0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan4 halaman

Penerapan SMK3 dalam Perusahaan

Dokumen tersebut membahas tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang wajib diterapkan perusahaan untuk melindungi pegawai. SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan yang bertujuan mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Penerapan SMK3 diatur dalam peraturan pemerintah dan landasan hukumnya

Diunggah oleh

andreds120992
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan4 halaman

Penerapan SMK3 dalam Perusahaan

Dokumen tersebut membahas tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang wajib diterapkan perusahaan untuk melindungi pegawai. SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan yang bertujuan mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Penerapan SMK3 diatur dalam peraturan pemerintah dan landasan hukumnya

Diunggah oleh

andreds120992
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

06 Apr Sistem Manajemen Keselamatan dan

Kesehatan Kerja
Posted at 09:36h in News by Bagaskara 0 Comments
2Likes

Setiap pegawai berhak mendapatkan jaminan untuk keamanan, kesehatan, dan keselamatan di
tempat kerja. Karena itulah semua perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja, atau yang sering disingkat SMK3.
Penerapan sistem manajemen K3 ini sudah diinstruksikan oleh pemerintah dan diatur di dalam
undang-undang. Selanjutnya perusahaan tinggal mengikuti dan mengimplementasikan ketentuan
yang sudah diatur.
Dalam artikel kali ini akan dibahas lengkap dan ringkas mengenai apa itu sistem manajemen K3,
dasar hukum, tujuan, dan cara penerapannya.

Pengertian SMK3
Berdasarkan PP nomor 50 tahun 2012, sistem manajemen keselamata dan kesehatan kerja adalah
bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko
yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan
produktif.
Adapun K3 atau singkatan dari keselamatan dan kesehatan kerja merupakan segala bentuk upaya
untuk menjamin serta melindungi keselamatan dan juga kesehatan para pekerja. Melalui cara-cara
pencegahan kecelakaan kerja, termasuk penyakit yang dapat timbul akibat pekerjaan.
SMK3 ini wajib dilaksanakan perusahaan yang memiliki jumlah tenaga kerja minimal 100 pegawai.
Atau aktivitas dalam perusahaan memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.
Selain melindungi pekerja dari potensi bahaya di lingkungan kerja, penerapan aturan K3 ini dapat
meningkatkan efektifitas dan menjaga aktivitas produksi perusahaan. Pengaturan K3 berlangsung di
berbagai negara, dengan pedoman yang diberlakukan oleh masing-masing otoritas. Jadi penerapan
aturan ini bersifat normatif dan harus dipatuhi setiap perusahaan.
Baca juga: Prospek Ahli K3 Umum Jika Lulus Sertifikasi

Latar Belakang Diperlukannya SMK3


Dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 86, disebutkan bahwa setiap
pekerja atau buruh memiliki hak untuk memperoleh perlindungan atas tiga hal.
Adapun poin-poinnya yakni perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan
kesusilaan, serta mendapatkan perlakukan yang sesuai dengan harkat, martabat manusia, dan nilai-
nilai agama.
Dalam upaya memastikan setiap pekerja terpenuhi hak untuk mendapatkan perlindungan,
diperlukan sistem manajemen yang jelas. Maka dari itu dibuatlah aturan K3, menugaskan pegawai
yang kompeten untuk menjadi ahli K3, dan perangkat kelengkapan lainnya.
Namun dalam proses pelaksanaanya, perusahaan seringkali mengalami kendala. Hambatan-
hambatan yang muncul membuat penerapan K3 tidak optimal. Karena itulah diperlukan SMK3 guna
mengatur pengelolaan K3 dengan tepat.
Jenis-jenis kendala ataupun tantangan yang dihadapi perusahaan bisa cukup beragam. Di
antaranya seperti:
 Penerapan K3 belum menjadi program prioritas
 Pelaksanaan dan pengawasan K3 belum sampai aspek manajemen, masih dilakukan secara parsial
 Program K3 belum mendapat perhatian lebih dari semua pihak
 Komitmen jajaran manajemen dan pimpinan perusahaan masih rendah terdapat K3
 Tingkat kecelakaan kerja yang masih relatif tinggi
 Kecelakaan kerja masih dilihat dari sisi ekonomi, belum dilihat melalui pendekatan moral
 Tenaga kerja masih diposisikan sebagai faktor dalam kegiatan produksi dan belum dilihat sebagai
mitra usaha
 Terdapat desakan dari LSM internasional terkait perlindungan untuk tenaga kerja
 Bisa juga dari tuntutan global terkait perlindungan untuk tenaga kerja, yang digerakkan komunitas
atau asosiasi perlindungan hak buruh secara internasional
 Perusahaan mengalokasikan anggaran untuk program K3 relatif masih kecil

Landasan Hukum Sistem Manajemen K3


Ketentuan dan pedoman pelaksanaan SMK3 sudah diatur dalam undang-undang (UU), peraturan
pemerintah (PP), dan peraturan menteri (Permen) ketenagakerjaan. Berikut ini perangkat aturan
yang menjadi dasar hukum untuk sistem manajemen K3:
 UU nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
 UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pada pasal 86-87
 PP nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
 Permen ketenagakerjaan nomor 26 tahun 2014 tentang penyelenggaraan penilaian penerapan
sistem manajemen K3

Tujuan Penerapan SMK3


Penerapan sistem manajemen K3 memiliki sejumlah tujuan. Berikut adalah daftar tujuan-tujuan
tersebut:
 Meningkatkan efektifitas penerapan K3, jadi lebih terencana, dapat diukur, terstruktur serta
terintegrasi.
 Mencegah serta mengurangi potensi kecelakaan kerja atau penyakit akibat pekerjaan. Dengan
melibatkan berbagai pihak, mulai dari manajemen, pekerjanya sendiri, dan serikat pekerja atau
buruh.
 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, aman, dan efisien, sehingga dapat mendorong tingkat
produktivitas.

Manfaat Sistem Manajemen K3


Penerapan SMK3 ini mampu memberikan manfaat baik terhadap perusahaan. Berikut adalah poin-
poinnya:
1. Memberikan Perlindungan Kepada Karyawan
Tujuan utama diterapkannya SMK3 ini adalah untuk memberikan perlindungan terhadap para
pekerja. Karena bagaimanapun Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset penting bagi
perusahaan. Maka perusahaan wajib memberikan jaminan terhadap kesehatan dan keselamatan
para karyawan.
2. Membangun Sistem Manajemen yang Lebih Efektif
Memberlakukan aturan dan program K3 saja tidaklah cukup. Dibutuhkan prosedur yang tepat dan
sistematis. Supaya semua upaya K3 berjalan dengan terorganisir, terarah, dan efektif.
3. Mengurangi Pengeluaran Biaya
Manfaat lain dari penerapan SMK3 adalah mampu mengurangi pengeluaran biaya. Ketika terjadi
kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan kerusakaan, perusahaan akan mengeluarkan sejumlah
biaya.
Jika perusahaan berhasil menjalankan sistem manajemen K3, bentuk-bentuk pengeluaran tersebut
dapat diminimalisir.

Tahapan dalam Menerapkan SMK3


Tahapan untuk menerapkan sistem manajemen K3 sudah dijabarkan dalam PP no 50 tahun 2012,
tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Berikut ini tahapan-
tahapannya:
1. Penetapan Kebijakan K3
Tahap awal adalah penetapan untuk kebijakan K3. Kebijakannya sendiri harus disusun secara
sistematis. Paling sedikit memuat visi, tujuan perusahaan, komitmen untuk melaksanakan kebijakan.
Serta program kerja yang bersifat umum atau operasional.
Dalam membuat kebijakan K3 perusahaan harus melakukan tinjauan terhadap potensi bahaya yang
bisa muncul, sebab akibat kecelakaan kerja, dan lain sebagainya.
2. Perencanaan K3
Perencanaan ini dibuat dengan kebijakan K3 sebagai acuannya. Proses penyusunanya perlu
melibatkan wakil pekerja, panitia pembina K3, ahli K3, dan pihak lain terkait lainnya dari
perusahaan.
Rencana K3 ini harus mencakupi tujuan dan sasaran, skala prioritas, upaya pengendalian bahaya,
penetapan sumber daya, waktu pelaksanaan, indikator pencapaian, dan sistem
pertanggungjawaban
3. Pelaksanaan Rencana K3
Setelah rencana disusun perusahaan dapat mulai melaksanakan program K3, dengan didukung
oleh SDM dalam bidang K3, sarana, dan prasarana. SDM K3 diwajibkan memiliki kompetensi yang
dibuktikan dari sertifikat.
4. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja
Perusahaan perlu melakukan evaluasi kinerja penerapan K3. Dengan cara melakukan audit secara
internal. Namun jika perusahaan tidak memiliki SDM yang cukup, bisa menggunakan jasa audit dari
lembaga sertifikasi yang telah diakui pemerintah
5. Peninjau dan Peningkatan Kinerja SMK3
Perusahaan juga wajib melakukan peninjauan dan peningkatan kinerja sistem manajemen K3.
Tahap ini perlu dilakukan terlebih jika ada beberapa perubahan dalam peraturan perundang
undangan, struktur organisasi perusahaan, masukan dari pekerja, terjadi kecelakaan di tempat
kerja, dan lain sebagainya.
Demikian penjelasan mengenai sistem manajemen K3 yang wajib dilaksanakan oleh setiap
perusahaan. Khususnya untuk bidang usaha dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Jika
perusahaan berhasil menerapkan program K3, perusahaan bisa mendapatkan
sertifikat SMK3 dengan sebelumnya melalui proses penilaian.
Sertifikat ini menjadi pengakuan dan jaminan bahwa perusahaan sudah berhasil melaksanakan
program K3. Hal tersebut jelas akan berdampak positif pada perusahaan, baik dari segi produktivitas
maupun reputasi bisnis.
Mutu International sebagai lembaga sertifikasi terpercaya, telah ditunjuk oleh pemerintah untuk
dapat untuk dapat menerbitkan sertifikat SMK3.

Anda mungkin juga menyukai