0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan26 halaman

Strategi Manajemen Pendapatan Tiket Teater

Rangkuman singkat dokumen: Dokumen membahas strategi manajemen pendapatan yang digunakan oleh teater Ma este Színház di Hungaria untuk menjual tiket terakhir dengan diskon 50% secara online, serta penerapan strategi serupa pada industri lain seperti ritel, hotel, dan maskapai penerbangan.

Diunggah oleh

airaadinaa16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan26 halaman

Strategi Manajemen Pendapatan Tiket Teater

Rangkuman singkat dokumen: Dokumen membahas strategi manajemen pendapatan yang digunakan oleh teater Ma este Színház di Hungaria untuk menjual tiket terakhir dengan diskon 50% secara online, serta penerapan strategi serupa pada industri lain seperti ritel, hotel, dan maskapai penerbangan.

Diunggah oleh

airaadinaa16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Case Study

Revenue Management:
Theater Tickets
and Northeastern Airlines
By BISNIS 23 Team
Anggota Kelompok BISNIS 23
Muhammad Zuhdi Fadhilah
22/499752/EK/24049
Mahatma Todi Reswara
22/498350/EK/24026
Hanif Fikri Alfian
22/502567/EK/24060
Farras Anggana Fathurohman
22/502568/EK/24061
Revenue Management: Theater Tickets
Ma este Színház didirikan pada tahun 2011 oleh Attila
Szabadkai dan Tivadar Limbacher di Hungaria. Mereka
menjual tiket teater last-minute secara online dengan
harga diskon 50%. Awalnya beroperasi di Budapest,
perusahaan ini mulai dengan modal 140.000 forint dan
sekarang menjual lebih dari 200.000 tiket setiap
tahunnya. Ide bisnis mereka muncul dari frustrasi akan
harga tiket yang mahal dan kebutuhan untuk
merencanakan jauh hari. Dengan tawaran win-win
kepada teater, mereka berhasil menarik penonton baru
dan memperoleh pendapatan dari kursi yang
sebelumnya tidak terjual. Seiring waktu, perusahaan ini
berkembang untuk mencakup berbagai jenis acara, dan
telah menjual lebih dari 1 juta tiket last-minute hingga
saat ini.
QUESTION 1
What are the fixed and variable costs incurred by a theater? How
does the minimum price of a ticket relate to the variable cost?
FIXED COST VARIABLE COST
Sewa /Pajak Gedung: Biaya ini tidak berubah Gaji Aktor & Staf Produksi: Pembayaran
bila tidak ada ketentuan baru dari pemerintah untuk aktor, sutradara, dan kru produksi
Gaji Karyawan Tetap: Gaji untuk karyawan sering kali didasarkan pada jumlah
tetap seperti manajemen teater, staf pertunjukan atau jam kerja.
administrasi, dan teknisi panggung yang harus Properti Pertunjukan: Biaya untuk pembuatan
dibayar meskipun tidak ada pertunjukan. set, kostum, dan properti untuk setiap
Utility: Biaya untuk listrik, gas, air, dan produksi baru.
layanan dasar lainnya sering kali tetap atau Pemasaran: Biaya untuk iklan dan promosi
hanya sedikit berubah dengan jumlah produksi yang akan datang berfluktuasi
pertunjukan berdasarkan skala dan frekuensi kegiatan
Pemeliharaan Gedung dan Asuransi: Biaya promosi.
untuk pemeliharaan gedung dan peralatan, Royalti: Biaya untuk pemeliharaan gedung dan
serta asuransi gedung dan karyawan. peralatan, serta asuransi gedung dan
karyawan.
Hubungan Harga Tiket Minimum
dengan Biaya Variabel
Harga tiket minimum idealnya ditetapkan untuk menutupi biaya
variabel produksi. Ini berarti bahwa setiap tiket yang dijual harus
setidaknya mengembalikan biaya tambahan yang timbul dari
mengadakan pertunjukan tersebut. Setelah biaya variabel per
pertunjukan terpenuhi, setiap tiket tambahan yang terjual
kemudian berkontribusi terhadap penutupan biaya tetap dan,
setelah itu, keuntungan.
QUESTION 2
As with other industries, theaters have to make sure that the ticket price covers at
least the variable costs, otherwise they will lose money. The amount charged over
the variable cost contributes toward the fixed cost and eventually creates profit.
The average price of a sold ticket decreases with the introduction of discounted
tickets. How does the total revenue change?
Dampak Langsung Pada Pendapatan

Peningkatan Volume Jual: Dengan Pemanfaatan Kursi Kosong: Menawarkan


menawarkan tiket diskon, teater dapat tiket dengan diskon, khususnya menjelang
menarik lebih banyak pengunjung yang waktu pertunjukan, membantu mengisi kursi
sebelumnya terhalang oleh harga tinggi. yang sebaliknya akan kosong. Karena biaya
Peningkatan volume ini dapat tetap sudah dikeluarkan, pendapatan dari
mengkompensasi harga yang lebih rendah per penjualan tambahan ini (meskipun dengan
tiket. Jika tiket tambahan yang dijual dengan tarif yang didiskon) berkontribusi terhadap
diskon menutupi biaya variabel mereka dan penutupan biaya tetap dan dapat
berkontribusi terhadap biaya tetap, meningkatkan margin keuntungan.
pendapatan keseluruhan dapat meningkat
meskipun harga tiket rata-rata lebih rendah.
Dampak Tidak Langsung Pada Pendapatan

Word of Mouth & Repeat Sales: Menawarkan Penjualan Item Tambahan: Lebih banyak
tiket diskon dapat meningkatkan kehadiran pengunjung berarti potensi penjualan lebih
dari demografi yang mungkin tidak tinggi dari item tambahan seperti makanan
mempertimbangkan untuk pergi ke teater ringan, dan merchandise. Penjualan ini sering
sebelumnya. Pengunjung yang puas dapat memiliki margin keuntungan yang tinggi.
menyebarkan info, menyebabkan peningkatan Kemitraan Baik dengan Teater: Untuk
minat dan potensi pembelian tiket dengan platform seperti Ma este Színház,
harga penuh di masa depan. Selain itu, keberhasilan mereka dan kesediaan teater
pengunjung pertama kali yang menikmati untuk menyediakan tiket dengan diskon
pengalaman mungkin kembali untuk menciptakan hubungan yang saling
pertunjukan lain. menguntungkan. Kemitraan ini dapat
mengarah pada kesepakatan yang lebih baik,
penawaran eksklusif, dan pilihan pertunjukan
yang lebih luas, lebih lanjut mendorong
kehadiran dan pendapatan.
QUESTION 3

Name at least three other industries where this


strategy is used to generate additional income.
RETAIL
Penjual retail, terutama yang memiliki barang
mudah rusak atau produk musiman, sering
menggunakan strategi diskon untuk
meningkatkan lalu lintas kaki dan mengurangi
inventaris. Tujuan utamanya adalah menjual
barang dengan diskon dapat membantu
menjual produk yang sebaliknya tidak akan
terjual sehingga menghindari kerugian total
pada barang tidak terjual dan membuat ruang
untuk inventaris baru. Selain itu, peningkatan
lalu lintas kaki dari penjualan diskon tersebut
dapat menyebabkan penjualan lebih tinggi dari
barang-barang tanpa diskon sehingga
menghasilkan pendapatan tambahan.
HOTEL
Hotel beroperasi dengan model di mana biaya
tetap seperti sewa / pajak properti, gaji staf,
dan utility merupakan bagian besar dari
pengeluaran. Untuk meminimalkan kamar
kosong, hotel mungkin menawarkan
kesepakatan last minute atau menggunakan
harga dinamis untuk menyesuaikan tarif kamar
berdasarkan permintaan. Seperti kasus teater
Ma este Színház, menjual kamar dengan tarif
diskon masih dapat berkontribusi terhadap
biaya tetap dan menghasilkan pendapatan
tambahan melalui penjualan tambahan seperti
layanan kamar dan layanan spa (Bila ada).
AIRLINES
Maskapai sering menjual tiket dengan harga
bervariasi, termasuk diskon last minute, untuk
memastikan pesawat terbang seefisien
mungkin. Biaya tetap seperti pembayaran
sewa atau pembelian pesawat, gaji awak, dan
pemeliharaan sangat besar, sehingga mengisi
kursi, meskipun dengan harga lebih rendah,
dapat berkontribusi signifikan terhadap biaya
ini. Selain itu, menjual tiket diskon tambahan
dapat meningkatkan pendapatan tambahan
dari biaya bagasi, biaya pemilihan kursi,
pembelian selama penerbangan, dan lainnya.
Mirip seperti teater Ma este Színház, lebih baik
kursi terisi daripada kosong.
Northeastern Airlines

Pesawat Terbang Northeastern Airlines melayani penerbangan antar kota di wilayah New England, New York, New
Jersey, dan Pennsylvania. Rute penerbangannya bisa langsung (tanpa transit) atau transit (perlu pindah pesawat).
Saat ini, mereka punya jaringan yang menguntungkan, namun akhir-akhir ini keuntungannya menurun.
Maskapai ini punya 18 jet Embraer E-195 yang bisa membawa 122 penumpang. Walaupun menguntungkan
selama bertahun-tahun, akhir-akhir ini mereka harus mencari cara agar tetap bisa melayani 9 kota yang
diwajibkan yang ada namun dengan biaya yang lebih rendah.
Solusinya mungkin dengan mengurangi penerbangan langsung. Ini berarti nanti beberapa kota mungkin hanya
memiliki penerbangan langsung ke satu kota lain saja.
Sebelum memutuskan, Northeastern ingin menghitung ulang rute yang paling menguntungkan (menghitung
keuntungan per penumpang) dengan tetap melayani semua kota yang telah diwajibkan oleh pemerintah.
QUESTION 1

Develop a flight operations map that still serves


each of the nine cities but that maximizes the
company’s profit per passenger
1. Select any node in the network.
Karena dalam kasus ini kita menginginkan profit tertinggi, maka alih-alih
menggunakan Minimal-spanning tree, kita menggunakan Maximal-spanning tree.
2. Connecting node
Pilih garis penghubung yang
dapat memberikan profit
a. b. terbesar bagi perusahaan

Connected nodes: 1,2 Connected nodes: 1,2,6


2. Connecting node

c. d.

Connected nodes: 1,2,4,6 Connected nodes: 1,2,3,4,6


2. Connecting node

e. f.

Connected nodes: 1,2,3,4,6,7 Connected nodes: 1,2,3,4,6,7,8


2. Connecting node

g. h.

Connected nodes: 1,2,3,4,6,7,8,9 Connected nodes: 1,2,3,4,5,6,7,8,9


3. Summary of Maximal-spanning tree problem

Jadi Maximal-spanning tree tersebut


menunjukkan rute pesawat yang dapat
diambil untuk mendapatkan profit
sebesar-besar nya tanpa meninggalkan
kewajiban perusahaan untuk tetap
melayani penerbangan pada 9 kota
QUESTION 2

Comment on how the 18 jets should be assigned


Untuk menentukan bagaimana kita
akan mengalokasikan 18 jet
tersebut ialah dengan berfokus
hanya pada rute penerbangan yang
memberikan profit terbesar dari
semua rute penerbangan yang ada

Dari hasil peta pengoperasian


penerbangan yang sudah kita buat,
dapat kita amati bahwa
penerbangan antar Nashua-
Hartford adalah penerbangan yang
memberikan profit terbesar bagi
perusahaan yaitu sebesar 22
dollars per penumpang
Sebenarnya, untuk mendapatkan profit
terbesar kita dapat mengalokasikan ke-18 jet
untuk perjalanan rute Nashua-Hartford saja

Akan tetapi, karena ada kewajiban perusahaan


untuk tetap melayani penerbangan 9 kota,
maka alokasi yang dapat kita lakukan ialah :

Nashua-Hartford : 11 jet
Orono-Nashua : 1 jet
Nashua-Boston : 1 jet
Boston-Burlington : 1 jet
Hartford-Providence : 1 jet
Hartford-Newark : 1 jet
Hartford-State College : 1 jet
State Collage-Syracuse : 1 jet
Lalu, kita bisa menghitungnya seperti ini :

Alokasi

Nashua-Hartford : 11 jet
Orono-Nashua : 1 jet
Nashua-Boston : 1 jet
Boston-Burlington : 1 jet
Hartford-Providence : 1 jet
Hartford-Newark : 1 jet
Hartford-State College : 1 jet
State Collage-Syracuse : 1 jet Sehingga, total profit yang dapat diraih oleh
Northeastern Airlines ialah sebesar $43.188 dollars
THANK YOU
BISNIS 23 Team

Common questions

Didukung oleh AI

Last-minute ticket discounts increase seat utilization and attract more attendees who may have been deterred by higher prices. While the average ticket price decreases, the volume increase can compensate, potentially boosting total revenue if additional tickets cover their variable costs and help offset fixed costs. In addition, filling previously empty seats contributes positively to profitability even at discounted rates, and can lead to increased sales of high-margin items like snacks and merchandise during events .

Good partnerships with theaters are crucial for platforms like Ma este Színház as they enable access to discounted tickets, crucial for the platform's value proposition. Strong relationships ensure a steady supply of tickets, potentially including exclusive offers, enhancing the platform's appeal to bargain-focused customers. These partnerships expand market reach and ensure mutual benefits, with theaters filling seats and platforms attracting diverse audiences, driving revenue and growth for both parties .

Offering discounted tickets can attract new demographics, such as younger audiences or those typically priced out of theater experiences. This can broaden the theater's audience base and lead to repeat attendance and word-of-mouth promotion. However, risks include devaluing the perceived worth of full-price tickets, potentially conditioning audiences to wait for discounts, which can make it challenging to sell tickets at full price in the future .

Word-of-mouth can spread positive experiences from attendees who benefited from discount tickets, potentially attracting new customers who are willing to pay full price in the future. Satisfied first-time visitors may also become repeat customers, contributing to a steady revenue stream. This effect compounds over time, as increased attendance from these channels results in higher overall revenue from both ticket sales and ancillary purchases, supporting sustained growth .

Ma este Színház achieves a win-win situation by offering last-minute theater tickets at a 50% discount, which helps fill seats that would otherwise remain empty. For theaters, this translates to revenue from unsold seats, while audiences benefit from affordable prices. This strategy expands the audience base, potentially attracting individuals who might have been discouraged by high ticket costs, and also aids in covering variable costs while gradually contributing to fixed costs and profit .

Implementing a maximal-spanning tree allows Northeastern Airlines to optimize flight routing by selecting paths that maximize profit per passenger. This approach identifies the most lucrative connections, directing resources towards routes with the highest returns while maintaining service obligations to all cities. This can streamline operations and enhance efficiency, focusing on profitable routes without sacrificing necessary service coverage .

Focusing resources on the Nashua-Hartford route maximizes profit for Northeastern Airlines, as this route yields the highest profit per passenger. Allocating more jets to this route enhances capacity and revenue potential. However, the strategy must balance against the need to maintain service across all mandated routes, requiring careful allocation to prevent diminished service quality or frequency in less profitable connections .

Offering perpetual 50% discounts on last-minute tickets may habituate customers to delayed purchasing, potentially weakening full-price ticket sales and affecting the perceived value of performances. This could lead to revenue volatility and complicate demand forecasting and inventory management for theaters. While it can expand audience reach and increase seat occupancy, theaters must balance discount strategies with maintaining ticket value and pricing integrity to prevent undermining long-term revenue stability .

Retail, hotels, and airlines use similar discounting strategies to enhance revenue. Retailers often apply discounts to clear seasonal inventory and attract foot traffic, risking potential margin losses. Hotels use dynamic pricing to fill rooms, balancing between occupancy rates and revenue per room. Airlines offer varied ticket prices to maximize load factors, facing the challenge of maintaining profitability amidst fluctuating demand and high fixed costs .

Both theaters and airlines utilize dynamic pricing to adjust to market demand, with the goal of maximizing ticket sales and occupancy. Airlines face more substantial fixed costs and logistical complexities like fleet utilization and scheduling, requiring more sophisticated pricing models compared to theaters, which primarily deal with occupancy rates. The challenge for theaters lies in managing customer perceptions and maintaining a balance between discounted and full-price ticket sales .

Anda mungkin juga menyukai