OUTLINE PENELITIAN
DATA MAHASISWA
NAMA : IIN PARLINA
NIM : CBX0230119
PRODI : S1 ILMU KEBIDANAN
DATA RENCANA PENELITIAN
Judul : HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN
PELAKSANAAN MOBILISASI DINI POST
SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN
RS MITRA PLUMBON
Latar Belakang : Pengetahuan merupakan suatu proses penting dalam
Masalah membentuk perilaku seseorang untuk melakukan sesuatu. Salah
satu perilaku yang diperlukan setelah pasien dilakukan operasi
adalah mobilisasi dini. Mobilisasi dini diperlukan pada pasien
post operasi agar membentuk kemandirian pasien untuk bergerak
secara bertahap sampai pasien mampu melakukan aktivitas
mandiri dan dapat mengurangi komplikasi post operasi.
Rumusan Masalah : Apakah terdapat hubungan pengetahuan Ibu dengan
pelaksanaan mobilisasi dini post sectio caesarea di ruang
kebidanan RS Mitra Plumbon Tahun 2024
Tujuan Penelitian : 1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu dengan
pelaksanaan mobilisasi dini post sectio caesarea di ruang
kebidanan RS Mitra Plumbon Tahun 2024
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi pengetahuan Ibu mengenai mobilisasi dini
post sectio caesarea di ruang kebidanan RS Mitra Plumbon
Tahun 2024
b. Mengidentifikasi pelaksanaan mobilisasi dini post sectio
caesarea di ruang kebidanan RS Mitra Plumbon Tahun 2024
c. Menganalisis hubungan antara pengetahuan Ibu dengan
pelaksanaan mobilisasi dini post sectio caesarea di ruang
kebidanan RS Mitra Plumbon Tahun 2024
Manfaat Penelitian : a. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan atau
referensi dalam meningkatkan pengetahuan yang harus
dimiliki oleh bidan untuk melakukan asuhan kebidanan post
section ceasarea
b. Manfaat Praktis
1. Bagi Rumah Sakit RS Mitra Plumbon
Hasil penelitian diharapkan menjadi bahan masukan
dan evaluasi dalam melakukan asuhan kebidanan
post section ceasarea
2. Bagi Perawat
Dapat menambah pengetahuan dalam melakukan
mobilisasi dini pada pasien post section ceasarea.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai acuan dan tambahan referensi dalam pengetahuan
dan perkembangan mengenai mobisasi dini post section
ceasarea
4. Bagi Peneliti
Menambah wawasan, pengetahuan dan dapat
mengembangkan pengalaman penelitian berdasarkan
teori yang ada.
Kajian Pustaka : Pengetahuan atau knowledge menurut Notoatmodjo (2014)
mengartikan sebuah hasil dari penginderaan manusia atau hasil tahu
seseorang terhadap suatu objek melalui pancaindra yang dimilikinya.
Pancaindra manusia guna penginderaan terhadap objek yakni
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan perabaan. Pada waktu
penginderaan dalam menghasilkan pengetahuan tersebut, dipengaruhi
oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Pengetahuan
seseorang sebagian besar diperoleh melalui indra pendengaran dan
indra penglihatan.
Post Operasi adalah masa setelah dilakukan pembedahan yang
dimulai saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan dan berakhir
sampai evaluasi selanjutnya (Uliyah &Hidayat dalam Fia
Oktavianingsih, 2018). Setelah menjalankan operasi, ada beberapa
tahapan yang harus dijalani pasien post operasi yaitu setelah dilakukan
operasi maka dalam tahapan post operasi dimulai dengan masuknya
pasien ke ruang pemulihan (recovery room) atau ruang intensive dan
berakhir dengan evaluasi apakah perawatan pasien ditindak lanjuti pada
tatanan rawat inap, rawat klinik, maupun melakukan perawatan di
rumah. Lingkup aktivitas keperawatan mencakup rentang aktivitas
yang luas selama periode ini. Pada tahapan ini, fokus pengkajian
meliputi efek agen anastesi dan memantau fungsi vital serta mencegah
komplikasi. Aktivitas kegiatan keperawatan kemudian berfokus pada
peningkatan penyembuhan pasien itu sendiri dan melakukan
penyuluhan secara berkelanjutan, perawatan tindak lanjut dimana
secara ritun dilakukan, serta rujukan untuk penyembuhan, rehabilitasi
dan pemulangan (Hipkabi, 2014).
Mobilisasi dini merupakan masalah yang sering terjadi setelah
tindakan post operasi / pembedahan. Masalah yang sering terjadi pada
post operasi adalah ketika pasien merasa terlalu sakit atau nyeri dan
faktor lain yang menyebabkan mereka tidak mau melakukan mobilisasi
dini dan memilih untuk istirahat di tempat tidur (Kozier et al, dalam
Leni M., 2018)
Pengertian ambulasi dini menurut Brunner & Suddarth, (2013)
merupakan suatu upaya yang dilakukan selekas mungkin pada pasien
pasca operasi dengan membimbing pasien untuk dapat melakukan
aktivitas setelah proses pembedahan dimulai dari latihan ringan di atas
tempat tidur (latihan pernapasan, latihan batuk efektif dan
menggerakkan tungkai) sampai dengan pasien bisa turun dari tempat
tidur, berjalan ke kamar mandi.
Adapun tujuan mobilisasi dini Clark, E. Diane, Lowman, D.
John, Griffin, L. Russell, Mattehws, M. Helen, Reiff, A. Donald (2013)
adalah:
1) Mempertahankan fungsi tubuh.
2) Memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat proses
penyembuhan luka.
3) Membantu pernafasan menjadi lebih baik.
4) Mempertahankan tonus otot.
5) Mempertahan eliminasi elvi dan urine.
6) Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat
kembali normal atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.
Kerangka Teori : Terlampir
Lokasi Penelitian : Ruang Kebidanan RS Mitra Plumbon
Jenis Penelitian : Metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional
Variabel Penelitian Variabel Terikat :
Pengetahuan
Variabel Bebas :
Pelaksanaan Mobilisasi dini post section ceasarea
Populasi dan sampel Populasi : Pasien post partum section ceasarea
Teknik Pengambilan sampel dengan menggunakan metode teknik
purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan tertentu.
Alat Analisis : Uji Rank Spearmen
Artikel Utama : 1. Penelitian yang sejenis dilakukan oleh Isti Marfuah, (2012) yaitu
“Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu dalam mobilisasi
dini pasca operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Dr.
Moewardi”. Sampel penelitian adalah ibu-ibu pasca sectio caesarea
sebanyak 106 orang. Hasil penelitian menunjukkan 39 reponden
(36,8%) mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang mobilisasi,
67 responden (63,2%) mempunyai pengetahuan yang rendah
tentang mobilisasi. Sebanyak 31 responden (29,2%) mempunyai
sikap yang baik tentang mobilisasi pasca sectio caesarea dan 75
responden (70,8%) mempunyai sikap yang kurang tentang
mobilisasi pasca sectio caesarea. Hasil uji statistik diperoleh nilai
diperoleh nilai r =0,385 dengan nilai signifikansi p = 0,000.
Kesimpulanya adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan
dengan sikap ibu dalam mobilisasi dini pasca sectio caesarea di
RSUD Dr. Moewardi. Dalam penelitian ini membahas penelitian
tentang pengetahuan dan sikap mobilisasi dini pasien pasca operasi
sectio caesarea, sedangkan peneliti mengambil penelitian pada
pasien pasca operasi secara umum dan bagaimana perilaku
mobilisasinya.
2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Sulasmi dan Woro Yunita,
(2015) yaitu “Hubungan tingkat pengetahuan mobilisasi dengan
perilaku mobilisasi dini post partum SC di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta”. Melakukan penelitian terhadap 30
Responden didadapatkan hasil: Tingkat pengetahuan mobilisasi
dini post partum sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta Tahun 2015 sebagian besar dalam kategori sedang
sebanyak (46,7%). Perilaku mobilisasi dini post partum sectio
caesarea di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2015
sebagian besar dalam kategori baik sebanyak (60%). Tidak ada
hubungan anatara tingkat pengetahuan mobilisasi dini dengan
perilaku mobilisasi dini post partum sectio caesarea di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2015. Hasil koefien sebesar
0,31 dengan signifikasi 0,856 nilai P > 0,05 Ha ditolak. Pada
penelitian ini juga sama untuk pasien post partum sectio caesarea
bukan secara pasien pasca operasi secara umum yang diambil oleh
peneliti.
3. Novita Amri, (2017). Melakukan penelitian “ Hubungan
pengetahuan dengan sikap perawat dengan mobilisasi dini pada
pasien post operasi di Ruang Bedah dan VIP RSU Mayjen H. A
Kerinci”. Hasil analisis yang didapat dari 40 orang responden
terdapat 21 (52,5%) yang mobilisasi dininya kurang baik dan 19
responden (47,5%) melakukan mobilisasi dini. Dari hasil analisis
pengetahuan, didapatkan 23 responden (57,5%) memiliki tingkat
pengetahuan rendah dan 17 reponden (42,5%) memiliki
pengetahuan baik. Pada penelitiaan ini yang diangkat adalah
pengetahuan dan sikap perawat bukan pengetahuan dari pasien.
Sedangkan peneliti mengambil penelitian pengtahuan pasien dan
perilaku mobilisasinya
Kerangka Teori
Bagan Kerangka Teori
Aplikasi Teori L. Green
Sumber: Notoatmodjo (2014 :76)
Faktor Predisposisi
1. Pengetahuan
2. Sikap
3. Kepercayaan
4. Nilai
5. Persepsi Pelaksanaan Mobisasi Dini
Faktor Pendukung
1. Fasilitas
2. Lingkungan
3. Pelatihan
4. Beban Kerja
Faktor Pendorong
1. Motivasi
2. Sikap dan Perilaku
petugas
3. Supervisi
Keterangan :
Diteliti
Tidak Diteliti