0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Masalah Kerajaan Angin Hitam Ch 124

1. Kapal yang membawa Myro dan yang lainnya menuju Benua Selatan dihadang badai besar. 2. Myro melihat ribuan prajurit bersenjata panah api menunggu di dermaga, mencurigai ada bahaya. 3. Myro meyakinkan Frize, Tina dan Liras untuk melarikan diri menggunakan kapal kecil darurat sebelum kapal utama dibakar.

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Masalah Kerajaan Angin Hitam Ch 124

1. Kapal yang membawa Myro dan yang lainnya menuju Benua Selatan dihadang badai besar. 2. Myro melihat ribuan prajurit bersenjata panah api menunggu di dermaga, mencurigai ada bahaya. 3. Myro meyakinkan Frize, Tina dan Liras untuk melarikan diri menggunakan kapal kecil darurat sebelum kapal utama dibakar.

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 124: MASALAH KERAJAAN ANGIN HITAM

Iris langsung terkejut dan berkata "Bagaimana mungkin Rontus bisa menjadi
pengkhianat? Aku sudah memastikan bahwa semua barang yang ia beli hanyalah
beberapa bahan monster dan monster yang masih hidup, aku yakin bahwa tidak ada
barang seperti senjata dan zirah besi untuk berkhianat".

Jrion menghela nafas dan berkata "Guild juga tidak pernah berpikir bahwa hal ini
akan terjadi, jika kami tahu maka guild pasti akan melarang tugas ini. Tapi kami tidak
berpikir bahwa 2 hari yang lalu, raja Kerajaan Angin Hitam mati karena sakit.
Kebanyakan bangsawan dan pedagang serta ksatria mendukung pangeran tertua
sebagai raja baru, bahkan Rontus juga memilih pangeran tertua karena mereka
berpikir bahwa pangeran tertua tidak mungkin kalah".

"Rabu kemarin hal yang mengejutkan terjadi, kekuatan tingkat S yang selalu
melindungi Kerajaan Angin Hitam selama ini mendukung pangeran ke 2 untuk naik
tahta. Karena dukungan kekuatan rank S sehingga pangeran ke 2 berhasil menjadi
raja dengan cara membunuh pangeran tertua. Setelah kejadian itu maka raja yang
baru menganggap semua pendukung pangeran tertua sebelumnya sebagai
pengkhianat sehingga mereka semua dibunuh, sekarang hanya Rontus yang masih
hidup karena berada di kota lain sehingga ia dianggap sebagai pengkhianat dan
akan dibunuh setelah ia tiba di Benua Selatan".

"Raja baru Kerajaan Angin Hitam ini hanyalah raja yang dikendalikan karena ia
masih terlalu muda dan belum berusia 10 tahun, oleh karena itu kekuatan rank S itu
memilih dirinya sebagai raja agar dapat dikendalikan secara diam-diam. Sebenarnya
kami guild petualang sama sekali tidak akan ikut dengan urusan seperti ini, tapi
mereka juga akan membunuh para petualang kita sehingga tugas dari guild untuk
melindungi mereka. Apalagi para petualang ini menerima tugas tersebut dari kita
dan kita juga membuat kesalahan, oleh karena itu kita tidak bisa membiarkan
mereka mati".

Iris sangat terkejut dengan perubahan keadaan yang tiba-tiba ini, siapa yang berpikir
bahwa raja Kerajaan Angin Hitam akan langsung berubah dan Rontus dijadikan
pengkhianat hanya dengan waktu kurang dari sehari. Jika berita ini sudah diketahui
seminggu yang lalu maka tidak akan ada masalah, tapi sekarang sudah cukup
terlambat.

"Bagaimana dengan cabang guild di Benua Selatan? Bukankah mereka bisa


langsung bergerak untuk membantu kita?", kata Iris.
Jrion menggelengkan kepalanya dan berkata "Sekarang adalah waktunya festival
monster di Benua Selatan, bahkan kali ini ada monster rank S sehingga ketua guild
cabang Benua Selatan sama sekali tidak bisa pergi untuk membantu. Selama
mereka pergi maka monster itu mungkin akan menghancurkan kota mereka, oleh
karena itu aku yang dikirim untuk pergi".

Iris langsung berkata lagi "Kalau begitu aku akan ikut!".

Sebelum Jrion bisa mengatakan apapun, sebuah suara tua muncul dari belakang
Jrion "Iris, kau sama sekali tidak bisa pergi. Jika kau pergi maka siapa yang akan
melindungi guild Kota Labirin jika terjadi sesuatu yang gawat".

Iris mengangkat kepalanya dan melihat bahwa Gerf adalah orang yang berbicara,
Iris sama sekali tidak setuju dan berkata "Tapi--".

"Iris, sebagai petualang rank S dan kekuatan penting dari guild maka kau tidak bisa
panik", kata Gerf dengan hati-hati lalu berkata lagi "Aku tahu, Myro juga murid ku
sehingga aku juga khawatir. Tapi kita tidak boleh bertindak secara sembarangan,
bahkan jika kau berangkat bersama Jrion maka kapal tidak akan bergerak lebih
cepat. Jadi kau tetap disini, Jrion dan beberapa petualang tingkat tinggi akan
melakukan tugas ini".

Iris tidak bisa berkata apa-apa lagi karena ia tahu bahwa setiap cabang guild
petualang harus memiliki petualang rank S untuk berjaga-jaga dari serangan
monster dan masalah lainnya, karena hal ini sehingga Iris hanya bisa mengangguk
setuju.

Tetapi Iris masih melihat Jrion dan berkata "Jika terjadi sesuatu pada Myro maka
aku sarankan kau untuk tidak kembali, aku pasti akan membuatmu membayarnya
bersama dengan Kerajaan Angin Hitam".

Jrion tersenyum pahit dan mulai menyesal mengambil tugas ini, Jugernaut sudah
berkata bahwa jika terjadi sesuatu pada Myro maka Jugernaut pasti akan memukul
Jrion. Gerf juga, sekarang Iris, bahkan murid Grand Sage diam-diam memberinya
peringatan bahwa jika tugasnya tidak berhasil maka la akan mempengaruhi Grand
Sage dan keluarga Malt agar tidak membiarkan Jrion bernasib baik. Ia tidak tahu
darimana Scarlet tahu bahwa ia yang memimpin tugas ini, tapi Jrion tahu bahwa
Grand Sage memang bisa membuatnya mati.
Oleh karena itu, Jrion menghela nafas dengan suram dan menguatkan tekad
dihatinya bahwa orang yang harus ia cari di tugas ini adalah Myro. Hidup Myro
adalah yang paling penting karena jika Myro mati maka ia juga akan mati.

Myro dan yang lainnya yang berada di atas kapal Rontus sama sekali tidak
mengetahui bahwa sudah ada banyak pasukan yang menunggu mereka di dermaga,
lagipula mereka sekarang sedang menghadapi masalah yang cukup besar yaitu
badai yang kuat tiba-tiba terjadi di laut dan hampir menghancurkan kapal mereka
berkali-kali.

Untungnya kapten kapal ini sangat ahli dan dibayar tinggi oleh Rontus sehingga ia
masih bisa mengendalikan kapal di tengah badai, ketika ia sibuk mengendalikan
kemudi kapal, ia juga berteriak "Jangan panik, kita sudah dekat dengan daratan!
Selama kita bertahan hidup".

Semua orang juga merasa beruntung bahwa badai mengenai kapal mereka saat
sudah hari ke 5, yaitu saat mereka sudah sangat dekat dengan daratan Benua
Selatan.

Oleh karena itu, setiap pelaut di kapal berusaha sekuat tenaga untuk
mempertahankan kapal di tengah badai baik itu mempertahankan bendera kapal
atau menjaga agar kapal tidak menabrak.

Setelah berada di tengah badai selama sejam, mereka akhirnya melihat daratan dari
kejauhan, semua orang sangat bersemangat saat melihat daratan karena selama
mereka sampai di daratan maka mereka tidak perlu lagi takut dengan badai. Tapi
Myro yang memiliki mata tajam sebagai seorang pemanah berbeda karena Myro
bisa melihat ribuan prajurit berbaris dengan tertib di dermaga.

Sekarang sedang badai tapi para prajurit itu masih berbaris dengan tertib di
dermaga yang sudah sangat aneh, apalagi ketika Myro melihat bahwa prajurit itu
memegang busur panah ditangan mereka serta panah yang ditutupi dengan api.
Myro memiliki firasat buruk bahwa setelah sampai ke daratan maka pemanah ini
pasti akan menembak.

Myro melihat semua orang yang semangat ketika melihat daratan sehingga Myro
tahu bahwa tidak ada gunanya memberitahu mereka, oleh karena itu Myro
mendekati Frize serta Tina dan Liras sambil berkata "Kalian segera pergi ke kapal
kecil untuk melarikan diri, kita akan pergi dari sini".
Baik itu Frize, Tina dan Liras sangat terkejut dengan perkataan Myro yang tiba-tiba.
Tapi mereka percaya dengan Myro sehingga mereka mulai datang ke bagian
belakang kapal dimana ada 5 kapal kecil yang bisa dipakai untuk keadaan darurat
dan melarikan diri.

Tidak lama setelah mereka sampai, Myro langsung berkata "Jatuhkan kapalnya ke
bawah dan kita akan segera menaiki kapal ini".

Walaupun sedikit ragu, tapi Frize masih menjatuhkan 2 kapal ke bawah. Karena
kapalnya terlalu kecil sehingga setiap kapal hanya bisa dinaiki oleh 2 orang.

Tapi naik kapal kecil seperti ini sangat berisiko di tengah badai, Myro juga melihat
keraguan semua orang sehingga Myro langsung menjelaskan "Kapal ini akan segera
terbakar, kita harus melarikan diri secepat mungkin. Ada ribuan prajurit yang sudah
menunggu di dermaga dan menyiapkan panah api, meskipun sekarang sedang
badai tapi ada ribuan panah api sehingga pasti akan ada panah yang berhasil
membakar kapal".

Anda mungkin juga menyukai