0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Kapal Rontus Terbakar di Badai

Kapal Rontus dibakar oleh pasukan Kerajaan Angin Hitam saat berlabuh di dermaga. Myro dan teman-temannya melarikan diri menggunakan perahu kecil, namun perahu Myro ditabrak ombak besar dan terbalik di tengah badai, membuat Myro dan Tina terbawa arus.

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Kapal Rontus Terbakar di Badai

Kapal Rontus dibakar oleh pasukan Kerajaan Angin Hitam saat berlabuh di dermaga. Myro dan teman-temannya melarikan diri menggunakan perahu kecil, namun perahu Myro ditabrak ombak besar dan terbalik di tengah badai, membuat Myro dan Tina terbawa arus.

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 125: KAPAL TERBAKAR

Mendengar perkataan Myro, wajah Frize serta Tina dan Liras langsung berubah
karena mereka tahu bahwa Myro memiliki mata yang tajam. Oleh karena itu, mereka
langsung naik ke kapal kecil yang sudah dilemparkan ke laut tanpa ragu. Naik kapal
kecil ini saat badai memang berisiko karena kapal kecil mudah hancur oleh badai,
tapi setidaknya masih ada kemungkinan hidup.

Tapi jika Myro dan yang lainnya tetap di kapal ini maka kapal ini pasti akan dibakar
oleh para prajurit yang ada di dermaga, bahkan jika beberapa orang beruntung dan
bisa berenang ke dermaga maka prajurit yang menunggu di dermaga pasti akan
langsung menyerang mereka. Karena hal ini sehingga lebih baik memakai kapal
kecil karena kapal kecil bisa pergi ke daratan dengan mudah, berbeda dengan kapal
besar yang membutuhkan dermaga untuk bisa turun ke daratan.

Tidak lama setelah Myro dan yang lainnya turun ke kapal kecil secara diam-diam,
kapal Rontus itu terus maju ke dermaga. Ketika kapal semakin mendekati dermaga,
Rontus juga akhirnya dapat melihat ribuan prajurit yang memegang panah api di
kejauhan. Karena panah mereka memiliki api sehingga Rontus bisa melihatnya,
wajah Rontus langsung berubah saat melihat hal tersebut dan berteriak "Balikkan
kapalnya! Kita akan pergi!".

Kapten kapal juga orang yang sudah memiliki banyak pengalaman sehingga ia juga
menyadari ada yang aneh, kapten kapal langsung memutar kemudi kapal dengan
gila untuk memutar balikkan kapalnya.

Para prajurit di dermaga juga melihat bahwa kapal Rontus sudah menyadari
keberadaan mereka sehingga pemimpin prajurit itu langsung berteriak "Tembak!".

Ribuan anak panah terbang di langit dan bergegas menuju kapal Rontus, tapi
karena cuaca badai sehingga beberapa anak panah terbang oleh angin. Meskipun
begitu, ratusan anak panah masih menusuk kapal Rontus yang terbuat dari kayu, api
pada panah dengan cepat membakar kapal Rontus.

Pemimpin pasukan di dermaga sama sekali belum senang melihat kapal Rontus
yang terbakar sehingga ia berteriak lagi "Tembak!".

Ribuan anak panah api langsung ditembak lagi dan ratusan panah menabrak kapal
Rontus, api yang sangat kuat langsung membakar kapal tersebut. Sekarang hanya
masalah waktu sebelum kapal itu tenggelam.
Orang-orang di kapal sudah mulai panik, bahkan kapten kapal sudah bersiap untuk
menggunakan kapal kecil karena sebagai pemilik kapal ini maka ia tahu tentang
keberadaan kapal kecil ini. Kapten kapal juga merasa menyesal menerima tugas
Rontus, ia sekarang harus kehilangan kapal mewahnya karena tugas ini. Bahkan ia
belum tentu bisa tetap hidup setelah kejadian ini. Tapi tidak ada gunanya menyesal
sekarang, apa yang paling penting adalah tetap hidup.

Rontus melihat ke arah dermaga dengan mata yang sudah menangis dan berkata
"Kenapa? Kenapa kalian berusaha membunuhku? Aku adalah Rontus, seorang
pedagang besar dari Kerajaan Angin Hitam! Selama kalian membunuhku maka
Kerajaan Angin Hitam tidak akan melepaskan kalian".

Tapi suara Rontus sama sekali tidak terdengar karena badai yang terlalu keras,
meskipun suara Rontus terdengar sekalipun maka pada akhirnya sama sekali tidak
berguna. Lagipula semua prajurit di dermaga itu datang kesini untuk membunuh
Rontus.

Mata Rontus melebar dengan tidak percaya saat ia melihat 10 kapal perang muncul
dari dermaga dan pergi menuju kapalnya, apa yang membuat Rontus tidak percaya
adalah 10 kapal perang ini memiliki lambang Kerajaan Angin Hitam. Rontus merasa
kakinya lemah sekarang dan tidak ada kemungkinan untuk bertahan hidup,
bagaimanapun Kerajaan Angin Hitam adalah pelindungnya selama ini. Jika Kerajaan
Angin Hitam adalah orang yang berencana membunuhnya maka ia tidak akan
memiliki kemungkinan untuk hidup lagi 10 kapal perang itu langsung mengepung
kapal Pontus dengan cepat dan mengirim prajurit untuk menyerang, meskipun ada
kelompok petualang rank B yang menjaga kapal Pontus tapi prajurit musuh ada
banyak dan tidak kalah kuat sehingga pada akhirnya para petualang itu juga mati.

Pemimpin prajurit musuh langsung menebas kepala Pontus dan membunuhnya


tanpa ragu, setelah itu maka 10 kapal perang itu langsung pergi kembali ke dermaga
setelah menenggelamkan kapal Rontus

Tanpa diketahui oleh 10 kapal perang itu, ada 2 kapal kecil yang sedikit jauh dari
kapal Rontus sebelumnya. Tapi karena badai yang sangat kuat sehingga 10 kapal
perang itu sama sekali tidak menyadari keberadaan 2 kapal kecil itu, kapal itu adalah
milik Myro dan yang lainnya.

Myro sekarang bersama Tina di sebuah kapal dan Frize bersama dengan Liras,
Frize melihat kapal yang tenggelam itu sambil menghela nafas dan berkata
"Semuanya benar-benar dibunuh, nampaknya Kerajaan Angin Hitam ini sama sekali
tidak takut dengan guild petualang".
"Jangan pedulikan mereka", teriak Myro yang mengendalikan kapal dengan
kesulitan di tengah badai lalu berkata lagi "Jika kita terus seperti ini maka kita juga
akan mati, kita harus segera pergi ke daratan".

Liras yang berada dibelakang Frize langsung berkata "Kita tidak mungkin kembali ke
Kota Labirin memakai kapal kecil ini, kita juga tidak mungkin menuju ke dermaga
karena disana masih ada banyak pasukan musuh. Kita mungkin akan langsung
dibunuh setelah sampai ke dermaga. Jadi pilihan kita hanyalah mencari daratan di
Benua Selatan yang jauh dari dermaga".

Myro dan Frize mengangguk, lagipula kapal kecil seperti ini bisa mendarat di
manapun tanpa membutuhkan dermaga. Oleh karena itu, mereka mulai
mengendalikan kapal kecil ini di tengah badai. Untungnya ayah Myro adalah orang
yang sangat aneh sehingga Myro juga pernah diajari tentang mengendalikan kapal
kecil seperti ini dan mengatur layar kapal agar dapat bertahan, meskipun Myro
belum pernah berlatih di cuaca badai karena ayah Myro juga tidak segila itu. Ayah
Myro hanya pernah berkata bahwa jika kau berusaha mengendalikan kapal kecil di
tengah badai maka kau harus siap untuk mati.

2 kapal kecil terus melaju dengan kesulitan di tengah badai, Myro bahkan merasa
sulit untuk membuka matanya karena air yang jatuh dari langit sangat tajam dan
menyakiti matanya. Tapi Myro hanya bisa untuk terus membuka matanya dan
melihat jalan di depan, karena jika matanya tertutup maka itu akan berarti kematian.

Kapal Frize berada di depan Myro dan yang lainnya, Myro tidak pernah berpikir
bahwa Frize cukup ahli memakai kapal tersebut.

Frize melihat kejauhan dengan terkejut dan berkata "Hati-hati tuan, kau harus
segera menjauhkan kapal mu".

Meskipun Myro bingung, Myro mencoba mempercepat kapalnya secepat mungkin


untuk menjauh dan mengikuti perkataan Frize. Tapi sudah terlambat, karena Myro
dapat melihat sebuah ombak besar yang menabrak kapal dimana Myro dan Tina
berada.

"Brak!".

Suara tabrakan ombak terhadap kapal langsung terdengar. Ombak itu cukup besar
untuk membuat Myro kehilangan kendali atas kapal dan kapal itu langsung terbalik,
jika kapal terbalik di tengah badai maka orang yang jatuh ke laut akan terbawa oleh
arus kuat badai di lautan.

Frize yang masih menahan kapalnya terkejut saat melihat kapal Myro yang terbalik
dan berteriak "Tuan! Tina!".

Frize berpikir untuk melepas zirah besinya dan lompat ke air untuk membantu, tapi
Liras segera menghentikannya dan berteriak "Gunakan pikiranmu! Ini sedang di
tengah badai dan mereka sudah di bawa oleh arus, tidak mungkin kau bisa menang
melawan arus! Kita harus mencari daratan terlebih dulu untuk berlindung lalu
mencari Kak Myro dan kakakku setelah laut kembali normal!".

Anda mungkin juga menyukai