0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan30 halaman

Esensi TIK dalam Pembelajaran PAUD

Makalah ini membahas tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di PAUD. Teknologi informasi dan komunikasi dapat diaplikasikan dalam pembelajaran PAUD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyenangkan dan interaktif serta dapat membantu perkembangan anak secara optimal.

Diunggah oleh

Delfi Kristin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan30 halaman

Esensi TIK dalam Pembelajaran PAUD

Makalah ini membahas tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di PAUD. Teknologi informasi dan komunikasi dapat diaplikasikan dalam pembelajaran PAUD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyenangkan dan interaktif serta dapat membantu perkembangan anak secara optimal.

Diunggah oleh

Delfi Kristin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN


KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN DI PAUD

DISUSUN OLEH:
Nama
Stambuk

UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN GURU PAUD
2023
Kata Pengantar
Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan rahmat. Hidayah dan nikmat yang tak ternilai harganya. Atas izin-

Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Pemanfaatan

Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pembelajaran di Paud”

Dalam penyususan makalah ini, saya banyak melibatkan berbagai pihak

yang telah meluangkan waktu dan tenaga atas bantuan, saran, dan bimbingan yang

diperlukan. Untuk itu, dengan kerendahan hati saya mengucapkan terima kasih.

Dengan menyadari terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang saya

miliki, maka kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa saya harapkan

demi kesempurnaan makalah ini. Saya berharap semoga makalah ini bermanfaat

bagi mereka yang memerlukannya dan senantiasa medapat ridho Allah SWT.

Palu, 18 Desember 2023

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................ii
BAB [Link]...................................................................1
[Link] Belakang.................................................................1
[Link] Masalah............................................................3
[Link] Masalah...............................................................3
BAB [Link]...................................................................4
2.1 Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi................4
2.2 Pembelajaran PAUD.........................................................6
2.2.1 Bermain Sebagai Esensi Pembelajaran Anak Usia
Dini.........................................................................6
2.2.2 Pembelajaran Anak Usia Dini...................................8
2.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai
Media Pembelajaran Anak Usia Dini.................................11
2.4 Penerapan TIK dalam Pembelajaran Anak Usia Dini...........14
2.5 Manfaat TIK dalam Pembelajaran Anak Usia Dini..............15
BAB [Link]................................................................17
2.1 Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi..............17
2.2 Pembelajaran PAUD.......................................................17
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Zaman modernisasi saat ini, bangsa Indonesia mengalami kemajuan di

bidang ilmu pengatahuan dan teknologi yang sangat cepat. Hal ini dapat dilihat

dengan adanya informasi dan komunikasi yang cepat menyebar dalam setiap sendi

kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan. Seiring dengan kemajuan tersebut,

dunia pendidikan juga mengalami pengaruh yang signifikan. Dampak tersebut

membawa pengaruh secara langsung terhadap proses pendidikan baik secara

positif maupun negative.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan anak usia dini

dapatdiselenggarakan melalui: (1) jalur pendidikan formal berbentuk taman

kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat, (2)

jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain (KB), Taman

PenitipanAnak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat, dan (3) jalur pendidikan

informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan

olehlingkungan (Depdiknas, 2003:9).

Oleh karena itu, proses pembelajaran yang bermutu sejatinya dapat

dimulaisejak usia dini dengan mempertimbangkan aspek perkembangan dan

karakteristik anak secara holistik dan integratif . Hal ini memberi arti bahwa

pembelajaran yang bermutu menjadi faktor utama dalam keberhasilan pendidikan

pada anak usia [Link] dalam pembelajaran dapat ditingkatkan melalui


pengelolaan kelas yangmemadai dengan mengedepankan prinsip-prinsip dan

pendekatan yang humanis bagi anak.

Namun demikian, pada umumnya pembelajaran yang dilaksanakan

dilembaga- lembaga pendidikan anak usia dini baik formal, informal

maupunnonformal masih terdapat banyak kendala, hambatan, dan tantangan.

Dahulu, pembelajaran lebih bersifat tradisionalis, manual, dogmatis, penggunaan

strategidan metode pembelajaran yang belum variatif. Selain itu, pembelajaran

cenderungmasih berpusat pada guru sehingga tidak memberikan kesempatan bagi

anak usiadini untuk dapat mengeksplorasi potensi dirinya secara bebas. Hal ini

disebabkan karena masih rendahnya kualitas guru PAUD dalam mengelola

pembelajaran sertakeilmuan dibidang pendidikan anak usia dini. Selain itu, belum

optimalnyakemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran PAUD di sekolah.

Sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan kunci kemajuan

dandaya saing bangsa. SDM unggul merupakan individu yang memiliki

kreativitas,inovasi, dan kecepatan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Tantangan untuk ke depan didominasi oleh percepatan perkembangan teknologi

informasi dankomunikasi (TIK). Ketertinggalan penguasaan TIK akan

menyebabkan lemahnyadaya saing dan hanya menjadikan sebagai bangsa

pengguna. Oleh karena itu,diperlukan upaya pengenalan, pemahaman,

pemanfaatan, dan pengembangan TIK secara tepat. Hal itu dimaksudkan agar

SDM memiliki pemahaman danketerampilan untuk memanfaatkan TIK dengan


baik. Salah satu cara yang dapatdilakukan adalah melalui pendidikan anak usia

dini (PAUD).

Pembelajaran saat ini, lebih diarahkan pada aktivitas modernisasi dengan

bantuan teknologi canggih dengan harapan dapat membantu anak usia dini

dalammengeksplorasi potensi, minat, dan bakat secara interaktif, produktif,

efektif,inspiratif, konstruktif, dan menyenangkan. Selain itu, anak usia dini

jugadiharapkan memiliki life skill secara sederhana dari aplikasi teknologi

tersebut.

Sesungguhnya, pembelajaran dengan menggunakan teknologi

memberikesempatan dan peluang bagi guru untuk dapat meningkatkan

danmengembangkan kompetensinya terutama kompetensi paedagogik dan

profesional. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran diasumsikan

dandiharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan pembelajaran

dikelas yang disebabkan oleh kurang optimalnya peran guru dalam memanfaatkan

penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan terutama pendidikan anak usiadini.

Salah satu hal yang bisa dimanfaatkan oleh dunia pendidikan terutama

gurudalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu dengan cara

memanfaatkanteknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran

PAUD sesuaidengan tingkat perkembangan anak secara optimal. Pemanfaatan

TIK inidiharapkan menjadi salah satu alternatif dalam menjawab tantangan

pembelajaran PAUD pada masa kekinian dengan tetap mengedepankan prinsip-


prinsip pembelajaran anak usia dini dengan memperhatikan karakteristik dan

perkembangannya.

Optimalisasi pemanfaatan TIK ini menjadi sarana dalam

meningkatkanstimulasi perkembangan anak secara optimal. Oleh karena itu,

melalui penggunaan TIK ini diharapkan anak usia dini dapat memahami dan

mengerti penggunaan teknologi secara tepat guna untuk dapat membantu dalam

pembelajaran di sekolah. pemanfaatan TIK ini dengan cara mengoperasikan

penggunaa media audio visual, media player, komputer, dan internet. Hal

tersebutdiasumsikan dapat menjadi alternatif dalam proses pembelajaran

yangmenyenangkan dan menggembirakan bagi anak usia dini dengan tuntunan

dan panduan dari guru.


1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, dapat ditarik rumusan permasalahan pada

makalah ini sebagai berikut:

a. Bagaimana penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam

pembelajaran PAUD ?

b. Apakah manfaat dan tujuan Penerapan Teknologi Informasi

danKomunikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

(PAUD) ?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi yang

tepat,sederhana, menarik, komunikatif dan mendidik dalam

pembelajaranPAUD.

b. Untuk mengetahui manfaat dan tujuan penerapan Teknologi Informasidan

Komunikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini


BAB III

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi informasi dan komunikasi atau TIK lebih populer

dikenal dengansebutan istilah ICT. Sementara ICT tersebut singkatan dari

Information andCommunication Technologies. Dalam hal penggunaannya

TIK ini menggunakan perpaduan antara perangkat keras (hardware) dan

perangkat lunak (software). TIK ini menjadi salah satu perkembangan baru

dalam dunia pendidikan yang saat inimulai dirasakan disetiap lini bidang

kehidupan.

Terkait dengan hal itu, Lucas (Munir, 2008:41) mengemukakan

bahwateknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan

untuk memproses dan mengirim informasi dalam bentuk elektronik, micro

komputer,komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak

memproses transaksi, perangkat lembar kerja dan peralatan komunikasi

dan jaringan merupakan contohteknologi informasi. Hal ini memberikan

informasi secara langsung dengan bantuan utama berupa komputer dan

alat-alat teknologi lainnya. Oleh karena itu,dalam memproses informasi,

teknologi membutuhkan peralatan dan media yangmendukung terciptanya

komunikasi melalui layanan yang mempermudah adanyatransaksi secara

langsung.

Hal yang terpenting dalam penggunaan teknologi informasi dan

komunikasiadalah tersedianya komponen-komponen yang saling


mendukung antara lainsoftware, hardware, proses, dan sistem dengan

tujuan utama menyampaikan pesansecara mudah dan dapat diterima

dengan cepat.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi adalah bagian

dari media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam aplikasi

pembelajaran. Hal ini dapat mempermudah guru dalam mengelola dan

menyampaikan pesan kepada peserta didik. Sekait dengan hal tersebut di

atas, menurut Sadiman dkk (1993:189-190)ada dua pola dalam

memanfaatkan media yaitu: 1) pemanfaatan media dalamsituasi kelas,

dimana pemanfaatannya dipadukan dalam proses pembelajaran disituasi

kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu; 2) pemanfaatan media

di luar kelas situasi kelas, pemanfaatan ini dibagi menjadi dua kelompok

utamayaitu pemanfaatan secara bebas dan pemanfaatan secara terkontrol.

Pemanfaatan media ini dapat mempermudah guru melakukan

aktivitas pembelajaran secara langsung baik indoor maupun outdoor. Hal

tersebut dapatdioptimalkan dengan mempertimbangkan karaktertik

perkembangan peserta [Link] lanjut, menurut Bates (1995:21)

pemilihan media berbasis teknologikomputer antara lain akses, biaya,

pertimbangan pedagogis, interaktivitas dankemudahan penggunaan,

pertimbangan organisasi, kebaruan (novelty) dankecepatan.

Berikut ini beberapa jenis TIK yang dapat dimanfaatkan dalam

pembelajaran PAUD, antara lain:

1. Audio dan Video Player.


Media audio berhubungan dengan pendengaran. Karena hal

inimenyangkut komunikasi melalui pendengaran secara langsung.

Sementaramedia video visual berkaitan dengan pelibatan indra

penglihatan. Hal inisesungguhnya terdapat dua pesan yang dimuat

dalam media visual yakni pesan verbal dan pesan nonverbal

2. Komputer

Komputer merupakan perangkat yang melibatkan teknologi sofware

danhardware. Melalui penggunaan komputer ini mempunyai pengaruh

secarasignifikan dalam proses pembelajaran. Komputer dapat

membantu gurumengopeasionalkan pembelajaran yang menantang dan

menyenagkan bagianak didik.

3. Internet

Internet merupakan layanan teknologi yang menyiapkan seluruh

aplikasidan informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber dan media

pembelajaran. Internet dapat dioptimalkan dengan cepat, nyaman, aman

bagi penggunannya. Penggunaan internet dapat mempermudah guru

dalammencari dan menelusuri informasi berkaitan materi pembelajaran

yangdiajarkan kepada anak didik.

2.2 Pembelajaran PAUD

2.2.1 Bermain sebagai Esensi Pembelajaran Anak Usia Dini

Bermain merupakan esensi dalam pembelajaran anak usia dini.

Karenamelalui bermain, anak usia dini dapat mengeksplorasi dengan senang,


gembira,ceria, dan menyenangkan. Oleh karena itu, bermain menjadi wahana

untuk dapatmengeksplorasi minat dan bakatnya dengan cara-cara yang

menyenangkan.

Mengacu pendapat dari Karl Buhler dkk (Suryadi,

2007:116)mengemukakan bahwa pengertian bermain adalah kegiatan yang

menimbulkankenikmatan, dan kenikmatan itu menjadi rangsangan bagi perilaku

lainnya, yaituketika anak mampu berbicara dan berfantasi. Sementara itu, Freud

(Suryadi,2007:117) berpendapat bahwa dengan bermain anak yakin dapat

menumpahkanseluruh perasaan, bahkan mampu mengatur, menguasai, berpikir,

dan [Link] pendapat tersebut diperkuat oleh pendapatnya Piaget

yangmenyatakan bahwa bermain menunjukan 2 realita anak yaitu: 1) adaptasi

terhadapapa sudah mereka ketahui, dan 2) respons mereka dalam hal- hal baru.

Menurut Tedjasaputra (2001:20) menjelaskan bahwa melalui bermain

anak merasakan berbagai pengalaman emosi, senang, sedih, bergairah, kecewa,

bangga,marah. Melalui bermain pula memahami aturan apapun tata cara

[Link] Piaget (Mayesky, 1990:196-197) menjelaskan bahwa

bermain adalahsuatu kegiatan yang berulang-ulang dan menimbulkan

kesenangan/kepuasan bagidiri seseorang.

Sementara itu, bermain menurut Hildebrand (Moeslihatoen, 2004:24)

bahwa bermain berarti berlatih, mengeksploitasi, merekayasa, mengulang latihan

apapunyang dapat dilakukan untuk mentransformasi secara imajinatif hal-hal yang

samadengan dunia orang dewasa. Selain pendapat tersebut yang telah


dipaparkan,Stone (1993:5) menjelaskan bahwa bermain adalah hal yang nyata, hal

yang penting membantu anak mempelajari tentang dunianya secara alamiah.

Pendapatdi atas juga di perkuat menurut Bettleheim (Hurlock, 1991:320) yang

menjelaskan bahwa kegiatan bermain adalah kegiatan yang dilakukan tidak

mempunyai peraturan lain kecuali yang ditetapkan pemain sendiri dan tidak ada

hasil akhir yang dimaksudkan dalam realitas luar.

Pendapat lain dikemukakan oleh Musfiroh (2008:4) ia menjelaskan

bahwakegiatan bermain mengandung unsur: (1) menyenangkan dan

menggembirakan bagi anak-anak menikmati kegiatan bermain tersebut, tampak

riang dan senang,(2) dorongan bermain muncul dari anak bukan paksaan orang

lain, (3) anak melakukan karena spontan dan sukarela, anak tidak merasa

diwajibkan, (4) semuaanak ikut serta secara bersama-sama sesuai peran masing-

masing, (5) anak berlaku pura-pura marah atau pura- pura menangis, (6) anak

menetapkan aturanmain sendiri, baik aturan yang diadopsi dari orang lain maupun

aturan yang baru,aturan main dipatuhi oleh semua peserta bermain. (7) anak

berlaku aktif; merekamelompat atau menggerakan tubuh, tangan dan tidak sekedar

melihat, (8) anak bebas memilih maun bermain apa dan beralih ke kegiatan

bermain lain, bermain bersifat fleksibel.

Berdasarkan pendapat yang telah terurai tersebut dapat disimpulkan bahwa

bermain merupakan bermacam bentuk kegiatan yang memberikan kepuasan

padadiri anak yang bersifat non serius, lentur, dan bahan mainan terkadang

dalamkegiatan dan yang secara imajinatif ditransformasikan sepadan dengan

duniaorang dewasa. Bermain juga merupakan suatu aktivitas yang dilakukan anak
untuk bereksplorasi, membantu anak mempelajari tentang dirinya, orang lain,

danlingkungan, sehingga dapat mempengaruhi semua aspek perkembangan

melaluikegiatan yang menyenangkan, spontan tanpa aturan yang mengikat,

gembira,sukarela, dan penuh kebebasan.

Bermain mempunyai fungsi untuk dapat menjadi sarana eksplorasi anak

dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Santoso (2004:50)

bahwa salah satu fungsi bermain adalah melatih kerjasama, gotong

royong,toleransi, saling menghargai dan saling membutuhkan antar anak.

Sementara itu,Suratno (2005:80-81) menjelaskan bahwa melalui bermain anak

dapat berlatihdalam kehidupan bersosial seperti keterampilan berkomunikasi dan

bernegoisasi. Pendapat lain dijelaskan menurut Bruner (Suratno, 2005:76) bahwa

fungsi bermain adalah sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan

fleksibilitasanak. Hal ini menjadi penting bahwa bermain menjadi bagian penting

dalamkehidupan anak untuk melakukan penjelajahan terhadap dunianya. Pendapat

tersebut diperkuat oleh Frank dan Goldenson (Moeslihatoen, 2004:33-34)

menjelaskan bahwa bermain bagi anak memiliki 8 fungsi antara lain: 1)Menirukan

apa yang dilakukan oleh orang dewasa, seperti meniru ibu masak didapur, dokter

mengobati orang sakit, 2) untuk melakukan berbagai peran yang adadi dalam

kehidupan nyata seperti guru mengajar di kelas, supir mengendaraimobil, 3) untuk

mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidupyang nyata.

Contohnya ibu memandikan adik, ayah membaca koran, kakak mengerjakan tugas

sekolah, 4) untuk menyalurkan perasaan yang kuat sepertimemukul-mukul kaleng,

menepuk-nepuk air, 5) untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat


diterima seperti berperan sebagai pencuri, 6) untuk kilas balik peran-peran yang

biasa dilakukan seperti gosok gigi, sarapan pagi, naik angkutan kota, dan lain

sebagainya, 7) Mencerminkan pertumbuhan seperti pertumbuhan misalnya

semakin bertambah tinggi tubuhnya, semakin gemuk badannya dan semakin

dapat berlari cepat, dan 8) untuk memecahkan masalah danmencoba berbagai

penyelesaian masalah seperti menghias ruangan, menyiapkan jamuan makan,

pesta ulang tahun.

Berdasarkan paparan pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan

bahwafungsi bermain adalah sebagai upaya pengembangan potensi dan kreativitas

anak melalui proses yang dialaminya dengan melakukan ekplorasi

terhadapkeinginannya secara bebas dan spontan. Selanjutnya dengan bermain pula

anak dapat mengetahui kemampuan yang dimilikinya sebagai modal dasar

dalammelakukan tindakan dan aktivitasnya secara langsung.

2.2.2 Pembelajaran Anak Usia Dini

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik

dengansumber belajar. Interaksi ini menjadi bagian dalam memperoleh informasi

secarasistematis dan teratur. Hal lain juga dikaitkan bahwa pembelajaran

mampumenghasilkan adanya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan

berdasarkantujuan yang diinginkan. Terkait dengan hal ini, Surya (2004:7)

memaparkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh

individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara


keseluruhan, sebagai hasildari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi

dengan lingkungannya.

Sementara itu, menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003 Pasal 1

ayat20 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pembelajaran

adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada

suatulingkungan belajar. Melalui proses interaksi tersebut, diharapkan

dapatmengeksplor pengetahuannya secara bebas dengan lingkungan belajar yang

memadai.

Proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dalam lingkungan

belajar adalah sebuah proses yang tidak bisa diindahkan dalam konteks

pengelolaan pembelajaran. Terkait dengan hal ini, Sagala (2003:61) menjelaskan

pembelajaran sebagai suatu proses dimana lingkungan seseorang secara

sengajadikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu

dalamkondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu.

Halini menunjukkan bahwa pembelajaran mengarahkan pada proses menuju

adanya perubahan tingkah laku ke arah yang positif. Selain itu, pembelajaran

dapatdikelola dengan teratur, sistematis, dan mengedepankan seluruh aspek

[Link] karena itu, dalam proses ini dapat memberikan stimulasi dengan

melibatkanunsur-unsur pedagogis sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran

yangdiinginkan oleh pembelajar.

Selain itu, Sa’ud (2010:124) memaparkan bahwa pembelajaran

merupakanserangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya


proses belajar pada siswa. Dalam hal ini, pembelajaran mengarahkan adanya

interaksiyang harmonis antara pendidik dengan peserta didik. Lingkungan belajar

jugamenjadi hal yang penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu,

kegiatanini dapat memberikan manfaat dalam proses komunikasi dan interaksi

[Link] demikian, pembelajaran diarahkan pada proses yang saling

membutuhkandalam memperoleh ilmu pengetahuan secara komprehensif. Melalui

pembelajaranini, siswa dapat melakukan kegiatan sesuai dengan potensi yang

tujuan yanghendak dicapai secara efektif dan tepat sasaran. Maka pembelajaran

ini menjadihal penting sehingga dapat membangkitkan siswa untuk dapat

mengetahui lebih dalam pengetahuan yang diinginkannya.

Disisi lain, Sudjana (Mariyana,dkk 2013: 6) menyatakan bahwa

pembelajaran adalah penyiapan suatu kondisi agar terjadinya belajar. Hal ini

memberikan pemahaman bahwa pembelajaran hendaknya didesain untuk

dapatterciptanya belajar yang melibatkan seluruh elemen atau komponen

[Link] tersebut saling bersinergi untuk dapat menumbuhkan

suasana pembelajaran secara kondusif dan produktif.

Sekait dengan hal itu, (Ahmadi, dkk: 2011:19) menguraikan bahwa

pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu

padaseperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk

mencapaitujuan. Lebih lanjut, mengatakan bahwa pembelajaran meliputi suatu

komponen,antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru, metode, situasi, dan

evaluasi.
Pembelajaran pada anak usia dini mengedepankan prinsip-prinsip

perkembangan sesuai dengan karakteristiknya. Hal ini bertujuan bahwa pada anak

usia dini pembelajarannya menggunakan pembelajaran terpadu. Oleh karena itu,

pembelajaran terpadu menjadi ciri khas yang melekat dalam proses

pembelajaranyang diselenggarakan pada anak usia dini.

Sejalan dengan itu, Hadisubroto (1998:23) memaparkan bahwa

pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dari suatu pokok

bahasanatau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lainnya, dimana

konseptertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan

ataudirencanakan, baik dalam satu bidang atau lebih dan dengan beragam

pengalaman belajar agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Hal ini memiliki

pengertian bahwa pembelajaran terpadu mengaitkan komponen tertentu dalam

prosesintegrasi keterampilan dan kemampuan.

Sementara itu, Prabowo (2000:3) mengatakan bahwa pembelajaran

terpadusebagai suatu proses yang mempunyai beberapa ciri yaitu: (1) berpusat

pada siswa(student centered), (2) proses pembelajaran mengutamakan pemberian

pengalaman langsung, serta (3) pemisahan bidang studi tidak terlihat

[Link] terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum

yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan.

Lebih lanjut, Trianto (2010a:6) berpendapat bahwa implementasi

pembelajaran terpadu bergantung pada kecenderungan materi-materi

yangmemiliki potensi untuk dipadukan dalam satu tema tertentu. Dari beberapa
ciri pembelajaran terpadu di atas, menunjukkan bahwa model pembelajaran

terpadu adalah sejalan dengan beberapa aliran modern yaitu termasuk dalam

aliran pendidikan progresivisme. Aliran pendidikan progresivisme memandang

pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat

pada anak (student centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikanyang

masih berpusat pada guru dan pada bahan ajar. Tujuan utama sekolah adalahuntuk

meningkatkan kecerdasan praktis, serta untuk membuat anak lebih efektif dalam

memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks

pengalaman(experience) pada umumnya (William [Link], 1981).

2.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media

Pembelajaran Anak Usia Dini

Menurut Robinson Situmorang, (2013:17), Pemanfatan Teknologi

Informasidan Komunikasi (TIK), pada masa perkembangannya lebih dikenal

dengansebutan“media Komputer”, yang digunakan sebagai media pembelajaran,

baik itu bersifat offline maupun online. Komputer sebagai media pembelajaran

secara begantian disebut disebut pula dengan mutimedia. Ini disebabkan

kemampuanteknologi yang dimiliki perangkat komputer mampu

mengintegrasikan berbagaifungsi media (mulai dari audio, visual, animasi, sistem

transisi, kemampuaninteraktif, sampai kepada layanan sistem hypertexs) di dalam

satu medium, yang disebut Komputer.

Dengan kemampuan teknologi yang dimiliki, “komputer” menjadi

saranayang sangat efektif dan efisien untuk digunakan sebagai modalitas dalam
pembelajaran. Hal inilah yang menjadikan teknologi komputer memberi banyak

ragam dalam pembelajaran, khususnya ketika teknologi tersebut menjadi

mediunyang terkoneksi dengan internet. Berbagai ragam pembelajaran yang

memanfaatkan teknologi dengan istelah pembelajaran berbasis komputer

bermunculan, mulai dari Computer Based Learning (CBL), Online Learning atau

Web Based Learning, E-learning yang sering disebut juga Technology Based

Learning, Distance Learning (Pembelajaran Berbasis Jaringan) atau Integreted

System.

Melalui berbagai keunggulan yang dimiliki, teknologi komputer

telahmenginspirasi banyak ahli di bidang pendidikan untuk memberdayakannya

dalam skala yang lebih luas, sehingga tidak terbatas dalam pembelajaran

semata,tetapi menjadi modal utama dalam penyelenggaraan pendidikan, seperti

nampak dalam gambar berikut ini :

Gambar 1 : Rentang Pembelajaran Berbasis Komputer


Menurut Heinich dan Molenda (2005), dalam Robinson Situmorang,

(2013:18),mengemukakan bahwa secara umum media diartikan sebagai

„alatkomunikasi yang membawa pesan dari sumber ke penerima. Pengertian ini

lebihmengarah pada pengertian media yang lebih khusus. Secara lebih luas

dikatakan bahwa media adalah alat yang bermuatan pesan, yang memungkinkan

orang atau siswa dapat berorientasi dengan pesan tersebut secara langsung. Media

teknologiinilah merupakan media yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan

pembelajaran tertentu, seperti Tenologi informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis

offline dan online.

Lebih lanjut ia katakan, dengan memanfaatkan Teknologi informasi

danKomunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran bukan hanya bermanfaat

bagisiswa (peserta didik) saja, tetapi juga bagi guru (pendidik) sebagai perancang,

pengembang dan pelaksana dalam pembelajaran. Oleh karena itu, kehadiran TIK

sebagai media pembelajaran banyak membantu guru (pendidik) dalam

berbagaihal, antara lain:

1. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif

Penggunaan media pembelajaran berupa foto ataupun video, dapatmenarik

perhatian siswa bila dibandingkan dengan penjelasan secaradiskripsi secara

lesan. Guru dapat menciptakan berbagai kegiatan yangvariatif dan

mengaktifkan siswa melalui foto ataupun gambar obyek yang dibahas.

2. Pembelajaran menjadi lebih kongkret dan nyata


Penggunaan media pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar, lebih-lebihdikelas

rendah sangat sesuai dengan karakteristik siawa yang masih beradadalam

tarah “operasional-konkret. Dengan media ini siswa akan lebihmudah

mempelajari segala sesuatu yang secara langsung dapat merekalihat, dengaar,

pegang dan merasakan.

3. Pengelolaan pembelajaran lebih efektif dan efisien

Dengan media pembelajaran, guru dapat terbantu untuk tidak perlu banyak

menulis atau mengilustrasikan di papan tulis. Ilustrasi dan tulisanyang

dibutuhkandapat dipenuhi guru dengan waktu yang tepat dan cepatmelaui

fasilitas tang terdapat pada komputer.

4. Mendorong siswa belajar secara lebih mandiri. Media Pembelajaran

yangsudah dirancang khusus untuk pembelajaran tertentu dapat

dipergunakanoleh siswa untuk belajar baik secara individu maupun secara

kelompok.

5. Meningkatkan kualitas [Link] media pembelajaran proses

pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan

kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

6. Proses pembelajaran dapat dilakukan di mana dan kapan sajaProgram

audio, video, komputer (offline dan online) adalah media pembelajaran

yang dapat digunakan di mana saja dan kapan sajasesuaidengan kondisi

dan situasi guru maupun siswa.

7. Menimbulkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran


8. Penggunaan media yang dirancang sesuai dengan kebutuhan belajar

siswadapat menimbulkan sikap positif siswa terhadap proses belajar

mengajar.

2.4 Penerapan TIK dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Pembelajaran merupakan suatu istilah yang memiliki keterkaitan

yangsangat erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses

[Link] merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan

suasanaatau memberikan pelayanan agar siswa belajar disesuaikan dengan kondisi

yangrelevan. Untuk itu, harus dipahami bagaimana siswa memperoleh

pengetahuandari kegiatan belajarnya. Dalam hal ini, belajar bagi anak usia dini

adalah melalui bermain yang kemudian dapat menstimulasi perkembangan dirinya

secara optimal

Dikaitkan dengan kondisi relevan yang ada di sekitar anak yaitu anak

beradadi lingkungan serba teknologi, maka kegiatan pembelajaran haruslah

dapatmenyesuaikan dengan kondisi tersebut. Bentuk penyesuaian

tersebutmengarahkan pada kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan TIK

sebagai media pembelajaran ataupun sebagai perangkat pendukung kelancaran

proses pembelajaran. Adapun penggunaan TIK dalam pembelajaran khususnya di

jenjang pendidikan anak usia dini perlu memperhatikan tingkat usia dan kaidah

tahapan pembelajaran anak agar penerapan TIK berfungsi secara benar dan

pemanfaatannya dapat menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak.


Berikutcara penerapan TIK dalam pembelajaran anak usia dini yang

dikelompokkan berdasarkan kelompok usia:

1. Pada perkembangan anak usia 0-2 tahun, anak mulai belajar mendengar

dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang

ditimbulkanmelalui gerakan, serta suara. Kemudian anak mulai menirukan

ketikamereka mulai belajar berbicara. Pemberian IT pada usia anak

demikiandapat melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu

rohani ataulagu anak. Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia

denganmemutarkan film-film kartun anak, yang tentunya mendidik.

2. Pada anak kelompok usia 3-4 tahun, anak mulai menggunakan

kalimatyang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara mereka

menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan

pertanyaanmenunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Oleh

karenannya penting diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti

pada usiaanak 0–2 tahun, tetapi cara pembelajarannya meningkat

disesuaikandengan usia anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih

banyak,namun tentu saja perlu pendampingan guru dan orang tua sehingga

dapatterlihat sejauh mana anak mampu untuk belajar. Semakin banyak

kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu anak

menumbuhkan rasa percaya diri.

3. Pada kelompok usia 5-6 tahun, pengenalan dunia IT sudah

lebihmeningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat

keraskomputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh


anak,misalnya: CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer. Pengenalan

perangkat keras ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-

masing alat dengan cara langsung dipraktekkan (learning by doing).

4. Pada kelompok usia 7-8 tahun, pengenalan dunia IT sudah masuk

padatingkat program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi

dengan program aplikasi pembelajaran.

2.5 Manfaat TIK dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Manfaat untuk peserta didik bagi Anak Usia Dini, internet

menawarkankesempatan untuk belajar sendiri secara cepat untuk meningkatkan

pengetahuan, belajar interaktif, dan mengembangkan kemampuan anak.`TIK juga

dapatmenstimulus pengembangan kemampuan anak diantaranya:

1. TIK dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak

Media merupakan alat yang memungkinkan anak mudah untuk

mengertidan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk

mengingatnyadalam waktu yang lama dibandingkan dengan penyampaian

materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan.

Dengan penerapan media pembelajaran berbasis TIK anak akan lebih

termotivasidalam belajar sehingga kecerdasan kognitif anak akan terlatih.

Oleh karenaitu, dengan menerapkan media pembelajaran berbasis TIK

dalam pembelajaran dapat meningkatkan kecerdasan kognitif anak yaitu

adanya peningkatan yang pada kondisi awal kondisi masih kurang baik

akanmenjadi meningkat pada akhir.


2. TIK dapat meningkatkan kemampuan nilai agama dan moralDalam

meningkatkan kemampuan nilai agama dan moral yaitu melaluimedia TIK

guru dapat menstiumulus kemampuan NAM anak melaui vidioatau film

tentang kisah kisah teladan para nabi dan Rasul dan juga

denganmenggunakan game edukasi seperti mengenal hijaiyah

3. TIK dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak Kemampuan

sosial emosianal anak dapat di stimulkus melalui pembelajaran

mengunakan pmedia TIK yaitu dengan menayangkan vidioatau pilem

mengenai prilaku sosial maupun emosional anak.

4. TIK dapat meningkatkan kemampuan bahasa pada anak Kemampuan

bahasa verbal dan literasi anak usia dini dapat dikembangkandengan

memberikan stimulasi melalui bermain yang sudah [Link]

merupakan cara belajar anak usia dini yang paling tepat. Melaluimedia

berbasis TIK dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan bahasa

pada anak , melalui pembelajaran berbasis TIK ini anak bisa belajar sambil

bermain seperti ketika anak bermain game tebak kata ataugambar dari

media TIK yang disediakan guru dan banyak lagi kegiatanlain yang

menggunakan media TIK.

5. TIK dapat meningkatkan kemampuan visik motorik anak Dalam

pengembangan fisik motorik penerapan TIK ini bisa melaluikegiatan

senam yang menggunakan audio, dan ketika anak melakukankegiatan yang

menggunakan jari tangan seperti memegang mos ataumemainkan gatget

maka secara tidak langsung kemampuan motorik halusanak berkembang.


6. TIK dapat meningkatkan kemampuan seni pada anak Penerapan TIK

tentunya sangat erat kaitan nya dengan seni maka dari itukemampuan seni

dapat distimulus melalui pembelajaran yangmenggunakan media TIK.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi

dankomunikasi lebih diarahkan pada stimulasi perkembangan anak usia

dini. Olehkarena itu, permasalahan-permasalahan harus diantisipasi

dengan solusi [Link] satu alternatif yang dapat dijadikan sebagai

solusi adalah melalui implementasi pembelajaran berbasis TIK.

Penggunaan TIK ini diantaranya melalui media audio, komputer,

daninternet diasumsukan dapat membangkitkan dan menstimulasi

perkembangan pada anak usia dini. Oleh karena itu, optimalisasi

pemanfaatan TIK menjadi salahsatu solusi alternatif dalam pembelajaran

anak usia dini. Pembelajaran anak usiadini melalui alat teknologi tersebut,

diharapkan mampu mendongkrak suasana pembelajaran yang kreatif,

inovatif, inspiratif, dan menyenangkan bagi anak usiadini. Selain itu,

manfaatnya lainnya bagi anak usia dini adalah mampumenstimulasi

perkembangan anak secara keseluruhan dengan

mempertimbangkankarakteristik anak.

3.2 Saran

a. Guru PAUD melakukan analisis terhadap silabus untuk memilih

danmemilah tema yang memungkinkan dapat dibelajarkan


denganmenggunakan perangkat TIK. Ingat, tidak semua tema

dapatdibelajarkan dengan memanfaatkan teknologi secara langsung.

b. Memilih jenis perangkat TIK yang akan digunakan termasuk

menetapkan kategori perangkat, misalnya audio saja, video saja,

ataumultimedia.

c. Menyiapkan perangkat pendukung, misalnya ketersediaan materi

danalat pemutarnya, kesiapan aplikasi yang tidak bermasalah

dalamcomputer, dan seterusnya.


DAFTAR PUSTAKA
Bates, A.W. (1995). Technology, open Learning and distance education.
London:Routledge.
Brewer, Jo Aan. (2007). Introduction to early Chilhood Education. United
States:Pearson Education.
Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Depdiknas.
Fogarty, Robin. (1991). The Mindful School How to Integrate the
[Link] in the United State of America: IRI/Sky Light Training.
Hurlock, Elizabet B. (1999). Perkembangan Anak Jilid 1(Edisi 6).
Jakarta:Penerbit Erlangga. Jamaris, Martini. (2006).
Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta:
[Link].
Masitoh. (2007). Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.
Mayesky, Mary. (1990). Creative Activities For Young Children, Fourth
Edition,Albany, New York: Delmar Publisher.
Mariyana, dkk. (2013). Pengelolaan Lingkungan Belajar. Jakarta: Penerbit
Kencana Prenada Media Group.
Miarso, Yusufhadi. (2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.
Jakarta:Prenada Media.
Moeslihatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak- Kanak.
Jakarta:Rineka Cipta.
Musfiroh,Tadzkiroatun. (2008). Cerdas Melalui Bermain: Cara MengasahMultiple
Intelligences pada anak sejak usia dini. Jakarta: PT. Gramedia.
Sa’ud, U.S. (2010). Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Suyanto, Slamet. (2005). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Yogyakarta:Hikayat. Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu (Konsep,
Strategi,dan Implementasinya dalam
Kurikulun Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)). Jakarta: Bumi Aksara Trianto.
(2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:Kencana.

Anda mungkin juga menyukai