MODUL PERKULIAHAN
E-Commerce
Information
Business
Visual Merchandising
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Fakultas Ekonomi dan Akuntansi S1 202261041 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Bisnis
06
Abstract Kompetensi
Visual merchandising adalah cara toko Mahasiswa mampu menjelaskan
ritel tradisional menarik pembeli dan pengertian Visual Merchandising serta
memajang produk mereka. Visual Fungsi Visual Merchandising.
merchandising juga dapat diterapkan pada Mahasiswa juga mampu menjelaskan
toko digital. Pebisnis harus selalu Jenis-jenis Visual Merchandising, Virtual
mengevaluasi toko atau platform apakah Visual Merchandising, bagaimana
tampilan barang dagangan efektif melakukan Visual Merchandising
mendukung tujuan bisnis atau tidak. Data Secara Efektif.
dan informasi arus selalu diupdate supaya
visual merchandising tetap efektif.
Pastikan juga mengelola manajemen stok
dan pembukuan bisnis dengan
menggunakan sistem yang terotomasi,
mudah digunakan dan sesuai dengan
kebutuhan bisnis yang dijalankan.
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
2 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Pokok Bahasan
Pengertian Visual Merchandising
Fungsi Visual Merchandising
Jenis-jenis Visual Merchandising
Virtual Visual Merchandising
Menerapkan taktik merchandising visual tradisional ke online
Melakukan Visual Merchandising Secara Efektif
Pendahuluan
Visual merchandising adalah proses menyajikan atau menampilkan produk dengan cara
yang membuatnya menarik dan diinginkan secara visual. Hal-hal seperti etalase bertema,
manekin berpakaian, penataan sepatu lari di dinding, dan buah-buahan segar yang disusun
berdasarkan warna adalah contoh merchandising visual. contoh menchandising untuk e-
commerce berupa: Live chat untuk membantu pelanggan dalam berbelanja, Penempatan
kolom pencarian di posisi yang strategis, Pengiriman gratis, Penawaran khusus sesuai
momen hari raya atau hari besar lengkap dengan landing page-nya, Daftar produk
rekomendasi, Deskripsi produk yang menarik, dan Rating & review.
Visual merchandising membaas tentang menggunakan tampilan produk artistik untuk
menarik perhatian dan minat pembeli. Aktifitas Visual merchandising tentang mengelola
tampilan dan praktik mendesain serta menampilkan barang dagangan dalam pengaturan
tata letak ritel dengan tujuan menarik pembeli dan meningkatkan penjualan.
Visual merchandising adalah seni sekaligus sains karena ada elemen visual; proses ini
menggunakan dan mengkomposisikan garis, warna, pencahayaan, proporsi, dan jarak untuk
membuat presentasi yang indah dan seimbang. Selain sebagai seni, Visual merchandising
juga merupakan ilmu sains karena memiliki tujuan tertentu dan menggunakan konsep dari
psikologi untuk memengaruhi emosi dan perilaku pembelian pembeli. Menata barang
dagangan dengan visual yang baik akan berdampak besar pada pengalaman pelanggan di
toko Anda.
Visual merchandising memiliki banyak aspek, dan pebisnis dapat memilih sekian banyak ide
saat merancang tampilan. Pentingnya membuat tata letak yang baik untuk visual dan akan
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
3 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
menambah keuntungan bisnis. Pebisnis harus selalu mengevaluasi toko atau platform
apakah tampilan barang dagangan efektif mendukung tujuan bisnis atau tidak. Arsitektur
toko dan platform digital dan tampilan individu pada dasarnya adalah upaya kreatif. Tapi
data dan informasi arus selalu diupdate supaya visual merchandising tetap efektif. Pastikan
juga mengelola manajemen stok dan pembukuan bisnis dengan menggunakan sistem yang
terotomasi, mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dijalankan.
Pengertian Visual Merchandising
Merchandising berasal dari kata merchandise. Secara harfiah kata “merchandise” berarti
barang dagangan. Merchandising dapat diartikan sebagai upaya pengadaan dan
penanganan barang. Oleh sebab itu visual merchandising berarti aktivitas penataan
(presentasi) produk untuk membantu konsumen mencari produk dan memberikan informasi
produk. (Sutiono 2009)
Visual merchandising meliputi aktivitas perencanaan dan seni dalam menampilkan dan
mempresentasikan produk secara kreatif, menarik, dan persuasif dengan menampilkan
metode dan teknik yang baik sehingga dapat meningkatkan daya tarik terhadap merek
produk tertentu, mempengaruhi konsumen untuk membeli, dan meningkatkan penjualan.
Menurut Berman & Evans (2007) di dalam visual merchandising retailer melakukan tindakan
proaktif melalui pendekatan atmosfer toko untuk menciptakan suatu suatu tampilan yang
layak dengan produk yang ditampilkan, dapat mendorong terjadinya pembelian serta
meningkatkan jumlah pengunjung.
Fungsi Visual Merchandising
Tata letak yang menyajikan visual yang menarik adalah cara ampuh menarik perhatian. Di
toko fisik dan toko online, konsumen dibombardir dengan iklan berbasis visual dan teks.
Ketika ada begitu banyak produk yang meneriakkan “Lihat saya!”, maka bagi konsumen hal
teresbut membosankan..
Untuk merchandiser visual, pekerjaannya sangat bergantung pada desain seluruh ruang
ritel, baik itu toko, situs web, atau aplikasi seluler. Maka, peran utama merchandiser visual
adalah merancang ruang yang menggabungkan nilai jual unik dari masing-masing produk
dan estetika merek secara keseluruhan dengan cara yang mengkomunikasikan nilai setiap
item dan merek secara keseluruhan.
Terdapat empat fungsi visual merchandising yaitu:
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
4 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
1. Pengadaan barang
2. Kodifikasi dan sistem informasi
3. Penjualan barang, proses penanganan barang.
4. Kondisi ketersediaan barang, kelengkapan assortment, akurasi harga, kerapian
pemajangan, keteraturan tata letak barang yang akan menjadi tolak ukur bagi konsumen
terhadap citra suatu tempat penjualan.
Dengan adanya visual merchandising maka akan memberikan manfaat bagi suatu toko
yaitu:
Menciptakan suasana belanja yang menyenangkan.
Mempermudah konsumen mencari, memilih, mengambil barang yang dibutuhkan.
Penataan produk yang menarik dengan alat-alat dekorasi, membuat suasana berbelanja
menjadi semakin menyenangkan, terlebih lagi jika terdapat program demo dan program
promosi penjualan (special discount/special price).
Memberi informasi tentang produk-produk baru, cara penggunaan, dan manfaat produk.
Visual Merchandising ditujukan untuk memusatkan perhatian pelanggan, dengan cara yang
menyampaikan informasi tentang produk dan merek supaya pelanggan tahu tanpa
menggunakan banyak teks.
Konsep klasik komunikasi yang sering digunakan adalah “AIDA” (Attention, Interest,
Decision, Action atau Perhatian, Minat, Keputusan, Tindakan), dalam konsep ini Visual
merchandising ada di bagian attention atau perhatian. Pada tahap ini harus dapat
memancing minat dan mengarahkan orang dalam proses pengambilan keputusan. Di
samping untuk menarik perhatian, pertimbangkan menggunakan Visual Merchandising
adalah setiap produk ditampilkan berdampingan hampir sama satu dengan lainnya dan sulit
untuk dibedakan, oleh sebab itu tata letak harus tampil dengan visual yang menarik.
Jenis-jenis Visual Merchandising
Di dalam dunia ritel, konsep dari merchandising adalah sebuah praktek dan proses menata
tampilan produk sedemikian rupa pada waktu dan lokasi yang tepat, dengan kuantitas serta
harga yang juga pas, dengan tujuan memaksimalkan penjualan. Teori ini berlaku baik pada
toko fisik maupun pada toko online.
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
5 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Sebagian besar merek dan retailer sudah memiliki tingkat dan strategi tata letak untuk visual
barang yang dijual. Tetapi jika ingin meningkatkan pelayanan maka penjual arus bisa
menerapkan teknik dagang yang berbeda dengan lokasi penjualan.
Berikut ini beberapa jenis Visual Merchandising toko offline:
1. Signage. Sederhana tetapi efektif. Signage adalah teknik yang telah teruji waktu untuk
menyampaikan banyak informasi dengan cara yang dapat dicerna dan menarik
perhatian. Ini bisa sesederhana poster yang menunjukkan banyak hal, atau serumit
tanda digital yang menghibur dan menginformasikan. Sama seperti windows display dan
manekin, signage adalah alat sederhana yang dapat disesuaikan untuk semua jenis
pesan.
2. Manekin. Manekin adalah alat utama yang digunakan hampir setiap toko ritel pakaian.
Menggunakan manekin memungkinkan pelanggan dapat melihat seperti apa pakaian
dipakai seseorang tanpa mencobanya. Meskipun merupakan cara lama namun saat ini
Manekin tetap digunakan di banyak toko.
3. Windows Display. Jika berhasil kesan pertama yang menarik pelanggan bisa menjadi
keuntungan besar bagi merek. Windows display yang menarik perhatian pembeli dan
menarik minat mereka saat memasuki ruang ritel dapat membuat mereka melihat lebih
dalam tentang penawaran Anda. Windows display sangat fleksibel dan dapat digunakan
dengan berbagai cara untuk menyampaikan pesan berharga tentang produk dan
promosi baru.
4. Tampilan Interaktif. Teknologi layar sentuh adalah cara terbaik mengajak orang masuk
lebih dalam ke visual tertentu dan mempelajari lebih lanjut tentang produk atau lini
produk. Tampilan ini dapat berupa game “pilih petualangan Anda sendiri” atau bahkan
menggabungkan realitas virtual / augmented reality. Bisnis mode seperti Rebecca
Minkoff menggunakan teknologi ini di dalam toko, sementara pengecer barang rumah
tangga seperti Wayfair memiliki aplikasi AR seluler yang memungkinkan Anda memilih
desain dan melihat tampilannya di tempat Anda secara real-time. Dalam bisnis offline,
tampilan Interaktif digantikan dengan aktifitas pemasaran di lapangan. Cara ini bagus
untuk memperkenalkan produk, membiarkan pelanggan mencoba produk dan meminta
mereka untuk memberikan umpan balik.
Contoh Visual Merchandising pada toko-toko offline antara lain:
Tampilan interaktif dengan bantuan teknologi
Penggunaan aroma atau wewangian
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
6 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Ilustrasi musik
Penataan display produk yang menarik
Konsep bundling product yang satu tema misalnya produk keju dengan kotak makan
Free sample varian baru dengan desain cetak yang menarik
Contoh menchandising untuk e-commerce:
Live chat untuk membantu pelanggan dalam berbelanja
Penempatan kolom pencarian di posisi yang strategis
Pengiriman gratis
Penawaran khusus sesuai momen hari raya atau hari besar lengkap dengan landing
page-nya
Daftar produk rekomendasi
Deskripsi produk yang menarik
Rating & review
Di dalam dunia ritel, konsep dari merchandising adalah sebuah praktek dan proses menata
tampilan produk sedemikian rupa pada waktu dan lokasi yang tepat, dengan kuantitas serta
harga yang juga pas, dengan tujuan memaksimalkan penjualan. Teori ini berlaku baik pada
toko fisik maupun pada toko online.
Virtual Visual Merchandising
Menurut Jain (2013), visual merchandising merupakan sales person yang tidak berbicara
namun dapat secara pasti dalam menyampaikan pesan penjualan melalui rangsangan
visual. Visual merchandising merupakan teknik untuk menarik pelanggan dalam
mempresentasikan tampilan produk yang dijual agar terlihat eye-catching (Jain, Sharma, &
Narwal, 2012). Manfaat dari visual merchandising sebagai pendukung penjualan, strategi
toko untuk menarik perhatian, komunikasi dengan konsumen, dan pendukung tren dalam
toko.
Definisi yang diperluas ini adalah hasil dari dimensi yang diperluas dari industri ritel itu
sendiri, yang sekarang mencakup e-commerce, juga dikenal sebagai perdagangan
elektronik, perdagangan digital, atau perdagangan internet, mengacu pada pengalaman jual
beli. Maka definisi Visual Merchandising dalam persepsi visual itu dapat melihat langsung di
toko pajangan dagangan tersebut digantikan dengan dunia maya (online).
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
7 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Oleh karena itu, merchandising visual di e‐commerce mencakup elemen terkait seperti
pemilihan palet warna, tetapi juga berisi beberapa kategori berbeda. Kategori ini termasuk,
tetapi tidak terbatas pada:
• Desain web (Web design)
• Spanduk dan iklan digital (Digital banners and ads)
• Rekomendasi produk waktu nyata (Real‐time product recommendations)
• Desain email (Email design)
• Desain aplikasi (App design)
• Titik kontak (touch point),
Pengalaman di dalam toko konvensional dapat mencakup elemen merchandising visual
tambahan mulai dari brosur kertas hingga papan dinding digital, pengalaman e‐commerce
dapat mencakup semuanya mulai dari penggunaan GIF bermerek dalam email hingga
pengalaman pencarian di tempat yang menampilkan produk secara visual untuk pelanggan.
Menerapkan taktik merchandising visual tradisional ke online
1. Etalase menjadi Beranda Situs Web
Tampilan jendela toko fisik adalah salah satu hal pertama yang dilihat pelanggan
potensial dari jalan. Ini adalah tempat yang tepat bagi pengecer untuk memamerkan
produk baru, buku terlaris, dan item obral. Betapapun kecilnya, ruang ruang ini secara
cerdik disatukan untuk membangkitkan intrik, menceritakan kisah sebuah merek dengan
harapan menghasilkan lebih banyak lalu lintas pejalan kaki. Saat berbelanja online,
beranda biasanya merupakan jendela pertama ke dalam merek yang dialami
pengunjung. Jadi, itu harus bekerja sama kerasnya.
2. Tata Letak Toko menjadi Tata Letak Situs
Bagian dari merchandising visual di dalam toko adalah tentang menemukan tata letak
toko terbaik untuk memaksimalkan potensi penjualan. Pengecer menggunakan teknik
inovatif untuk menentukan area toko mana yang paling sering dikunjungi,
mengoptimalkan desain dan tata letak toko yang sesuai dengan menempatkan promo,
produk baru, dan buku terlaris secara strategis di area dengan aktivitas tinggi.
Melakukan Visual Merchandising Secara Efektif
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
8 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
Teknik khusus yang digunakan untuk visual merchandising adalah suatu hal yang penting,
namun yang terpenting adalah merancang strategi merchandising secara keseluruhan.
Berikut beberapa cara menggunakan visual merchandising secara efektif:
1. Pahami Pelanggan Anda Secara Mendalam
Membuat visual merchandising yang efektif bukan hanya masalah membuat merek
visual yang menarik dan membuat tampilan yang menarik, tetapi tentang bagaimana
penjual mempresentasikan produk dan memberikan informasi yang dibutukan bagi
pelanggan. Apakah pelanggan mencari produk berkualitas dengan harga murah?
Apakah mencari prestise dan ingin tampil beda? Apakah senang mengikuti tren mode
terkini? Strategi merchandising harus mempertimbangkan semua ini saat merencanakan
tampilan visual toko dan saluran digital.
2. Bercerita
Pelanggan membuat keputusan yang cepat apakah akan melihat terus di laman yang
sama ingga mendalam atau berpindah-pindah memlilih laman toko online yang lainnya,
sehingga mengapa sangat penting menyampaikan sebuah narasi yang dimulai dengan
ajakan. Begitu minat terbentuk, tunjukkan kepada mereka apa yang mereka dapatkan
saat membeli sesuatu. Kreatif dan pikirkan bagaimana dapat menarik lebih dari sekadar
indra penglihatan pelanggan. Mencari cara untuk menggunakan suara, sentuhan, rasa,
atau bahkan bau untuk menciptakan pengalaman multi-dimensi?
3. Pertimbangkan Pencahayaan, Warna, dan Suasana Hati
Berbicara tentang indra, penting untuk menggunakan desain toko dan visual
merchandising untuk mengatur suasana [Link] dapat mengarahkan mata
pembeli ke tempat yang Anda inginkan. Warna-warna cerah dengan latar belakang
netral bisa menjadi magnet bagi orang-orang yang tergugah rasa ingin tahunya.
Tampilan interaktif dapat berbicara tentang sesuatu yang menarik yang membuat orang
berhenti dan mendengarkan. Bahkan jenis musik yang didengar di toko dapat
menunjukkan sesuatu tentang barang dagangan dan mereknya.
4. Temukan Peluang untuk Cross-Merchandise
Produk apa yang dimiliki yang saling melengkapi? Menampilkan bersama-sama dengan
produk yang saling melengkapi akan membuat pelanggan banyak membeli. Toko grosir
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
9 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]
adalah contoh paling nyata dari penerapan prinsip ini. Selai selalu ada di dekat roti,
kecuali tepung, yang tentunya di dekat bahan pembuat makanan lainnya.
Daftar Pustaka
[Link]
[Link]
Ramadita Fetriangg, Analisis Online Visual Merchandising Elements pada, Toko Online
Busana Muslim di Indonesia, FINDER: Journal of Visual Communication Design,
[Link]
Jain, D. R. (2013). Effect of Visual Merchandising of Apparel on Impulse Buying Behavior of
Women. Indian Jurnal of Applied Research, 3 (12).
Jain, V., Sharma, A., & Narwal, P. (2012). Impact of Visual Merchandising on Consumer
Behavior towards Women's Apparel. International Journal of Research in
Management, 5 (2), 106-117.
[Link]
[Link]
Jusup Sutiono, R. 2009. Visual Merchandising Attraction. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Barry Berman and Joel R. Evans, Marketing Management, A Strategic Approach Tenth
Edition. USA: Pearson Prentice Hall. 2007.
‘23 [e] E-Commerce Information Bussiness
10 Syakieb Arsalan, SE., MM.
Biro Akademik dan Pembelajaran
[Link]