GAMBARAN UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA
IBU HAMIL
Putu Erryca1, Suratiah2, I Dewa Ayu Ketut Surinati3
1,2,3
Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar
Denpasar, Indonesia
e-mail: putuerrycaa@gmail.com1, suratiah28@gmail.com2,
[Link]@yahoo.com3
Abstrak
Penulis Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian
korespondensi: ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil
Suratiah yang dicanangkan pemerintah yaitu kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah
(TTD), melakukan pemeriksaan hemoglobin melakukan pemeriksaan antenatal
Politeknik
Kesehatan care dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Tujuan penelitian
Kemenkes ini untuk mengetahui gambaran upaya pencegahan anemia pada ibu hamil di
Denpasar Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati I Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional. Jumlah
Email: sampel sebanyak 41 ibu hamil dipilih menggunakan teknik sampling
suratiah28@gmail
.com nonprobability sampling dengan purposive sampling. Instrumen pengumpulan
data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan upaya
pencegahan anemia pada ibu hamil dengan melakukan kepatuhan mengonsumsi
TTD ditemukan bahwa sebagian besar dalam kategori cukup sebanyak 20 orang
(48,8%), dengan melakukan pemeriksaan Hb sebagian besar dalam kategori
cukup yaitu sebanyak 25 orang (61,0%), dengan melakukan pemeriksaan
antenatal care sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 31 orang
(75,6%) dan dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia
sebagian besar masuk ke dalam kategori kurang yaitu sebanyak 23 orang (56,1%).
Simpulan dari penelitian ini adalah giat penyebaran informasi tentang anemia dan
pencegahan anemia dalam kehamilan pada ibu-ibu hamil melalui kelas ibu hamil
ataupun konseling saat pemeriksaan kehamilan.
Kata kunci: upaya pencegahan, anemia, ibu hamil
Abstrack
Anemia in pregnant women can increase the risk of premature birth, maternal
and child mortality, and infectious diseases. Efforts to prevent anemia in pregnant
women launched by the government are adherence to taking blood-added tablets,
conducting Hb checks, conducting antenatal care checks and increasing
knowledge of pregnant women about anemia. The purpose of this study was to
determine the description of anemia prevention efforts in pregnant women in the
Work Area of Sukawati Community Health Center I in 2022. This research was
quantitative research with descriptive research design and cross sectional
approach. The number of samples as many as 41 pregnant women were selected
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 275
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
using a non-probability sampling technique with purposive sampling and the data
collection instrument used was a questionnaire. The results showed that efforts to
prevent anemia in pregnant women by complying with taking iron tablets found
that most of them were in the sufficient category as many as 20 people (48.8%),
by conducting a Hb examination most of them were in the sufficient category as
many as 25 people (61.0%), by conducting antenatal care examination, most of
them were in the good category as many as 31 people (75.6%) and by increasing
the knowledge of pregnant women about anemia was mostly in the poor category,
namely 23 people (56.1%). Therefore, the conclusion to encourage the
dissemination of information about anemia and prevention of anemia in
pregnancy to pregnant women through classes for pregnant women or counseling
during pregnancy check-ups.
Keywords: prevention efforts, anemia, pregnant women
PENDAHULUAN
Kehamilan dimulai dengan proses bertemunya sel telur dan sperma sehingga
terjadi fertilisasi, dilanjutkan implantasi sampai lahirnya janin(¹). Proses kehamilan
normalnya dihitung 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan kalender(2). Kehamilan
terbagi menjadi tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai
tiga bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai enam bulan dan trimester
ketiga bulan ketujuh hingga sembilan bulan. Kehamilan dapat berkembang
menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Setiap wanita hamil memiliki
kemungkinan risiko yang berhubungan dengan kehamilannya hingga mengancam
jiwa dan berisiko mengalami kematian(3).
Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama
Angka Kematian Ibu (AKI). Kematian ibu didefinisikan sebagai semua kematian
selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan,
persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab lain seperti
kecelakaan atau incidental(4). World Health Organization (WHO) menyebutkan
setiap hari di dunia tahun 2017, sekitar 810 wanita meninggal karena kehamilan
dan persalinan(5). Sedangkan jumlah kematian ibu di Indonesia pada tahun 2020
menunjukkan 4.627 kematian. Jumlah ini menunjukkan peningkatan
dibandingkan tahun 2019 sebesar 4.221 kematian(4).
Angka Kematian Ibu di Propinsi Bali tahun 2019 sebesar 67,6 per 100.000
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 276
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
kelahiran hidup, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 83,8 per 100.000 kelahiran
hidup, terjadi peningkatan yang cukup besar. Peningkatan kasus kematian pada
tahun 2020 sebesar 56 kasus, yang sangat tinggi terjadi di Kabupaten Badung
yaitu 12 kasus, Karangasem 8 kasus dan kota Denpasar 8 kasus(6). Jumlah
kematian ibu di Kabupaten Gianyar tahun 2019 sebesar 103.58 per 100.000
kelahiran hidup. Terjadi penurunan di tahun 2020 angka kematian ibu 61.7 per
100.000 kelahiran hidup(7).
Kematian ibu dibedakan menjadi dua kategori antara lain; pertama adalah
kematian yang disebabkan oleh penyebab langsung obstetric (direct) yaitu
kematian yang diakibatkan langsung oleh kehamilan dan persalinannya. Kedua
adalah kematian yang disebabkan oleh penyebab tidak langsung (indirect) yaitu
kematian yang disebabkan oleh penyakit dan bukan oleh kehamilan atau
persalinan. Di sisi lain kehamilan juga akan memperberat penyakit yang
diderita(6). Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia sebagian besar
kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 1.330 kasus,
hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.110 kasus, dan gangguan sistem
peredaran darah sebanyak 230 kasus(4).
Penyebab kematian ibu di Provinsi Bali didominasi oleh penyebab lain-lain
(kasus non obstetri) sebesar 50%, karena perdarahan sebesar 7%, hipertensi dalam
kehamilan 20%, infeksi 2%, gangguan sistem peredaran darah (jantung, stroke,
dll) 12%, gangguan metabolik (diabetes mellitus, dll) 9%. Peningkatan kasus non
obstetri disebabkan karena kurangnya integrasi layanan terkait (antenatal care
(ANC) terintegrasi) yang berkualitas(6). Menurut World Health Organization
(WHO) 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada
kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi
besi dan perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi(8).
Anemia didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin kurang dari 12 g/dL
pada wanita hamil dan kurang dari 10 g/dL selama kehamilan atau masa nifas(9).
Tubuh memerlukan zat besi (Fe) yang cukup dalam proses eritropoesis sehingga
Anemia karena defisiensi besi dapat di cegah. Hal yang dapat membantu dalam
mengatasi akibat anemia defisiensi zat besi antara lain adalah kurangnya asupan
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 277
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorbsi diusus, perdarahan
akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita
hamil, masa pertumbuhan, dan masa penyembuhan dari penyakit(8).
Prevalensi anemia pada ibu hamil tahun 2019 secara global yaitu 36,5%(10).
Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia
sebesar 48,9%. Pada tahun 2018 sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi
pada kelompok umur 15-24 tahun(4). Prevalensi ibu hamil yang mengalami
anemia di Provinsi Bali pada tahun 2020 yaitu sebesar 7,4% atau sekitar 5305
kasus. Kasus anemia pada ibu hamil pada tahun 2020 tertinggi terjadi di
Kabupaten Badung sebanyak 9,8%, diikuti oleh Kabupaten Gianyar sebanyak
9,7% dan kejadian anemia terendah ada di Kabupaten Bangli sebanyak 3,8%(6).
Berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar 2020 kejadian
anemia pada ibu hamil tertinggi terjadi di wilayah UPT Puskesmas Sukawati I
sebanyak 31,3% ibu hamil mengalami anemia(7).
Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur,
kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu
dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan
maupun setelahnya(4). Anemia yang disebabkan karena defisiensi zat besi (Fe)
pada kehamilan dapat memberikan dampak pada ibu dan bayi yang akan
dilahirkan. Dampak anemia defisiensi besi pada ibu adalah peningkatan terjadinya
pre eklamsi dan peningkatan risiko melahirkan dengan metode section cesarea
(SC). Sedangkan pada bayi yang dilahirkan antara lain peningkatan risiko
kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Small for Gestational Age
(SGA), peningkatan kejadian kelahiran premature, kematian dan penurunan
perkembangan mental dan bayi baru lahir, penurunan skor APGAR, motorik
anak(11).
Upaya pencegahan anemia dalam kehamilan dapat dilakukan dengan
meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap menjadi positif melalui edukasi
tentang asupan gizi yang cukup selama kehamilan, dimana edukasi bisa diberikan
saat melakukan kunjungan ANC, dimana pemeriksaan kehamilan di era adaptasi
kebiasaan baru normal dilakukan minimal enam kali kunjungan selama
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 278
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
kehamilan(12), mengonsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama
kehamilan, melakukan pemeriksaan Hb pada trimester I dan III, segera
memeriksakan diri jika merasakan keluhan yang tidak biasa, meningkatkan
pengetahuan serta perilaku ibu hamil dan keluarga dalam memilih, mengolah dan
menyajikan makan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi
masyarakat(13).
Program untuk mencegah anemia yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia
yaitu setiap ibu hamil diharapkan mendapatkan tablet tambah darah (TTD)
minimal 90 tablet selama kehamilan. Namun masih banyak ibu hamil yang tidak
patuh mengonsumsi tablet Fe. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya
informasi tentang tablet Fe yang diberikan oleh petugas kesehatan. Selain itu
dapat juga dipengaruhi oleh efek samping yang kurang nyaman dirasakan oleh ibu
ketika mengonsumsi tablet Fe. Hal tersebut menyebabkan ibu hamil tidak patuh
dan menimbulkan anemia pada ibu hamil(14).
Cakupan pemberian TTD pada ibu hamil di Indonesia tahun 2020 adalah
83,6%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 64%. Provinsi
dengan cakupan tertinggi pemberian TTD pada ibu hamil adalah DKI Jakarta
sebesar 99,3%, diikuti oleh Kalimantan Utara dan Bali(4). Cakupan pemberian
TTD pada ibu hamil di Provinsi Bali tahun 2020 sebesar 96,9%. Angka ini sudah
mencapai target Renstra tahun 2020 yaitu 80%. Kabupaten dengan cakupan
tertinggi pemberian TTD pada ibu hamil adalah Kab. buleleng (101,7%),
sedangkan Kabupaten dengan cakupan terendah adalah Gianyar (88,5%)(6).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Hariyani dan
Darmawati tentang Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kuta Baro
Aceh Besar menunjukkan bahwa 56,8% ibu hamil memiliki perilaku pencegahan
anemia yang kurang baik, namun masih ada 43,2% ibu hamil memiliki perilaku
pencegahan anemia yang baik15. Faktor yang mempengaruhi upaya ibu hamil
dalam melakukan pencegahan anemia antara lain pengetahuan dan sikap. Jika
pengetahuan ibu hamil mengenai anemia baik, ibu dapat lebih mengerti hal-hal
yang dapat menunjang kualitas kehamilan, memilih bahan makanan dan konsumsi
suplemen yang dapat mencegah kondisi yang mengancam ibu dan bayi seperti
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 279
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
anemia. Pengetahuan mengenai anemia dan pencegahannya merupakan langkah
awal dalam menanggulangi anemia pada diri sendiri(16).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran upaya pencegahan
anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I tahun 2022”.
METODE
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati I yang berjumlah 70 ibu
hamil pada trimester ketiga dengan usia kehamilan 28-40 minggu. Sampel diambil
dari ibu hamil trimester ketiga yang sudah terdaftar di UPT Kesmas Sukawati I
yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel berjumlah 41 orang ditentukan dengan
teknik purposive sampling. Sumber data penelitian ini adalah data primer yang
dikumpulkan dalam penelitian berasal dari pengisian kuesioner dan data sekunder
yang diperoleh dari buku KIA terkait pemeriksaan Hb pada ibu hamil. Metode
analisis pada data penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik subjek penelitian berdasarkan usia, tingkat pendidikan dan
pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia
Usia n (%)
<20 tahun 3 7,3
20-35 tahun 36 87,8
>35 tahun 2 4,9
Total 41 100,0
Berdasarkan tabel 1 diatas, data responden berdasarkan usia ibu hamil
menunjukkan bahwa mayoritas responden ibu hamil dengan usia 20-35 tahun
sebanyak 36 orang (87,8%).
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 280
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan Terakhir n (%)
SD 1 2,4
SMP 2 4,9
SMA/SMK 18 43,9
Perguruan Tinggi 20 48,8
Total 41 100,0
Berdasarkan tabel 2 diatas, data responden berdasarkan pendidikan ibu
hamil menunjukkan bahwa mayoritas responden ibu hamil dengan Pendidikan
Perguruan tinggi sebanyak 20 orang (48,8%).
Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan n (%)
IRT 15 36,6
Pegawai Swasta 10 24,4
PNS 4 9,8
Wiraswasta 12 29,3
Total 41 100,0
Berdasarkan tabel 3 diatas, data responden berdasarkan pekerjaan ibu hamil
menunjukkan bahwa mayoritas responden ibu hamil dengan pekerjaan IRT
sebanyak 15 orang (36.6%).
Hasil penelitian yang diperoleh dari 41 responden tentang gambaran upaya
pencegahan anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati I
sebagai berikut:
Tabel 4. Distribusi Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan
Melakukan Kepatuhan Mengonsumsi TTD
Kepatuhan Mengonsumsi n (%)
TTD
Baik 13 31,7
Cukup 20 48,8
Kurang 8 19,5
Total 41 100,0
Berdasarkan table 4 diatas, menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia
pada ibu hamil dengan melakukan kepatuhan mengonsumsi TTD sebagian besar
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 281
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
masuk ke dalam kategori cukup yaitu sebanyak 20 orang (48,8%).
Tabel 5. Distribusi Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan
Melakukan Pemeriksaan Haemoglobin
Melakukan Pemeriksaan n (%)
Hb
Baik 9 22,0
Cukup 25 61,0
Kurang 7 17,1
Total 41 100,0
Berdasarkan tabel 5 diatas, menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia
pada ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan Hb sebagian besar masuk ke
dalam kategori cukup yaitu sebanyak 25 orang (61,0%).
Tabel 6. Distribusi Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan
Melakukan Pemeriksaan Antenatal Care
Pemeriksaan Kehamilan N (%)
(ANC)
Baik 31 75,6
Cukup 10 24,4
Kurang 0 0,0
Total 41 100,0
Berdasarkan tabel 6 diatas, menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia
pada ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan Antenatal Care sebagian besar
masuk ke dalam kategori baik yaitu sebanyak 31 orang (75,6%).
Tabel 7. Distribusi Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan
Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia
Meningkatkan N (%)
Pengetahuan Ibu Hamil
Baik 18 43,9
Cukup 0 0,0
Kurang 23 56,1
Total 41 100,0
Berdasarkan tabel 7 diatas, menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia
pada ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 282
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
sebagian besar masuk ke dalam kategori kurang yaitu sebanyak 23 orang (56,1%).
Karakteristik Responden Bersadarkan Usia, Tingkat Pendidikan dan
Pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati I Tahun 2022
Berdasarkan hasil penelitian tabel 1 menunjukkan bahwa karakteristik ibu
hamil berdasarkan usia mayoritas berusia 20-35 tahun sebanyak 36 orang (87,8).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang mengatakan sebagian besar ibu
hamil yaitu sebanyak 64 orang (86,5%) memiliki usia 20-35 tahun. Hal ini
menunjukan sebagian besar ibu hamil berada dalam rentan usia yang masih
produktif, matang dan tidak berisiko tinggi(15).
Berdasarkan tabel 2 karakteristik ibu hamil mayoritas ibu hamil dengan
pendidikan perguruan tinggi sebanyak 20 orang (48,8%). Hasil penelitian ini
sesuai dengan penelitian yang menyatakan bahwa mayoritas responden
berpendidikan tinggi sebanyak 50 orang (59,5%)(17). Tingkat pendidikan dapat
meningkatkan kesadaran, memengaruhi proses berpikir dan membentuk pola
pikir, sehingga ibu hamil dapat mudah memperoleh informasi dan pengetahuan
tentang pencegahan anemia(16).
Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan
pekerjaan ibu hamil mayoritas sebagai ibu rumah tangga sebanyak 15 orang
(36,6%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelilitian yang mengatakan
sebagian besar ibu hamil yaitu sebanyak 26 orang (84%) bekerja sebagai IRT (ibu
rumah tangga). Jenis pekerjaan dengan beban yang lebih berat pada ibu hamil
akan lebih berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinannya(18). Semakin besar
beban kerja ibu hamil, maka semakin besar faktor terjadinya anemia pada ibu
hamil(19).
Upaya Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Melakukan Upaya
Kepatuhan Mengonsumsi TTD
Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I dengan melakukan upaya
kepatuhan mengonsumsi TTD, dari 41 responden sebagian besar dengan kategori
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 283
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
cukup yaitu sebanyak 20 orang (48,8%). Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang menemukan hasil bahwa mayoritas tingkat kepatuhan ibu hamil
mengonsumsi TTD adalah kepatuhan menengah yang artinya masih dalam
kategori cukup patuh mengonsumsi TTD yaitu sebanyak 43 orang (78,2%)(20).
Responden yang tidak teratur mengonsumsi TTD tidak mengetahui manfaat TTD
bagi dirinya maupun janinnya, dan selama kehamilan TTD yang diberikan jarang
di konsumsi, karena ketidaktahuan responden akan manfaat, efek samping, cara
dan waktu mengkonsumsi sehingga responden mengalami anemia(21).
Pada penelitian ini banyak ibu hamil yang belum mengonsumsi 90 tablet
tambah darah atau lebih dari 90 tablet dan tidak mengonsunsi TTD setiap hari, hal
ini disebabkan karena responden tidak hanya mengonsumsi TTD yang diberikan
oleh puskesmas saja tetapi juga ada yang mengonsumsi vitamin yang didapatkan
dari dokter yang sudah mengandung zat besi dan juga meminum susu sebagai
pengganti TTD. Selain itu di Puskesmas Sukawati 1 itu sendiri 90 TTD baru
diberikan pada trimester 2 jika ibu hamil sudah tidak emesis dan sampel yang
peneliti gunakan adalah ibu hamil trimester 3 sehingga masih ada waktu untuk
mencapai konsumsi 90 TTD selama kehamilan.
Upaya Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Melakukan Pemeriksaan
Hb
Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I dengan melakukan pemeriksaan
Hb, dari 41 responden sebagian besar dengan kategori cukup yaitu sebanyak 25
orang (61,0%). Hasil penelitian lain mengatakan bahwa kadar Hb ibu hamil
dipengaruhi oleh kepatuhan mengkonsumsi Fe, usia, paritas sehingga disarankan
ibu hamil untuk lebih patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, mengetahui usia yang
baik untuk hamil, dan jumlah kelahiran ideal untuk mencegah terjadinya
anemia(22).
Pada penelitian ini sebagian besar ibu sudah melakukan pemeriksaan
hemoglobin pertama tetapi belum melakukan pemeriksaan Hb kedua karena
program dari Puskesmas Sukawati 1 hanya dilakukan pemeriksaan Hb sebanyak
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 284
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
satu kali pada kunjungan pertama dan apabila hasilnya >11 gr/dL tidak dilakukan
pemeriksaan Hb lagi dan jika hasil pemeriksaan pertama <11 gr/dL akan
dilakukan pemeriksaan ulang tiga bulan berikutnya. Selain ini sampel yang
peneliti gunakan ibu hamil yang masih masuk trimester ketiga dimana
pemeriksaan Hb biasanya dilakukan menjelang persalinan.
Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan
antenatal care
Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I dengan melakukan pemeriksaan
antenatal care, dari 41 responden sebagian besar dengan kategori baik yaitu
sebanyak 31 orang (75,6%) Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian
terdahulu, tentang determinan kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan
kehamilan, sebanyak 39 orang (84,4%) ibu hamil yang patuh melakukan
pemeriksaan kehamilan(23). Kunjungan ANC secara teratur merupakan salah satu
perwujudan dari pelayanan antenatal yang baik dan benar (bermutu). Pelayanan
kesehatan yang bermutu dapat mendeteksi secara dini masalah-masalah
kehamilan yang akan terjadi, seperti terjadinya anemia pada ibu hamil, sehingga
anemia pada ibu hamil dapat segera diatasi(24).
Pada penelitian ini sebagian besar ibu hamil sudah melakukan kunjungan
antenatal care lebih dari empat kali karena selain melakukan kunjungan ke
puskesmas ibu juga melakukan kunjungan ANC ke dokter spesialis secara rutin
setiap bulannya.
Upaya Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Meningkatkan
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia
Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I dengan meingkatkan
pengetahuan ibu hamil tentang anemia, dari 41 responden sebagian besar dengan
kategori kurang yaitu sebanyak 23 orang (56,1%). Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian lain yang menyatakan mayoritas tingkat pengetahuan ibu hamil
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 285
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
tentang anemia dengan kategori kurang sebanyak 16 orang (51,6%)(25).
Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang anemia dapat disebabkan karena
faktor internal responden seperti acuh tak acuh terhadap kondisi kehamilan dan
kurangnya kemampuan mengakses informasi baik di media massa dan elektronik.
Selain media yang memberikan informasi menambah pengetahuan responden,
terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan diantaranya
umur, pekerjaan, pendidikan, informasi, minat, pengalaman dan lingkungan(26).
Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif dapat mendukung perilaku ibu
hamil dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya anemia. Edukasi tentang
pencegahan anemia merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan
pengetahuan dan merubah sikap menjadi positif sehingga pada akhirnya ibu
hamil dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya anemia(27).
SIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
upaya pencegahan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I
yang terbanyak dilakukan dengan pemeriksaan antenatal care dimana sebagian
besar dalam kategori baik, diikuti dengan melakukan pemeriksaan Hb yang
sebagian besar dalam kategori cukup dilanjutkan dengan melakukan kepatuhan
dalam mengonsumsi tablet tambah darah sebagian besar dalam kategori cukup
dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia sebagian besar masuk
ke dalam kategori kurang serta melakukan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet
tambah darah yang diketahui bahwa sebagian besar dalam kategori cukup.
UCAPAN TERIMAKASIH
Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Kepala Puskesmas Sukawati I
yang sudah memberikan dukungan selama pengambilan data di Puskesmas
Sukawati I serta kepada semua pihak yang terlibat dan membantu dalam
penelitian ini.
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 286
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
ETHICAL CLEARENCE
Persetujuan etika penelitian ini diperoleh dari komisi etik penelitian
Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar dengan nomor surat
LB.02.03/EA/KEPK/0280/2022.
DAFTAR RUJUKAN
1. Syaiful, Y., & Fatmawati, L. Asuhan Keperawatan Kehamilan. Cv. Jakad
Publishing.2019
2. Yuliani, D. R., Saragih, E., Astuti, A., Wahyuni, Ani, M., Muyassaroh, Y.,
Nardina, E. A., Dewi, R. K., Sulfianti, Ismawati, Aini, F. N., Dwi, A. E.,
Argaheni, N. B., & Azizah, N. Asuhan Kehamilan (1st ed.). Yayasan Kita
Menulis.2021. Available at: [Link]
3. Bidan dan Dosen Kebidanan Indonesia. Kebidanan Teori dan Asuhan Volume
1 (E. Yosefni & S. Yulia (eds.); 1st ed.). Penerbit Buku Kedokteran
EGC.2017a
4. Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia. Kemenkes RI. 2020.
Available at:
[Link] keshatan-
indonesia/[Link].
5. WHO. Maternal Mortality Ration (MMR). 2019a Available at:
[Link]
[Link]?ua=1
6. Dinkes Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali 2020. Available at:
[Link]
2020/
7. Dinkes Kabupaten Gianyar. Profil Kesehatan Kabupaten Gianyar 2020.
Available at: [Link]
gianyar-2020/
8. Dinkes Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali 2019. Available at:
[Link]
9. Bidan dan Dosen Kebidanan Indonesia. Kebidanan Teori dan Asuhan Volume
2 (Runjati & S. Umar (eds.); 1st ed.). Penerbit Buku Kedokteran EGC.2017b.
10. WHO. The Global Health Observatory. Available at:
[Link]
hildren. 2019b.
11. Kemenkes RI. Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi
Baru Lahir di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Kementerian Kesehatan
RI.2020.
12. Solehati, T., Sari, C. W. M., Lukman, M., & Kosasih, C. E. Pengaruh
Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Dan Pencegahan
Anemia Dalam Upaya Menurunkan AKI Pada Kader Posyandu. Jurnal
Keperawatan Komprehensif, 2018, 4, 7–12
13. Hariyani, S., & Darmawati. Pencegahan Anemia pada Ibu hamil di
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 287
Putu Erryca, Suratiah, I Dewa Ayu Ketut Surinati. Desember 2022. 15 (2): 275-288
Puskesmas Kuta baro Aceh Besar. JIM FKEP, 2019, IV, 122–127
14. Devi, D., Lumentut, A. M., & Suparman, E. Gambaran Pengetahuan dan
Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia pada Kehamilan di Indonesia.
Indonesian Journal of Nursing Health Science, 2021, 9(1), 204–211. doi:
10.35790/ecl.v9i1.32415
15. Septiyaningsih, R., Lestari, Y. A., & Sukesih, W. Gambaran Tingkat
Pengetahuan tentang Anemia dan Kepatuhan Minum Tablet Fe Pada Ibu
Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Cilacap Tengah I.
Indonesian Journal of Nursing Health Science, 2020, 5(1), p.25-31
16. Tampubolon, R., Lasamahu, J. F., & Panuntun, B. Identifikasi Faktor-Faktor
Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku
Tengah. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2021, 3(4), 489–505.
[Link]
17. Afriyanti S, D. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia
Pada Ibu Hamil Di Kota Bukittinggi. Jurnal Menara Ilmu, 2020, 14(01), 6–
23.
18. Pratiwi, Y., & Safitri, T. Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet
Fe (Ferrum) Terhadap Kejadian Anemia Di Desa Langgenharjo Kecamatan
Juwana. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian,2021, 2(1), 49–53. doi:
10.31764/lf.v2i1.3857
19. Nurdin, M., Aritonang, E. Y. &, & Anto. Kepatuhan ibu hamil dalam
mengonsumsi tablet Fe di Poli Kebidanan RSU Mitra Medika Medan. Prima
Medika Sains, 2019. 01(1), 57–63
20. Oktaviani, I., Makalew, L., & Solang, S. D. Profil Haemoglobin Pada Ibu
Hamil Dilihat Dari Beberapa Faktor Pendukung. Jurnal Ilmiah Bidan, 2016,
4(1), 22–30.
21. Afriani, D., & Merlina, E. Determinan Kepatuhan Ibu Hamil Melakukan
Pemeriksaan Kehamilan. Jurnal Asuhan Ibu & Anak, 2021, 1–7.
22. Dolang, M. W. Hubungan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe dan
Keteraturan Kunjungan ANC Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil.
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 2020, 5(1), 179–184.
23. Acga, R., Sucandra, M. A. K., & Sinardja, C. D. Gambaran Tingkat
Pengetahuan Terkait Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Bangli,
Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Community of Publishing in Nursing,
2020, 11, 1178–1182
24. Siantarin, Krisna, P., Suratiah, & Rahajeng, I. M. Hubungan tingkat
pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pemenuhan kebutuhan zat besi
pada ibu hamil. Community of Publishing in Nursing, 2018, vol. 6, 27–34.
Available at: [Link]
31448.
Jurnal Gema Keperawatan |Volume 15|Nomor 2| 288