SEMEN
Pembimbing:
Khoirul Mursyidah, S. Si., M. Sc
Disusun oleh:
[Link] Mufiddin Amrulloh
[Link] Ari Setiawan
[Link] Ma'arif
Apa itu semen?
Semen adalah perekat hidraulik yang dihasilkan dengan cara
menghaluskan klinker yang terdiri dari bahan utama silikat-
silikat kalsium dan bahan tambahan batu gypsum dimana
senyawa-senyawa tersebut dapat bereaksi dengan air dan
membentuk zat baru bersifat perekat pada bebatuan.
Semen dalam pengertian umum adalah bahan yang
mempunyai sifat adhesive dan cohesive, digunakan sebagai
bahan pengikat (bonding material), yang dipakai bersama-sama
dengan batu kerikil dan pasir.
SEMEN
semen hidrolis Semen non hidrolis
semen yang dapat semen yang tidak
mengeras dalam air dapat mengeras
menghasilkan padatan dalam air atau tidak
stabil dalam air.
yang stabil dalam air.
Jenis- jenis semen
1 2 3
Semen putih Semen sumur Semen portland
(gray cement) minyak
(oil well cement)
Oksida Persen (%)
Komposisi -Kapur (CaO)
-Silika (SiO²)
60-65
17-25
-Alumina (AI²O³) 3-8
-Besi (Fe²O³) 0, 5-6
-Magnesia (MgO) 0, 5-4
-Sulfur (SO²) 1-2
-Potash (Na²O+K²O) 0, 5-1
Ciri fisik & kimia semen
Sifat fisik dari semen adalah bahan berbutir halus yang lolos pada
ayakan 2 um dan mempunyai berat jenis antara 3-3, 15 gr/cm³.
Sementara itu untuk kekerasan semen. Semen bila terkena air akan
berubah menjadi keras seperti batu. oleh karena itu, sangat perlu
diperhatikan perbandingan antara air dan semen atau faktor air
semennya, karena faktor ini akan Berpengaruh terhadapke kuatan
beton. bila kurang semen dan terlalu banyak airakan menyebabkan
segregation dan bleending, selain itu perbandingan yang tepat antara
semen dan air akan berpengaruh dalam kemudahan
Pekerjaan.
Sekian &
Terima kasih