PENGERTIAN DASAR PUBLIC RELATIONS
Public / stakeholder adalah sekelompok orang yang mempunyai minat dan perhatian yang sama
terhadap sesuatu hal. Relations: Kata Relasi dalam PR menunjukkan adanya hubungan yang
setara atau timbal balik di antara pihak-pihak yang berkepentinganRelasi Dalam Public Relations
Menurut Lesly, relasi dalam PR ada dua macam yaitu:
1. Internal Relations
2. Employee Relations
3. Shareholder Relations
4. External Relations
5. Community Relations
6. Media / Press Relations
7. Government Relations
8. Special Group Relations
9. Suppliers Relations
10. Definisi Public Relations
The management function that establishes and maintains mutual beneficial relationship between
an organization and the publics on whom it success or failure depend (Cutlip, Center dan Broom,
1994)The management of communication between an organization and its public (Gurnig &
Hunt 1984)
Definisi PR menurut Asosiasi PR
di dunia: The deliberate, planned and sustained effort to establish and maintain mutual
understanding between an organization and its public (British Institute of Public Relation)
The conscious and legitimate effort too achieve understanding and the establishment and
maintanance of trust among the public on the basis of systematic research (Perhimpunan Public
Relation Jerman)
Kata kunci memahami PR
Deliberate (sengaja): Setiap kegiatan dilakukan dengan sengaja dan terarah.
Planned (terencana): Kegiatan PR adalah kegiatan yg terorganisir secara rapi dan terencana,
sistematis dan dilakukan berdasarkan analisis yang cermat berdasarkan riset.
Performance (kinerja): PR yg efektif harus didasarkan pada kebijakan dan penampilan yang
sesungguhnya.
Public Interest (kepentingan publik) : PR bukan semata-mata membantu organisasi mendapatkan
keuntungan sebesar-besarnya
Two-way communication (komunikasi 2 arah): adanya pertukaran informasi antara organisasi
dengan publiknya.
Management function (fungsi manajemen): PR juga ikut berperan dan membantu dalam
mengarahkan ke mana organisasi bergerak.
Sejarah Public Relations
Berkomunikasi untuk mempengaruhi cara pandang dan perilaku seseorang sudah dimulai sejak
dahulu kala. Gejala tersebut timbul ditandai dengan adanya: hubungan seseorang dengan orang
lain, pemberitahuan seseorang kepada orang lain, upaya mempengaruhi orang lain, dsb.
Pada perkembangannya konsep Public Relations di Amerika dimulai sekitar tahun 1900 an yang
dipelopori oleh Ivy Lee dengan " The Declaration of Principles". Ivy Lee dianggap sebagai " the
father of Public Relations" karena deklarasi asasnya itu, meskipun demikian sebetulnya konsep
Public Relations di Amerika sudah ada sejak tahun 1850
PR di Indonesia
Public Relations di Indonesia sendiri dimulai sejak tahun1950. Perkembangan PR di Indonesia
bergerak menyertai kondisi politik dan kenegaraan saat itu. Pada waktu itu pemerintah Indonesia
menyadari perlunya rakyat Indonesia untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak
pengakuan kedaulatan Indonesia oleh kerajaan Belanda. Berawal dari pemikiran tersebut maka
kegiatan kehumasan mulai dilembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat
karena kegiatan yang dilakukan lebih banyak untuk ke luar organisasi (Onong, 1991; 12)
Pengertian Manajemen
Manajemen managgiare (Italia) yang berarti mengangani atau to handle, atau dari kata manus
(Latin) yang berarti tangan, atau menangani
Fungsi Dasar Manajemen
( menurut Dessler, 1996)
Fungsi Dasar Manajemen
PLANNING
Perencanaan meliputi penentuan tujuan, penentuan langkah tidakan, pengembangan aturan dan
prosedur-prosedur, pengembangan rencana serta prediksi
Fungsi Dasar Manajemen
ORGANIZING
Meliputi pemberian tugas kepada bawahan, pembuatan struktur organisasi, membuat network
command, pengkoordinasian pekerjaan bawahan, staffing, dll.
Fungsi Dasar Manajemen
LEADING
Mengarahkan orang lain/ bawahan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Bisa dilakukan
dengan memberi perintah, memotivasi, memberi apresiasi, memberi penghargaan atau bahkan
hukuman.
Fungsi Dasar Manajemen
CONTROLLING
Menentukan standar kinerja atau penampilan, membandingkan penampilan dengan standar,
melakukan perbaikan apabila diperlukan. Controlling hampir sama dengan evaluating
Manajemen Public Relations
Berarti penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan public relations
Mengelola kegiatan PR berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi (McElearth, 1993)
PARADIGMA TENTANG PUBLIC RELATIONS
Pandangan Pragmatis
Yaitu pandangan yang melihat PR sebagai kegiatan yang memiliki sumbangan penting terhadap
pencapaian keuntungan organisasi. PR adalah kegiatan praktis yang sangat berguna dalam usaha
mencapai tujuan-tujuan organisasi, terutama yang berkaitan dengan keuntungan
Akibatnya, PR kerap disamakan dengan marketing
Pandangan konservatif
Humas dilihat sebagai alat untuk mempertahankan status quo, terutama oleh lembaga-lembaga
yang sudah mapan.
Humas menjadi alat yang sangat penting untuk mempertahankan struktur-struktur sosial yang
sudah ada, termasuk yang menguntungkan para pelaku perekonomian
Pandangan idealistik
Yaitu pandangan yang melihat PR bekerja untuk melayani kepentingan publik, mengembangkan
saling pengertian antara organisasi dengan berbagai publiknya.
PR tidak sekadar menjadi alat pembenar manajemen perusahaan
PR juga menjadi pendorong untuk perilaku organisasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara
moral dan sosial.
Pandangan netral
PR adalah sesuatu yang bersifat netral, bisa digunakan untuk kepentingan apa saja, baik yang
bertujuan positif maupun negatif
Pandangan radikal
Pandangan yang melihat bahwa PR adalah kegiatan yang dapat menyumbang pada perubahan
yang bersifat radikal
Ini dilakukan dengan menyediakan informasi untuk terjadinya perubahan
Kedudukan PR dalam Organisasi
TUJUAN PUBLIC RELATIONS (Kriyantono, 2008)
Menciptakan pemahaman (mutual understanding) antara perusahaan dengan publiknya
Membangun citra korporat
Menjalankan tanggung jawab sosial korporat (CSR)
Membentuk opini publik yang favorable
Membentuk goodwill dan kerja sama
Tujuan PR (Universal)
“Untuk menciptakan, memelihara, meningkatkan dan memperbaiki citra organisasi di mata
publik yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi daripada publik yang bersangkutan “
FUNGSI PUBLIC RELATIONS
FUNGSI KONSTRUKTIF
PR berperan dalam menyiapkan “mental” publik untuk menerima kebijakan organisasi/lembaga,
atau sebaliknya, menyiapkan mental organisasi untuk memahami kepentingan publik. Juga
mengevaluasi perilaku publik atau organisasi kepada manajemen.
PR bukan hanya bersifat proaktif, tetapi juga preventif
PR diibaratkan sebagai “pemadam kebakaran”. Artinya, apabila di sebuah organisasi terjadi
krisis dengan publiknya, PR harus berperan dalam mengatasi terselesaikannya masalah tersebut.
KARAKTERISTIK PR
Adanya Upaya Komunikasi yang Bersifat Dua Arah
Hakekat PR adalah komunikasi. Komunikasi yang menjadi ciri PR adalah komunikasi dua arah
yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik. Komunikasi timbal balik tersebut
bersifat tertunda (delayed). Upaya-upaya tersebut misalnya dengan menyediakan sarana/media
komunikasi seperti kotak surat, buletin, atau media internal, rapat, dan sebagainya.
PR adalah suatu kerja manajemen atau fungsi manajemen. Sifat PR yang terencana mengandung
pengertian bahwa kerja/ aktivitas PR merupakan kerja/aktivitas yang berkesinambungan,
memiliki metode, terintegrasi denganbagian lain dan hasilnya tangible (nyata).
Berorientasi Pada Organisasi / Lembaga
PR beroreintasi pada organisasi / lembaga (penghasil produk) untuk mencapai pengertian,
kepercayaan, dan dukungan publik. Kalau dalam marketing, tujuannya adalah orang membeli
produk, maka dengan PR masih dipertanyakan apakah orang yang membeli produk tersebut
berarti mencintainya? Mencintai prusahaan yang memproduksinya?
Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja PR adalah pemahaman
yang tinggi terhadap visi, misi, dan budaya organisasi/ lembaga, sehingga mencapai tujuan
humas dan mendukung tujuan manajemen lainnya, termasuk tujuan marketing.
Sasaran PR bukanlah perorangan, tetapi melainkan publik, yaitu suatu kelompok dalam
masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. Baik publik internal maupun
publik eksternal.
PERAN PR DALAM ORGANISASI
Communication Tehnician
Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknisi. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik
dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter,
menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam
peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam
manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan
mengimplementasikan program. Mereka sebagai "the last to know"
Expert Prescriber
Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memiliki tanggungjawab
penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya
menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" ini sehingga mereka
dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang [Link] bangga karena PR semacam ini
dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam
peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya.
Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi
minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahal seperti diketahui seharusnya tugas PR
harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan
Communication Facilitator
PR sebagai pendengar setia dan broker informasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan
mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communication-nya
dengan cara membuka rintangan komunikasi yang ada/yang terjadi. Tujuannya dalam hal ini
adalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuat kesepakatan
yang melibatkan minat keduabelah pihak.
Problem Solving Facilitator
Mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah.
Mereka menjadi bagian dalam manajemen stratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan
mulai dari awal direncanakan program hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan
PR sebagai tahapan fungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.
KEDUDUKAN PR DALAM ORGANISASI
Di mana seharusnya posisi ideal PR dalam sebuah organisasi?
Struktur tingkat atas/ puncak
3 model posisi PR dalam manajemen perusahaan
Model ini posisi Departemen PR terletak ‘di leher’ pada struktur organisasi tertinggi atau
dibawah Dirut (Direktur Utama),
misalnya pada posisi staff fungsi Dirut, dengan nama Corporate Secretary atau Corporate
Communication yang tugas dan kewajibannya adalah bertanggung jawab langsung kepada Dirut
(top pimpinan) dan koordinasi pelaksanaan operasional lapangan dengan jajaran departemen di
bawahnya (para direktur atau manajer departemen).
Model ini PR sebagai staff pelaksana Line-operasional dalam bentuk jajaran dibawah Dirut, yaitu
sebagai Departemen, Divisi atau Biro, yakni bertanggung jawab kepada atasan yang sekaligus
sebagai Pimpinannya, yaitu Direksi atau General Manajer dan Manajer PR yang melaksanakan
fungsi serta tanggung-jawab, dan kewenangan sebagai pimpinan suatu divisi atau departemennya
masing-masing dalam menjalankan operasional kebijakan masing-2 departemennya yang telah
digariskan oleh top pimpinan perusahaan.
Model ini, posisi PR yang terendah, dan dibawah koordinasi Divisi atau Biro lainnya, seperti
staff pelaksana pembantu teknis (assistant staff) Kehumasan yang dibawah naungan koordinasi,
misalnya Divisi Pemasaran, HRD, Hukum dan Protokoler/MC.
Tugas dan kewajibannya hanya bersifat teknis-pelaksana, seperti membuat news clipping, news
release, dan hingga melaksanakan kegiatan acara-2 seremonial atau MC/Protokoler. Posisi
jabatannya, sebagai PRO (public relations officer atau staff Humas)
Contoh: Posisi Struktur Organisasi Humas dalam Manajemen Perusahaan
1. Posisi PR Function- Staff
2. Posisi PR Line-staff
3. Posisi PR Assistant Tech. Staff
Struktur Bagian Humas
(menurut James Van Leuven, 1991)
Ada 6 pendekatan yang dapat digunakan dalam menyusun struktur bagian humas:
Struktur berdasarkan publik
Struktur berdasarkan proses-proses manajemen
Struktur berdasarkan teknik-teknik komunikasi
Struktur berdasarkan daerah geografis atau cabang perusahaan
Struktur berdasarkan sub sistem organisasi
Struktur berdasarkan kebutuhan klien
Sumber: Rhenald Kasali, Manajemen Public Relations
Pandangan kritis
Pandangan yang melihat PR sebagai alat komunikasi bagi kekuatan dominan yang ada dalam
masyarakat
Tujuannya adalah untuk memelihara struktur yang menguntungkannya.
Bagaimana dengan PR di Indonesia?
Kesalahan Pengertian tentang Public Relations
PR adalah Personal Relations
Untuk menjadi PR harus memiliki kemampuan membina hubungan secara pribadi. Hal ini tidak
seluruhnya salah tetapi bukan itu saja tugas dari seorang PR
PR adalah propaganda
Memang awal mula akar dari PR dari perang. Pada masa perang memang PR digunakan untuk
mengirim pesan yang salah untuk mematahkan semangat lawan. Propaganda dilakukan sepihak
dan untuk kepentingan kemenangan satu pihak.
PR adalah Publisitas
Hal ini tampak pada lembaga pemerintah. Lembaga pemerintah lebih banyak menggunakan PR
nya untuk hal ini. PR tidak lebih digunakan sebagai "press relations" yang tugasnya hanyalah
mempublikasikan kebijakan pemerintah, menyusun jadwal temu wartawan serta membawa
wartawan turut kunjungan ke daerah – daerah.
PR adalah iklan gratis
Berita yang dimuat di media dianggap sebagai iklan gratis sehingga banyak praktisi pemasaran
berupaya memanfaatkan publikasi pers untuk mendapatkan keuntungan beriklan secara gratis.
Padahal seperti diketahui bukan itu tujuan PR dan bukan itu pula tujuan berita.
PR adalah menjual senyum
Untuk menjadi PR harus cantik, pandai ha ha hi hi. Jika hanya ini yang dilakukan oleh PR maka
sebuah perusahaan pasti akan kehilangan pamornya, apalagi di masa krisis.
DEFINISI PUBLIK
Istilah publik dalam PR merupakan khalayak sasaran dari kegiatan PR. Publik juga disebut
stakeholders, yaitu kumpulan dari orang-orang atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
organisasi/ perusahaan.
Unsur-unsur dalam stakeholders:
Pemegang saham
Karyawan dan manajemen
Keluarga karyawan
Kreditor
Konsumen
Pemasok
Komunitas
Pemerintah
KLASIFIKASI PUBLIK
PUBLIK INTERNAL dan EKSTERNAL
Publik internal adalah publik yang berada dalam perusahaan
Publik eksternal adalah mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan dan berada di luar
perusahaan
KLASIFIKASI PUBLIK
PUBLIK PRIMER, SEKUNDER dan MARJINAL
Tidak semua elemen dalam stakeholders perlu mendapatkan porsi perhatian yang sama oleh
perusahaan
Urutan dan prioritas masing-masing publik bisa saja berbeda pada tiap perusahaan, dan bisa
berubah-ubah dari tahun ke tahun.
KLASIFIKASI PUBLIK
PUBLIK TRADISIONAL dan PUBLIK MASA DEPAN
Karyawan dan konsumen adalah publik tradisional
Mahasiswa, peneliti, konsumen potensial, pejabat pemerintah (madya) adalah publik masa depan
KLASIFIKASI PUBLIK
PROPONENTS, OPPONENTS, dan UNCOMMITTED
Di antara publik, terdapat kelompok yang menentang perusahaan (opponents), ada yang
memihak (proponents) dan ada yang tidak peduli (uncommited)
Perusahaan perlu mengenal publik yang berbeda-beda ini adar dapat dengan jernih mengenal
perusahaan
KLASIFIKASI PUBLIK
SILENT MAJORITY dan VOCAL MINORITY
Dilihat dari aktivitas publik dalam mengajukan complaint atau mendukung perusahaan, dapat
dibedakan antara yang vokal (aktif) dan yang silent (pasif).
MENGELOLA STAKEHOLDERS
Tugas PR adalah membina hubungan baik dengan pihak-pihak internal maupun eksternal
melalui suatuproses komunikasi
Kepuasan kelompok-kelompom dalam stakeholders dapat dipakai sebagai indikator keberhasilan
perusahaan (Fomburn & Shanley, dlm Kasali 1994)
INTEREST DAN KEPUASAN STAKEHOLDERS
STAKEHOLDERS MAP
(Rhenald Kasali, 1994)
Linkages (Keterkaitan) Organisasi
Organisasi adalah sebuah sistem, dan penting sekali untuk melihat lingkungan internal dan
eksternalnya, yang menjadi penentu efektivitas dan kesukesan organisasi
PR berfungsi membantu organisasi melakukan penyesuaian terhadap lingkungannya dengan cara
pelakukan pertukaran informasi (information exchange)
4 TIPE LINKAGES ORGANISASI
ENABLING LINKAGES
Adalah keterkaitan sebuah organisasi dengan organisasi-organisasi dan kelompok sosial yang
menyediakan kewenangan dan mengendalikan sumber daya yang memungkinkan organisasi itu
hidup.
Yang termasuk kelompok ini adalah pemerintah, dewan komisaris, pemegang saham, pemimpin
komunitas, DPR
4 TIPE LINKAGES ORGANISASI
FUNCTIONAL LINKAGES
Adalah keterkaitan organisasi dengan organisasi lain atau publik yang menyediakan masukan
dan menggunakan keluaran organisasi. Dibedakan sebagai input linkages dan output linkages.
Input linkages adalah keterkaitan dengan para pekerja, organisasi pekerja, dan pemasok Output
linkages adalah keterikatan dengan pemakai keluaran organisasi, misalnya konsumen atau
industri hilir. Linkages (Keterkaitan) Organisasi
4 TIPE LINKAGES ORGANISASI
NORMATIVE LINKAGES
Adalah keterkaitan organisasi dengan organisasi-organisasi lain yang menghadapi masalah yang
sama atau memiliki nilai-nilai yang sama, misalnya dengan asosiasi perusahaan sejenis
4 TIPE LINKAGES ORGANISASI
DIFFUSED LINKAGES
Adalah keterkaitan dengan “unsur-unsur yang ada dalam masyarakat yang tidak mudah
diidentifikasi melalui keanggotaan dalam organisasi formal”, misalnya kelompok pembela
lingkungan hidup, LSM, kelompok minoritas, penghuni komunitas, dll
KEGIATAN PUBLIC RELATION
KEGIATAN PR
Kegiatan PR sebenarnya adalah implementasi dari tugas PR untuk mencapai tujuan dan
menjalankan fungsi dan perannya secara menyeluruh.
Kegiatan PR pada hakikatnya adalah kegiatan berkomunikasi dengan berbagai macam simbol
komunikasi, verbal maupun non-verbal.
KEGIATAN KOMUNIKASI PR
Kegiatan komunikasi verbal, sebagian besar adalah pekerjaan mulai dari menulis proposal,
artikel, progress report, menulis untuk presentasi, menulis untuk pers, dan sebagainya.
Sedangkan Verbal lisan antara lain jumpa pers, open house, presenter, dan sebagainya.
Kegiatan komunikasi nonverbal meliputi penyelengaraan pameran, seminar, special event, riset,
dan sebagainya.
MAIN ACTIVITY
Ruslan argues that a Public Relation has duty to do the company management functions which
main activity as:
1. Communicator
The Public Relation must have ability as communicator either directly and indirectly, through
media print or electronic and oral (person spoken).
2. Back Up Management
The Public Relation must support other activities, like management promotion, marketing,
operational, and etc to reach the company target.
3. Image Maker
The Public Relation must be creates a positive image in order to achieve reputation,
achievement, and target of the company.
TUGAS PR
Menginterpretasikan, menganalisis, dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik, kemudian
direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan kebijakan perusahaan/ organisasi.
Menurut kecenderungan publik diklasifikasikan oleh Frank Jeffkins menjadi empat situasi:
a. Tidak tahu ……………………………Mengetahui
b. Apatis …………………………………Peduli
c. Prasangka …………………………… Menerima
d. Permusuhan ………………………… Simpati
TUGAS PR
Mempertemukan kepentingan organisasi/ lembaga dengan kepentingan publik. Dalam kondisi
yang manapun, tugas PR/ Humas adalah mempertemukan kepentingan ini menjadi saling
dimengerti, dipahami, dihormati, dan dilaksanakan. Mengevaluasi program-program
perusahaan/organisasi, khususnya yang berkaitan dengan publik. Tugas mengevaluasi program
manajemen ini mensyaratkan kedudukan dan wewenang PR yang tinggi dan luas.
PROSES PUBLIC RELATIONS
AKTIVITAS PUBLIC RELATIONS
Komunikasi: perukaran ide, pendapat atau pesan melalui visual, lisan atau tulisan
Publisitas: diseminasi pesan yang terencana melalui media tertentu, tanpa bayaran, untuk
meningkatkan minat terhadap perusahaan/organisasi
Promosi: aktifitas mengkreasi atau menstimulasi perhatian terhadap produk, orang, organisasi
atau kasus.
Press agent: melalui soft news stories
Integrated marketing: fungsi PR pendukung pemasran, tujuan beriklan sebuah organisasi
Management Issue: identifikasi, memonitor aksi publik atau reaksi publik terhadap organisasi
Manajemen krisis: menghadapi krisis, bencana atau kegiatan negatif yang tidak terencana dan
memaksimal ekses positif yang dapat diraih
Public Information officer: sebagai penghubung antara lembaga pemerintah, dan media
Public Affairs/lobbyist: bekerja mewakili perusahaan untuk menghadapi politisi, perangkat
pemerintah yang berperan menetukan kebijakan dan undang-undang untuk mempertahankan
statusquo atau mengubahnya.
Financial Relations: menghadapi dan mengkomunikasikan informasi kepada pemegang saham
atau masyarakat pemodal
Community Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan antara organisasi dan
masyarakat
Internal Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan orang – orang yang
berada dan memilki hubungan di dalam organisasi
Industry Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan atau atas nama
perusahaan dengan industri
Minority Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan group minoritas dan
individual
Media Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan media
Public Diplomacy: memantapkan dan meningkatkan hubungan untuk membuka jalur
perdagangan, pariwisata dan kerjasama antar negara
Event management: menyiapkan, merencanakan, melakukan kegiatan yang bermanfaat dalam
suatu waktu
Sponsorship: menawarkan atau menerima bantuan dana dengan imbalan public exposure
Cause/Relationship marketing: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan konsumen
Fund Raising: memantapkan dan meningkatkan hubungan atas nama sektor non profit untuk
mendorong terkumpulnya dana serta bantuan
ALAT BANTU KEGIATAN PR
Kotler (2006) menyebutkan beberapa alat bantu yang bisa digunakan dalam melakukan kegiatan
PR:
PENCILS
Publications
Events
News
Community Involvement
Identity Tools
Lobbying
Social Investment
PLATFORM KOMUNIKASI UMUM
MEDIA KOMUNIKASI PR
Media yang dapat digunakan oleh PR juga semakin luas dengan adanya praktek social media
release, video news release, dll
Melalui media-media tersebut, pesan tidak disampaikan secara monolog, tetapi memungkinkan
terjadinya dialog karena tersedianya fasilitas komentar, hak jawab, dan sebagainya.
MANAJEMEN STRATEJIK
STRATEGI
Strategi : Sebuah perencanaan mengenai suatu proses yang akan dilakukan untuk dapat
mewujudkan tujuan yang diinginkan pada sebuah instansi atau organisasi.
DEFINISI MANAGEMENT STRATEGI
Menurut David (1999) “Strategic management can be defined as the art and science of
formulating, implementing, and evaluating cross-functional decisions that enable organization to
achieve its objective”.
BEBERAPA ISTILAH TERKAIT
STRATEGI
Manajemen strategi adalah suatu proses pengambilan keputusan dann tindakan yang mengarah
kepada pengembangan strategi yang efektif atau yang membantu perusahaan mencapai
tujuannya.
Kebijakan perusahaan. Kebijakan umum perusahaan yang melihat ke dalam (inward looking)
untuk mengintegrasikan aktivitas dan fungsi perusahaan secara tepat.
Keputusan strategi. Keputusan ini berkaitan dengan definisi bisnis,produk dan pasar yang akan
dilayani, fungsi yang akan dilaksanakan, dan kebijakan utama.
Kebijakan adalah rumusan yang disiapkan dan berfungsi sebagai pedoman internal organisasi
untuk bertindak.
STRATEGI PR
Pengertian Strategi PR, menurut Anne Gregory (1996:105), yaitu merupakan pendekatan secara
keseluruhan yang berkaitan dgn pelaksanaan program Kerja PR dalam kurun waktu tertentu,
terkoordinasi dalam tim kerja, memiliki tujuan, faktor pendukung untuk melaksanakan gagasan
strategis secara rasional melalui taktik (pelaksanaan) secara efisien dan efektif untuk mencapai
sasaran dan tujuan.
STRATEGI PERENCANAAN PR
Menurut Frank Jefkins (1988:13), strategi perencanaan PR yaitu:
Public Relations consist of all forms of planned communication outwards and inwards between
an organization and its public for the purpose of achieving specific objective concerning mutual
understanding.
MANFAAT STRATEGI PR
Pemahaman yang lebih jelas atas visi strategis perusahaan
Fokus yang lebih tajam terhadap apa yang secara strategis memang penting.
Pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan lingkungan perusahaan secara lebih cepat.
9 LANGKAH STRATEGI PR menurut Smith (2005)
Tahap satu : Penelitian Formatif (Awal)
Langkah 1 : Analisis Keadaan
Langkah 2 : Analisis Organisasi
Langkah 3 : Analisis Publik
Tahap Dua : Strategi
Langkah 4 : Perumusan sasaran dan tujuan
Langkah 5 : Formulasi strategi tindakan dan tanggapan
Langkah 6 : Pemanfaatan komunikasi efektif
STRATEGI PERENCANAAN PR
Tahap 3 : Taktik
Langkah 7 : Menentukan taktik komunikasi
Langkah 8 : Pelaksanaan Rencana Stratejik.
Tahap 4 : Penelitian Evaluasi
Langkah 9 : Evaluasi rencana stratejik
Model DasarManajemen Stratejik
MAKNA LAIN DARI STRATEGI
(Five P’s)
1) Strategi sebagai satu perencanaan (plan).
2) Strategi sebagai lompatan (ploy).
3) Strategi sebagai pola (pattern).
4) Strategi sebagai pengambilan posisi (position)
5) Strategi sebagai persepsi (perception).
Tidak ada satu model perencanaan strategis yang sempurna untuk setiap organisasi. Setiap
organisasi pada umumnya mengembangkan sifat dan model perencanaan strategis, lalu sering
kali memilih model dan memodifikasi nya agar sesuai dengan perencanaan organisasi mereka
sendiri
PERENCANAAN KEGIATAN PR
Strategi Perencanaan PR
Klasifikasi & Konsepsi Perencanaan Kerja PR
Klasifikasi & Konsepsi Perencanaan Kerja PR
Klasifikasi & Konsepsi Perencanaan Kerja PR
Pengertian Perencanaan Kerja PR
Langkah-langkah menyusun Rencana Program PR
Langkah-langkah menyusun Rencana Program PR
SWOT ANALYSIS
PEST ANALYSIS
Pola Sistematik Rencana Program Kerja PR
Manfaat Perencanaan Program Kerja PR
Manfaat Perencanaan Program Kerja PR