GALVANOMETER
1. Sejarah Di temukannya Galvanometer
“Galvanometer adalah alat ukur listrik kumparan putar yang digunakan untuk mengukur kuat
arus dalam orde µA.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik
yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung
Namun Galvanometer dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial
listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada
voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt).
Sejarah galvanometer dapat ditelusuri kembali pada tahun 1820, ketika fisikawan Denmark-
Hans Christian Oersted mencatat bahwa jarum magnetik akan dibelokkan ketika mengalami
kontak dengan arus listrik. Ketika sebuah arus listrik yang lewat melalui konduktor, maka
jarum magnetis cenderung berbelok ke kanan di sudut menuju konduktor, sehingga dengan
arah yang paralel dengan baris induksi sekitar konduktor dan utara tiang poin dalam arah
yang ini baris induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum bergerak adalah
bergantung pada kekuatan yang sekarang. Dalam galvanometers pertama, jarum magnetis
yang berputar bebas adalah hung dalam lilitan dari kawat. Pengamatan oleh Oersted
kemudian menjadi prinsip dasar dari kerja sebuah galvanometer. Pada tahun yang sama,
fisikawan Jerman – Johann Schweigger bekerja dengan prinsip ini, dan dengan kemunculan
galvanometer pertama. Hak untuk penemuan galvanometer bergerak-kumparan pertama,
yang banyak digunakan saat ini, jatuh pada fisikawan Prancis – Jacques Arsene D’Arsonval.
Beberapa tahun kemudian, Edward Weston cukup membuat beberapa perubahan untuk
desain ini, dan melakukan improvisasi.”
Prinsip Kerja Galvanometer
Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus tetapi dalam mengukur kuat arus
listrik galvanometer bekerja berdasarkan prinsip bahwa sebuah kumparan yang dialiri arus
listrik dapat berputar ketika diletakkan dalam satu daerah medan magnetic. Pada dasarnya
kumparan terdiri dari banyak lilitan kawat. Sebuah galvanometer yang digantungkan pada
kumparan, kopel magnetic akan memutar kumparan seperti yang telah kita ketahui kumparan
hanya dapat berputar maksimal seperempat putaran kedudukan kumparan tegak lurus
terhadap medan magnet.
Cara kerja galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas, maka
kumparannya tidak berputar. Karena muatan dalam magnet dapat berubah, karena arus listrik
yang mengalir didalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah tetapi
prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.
Cara kerja galvanometer yaitu berputanya kumparan karena munculnya dua gaya
Lorentz sama besar tetapi berlawan arah. Yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling
berhadapan. Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk selinder membentuk
satu kumparan, dan diletakkan diantara kutub-kutub sebuah magnet permanen. Arus listrik
memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang diatas dan
dibawah kumparan, maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan
mengalami gaya Lorentz yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebabkan
kumparan berputar jarum untuk menunjukkan pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan
oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur.
Teori Galvanometer
Galvanometer selalu berorientasi sehingga letak kumparan selalu paralel dengan garis
magnetik meridian lokal, yang tak lain adalah komponen horisontal BH dari medan magnetik
bumi. Saat arus mengalir melalui kumparan galvanometer, medan magnet lain (B) tercipta
dan posisinya tegak lurus dengan kumparan. Kekuatan medan magnetnya dirumuskan
sebagai:
Dimana
I adalah arus dalam satuan ampere,
n adalah jumlah lilitan kumparan
r adalah jari-jari kumparan.
Kedua medan magnet yang saling tegak lurus akan menghasilkan resultan secara vektor dan
jarum penunjuk akan menunjuk arah resultan kedua vektor tersebut dengan sudut:
Dari hukum tanget, , dengan kata lain.
atau
atau , dimana K disebut sebagai faktor reduksi dari tangen galvanometer.
Salah satu masalah dengan tangen galvanometer adalah resolusi degradasinya berada pada
arus tinggi dan arus rendah (coba lihat grafik tangen). Resolusi maksimum didapatkan saat θ
bernilai 45°. Saat nilai θ dekat dengan 0° atau 90°, perubahan prosentase signikikan di aliran
arus akan mengakibatkan jarum bergerak beberapa derajat.