ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.
M DENGAN
TETRALOGI OF FALLOT DI UNIT RAWAT INAP
PEDIATRIK DAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN
RSJPDHK
Kelompok D
Ns. Arief Hadianto, [Link]
Ns. Yuli Astuti, [Link]
Ns. Vina Marisa Kuantan Galope, [Link]
Ns. Syarifah Aini, [Link]
Ns. Ica Isaura Medina. [Link]
Pembimbing : Sri Damayanti, [Link]., Ners
Outline
03
O1
Asuhan Keperawatan
Latar Belakang
TOF
O2 04
Teori TOF Analisis Kasus
05
Pembahasan
Latar Belakang
PJB merupakan kelainan bawaan yang paling sering
ditemukan dan menyebabkan meninggal dunia pada bayi
PJB terbagi menjadi: sianotik dan asianotik
Pada PJB sianotik terjadi sianosis sentral oleh karena
aliran darah paru berkurang akibat obstruksi aliran
keluar ventrikel kanan sehingga terjadi pirau kanan ke kiri.
Salah satu di antaranya PJB Sianotik ialah Tetralogi of
Fallot yang mencakup 5-10% dari seluruh angka kejadian
PJB (Djer, 2014)
Tetralogi of Fallot
Pulmonal Stenosis
VSD
(Ventricular Septal Defect)
Overriding Aorta
RVH
(Right Ventricel Heipertrofi)
Konsep Teori TOF
perbandingan anatomi dan aliran
darah pada jantung normal dan ToF
Definisi TOF
Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan
penyakit jantung bawaan sianotik karena
aliran darah paru berkurang yang
memiliki empat kelainan khas, yaitu
ventricular septal defect (VSD), overriding
aorta, stenosis pulmonal (PS) , serta
hipertrofi ventrikel kanan (RVH).
(Welly et al, 2021)
Prevalensi Kasus
Di Indonesia
angka kejadian PJB diperkirakan mencapai
43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup, atau
sekitar 9 dari 1000 kelahiran setiap tahunnya
Di RS Jantung dan Pembuluh Darah
Harapan Kita
Kematian kasus TOF di RSJPDHK dari tahun 2020 hingga
2022 mengalami peningkatan. Tahun 2020 sebanyak 21
pasien meninggal dunia atau 5.3% dari total kasus, pada
2021 terjadi penurunan presentasi kematian menjadi
3.8% Tahun 2022 mengalami peningkatan, yang
berjumlah 39 pasien menginggal dunia dengan kasus
TOF atau sebesar 8.5% Sehingga dibutuhkan tatalaksana
TOF yang tepat, cepat dan spesifik
Etiologi dan Faktor Risiko TOF
Faktor Endogen Faktor Eksogen
Penyebab PJB kebanyakan blm dapat
diketahui, termasuk TOF ini. ibu hamil terinfeksi virus
Beberapa bayi mengalami kelainan status nutrisi prenatal
jantung karena perubahan gen atau
kromosomnya yang buruk
konsumsi alcohol
Gangguan usia ibu >40 tahun saat
perkembangan sistem hamil
kardiovaskular pada konsumsi asam retinoate
masa embrio ibu hamil dengan
mutasi gen seperti diabetes serta
anomali kromosom phenylketonuria
(trisomi 21, 18, 13)
(Diaz dan Guillaume, 2022).
Manifestasi Klinis TOF
Clubbing
Squatting Setelah Finger
melakukan aktivitas
Manifestasi
Menyusu terputus,
Sesak napas, kejang, Klinis Feeding Dificulty
pingsan
Gagal tumbuh
Sianosis terutama pada
bibir dan kuku Kembang
Patofisiologi TOF
Patofisiologi TOF
Komplikasi TOF
Polisitemia dan Sindrom
Abses Serebri Stroke/Cerebrovas
Hiperviskositas
kular Accident
Subakut Bakterial Hiperpnea
Thromboplebitis
Endokarditis dengan Sianosis
Berat
Pemeriksaan Penunjang pada TOF
Radiologi
Pemeriksaan Laboratorium
“bootshaped” ukuran jantung normal
menganalisis nilai Hb, AGDA
dengan apeks jantung yang kecil
dan terangkat,
penurunan corak bronkovaskular
(oligemi)
Kateterisasi
EKG
mengukur arteri pulmonalis beserta
Ditemukan tanda-tanda
cabangnya
hipertrofi ventrikel kanan
melihat adanya VSD tambahan
melihat adanya kolateral dari aorta
langsung ke paru
Echo cardiography CT Scan
Melihat aliran ventrikel kanan ke untuk mengukur volume ventrikel
aorta melalui VSD kanan dan kiri
menghitung perbedaan tekanan menilai jalur aliran darah ventrikel
ventrikel kanan dan arteri pulmo kanan, arteri pulmonal, aorta, defek
beratnya derajat pulmonal stenosis. septum ventrikel
Tatalaksana TOF
Tatalaksana Spell
Knee to Chest position Tatalaksana Farmakologi
berikan oksigen Tatalaksana Bedah bayi dengan riwayat spell
Pemberian cairan intravena hipoksia
Prosedur paliatif shunt
Propanolol oral 0.5-1.5
bila spell berulang dpt dibeirkan : Prosedur koreksi total mg/kgbb/6-8jam
morfin 0,1-0,2mg/kgBB
Beta blocker
Ketamine 1-3mg/kgBB IV Bolus
selama 60 detik
Propanolol 0,01-0,25 mg/kg IV
perlahan-lahan (PERKI, 2016)
Status Gizi pada Anak
Stunting : pendek atau sangat pendek berdasarkan PB/Usia -2SD kurva WHO
S
Wasting: kurus atau sangat kurus berdasarkan BB/PB -2 SD kurva WHO
Asuhan Keperawatan
ToF
ASKEP TOF-Pengkajian
Nama : An. M
MR : 2023-53-68-25
Umur : 1 Tahun 1 bulan 8 Hari
Ruang : Rawat Inap Pediatrik dan PJB
Tanggal Masuk Rumah Sakit : 07/09/2023
Tanggal Masuk Ruang Rawat : 08/09/2023
Tanggal Pengkajian : 08/09/ 2023
Diagnosa Medis : Cyanotic spell pada TOF, PA konfluens
Keluhan saat masuk RS : Pasien dirujuk dari poliklinik karena biru dan
semakin membiru. Saat diperiksa saturasi turun ke 42 %.
ASKEP TOF- Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan Sekarang
An. M mengalami batuk berulang yang tidak kunjung sembuh dan sesak
sehingga Ibu memutuskan untuk membawa An. M ke Puskesmas aceh Madat.
lalu pasien diberikan o2 dan diruju kke RS Zubair Mahmud mendapatkan
therapi Furosemid PO, Spironolactone PO, dan Propanolol PO namun terkait
keterbatasan alat takhirnya pasien di rujuk ke RS Adam Malik dan dilakukan
tindakan kateterisasi
Riwayat Kelahiran
Ibu pasien menyatakan status kehamilan G3P3A0 anak dilahirkan secara Normal di
Bidan Cut Mutia saat melahirkan usia ibu 43 tahun(saat ini ibu belum menggunakan
KB dikarenakan kepercayaan yang dianut). Bayi lahir langsung menangis dengan
BB lahir: 2000 gram, PBlahir48cm, ada tanda sianosis APGAR 7/[Link]. M belum
pernah memiliki riwayat imunisasi sebelumnya dikarnakan kepercayan yang dianut
ASKEP TOF- Riwayat Antenatal
Riwayat Antenatal
Pasien merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara, anak pertama berjenis kelamin
perempuan usia 16 tahun persalinan normal dan tidak ada masalah kelainan
jantung, dan anak kedua berjenis kelamin laki-laki usia 11 tahun dan tidak ada
masalah kelainan jantung. Pada kehamilan ke tiga ibu pasien mengatakan saat usia
kehamilan 6 bulan ibu merasa pipinya bengkak, merah dan tensi rendah serta
mengonsumsi obat tablet tambah darah sampai melahirkan.
Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu menyatakan pendidikan terakhir suami dan ibu adalah SD saat ini Ayah pasien bekerja
sebagai buruh dan ibu pasien tidak bekerja, Ayah pasien tidak merokok. Ibu pun menyatakan
dirinya dan suami tidak memiliki riwayat penyakit keluarga yang diturunkan. Akan tetapi, Ibu
pasien dengan jujur menyatakan saat kehamilan ketiga atau An. M, ibu belum menyadari bahwa
Ibu telah mengandung An. M selama 2 bulan. Pada trimester pertama, ibu mengalami pusing,
mual, yang tak tertahankan sehingga ibu memutuskan untuk berobat ke puskesmas dan
ternyata Ibu dinyatakan sudah memasuki masa usia kehamilan 8 minggu
ASKEP TOF-Persepsi
Persepsi Orang Tua
Ibu An. M belum mengetahui bahwa anaknya mengalami kelainan jantung sejak
lahir. Saat dikaji ulang Ibu pun menyatakan masih belum memahami kondisi
penyakitnya, namun Ibu akan melakukan pengobatan yang terbaik. Hal ini terbukti
dengan Ibu mengikuti alur pengobatan rujukan BPJS sampai ke RSJPDHK. Dimulai
dari gejala awal pasien sering batuk dan kesulitan untuk minum ASI, tampak
kebiruan di bibir dan kaki, Ibu dan Ayah berusaha untuk memenuhi pengobatan An.
M. Ibu juga menyatakan An. M disayangi oleh Ayah dan kakak – kakaknya, meski
kehamilan Ibu baru diketahui saat usia 2 bulan. Ibu menyatakan sudah bersifat
pasrah terhadap prosedur pengobatan dan merasa senang karena dari hasil
Konferensi Bedah Pediatrik, pasien akan segera dilakukan BT- Shunt
ASKEP TOF-Pengkajian
ASKEP TOF-Pengkajian
Pemeriksaan Fisik Hasil
Bentuk simetris, rambut tipis kering dan warna kemerahan, mata tidak anemis,
Kepala
tidak ikterik, mukosa bibir kering
Leher Lehersimetris, tidak ada peningkatan JVP
Simetris, pergerakan dada simetris, retraksi interkostal minimal, nafas cuping
hidung tidak ada, sesak napas tidakada, suara napas: ronki kasar +/+, rales - /
Dada
-, no wheezing. pola napas: cepat. Jantung; BJ: I & II reguler, Murmur tidak ada,
dan gallop tidakada.
Abdomen Teraba supel, timpani tidak ada, peristaltic normal 10x/mnt. Hepar tidak teraba
Akral hangat, tidak ada edema, CRT >3 detik, pergerakan kaki dan tangan aktif,
Ekstremitas
kuku tangan dan kaki berwarnabiru
•Skor Bartel Indeks= 0, pasien dibantu total
Status Fungsional
ASKEP TOF- Status Gizi
BB 5,4kg PB 67cm
Z-Score: BB/PB: -4,46
SD severely wasted
Z- score -4,46 SD
ASKEP TOF- Status Gizi
PB 67cm Umur 13 bulan
Z-Score: PB/U: -4,24
SD severely Stunted
Z- score -4,24 SD
ASKEP TOF
Status Tumbuh Kembang
. Anak M saat ini mampu untuk duduk, mampu untuk menangkap dan
melempar bola. Anak M belum bisa merangkak, belum bisa mulai berdiri
atau berjalan, Anak M bisa memindahkan benda atau mainan.
ASKEP TOF- Pemeriksaan Echocardiography 07/09/2023
Penunjang IGD RSJPDHK
-Situs Sollitus
-AV-VA concordance
-all PV to LA
-VSD subaortic balanced shunt
-ASD (-), PDA (-)
-Kontraktilitas LV baik. EF 79%
-Kontraktilitas RV baik. TAPSE 14mm
-Aorta : overriding aorta 50%, LV-Ao PG 8 mmHg
-Pulmonal : PS Infundibular valvar severe. PG 67-
75mmHg, PA Konfluens, (RPA 4,4mm, LPA 7,0mm, AoD
6,8mm)
-Mitral baik
-Trikuspid baik
-Arkus Aorta dikiri. Coarc (-) AoD PG 7mmHg
Kesimpulan : ToF - PA konfluens
ASKEP TOF- Pemeriksaan Chest X-Ray 07/09/2023
Penunjang IGD RSJPDHK
•Proyeksi AP Supine
•CTR 60%
•Segmen Aorta normal
•Segmen Pulmonal normal
•Pinggangjantung (-)
•Apeks jantung upward
•Batas jantung kanan tidak melebar
•Oligemia (+)
ASKEP TOF- Pemeriksaan Penunjang
ASKEP TOF- Pemeriksaan EKG 07/09/2023 Poliklinik
Penunjang RSJPDHK
•Irama: Reguler
•HR : 120 x/m
•Gel.P: terdapat gel.P diikutikompleks QRS
•PR interval: 0,12 detik (normal)
•Kompleks QRS: sempit, 0,04 detik
•ST Segmen: ST Isoelektris
•Gel.T: G el.T normal (< 1mv disadapan precordial,
< 0,5mv disadapan ekstremitas)
•Axis: Lead I (-) Avf(+) = RAD (Right Axis Deviation)
Kesimpulan : Sinus Rhythm dengan Right
Ventrikular Hipertrophi (RVH) axis RAD.
ASKEP TOF- Pemeriksaan Catheter 03/8/2023 RSUP
Penunjang Adam Malik
LV graphy : malalignment VSD, overriding
aorta >50%
Ao graphy : 2 ostium koroner, minimal
kolateralAoD, no PDA
RV graphy : severe infundibular PS, PA
konfluens, RPA 6.9 mm, LPA 6.3mm
Vena inominata (+)
Tekanan : RV 84/3 (19), LV 84/2 (11), Ao 74/44
(59)
Saturasi : Ao 83%, LV 82%
ASKEP TOF- Pemeriksaan
Penunjang
Nilai Laboratorium
IGD 7/9/2023 IGD 7/9/2023
AGDA
HB 11,1 ; Ht 45,1 ;Leukosit 10.580
;Trombosit 304.000; Ph 7.28 / PCO2 25,2/PO2 78.1/
LED 1; Ur 17,1 ; Cr 0.25 ; GDS 184 ; Na HCO3 11,9 / BE – 12,5/ SaO2:
135; 93,8%/Mg ion 0.75/ Ca ion 1,26/
K: 5.4 ; Cl: 102; CaT: 2.38; GDS: 387/ Laktat: 8.2 / Na 130 / K
Mg: 2.3 4,9 / Cl 107 / Keton darah 0.1
Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DS:
Ibu mengatakan anak jika menangis langsung membiru
di kuku dan di bibir
Ibu mengatakanjika membiru anak tampak nafas
terengah-tengah dan lama kelamaan hanya meringis
DO: Gangguan
-Kesadaran compos mentis, Tampak sianotik di kuku,
kulit dan bibir, CRT >3detik, Riwayat spell >5x Sirkulasi
- Tanda Vital:
TD: 84/52 (58) mmHg
Spontan
1 HR: 140x/menit b.d
SpO2: 70% dengan O2 1lpm, saat spell saturasi 42%
S: 36,9 C Abnormalitas
RR: 30x/menit Struktur
- Anak tampak lemas
- Urin output: 2,46 cc/KgBB/24 jam Jantung
hasil echo : Aorta : overriding aorta 50%, LV-Ao PG 8
mmHg, Pulmonal : PS Infundibular valvar severe. PG
67- 75mmHg, PA Konfluens, (RPA 4,4mm, LPA 7,0mm,
AoD 6,8mm)
Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DS:
-Ibu pasien mengatakan belum begitu memahami
mengenai penyakit yang diderita anak nya
Ibu pasien mengatakan bahwa mendapat informasi
dari saudara nya bahwa anaknya tampak biru yang
tidak biasa dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit
Ibu pasien menganggap bahwa anak nya tampak
sianotik merupakan hal yang biasa dan satu bulan Defisit
menunda untuk dibawa ke Rumah Sakit
Ibu pasien mengganggap bahwa anak nya jika DBF Pengetahuan
2. terputus-putus dan tidak mampu minum dengan dot
merupakan hal yang wajar
b.d
DO:
Keterbatasan
-Tingkat Pendidikan ibu: tidak lulus SD kognitif
-Saat di kaji, ibu pasien masih tidak mengerti bahwa anak
nya memiliki penyakit jantung yang serius dan sering
mengalami spell
-Saat dilakukan pengkajian ibu pasien tampak bingung
-Riwayat spell berulang, di rumah dan di RS
-Ibu menolak saat akan dilakukan pemasangan NGT dan
IV line
Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DS:
Ibu mengatakan Anak M belum bisa merangkak,
belum bisa mulai berdiri atau berjalan, Anak M sudah
bisa memindahkan benda atau mainan.
Ibu pasien mengatakan anak belum bisa bicara satu
kata pun,jika ingin sesuatu hanya menunjuk saja
Gangguan
tumbuh
DO:
3. Tampak lesu dan lemas
kembang b.d
Intake per 24 jam 340ml +ASI dari target 550ml Efek
Anak tampak tidak aktif BB lahir: 2000gr
PB lahir: 48cm BB saat ini: 5,4 kg PB saat ini: 67cm ketidakmamp
Berdasarkan Tabel Antropometri WHO, didapatkan uan fisik
status gizi An.M :
BB/U : Gizi Buruk/Severely Underweight (-5,07 SD)
TB/U : Sangat Pendek/ Severely Stunted (-4,24 SD)
BB/TB : Sangat Kurus/Severely Wasted (-4,46 SD)
[Link] Sirkulasi Spontan
berhubungan dengan
abnormalitas struktur jantung
2. Defisit Pengetahuan
Diagnosis Keperawatan berhubungan dengan
Keterbatasan kognitif
[Link] tumbuh kembang
berhubuungan dengan
Efek ketidakmampuan fisik
Intervensi
Keperawatan
Intervensi Keperawatan
Intervensi Keperawatan
Intervensi Keperawatan
Implementasi dan Evaluasi
Keperawatan
Implementasi Keperawatan
Implementasi Keperawatan
Implementasi Keperawatan
Implementasi Keperawatan
Pembahasan
Analisis kasus terkait Etiologi dan Faktor Risiko
Penyebab utama pada PJB secara umum tidak diketahui
penyebab pastinya. Kelainan atau cacat jantung terjadi saat
masa pembentukan jantung janin di minggu ke 3-8 (Burton et
al, 2018).
Pada kasus An.M, Ibu mengetahui dirinya hamil An. M saat usia
kandungan sudah >8 minggu. Ketidaktahuan akan kondisi
kehamilan pada masa trimester awal berisiko terhadap
pertumbuhan dan perkembangan janin. terlebih pada
Trimester I, Ibu sempat mengonsumsi pereda mual dan pusing
sebelum akhirnya ke puskesmas dan diketahui dirinya hamil
Obat pereda sakit kepala yang dikonsumsi oleh Ibu bila
mengandung Ibuprofen yang merupakan obat anti inflamasi
nonsteroid (NSAID) maka dapat meningkatkan risiko cacat
lahir pada janin.
Analisis kasus terkait Etiologi dan Faktor Risiko
Usia ibu saat hamil An. M 43 tahun.
Saat usia kehamilan 24 minggu, ibu sempat dirawat, namun
Ibu kurang memahami sakit apa saat itu. hanya yang ia ingat
muka bengkak dan memerah
ibu hamil yang berusia lebih dari 35 tahun lebih berisiko tinggi
mengalami hipertensi pada kehamilan dibandingkan ibu
hamil yang berusia normal sekitar 20-30 tahun (Mamoru et al,
2013)
Menurut penelitian Hashim et al, 2020 terkait hubungan usia
ibu dengan kejadian PJB, menemukan bahwa Ibu yang berusia
>35 tahun cenderung memiliki bayi dengan VSD dan PDA.
Usia ibu dianggap sebagai faktor risiko yang signifikan untuk
PJB. bentuk kelainan yang paling umum yang terkait dengan
usia lanjut ibu adalah coartasio aorta dan spulmonal stenosis
(Cedergren dalam NCBI, 2020)
Analisis Kasus terkait Pengkajian
Pada An.M, ditemukan adanya sianotik pada bibir dan kuku
jari, clubbing finger, sesak napas dan semakin biru bila
menangis, A.M nampak lemah.
pada AN.M juga ditemukan adanya kejadian spell berulang
akibat dari keempat defek pada jantung, terjadi
Peningkatan shunt dari kanan ke kiri akan berdampak
pada penurunan PaO2 arteri, peningkatan PCO2 serta
penurunan PH yang kemudian berefek lagi ke hiperpnea.
Siklus ini disebut sebagai siklus spell dan jika tidak
dihentikan akan memperburuk kondisi pasien (Kasron,
2016).
Analisis Kasus terkait Pemeriksaan Penunjang
Hasil Echo mendukung Hasil X-Ray mendukung
PS : Infundibularvalvar Apeks jantung upward
severe, Oligemia
PG 67-75 mmHg, PA boot shaped heart
konfluens,(RPA 4,4 mm, LPA
7,0 mm, AoD 6,8 mm)
VSD subaortic balanced
shunt.
Hasil EKG mendukung Hasil Lab kurang sesuai
Deviasi axis ke kanan dgn teori
(RAD) pada anak dgn ToF
tanda hipertrofi : R:S pada cenderung ditemukan
V1 >1 kondisi polisitemia (Hb, Ht
persistent gel.S di V5-V6 tinggi)
pada An.M cenderung
rendah dikarenakan intake
yg kurang dari kebutuhan.
Analisis Kasus terkait Diagnosis
Gangguan Sirkulasi Spontan berhubungan
dengan abnormalitas struktur jantung
Defisit Pengetahuan berhubungan dengan
Keterbatasan kognitif
Gangguan tumbuh kembang berhubungan
dengan Efek ketidakmampuan fisik
Analisis Kasus terkait Impelementasi
Implementasi yang dilakukan pada Anak A dilakukan pada 08 September 2023
yang ditampilkan dalam tabel catatan perkembangan pasien dari diagnosis,
luaran dan intervensi keperawatan yang telah dirumuskan pada
rencanaasuhan keperawatan sebelumnya.
adapun Implementasi keperawatan pada An.M dilakukan agar mencegah
siklus spell terjadi diantaranya yaitu dengan mengajarkan
knee to chest position pada orang tua
memberikan loading cairan NaCl 0,9%
memberikan oksigen 1Lpm
memberikan obat Propanolol 3x10mg,
morphine drip 5mcg/kgBB/jam (extra)
Analisis Kasus terkait Evaluasi
Evaluasi dilakukan setelah melakukan implementasi keperawatan
terhadap pasien, dilakukan dengan mengkaji ulang masalah
keperawatan yang muncul disesuaikan dengan kriteria hasil yang
telah ditetapkan
Kesimpulan
Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan salah satu penyakit jantung
bawaan dengan tipe sianotik
Tetralogy of fallot (TOF) merupakan defek jantung yang terjadi secara
kongenital dimana secara khusus mempunyai 4 kelainan pada anatomi
jantung yaitu Defek Septum Ventrikel (VSD), Overriding Aorta, Stenosis
Pulmonal, dan Hipertrofi Ventrikel Kanan
Asuhan Keperawatan kepada pasien An. M sesuai dengan metode dan
proses keperawatan yang dimulai dari pengkajian hingga evaluasi
Masalah keperawatan yang didapatkan kelompok dari pengkajian
terhadap An. M yaitu gangguan sirkulasi spontan, defisit pengetahuan
dan gangguan tumbuh kembang
Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan bahwa masalah keperawatan
teratasi Sebagian.
Daftar Pustaka
Cedergren MI, Selbing AJ, Källén BA. Risk factors for cardiovascular malformation--a
study based on prospectively collected data. Scand J Work Environ Health. 2002
Feb;28(1):12-7. doi: 10.5271/sjweh.641. PMID: 11873776.
Djer, M.M. (2014). Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Operasi (Kardiologi
Intervensi).Jakarta: CV Sagung Seto.
Hashim, S. T., Alamri, R. A., Bakraa, R., Rawas, R., Farahat, F., & Waggass, R. (2020). The
association between maternal age and the prevalence of congenital heart disease in
newborns from 2016 to 2018 in single cardiac center in Jeddah, Saudi Arabia. Cureus.
doi:10.7759/cureus.7463
Kasron. (2016). Buku Ajar Keperawatan Sistem Kardiovaskular. Jakarta: TIM.
PERKI. (2016). Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Clinical Pathway (CP) Penyakit Jantung
dan Pembuluh Darah
RSJPDHK (2023). Data pasien ToF 2020-2022. Jakarta:RSJPDHK