1.1.
Laju Angkutan Sedimen
Diketahui data sebagai berikut:
Data analisis berat isi:
Kondisi Padat
Satuan Nilai
Volume Penakar (V) cm2 216,79 216,79 216,79
Berat Penakar (T) gr 68 68 68
Berat Agregat dan
Penakar (G) gr 450 452 452
Berat Isi (M = (G-T/V) gr/cm2 1,762 1,771 1,771
Berat Isi Rata-rata gr/cm2 1,7682
Sumber: Data Praktikum, 2022
Data Analisis Saringan
Berat tanah kering = 1798 gr
Tertahan Jumlah
Saringa Jumlah Tertahan Lolos Saringan
saringan Tertahan
n (mm)
gr gr % %
50,8 0 0 0 100
38,1 0 0 0 100
25,4 0 0 0 100
19 0 0 0 100
12,7 0 0 0 100
9,5 0 0 0 100
6,3 0 0 0 100
4,75 0 0 0 100
2 22 22 1,22 98,78
0,85 418 440 24,47 75,53
0,6 290 730 40,6 59,4
0,425 192 922 51,28 48,72
0,25 300 1222 67,96 32,04
0,15 268 1490 82,87 17,13
0,0075 236 1726 96 4
PAN 72 1798 100 0
Sumber: Data Praktikum, 2022
D50 = 0,42 mm
Komposisi Persentase (%)
Gravel 1,22
Sand 94,77
Mud (Silt + Clay) 4
Sumber: Data Praktikum, 2022
Kurva Distribusi Ukuran Butiran Tanah
Analisis Saringan
100
90 D90 = 1,45 mm
80
70
Presentase Lolos (%)
60 D50 = 0,42 mm
50
40
30
20
10
0
0.001 0.01 0.1 1 10 100
Diameter Butir (mm)
Gambar … Kurva Distribusi Ukuran Butiran Tanah Analisis Saringan
Sumber: Data Praktikum, 2022
1.1.1. Perhitungan Angkutan Sedimen Secara Teoritis (Kondisi Tanpa Krib)
1. Metode MPM (Meyer – Peter dan Muller)
Formula ini sangat sesuai digunakan dalam menentukan angkutan sedimen yang
bergradasi, dan kondisi aliran yang menyebabkan terbentuk konfigurasi dasar
(dunes, ripples, antidunes). Untuk langkah perhitungannya, terdiri dari:
Mencari nilai radius hiraulis basah
Mencari nilai koefisien kekasaran berdasarkan data kecepatan dua
elevasi
Mencari nilai koefisien kekasaran Chezy
Mencari nilai kemiringan garis energi
Mencari koefisien kekasaran Chezy pada d90
Mencari parameter kekasaran dasar sungai
Persamaan Bed Load MPM
Debit sedimen sungai
Contoh perhitungan pada section 5:
Diketahui data sebagai berikut:
b sungai = 12 m
h air = 1,28 m
A = 13,00042 m2
P = 15,2432 m
ρ = 1000 kg/m3
g = 9,8 m/dtk2
γs = 2650 kg/m3
γ = 1000 kg/m3
d50 = 0,42 mm = 0,00042 m
d90 = 1,45 mm = 0,00145 m
Qmodel = 0,025 m3/dtk
Qprototipe = 44,721 m3/dtk
Mencari nilai radius hidraulik basah
A
Rhb =
P
13,00042
=
15,2432
= 0,853
Mencari nilai koefisien kekasaran berdasarkan data kecepatan di dua elevasi
h permukaan = 1,28 m
20%h = 0,2 x 1,28
= 0,258 m
Qprototipe
Vh =
A
44,721
=
13,00042
= 3,440 m/s2
V0,2h = 0,8 x Vh
= 0,8 x 3,440
= 2,752 m/s2
( Vh−Vo , 2 h )
( )
U* =
5 ,75 x log (
h permukaan
20 % h )
( 3,440−2,752 )
( )
=
5 ,75 x log
1 , 28
0,256 ( )
= 0,171
33 x h permukaan
Ks = Vh
10 5 ,75 x U ∗¿ ¿
33 x 1 ,28
= 3,440
10 5 ,75 x 0,171
= 0,014
Mencari nilai koefisien kekasaran Chezy
12 x Rhb
C = 18 x log ( )
ks
12 x 0,853
= 18 x log ( )
0,014
= 51,825
Mencari nilai kemiringan garis energi
2
U¿
Se =
g x Rhb
2
0,171
=
9 , 81 x 0,853
= 0,004
Mencari koefisien kekasaran Chezy pada d90
Cd90 = 18 x log ( 12dx90Rhb )
= 18 x log ( 120,00145
x 0,853
)
= 69,277
Mencari parameter kekasaran dasar sungai
( )
1, 5
C
ξM =
C d 90
( )
1, 5
51,825
=
69,277
= 0,647
Persamaan Bed Load MPM
g'sb2/3 = (ρ x g x Rhb x ξM x Se) – (0,047 x (γs – γ) x g x d50
= (1000 x 9,81 x 0,853 x 0,647 x 0,004) – (0,047 x (2650 – 1000) x
9,8 x 0,00042
= 18,642
g'sb2 = (g'sb2/3)3
= (18,642)3
= 6478,169
g'sb = √ g' sb 2
= √ 6478,169
= 80,487 kg/s/m
g ' sb
qsb =
( γs – γ ) x g
80,487
=
( 2650 – 1000 ) x 9 , 8
= 0,0050 m3/s
Debit sedimen sungai
Qsb = qsb x b sungai
= 0,0050 x 12
= 0,060 m3/s
2. Metode Van Rijn
Perhitungan metode Van Rijn pada praktikum Teknik Sungai ini dihitung
dengan beberapa langkah sebagai berikut:
Mencari nilai radius hidraulik basah
Menghitung relatif densitas butiran
Menghitung kecepatan aliran rata-rata kritis
Persamaan Bed Load Van Rijn
Debit sedimen sungai
Rumus angkutan muatan dasar menurut Van Rijn (1984) berikut (Pilarczyk,
1995:95), berikut rumus dari Van Rijn:
Dimana:
Sb = kapasitas muatan dasar (m3/dt/m)
U = kecepatan rata-rata aliran (m/dt)
Uc = kecepatan rata-rata kritis
D50,D90 = diameter butir material dasar (m)
h = kedalaman butiran (m)
s = relatif densitas butiran
Contoh perhitungan pada section 5:
Diketahui data sebagai berikut:
b sungai = 12 m
h air = 1,28 m
A = 13,00042 m2
P = 15,2432 m
ρ = 1000 kg/m3
g = 9,8 m/s2
γs = 2650 kg/m3
γ = 1000 kg/m3
d50 = 0,42 mm = 0,00042 m
d90 = 1,45 mm = 0,00145 m
Qmodel = 0,025 m3/dtk
Qprototipe = 44,721 m3/dtk
Mencari nilai radius hidraulik basah
A
Rhb =
P
13,00042
=
15,2432
= 0,853
Menghitung relatif densitas butiran
γs
s =
γ
2650
=
1000
= 2,65
Menghitung kecepatan aliran rata-rata kritis
Diketahui data D50 = 0,42 mm, maka menggunakan rumus:
Maka, didapat
12 x 0,853
Uc = 0,19 (0,00042)0,6log[ ]
3 x 0,00145
= 0,294
Persamaan Bed Load Van Rijn
Diketahui:
U = 3,440 m/dt
Sb = 0,00037 m3/dt/m
Debit sedimen sungai
Qsb = Sb x b sungai
= 0,00037 x 12
= 0,0045 m3/dt