0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan19 halaman

Pengertian dan Jenis Sistem File

Sistem file adalah sistem penyimpanan dan organisasi data dalam berkas, yang terdiri atas kumpulan berkas dan struktur direktori untuk mengatur informasi berkas."

Diunggah oleh

bagasadi2805
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan19 halaman

Pengertian dan Jenis Sistem File

Sistem file adalah sistem penyimpanan dan organisasi data dalam berkas, yang terdiri atas kumpulan berkas dan struktur direktori untuk mengatur informasi berkas."

Diunggah oleh

bagasadi2805
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM FILE DAN MEDIA PENYIMPANAN

Dosen Pengampu:
Anna Fitria, ST., MMSI

Disusun Oleh :

BAGAS ADI NUGROHO (10123224)

1KA31
STRUKTUR & ORGANISASI DATA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2024

I
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga Saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat
waktu. Tidak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ibu
Anna Fitria yang telah memberikan kesempatan kepada Saya untuk membuat makalah
ini.
Makalah ini merupakan rangkuman materi dari pertemuan minggu pertama
tentang Sistem File. Saya berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan
wawasan bagi pembaca. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami dapat
memperbaiki makalah ini di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan juga dapat
memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan. Terima kasih..

Tangerang 26 Oktober 2023

Bagas Adi Nugroho

II
DAFTAR ISI

Hlm
COVER…………………………………………………………………….. I
KATA PENGANTAR……………………………………………………... II
DAFTAR ISI……………………………………………………………….. III
BAB I: PENDAHULUAN 1
.1 Latar Belakang …………………………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………… 1
1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 2
BAB II: PEMBAHASAN 3
2.1 Pengertian Sistem File …………………………………………………. 3
A. Konsep Dasar Berkas ………………………………………………. 3
B. Istilah – Istilah Dasar Dalam System Berkas ……………………… 4
C. Jenis Berkas ……………………………………………………….. 6
D. Klasifikasi Data ……………………………………………………. 6
E. Klasifikasi File ……………………………………………………... 7
F. Organisasi File ……………………………………………………... 8
2.2 Jenis Media Penyimpanan File ………………………………………… 9
A. Magnetic Tape …………………………………………………… 9
B. Magnetic Disk ……………………………………………………… 11
BAB III: PENUTUPAN 14
3.1 Kesimpulan ……..………………………………..............................….. 14
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 15

III
BAB I
PENDAHULUAN
.1 Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, pengelolaan dan penyimpanan
data telah menjadi aspek yang semakin penting. Sistem file adalah salah satu elemen
kunci dalam infrastruktur teknologi informasi yang memungkinkan organisasi untuk
menyimpan, mengelola, dan mengakses data dengan efisien.

Dengan jumlah dan kompleksitas data yang terus berkembang di berbagai


bidang, seperti bisnis, ilmu pengetahuan, dan teknologi, penting untuk memahami
bagaimana struktur data yang efisien dapat membantu dalam pengelolaan data yang
besar dan beragam. Setiap organisasi memiliki kebutuhan yang unik dalam hal
penyimpanan dan manajemen data. Sistem file yang efektif harus dapat
mengakomodasi kebutuhan ini dengan memberikan fleksibilitas, kinerja, dan
keamanan yang sesuai. Desain struktur data dalam sistem file memiliki dampak besar
terhadap kinerja dan kehandalan sistem secara keseluruhan. Dengan memahami
prinsip-prinsip dasar struktur data dan organisasi data, kita dapat mengoptimalkan
sistem file untuk memenuhi kebutuhan spesifik organisasi dan aplikasi.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan data, termasuk


peningkatan volume data, kompleksitas data yang bertambah, kebutuhan akan
keamanan data, serta permintaan untuk akses data yang cepat dan efisien. Memahami
struktur dan organisasi data dalam sistem file dapat membantu mengatasi tantangan-
tantangan ini. Dalam era komputasi modern, di mana komputasi awan, big data, dan
analisis data menjadi semakin penting, sistem file tetap menjadi fondasi yang tak
terpisahkan. Pembahasan tentang struktur dan organisasi data dalam sistem file
menjadi relevan dalam konteks ini.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu sistem file?
2. Bagaimana konsep dasar berkas?
3. Apa saja istilah – istilah dasar dalam sistem berkas?

1
4. Apa saja jenis – jenis berkas?
5. Apa itu magnetic tape?
6. Apa itu magnetic disk?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Memahami apa itu sistem file
2. Memahami konsep dasar berkas
3. Mengetahui istilah – istilah dasar dalam sistem berkas
4. Mengetahui jenis – jenis berkas
5. Memahami Apa itu magnetic tape
6. Memahami Apa itu magnetic disk

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem File


Sistem berkas atau Pengarsipan yaitu suatu system untuk mengetahui bagai
mana cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file yang digunakan. Te
rdapat dua bagian penting dalam system berkas :
a. Kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data.
b. Struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai sel
uruh berkas dalam system.
A. Konsep Dasar Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pa
da penyimpanan sekunder. Dari sudut pandang pengguna, Berkas merupakan bagia
n terkecil dari penyimpanan logis, artinya data tidak dapat ditulis ke penyimpanan s
ekunder kecuali jika berada di dalam berkas. Berkas merepresentasikan program da
n data. Tipe file terdiri dari data baik data numeric, karakter maupun binary serta pr
ogram misalnya source program, object program dan executable program.

Informasi berkas :
a. Text file, yaitu urutan karakter yang disusun ke dalam baris – baris
b. Source file, yaitu Urutan subroutine dan fungsi yang nantinya akan dideklarasi
kan.
c. Object file, merupakan urutan byte yang diatur ke dalam blok-blok yang dikena
li oleh linker dari sistem.
d. Executable file, rangkaian code section yang dapat dibawa loader ke dalam
memori dan dieksekusi

Atribut pada berkas :


1. Nama
Merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang biasa dibaca
oleh manusia (human-readable form).
2. Type
Dibutuhkan untuk system yang mendukung beberapa type berbeda.
3. Lokasi

3
Merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut.
4. Ukuran (size)
Ukuran berkas pada saat itu, baik dalam byte, huruf atau pun blok.
5. Proteksi
Informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca, m
enulis dan mengeksekusi berkas.
6. Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna
informasi ini biasanya disimpan untuk Pembuatan berkas, Modifikas terakhir
yang dilakukan pada berkas, dan Penggunaan terakhir berkas.
B. Istilah – Istilah Dasar Dalam System Berkas
Data Representasi dari fakta yang dimodelkan dalam bentuk
gambar, kata, angka, huruf dan lain sebagainya.

Elemen salah satu nilai tunggal dengan satu petunjuk nama dan
data deskripsi karakteristik seperti tipe ( Char, nomor, kode ) dan
panjang karakter atau digit.

Item Referensi nama dan himpunan karekteristik elemen-elemen


data data yang menggambarkan suatu attribute, atau tempat
menyimpan setiap attribute dari sebuah entitas.

Entitas sekumpulan Objek yang terbatas / terdefinisikan yang


mempunyai karakteristik sama dan bisa di bedakan dari
lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau
suatu kejadian. Contoh : entitas mobil, mahasiswa, nilai
ujian dll.

Attribut Deskripsi data yang bisa mengidentifikasikan entitas.


Seluruh attribute harus cukup untuk menyatakan identitas
objek.

Field Lokasi penyimpanan untuk salah satu elemen data, atau


seuatu elemen yang memiliki attribute dan harga dan
merupakan unit informasi terkecil yang bisa diakses.

4
Record Lokasi penyimpanan yang terbuat dari rangkaian field yang
berisi elemen-elemen data yang menggambarkan beberapa
entitas.

File Sekumpulan record dari tipe tunggal yang berisi elemen –


elemen data yang menggambarkan himpunan entitas.

Akses Satu cara dimana suatu program mengakses secara fisik


data record-record dalam file penyimpanan.

Basis Kumpulan file yang digunakan oleh program aplikasi serta


data membentuk hubungan tertentu di antara record-record di
file-file tersebut.

Key Elemen record yang dipakai untuk menemukan record


tersebut pada waktu akses.

Jenis – jenis key :


1. Primary key
Field yang mengidentifikasikan sebuah record dalam file (bersifat unik).
2. Secondary key
yang mengidentifikasikan sebuah record dalam file (tidak bersifat unik).
3. Candidate key
Field-field yang bisa dipilih (dipakai) menjadi primary key.
4. Composite key
Primary key yang dibentuk dari beberapa field.
5. Foreign key
Field yang bukan key, tetapi adalah key pada file yang lain.

Operasi pada berkas :


 Membuat sebuah berkas
 Menulis pada sebuah berkas
 Membaca sebuah berkas
 Menempatkan kembali sebuah berkas

5
 Menghapus sebuah berkas
 Memendekkan berkas
C. Jenis Berkas
Jenis berkas Ekstensi Fungsi

Executable .exe, .com, .bat, .bin Program yang siap dijalankan

Objek .obj, .o Bahas mesin, kode


terkompilasi

Source Code .c, .cc, .pas, .java, .asm Kode asal dari berbagai bahasa

Batch .bat, .sh Perintah pada shell

Text .txt, .doc Data text, document

Pengolah Kata .wpd, .tex, .doc Format jenis pengolah data

Library .lib, .a, .dll Library untuk rutin program

Print, gambar .ps, .dvi, .gif Format ASCII atau biner untuk
dicetak

Archive .arc, .zip, .tar Beberapa berkas yang


dikumpulkan

D. Klasifikasi data
a. Kelompok data tetap
Kelompok data yang tidak mengalami perubahan, paling tidak dalam kurun
waktu yang lama. Contoh : Data pribadi mahasiswa.
b. Kelompok Data Tak Tetap
Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan. Contoh : Data rencana
studi mahasiswa.
c. Kelompok data yang bertambah menurut waktu
Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi dari kelompok data
tetap dan data tak tetap. Contoh : Data transkrip.

6
E. Klasifikasi file
a. Master file
Adalah file yang berisi data yang relatif tetap.
Ada 2 jenis Master File :
1. Reference Master File;
File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah.
Contoh : Berkas pelanggan yang berisi field nomor rekening, nama dan alamat.
2. Dynamic Master File
File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu
atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
Contoh : Berkas stock barang, Berkas pemesanan tempat duduk
b. Transaction file
Adalah file yang berisi record-recod yang akan memperbaharui / update
record-record yang ada pada master file. Update dapat berupa : Penambahan
record, penghapusan dan perbaikan record
c. Report file
Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user. File
tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar.
d. Work file
Merupakan file sementara dalam sistem. Suatu work file merupakan alat untuk
melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. Biasanya
file ini dibuat pada waktu proses sortir.
e. Program file
Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan
disimpan pada file lain / pada memori utama.
f. Text file
Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan
oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text
editor.
g. Dump file

7
Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat
tentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diproses
atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.
h. Library file
Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program
utilitas atau program lainnya.
i. History file
File ini merupakan tampat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan
transaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini
terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang terjadi.
F. Organisasi File
a. Organisasi File Sequential
Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, recordrecord
direkam secara berurutan. Contoh : Lagu yang ada dikaset.
b. Organisasi File Relative
Suatu berkas yang mengidentifikasikan record dengan key yang diperlukan.
Record tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai key. Tidak perlu
mengakses record secara berurutan (consecutive). Sebaiknya disimpan dalam
Direct Access Storage Device (DASD) seperti magnetic disk/drum. Contoh :
Lagu yang ada pada CD (Compact Disk).
c. Indexed Sequential
salah satu cara yang efektif untuk mengorganisasi kumpulan record-record
yang membutuhkan akses record secara sequential maupun secara individu
berdasarkan nilai key. Contoh : Mencari arti kata dalam kamus.
d. Multi – Key
Organisasi yang dapat mempunyai sebuah file yang di akses dengan banyak
cara. Contoh : Sistem perbankan yang memiliki banyak pemakai.

Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :

1. Direct Access
suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record
yang ada. Contoh : Magnetic Disk.

8
2. Sequential Access
suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di
depannya. Contoh : Magnetic Tape.
2.2 Jenis media penyimpanan file
A. Magnetic Tape
Magnetic tape adalah sebuah media penyimpanan tipe lama yang cara
kerjanya seperti media kaset tape recorder. Media penyimpanan magnetic tape
terbuat dari bahan magnetic yang dilapiskan ke pita yang mirip pita kaset. Data
yang tersimpan di sana tidak akan bisa diedit atau diubah lagi. Magnetic tape
mempunyai kecepatan putar sebesar 18,75-200 inci per detik, dan satu rol nya
dapat menyimpan data setara dengan 10.000 punch card.
a. Representasi Data Magnetic Tape
data digital pada pita magnetik direkam dengan media tape recorder secara
berurutan menggunakan drive khusus untuk masing-masing jenis pita magnetik
sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan peroksida. Magnetisasi positif
menyatakan 1 bit dan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya.
b. Parity Dan Error Control Magnetic tape
Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan pada pita magnetik adalah dengan
parity check.
Jenis Parity Check adalah
 ODD PARITY (Parity Ganjil)
Jika data direkam dengan menggunakan odd parity, maka jumlah 1 bit
yangmerepresentasikan suatu karakter adalah [Link] jumlah 1 bitnya sudah
ganjil, maka parity bit yang terletak pada track ke9 adalah 0 bit, akan tetapi jika
jumlah 1 bitnya masih genap maka paritybitnya adalah 1 bit.
 EVEN PARITY (Parity Genap)
Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity, maka jumlah 1 bit
yang merepresentasikan suatu karakter adalah genap jika jumlah 1 bitnyasudah
genap, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akantetapi jika
jumlah 1 bitnya masih ganjil maka parity bitnya adalah 1 bit.
c. Sistem Block Magnetic Tape

9
 Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu grup karakter disebut
block. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer
antara secondary memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah
block dapat terdiri dan satu atau lebih record. Sebuah block dapat
merupakan physical record
 Di antara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai gap inter block gap.
d. Menghitung Kapasitas Penyimpanan Magnetic tape
Akan dibandingkan berapa banyak record yang disimpan dalam tape bila :
1 block berisi 1 record
1 record = 100 charakter ; dengan
1 block berisi 20 record
1 record = 100 charakter
Panjang tape yang digunakan adalah 2400 feet, density 6250 bpi dan panjang
gap 0.6 inch.
2400∙ 12
1. 1 ∙100 +0.6 ∙ 1 ¿ 46753 block /tape
6250
2400 ∙12
2. 20 ∙ 100 + 0.6 ∙1 ¿ 31304 block /tape
6250
Jadi tape tersebut berisi ¿ 20 ∙31304=626.080record
e. Menghitung Waktu Akses Magnetic Tape
Misalkan data dicatat pada densitas 6250 byte per inch, celah antar rekaman 0.75
inch dan pita mempunyai panjang 2400 feet, serta kecepatan pemindahan data
200 inch/detik danwaktu yang dibutuhkan untuk melewati celah antar rekaman
0.15 detik. Panjang satu catatan 100 byte Jawab :
2400 ∙ 12
¿ =37598 record
Banyaknya catatan 100
+0.75
6250
37598
Waktu akses ¿ +37598 ∙ 0.5=5829 detik=1.62 jam
200
f. organisasi file dan metode akses.
Untuk membaca atau menulis pada suatu magnetic tape adalah secara sequential.
Artinya untuk mendapatkan tempat suatu data maka data yang didepannya harus

10
dilalui terlebih dahulu. Maka dapat dikatakan organisasi data pada file didalam
tape dibentuk secara sequential dan metode aksesnya juga secara sequential.
g. Keuntungan Dan Keterbatasan Penggunaan Magnetic Tape
Keuntungan menggunakan magnetic tape adalah sebagai berikut:
 Panjang pita yang ukurannya 600, 800 m bahkan lebih, memungkinkan
panjang rekaman durasi tidak terbatas.
 Kepadatan data tinggi.
 Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah.
 Sangat efisien bila semua atau kebanyakan record dan sebuah tape file
memerlukan pemrosesan seluruhnya.

Kekurangan magnetic tape adalah sebagai berikut:


 Akses langsung terhadap record data lambat.
 Kurang ramah lingkungan.
 Memerlukan penafsiran terhadap mesin.
 Proses pembacaan data dilakukan secara linier, satu per satu, dimulai dari
data yang berada di urutan terdepan.
B. Magnetic Disk
Disk magnetik adalah perangkat penyimpanan yang menggunakan proses
magnetisasi untuk menulis, menulis ulang, dan mengakses data. Itu ditutupi
dengan lapisan magnetik dan menyimpan data dalam bentuk trek, titik, dan
sektor. Hard disk, zip disk, dan floppy disk adalah contoh umum dari disk
magnetik.
a. Karakteristik Secara Fisik Magnetic Disk
Cakram magnetik adalah pelat atau pelat bundar dari plastik atau logam yang
dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi seperti oksida besi pada kedua
sisinya. Data dicatat pada permukaan disk dalam bentuk bintik-bintik magnet
kecil yang tidak terlihat (dilambangkan dengan 1s) atau bintik-bintik non-
magnetik (dilambangkan dengan 0s). Sebuah kumparan penghantar, dinamakan
Kepala, melakukan tugas membaca dan menulis pada permukaan piringan
magnet. Biasanya, head tetap diam sedangkan disk berputar di bawahnya untuk
operasi membaca atau menulis. Permukaan disk dikategorikan ke dalam

11
sejumlah lingkaran konsentris yang dikenal sebagai track. Jumlah trek berubah
dari disk ke disk. Setiap jalur selanjutnya dikategorikan ke dalam sektor. Setiap
sektor disk diberi nomor unik. Masing-masing sektor mempunyai kapasitas yang
sama.
b. Representasi Data Dan Pengalamatan Magnetic Disk
Data pada disk juga di block seperti data pada magnetic tape pemanggilan
sebuah block adalah banyaknya data yang diakses pada sebuah storage
[Link] dari disk dipindahkan ke sebuah buffer pada main storage computer
untuk diakses oleh sebuah program.
Ada 2 teknik dasar untuk pengalamatan data yang disimpan pada disk :
1. Metode silinder
pengalamatan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan nomor
[Link] track dari disk pack membentuk suatu silinder bagian nomor
permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record
yang [Link] dari nomor record menunjukkan letak record pada
track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan.
2. Metode sektor
setiap track dari pack dibagi kedalam sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage
area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya berdasarkan
nomor sektor, nomor track, nomor permukaan.
Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama
meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan
penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track.
Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat
ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder)
pada file.
c. Organisasi File Dan Metode Akses Magnetic Disk
Untuk membentuk suatu berkas di dalam magnetik disk bisa dilakukan secara
sequential, index-sequential ataupun direct. Sedangkan untuk mengambil suatu
data dari berkas yang disimpan dalam disk, bisa dilakukan secara langsung
dengan menggunakan direct access method atau dengan sequential access
method (secara sequential).

12
d. Keuntungan Dan Keterbatasan Penggunaan Magnetic Disk
Keuntungan menggunakan magnetic disk adalah sebagai berikut:
 Sebuah alat memori yang murah.
 Data dapat diakses dengan cepat dan langsung.
 Mampu menyimpan volume data yang sangat besar.
 Mengangkut data yang lebih cepat dibanding pita magnetik.
 Jika dibandingkan dengan pita, disk magnetik ini tidak terlalu rentan
terhadap kerusakan data.
 Disk magnetik dapat digunakan untuk menyimpan data daring dan luring.
 Sistem disk magnetik biasanya memiliki kecepatan transfer data yang lebih
cepat dibanding sistem pita.

Kekurangan magnetic disk adalah sebagai berikut:


 Harganya lebih murah dari pada RAM tetapi lebih mahal dari pada pita
magnetik.
 Harus disimpan pada tempat yang bersih dan bebas debu.
 Tidak memungkinkan adanya akses berurutan
 Ketika drive disk atau disk gagal, semua datanya akan hilang.
 Keamanan informasi sulit dipertahankan.
 Tidak cocok untuk perangkat yang memerlukan akses berurutan, lebih
coock untuk akses langsung atau acak.

13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Makalah ini telah membahas Sistem File dalam berbagai aspek, mulai dari konsep
dasar hingga istilah – istilah dasar dalam sistem file, jenis file, klasifikasi file, dan
organisasi file, serta jenis media penyimpanan, yaitu Magnetik Tape dan Magnetic
Disk. Dalam proses pembelajaran, beberapa kesimpulan penting dapat ditarik:
1) Sistem berkas atau Pengarsipan yaitu suatu system untuk mengetahui bagaimana
cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file yang digunakan.
2) Berkas merupakan bagian terkecil dari penyimpanan logis, artinya data tidak
dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada di dalam berkas.
3) Klasifikasi data dibagi menjadi tiga, yaitu kelompok data tetap, kelompok data
tak tetap, kelompok data yang bertambah menurut waktu.
4) Klasifikasi file dibagi menjadi master file, transaction file, report file, work file,
program file, text file, dump file, library file, history file.
5) Terdapat 4 organisasi file yaitu, organisasi file sequental, organisasi file relative,
indexed sequental, multy-key. Dan terdapat 2 cara pengaksesan file, yaitu direct
access dan sequental access.
6) Mengetahui representasi data, parity dan error control, sistem block, perhitungan
kapasitas penyimpanan dan waktu akses, organisasi file dan metode akses,
keuntungan dan keterbatasan magnetic tape.
7) Mengetahui tentang karakteristik fisik, representasi data dan pengalamatan,
organisasi file dan metode akses, keuntungan dan keterbatasan magnetic disk.

14
DAFTAR PUSTAKA
Nasution, E. P. (2021, February 23). Magnetic Tape Adalah - Pengertian, Cara Kerja &

Jenisnya. Tutorian21. [Link]

Septiana, N. (2015). MAKALAH ORGANISASI BERKAS PADA MAGNETIC DISK. www .

[Link]. [Link]

SI_BERKAS_PADA_MAGNETIC_DISK

Rouse, M. (2023, March 15). Magnetic disk. Techopedia. [Link]

definition/8210/magnetic-disk

Magnetic tape. (n.d.). [Link]

Cikha, C. (n.d.). Representasi data. Scribd. [Link]

esentasi-Data

MAGNETIC DISK AND TAPE. (2010, July 1). The Herman Thahir’s Blog. [Link]

[Link]/2010/07/01/magnetic/

Apa itu disk magnetik? bagaimana cara kerjanya? (n.d.). [Link]

[Link]/hard-drive/[Link]

What are the physical characteristics of magnetic disks, Database Management System.

(n.d.). [Link]

[Link]

15
16

Anda mungkin juga menyukai