MODUL PERKULIAHAN
E-Commerce
Information
Business
Model Bisnis Ritel Digital
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Fakultas Ekonomi dan Akuntansi S1 202261041 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Bisnis
07
Abstract Kompetensi
Pengertian bisnis ritel adalah bentuk Mahasiswa mampu menjelaskan
bisnis yang menghubungkan penjualan Pengertian Bisnis Ritel, Retail online.
produk dan layanan kepada pembeli Mahasiswa juga mampu menjelaskan
dengan kuantitas ritel (satuan atau Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Retail
eceran). Biasanya, konsumen yang Online, Model Bisnis E-commerce yang
membeli produk ini adalah konsumen Umum, dan menjelaskan Metode
akhir. Sering berkembangnya teknologi Operasi dalam Bisnis E-commerce.
semakin beragam cara melakukan bisnis.
Salah satunya yakni jenis ritel online,
dimana tidak menggunakan toko fisik
untuk menjual, melainkan melalui media
digital seperti membuat akun toko di
berbagai marketplace, berjualan di media
social, atau bahkan memiliki website toko
online pribadi.
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
2 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Pokok Bahasan
Pengertian Bisnis Ritel
Retail online
Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Retail Online
Model Bisnis E-commerce yang Umum
Metode Operasi dalam Bisnis E-commerce
Pendahuluan
Industri ritel adalah aktivitas bisnis yang melibatkan penjualan barang dan jasa secara
langsung kepada end user. Pada perkembangannya, industri ritel mulai bertransformasi dari
ritel tradisional menuju ritel modern. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang
mengandalkan online dan para pelaku bisnis yang bergantung pada aktivitas jarak jauh
memberikan dampak terhadap industri ritel dalam memanfaatkan teknologi sistem informasi
sebagai penunjang kegiatan bisnis. Bisnis yang ingin melakukan transformasi digital juga
harus melakukan transformasi bisnis dengan melakukan perubahan terhadap operasional
bisnis supaya bisa benar-benar selaras dengan perkembangan teknologi digital dan
kebutuhan konsumen.
Retail online adalah model bisnis online yang menjual barang atau jasa secara eceran dan
satuan melalui platform digital. Biasanya, toko retail online. Secara umum, retail online
adalah bentuk pemanfaatan teknologi yang mempermudah konsumen untuk berbelanja
tanpa harus ke toko secara langsung. Dalam kata lain, proses jual belinya dilakukan melalui
media elektronik digital, lalu barang akan dikirim lewat jasa ekspedisi.
Model bisnis Retail digital adalah model bisnis yang melakukan kontak langsung dengan
konsumen akhir secara digital. Retail juga disebut dengan istilah eceran. Bisnis retail sendiri
berada di ujung rantai pasok barang sebelum akhirnya ke konsumen melalui Situs e-
commerce.
Pengertian Bisnis Ritel
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
3 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Bisnis ritel adalah penjualan produk yang ditujukan kepada konsumen guna digunakan oleh
mereka sendiri atau kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini biasanya menjual barang-barang
dalam jumlah eceran ataupun satuan.
Sedangkan menurut Kotler, bisnis ritel adalah proses penjualan yang dilakukan secara
eceran dengan mencakup semua kegiatan jual beli kepada konsumen tingkat akhir guna
memenuhi kebutuhannya masing-masing.
Yang paling utama pada karakteristik bisnis ritel adalah menjual produk dalam satuan serta
memiliki hubungan langsung dengan konsumen terakhir.
Selain itu, kegiatan ini juga berbeda dengan usaha grosir, di mana menjual lagi barang yang
sudah dibelinya sedangkan bisnis ritel tidak melakukannya.
Fungsi Bisnis Ritel
Adapun beberapa fungsi bisnis ritel adalah sebagai berikut:
1. Menjadi Urutan Terakhir dalam Rantai Pemasaran
2. Memudahkan Konsumen Mendapatkan Produknya
3. Mendatangkan Keuntungan Bagi Produsen dan Grosir
4. Berperan Penting dalam Mempromosikan Produk Secara Maksimal
Klasifikasi Bisnis Ritel
Dalam praktiknya, bisnis ini dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Adapun
klasifikasi bisnis ritel yakni sebagai berikut:
1. Berdasarkan Produk yang Dijual
2. Berdasarkan Kepemilikan
3. Berdasarkan Lokasi Penjualan
Tujuan Bisnis Ritel
Setelah mengetahui fungsi dan klasifikasinya, kini saatnya mengenal tujuan dari bisnis ritel
itu sendiri. Adapun tujuan bisnis ritel adalah sebagai berikut:
Sebagai penghubung antara distributor dan konsumen
Menawarkan berbagai pilihan barang sesuai dengan kebutuhan konsumen
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
4 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Menawarkan produk dalam unit yang lebih kecil lagi sehingga konsumen bisa
memenuhi kebutuhannya
Menjadi wadah informasi guna mengetahui berbagai jenis barang yang menjadi
kebutuhan pelanggan
Contoh Bisnis Ritel di Indonesia
Dalam menjalankan sistemnya, bisnis ritel adalah sebuah kegiatan yang melayani berbagai
konsumen dalam jumlah masif dan memiliki produk di dalamnya. Adapun contoh bisnis ritel
adalah sebagai berikut:
1. Toko Serba Ada. Misalnya, supermarket, mini market, hingga department store.
2. Toko yang Menjual Satu Produk. Misalnya, toko mainan, showroom mobil, hingga
toko buku.
3. Pengecer Non-Toko. Misalnya e-mail, website, hingga aplikasi.
Retail online
Retail online adalah model bisnis online yang menjual barang atau jasa secara eceran dan
satuan melalui platform digital. Biasanya, toko retail online disebut juga sebagai e-
commerce.
Secara umum, retail online adalah bentuk pemanfaatan teknologi yang mempermudah
konsumen untuk berbelanja tanpa harus ke toko secara langsung. Dalam kata lain, proses
jual belinya dilakukan melalui media elektronik digital, lalu barang akan dikirim lewat jasa
ekspedisi. Tentu hal tersebut sangat memudahkan pembeli maupun penjual. Namun, di balik
kemudahannya, ternyata retail online juga memiliki kekurangan.
Proses Jual Beli di Bisnis Retail Online
Retail online adalah toko yang menyediakan barang dan kebutuhan sehari-hari secara
praktis dengan memanfaatkan internet. Cukup menggunakan perangkat elektronik saja,
konsumen dapat berbelanja tanpa harus mengunjungi toko. Proses jual beli di toko retail
online adalah yang pertama konsumen membeli barang secara online. Setelah itu,
konsumen melakukan pembayaran sesuai tenggat waktu. Metode pembayarannya bisa
disesuaikan dengan keinginan konsumen. Apabila sudah terbayar, maka barang tersebut
akan diantarkan ke lokasi tujuan tempat konsumen menggunakan jasa ekspedisi.
Tujuan Bisnis Retail Online
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
5 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Tujuan bisnis retail online adalah memudahkan konsumen dan penjual dalam melakukan
transaksi. Retail online menyediakan banyak alternatif pilihan produk atau jasa sesuai
kebutuhan konsumen dengan menggunakan sistem digital. Secara spesifik, tujuan retail
online adalah untuk memudahkan dan mempercepat hubungan antara konsumen dengan
distributor atau penjual melalui media sosial dengan memanfaatkan internet.
Selain itu, dalam retail online juga sangat mudah ketika akan menyalurkan informasi terkini
tentang produk. Penyaluran informasi tentang promo dan produk ini bisa tersebar dengan
cepat apabila menggunakan layanan online.
Contoh Bisnis Retail Online
Berdasarkan kategorinya, bisnis retail online mempunyai ragam produk maupun jasa.
Contoh retail online yang melayani penjualan produk, yaitu: Sayurbox, Mothercare, Foodhall,
Klik Indomaret, Lottemart Online, Alfamart Online, Times Book Store, Gramedia Digital, dan
masih banyak lagi.
Adapun beberapa contoh retail online yang melayani jasa adalah: layanan ekspedisi (JNE,
TIKI, SiCepat), layanan antar makanan atau ojek online (Gojek, Grab), layanan freelancer
online (Sribulancer, Fastwork), KAI Online, dan lain-lain.
Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Retail Online
Kelebihan
1. Jangkauan yang Lebih Luas. Kelebihan pertama bisnis retail online adalah meluasnya
target dan jangkauan pasar. Artinya, konsumen dapat menjangkau toko secara online
dan fleksibel, tidak mengenal waktu maupun tempat. Selain itu, konsumen tidak perlu
lagi mengunjungi toko secara langsung.
2. Kemudahan Akses. Retail online memberikan akses yang mudah dengan hanya
menggunakan perangkat elektronik dan internet saja. Proses pembeliannya pun sangat
efisien, praktis, dapat bertransaksi dari mana saja, dan mudah.
3. Menghemat Waktu dan Biaya. Dengan retail online, penggunaan waktu dan biaya juga
lebih hemat daripada harus mengunjungi lokasi toko secara langsung.
4. Membantu Promosi Produk secara Cepat. Jangkauan promosi produk retail online
sangat luas jika dibandingkan dengan toko retail konvensional. Kamu dapat
menyebarkan link promosi produk melalui media sosial.
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
6 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
5. Tidak Membutuhkan Banyak Modal. Dibandingkan dengan toko ritel offline yang
membutuhkan tempat fisik, modal bisnis retail online cenderung lebih kecil, hanya perlu
menyiapkan jaringan internet, produk yang akan dijual, dan perangkat elektronik.
Kekurangan
1. Sangat Bergantung pada Koneksi Internet. Karena toko retail online biasanya berbentuk
website, maka penggunaannya sangat memerlukan koneksi internet. Oleh karena itu,
peran koneksi internet memengaruhi server dan proses jual beli di retail online.
2. Hambatan di Pengiriman. Seringkali masalah umum di toko retail online adalah proses
pengiriman, yaitu ketika produk yang dibeli konsumen tidak kunjung sampai. Bahkan,
ada juga yang hilang pada saat proses pengiriman.
3. Omzet Rentan Menurun. Apabila kamu tidak gencar melakukan strategi marketing bisnis
berupa promosi diskon, optimasi website, penulisan copywriting dan content writing,
hingga update pada produk, maka bukan tidak mungkin omzet akan menurun.
4. Kendala Website. Salah satu aspek penting di retail bisnis adalah tentang website. Hal
ini dikarenakan website adalah tempat toko retail online memperjualbelikan produknya.
Kendala umum biasanya seperti server down, bug, transaksi gagal, hingga tindakan
hacking data konsumen.
5. Rentan Terjadi Penipuan. Salah satu kekurangan bisnis retail online adalah kita tidak
bisa mengecek produk secara langsung. Akibatnya, kadangkala barang yang datang
tidak sesuai dengan keinginan konsumen. Modus penipuan yang terjadi di retail online
tidak hanya datang dari sisi penjual, namun pembeli dan kurir pun bisa juga melakukan
tindakan tersebut. Pastikan untuk tetap teliti dan berhati-hati sebelum melakukan
transaksi di retail online.
Model Bisnis E-commerce yang Umum
Model bisnis di bawah ini adalah model bisnis yang umum berdasarkan kemitraan:
1. B2B (Business to Business)
Sesuai namanya, perusahaan yang berjalan dalam model bisnis e-commerce ini menjual
produk atau jasanya kepada badan usaha lainnya. Konsumen dalam model bisnis B2B
belum tentu merupakan end user dari barang atau layanan yang dibeli. Mereka bisa saja
bertindak sebagai reseller dan menjualnya kembali ke konsumen lain. Oleh karena itu,
Business to Business cenderung memiliki siklus penjualan yang panjang. Di samping itu,
usaha pemasaran yang dibutuhkan untuk menarik minat konsumen B2B lebih berat dari
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
7 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
model bisnis lainnya. Akan tetapi, keunggulan dari jenis ini adalah tingkat penjualan dan
loyalitas pelanggan yang tinggi. Perusahaan dengan model bisnis e-commerce ini
biasanya menawarkan hal-hal yang tidak jauh dari inventarisasi usaha, seperti peralatan
kantor, mesin pabrik, dan perlengkapan industri lainnya. Tidak hanya itu, produk dan
layanan digital juga merupakan komoditas umum dalam e-commerce B2B. Contohnya
adalah software dan web hosting. Perusahaan B2B Indonesia yang terkenal di
antaranya adalah Electronic City dan Mbiz. Keduanya menawarkan berbagai kebutuhan
elektronik industri dan rumah tangga. Bahkan, Mbiz juga menjual jasa perawatan
gedung perkantoran.
2. B2C (Business to Consumer)
B2C adalah model bisnis e-commerce yang paling umum, di mana perusahaan menjual
kepada konsumen end user. Berkebalikan dari B2B, model bisnis ini tidak membutuhkan
usaha pemasaran yang berat. Konsumen umumnya juga tidak membutuhkan waktu
lama untuk ingin membeli dari bisnis Business to Consumer. Namun, kebanyakan
konsumen B2C hanya mengecer. Selain itu, loyalitas konsumen dalam jenis e-
commerce ini biasanya rendah. Seperti yang Anda ketahui, perusahaan yang bergerak
dalam bidang Business to Consumer menawarkan produk dan layanan beragam. Mulai
dari kebutuhan sehari-hari hingga hiburan. Contoh perusahaan B2C di Indonesia adalah
Lazada dan Blibli.
3. C2C (Consumer to Consumer)
Sesama konsumen juga dapat saling jual-beli barang. Inilah yang menjadi ciri model
bisnis C2C. Para pelaku bisnis Consumer to Consumer biasanya bergantung pada situs
listing iklan, marketplace, dan forum untuk memasarkan barangnya. Di Indonesia, jenis
e-commerce ini sering ditemukan di OLX dan Kaskus. Bisnis C2C digandrungi karena
siklus bisnis yang pendek. Konsumen pada umumnya tahu yang mereka inginkan. Oleh
karena itu, pelaku model bisnis ini tidak perlu bekerja keras untuk memasarkan
dagangannya. Sayangnya, model bisnis e-commerce ini tidak dapat diandalkan sebagai
sumber penghasilan utama. Selain harga barang yang terus menurun, penjual juga
mudah mengalami kesulitan dalam mengontrol kualitasnya.
4. C2B (Consumer to Business)
Selain kepada sesama individu, konsumen juga dapat menjual ke bisnis atau
perusahaan. Berkebalikan dengan C2C yang dagangannya berupa produk, pelaku C2B
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
8 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
biasanya menawarkan jasa kepada konsumennya. Oleh karena itu, para pekerja
freelance termasuk dalam model bisnis ini. Pelaku model bisnis Consumer to Business
biasanya memasarkan jasanya menggunakan website. Namun, tidak sedikit juga yang
bergantung pada situs listing layanan. Di Indonesia, contoh situs semacam ini di
antaranya adalah Upwork dan Freelancer. Meskipun pelakunya konsumen, model bisnis
e-commerce ini membutuhkan usaha pemasaran yang tinggi. Ini diperlukan karena ada
banyak kompetitor dan konsumen perusahaan memilih penyedia jasa dengan sangat
berhati-hati.
Metode Operasi dalam Bisnis E-commerce
Meskipun model bisnis e-commerce dibagi menjadi empat jenis, metode operasinya bisa
berbeda. Ini meliputi cara mendapatkan dagangan, pengelolaannya, dan pengiriman kepada
pelanggan. Berikut ini adalah metode operasi yang dapat digunakan dalam e-commerce.
1. Shipping
Ini adalah cara yang paling umum dalam perdagangan online. Memproduksi barang
sendiri atau kulakan dari bisnis lain, lalu menjualnya melalui website marketplace. Di
sinilah pentingnya pemasaran secara online dan mengharuskan untuk online dengan
layanan terjangkau unlimited.
Untuk menyerahkan pesanan konsumen, tinggal mengemas dan memberikannya
kepada jasa pengiriman yang ditentukan. Cara ini memungkinkan untuk memastikan
kualitas barang dan pengepakan. Namun, pebisnis harus memiliki gudang atau tempat
untuk menyimpan dagangan. Oleh karena itu, perlu menyiapkan modal lebih jika ingin
menggunakan metode ini.
2. Dropshipping
Metode ini adalah kebalikan dari shipping. Tetap memasarkan dan menjual produk
secara mandiri. Namun, barang yang dagangan diproduksi dan disimpan oleh pihak lain.
Tidak hanya itu, produsen barang juga bertanggung jawab untuk mengemas dan
mengirimkan setiap pesanan yang masuk. Yang lebih menarik lagi, pebisnis
mendapatkan 100% keuntungan dari penjualan. Hanya saja, metode ini mengharuskan
pebisnis mendaftarkan diri ke platform atau program dropshipping. Contohnya adalah
Oberlo dan Dropshipaja.
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
9 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Untuk dapat mendaftar ke platform dropshipping, perlu membayar sejumlah biaya yang
diberikan setiap jangka waktu tertentu. Kurang lebih seperti berlangganan sebuah jasa.
Setiap platform mengatur jumlah barang yang dapat dijual. Jumlah ini juga dapat
dipengaruhi oleh tingkat keanggotaan yang pebisnis miliki.
Walaupun bisnis dropship ini tidak membutuhkan modal yang besar, tidak dapat
melakukan pengecekan kualitas dagangan. Maka perlu memastikan bahwa program
dropshipping yang ingin diikuti terpercaya.
3. Wholesale
Wholesale adalah metode berjualan secara grosir. Dengan kata lain, dagangan hanya
ditawarkan dalam jumlah besar, tapi dengan harga satuan yang lebih rendah.
Usaha yang melakukan cara ini umumnya menggunakan model bisnis e-commerce B2B.
Namun, tidak sedikit juga bisnis e-commerce grosir yang menjual kebutuhan sehari-hari
konsumen awam. Metode wholesale memiliki keunggulan dan kekurangan yang mirip
dengan shipping. Hanya saja, pebisnis memerlukan gudang atau penyimpanan yang
lebih besar untuk menyimpan dagangan dalam jumlah yang lebih besar.
4. D2C (Direct to Consumer)
Jika pernah membeli produk dari toko atau website milik suatu bisnis, berarti pernah
bertransaksi dengan usaha yang menggunakan metode Direct to Consumer.
Dalam arti lain, D2C adalah metode di mana perusahaan memproduksi dan
mendistribusikan dagangannya sendiri. Di ranah e-commerce, metode ini dilakukan
dengan membuat website toko online. Tentunya, kondisi tersebut memberikan tantangan
tersendiri bagi perusahaan yang menggunakan metode D2C. Terutama jika memulai
bisnis baru.
Karena produk tidak dipajang di marketplace maupun toko ritel, maka perlu
menginvestasikan waktu dan biaya lebih untuk memasarkannya. Salah satunya adalah
menggunakan strategi optimasi mesin pencarian (SEO) agar halaman produk dan
website muncul di pencarian Google untuk kata kunci yang ditentukan.
Kabar baiknya, metode Direct to Consumer menawarkan banyak keuntungan. Di bawah
ini adalah beberapa di antaranya:
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
10 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Bisa mendapatkan pemasukan secara utuh - Pendapatan dapat dimaksimalkan
tanpa perlu membayar marketplace atau ritel.
Dapat mengenali tren konsumen dengan tool analytics - menggunakan data tentang
aktivitas pelanggan di toko online untuk bahan evaluasi.
Memungkinkan menjual produk custom - dapat membantu konsumen mendapatkan
yang mereka inginkan dengan produk yang dapat dikustomisasi.
Memudahkan testing produk - Metode D2C membantu menentukan produk - produk
yang paling sesuai untuk konsumen.
5. Private Labeling
Memulai sebuah bisnis bukan berarti harus bisa memproduksi barang sendiri. Bisa jadi,
sudah memiliki contoh produk, tapi tidak memiliki dana untuk membuatnya dalam jumlah
besar. Kontrak produksi dapat dibuat dengan perusahaan manufaktur. Meski demikian,
produk ini tetap dijual dan didistribusikan oleh pebisnis. Inilah yang disebut private
labeling.
Selain dropshipping, ini adalah metode bisnis lain yang cocok apabila Anda belum
memiliki modal besar untuk produksi mandiri.
6. White Labeling
White labeling mirip dengan private labeling. Namun, tidak meminta sebuah produsen
untuk memproduksi barang yang didesain. Melainkan, bekerjasama dengan perusahaan
yang menawarkan white labeling untuk satu atau lebih produknya. Kemudian,
mendesain sendiri kemasan dan brandnya sebelum didistribusikan. Cara ini juga dapat
digunakan untuk memulai berbisnis dengan modal yang tidak begitu besar. Namun,
harus pintar memilih jenis produk dan perusahaan yang menawarkannya.
Ada dua kriteria yang perlu perhatikan sebelum memutuskan untuk menjalankan metode
ini:
Pikirkan jenis produk yang memang diminati banyak konsumen. Jika tidak, Anda
sendiri yang rugi.
Setiap perusahaan menawarkan biaya white labeling yang berbeda. Oleh karena itu,
Anda perlu menimbang - nimbang pilihan terlebih dahulu.
7. Subscription atau Langganan
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
11 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Subscription adalah metode di mana sebuah bisnis menjual layanan berlangganan
produk. Konsumennya akan mendapatkan satu atau lebih jenis produk dalam interval
tertentu. Misalnya satu bulan sekali.
Karena menyerupai layanan berlangganan, bisnis yang menggunakan metode ini
biasanya dapat memiliki penghasilan yang lebih konstan. Walau demikian, metode
subscription hanya sesuai untuk beberapa industri. Pada umumnya, produk kesehatan,
kecantikan, dan makanan adalah jenis komoditas yang laku jika dijual dengan cara ini.
Daftar Pustaka
[Link] - bisnis - online/retail - online
[Link] - bisnis - online/bisnis - ritel - adalah?
utm_source=organic&utm_medium=article&utm_campaign=mulai+bisnis+online&utm_
content=apa+itu+retail+online+ini+tujuan+contoh+dan+prosesnya
[Link] - bisnis - e - commerce/
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
12 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]