0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Analisis Peletakan APAR di Gedung K3

Laporan praktikum ini membahas tentang alat pemadam api ringan (APAR) yang merupakan alat penting untuk mencegah dan memadamkan kebakaran. Laporan ini menjelaskan definisi, tujuan, dan prosedur penggunaan APAR secara singkat dan jelas.

Diunggah oleh

Maisya Isyama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Analisis Peletakan APAR di Gedung K3

Laporan praktikum ini membahas tentang alat pemadam api ringan (APAR) yang merupakan alat penting untuk mencegah dan memadamkan kebakaran. Laporan ini menjelaskan definisi, tujuan, dan prosedur penggunaan APAR secara singkat dan jelas.

Diunggah oleh

Maisya Isyama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

ALAT PEMADAM API RINGAN

DOSEN PEMBIMBING :

DEWI HARTATI, [Link]

DISUSUN OLEH :

ATIKA PUTRI WULANDARI 51123001

EFIKA MARZANDA ZAHRA 51123002

PITRI KHOIRUNNISA 51123003

SISI NATASYA 51123004

VIOLA ASTERIA 51123005

MAISYA PUTRI HANDAYANI 51123024

PRODI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

IKEST MUHAMMADIYAH PALEMBANG


TAHUN AJARAN 2023/2024

A. DEFINISI
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) merupakan sebuah alat yang
digunakan untuk Memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil. Alat
Pemadam Api Ringan (APAR) pada umumnya berbentuk tabung yang diisikan
dengan bahan pemadam api yang Bertekanan tinggi. Dalam Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3), APAR merupakan peralatan wajib yang harus
dilengkapi oleh setiap instansi maupun perusahaan guna Mencegah terjadinya
kebakaran yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan asset Perusahaan
itu sendiri. Pembangunan sebuah gedung harus memerhatikan nilai
keselamatan terhadap semua ancaman bahaya yang dapat terjadi seperti
bahaya kebakaran.
Berdasarkan UU No.1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
dimaksudkan dalam Menentukan standar yang jelas untuk keselamatan kerja
bagi seluruh karyawan sehingga mendapat perlindungan atas keselamatannya
dalam melakukan pekerjaan untuk Kesejahteraan hidup dan meningkatkan
produksi dan produktivitas nasional. Pada bab III pasal 3 dijelaskan mengenai
syarat-syarat keselamatan kerja yaitu mencegah, mengurangi Dan
memadamkan kebakaran-kebakaran. Serta terdapat keputusan menteri yang
mengatur tentang ketenagakerjaan yaitu Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.
KEP.186/MEN 1999, Bab 1 pasal 2 berisi tentang unit penanggulangan
kebakaran di tempat kerja yaitu Pengurus/pengusaha wajib mencegah,
mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja dan dilaksanakan
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menurut Permen PU No. 26 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Teknis
Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan,
menjelaskan tentang standarisasi untuk masalah perlindungan kebakaran
terhadap bangunan gedung dan lingkungan. Dijelaskan juga tentang syarat
teknis untuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada bab V yang berisi
tentang Sistem Proteksi Kebakaran Aktif. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No : Per.04/Men/1980 juga menjelaskan tentang Syarat-Syarat
Pemasangan Dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan yang berisikan
tentang ketentuan standarisasi APAR di Indonesia yang harus di laksanakan.
Dijelaskan juga pada peraturan di Amerika Tentang APAR yang tertulis di
NFPA 10 tahun 2002 tentang standar alat kebakaran portabel Yang
menjelaskan tentang standar-standar yang diharuskan untuk pemasangan dan
Pemeliharaan tentang [Link] APAR sangat diperlukan untuk
mencegah kebakaran karena tidak semua tempat dapat menjangkau air dengan
mudah dan memiliki air dalam jumlah yang cukup Ketika memadamkan api,
selain itu jika sudah terjadi kebakaran dengan api besar akan lebih sulit
dipadamkan dan harus meminta bantuan pada petugas pemadam kebakaran
padahal untuk menuju tempat terjadinya kebakaran juga perlu memakan waktu
dan dikhawatirkan jika api tidak segera ditangani akan lebih cepat merambat
serta membakar lebih banyak Benda disekitarnya yang akan menimbulkan
lebih banyak kerugian harta benda bahkan membahayakan nyawa bagi orang
di sekelilingnya. Kebakaran adalah api yang tidak terkendali yang meluap dan
menyebabkan kerugian. Kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran yaitu
kerugian jiwa, kerugian materi, menurunnya produktivitas, gangguan bisnis
serta kerugian sosial (Ramli, 2010).
Kebakaran pada bangunan gedung dapat menimbulkan kerugian
berupa korban jiwa, harta benda, terganggunya proses produksi barang dan
jasa, kerusakan lingkungan dan terganggunya ketenangan masyarakat (Angela,
2006). Seiring meningkatnya ukuran dan Kompleksitas bangunan gedung,
sudah seharusnya pula diiringi dengan peningkatan perlindungan terhadap
masyarakat. Penanganan kebakaran di gedung-gedung masih Mengandalkan
kesiapsiagaan dan peralatan dari pemadam kebakaran setempat. Kesiapsiagaan
dari pemadam kebakaran gedung pun terkadang masih kurang memadai.
Penyediaan APAR di ruang tertutup maupun terbuka sangatlah penting apalagi
tempat yang rawan atau berpotensi terjadi kebakaran. APAR sendiri
merupakan suatu alat pemadam yang dapat dibawa dan digunakan oleh satu
orang, beratnya berkisar antara 1 hingga 15kg, dan digunakan untuk
memadamkan kebakaran tingkat awal (Teguh Hambudi, 2015).
Tanggap darurat kebakaran di gedung bertingkat tidak hanya
mengandalkan sistem proteksi aktif seperti alat pemadam ringan (APAR),
smoke detector juga springkler, namun diperlukan juga sistem proteksi pasif
salah satunya dengan sarana penyelamat diri atau means of escape (MOE).
Sarana penyelamat diri sangat penting karena prioritas utama pada saat
kebakaran adalah menyelamatkan manusia yang berada di lokasi kejadian.
Sebagian besar kematian pada saat terjadi kebakaran di gedung disebabkan
oleh asap.

Oleh karena itu sangat penting untuk menyiapkan rute aman


menyelamatkan diri dari bahaya kebakaran atau asap. Kantor BPBD Provinsi
Sumatera Utara mempunyai dua gedung yang aktif digunakan oleh para
karyawan dalam menjalani tugas hariannya. Masing-masing gedung memiliki
2 lantai dimana masing-masing gedung tersebut peletakan APAR nya belum
sesuai dengan letak yang seharusnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian
yang sangat besar pada saat terjadi darurat kebakaran di gedung tersebut.
Ditambah lagi belum adanya petugas khusus maupun karyawan yang terampil
atau memiliki keahlian dibidang darurat kebakaran.

Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan sebuah usaha yang


bertujuan untuk meminimalisir kerugian yang harus ditanggung akibat bahaya
kebakaran. Yaitu dengan menganalisis peletakan dan kebutuhan APAR perlu
diperhatikan kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No.4 Tahun 1980 Tentang Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan
Alat Pemadam Api Ringan.

B. TUJUAN
Tujuan pada kegiatan ini adalah mahasiswa mampu memahami cara
penggunaan APAR dengan melakukan simulasi dan pelatihan. Penerapan
APAR diperlukan untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran.

C. PROSEDUR KERJA
Prosedur penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) adalah sebagai
berikut:
1. Ambil APAR: Pastikan Anda memiliki akses ke APAR yang berada dalam
jangkauan Anda.
2. Periksa APAR: Periksa APAR untuk memastikan bahwa itu dalam kondisi
baik, yaitu segel utuh, tekanan dalam tabung dalam rentang normal, dan tidak
ada kerusakan fisik yang terlihat.
3. Posisikan diri dengan benar: Pastikan Anda berdiri pada jarak yang aman dari
api, dengan angin berada di belakang Anda jika mungkin.
4. Hentikan pernapasan: Jika mungkin, gunakan masker wajah atau penutup
mulut untuk melindungi diri dari asap beracun.
5. Tarik pin keamanan: Tarik pin pengaman yang ada di APAR. Ini akan
memungkinkan Anda untuk mengaktifkan alat.
6. Aiming (Niatkan): Arahkan nosel APAR ke titik api, pastikan Anda tidak
mendekati api terlalu dekat yang dapat membahayakan Anda.
7. Tekan tuas: Tekan tuas APAR dengan tegas untuk melepaskan bahan
pemadam api.
8. Bergerak maju mundur: Bergerak maju ke arah api sambil menyemprotkan
pemadam api secara merata pada basis api. Pastikan Anda menyemprotkan
pemadam api dari akar api, bukan hanya pada permukaan api.
9. Periksa apakah api padam: Setelah Anda selesai menggunakan APAR, periksa
apakah api telah padam sepenuhnya. Jika belum, ulangi langkah-langkah di
atas.
10. Hubungi petugas pemadam kebakaran: Setelah Anda berhasil memadamkan
api, segera hubungi petugas pemadam kebakaran untuk memberikan laporan
kejadian.

D. DAFTAR PUSTAKA
Nasution, Faizah. Dkk. 2021. Evaluasi Standar Peletakan Alat Pemadam
Api Ringan (APAR) di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Utara.
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, vol 1 (2), hal 53-59.
Panja Hironimus. 2020. Penerapan Sarana Alat Pemadam Api Ringan
(APAR) di Pusat Perbelanjaan Mall. HIGEIA (Journal of Public
Health Research and Development), Vol 4 (2), hal 280-290.

Anda mungkin juga menyukai