Pengaruh E-Learning pada Motivasi Fisika
Pengaruh E-Learning pada Motivasi Fisika
ABSTRACT
On this paper we are trying to investigate the effect of e-learning to the motivation
achievement and affectivity of learning process of Physics subject on 1st Depok High School.
Using experimentally explanation quantitative method we success to collect the sample in order
to perform analysis. The result is e-learning could enhance the motivation of students to learning
the Physics subject much actively.
ABSTRAK
Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana pola
pembelajaran e-learning berperan dalam memfasilitasi pengajaran dan pembelajaran disiplin
ilmu Fisika bagi siswa SMA Kelas X. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini akan
menjadi suatu parameter atau pembanding antara efektifitas pengajaran dan pembelajaran
Fisika konvensional dengan pola pembelajaran Fisika berbasiskan e-learning bagi siswa SMA
Kelas X.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksplanasi
eksperimen, yaitu metode yang menggunakan sampel penelitian untuk dilakukan generalisasi
terhadap populasi. Metode ini digunakan karena dianggap sangat efektif untuk pengumpulan
data guna pengukuran pengaruh atau efektivitas suatu alat, media atau kondisi tertentu.
Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa penggunaan e-learning dalam proses
pembelajaran dapat me ningkatkan motivasi belajar siswa sehingga menumbuhkan semangat
siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan mampu mendorong
siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih tinggi.
I. PENDAHULUAN
Faktor utama yang melatarbelakangi penulisan ini adalah kesulitan siswa SMA dalam
mempelajari Fisika dan adanya hipotesa bahwa pola pembelajaran e-learning merupakan alternatif
solusi yang menjanjikan untuk menggantikan pola pengajaran konvensional di kelas dalam
mempe lajari mata pelajaran F isika bagi siswa SMA.
113
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Secara garis besar, setiap disiplin ilmu dapat ditunjang dengan suatu pembelajaran yang
berbasiskan e-learning. Namun demikian, persoalan bagaimana atau sejauh mana e-learning dapat
menunjang pembelajaran suatu disiplin ilmu pada akhirnya akan kembali kepada kekhasan sifat
yang dimiliki oleh masing-masing disiplin ilmu. Fisika adalah suatu disiplin ilmu eksakta yang
mempelajari tentang pola fenomena fisik alam dalam bentuk peristiwa-peristiwa yang berkaitan
dengan sifat dan gejala-gejala materi abiotik. Pokok-pokok bahasan utama yang secara
komprehensif dibahas dalam bidang studi IPA SMA antara lain mekanika, kalor, getaran,
gelombang dan bunyi, cahaya, listrik dan magnet, bumi, tata surya dan angkasa luar, serta Fisika
modern. Masing-masing pokok bahasan memiliki beberapa materi subpokok dengan tingkat
kompleksitas dan penjabaran konsep yang relatif berbeda yang harus didukung oleh hasil-hasil
eksperimen. Hasil-hasil eksperimen juga digunakan untuk eksplorasi informasi-informasi yang
diperlukan untuk membentuk teori lebih lanjut [5]. Data -data statistik di lapangan menunjukkan
adanya suatu opini publik bahwa mata pelajaran Fisika merupakan momok yang ditakuti oleh siswa
SMA IPA sekaligus mata pelajaran yang kurang diminati. Karena seluruh materi yang ada di pokok
bahasan Fisika merupakan suatu ABSTRAKsi atas fenomena alam yang membutuhkan
penerjemahan-penerjemahan perspektif dan dimensional, merupakan suatu hal yang relatif sulit
bagi pengajar untuk menyampaikan materi dengan hanya melalui metode konvensional di kelas saat
ini yang masih terpaku pada media pembelajaran statis dua dimensi, yaitu buku. Akibatnya,
motivasi dan efektivitas siswa SMA IPA dalam mempelajari Fisika tidak dapat dibina secara
optimal karena relatif rendahnya tingkat pemahaman dan ketertarikan siswa yang bersangkutan
dalam mempelajari fisika.
Berangkat dari persoalan di atas, maka diperlukan suatu alternatif metode pembelajaran yang
bersifat lebih menunjang aktivitas pembelajaran Fisika di SMA sekaligus membangkitkan semangat
dan motivasi siswa sebagai peserta didik. E-learning yang merupakan perangkat elektronik yang
dinamis dan penuh kemudahan adalah solusi yang paling prospektif. E-learning dipercaya dapat
mempengaruhi motivasi belajar peserta didik dengan tipe belajar yang berbeda-beda, baik audio,
visual, terlebih lagi peserta didik dengan tipe pembelajaran audio-visual. Menilik berbagai argumen
tersebut di atas maka sistem pembelajaran yang berbasiskan e-learning secara kausatif dapat
dipandang sebagai suatu alternatif solusi yang tepat dalam konteks pengoptimalan proses belajar.
Dalam hal ini, pengoptimalan proses belajar diindikasikan dari adanya peningkatan motivasi dan
efektivitas belajar dalam diri siswa atau peserta didik.
114
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
konvensional. Terkait dengan fungsinya sebagai suplemen penunjang metode pembelajaran
konvensional, terdapat berbagai elemen yang terdapat dalam sistem e-learning, antara lain:
• Soal-soal
Materi dapat disediakan dalam bentuk modul, adanya soal-soal yang disediakan dan hasil
pengerjaannya dapat ditampilkan.
• Komunitas
P ara pelajar dapat mengembangkan komunitas online untuk memperoleh dukungan dan berbagai
informasi yang saling menguntungkan.
• Pengajar online
P ara pengajar selalu online untuk memberikan arahan kepada para pelajar, menjawab pertanyaan
dan membantu dalam diskusi.
• Kesempatan bekerja sama
Adanya perangkat lunak yang dapat mengatur pertemuan online sehingga belajar dapat
dilakukan secara bersamaan atau realtime tanpa kendala jarak.
• Multimedia
P enggunaan teknologi audio dan video dalam penyampaian materi sehingga menarik minat
dalam belajar seperti telepon, voice mail telephone, radio, audio, televisi, videotape, video text,
video messaging.
117
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Kualifikasi nilai i1 0.85 Valid
i2 0.77 Valid
i3 0.8 Valid
Penyelesaian tugas PR j1 0.74 Valid
j2 0.86 Valid
j3 0.81 Valid
j4 0.88 Valid
j5 0.75 Valid
Menggunakan kemampuan di luar jam pelajaran k1 0.8 Valid
k2 0.73 Valid
k3 0.76 Valid
k4 0.88 Valid
k5 0.9 Valid
Berdasarkan tabel validitas item pertanyaan kuesioner di atas dimana rhitung > rtabel , berarti semua
item pertanyaan dianggap valid dan dapat digunakan mengumpulkan data dalam penelitian.
Berdasarkan data olahan tiap-tiap indikator di atas, maka untuk menguji apakah korelasi
tersebut signifikan atau tidak, maka hasil r11 dapat dibandingkan dengan rtabel dengan taraf
signifikansi a = 0,05 dan dk = 63 – 2 =61, maka diperoleh rtabel = 0,224. Kaidah keputusan : Jika
rhitung denagn rtabel . Jika r11 > rtabel , berarti reliabel. Dan jika r11 < rtabel , berarati tidak reliabel.
Artinya seluruh item-item pada kuesioner dinyatakan reliabel, jika r11 > rtabel . Kuesioner ini layak
digunakan sebagai instrumen pengumpulan data guna mengetahui apakah terdapat peningkatan
motivasi belajar pada siswa yang menggunakan e-Learning.
119
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Tabel 4.3 Total Nilai Rata-rata Jawaban Item Pertanyaan.
One -Sample Statistics
95% Confidence
Sig.(2- Mean Std. Error Interval of the
F Sig. t df
tailed) Difference Difference Difference
Lower Upper
Equal
test variances ,053 ,818 -10,668 128 ,000 -6,794 ,637 -8,054 -5,534
assumed
Equal
variances -10,697 127,91 ,000 -6,794 ,635 -8,051 -5,537
not assumed
120
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa harga F = 0,053 dengan tingkat signifikansi
0,813. Dengan demikian, probabilitas 0,813 > 0,05. Kenyataan ini menunjukkan bahwa
sesungguhnya kedua varians adalah sama. Dari harga t pada Equal Varians assumed yakni -10,668
dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan demikian probabilitas 0,000 < 0,05. Kenyataan ini
menunjukkan bahwa nilai rata-rata konvensional berbeda dengan nilai rata-rata E-Learning. Untuk
membuktikannya harus dicek pada bagian I. Dimana nilai rata-rata konvensional adalah 73,25
sedangkan nilai rata-rata e-Learning adalah 80,05. Dengan demikian, penggunaan e-Learning
dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas belajar (nilai siswa).
4.6 Uji Hipotesis III
Motivasi Efektivitas
Motivasi Pearson Correlation 1 ,099
N 63 63
Efektivitas Pearson Correlation ,099 1
Sig. (2-tailed) ,210 .
N 63 63
Berdasarkan Tabel 4.7, besarnya hubungan antara variabel motivasi dengan variabel efektivitas
yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,099 atau (r = 0,099). Berdasarkan perhitungan di
atas, didapat ttabel = 0,254. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel atau 0,777 > 0,254 signifikan, artinya
terdapat korelasi yang signifikan antara variabel motivasi dengan variabel efektivitas. Hal ini
menunjukkan pengaruh yang kuat hubungan subtansial antara variabel motivasi dan variabel
efektivitas. Atau dengan kata lain, makin tinggi motivasi belajar siswa (naik) makin tinggi pula
efektivitas belajarnya (naik).
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan serta kajian pustaka yang telah dibahas
terdahulu, dari hasil penelitian ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ada perbedaan yang
signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan e-lea rning dalam proses pembelajaran
dengan hasil belajar siswa yang menggunakan cara konvensional dalam proses pembelajaran.
Dalam hal ini, peningkatan motivasi belajar secara signifikan ditemukan pada siswa yang
menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian dapat dirumuskan bahwa
ada korelasi yang signifikan antara motivasi dengan peningkatan hasil belajar pada siswa
menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran.
Merujuk pada kesimpulan di atas dapat dinyatakan bahwa penggunaan e-learning dalam proses
pembelajaran dapat meningkatakan motivasi belajar siswa sehingga menumbuhkan semangat siswa
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan mampu mendorong siswa untuk
mencapai hasil belajar yang lebih tinggi.
121
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
DAFTAR PUSTA KA
[1]. Mcleod, R., Jr, 1997. Sistem Informasi Manajemen, Jilid 2 edisi ketujuh , PT Prehalindo
Jakarta
[2]. Purwo [Link].2001, "Teknologi e-Learning , PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
[3]. Mayub, A, 2005, " e-Learning Fisika Berbasis Macromedia Flash MX, Edisi Pertama Graha
Ilmu Yogyakarta. h 2, Ibid .,h 7
[4]. Sutrisno, 1993, Fisika Komputasi dan Kurikulum Inti Pendidikan Sarjana Fisika dan Sarjana
Pendidikan Fisika :" Jurusan Fisika ITB, Bandung
[5]. Mayub, A, [Link], h 65
[6]. Turban, E, dkk,2005 Sistem Pendukung Keputusan dan Sitem Cerdas, Jilid 2 edisi 7 Penerbit
Andi h.1014
[7]. Soekarwati (2002a), e-Learning: A new Strategy for Enhancing Greater Learning
Opportunities in Indonesia. Invited paper presented in the International Seminar on
’Cooperatives Program on Excahange Experiences, Expoertise, Information, Science and
Technology in Southeast Asia’, Jakarta, Indonesia.
[8]. Bullen, M. (2001), E-Learning and the Internationalization Education, Malaysian Journal of
Educational Technology,
[9]. Loftus, Margaret. 2001. But What’s It like? Special Report on -Learning . (Diakses 20 Agustus
2006). h 9, Ibid. H.112
[10]. Tucker, Bill. 2000. E-learning and Non -Profit Sector, White Paper Discussion of the Potential
of E-Learning to Improve Non-Profit management Training, Washington, SmarterOrg, Inc.,
(sumber dari internet: [Link]).
[11]. Lewis, Diane E. 2002. “A Departure from Training by the Book, More Companies Seeing
Benefits of E-Learning”, The Boston Globe, Globe Staff, 5/26/02 (sumber Internet:
[Link]
[12]. Allan J. Henderson 2003,55 The e-learning Question and Answer Book, Amacom Div.
America Mgmt Assn
[13]. Anonymous (2000). The Dakar Framewoek for Action Education for All, World Education
Forum, Dakar, Sinegal,
[14]. Rosenberg 2001,121 E Learning: Strategies for Delivering Knowledge in the. Digital Age,
New York 2001.
[15]. Wulf, K. (1996). Training via the Internet: Where are We? Training and Development 50 No.
5. (sumber dari Internet: 20 September 2002).
[16]. Siahaan, Sudirman. 2002. “Studi Penjajagan tentang Kemungkinan Pemanfaatan Internet
untuk Pembelajaran di SLTA di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya” dalam Jurnal Pendidikan
dan Kebudayaan, Tahun Ke-8, No. 039, November 2002. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan-Departemen Pendidikan Nasional.
[17]. Sardiman, A.M. 1986, Interaksi dan motivasi relajar mengajar. Jakarta: Rajawali.
[18]. Herzberg, F. 1986. Work and the Nature of Man. New York: World Publishing Co Hersey
1986],82
[19]. Hardhono, A.P. 2002. Potensi Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam mendukung
Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia dalam Jurnal Pendidikanterbuka dan
Jarak Jarauh Vol. 3, No. 1Maret 2002. Tangerang : Pusat Studi Indonesia, Lembaga Penelitian
Universitas Terbuka.h 56
[20]. Lewis, Diane E. 2002. [Link].h.78
[21]. Hardhono, A.P [Link].h.77
122
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
[22]. Pethokoukis, James M. 2002. E -Learn and Earn.
[Link] (Diakses 20 Agustus
2006)
[23]. Brown, Mary Daniel. 2000. Education World: Technology in the Classroom: Virtual High
Schools, Part 1, The Voices of Experience.
[Link] 16 September 2006) .75
[24]. Gibbon, Heather S. 2002. Process for Motivating Online Learnes from Recruitment through
Degree Completion. Brenau University. [sumber dari internet 20 september 2006]
[25]. McCracken, Holly. 2002. “The Importance of Learning Communities in Motivating and
Retaining Online Learners”. University of Illinois at Springfield. H.75
[26]. Pethokoukis, James M. 2002 [Link].h 150
[27]. Ibid. h .170
[28]. Daniel, Sir John. 2000. Inventing the Online University. An Address on the occasion of the
opening of the Open University of Hong Kong Learning Center on 4 December 2000, in Hong
Kong.
[29]. Alhabshi, Syed Othman. (2002). “e-Learning: A Malaysian Case Study”. A Paper presented
at the Africa-Asia Workshop on Promoting Cooperation in Information and Communication
Technologies Development, organized by United Nations Development Program (UNDP) and
the Government of Malaysia at the National Institute of Public Administration (INTAN) on 26
March 2002, in Kuala Lumpur.
[30]. Anggoro , Mohammad Toha, Tutorial Elektronika melalui internet dan Fax Internet dalam
jurnal pendidikan Terbuka dan jarak jauh, Volume 2, No, 1, Maret [Link]:
Universitas Terbuka
[31]. Prabandari 1998, Process Evaluation of Internet-based Education on Hospital and Health
Service Management at Gajah Mada University, Yogyakarta, A Paper presented in the 4th
International Symposium on open and Distance Learning.
[32]. Wildavsky, Ben. 2001. “Want More From High School?” Special Report: E-Learning
10/15/01, Sumber: [Link]
[33]. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: PT Kencana, 2005.h. 25
[34]. Ibid.h. 35
[35]. Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Cetakan ke -3, Yogyakarta: Rineca Cipta , 2005
[36]. Burhan Bungin [Link].h.50
[37]. Santoso, Singgih , Statistik Non Parametrik, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001
[38]. Ibid.h. 92
[39]. Bangun 2005.146
[40]. Santoso, Singgih 2001 [Link].h.50.
123