𝒖
PERUBAHAN BASIS (lanjutan…)
Selanjutnya misalkan 𝒗 adalah sebarang vektor di 𝑉dan misalkan
𝑘
𝒗 = (2)
𝑘
adalah matriks koordinat yang baru, sehingga
𝒗=𝑘 𝒖 +𝑘 𝒖 . (3)
Untuk mencari koordinat lama dari 𝒗, maka 𝒗 harus dinyatakan dalam
basis 𝐵 yang lama. Untuk itu subsitusikan (1) ke (3) dan menghasilkan
𝒗 = 𝑘 𝑎𝒖 + 𝑏𝒖 + 𝑘 𝑐𝒖 + 𝑑𝒖
atau 𝒗 = 𝑎𝑘 + 𝑐𝑘 𝒖 + 𝑏𝑘 + 𝑑𝑘 𝒖 .
Dengan demikian matriks koordinat lama untuk 𝒗 adalah
𝑎𝑘 + 𝑐𝑘
𝒗 =
𝑏𝑘 + 𝑑𝑘
atau dapat juga dituliskan sebagai
7
29/04/2024
PERUBAHAN BASIS (lanjutan…)
𝑎 𝑐 𝑘
𝒗 =
𝑏 𝑑 𝑘
atau dari (2) bisa juga dituliskan
𝑎 𝑐
𝒗 = 𝒗𝑩.
𝑏 𝑑
Perhatikan bahwa persamaan terakhir menyatakan matriks koordinat
lama 𝒗 , yang dapat diperoleh dengan mengalikan matriks koordinat
baru 𝒗 𝑩 dan matriks
𝑎 𝑐
𝑃= ,
𝑏 𝑑
dari sebelah kiri, dengan 𝑃 adalah matriks yang kolom-kolomnya adalah
koordinat dari vektor basis baru yang relatif terhadap basis lama.
PENYELESAIAN PERSOALAN
PERUBAHAN BASIS
Apabila kita mengubah basis suatu ruang vektor 𝑉 dari suatu basis lama
𝐵 = 𝒖 , 𝒖 , ⋯ , 𝒖 ke basis baru 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 , ⋯ , 𝒖 , maka matriks
koordinat lama 𝒗 dari sebuah vektor 𝒗 berkaitan dengan matriks
koordinat baru 𝒗 dari vektor yang sama dan diberikan oleh
𝒗 =𝑃 𝒗 (4)
dimana kolom matriks 𝑃 adalah matriks-matriks koordinat dari vektor-
vektor basis yang baru relatif terhadap basis yang lama, yaitu
𝒖 , 𝒖 , …, dan 𝒖 .
Secara simbolis, matriks 𝑃 dapat dituliskan sebagai
𝑃 = 𝒖 | 𝒖 | ⋯| 𝒖 .
Selanjutnya matriks 𝑃 ini dinamakan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵.
8
29/04/2024
Contoh 3: mencari matriks transisi di ℝ2
Ditinjau ruang vektor ℝ2 dengan basis 𝐵 = 𝒖 , 𝒖 dan 𝐵 = 𝒖 , 𝒖
dimana
𝒖 = 1, 0 , 𝒖 = 0, 1 , 𝒖 = 1, 1 , dan 𝒖 = 2, 1 .
Tentukanlah
a. Matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵.
b. Matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 .
3
c. Matriks koordinat 𝒗 𝑩 , jika diketahui 𝒗 = .
−1
Contoh 3 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (a)
Akan dicari matriks koordinat untuk vektor-vektor basis yang baru dari 𝒖
dan 𝒖 yang relatif terhadap basis 𝐵 yang lama. Perhatikan bahwa
𝒖 = 1, 1 = 1, 0 + 0, 1 = 𝒖 + 𝒖
dan 𝒖 = 2, 1 = 2, 0 + 0, 1 = 2 1, 0 + 0, 1 = 2𝒖 + 𝒖 .
Dengan demikian
1 2
𝒖 = , 𝒖 =
1 1
Dan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 adalah
1 2
𝑃= .
1 1
9
29/04/2024
Contoh 3 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (b)
Untuk memperoleh matriks ini, kita hanya perlu mengubah sudut pandang
kita, yaitu dengan memandang 𝐵 sebagai basis lama dan 𝐵 sebagai basis
yang baru. Seperti biasa, kolom-kolom matriks transisi merupakan
koordinat dari vektor-vektor basis yang baru relatif terhadap basis lama.
Perhatikan bahwa
𝒖 = 1, 0 = −1, −1 + 2, 1 = −1 1, 1 + 2, 1 = −𝒖 + 𝒖
dan 𝒖 = 0, 1 = 2, 2 + −2, −1 = 2 1, 1 − 2, 1 = 2𝒖 − 𝒖 .
Dengan demikian
−1 2
𝒖 = , 𝒖 =
1 −1
dan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 adalah
−1 2
𝑄= .
1 −1
Contoh 3 (lanjutan…)
Pembahasan:
Bagian (c)
Dengan menggunakan variasi persamaan (4), yaitu 𝒗 =𝑄 𝒗 dan
matriks transisi dari bagian (b) diperoleh
−1 2 3 −5
𝒗 = = .
1 −1 −1 4
10
29/04/2024
Catatan:
Perhatikan bahwa jika kita mengalikan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 yang
diperoleh pada bagian (a) dengan matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 yang
diperoleh pada bagian (b) diperoleh
1 2 −1 2 1 0
𝑃𝑄 = = =𝐼 ,
1 1 1 −1 0 1
yang memperlihatkan bahwa 𝑄 = 𝑃 . Teorema berikut memperlihatkan
bahwa hal tersebut bukanlah merupakan suatu kebetulan.
Teorema 3
Jika 𝑃 adalah matriks transisi dari suatu basis 𝐵 ke suatu basis 𝐵 untuk
ruang vektor berdimensi hingga, maka
a. 𝑃 invertible (mempunyai invers).
b. 𝑃 adalah matriks transisi dari 𝐵 ke 𝐵 .
Bukti:
Lihat Buku Aljabar Linear (Howard Anton).
Catatan: (lanjutan…)
Sebagai rangkuman, jika 𝑃 adalah matriks transisi dari suatu basis 𝐵
ke basis 𝐵, maka untuk setiap vektor 𝒗 kedua hubungan berikut berlaku
𝒗 = 𝑃 𝒗 dan 𝒗 = 𝑃 𝒗 .
Perubahan Basis Ortonormal
Teorema berikut memperlihatkan bahwa di dalam suatu ruang hasil kali
dalam, matriks transisi dari suatu basis ortonormal ke basis ortonormal
lainnya adalah matriks ortogonal.
Teorema 4
Jika 𝑃 adalah matriks transisi dari suatu basis ortonormal ke basis
ortonormal lainnya untuk suatu ruang hasil kali dalam, maka 𝑃 adalah
matriks ortogonal, yaitu 𝑃 = 𝑃 .
11
29/04/2024
DAFTAR PUSTAKA
• Howard Anton, (1995), Aljabar Linear Elementer, Penerbit
Erlangga Jakarta
• Howard Anton and Chris Rorres, (2014), Elementary Linear
Algebra (application version), Canada : Wiley
• Frank Ayres, Jr, (1962), Theory and Problems of Matrices,
Singapore : Mc-Graw-Hill Inc
SEKIAN…
12