0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Pengaruh E-Learning pada Motivasi Fisika

Tulisan ini membahas pengaruh metode pembelajaran elektronik (e-learning) terhadap motivasi dan efektivitas pembelajaran fisika pada siswa SMA Negeri 1 Depok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanasi eksperimen untuk mengukur dampak penggunaan e-learning. Hasilnya menunjukkan bahwa e-learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendorong pencapaian hasil belajar yang lebih baik

Diunggah oleh

Alfrinda Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Pengaruh E-Learning pada Motivasi Fisika

Tulisan ini membahas pengaruh metode pembelajaran elektronik (e-learning) terhadap motivasi dan efektivitas pembelajaran fisika pada siswa SMA Negeri 1 Depok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanasi eksperimen untuk mengukur dampak penggunaan e-learning. Hasilnya menunjukkan bahwa e-learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendorong pencapaian hasil belajar yang lebih baik

Diunggah oleh

Alfrinda Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS

Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483

STUDI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ELEKTRONIK


TERHADAP MOTIVASI DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN
FISIKA (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 DEPOK)
Ali Hidayat 1, Septi Andryana2
1
SMA Negeri 1 Depok, Jl. Nusantara Raya – Depok
2
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika, Universitas Nasional
Jl. Sawo Manila, Pejaten Pasar Minggu No.61, Jakarta 12520
E-mail: ict@[Link]

ABSTRACT

On this paper we are trying to investigate the effect of e-learning to the motivation
achievement and affectivity of learning process of Physics subject on 1st Depok High School.
Using experimentally explanation quantitative method we success to collect the sample in order
to perform analysis. The result is e-learning could enhance the motivation of students to learning
the Physics subject much actively.

Keyword: e-learning, motivation, experimentally explanation quantitative

ABSTRAK

Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana pola
pembelajaran e-learning berperan dalam memfasilitasi pengajaran dan pembelajaran disiplin
ilmu Fisika bagi siswa SMA Kelas X. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini akan
menjadi suatu parameter atau pembanding antara efektifitas pengajaran dan pembelajaran
Fisika konvensional dengan pola pembelajaran Fisika berbasiskan e-learning bagi siswa SMA
Kelas X.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksplanasi
eksperimen, yaitu metode yang menggunakan sampel penelitian untuk dilakukan generalisasi
terhadap populasi. Metode ini digunakan karena dianggap sangat efektif untuk pengumpulan
data guna pengukuran pengaruh atau efektivitas suatu alat, media atau kondisi tertentu.
Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa penggunaan e-learning dalam proses
pembelajaran dapat me ningkatkan motivasi belajar siswa sehingga menumbuhkan semangat
siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan mampu mendorong
siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih tinggi.

Kata Kunci: e-learning, e fektivitas, motivasi

I. PENDAHULUAN

Faktor utama yang melatarbelakangi penulisan ini adalah kesulitan siswa SMA dalam
mempelajari Fisika dan adanya hipotesa bahwa pola pembelajaran e-learning merupakan alternatif
solusi yang menjanjikan untuk menggantikan pola pengajaran konvensional di kelas dalam
mempe lajari mata pelajaran F isika bagi siswa SMA.

113
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Secara garis besar, setiap disiplin ilmu dapat ditunjang dengan suatu pembelajaran yang
berbasiskan e-learning. Namun demikian, persoalan bagaimana atau sejauh mana e-learning dapat
menunjang pembelajaran suatu disiplin ilmu pada akhirnya akan kembali kepada kekhasan sifat
yang dimiliki oleh masing-masing disiplin ilmu. Fisika adalah suatu disiplin ilmu eksakta yang
mempelajari tentang pola fenomena fisik alam dalam bentuk peristiwa-peristiwa yang berkaitan
dengan sifat dan gejala-gejala materi abiotik. Pokok-pokok bahasan utama yang secara
komprehensif dibahas dalam bidang studi IPA SMA antara lain mekanika, kalor, getaran,
gelombang dan bunyi, cahaya, listrik dan magnet, bumi, tata surya dan angkasa luar, serta Fisika
modern. Masing-masing pokok bahasan memiliki beberapa materi subpokok dengan tingkat
kompleksitas dan penjabaran konsep yang relatif berbeda yang harus didukung oleh hasil-hasil
eksperimen. Hasil-hasil eksperimen juga digunakan untuk eksplorasi informasi-informasi yang
diperlukan untuk membentuk teori lebih lanjut [5]. Data -data statistik di lapangan menunjukkan
adanya suatu opini publik bahwa mata pelajaran Fisika merupakan momok yang ditakuti oleh siswa
SMA IPA sekaligus mata pelajaran yang kurang diminati. Karena seluruh materi yang ada di pokok
bahasan Fisika merupakan suatu ABSTRAKsi atas fenomena alam yang membutuhkan
penerjemahan-penerjemahan perspektif dan dimensional, merupakan suatu hal yang relatif sulit
bagi pengajar untuk menyampaikan materi dengan hanya melalui metode konvensional di kelas saat
ini yang masih terpaku pada media pembelajaran statis dua dimensi, yaitu buku. Akibatnya,
motivasi dan efektivitas siswa SMA IPA dalam mempelajari Fisika tidak dapat dibina secara
optimal karena relatif rendahnya tingkat pemahaman dan ketertarikan siswa yang bersangkutan
dalam mempelajari fisika.
Berangkat dari persoalan di atas, maka diperlukan suatu alternatif metode pembelajaran yang
bersifat lebih menunjang aktivitas pembelajaran Fisika di SMA sekaligus membangkitkan semangat
dan motivasi siswa sebagai peserta didik. E-learning yang merupakan perangkat elektronik yang
dinamis dan penuh kemudahan adalah solusi yang paling prospektif. E-learning dipercaya dapat
mempengaruhi motivasi belajar peserta didik dengan tipe belajar yang berbeda-beda, baik audio,
visual, terlebih lagi peserta didik dengan tipe pembelajaran audio-visual. Menilik berbagai argumen
tersebut di atas maka sistem pembelajaran yang berbasiskan e-learning secara kausatif dapat
dipandang sebagai suatu alternatif solusi yang tepat dalam konteks pengoptimalan proses belajar.
Dalam hal ini, pengoptimalan proses belajar diindikasikan dari adanya peningkatan motivasi dan
efektivitas belajar dalam diri siswa atau peserta didik.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi E-Learning


Istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang
diterapkan dibidang pendidikan dalam bentuk sekolah "maya". Definisi lain dari e-learning adalah
proses instruksi yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu
perkembangan, menyampaikan, menilai dan memudahkan suatu proses belajar dimana pelajar
sebagai pusatnya serta dilakukan secara interakktif kapanpun dan dimananpun. Menurut Turban E
[7] e-learning adalah pengiriman informasi online untuk tujuan pendidikan, pelatihan, atau
manejemen pengetahuan.

2.2 Konsep E-Learning


Faktanya, metode pengajaran konvensional dalam beberapa aspek dirasa kurang menunjang
jika dibandingkan dengan metode pengajaran modern seperti e-learning. Namun demikian, dalam
penelitian ini metode e-learning tidak serta merta dijadikan sebagai subtituen dari metode
pengajaran konvensional, tetapi secara terintegrasi difungsikan sebagai suplemen materi pengajaran

114
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
konvensional. Terkait dengan fungsinya sebagai suplemen penunjang metode pembelajaran
konvensional, terdapat berbagai elemen yang terdapat dalam sistem e-learning, antara lain:
• Soal-soal
Materi dapat disediakan dalam bentuk modul, adanya soal-soal yang disediakan dan hasil
pengerjaannya dapat ditampilkan.
• Komunitas
P ara pelajar dapat mengembangkan komunitas online untuk memperoleh dukungan dan berbagai
informasi yang saling menguntungkan.
• Pengajar online
P ara pengajar selalu online untuk memberikan arahan kepada para pelajar, menjawab pertanyaan
dan membantu dalam diskusi.
• Kesempatan bekerja sama
Adanya perangkat lunak yang dapat mengatur pertemuan online sehingga belajar dapat
dilakukan secara bersamaan atau realtime tanpa kendala jarak.
• Multimedia
P enggunaan teknologi audio dan video dalam penyampaian materi sehingga menarik minat
dalam belajar seperti telepon, voice mail telephone, radio, audio, televisi, videotape, video text,
video messaging.

III. METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksplanasi eksperimen.
Penelitian dengan metode kuantitatif eksplanasi eksperimen umumnya menggunakan sampel
penelitian untuk dilakukan genera lisasi terhadap populasi. Metode ini juga menggunaka n hipotesis
penelitian untuk dapat diuji secara statistik. Metode kuantitatif ekspla nasi eksperimen merupakan
metode penelitian yang dipakai untuk mengetahui pengaruh dari suatu media, alat, atau kondisi
yang sengaja diadakan terhadap suatu gejala berupa kegiatan dan tingkah laku seseorang atau
kelompok individu.

3.2 Variabel Penelitian


Dalam proses menganalisa objek penelitian harus ditetapkan variabel-variabel yang
merepresentasikan item eksperimen. Hasil dari penelitian nantinya tergantung dari interre lasi antara
variabel-variabel yang diteliti, dimana variabel merupakan suatu atribut, objek atau kegiatan yang
mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik
kesimpulannya. Pada penelitian ini yang merupakan variabel adalah :
1. E-learning Fisika , merupakan variabel bebas
2. Motivasi, merupakan variabel terikat
3. Efektivitas, merupakan variabel terikat

3.3 Rancangan Percobaan


Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI, dan XII SMA Negeri 1 Depok yang
mempelajari Fisika dalam kurikulumnya . Pemilihan sampel menggunakan probability sampling,
artinya penarikan sampel didasarkan atas pemikiran bahwa keseluruhan tingkatan kelas memiliki
kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Dengan demikian, dalam rancangan ini tidak
terdapat diskriminasi tingkatan kelas, baik kelas X, XI IPA dan XII IPA. Karena semua siswa
dalam kelas yang menjadi sampel memiliki kesempatan yang sama, maka kelas X, XI IPA dan XII
IPA harus dirandom. Sampel yang dihasilkan dari rancangan ini tetap merupakan sampel yang
representatif.
115
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483

3.4 Metoda Pengumpulan Data


Secara garis besar metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi tiga:
1. Metode eksperimen untuk membuktikan hipotesis pertama, yaitu, “motivasi belajar siswa yang
menggunakan e-learning dalam dalam proses pembelajaran”, digunakan metode pengumpulan
data melalui kuesioner. Kuisioner digunakan karena bentuknya mudah disediakan, yaitu dalam bentuk
pertanyaan-pertanyaan terhadap para responden. Selain itu, kuisioner memiliki keuntungan lain yaitu
lebih cepat dan lebih murah dari pada observasi. Kuisioner akan dikirimkan kepada responden dan
langsung ditujukan kepada responden yang bersangkutan. Responden diminta untuk mengisi semua
pertanyaan-pertanyaan yang ada pada kuisioner dengan memberi dua jenis skala Likert yaitu (a)
persepsi positif (favorable) (b) persepsi negatif (unfavorable)
2. Sedangkan untuk membuktikan hipotesis kedua, yaitu, “Ada perbedaan hasil belajar siswa yang
belum menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran dengan hasil belajar siswa yang
sudah menggunakan e-learning”, dilaksanakan prosedur sebagai berikut :
a. Menetapkan tujuan dilakukannya eksperimen.
b. Mempersiapkan perlengkapan atau kebutuhan eksperimen.
c. Menentukan kelompok eksperimen
d. Pelaksanaan eksperimen kegiatan proses pembelajaran
Data primer hasil belajar siswa dari kedua kelompok ini diuji secara statistik untuk mengetahui
apakah terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang sudah menggunakan e-learning
dengan hasil belajar siswa yang belum menggunakan e-learning .
3. Untuk membuktikan hipotesis ketiga, yaitu “Ada korelasi motivasi belajar siswa dan efektivitas
belajar siswa”, digunakan data yang telah dikumpulkan pada metode eksperimen dan data hasil
kuesioner dengan teknik uji korelasi.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis dan Interpretasi


Setelah melaksanakan serangkaian penelitian di SMA Negeri 1 Depok, penulis memperoleh
sejumlah data yang dianggap cukup valid untuk menjelaskan variabel yang ada dalam penulisan ini,
serta menguji hipotesa yang telah disebutkan di muka. Angka-angka yang dipergunakan untuk
perhitungan statistik dalam analisa ini diperoleh dari jawaban responden atas kuesioner yang
diajukan kepada responden, kemudian didapatkan skor untuk masing-masing variabel.
Dalam penelitian ini siswa pada setiap tingkat kelas dikelompokkan ke dalam 2 kategori
berdasarkan pola kelompok paralel yang ekuivalen, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok siswa yang dikenakan variabel eksperimen, yaitu
menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran. Sedangkan kelompok kontrol, adalah
kelompok siswa yang dikenakan pembelajaran secara konvensional. Dari keseluruhan sampel (130
siswa) pada penelitian ini diperoleh siswa kategori kelompok eksperimen sebanyak 63 siswa dan
kategori kelompok sebanyak 33 siswa atau 52.38 % dan responden laki-laki sebanyak 30 siswa atau
47.62 %.
Daftar pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner terdiri atas 50 item pertanyaan yang akan
menjadi tolak ukur keterkaitan antara pengaruh penggunaan e-learning terhadap motivasi dan
efektivitas siswa selama proses pembelajaran Fisika dengan menggunakan sistem e-learning yang
diperoleh dari siswa kelompok eksperimen (siswa).
Sebelum melangkah kepada prosedur utama penelitian, dilakukan uji validasi data untuk
menguji tingkat signifikansi korelasi (r). Uji validitas akan dilakukan dengan metoda Pearson atau
metoda Product Moment, yaitu dengan mengkorelasikan skor butir pada kuesioner dengan skor
totalnya. Jika nilai koefisiennya lebih dari 0,3 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid.
116
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Uji validitas ini menggunakan bantuan program SPSS 12 for windows. Konstanta r hitung dapat
dibandingkan dengan r tabel dengan taraf signifikansi minimal 95%. Dari data r tabel, dengan taraf
signifikansi 95% dan N = 63 adalah sebesar 0,244. Setelah diadakan uji validitas, diketahui bahwa
seluruh pertanyaan kuesioner memiliki rhitung > rtabel , berarti semua item pertanyaan dianggap valid
dan dapat digunakan mengumpulkan data dalam penelitian.
Setela h uji validitas, dilakukan uji realibitas terhadap alat test (instrumen). Metoda yang
digunakan pada uji reliabilitas adalah metoda Cronbach’s Alpha. Penghitungan Cronbach’s Alpha
dilakukan dengan menghitung rata -rata interkorelasi di antara butir -butir pernyataan dalam
kuesioner. Variabel dikatakan reliabel jika nilai alphanya lebih dari 0,3 yang dilanjutkan dengan
pengujian menggunakan rumus Sperman Brown. Sebagai hasil, dari korelasi antara skor item ganjil
dan genap kuesioner, diketahui bahwa kuesioner penelitian layak digunakan sebagai instrumen
pengumpulan data guna mengetahui apakah terdapat peningkatan motivasi belajar pada siswa yang
menggunakan e-learning . Berikut disajikan hasil uji validitasi dan reabilitasi .

Tabel 4.1 Data Validitasi Item Pertanyaan Kusioner.

Indikator Item r Validitas


Kehadiran di kelas a1 0.71 Valid
a2 0.89 Valid
a3 0.87 Valid
a4 0.69 Valid
Mengikuti proses belajar mengajar di kelas b1 0.72 Valid
b2 0.84 Valid
b3 0.84 Valid
b4 0.77 Valid
b5 0.8 Valid
b6 0.77 Valid
b7 0.87 Valid
b8 0.95 Valid
b9 0.74 Valid
b10 0.66 Valid
Belajar di rumah c1 0.81 Valid
c2 0.78 Valid
c3 0.78 Valid
Sikap terhadap kesulitan d1 0.79 Valid
d2 0.76 Valid
d3 0.72 Valid
Usaha mengatasi kesulitan e1 0.77 Valid
e2 0.77 Valid
e3 0.77 Valid
Kebiasaan dalam mengikuti proses f1 0.73 Valid
belajar mengajar f2 0.88 Valid
f3 0.81 Valid
f4 0.52 Valid
Semangat dalam mengikuti proses belajar mengajar g1 0.69 Valid
g2 0.84 Valid
g3 0.71 Valid
g4 0.74 Valid
g5 0.74 Valid
Keinginan unutk berprestasi h1 0.89 Valid
h2 0.82 Valid
h3 0.71 Valid
h4 0.86 Valid
h5 0.93 Valid

117
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Kualifikasi nilai i1 0.85 Valid
i2 0.77 Valid
i3 0.8 Valid
Penyelesaian tugas PR j1 0.74 Valid
j2 0.86 Valid
j3 0.81 Valid
j4 0.88 Valid
j5 0.75 Valid
Menggunakan kemampuan di luar jam pelajaran k1 0.8 Valid
k2 0.73 Valid
k3 0.76 Valid
k4 0.88 Valid
k5 0.9 Valid

Berdasarkan tabel validitas item pertanyaan kuesioner di atas dimana rhitung > rtabel , berarti semua
item pertanyaan dianggap valid dan dapat digunakan mengumpulkan data dalam penelitian.

Tabel 4.2 Data Rea libilitas Item Pertanyaan Kuesioner.

Indikator Jumlah item r11 rtabel Reabilitas


Kehadiran di kelas 4 0,486 0,224 Reliabel
Mengikuti proses belajar mengajar di kelas 10 0,561 0,224 Reliabel
Belajar di rumah 3 0,336 0,224 Reliabel
Sikap terhadap kesulitan 3 0,473 0,224 Reliabel
Usaha mengatasi kesulitan 3 0,.862 0,224 Reliabel
Kebiasaan dalam mengikuti proses belajar mengajar 4 0,329 0,224 Reliabel
Semangat dalam mengikuti proses belajar mengajar 5 0,549 0,224 Reliabel
Keinginan unutk berprestasi 5 0,584 0,224 Reliabel
Kualifikasi nilai 3 0,329 0,224 Reliabel
Penyelesaian tugas Pekerjaan Rumah 5 0,625 0,224 Reliabel
Menggunakan kemampuan di luar jam pelajaran 5 0,675 0,224 Reliabel

Berdasarkan data olahan tiap-tiap indikator di atas, maka untuk menguji apakah korelasi
tersebut signifikan atau tidak, maka hasil r11 dapat dibandingkan dengan rtabel dengan taraf
signifikansi a = 0,05 dan dk = 63 – 2 =61, maka diperoleh rtabel = 0,224. Kaidah keputusan : Jika
rhitung denagn rtabel . Jika r11 > rtabel , berarti reliabel. Dan jika r11 < rtabel , berarati tidak reliabel.
Artinya seluruh item-item pada kuesioner dinyatakan reliabel, jika r11 > rtabel . Kuesioner ini layak
digunakan sebagai instrumen pengumpulan data guna mengetahui apakah terdapat peningkatan
motivasi belajar pada siswa yang menggunakan e-Learning.

4.2 Analisis Statistis Deskriptif


Dari Hasil Penelitian, berdasarkan 50 item pertanyaan yang merujuk kepada keterkaitan antara
pengaruh penggunaan e-learning terhadap motivasi dan efektivitas pembelajaran Fisika bagi siswa
yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Depok, didapatkan data-data kuantitatif yang dapat dianalisis
secara interpretatif. Meskipun secara teoritis pembelajaran Fisika berbasis e-learning dipercaya
memiliki korelasi positif dengan motivasi dan efektivitas belajar siswa, namun ada hal-hal lain
diluar pembelajaran e-learning itu sendiri yang juga turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran
Fisika dengan e-learning. Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa terdapat berbagai faktor yang
mempengaruhi motivasi dan efektivitas siswa dalam pembelajaran Fisika. Diantara faktor tersebut
adalah animo siswa terhadap inovasi-inovasi pembelajaran, frekuensi kehadiran siswa di kelas, dan
pemahaman siswa akan sistem e-learning itu sendiri. Statistik penelitian menunjukkan bahwa
118
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
animo responden terhadap inovasi di bidang pembelajaran, dalam hal ini pembelajaran berbasis e-
learning, masih terbilang kurang. Sebagian besar siswa masih menutup mata, dalam arti belum
melihat pembelajaran berbasis e-learning sebagai suatu sarana yang mempermudah proses belajar
mengajar di kelas sehingga semangat mereka pun tidak timbul. Sedangkan dari aspek frekuensi
kehadiran, peneliti menemukan realitas bahwa selama mengikuti pembelajaran berbasis e-learning
masih ada siswa yang izin keluar kelas. Pengetahuan mengenai frekuensi izin keluar kelas yang
dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran e-learning penting mengingat efektivitas dan tingkat
keberhasilan pembelajaran amat tergantung kepada durasi kehadiran siswa selama proses
pembelajaran berlangsung. Tingginya angka izin keluar kelas secara implisit telah menunjukkan
bahwa durasi kehadiran siswa di kelas selama pembelajaran berbasis e-learning berkurang karena
aktivitas tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemahaman akan e-learning juga sangat diperlukan
dalam rangka memudahkan proses pembelajaran berbasiskan perangkat elektronik ini. Hal ini
dikarenakan keberadaan siswa dalam pembelajaran e-learning tidak hanya sebagai objek semata,
tetapi sekaligus juga sebagai subjek yang secara pro-aktif turut memanfaatkan fasilitas. Namun
demikian, terlepas dari itu semua, ditemukan juga indikasi bahwa sebagian besar responden telah
memiliki keinginan dalam dirinya untuk memanfaatkan fasilitas pembelajaran e-learning secara
maksimal. Dari sini terlihat bahwa di pihak responden sudah ada minat yang cukup baik; sebagian
besar responden telah melihat sisi positif dari pembelajaran e-learning sehingga mereka merasa
pembelajaran berbasis e-learning perlu diimplementasikan dalam kegiatan belajar-mengajar Fisika
di kelas. Data statistik penelitian menunjukkan bahwa sudah ada minat positif yang signifikan
terkait dengan kebutuhan akan e-learning dalam subjek pelajaran tertentu, dalam hal ini Fisika.
Minat positif ini disinyalir muncul karena siswa menyadari bahwa dibutuhkan suatu terobosan yang
inovatif dalam rangka meningkatkan efektivitas pembelajaran dalam kurikulum yang bersifat
dinamis seperti sekarang ini.
Di dunia pendidikan, prestasi selalu diawali oleh minat. Ketertarikan siswa terhadap suatu
bidang merupakan suatu batu loncatan yang menginisiasi cemerlangnya perolehan nilai siswa yang
bersangkutan dalam subjek tertentu. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang mendukung ketertarikan
siswa terhadap suatu mata pelajaran atau bidang studi. Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh
pembelajaran berbasis e-learning adalah salah satunya. Berdasarkan salah satu item kuesioner,
didapatkan bahwa lebih dari separuh responden menyetujui pernyataan berbagai kemudahan yang
ditawarkan oleh pembelajaran berbasis e-learning membuat mereka semakin tertarik untuk
mendalami subjek yang didukung oleh sistem tersebut. Dapat disimpulkan bahwa dalam konteks
ini, e-learning merupakan batu loncatan yang kemudian akan mendorong peningkatan prestasi
siswa dalam subjek yang diminatinya yang didukung oleh e-learning. Dapat dikatakan mayoritas
responden memandang e-learning sebagai suatu inovasi revolusioner yang menambah minat dan
semangat mereka dalam belajar.

4.3 Analisis Statistik Inferensial


Analisis ststistik inferensial adalah ststistik yang berhubungan dengan analisis data. Analisis
data ini dimaksudkan untuk melakukan uji terhadap hipotesis. Adapun hasil analisis statistik
inferensial terhadap hipotesis pada penelitian ini, yaitu:

4.4 Uji Hipotesis I


Berdasarkan rata-rata total bobot jawaban responden yaitu 3,75 > 3, yang berarti bahwa H0
ditolak dan HI diterima. Jadi berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan
motivasi belajar siswa yang menggunakan E-Learning dalam pembelajaran.

• One -Sample T Test

119
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
Tabel 4.3 Total Nilai Rata-rata Jawaban Item Pertanyaan.
One -Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Motivasi 63 3,7530 0,24350 0,03068

Tabel 4.4 Uji One-sample t Test Untuk Mengetahui t hitung


One-Sample Test
Test Value = 0

95% Confidence Interval of the


Mean Difference
t df Sig. (2-tailed)
Difference
Lower Upper

Motivasi 122,335 62 0,000 3,75302 3,6917 3,8143

Jika t hitung < ttable, maka H0 diterima


Jika t hitung > ttabel , maka H0 ditolak
Berdasarkan data diatas thitung 122,3 > ttabel 2,000, maka H0 ditolak. Jadi kesimpulannya ada
peningkatan motivasi belajar siswa yang menggunakan pembelajaran elektronik (E-Learning).

4.5 Uji Hipotesis II

Tabel 4.5 Nilai Rata-rata Pembelajaran Konvensional dan E-Learning.


pbm N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
test konvensional 67 73,25 3,779 ,462
e learning 63 80,05 3,461 ,436

Tabel 4.6 Pengujian t Berdasarkan Probabilitas .


Independent Samples Test
Levene's
Test for
t-test for Equality of Means
Equality of
Variances

95% Confidence
Sig.(2- Mean Std. Error Interval of the
F Sig. t df
tailed) Difference Difference Difference

Lower Upper

Equal
test variances ,053 ,818 -10,668 128 ,000 -6,794 ,637 -8,054 -5,534
assumed
Equal
variances -10,697 127,91 ,000 -6,794 ,635 -8,051 -5,537
not assumed

120
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483

Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa harga F = 0,053 dengan tingkat signifikansi
0,813. Dengan demikian, probabilitas 0,813 > 0,05. Kenyataan ini menunjukkan bahwa
sesungguhnya kedua varians adalah sama. Dari harga t pada Equal Varians assumed yakni -10,668
dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan demikian probabilitas 0,000 < 0,05. Kenyataan ini
menunjukkan bahwa nilai rata-rata konvensional berbeda dengan nilai rata-rata E-Learning. Untuk
membuktikannya harus dicek pada bagian I. Dimana nilai rata-rata konvensional adalah 73,25
sedangkan nilai rata-rata e-Learning adalah 80,05. Dengan demikian, penggunaan e-Learning
dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas belajar (nilai siswa).
4.6 Uji Hipotesis III

Tabel 4.7 Kofesien Korelasi Antara Motivasi Dengan Efektivitas


Correlation

Motivasi Efektivitas
Motivasi Pearson Correlation 1 ,099

Sig. (2-tailed) . ,210

N 63 63
Efektivitas Pearson Correlation ,099 1
Sig. (2-tailed) ,210 .
N 63 63

Jika thitung < ttabel , maka Ho diterima


Jika thitung > ttabel , maka Ho ditolak

Berdasarkan Tabel 4.7, besarnya hubungan antara variabel motivasi dengan variabel efektivitas
yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,099 atau (r = 0,099). Berdasarkan perhitungan di
atas, didapat ttabel = 0,254. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel atau 0,777 > 0,254 signifikan, artinya
terdapat korelasi yang signifikan antara variabel motivasi dengan variabel efektivitas. Hal ini
menunjukkan pengaruh yang kuat hubungan subtansial antara variabel motivasi dan variabel
efektivitas. Atau dengan kata lain, makin tinggi motivasi belajar siswa (naik) makin tinggi pula
efektivitas belajarnya (naik).

V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan serta kajian pustaka yang telah dibahas
terdahulu, dari hasil penelitian ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ada perbedaan yang
signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan e-lea rning dalam proses pembelajaran
dengan hasil belajar siswa yang menggunakan cara konvensional dalam proses pembelajaran.
Dalam hal ini, peningkatan motivasi belajar secara signifikan ditemukan pada siswa yang
menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian dapat dirumuskan bahwa
ada korelasi yang signifikan antara motivasi dengan peningkatan hasil belajar pada siswa
menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran.
Merujuk pada kesimpulan di atas dapat dinyatakan bahwa penggunaan e-learning dalam proses
pembelajaran dapat meningkatakan motivasi belajar siswa sehingga menumbuhkan semangat siswa
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dan mampu mendorong siswa untuk
mencapai hasil belajar yang lebih tinggi.

121
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
DAFTAR PUSTA KA

[1]. Mcleod, R., Jr, 1997. Sistem Informasi Manajemen, Jilid 2 edisi ketujuh , PT Prehalindo
Jakarta
[2]. Purwo [Link].2001, "Teknologi e-Learning , PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
[3]. Mayub, A, 2005, " e-Learning Fisika Berbasis Macromedia Flash MX, Edisi Pertama Graha
Ilmu Yogyakarta. h 2, Ibid .,h 7
[4]. Sutrisno, 1993, Fisika Komputasi dan Kurikulum Inti Pendidikan Sarjana Fisika dan Sarjana
Pendidikan Fisika :" Jurusan Fisika ITB, Bandung
[5]. Mayub, A, [Link], h 65
[6]. Turban, E, dkk,2005 Sistem Pendukung Keputusan dan Sitem Cerdas, Jilid 2 edisi 7 Penerbit
Andi h.1014
[7]. Soekarwati (2002a), e-Learning: A new Strategy for Enhancing Greater Learning
Opportunities in Indonesia. Invited paper presented in the International Seminar on
’Cooperatives Program on Excahange Experiences, Expoertise, Information, Science and
Technology in Southeast Asia’, Jakarta, Indonesia.
[8]. Bullen, M. (2001), E-Learning and the Internationalization Education, Malaysian Journal of
Educational Technology,
[9]. Loftus, Margaret. 2001. But What’s It like? Special Report on -Learning . (Diakses 20 Agustus
2006). h 9, Ibid. H.112
[10]. Tucker, Bill. 2000. E-learning and Non -Profit Sector, White Paper Discussion of the Potential
of E-Learning to Improve Non-Profit management Training, Washington, SmarterOrg, Inc.,
(sumber dari internet: [Link]).
[11]. Lewis, Diane E. 2002. “A Departure from Training by the Book, More Companies Seeing
Benefits of E-Learning”, The Boston Globe, Globe Staff, 5/26/02 (sumber Internet:
[Link]
[12]. Allan J. Henderson 2003,55 The e-learning Question and Answer Book, Amacom Div.
America Mgmt Assn
[13]. Anonymous (2000). The Dakar Framewoek for Action Education for All, World Education
Forum, Dakar, Sinegal,
[14]. Rosenberg 2001,121 E Learning: Strategies for Delivering Knowledge in the. Digital Age,
New York 2001.
[15]. Wulf, K. (1996). Training via the Internet: Where are We? Training and Development 50 No.
5. (sumber dari Internet: 20 September 2002).
[16]. Siahaan, Sudirman. 2002. “Studi Penjajagan tentang Kemungkinan Pemanfaatan Internet
untuk Pembelajaran di SLTA di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya” dalam Jurnal Pendidikan
dan Kebudayaan, Tahun Ke-8, No. 039, November 2002. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan-Departemen Pendidikan Nasional.
[17]. Sardiman, A.M. 1986, Interaksi dan motivasi relajar mengajar. Jakarta: Rajawali.
[18]. Herzberg, F. 1986. Work and the Nature of Man. New York: World Publishing Co Hersey
1986],82
[19]. Hardhono, A.P. 2002. Potensi Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam mendukung
Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia dalam Jurnal Pendidikanterbuka dan
Jarak Jarauh Vol. 3, No. 1Maret 2002. Tangerang : Pusat Studi Indonesia, Lembaga Penelitian
Universitas Terbuka.h 56
[20]. Lewis, Diane E. 2002. [Link].h.78
[21]. Hardhono, A.P [Link].h.77

122
Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS
Vol.3 No.2 Nopember2008 ISSN 1978-9483
[22]. Pethokoukis, James M. 2002. E -Learn and Earn.
[Link] (Diakses 20 Agustus
2006)
[23]. Brown, Mary Daniel. 2000. Education World: Technology in the Classroom: Virtual High
Schools, Part 1, The Voices of Experience.
[Link] 16 September 2006) .75
[24]. Gibbon, Heather S. 2002. Process for Motivating Online Learnes from Recruitment through
Degree Completion. Brenau University. [sumber dari internet 20 september 2006]
[25]. McCracken, Holly. 2002. “The Importance of Learning Communities in Motivating and
Retaining Online Learners”. University of Illinois at Springfield. H.75
[26]. Pethokoukis, James M. 2002 [Link].h 150
[27]. Ibid. h .170
[28]. Daniel, Sir John. 2000. Inventing the Online University. An Address on the occasion of the
opening of the Open University of Hong Kong Learning Center on 4 December 2000, in Hong
Kong.
[29]. Alhabshi, Syed Othman. (2002). “e-Learning: A Malaysian Case Study”. A Paper presented
at the Africa-Asia Workshop on Promoting Cooperation in Information and Communication
Technologies Development, organized by United Nations Development Program (UNDP) and
the Government of Malaysia at the National Institute of Public Administration (INTAN) on 26
March 2002, in Kuala Lumpur.
[30]. Anggoro , Mohammad Toha, Tutorial Elektronika melalui internet dan Fax Internet dalam
jurnal pendidikan Terbuka dan jarak jauh, Volume 2, No, 1, Maret [Link]:
Universitas Terbuka
[31]. Prabandari 1998, Process Evaluation of Internet-based Education on Hospital and Health
Service Management at Gajah Mada University, Yogyakarta, A Paper presented in the 4th
International Symposium on open and Distance Learning.
[32]. Wildavsky, Ben. 2001. “Want More From High School?” Special Report: E-Learning
10/15/01, Sumber: [Link]
[33]. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: PT Kencana, 2005.h. 25
[34]. Ibid.h. 35
[35]. Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Cetakan ke -3, Yogyakarta: Rineca Cipta , 2005
[36]. Burhan Bungin [Link].h.50
[37]. Santoso, Singgih , Statistik Non Parametrik, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001
[38]. Ibid.h. 92
[39]. Bangun 2005.146
[40]. Santoso, Singgih 2001 [Link].h.50.

123

Anda mungkin juga menyukai