PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK
(PRA-RK3K)
1. KEBIJAKAN K3
Melaksanakan dengan penuh tanggung jawab apa saja yang tertuang dalam pedoman
standar kriteria keselamatan kerja dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.
2. PERENCANAAN
1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya
JENIS/TYPE IDENTIFIKASI PENGENDALIAN RISIKO K3
NO.
PEKERJAAN JENIS BAHAYA &
RISIKO K3
1 2 3 4
1 Pengaspalan Jenis Bahaya: Pengendalian Resiko K3:
- Tertabrak - Pemasangan rambu peringatan,
- Kena Aspal Panas rambu petunjuk, concrete barier,
Resiko: trafific cone pada lokasi pekerjaan.
- Meninggal - Pemasangan lampu peringatan
- Luka berat (flashing light) yang dinyalakan
- Luka ringan pada malam hari/pada saat turun
- Luka bakar hujan.
- Adanya petugas yang bertugas
sepanjang siang dan malam hari
yang dilengkapi dengan alat
komunikasi untuk membantu
mengatur kondisi arus lalu lintas.
- Petugas menggunakan rompi lalu-
lintas
- Pemakaian safety shoes.
- Pemakaian Helm Pengaman
JENIS/TYPE IDENTIFIKASI PENGENDALIAN RISIKO K3
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
NO.
PEKERJAAN JENIS BAHAYA &
RISIKO K3
1 2 3 4
2 Prime Coat & Jenis Bahaya: Pengendalian Resiko K3:
Take coat - Kena Aspal Panas - Pemakaian safety shoes.
- Terpelesat - Pemakaian helm pengaman
Resiko: - Pemakaian kaos tangan pengaman
- Luka berat
- Luka ringan
- Luka bakar
3 Pekerjaan Agg Jenis Bahaya: Pengendalian Resiko K3:
A dan Agg B - Tertabrak - Pemasangan rambu peringatan,
untuk LPA dan - Menghisap debu rambu petunjuk, concrete barier,
LPB Resiko: trafific cone pada lokasi pekerjaan.
- Meninggal - Pemasangan lampu peringatan
- Luka berat (flashing light) yang dinyalakan pada
- Luka ringan malam hari/pada saat turun hujan.
- Radang - Adanya petugas yang bertugas
Tenggorokan sepanjang siang dan malam hari yang
dilengkapi dengan alat komunikasi
untuk membantu mengatur kondisi
arus lalu lintas.
- Petugas menggunakan rompi lalu-
lintas
- Pemakaian safety shoes
- Pemakaian Masker
4 Pekerjaan Jenis Bahaya: Pengendalian Resiko K3:
Galian - Jatuh ke dalam - daerah galian diberi garis pembatas
galian - perhatikan kestabilan lereng
- Longsoran galian
Resiko:
- Meninggal
- Luka berat
- Luka ringan
5 Kegiatan Terjadinya Pengendalian Resiko K3:
Mobilisasi kecelakaan
lalu lintas. - Memastikan kendaraan proyek
Kendaraan Resiko : Pekerja maupun kendaraan pengangkuta
Pengangkut tertabrak material dalam keadaan laik jalan
Material dan kendaraan lain dan tersrtifikasi dari Dinas Terkait.
Kendaraan atau kendaraan
slip dan masuk - Pekerja memakai APD dan
Proyek dilengkapi rambu pengatur lalu
jurang,
mengakibatkan lintas
luka berat atau
meninggal. - Koordinasi dengan dinas terkait
seperti Kepolisian dan Dinas
Perhubungan
6 Kegiatan Terjadinya Pengendalian Resiko K3:
dilingkungan pencemaran atau - memastikan ketersediaan air
Basecamp kontak pekerja bersih yang cukup.
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
dengan bahan - menyediakan alat emergency
kimia berbahaya, shower, eye shower dan APD.
iritasi - melakukan
penyimpanan dan memastikan
ringan/berat/kerac
SOP dalam penggunaan zat
unan. Resiko : kimia berbahaya.
pekerjan
mengalami sakit
berat/meningggal.
7 Kegiatan Terjadinya Pengendalian Resiko K3:
dalam tempat pencemaran
MCK lingkungan yang - Memastikjan bahwa buangan dari
WC/Kmr Mandi dan juga Dapur
terjadi dari WC
tertampung pada tangki septik
dan Kmr Mandi yang telah memenuhi standart.
juga Dapur - Pekerja disiplin dalam
Umum, melaksanakan pembersihan
mengakibatkan lingkungan dengan SOP yang
menurunnya telah disepakati dengan
kesehatan manajemen.
- Letak lokasi Wc dan lainya
lingkungan.
tersebut jauh dari pemukiman
Resiko : pekerja
penduduk/berada dilingkungan
terkena sakit
proyek saja.
perut/dbd/diare - Melakukan pembuangan
dan lainya.
buangan di dalam tangki saeptik
sesuai dengan rutinitas yang
telah direncanakan.
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
2) Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya Daftar
Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan
dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah :
a. UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
c. Peraturan Mentri PU No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Keaamanan (SMK3) Konstruksi Bidang PU dst.
3. Sasaran K3 dan Program K3
Sasaran K3:
a. Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident)
b. Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 %
c. Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko
pekerjaannya masing-masing
d. dst.
Program K3:
a. Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD, Rambu-
rambu, Spanduk, Poster, pagar pengaman, jaring pengaman dsb) secara
konsisten
b. Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara keda berbahaya
c. Memastikan semua pekerja untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan
d. dst.
Organisasi K3:
menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang diusulkan
Penanggungjawab K3
Emergency/ P3K Kebakaran
kedaruratan
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
Rencana Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan
mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolaannya, landasan tempat
kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan
kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun
jasa. Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja, mengingat risiko
bahayanya adalah penerapan teknologi, terutama teknologi yang lebih maju
dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja.
Keselamatan kerja adalah dari, oleh, dan untuk setiap tenaga kerja serta
orang lainnya, dan juga masyarakat pada umumnya. Tujuan keselamatan kerja
adalah sebagai berikut :
1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi
serta produktivitas nasional.
2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja.
3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan
efisien.
Dalam hubungan kondisi-kondisi dan situasi di Indonesia, keselamatan kerja
dinilai sebagai berikut :
1. Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan,
cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja
yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja;
2. Analisa kecelakaan secara nasional berdasarkan angka-angka yang
masuk atas dasar wajib lapor kecelakaan dan data kompensasinya
dewasa ini seolah-olah relatif rendah dibandingkan banyaknya jam
kerja tenaga kerja;
3. Potensi-potensi bahaya yang mengancam keselamatan pada berbagai
sector kegiatan ekonomi jelas dapat diobservasikan, misalnya sektor
industri disertai bahaya-bahaya potensial seperti keracunan-keracunan
bahan kimia, kecelakaan-kecelakaan oleh karena mesin, kebakaran,
ledakan-ledakan, dan lain-lain;
4. Menurut observasi, angka frekwensi untuk kecelakaan-kecelakaan
ringan yang tidak menyebabkan hilangnya hari kerja tetapi hanya jam
kerja masih terlalu tinggi;
5. Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan
ada faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada
alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri.
Sebanyak 85 % dari sebab-sebab kecelakaan adalah faktor manusia.
Didalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, Konsultan selalu melakukan
monitoring terkait dengan keselamatan kerja bagi semua pihak yang terlibat
langsung maupun tidak langsung dilapangan, adapun pelaksanaan
monitoring tersebut meliputi :
1. Ketersediaan Peralatan K3 antara lain :
Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti :
a) Kepala : Helm (Helmet)
b) Mata : Kacamata (Safety Glasses)
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
c) Wajah : Face shield
d) Tangan : Sarung Tangan (Safety Gloves)
e) Kulit : Cream pelindung
f) Kaki : Sepatu Pelindung (Safety Shoes)
g) Pernapasan : Masker, Pengatur Pernapasan (respirator)
h) Telinga : Penutup Telinga (Ear Plug)
Alat Pemadam Kebakaran (APAR) dan Hydrant seperti :
a) Jenis : Foam (busa), Gas (CO2 dan BCP/hallon) Dry
Chemical (Powder), Alat Pemadam Api dengan air
b) Rambu pelengkap : Papan Petunjuk, Free Area
c) SOP : Penggunaan APAR dan Hydrant.
2. Petugas penyelenggara program Kecelakaan dan Kesehatan Kerja (K3);
3. Panitia Pembina K3 unit struktural penyedia jasa;
4. Penyediaan Manual Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
5. Ketersediaan fasilitas Kantor Lapangan, Tempat Tinggal Pekerja
(Barak), Lahan, Gudang, Bengkel, Laboratorium dan sebagainya;
6. Pemasangan Rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
7. Peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) : obat-obat,
peralatan medis;
8. Kendaraan Ambulance atau kendaraan pengganti ambulance;
9. Kerjasama dengan instansi kesehatan setempat (Klinik, Puskesmas,
Rumah Sakit);
10. Kebersihan dan keteraturan lingkungan kerja;
11. Catatan K3 para pekerja.
12.
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
Rompi Lalu Lintas Safety shoes
Helm Safety Gloves
Masker Safety Glases
Ear Plug Safety Sun Block
Gambar E.8. ALAT ALAT PELINDUNG DIRI
USULAN TEKNIS Hal. B - 2
Alat Pemadam Kebakaran Kotak P3K
Gambar.E.9. PERALATAN YANG HARUS TERSEDIA DI PROYEK
USULAN TEKNIS Hal. B - 2