0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Pendekatan Probabilitas: Subjektif & Objektif

Nama: sri sulistyowati wargani NIM: 045335746 Ringkasan dokumen tersebut membahas tentang: 1. Konsep probabilitas subjektif dan objektif 2. Contoh perhitungan probabilitas menggunakan pendekatan klasik dan frekuensi relatif 3. Ringkasan beberapa soal probabilitas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Pendekatan Probabilitas: Subjektif & Objektif

Nama: sri sulistyowati wargani NIM: 045335746 Ringkasan dokumen tersebut membahas tentang: 1. Konsep probabilitas subjektif dan objektif 2. Contoh perhitungan probabilitas menggunakan pendekatan klasik dan frekuensi relatif 3. Ringkasan beberapa soal probabilitas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : sri sulistyowati wargani

NIM : 045335746

Jawaban
I. Pendekatan Perhitungan Probabilitas
Ada Dua Pendekatan Dalam Menghitung Probabilitas, Yaitu Pendekatan Bersifat Subjektif Dan Objektif. Berikut Penjelasan-
Nya :

Pendekatan Subjektif

Yang Dinamakan Pendekatan Subjektif Dalam Kaitan-Nya Dengan Probabilitas Adalah Nilai Probabilitas Ini
Didasarkan Atas Penilaian seseorang Dalam Menyatakan Tingkat Kepercayaan. Jika Tidak Ada Pengalaman Atau
Pengamatan Di Masa Lalu Sebagai Dasar [Link] Menghitung Probabilitas, Maka Pernyataan Probabilitas Tersebut
Bersifat Subjektif. Hal Ini Biasa-Nya Dalam Bentuk Opini Atau Pendapat.

Pendekatan Objektif
Dalam Pendekatan Objektif, Dikenal Pendekatan Klasik Dan Pendekatan Frekuensi Relatif.
Berikut Penjelasan-Nya •

Pendekatan Klasik

Perhitungan Pada Pendekatan Klasik Ini Didasarkan Pada Asumsi Bahwa Seluruh Hasil Dari
Suatu Eksperimen Mempunyai Kemungkinan Yang Sama.

Perhatikan Suatu Kejadian A Yang Dapat Terjadi Sebanyak "x" Cara Dari Seluruh "n" Cara.
Maka, Probabilitas Itu Dikatakan Sukses. Dan Berikut Rumusan Sistematis-Nya :

Sedangkan, Jika Probabilitas Kejadian A Tidak Terjadi Disebut Gagal. Berikut Rumusan
Sistematis-Nya :
P = Pr(A') I -x/ n
Berikut Contoh Dari Probabilitas Yang Dihitung Berdasarkan Pendekatan Klasik :
I. Jika E Adalah Peristiwa Muncul-Nya Mata Dadu Ganjil Dari Pelemparan Sebuah Dadu,
Tentukanlah P(E)?
Jawab :
E(x) = MuncuI-Nya Mata Dadu Ganjil I, 3, Dan 5
ns 1, 2, 3,4, 5, Dan 6
Kemudian Dimasukkan Dalam Rumusan Sistematis-Nya :

-3/6
-1/2
Jadi, Probabilitas (E) Bernilai I/ 2.
Pendekatan Frekuensi Relatif

Probabilitas Suatu Kejadian Merupakan Limit Dari Frekuensi Relatif Kejadian TersebutYang
Secara Teoritis Berlaku Untuk Nilai n Yang Besar Sekali Atau Tak Terhingga, MisaI-Nya
Merupakan Suatu Eksperimen Dengan Sampel Yang Besar. Di Dalam Praktik-Nya,
Frekuensi Relatif Itu Sendiri Bisa Digunakan Untuk Memperkirakan Nilai Probabilitas.
Berikut Rumusan Sistematis-Nya :
Probabilitas Suatu Kejadian Frekuensi Terjadinya Kejadian Tersebut : Jumlah
Observasi Atau,
X 55' 65! 75
Berikut ContohMenghitung
Probabilitas
Yang DitinjauDari Pendekatan Frekuensi
Relatif •

I. Pada Suatu Penelitian Terhadap 65 Karyawan Yang Bekerja Di Perusahaan Swasta,


Didapatkan Data Dalam Tabel Berikut :
Berapakah Besar-Nya Probabilitas Bahwa Upah-Nya Rp 65 Ribu Dan Rp 105 Ribu ?
Jawab :

- 10/65
-0,15

5/65
= 0076
Jadi, Besar-Nya Probabilitas Bhwa Upah-Nya Rp 65 Ribu Adalah 0,15 Dan Upah-Nya 105
Ribu Adalah 0,076.

2. Misalkan A adalah kejadian seorang Siswa SMU dapat lulus ujian tahun yang akan datang.

P (A) -0,70
Misalkan B adalah kejadian seorang nasabah bank A memenangkan undian berhadiah
P(B) 0,10

A dan B disebut sebagai kejadian saling bebas karena kejadian yang satu tidak akan
mempengaruhi kemungkinan terjadinya kejadian yang Iainnya.

Untuk A dan B kejadian saling bebas, jika ditanyakan peluang/probabilitas nya caranya adalah
dengan mengalikan peluang dari masing - masing kejadian.
Peluang A dan B dapat dituliskan :

Pembahasan

P (An B) -0,70 xo, 10-0,07.


3. Diket : harga perolehan mobil 200.000.000
Ditanya : biaya paling optimum dan pada tahun berapa waktu yang paling tepat mengganti
kendaraan?

Penyelesaian :
A. Menghitung penurunan harga jual:

Tahun I ,• 200.000.000 -150.000.000 = 50 [Link]


Tahun 2 ; 200.000.000 -140.000.000 60 000 000
Tahun 3 ;200.000.000 -130.000.000 = 70 000 000

Tahun 4 : 200.000.000 -120.000.000 = 80 000 000


B. Menghitung biaya pemeliharaan setiap tahun Tahun 1-
1000.000
Tahun 2 = 1.500.000+ [Link] 2.500 000
Tahun 3 - 2.500.000+2.500.000=
[Link]
Tahun4= [Link]=8000000
Mencari rata-rata:

Tahun [Link] : [Link]


Tahun 2 = [Link] : [Link]
Tahun 3 -[Link] : [Link]
Tahun [Link] : [Link]
arga p.
p.
urunan
Harga Jual
•aya
Pemeliharaan

I laya pa ng optmum yang epa untu menggan en araan a


a
terletak pada tahun ke I
4. Diketahui
Kebutuhan konsumen /tahun : 1.500 buah
Biaya penyimpanan /tahun : 20% dari harga barang
Harga barang : Rp.30
Biaya pemesanan : Rp.150
Biaya keterlambatan barang : Rp.4
Jumlah optimum barang yang dibeli

Q' = vriiSööäSö_

4
Jumlah barang yang dibeli dan dimasukan dalam persediaan

s• =V21500 150.

6
Jangka waktu optimal antara suatu pesanan dengan pesanan berikutnya

000 = 0.000 Pertahun

1500
Jumlah biaya optimal

Q,'R 1500/50х1 tahun= 10,950

Anda mungkin juga menyukai