0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Analisis Makroekonomi dan Fundamental

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Analisis makroekonomi membahas faktor-faktor ekonomi makro yang mempengaruhi pasar modal dan kinerja perusahaan seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi 2) Analisis fundamental menilai kinerja historis dan prospek masa depan perusahaan berdasarkan laporan keuangan dan rasio-rasio keuangan seperti EPS dan PER 3) Analisis ini digunakan investor untuk memperkirakan h

Diunggah oleh

deniramdani011100
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Analisis Makroekonomi dan Fundamental

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Analisis makroekonomi membahas faktor-faktor ekonomi makro yang mempengaruhi pasar modal dan kinerja perusahaan seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi 2) Analisis fundamental menilai kinerja historis dan prospek masa depan perusahaan berdasarkan laporan keuangan dan rasio-rasio keuangan seperti EPS dan PER 3) Analisis ini digunakan investor untuk memperkirakan h

Diunggah oleh

deniramdani011100
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

ANALISIS MAKRO EKONOMI

2.1 ANALISIS MAKRO

1. Pengertian dan Konsep Analisis Makro

Makroekonomi berfokus pada perilaku dan kebijakan ekonomi yang


dapat mempengaruhi tingkat konsumsi dan investasi, neraca perdagangan dan
pembayaran suatu negara, faktor-faktor penting yang mempengaruhi perubahan
harga dan upah, kebijakan fiskal dan moneter, jumlah uang yang beredar,
tingkat suku bunga dan jumlah utang negara. Secara ringkas, dapat dikatakan
bahwa makro ekonomi sangat memperhatikan interaksi antara tenaga kerja,
perputaran barang, dan aset-aset ekonomi yang mengakibatkan terjadinya
kegiatan perdagangan tiap individu atau negara.
Kondisi makro perekonomian suatu negara merupakan salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan yang ada di negara
tersebut (Samsul, 2008). Faktor-faktor makro ekonomi yang secara langsung
dapat mempengaruhi kinerja saham maupun kinerja perusahaan antara lain
tingkat suku bunga domestik, kurs valuta asing, kondisi perekonomian
internasional, siklus ekonomi suatu negara, tingkat inflasi, peraturan perpajakan,
serta jumlah uang yang beredar (Samsul, 2008).
Peran pasar modal dalam globalisasi ekonomi semakin penting terutama
terkait dengan arus permodalan dan pertumbuhan ekonomi. Pasar modal
merupakan indikator kemajuan perekonomian suatu negara serta menunjang
ekonomi negara yang bersangkutan. Pasar modal memiliki peran penting bagi
perekonomian suatu negara terutama di negara-negara maju karena pasar modal
menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha
atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat
pemodal atau investor.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia memerlukan pendanaan dan investasi
yang cukup besar, terutama harus mampu bersaing di ekonomi regional dan
global. Dalam kaitannya dengan hal ini, fungsi utama pasar modal itu sendiri
adalah menampung dana investasi para investor baik lokal maupun asing dan

1
kemudian menyalurkan dana yang dibutuhkan para emiten untuk
pengembangan dan ekspansi bisnisnya di sektor riil. Investor berpeluang untuk
berinvestasi pada perusahaan atau sektor bisnis yang dinilai memiliki
fundamental keuangan yang baik dan konsisten serta memiliki prospek yang
cerah di kemudian hari, sedangkan perusahaan mempunyai kesempatan
mengembangkan dan mengekspansi bisnisnya serta menangkap setiap peluang
bisnis yang ada. Analisis penilaian akan membentuk persepsi pasar yang
menggabungkan current performance dan future growth opprortunity. Dengan
demikian, peran pasar modal merupakan salah satu pilar kekuatan dan indikator
ekonomi Indonesia saat ini dan masa depan yang harus terus dikembangkan
sebagai sebuah sistem arsitektur ekonomi yang strategis dan efisien.

2. Faktor Makroekonomi

Faktor makroekonomi yang secara langsung dapat mempengaruhi


kinerja saham maupun kinerja perusahaan antara lain sebagai berikut.
a. Tingkat bunga umum domestik;

b. Tingkat inflasi;

c. Peraturan perpajakan;

d. Kebijakan khusus pemerintah yang terkait dengan perusahaan tertentu;


e. Kurs valuta asing;

f. Tingkat bunga pinjaman luar negeri;

g. Kondisi perekonomian internasional;

h. Siklus ekonomi;

i. Faham ekonomi, dan

j. Peredaran uang.

2.2 ANALISIS FUNDAMENTAL

Secara fundamental, harga suatu jenis pasar dipengaruhi oleh kinerja


perusahaan dan kemungkinan risiko yang dihadapi perusahaan. Kinerja
tercermin dari laba operasional dan laba bersih per saham serta beberapa rasio
keuangan yang menggambarkan kekuatan manajemen dalam mengelola

2
perusahaan. Risiko perusahaan tercermin dari daya tahan perusahaan dalam
menghadapi siklus ekonomi serta faktor makro ekonomi dan makro non
ekonomi.
Dalam melakukan analisis dan memilih saham, terdapat dua pendekatan
yang dapat digunakan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

1. Pengertian dan Konsep Analisis Fundamental

Analisis fundamental mikro pada dasarnya adalah melakukan analisis


historis atas kekuatan dari suatu perusahaan dimana proses ini sering juga
disebut sebagai analisis perusahaan (company analysis). Data historis
mencerminkan keadaan keuangan yang telah lalu yang digunakan sebagai dasar
untuk memproyeksika nkeadaan keuangan perusahaan dimasa depan. Dalam
analisis perusahaan, para investor akan mempelajari laporan keuangan
perusahaan dengan tujuan untuk menganalisis kinerja perusahaan dengan
mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan, mengidentifikasi
kecenderungan dan mengevaluasi efisiensi operasional, serta memahami sifat
dasar dan karakter operasional perusahaan.
Analisis fundamental adalah analisis sekuritas yang menggunakan data-
data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan
perusahaan atau badan usaha [Link] fundamental yang dimaksud adalah
data keuangan, data pangsa pasar, siklus bisnis, dan sejenisnya. Sementara
data faktor eksternal yang berhubungan dengan badan usaha adalah kebijakan
pemerintah, tingkat suku bunga, inflasi, dan sejenisnya.
2. Karakteristik dan Prinsip Analisis Fundamental

Analisis fundamental pada dasarnya memiliki karakteristik- karakteristik


sebagai berikut.
a. Membutuhkan waktu untuk memperoleh informasi, seperti data ekonomi
atau rumor terbaru. Akan tetapi, trader individual umumnya cenderung
sulit untuk mendapatkan info seperti ini.
b. Bersifat subjektif karena melibatkan pendapat banyak orang. Seorang
trader boleh jadi menganggap data ekonomi tertentu itu baik, tetapi
trader lainnya menilai buruk.
c. Lebih cocok diterapkan untuk jangka menengah dan jangka panjang.

3
Adapun prinsip-prinsip yang dipegang dalam analisis fundamental antara
lain sebagai berikut.
a. Reaksi Berantai

Semakin besar dampak berantai suatu informasi, maka akan semakin


besar pengaruhnya terhadap nilai sebuah indeks perusahaan.
b. Jarak Informasi

Semakin dekat sebuah informasi dengan suatu index saham, maka akan
semakin besar pengaruh informasi tersebut.
Misalnya, informasi yang berasal dari dalam negeri
Indonesia akan besar pengaruhnya terhadap nilai IHSG (Indeks Harga
Saham Gabungan) dibandingkan dengan informasi dari luar negeri
c. Sumber Berita

Semakin resmi sumber dari suatu berita yang relevan, maka akan
semakin kuat pengaruhnya terhadap nilai suatu indeks saham.
d. Jenis Berita

Berita ekonomi cenderung lebih kuat pengaruhnya terhadap indeks


saham suatu negara.
Pendekatan fundamenal mencoba memperkirakan harga saham di masa
yang akan datang dengan cara-cara berikut ini.
a. Mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang
mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang,
b. Menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga
diperoleh harga saham.

Model ini sering disebut sebagai share price forecasting model, dan sering di
pergunakan dalam berbagai pelatihan sekuritas.
Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat model peramalan
harga saham antara lain sebagai berikut.
a. Mengidentifikasi faktor-faktor fundamental, seperti penjualan,
pertumbuhan penjualan, biaya, kebijakan dividen yang diperkirakan akan
mempengaruhi harga saham.
b. Mengidentifikasi bagaimana membuat suatu model dengan memasukan

4
faktor-faktor tersebut dalam analisis.

3. Kerangka Analisis Fundamental

Oleh karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi harga saham,


maka untuk melakukan analisis fundamental diperlukan beberapa tahapan
analisis. Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Kondisi makro ekonomi atau kondisi pasar;

b. Analisis industri; dan

c. Analisis spesifik perusahaan.

Analisis fundamental memiliki dua model penilaian saham yang sering


digunakan oleh para analis sekuritas, yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan present value, yaitu pendekatan yang mencoba menaksir
present value dengan menggunakan tingkat bunga tertentu, manfaat yang
akan diterima oleh pemilik saham.
b. Pendekatan Price Earning Ratio (PER), yaitu pendekatan yang
menaksir nilai saham dengan menggunakan Price Earning
Ratio (PER), yakni rasio yang dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

Dimana:

4. Earning per Share (EPS)

Menurut Darmadji dan Hendy M. (2001), laba per lembar saham atau
Earning per Share (EPS) merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar
keuntungan (laba) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar
sahamnya. Bagi para investor, informasi EPS merupakan informasi yang
dianggap paling mendasar dan berguna, karena bisa menggambarkan prospek

5
earning perusahaan dimasa depan.
Berikut ini merupakan rumus yang dapat digunakan untuk menghitung
EPS.

5. Price Earning Ratio (PER)

Price Earning Ratio (PER) dapat didefinisikan sebagai rasio yang


membandingkan antara harga pasar per lembar saham biasa yang beredar
dengan laba per lembar saham. Berikut ini merupakan rumus yang dapat

digunakan untuk menghitung PER.

Suatu perusahaan yang memiliki PER yang tinggi, berarti mempunyai


tingkat pertumbuhan yang tinggi pula. Hal ini menunjukkan bahwa pasar
mengharapkan pertumbuhan laba di masa mendatang. Sebaliknya, perusahaan
dengan PER rendah akan mempunyai tingkat pertumbuhan yang rendah pula,
sehingga semakin rendah PER suatu saham, maka semakin baik atau murah
harga yang
perlu dikeluarkan untuk diinvestasikan. PER menjadi rendah nilainya bisa
karena harga saham yang cenderung semakin menurun atau justru karena
meningkatnya laba bersih perusahaan. Jadi, semakin rendah nilai PER maka
semakin murah saham tersebut untuk dibeli dan semakin baik pula kinerja per
lembar saham dalam menghasilkan laba bersih perusahaan. Hal tersebut pada
akhirnya akan mempengaruhi banyak investor untuk membeli saham tersebut.

Contoh

PT A mempunyai modal saham biasa yang beredar dalam tahun 2015


sebanyak 1000 lembar. Besarnya pendapatan bersih yang diperoleh PT selama
tahun 2015 adalah Rp1.500.000. Semua saham sudah beredar sejak awal tahun
2015 dan tidak ada saham prioritas.

Instruksi

6
Hitunglah pendapatan per lembar saham PT MyCom Computer untuk
tahun 2015!

Penyelesaian

EPS = (Laba bersih-dividen) / jumlah saham beredar

= (Rp 1.500.000 - 0) / 1000

= Rp1.500

6. Rasio Profitabilitas

Di samping bisa dengan melihat laporan keuangan, analisis perusahaan


juga dapat dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Indikator
penting untuk melihat prospek perusahaan dimasa datang adlah pertumbuhan
profitabilitas perusahaan. Dua rasio profitabilitas utama yang umumnya dipakai
saat analisis adalah Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE).
ROA merupakan rasio menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-
aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba.
Berikut ini merupakan rumus yang dapat digunakan untuk menghitung ROA.

Adapun yang dimaksud dengan ROE adalah rasio yang menggambarkan


sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh
pemegang saham. Berikut ini merupakan rumus yang dapat digunakan untuk
menghitung ROE.

7. Model Valuasi/Penilaian Saham

Model valuasi/penilaian yang dapat digunakan untuk


memperkirakan kondisi pasar di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Menggunakan rumus constant growth model, yaitu:

7
b. Menggunakan model PER, yaitu:

c. Menggunakan model EPS, yaitu dengan rumus:

d. Menggunakan model ROE, yaitu dengan rumus:

e. Menggunakan model ROA, yaitu dengan rumus

f. Menggunakan model ROA dengan Du-Pont System, yaitu: ROA =


Net Income x Asset T.O.

g. Menggunakan model Net Profit Margin (NPM), yaitu dengan rumus:

8
h. Menggunakan model perputaran aset (assets turnover), yaitu dengan
rumus:

Contoh

Hitunglah besarnya P/E, D/E dan D/P berdasarkan pada data di bawah
ini! Dengan asumsi bahwa pertumbuhan jangka panjang (g) adalah 15%,
hitunglah r untuk setiap tahunnya dengan menggunakan model pertumbuhan
konstan! Apabila pertumbuhan dividen pada tahun 2011 adalah 15%, maka
berapakah P0 pada tahun 2011?

Penyelesaian

Harga Earni Divide


Tahun Saham ng n P/E D/E D/P

(Rp) (E) (D)


2006 1,200 240 100 5.00 41,7% 8%
2007 1,250 295 106 4.24 35,9% 8%
2008 1,525 320 125 4.77 39% 8%
2009 1,950 410 145 4.76 35,4% 7%
2010 2,250 475 170 4.74 35,8% 8%

 g = 15%

 r2006 = 100/1200 + 0,15 = 0,233 = 23,3%

 r2007 = 105/1250 + 0,15 = 0,234 = 23,4%

 r2008 = 125/1525 + 0.15 = 0,231 = 23,1%

 r2009 = 145/1950 + 0,15 = 0,224 = 22,4%

 r2010 = 170/2250 + 0,15 = 0,225 = 22,5%

9
 P0 2011 ?

 D1 = D0 (1+g)

 D1 = 170 (1 - 0,15)

 D1 = 195,5

 P0 = D1 / ( r - g )

 P0 = 195,5 / (0,255 - 0,15)

 P0 = 195,5 / 0,075

 P0 = 2.606,67

2.3 ANALISIS TEKNIKAL

1. Pengertian Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah analisis instrumen yang menggunakan data-


data historis perdagangan mengenai harga saham, volume dan beberapa
indikator pasar yang lain untuk memprediksi pengeluaran harga saham dan
menentukan rekomendasi keputusan investasi. Analisis teknikal menggunakan
grafik atau gambar yang menghasilkan pola-pola tertentu dan pola-pola yang
dihasilkan kemudian dianalisis dengan memperbandingkannya dengan hasil
observasi yang telah dilakukan dalam analisis ekonomi dan pasar sehingga pola-
pola tersebut memberikan suatu indikasi pergerakan harga saham.
Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham
(kondisi pasar) dengan mengamati perubahan harga saham tersebut (kondisi
pasar) di waktu yang lalu. Analisis teknikal didasari atas teori yang
menyebutkan bahwa pada dasarnya, hal yang paling mempengaruhi perubahan
harga saham adalah kekuatan permintaan dan penawaran. Sesuai dengan
hukum permintaan dan penawaran,
harga akan naik jika permintaan naik dan harga akan turun jika terjadi.
Sebaliknya, harga akan turun jika permintaan turun. Jadi, volume transaksi yang
terjadi sangat mempengaruhi pergerakan harga saham, sehingga nantinya dapat
digunakan sebagai salah satu komponen dalam alat untuk melakukan analisis
teknikal. Pemikiran yang mendasari analisis teknikal tersebut antara lain bahwa
harga saham mencerminkan informasi yang relevan yang ditunjukkan oleh

10
perubahan harga di waktu yang lalu, sehingga perubahan harga saham akan
mempunyai pola tertentu yang berulang.
Analisis teknikal menilai harga saham berdasarkan refleksi harga di
masa lalu dengan membaca sentimen, tren dan proyeksi yang mungkin terjadi di
masa depan. Analisis ini juga membantu investor maupun manajer investasi
dalam memperkirakan arah pergerakan harga, membuat betas pergerakan dalam
kondisi tertentu dan menunjukkan target arah beserta risikonya.

2. Ruang Lingkup dan Karakteristik Analisis Teknikal

Ruang lingkup analisis teknikal hanya memperlihatkan sifat dan pola


gerak harga, bandingkan dengan analisis fundamental yang mencakup ilmu
accounting, ekonomi makro, mikro, bidang sosial politik, cuaca. Akan tetapi,
analisis teknikal juga memanfaatkan lebih dari 150 indikator atau alat analisis
untuk seleksi yang terbaik di antara ribuan saham dalam waktu beberapa menit
saja.
Adapun karakteristik analisa teknikal di antaranya adalah sebagai
berikut.
i. Membutuhkan banyak data untuk menunjang akurasi prediksi.

ii. Kehandalannya bergantung pada kemahiran trader dalam membaca


grafik, menerapkan indikator, dan mempraktikkan teknik analisa.
iii. Cocok diterapkan pada trading jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Fungsi Analisis Teknikal

Analisis teknikal memiliki beberapa kegunaan di dalam trading, yaitu


sebagai berikut.
i. Mendeteksi Tren atau Pola yang Sedang Terjadi

Analisis teknikal digunakan untuk menganalisis harga berdasar


data harga masa lalu. Dengan data tersebut, analis mencoba untuk
melihat adanya suatu tren atau pola harga yang terjadi. Biasanya trader
mengikuti pola yang terjadi. Misalnya, saat harga cenderung naik, trader
membuka posisi beli atau sebaliknya saat harga cenderung turun, trader
membuka posisi jual. Pembuatan analisis tren dapat dilakukan dengan
menggunakan tools atau indikator-indikator tertentu.

11
ii. Membantu Memberikan Sinyal Beli atau Jual

Analisis teknikal dapat membantu trader untuk menentukan


keputusan jual atau beli. Hal ini biasanya dilakukan dengan
menggunakan bantuan indikator-indikator tertentu.

4. Indikator Teknis

Indikator-indikator teknis yang paling sering digunakan dalam analisis


teknikal antara lain adalah moving average, new highs and lows, volume
perdagangan, dan short-interest ratio.
i. Moving Average

Teknik ini cukup banyak dipergunakan untuk saham- saham


individual maupun untuk kondisi pasar secara keseluruhan. Moving
average dihitung berdasarkan atas sejumlah hari tertentu.
Berikut ini merupakan contoh perhitungan moving average.
Moving Average Berbasis
Tahun Harga Saham
5 Tahun Pengamatan
2007 4.000 -
2008 4.200 -
2009 4.100 4.080

2010 3.900 4.180


2011 4.200 4.200
2012 4.500 4.360
2013 4.300 4.280
2014 4.400 4.280
2015 4.000 -
2016 4.200 -

ii. New Highs and Lows

Suatu bursa mungkin melaporkan saham-saham yang mencapai


harga tertinggi atau terendah selama 52 minggu. Para analis teknikal
menyimpulkan bahwa pasar akan bullish (artinya harga-harga akan naik)

12
apabila sejumlah besar saham mencapai harga tertinggi selama 52
minggu.

iii. Volume Perdagangan

Volume perdagangan merupakan bagian yang diterima dalam


analisis teknikal. Kegiatan perdagangan dalam volume sangat tinggi di
suatu bursa akan ditafsirkan sebagai tanda pasar akan membaik (bullish)
bila sejumlah besar saham mencapai harga tertinggi selama 52 minggu.

iv. Short-Interest Ratio

Short-interest untuk suatu saham menunjukkan jumlah saham


yang dilakukan short selling, tetapi belum diberlakukan pembelian
kembali. Short-interest ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus

sebagai berikut.

5. Tipe Analisis Teknikal

Terdapat beberapa tipe analisis teknikal, antara lain sebagai berikut.


i. Follow the Smart Money View

Analisis teknikal mengikuti tren yang sedang terjadi di pasar.


Analisis ini mempercayai bahwa pasar bergerak dalam tren tertentu dan
tren ini akan bergerak terus sehingga terjadi perubahan permintaan dan
penawaran.
ii. Contrantian View

Strategi ini berpendapat mayoritas investor saham salah dan kita


dapat memanfaatkan kesalahan ini dengan cara mengambil posisi
melawan pasar (kontra).
iii. Support and Resistance Level

Support and Resistance adalah salah satu konsep yang paling


umum digunakan dalam analisis teknikal. Memang cara penentuan garis
support dan resistance ini tidak persis sama untuk setiap trader, tetapi

13
ada prinsip umum yang dapat dijadikan pedoman untuk menentukanya.

6. Hal-Hal Penting dalam Analisis Teknikal

Dalam analisis teknikal, ada tiga hal penting yang perlu untuk senantiasa
diperhatikan, yaitu sebagai berikut.
i. Grafik atau Chart

Grafik adalah hal terpenting pertama dalam penjabaran pertama


ini, sementara yang kedua adalah chart. Dari pola grafik, investor dapat
memperoleh gambaran umum mengenai tren sebuah harga yang
didasarkan dari history-nya. Setelah itu, kita dapat melihat pattern chart-
nya untuk mengetahui bagaimana tekanan sebuah investor saat akan
entry pasar.
Ada tiga jenis chart yang popular di dalam dunia trading, yaitu
line, bar, dan candlestick. Investor dapat menggunakan jenis chart yang
mana saja yang dinilai cocok, tetapi chart yang paling popular di
kalangan para trader adalah candlestick.
1. Line chart

2. Bar chart

14
3. Candlestick chart

ii. Indikator

Indikator adalah hal yang sangat penting dalam sebuah analisa


teknikal. Meskipun demikian, ada juga trader teknikal yang bisa
mengandalkan sebuah chart kosong tanpa menggunakan indikator
apapun. Teknik ini biasaya disebut dengan naked trading. Namun bagi
yang tidak terbiasa dengan naked trading, dapat menggunakan indikator
untuk menentukan kemana harga akan bergerak untuk mendapatkan
gambaran history harga yang sudah pernah terjadi dan mau kemana
harga akan bergerak. Ada banyak bahkan ratusan indikator yang ada di
dalam dunia trading, yang perlu trader lakukan adalah banyak mencoba
untuk menemukan mana yang paling cocok.

iii. Teknik atau Metode

15
Tujuan dari poin pertama dan kedua adalah untuk menemukan
metode trading yang paling cocok untuk digunakan.

7. Istilah-Istilah dalam Analisis Teknikal

Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam kaitannya dengan


analisis teknikal. Istilah-istilah tersebut akan dijelaskan pada poin-poin berikut
ini.
i. Bullish Period

Bullish period adalah periode pergerakan harga dimana harga terendah


yang terjadi selalu lebih tinggi dari harga tertinggi periode sebelumnya.
ii. Bearish Periode

Bearish period adalah periode pergerakan harga dimana harga tertinggi


yang terjadi selalu lebih rendah dari harga terendah periode sebelumnya.
iii. Tren

Tren (trend) adalah arah gejala pergerakan harga. Tren ini dapat dibagi
ke dalam tiga jenis, yakni uptrend (tren naik), downtrend (tren turun),
dan sideways (tren mendatar).
1. Uptrend (tren naik)

2. Downtrend (tren turun)

16
iv. Support Level

Support level adalah tingkat harga dimana minat beli yang muncul
mampu meahan tekanan jual sehingga harga tidak jatuh lebih dalam.
v. Resistance Level

Resistance level adalah tingkat harga dimana tekanan jual yang muncul
mampu menahan minat beli sehingga harga tidak naik terlalu jauh.

vi. Oversold

Oversold adalah suatu kondisi ketika harga dinilai terlalu tinggi dan
sebaiknya investor yang telah memiliki saham dibawah harga ini dapat
merealisasikan keuntungannya.
vii. Overbought

Overbought adalah suatu kondisi ketika harga dianalisis secara teknikal


cukup murah dan saat ini biasanya dimanfaatkan oleh investor untuk
membeli saham.

17

Anda mungkin juga menyukai