SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
MPASI 6-24 BULAN
Pokok Bahasan : Gizi Bayi - Balita
Sub Pokok Bahasan : MPASI 6-24 bulan
Sasaran : Ibu Balita Usia 6-24 bulan
Hari/Tanggal : Rabu, 22 Desember 2023
Tempat : Ruang MTBS Puskesmas Merbau Mataram
Waktu : 15 menit
Penyuluh : Devina Rianasari, [Link]
A. TUJUAN
1. Tujuan instruksional umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit, ibu diharapkan mampu
memahami tentang MPASI 6-24 bulan.
2. Tujuan instruksional khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang :
a. Pengertian MP-ASI
b. Pemberian makanan anak umur 6-24 bulan yang baik dan benar
c. Cara membuat MP-ASI
d. Permasalahan dalam memberikan MP-ASI pada bayi
e. Akibat pemberian MP-ASI terlalu dini
B. MATERI PENYULUHAN
Materi terlampir
C. MEDIA
Lembar balik dan buku KIA
D. KEGIATAN PENYULUHAN
NO Tahapan Waktu Kegiatan Keterangan
1 Pembukaan 2 menit Pendahuluan Klien
a. Membuka kegiatan dengan menjawab
mengucapkan salam salam dan
b. Memperkenalkan diri mendengarkan
c. Menjelaskan tujuan dari materi yang
penyuluhan disampaikan
d. Menyebutkan materi yang oleh penyuluh
akan diberikan
e. Mengisi kuesioner pretest
2 Inti 10 Menjelaskan tentang Klien
menit a. Pengertian MP-ASI menyimak dan
b. Pemberian makanan anak memahami
umur 6-24 bulan yang baik tentang materi
dan benar yang
c. Cara membuat MP-ASI disampaikan
d. Permasalahan dalam
memberikan MP-ASI pada
bayi
e. Akibat pemberian MP-ASI
terlalu dini
3 Penutup 3 menit a. Memberikan kesempatan Sesi tanya
kepada ibu untuk bertanya jawab
b. Menjawab pertanyaan
c. Menyimpulkan materi
d. Evaluasi
e. Mengucapkam terimakasih
atas peran serta peserta
f. Mengucapkan salam
penutup
E. EVALUASI
Evaluasi akan dilakukan selama proses berlangsung dan setelahnya
Bentuk evaluasi : dengan melakukan pengisian kuesioner posttest
F. LAMPIRAN MATERI
a. Pengertian MP-ASI
Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang
mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan
gizinya.
MP-ASI diberikan mulai umur 6 bulan sampai 24 bulan. Semakin
meningkat umur bayi/anak, kebutuhan akan zat gizi semakin bertambah
karena tumbuh kembang, sedangkan ASI yang dihasilkan kurang memenuhi
kebutuhan gizi.
MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan
keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara
bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan
pencernaan bayi/anak .
Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas
penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang
bertambah pesat pada periode ini.
b. Pemberian makanan anak umur 6-24 bulan yang baik dan benar
Sesuai dengan bertambahnya umur bayi/anak, perkembangan dan
kemampuan bayi/anak menerima makanan, makanan bayi/anak umur 0-24
bulan dibagi menjadi 5 tahap :
a Makanan bayi umur 0 – 4 bulan
b Makanan bayi umur 4 – 6 bulan
c Makanan bayi umur 6 – 9 bulan
d Makanan anak umur 9 – 12 bulan
e Makanan anak umur 12 – 24 bulan
Pada situasi khusus seperti anak sakit atau ibu bekerja, pemberian
makanan bayi/anak perlu penanganan secara khusus.
A. Makanan Bayi Umur 6 – 9 Bulan
1. Pemberian ASI diteruskan
2. Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh
karena itu, bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x
sehari.
3. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi ditambah
sedikit demi sedikit dengan sumber zat lemak, yaitu santan atau
minyak kelapa/margarin. Bahan makanan ini dapat menambah
kalori makanan bayi, disamping memberikan rasa enak juga
mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam
lemak.
4. Setiap kali makan, berikanlah MP-ASI bayi dengan takaran paling
sedikit sbb :
a. Pada umur 6 bulan – beri 6 sendok makan
b. Pada umur 7 bulan – beri 7 sendok makan
c. Pada umur 8 bulan – beri 8 sendok makan
d. Pada umur 9 bulan – beri 9 sendok makan
“ Bila bayi meminta lagi, ibu dapat menambahnya”
B. Makanan Bayi Umur 9 - 12 Bulan
1. Pada umur 10 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan
keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan
ke makanan keluarga, bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus
diatur secara berangsur, lambat laun mendekati bentuk dan
kepadatan makanan keluarga.
2. Berikan makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan
yang bernilai gizi tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll.
usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya
terjamin.
3. Bayi perlu diperkenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan.
Campurkanlah ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan
sayuran secara berganti-ganti (terlampir). Pengenalan berbagai
bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh baik terhadap
kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.
C. Makanan Anak Umur 12 – 24 Bulan
1. Pemberian ASI diteruskan. Pada periode umur ini jumlah ASI
sudah berkurang, tetapi merupakan sumber zat gizi yang
berkualitas tinggi
2. Pemberian MP-ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3
kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali
makan. Disamping itu tetap berikan makanan selingan 2 kali
sehari.
3. Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan Padanan
Bahan Makanan. Misalnya nasi diganti dengan: mie, bihun, roti,
kentang, dll. Hati ayam diganti dengan: tahu, tempe, kacang ijo,
telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun kangkung, wortel, tomat.
Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur sumsum,
biskuit, dll.
4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara tiba-tiba.
Kurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit.
Cara membuat MP-ASI
a) Makanan Lumat Halus Pisang Lumat Halus
Bahan : 1 buah pisang masak
Cara membuatnya :
a. Pisang dicuci bersih
b. Kupas memanjang sebagian permukaan pisang
c. Keriklah pisang dengan menggunakan sendok kecil yang bersih
d. Kerikan pisang ditaruh dalam cangkir atau mangkuk kecil. Agar
pisang tidak berubah warna, berilah sedikit perasan jeruk nipis.
e. Dapat juga kerikan pisang diberikan langsung kepada bayi
Nilai gizi 100 g pisang :
Energi : 99 Kal
Vit.A : 146 SI
Vit.C : 3 mg
Pepaya lumat
Bahan : 1 potong pepaya
Cara membuatnya :
a. Kupas pepaya matang, buang bijinya dan cuci bersih dengan air
matang.
b. Saring dengan menggunakan saringan kawat yang halus.
c. Taruh dicangkir atau mangkok kecil dan berikan kepada bayi dengan
sendok kecil.
d. Dapat juga pepaya dikerik seperti pada pisang lumat
Nilai gizi 100 g pepaya :
Energi : 46 Kal
Vit.A : 146 S1
Vit C : 78 mg
b) Dari bahan segar
Bahan:
a. 2 sendok makan peres beras
b. 1 potong tempe atau tahu atau kacang-kacangan atau ikan atau satu
butir telur ayam
c. 10 lembar daun bayam atau sayuran hijau lain
d. 2-3 gelas air, 1 sendok makan minyak kelapa atau 2 sendok makan
santan
e. Garam secukupnya
Cara membuatnya :
a. Masukkan air yang telah dicampur minyak kelapa atau air yang telah
dicampur santan ke dalam panci berisi beras, tahu atau tempe atau
lauk-pauk lain, tambahkan garam secukupnya
b. Masaklah bahan-bahan sambil diaduk sampai matang
c. Masukkan daun bayam atau daun kangkung atau sayuran hijau lain
yang sudah diris halus
d. Setelah sayuran matang, angkat makanan dari api dinginkan
e. Makanan siap diberikan kepada bayi.
c) Dari makanan keluarga
Bahan:
a. 5 sendok makan nasi
b. Potong lauk-pauk yang tersedia hari itu, misalnya tempe goreng atau
tahu goreng atau ikan goreng atau telur. Jangan berikan lauk yang
pedas
c. Sayuran yang tersedia hari itu, misalnya sayur bening, sayur tumis
atau sayuran bersantan
d. Kuah sayur bening atau kuah sayur bersantan yang cukup untuk
menghaluskan nasi.
Cara membuatnya:
a. Taruh nasi, lauk-pauk dan sayur dalam keadaan masih hangat dalam
piring kecil atau mangkok
b. Tuangkan kuah sayur bening atau kuah sayur bersantan sedikit demi
sedikit ke dalam piring atau mangkok
c. Campurkan dan lembutkan semua makanan tersebut denmgan sendok
d. Makanan siap diberikan kepada bayi.
c. Permasalahan dalam memberikan MP-ASI pada bayi
Pemberian MP-ASI pada periode umur 4-24 bulan sering tidak tepat
dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan
bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan
santan atau minyak pada makanan anak, dapat menyebabkan anak menderita
kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin penting yang
larut dalam lemak.
Frekuensi pemberian MP-ASI dalam sehari kurang akan berakibat
kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.
Pemberian ASI terhenti karena ibu kembali bekerja. Di daerah kota
dan semi perkotaan, ada kecenderungan rendahnya frekuensi menyusui dan
ASI dihentikan terlalu dini pada ibu-ibu yang bekerja karena ibu sibuk. Hal
ini menyebabkan konsumsi zat gizi rendah apalagi kalau pemberian MP-
ASI pada anak kurang diperhatikan.
Kebersihan kurang pada umumnya ibu kurang menjaga kebersihan
terutama pada saat menyediakan dan memberikan makanan pada anak.
Masih banyak ibu yang menyuapi anak dengan tangan, menyimpan
makanan matang tanpa tutup makanan/tudung saji dan kurang mengamati
perilaku kebersihan dari pengasuh anaknya. Hal ini memungkinkan
timbulnya penyakit infeksi seperti diare (mencret) dan lain-lain.
d. Akibat pemberian MP-ASI terlalu dini
Pemberian MP-ASI yang terlalu dini (sebelum bayi berumur 4 bulan)
menurunkan konsumsi ASI dan gangguan pencernaan/diare. Kalau
pemberian MP-ASI terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat
menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.
Pada usia 4-6 bulan, pemberian ASI yang dilakukan sesudah MP-ASI
dapat menyebabkan ASI kurang dikonsumsi. Pada periode ini zat-zat yang
diperlukan bayi terutama diperoleh dari ASI. Dengan memberikan MP-ASI
terlebih dahulu berarti kemampuan bayi untuk mengkonsumsi ASI
berkurang, yang berakibat menurunnya produksi ASI. Hal ini dapat
berakibat anak menderita kurang gizi. Seharusnya ASI diberikan dahulu
baru MP-ASI.
FOTO LEMBAR BALIK
FOTO MEDIA KIE
Leaflet
Lembar Balik
FOTO MEDIA KIE
Leaflet
Lembar Balik