Prosedur dan Navigasi dalam Pelayaran
Prosedur dan Navigasi dalam Pelayaran
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
1. Pengertian Prosedur
Prosedur adalah serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau
operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang baku
(sama) agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yangsama,
semisal prosedur kesehatan dan keselamatan kerja. Lebih tepatnya, kata
ini bisa mengindikasikan rangkaian aktivitas, tugas-tugas, langkah-
langkah, keputusan-keputusan, perhitungan-perhitungan, dan proses-
proses, yang diajalankan melalui serangkaian pekerjaan yang
menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan, suatu produk atau sebuah
akibat. Sebuah prosedur biasanya mengakibatkan sebuah perubahan.
Prosedur Operasi Standar (standard operating procedure, SOP)
atau kadang disingkat POS, adalah pedoman yang berisi prosedur-
prosedur operasional standar yang ada dalam suatu organisasi yang
digunakan untuk memastikan bahwa setiap keputusan, langkah, atau
tindakan, dan penggunaan fasilitas pemrosesan dilaksanakan oleh orang-
orang di dalam suatu organisasi, telah berjalan secara efektif, konsisten,
standar, dan sistematis.
Prosedur merupakan proses dinamis kedudukan. Apabila seseorang
sudah menerapkan prosedur maka telah menyusun suatu langkah untuk
menjalankan suatu peranan. Perbedaan antara Prosedur dengan
Pengoprasian adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduanya
tidak dapat dipisah-pisahkan karena yang satu tergantung pada lain dan
sebaliknya.
6
7
2. Pengoprasian
Pengoprasian adalah suatu tindakan atau gerakan yang sudah
direncanakan untuk menggerakkan suatu benda atau rencana yang sudah
didiskusikan untuk memperoleh suatu rencana yang matang.
Pengoprasian juga didefinisikan sebagai suatu proses untuk menjalankan
sesuatu agar lebih akurat.
4. Navigasi
Navigasi yaitu:
a. Ilmu tentang menjalakan kapal laut atau kapal terbang.
b. Tindakan menempatkan haluan kapal atau arah terbang
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2016 : 998)
Navigasi bersal dari bahasa Yunani yaitu kata navisyang berarti
perahu kapal dan kata angake yang berarti mengarahkan. Arti secara
harafiah artinya mengarahkan sebuah kapal dalam pelayaran. Dari waktu
ke waktu seiring dengan perkembangan jaman kata „navigasi‟ tidak lagi
hanya digunakan dalam dunia maritime tetapi sering juga digunakan di
dalam perjalanan darat (navigasi darat) dan udara (navigasi udara).
Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah
lintasan secara tepat dengan menggunakan peralatan navigasi. Personil
yang menggunakannya dalam bernavigasi biasa disebut navigator
(Kurniawan Ridho, 2010 : 1).
Istilah navigasi pada umumnya digunakan untuk keperluan
pelayaran dan penerbangan penambahan kata darat pada navigasi lebih
ditekankan pada penggunaannya di daratan antara lain meliputi gunung,
hutan, lembah, sungai, rawa, pantai, dan sebagainya. Navigasi merupakan
suatu pengetahuan yang sangat penting, dan harus dikuasai oleh orang
yang melakukan kegiatan di alam terbuka (out door activities), untuk
dapat memahami dan menguasai navigasi secara teoris dan praktis
9
kuncinya adalah :
a. Mampu membaca, memahami, dan menginterpretasi gambaran
permukaan bumi (relief) yang tergambar pada lembar peta topografi
b. mampu menggunakan peralatan navigasi pedoman arah (compas)dan
alat bantu navigasi lainnya (GPS, Echo Sounder, dll.).
Navigasi adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan
sebenarnya atau di peta, dan oleh sebab itulah pengetahuan tentang
kompas dan peta, radar, arpa, GMDSS, live saving equipment, dan buku-
buku publikasi serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan
dipahami. Sebelum kompas ditemukan, navigasi dilakukan dengan melihat
posisi benda-benda langit seperti matahari dan bintang-bintang dilangit,
yang tentunya bermasalah kalau langit sedang mendung. kapal kapal
sekarang sudah canggih - canggih baik dari sistem elektronik yang terus
bermunculan sehingga mempermudahkan kita dalam menentukan posisi
kapal. Tapi alat-alat tradisional yang di ajarkan ML Palumian jangan di
lupakan karena suatu saat pasti kita harus mempergunakannya. banyak
buku buku yang terbit oleh kapten senior kita yang mengajarkan cara
melayari kapal dengan baik. salah satunya adalah perangakat navigasi,
semua pelaut harus mengenal dan dapat menggunakannya semaksimal
mungkil agar tercapai keselamatan dalam rute pelayarannya, salah satu alat
alat tersebut sebagai berikut:
a. Peta
Merupakan perlengkapan utama dalam pelayaran penggambaran
dua dimensi (pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari
permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan/skala
tertentuatau dengan kata lain representasi dua dimensi dari suatu ruang
tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut
[Link] peta menurut jenis bidang proyeksi
dibedakan :Proyeksi bidang datar / Azimuthal / Zenithal, Proyeksi
Kerucut, Proyeksi SilinderProyeksi peta menurut kedudukan bidang
10
b. Kompas
Adalah alat penunjuk arah yang selalu menunjuk kearah Utara,
dengan melihat arah Utara-Selatan pada Kompas dan dengan
membandingkannya dengan arah Utara Peta kita sudah dapat
mengorientasikan posisi pada peta. Kompas adalah alat navigasi untuk
mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas
menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.
Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu
dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara,
selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam
dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah.
Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan
membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat
manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan
arah. Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang
bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah
planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah
kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah
alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati
variasi pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan
utara sejati.
Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa.
Penelitian yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada
11
c. GPS
Salah satu perlengkapan modern untuk navigasi adalah Global
Positioning Satelite (GPS) adalah perangkat yang dapat mengetahui
posisi koordinat bumi secara tepat yang dapat secara langsung
menerima sinyal dari satelit. Perangkat GPS modern menggunakan peta
sehingga merupakan perangkat modern dalam navigasi di darat, kapal
di laut, sungai dan danau serta pesawat udara. Global Positioning
System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi
dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan
sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat
penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi,
kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara
lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS [Link] ini
dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan
nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah
bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR
adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu
kebijakan penting dalam program (GPS). Kumpulan satelit ini diurus
oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya
12
d. Radar
Radar sangat bermanfaat dalam navigasi kapal laut dan kapal
terbang modern sekarang dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi
kapal/pesawat lain, cuaca/ awan yang dihadapi di depan sehingga bisa
menghindar dari bahaya yang ada di depan pesawat/kapal.
Radar (dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari radio detection
and ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) adalah sistem
yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map
benda-benda seperti pesawat dan hujan. Istilah radar pertama kali
digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris
RDF(Radio Directon Finding). Gelombang radio kuat dikirim dan
sebuah penerima mendengar gema yang kembali. Dengan menganalisa
sinyal yang dipantulkan, pemantul gema dapat ditentukan lokasinya dan
kadang-kadang ditentukan jenisnya. Walaupun sinyal yang diterima
kecil, tapi radio sinyal dapat dengan mudah dideteksi dan
[Link] radio radar dapat diproduksi dengan kekuatan
yang diinginkan, dan mendeteksi gelombang yang lemah, dan
kemudian diamplifikasi (diperkuat) beberapa kali. Oleh karena itu radar
digunakan untuk mendeteksi objek jarak jauh yang tidak dapat dideteksi
oleh suara atau cahaya. Penggunaan radar sangat luas, alat ini bisa
digunakan di bidang meteorologi, pengaturan lalu lintas udara, deteksi
kecepatan oleh polisi, dan terutama oleh militer.
A maritime radar with Automatic Radar Plotting
Aid(ARPA) kemampuan dapat membuat trek menggunakan kontak
radar . Sistem ini dapat menghitung kursus objek dilacak , kecepatan
dan titik terdekat pendekatan (CPA), sehingga tahu jika ada bahaya
tabrakan dengan kapal atau daratan lainnya. ARPA khas memberikan
presentasi dari situasi saat ini dan menggunakan teknologi komputer
13
e. Telegrap
Merupakan sebuah mesin untuk mengirim dan menerima pesan
pada jarak [Link] Code Morse dengan frekuensi gelobang
radio, code morse adalah metode dalam pengiriman informasi, dengan
menggunakan standard data pengiriman nada atau suara,cahaya dengan
membedakan ketukan dash dan dot dari pesan kalimat, kata, huruf,
angka dan tanda baca. Code morse dapat dikirimkan melalui
peluit,bendera, cahaya, dan ketukan morse.
14
f. Sonar
Sonar (Singkatan dari bahasa Inggris: sound navigation and
ranging), merupakan istilah Amerika yang pertama kali digunakan
semasa Perang Dunia, yang berarti penjarakan dan navigasi suara,
adalah sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air
untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya. Sementara itu,
Inggris punya sebutan lain untuk sonar, yakni ASDIC (Anti-Submarine
Detection Investigation Committee). Sonar merupakan sistem yang
menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan
dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi obyek di bawah
laut atau untuk mengukur jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas
digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau, mendeteksi
kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan
komunikasi di laut. Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan
mengirim gelombang suara bawah permukaan dan kemudian menunggu
untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke
operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.
g. EPIRB
EPIRB cara kerja melalui Cospas-Sarsat merupakan sistem
search and Rescue (SAR) berbasis satelit internasional yang pertama
kali digagas oleh empat negara yaitu Perancis, Kanada, Amerika Serikat
dan Rusia (dahulu Uni Soviet) pada tahun 1979. Misi program Cospas-
Sarsat adalah untuk memberikan bantuan pelaksanaan SAR dengan
menyediakan distress alert dan data lokasi secara akurat, terukur serta
dapat dipercaya kepada seluruh komonitas internasional. Tujuannya
agar dikuranginya sebanyak mungkin keterlambatan dalam melokasi
suatu distress alert sehingga operasi akan berdampak besar dalam
peningkangkatan probabilitas keselamatan korban. Keempat negara
tersebut mengemabangkan suatu sistem satelit yang mampu mendeteksi
beacon pada frekuensi 121,5/243 MHz dan 406 MHz. Emergency
15
h. Navtex
Navtexadalah sistem otomatis internasional untuk langsung
mendistribusikan peringatan maritim navigasi, ramalan cuaca dan
peringatan, pencarian dan penyelamatan pemberitahuan dan informasi
yang serupa dengan kapal. A, rendah-biaya kecil dan mandiri "pintar"
pencetakan radio penerima dipasang di jembatan, atau tempat dari
mana kapal yang berlayar, dan memeriksa setiap pesan yang masuk
untuk melihat apakah telah diterima selama transmisi sebelumnya, atau
jika itu adalah kategori tidak tertarik untuk menguasai kapal. Frekuensi
transmisi pesan ini adalah 518 kHz dalam bahasa Inggris, sementara
490 kHz digunakan untuk menyiarkan dalam bahasa [Link]
dikodekan dengan kode sundulan diidentifikasi oleh menggunakan
alfabet untuk mewakili stasiun penyiaran, jenis pesan, dan diikuti oleh
dua angka yang menunjukkan nomor urut pesan.
16
j. Radio GMDSS
Digital Selective Calling (DSC) pada MF, HF dan VHF radio
maritim sebagai bagian dari sistem GMDSS. DSC terutama ditujukan
untuk memulai kapal-ke-kapal, kapal-ke-pantai dan pantai-ke-kapal
telepon radio dan MF / HF radiotelex panggilan. Panggilan DSC juga
dapat dibuat untuk stasiun individu, kelompok stasiun, atau "semua
stasiun" dalam jangkauan seseorang. Setiap kapal DSC-dilengkapi,
stasiun pantai dan kelompok ditugaskan unik 9-digit Maritime Mobile
Service Identity. Alert distress DSC, yang terdiri dari sebuah pesan
marabahaya terformat, digunakan untuk memulai komunikasi darurat
dengan kapal dan pusat koordinasi penyelamatan. DSC dimaksudkan
untuk menghilangkan kebutuhan bagi orang-orang di jembatan kapal
atau di pantai untuk terus menjaga penerima radio pada saluran radio
suara, termasuk saluran VHF 16 (156,8 MHz) dan 2182 kHz sekarang
digunakan untuk marabahaya, keselamatan dan panggilan. Sebuah arloji
mendengarkan kapal kapal GMDSS dilengkapi pada 2182 kHz.
17
k. Sextans
Adalah konstelasi khatulistiwa minor yang diperkenalkan pada
abad ke-17 oleh Johannes Hevelius. Namanya adalah Latin untuk
sekstan astronomi, instrumen yang Hevelius sering melakukan
penggunaan dalam pengamatannya Dalam, Dunia Pelayaran di gunakan
untuk menentukan Posisi Kapal Artikel Baru Menghitung ketingaian
Benda Angkasa Dan azimutnya.
l. LORAN
(Long RAnge Navigation) adalah sistem navigasi radio terestrial
menggunakan frekuensi rendah pemancar radio yang menggunakan
beberapa pemancar ( multilateration ) untuk menentukan lokasi dan /
atau kecepatan penerima. Versi saat ini dari LORAN umum digunakan
adalah LORAN – C, yang beroperasi di bagian frekuensi rendah dari
spektrum EM 90-110 kHz. Terutama untuk melayani sebagai cadangan
untuk GPS dan metode navigasi GNSSyang disediakan oleh LORAN
didasarkan pada prinsip perbedaan waktu antara penerimaan sinyal dari
sepasang pemancar radio. Diberikan konstan perbedaan waktu antara
sinyal dari dua stasiun dapat diwakili oleh garis hiperbolik posisi
(LOP). Jika posisi dua stasiun disinkronkan diketahui, maka posisi
penerima dapat ditentukan sebagai suatu tempat pada kurva hiperbolik
tertentu di mana perbedaan waktu antara sinyal yang diterima adalah
konstan. Dalam kondisi ideal, hal ini secara proporsional setara dengan
perbedaan jarak dari receiver ke masing-masing dari dua
[Link] sendirinya, dengan hanya dua stasiun, posisi 2 dimensi
penerima tidak dapat diperbaiki. Sebuah aplikasi kedua prinsip yang
sama harus digunakan, didasarkan pada perbedaan waktu dari sepasang
yang berbeda dari stasiun. Dalam prakteknya, salah satu stasiun dalam
pasangan kedua mungkin juga dan sering adalah pasangan pertama.
Dengan menentukan persimpangan dua kurva hiperbolik diidentifikasi
oleh penerapan metode ini, memperbaiki geografis dapat ditentukan.
18
m. Nautical publications
Istilah teknis ini digunakan di kalangan maritim menggambarkan
satu set publikasi, umumnya diterbitkan oleh pemerintah pusat, untuk
digunakan dalam navigasi yang aman kapal, perahu, dan kapal serupa.
Semua buku buku navigasi yg berhubungan dengan daerah yg akan di
layari harus ada di atas kapal sebagai panduan bagi para navigator. agar
terciptanya pelayaran yg aman/safe navigation
o. Inmarsat-C
Is a two-way, layanan paket data yang dioperasikan oleh
perusahaan telekomunikasi Inmarsat. Layanan ini telah disetujui untuk
digunakan di bawah Distress Global Maritim dan Keselamatan System
(GMDSS), memenuhi persyaratan untuk Keamanan Kapal Sistem Alert
(SSAS) yang didefinisikan oleh International Marine Organization
(IMO) dan layanan yang paling banyak digunakan dalam Sistem
Pemantauan Kapal nelayan (VMS).Layanan ini menawarkan transfer
data, e-mail, SMS, panggilan kru, teleks, pemantauan jarak jauh,
pelacakan (pelaporan posisi); grafik dan informasi cuaca, informasi
maritim keselamatan (MSI), keamanan maritim, GMDSS, dan SafetyNet
dan FleetNET [Link] ini dioperasikan melalui Inmarsat-C
Transceiver atau daya yang lebih rendah mini-C Transceiver. Kedua
korban dan disetujui untuk layanan [Link] yang sama yang
tersedia untuk maritim, tanah mobile dan aeronautical digunakan.
q. Binoarculs
Teropong atau teleskop teropong adalah sepasang teleskop identik
atau cermin-simetris dipasang side-by-side dan selaras untuk menunjuk
secara akurat ke arah yang sama, memungkinkan pengunjung untuk
menggunakan kedua mata dengan visi teropong saat melihat obyek
yang jauh. Sebagian besar ukuran yang akan diselenggarakan dengan
menggunakan kedua tangan, meskipun ada jenis jauh lebih besar. Kecil,
teropong daya rendah untuk digunakan di acara-acara kinerja dikenal
sebagai kacamata opera (lihat di bawah). Banyak singkatan berbeda
yang digunakan untuk teropong, termasuk gelas dan sampah, tidak
seperti teleskop monokuler, teropong memberikan pengguna gambar
tiga dimensi : dua pandangan, disajikan dari sudut pandang yang sedikit
berbeda untuk setiap mata pemirsa, menghasilkan tampilan yang
digabung dengan persepsi kedalaman. Tidak perlu untuk menutup atau
menghalangi satu mata untuk menghindari kebingungan, seperti biasa
dengan teleskop monokuler. Penggunaan kedua mata juga secara
signifikan meningkatkan ketajaman visual yang dirasakan, bahkan pada
jarak di mana persepsi kedalaman tidak jelas (seperti ketika melihat
obyek astronomi ) .
r. Echo sounder
Adalah teknik menggunakan pulsa suara diarahkan dari
permukaan atau dari kapal selam secara vertikal ke bawah untuk
21
s. Gyro Compass
Hal ini digunakan untuk menemukan arah yang benar. Tidak
seperti kompas magnetik, kompas giro tidak terhambat oleh medan
22
magnet luar. Hal ini digunakan untuk mencari yang benar Utara Posisi,
yang juga sumbu rotasi bumi. Sistem repeater yang harus hadir dalam
platform kemudi untuk kemudi darurat
2.2 Sistem Kerja dan Prosedur Pengoperasian VTS Milik Distrik Navigasi
Kelas II Semarang
1. Sistem Kerja
a. Menyusun rencana dan program pengoprasian, serta pengawasan
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Telekomunikasi Pelayaran, Kapal
Negara Kenavigasian, Fasilitas Pangkalan, Bengkel, Pengamatan Laut
dan SurveyHidrografi serta Pemantauan Alur dan [Link]
dimana kapal dapat bersandar untuk bongkar muat barang.
b. Menyusun rencana kebutuhan dan pelaksanaan pengadaan,
penyimpanan, penyaluran dan penghapusan perlengkapan dan peralatan
untuk Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
c. Melaksanakan program pengoprasian dan pemeliharaan Sarana Bantu
navigasi Pelayaran.
d. Melaksanakan Pengamatan Laut dan Survey Hidrografi, serta
Pemantauan Alur dan Perlintasan Alur Pelayaran.
Rambu Suar, yaitu suatu alat penerang (lensa, lampu dsb) yang mampu
mengeluarkan sinar dengan sifat tertentu yang dipasang diatas menera atau
dilabuhkan di dasar laut yang ditempatkan di perairan pantai pantai atau di
dalam pelabuhan, dan berfungsi memberikan informasi kepada kapal-kapal yang
bernavigasi di daerah sekitarnya mengenai lokasi-lokasi di pelabuhan, posisi alur
masuk dan alur keluar, tempat-tempat dangkal, lain-lain halangan di bawah air
beserta alur-alur pelayaran yang aman.
a. Suar Spot, adalah suatu alat penerang (lensa, lampu dsb) yang
mengeluarkan sorot sinar tak berputar, dipasang di atas bangunan sejenis
menara di sepanjang pantai atau pelabuhan yang berfungsi untuk
memberikan informasi kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar
daerah itu akan adanya benda-benda berbahaya dengan penyinaran atas
karang atau tempat-tempat dangkal yang bersangkutan.
24
b. Suar Penuntun (landing light), yaitu suatu alat penerang (lensa, lampu dsb)
yang mampu memberikan penerangan dengan sifat sinar tertentu, dipasang
diatas bangunan sejenis menara di dalam pelabuhan atau selat yang
berfungsi utuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang beriperasi
di alur-alur pelayaran yang sulit dan sempit di pelabuhan atau selat.
c. Suar Pengarah, yaitu suatu alat penerang yang yang mampu sekaligus
memberikan tiga jenis sinar yang berbeda dengan ciri tertentu. Dipasang
diatas bangunan sejenis menara di dalam pelabuhan atau selat yagn
berfungsi untuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang
beroperasi di alur-alur pelayaran yang sulit dan sempit dengan sinar putih
ditengah diapit oleh sinar hijau dan sinar merah.
d. Stasiun Rambu Radio Gelombang Menengah, yaitu perlengkapan radio
(transmiter, antena dan lain-lain) untuk menyiarkan sinyal-sinyal
(gelombang menengah) agar kapal-kapal yang dilengkapi dengan pencari
arah radio dapat memanfaatkan pancaran sinyal tersebut untuk
menentukan posisi.