0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Fungsi Manajemen dalam Organisasi

Tugas tutorial 1 mata kuliah Asas-Asas Manajemen membahas tentang konsep manajemen, perbedaan manajer dan non manajer, asal mula manajemen, Frederick Taylor sebagai bapak manajemen ilmiah, dan alasan mengapa perencanaan dianggap sebagai proses tanpa akhir.

Diunggah oleh

nubita.imamyati222
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Fungsi Manajemen dalam Organisasi

Tugas tutorial 1 mata kuliah Asas-Asas Manajemen membahas tentang konsep manajemen, perbedaan manajer dan non manajer, asal mula manajemen, Frederick Taylor sebagai bapak manajemen ilmiah, dan alasan mengapa perencanaan dianggap sebagai proses tanpa akhir.

Diunggah oleh

nubita.imamyati222
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL 1

MATA KULIAH

ASAS - ASAS MANAJEMEN (ISIP4111)

DISUSUN OLEH

NAMA : NUBITA MUNAWIROTUL UJRIA

NIM : 051493069

FAKULTAS HUKUM, ILMU SOSIAL, DAN ILMU POLITIK (FHISIP)

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI DAN INFORMASI

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

UPBJJ SURABAYA

UNIVERSITAS TERBUKA
Tugas 1

Untuk Tugas 1, jawablah sejumlah pertanyaan berikut ini:

1. Menurut Saudara, bagaimanakah sebaiknya seorang manajer menjalankan fungsinya?


(Skor 25)

2. Jelaskan secara singkat ciri-ciri yang membedakan antara seorang manajer dan non
manajer! (Skor 20)

3. Menurut pendapat Anda, kapan manajemen itu muncul? (Skor 15)

4. Siapakah yang dikenal sebagai Bapak Manajemen ilmiah dan apa pendapatnya tentang
manajemen? (Skor 25).

5. Mengapa perencanaan disebut sebagai sebuah proses tanpa akhir? (Skor 15)
Jawab:

1. Manajemen diperlukan sebagai upaya agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien,
maka manajemen perlu dijelaskan berdasarkan fungsi-fungsinya atau dikenal sebagai fungsi-
fungsi manajemen ( Managerial Fuctions ) yang meliputi fungsi perecanaan, fungsi
pengorganisasian, fungsi pengimplementasian dan fungsi pengendalian dan pengawasan.
Manajemen terutama dalam organisasi, berperan dan berkenaan dengan proses bagaimana
kegiatan yang telah dirancang oleh organisasidapat diimplementasikan secara efektif. (Muizu,
2017:152).Manajer adalah orang yang melaksanakan kegiatan manajemen. Dalam setiap
organisasi bisnis, para manajer bertugas untuk memastikan bahwa keseluruhan tujuan yang
telah ditetapkan oleh organisasi dapat dicapai melalui berbagai kegiatan manajemen, baik yang
bersifat fungsional maupun operasional. Menjadi seorang manajer memang bukan suatu hal
yang mudah Seorang manajer harus mampu mengatasi masalah dan mampu melihat kejadian
yang akan datang berdasarkan keputusan yang diambil. Seorang manajer dalam melakukan
pelaut menjamin ketersediaan, keakuratan, keakuratan, dan keamanan informasi serta
pengaturan organisasi yang baik serta dibutuhkan oleh sebuah organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi.

Menurut Saya Sebaiknya seorang Manajer menjalankan fungsinya , sorang manajer


menjalankan fungsinya dapat menyelesaikan urusannya dengan stafnya yang berkaitan
dengannya dan juga orang mengawasi kegiatan stafnya serta bertanggung jawab atas
pencapaian tujuan dalam organisasi.

Pada dasarnya tugas manajer memiliki beberapa fungsi berikut ini.

a. Fungsi Perencanaan

Kegiatan pokok perencanaan pada dasarnya meliputi penentuan tujuan dari organisasi. Selain
itu hal ini juga meliputi program dan jadwal kegiatan dan penyusunan anggaran.
Pengembangan prosedur dan penetapan kebijakan juga turut menjadi bagian dalam kegiatan
perencanaan. Dalam perencanaan kegiatan suatu organisasi maka seorang manajer
berkewajiban untuk menyusun semua hal yang telah disebutkan sebelumnya sehingga kegiatan
organisasi bisa berjalan lancar. Tanpa adanya perencanaan tentu kegiatan organisasi tidak bisa
mencapai sasaran yang telah ditetapkan sejak awal organisasi berdiri.

b. Fungsi Pengorganisasian
Manajer juga bertanggung jawab untuk menyusun struktur organisasi di sebuah perusahaan.
Tidak hanya itu saja tetapi juga bertanggung jawab pula dalam hal memberikan wewenang dan
tanggung jawab pada setiap orang yang ditunjuk terlibat sebagai pengelola organisasi. Tugas
dan wewenang setiap anggota perusahaan atau para tenaga kerja ini harus dibagi dan
ditetapkan sehingga setiap anggota perusahaan memiliki kewajiban yang jelas. Seluruh
pekerjaan dari para tenaga kerja ini haruslah ditetapkan sehingga setiap pekerja bisa
melakukan tanggung jawabnya dengan baik.

c. Fungsi Pelaksana Kerja

Setiap pekerjaan tentunya dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencapai hasil bersama.
Demikian pula halnya dengan suatu perusahaan yang juga sudah tentu memiliki sasaran atau
target atau tujuan tertentu. Setiap perusahaan tentu berusaha untuk melakukan berbagai
macam upaya dalam rangka mencapai tujuan atau mencapai target. Oleh karena itu dibutuhkan
peran dari setiap tenaga kerja yang ada di perusahaan. Masing-masing anggota perusahaan
diharapkan dapat bekerja sesuai rencana yang telah ditetapkan dan kemudian seluruh tugas ini
dikoordinasi oleh seorang manajer.

d. Fungsi Pengawasan

Seorang manajer sudah seharusnya menjalankan pengawasan terhadap kinerja para tenaga
kerja di suatu perusahaan. Dalam hal ini pekerjaan yang dilakukan oleh para tenaga kerja bisa
dikontrol sehingga tidak akan terjadi penyimpangan. Selain itu proses pengontrolan kinerja
tenaga kerja perusahaan ini juga bisa bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
pegawai. Setelah itu barulah bisa dilakukan evaluasi terhadap para pekerja secara menyeluruh.
Proses evaluasi ini perlu dilakukan untuk meminimalkan resiko bagi perusahaan.

2. Menurut pendapat saya ciri-ciri yang membedakan antara seorang manajer dan non manajer
adalah Secara umum ciri-ciri yang membedakan manajer dan non manajer adalah seorang
manajer adalah orang yang memiliki kewenangan mengatur dan memimpin karyawan / stafnya
sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam sebuah oraganisasi / perusahaan, seorang
manajer juga harus memiliki keahlian dan keterampilan serta berkompeten dalam berbagai
bidang terutama bidang organisasi yang dipimpinnya dan seorang manajer memiliki tanggung
jawab yang lebih besar dibandingkan dengan yang non manajer. Sedangkan non manajer
adalah pihak karyawan / staf yang siap melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya
dibawah kepemimpinan seorang manajer sesuai ketentuan organisasi yang sudah dia ketahui
dan mempunyai kewajiban-kewajiban untuk mendukung tujuan-tujuan dan visi misi
perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya tentunya sesuai dengan intruksi dari manajer /
pimpinannya.
Manajer sendiri adalah seseorang yang mempunyai wewenang untuk mengatur dan memimpin
karyawan sesuai kebijakan yang telah diterimanya. Sedangkan Non-manajer adalah karyawan
yang siap melakukan tugas yang telah diberikan kepadanya oleh manajer. Secara detail manajer
itu adalah seseorang yang melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang
lain, sehingga sasaran organisasi dapat tercapai. Pekerjaan dari seorang manajer bukanlah
menyelesaikan tugas-tugas pribadi melainkan membantu orang lain menyelesaikan tutas-tugas
mereka dengan baik. Hal ini dapat berupa koordinasi atas pekerjaan suatu kelompok dari
departemen tertentu dalam perusahaan, juga dapat berupa mengawasi pekerjaan individu
tertentu. Tindakan manajerial dapat melibatkan aktivitas sekelompok orang dari berbagai
departemen dalam perusahaan atau bahkan orang-orang dari luar organisasi.

3. Menurut pendapat saya, manajemen itu muncul sejak zaman Mesir Kuno, seperti yang kita
ketahui pada Zaman Mesir Kuno sudah dapat membangun piramida dengan spinx-nya yang
megah, kemudian dapat kita bayangkan bagaimana orang pada zaman itu mengorganisir suatu
proyek besar itu sehingga perlu adanya pembagian pekerjaan dari perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan seperti syarat-syarat manajemen yang kita ketahui bila terjadi masalah, sampai
proyek pembangunan piramid itu selesai. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000
orang selama 20 tahun. Di Indonesia Sendiri Juga memiliki bangunan megah seperti Borobudur
dan Prambanan yang tidak mungkin dapat dibangun tanpa adanya manajemen yang baik. Juga
pada masa Romawi berkuasa, banyak terdapat karya monumental yang sampai saat ini masih
dapat kita lihat, meskipun tidak secara tertulis, semua itu dapat menjadi bukti bahwa
manajemen sudah digunakan sejak zaman dahulunya. Akan tetapi, manajemen sebagai ilmu
baru mulai dikenal pada tahun 1776, ketika Adam Smith mempublikasikan bukunya yang
berjudul “ The Wealth of Nations”. Dalam bukunya Adam Smith mengatakan bahwa
keuntungan ekonomi suatu organisasi diperoleh dari Devision of Labor ( pemecahan tugas
menjadi pekerjaan yang lingkupnya lebih kecil dan dapat diulang-ulang ). Kesimpulannya
berdasarkan pada pengamatannya di sebuah pabrik pin menyatakan bahwa pemecahan tugas
meningkatkan produktivitas dan keahlian serta keterampilan dalam bekerja.

[Link] manajemen ilmiah adalah Frederick Winslow Taylor yang lebih dikenal dengan Taylor.
Frederick Winslow Taylor (lahir 20 Maret 1856 meninggal 21 Maret 1915 pada umur 59 tahun)
adalah seorang insinyur mekanik asal Amerika Serikat yang terkenal atas usahanya
meningkatkan efisiensi industri. Ia dikenal sebagai "bapak Manajemen ilmiah" dan merupakan
pemimpin intelektual dari Gerakan Efesiensi. pendapatnya tentang manajemen adalah proses
manajemen merupakan suatu yang ilmiah, sistematis, dan disusun dengan berbagai macam
metode.
Scientific Management, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Manajemen Ilmiah, pertama kali
dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of
Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan
manajemen ilmiah sebagai:"Penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan."

Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan
ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu disebabkan oleh karena: 1)
para pekerja menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama
(hampir tak ada standar kerja). 2) para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya.

Ia berkata bahwa gagasannya itu didasarkan pada empat prinsip, yaitu :

-Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya metoda yang terbaik
untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

-Pemilihan yang ilmiah terhadap pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tahu
tanggungjawab atas tugas yang paling cocok baginya.

-Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk para pekerja.

-Kerjasama yang erat dan bersahabat antara manajemen dan pekerja.

5. Perencanaan adalah satu proses yang penting ketika hendak melakukan sesuatu, terlebih di
dunia bisnis dan industri. Lalu mengapa perencanaan disebut sebagai suatu proses tanpa akhir?
Penyebutan ini tentu bukan karena alasan. Hal ini karena proses perencanaan berjalan secara
terus menerus dan berkelanjutan tanpa pernah berhenti.

Banyak ahli menyebutkan bahwa perencanaan yang baik adalah bagian dari 50% keberhasilan.
Perencanaan menjadi bagian penting jika ingin melakukan sesuatu, khususnya jika ingin terjun
dalam dunia bisnis.

Mengutip buku Perencanaan Kurikulum Pendidikan Pondok Pesantren Dalam Upaya


Pembentukan Karakter Santri, Agus Ngafif, (2021:5), perencanaan adalah sebuah proses
memikirkan serta pengambilan keputusan secara matang dan sistematis dari hal-hal apa yang
akan dilakukan di masa yang akan datang guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Hasil akhir dari proses perencanaan pada suatu waktu, akan menjadi masukan bagi proses
perencanaan di waktu lain atau setelahnya. Perencanaan dikenal sebagai proses tanpa akhir
karena selalu ada perkembangan serta perubahan yang terjadi. Kemudian, perencanaan akan
dijadikan sebagai pedoman terhadap apa yang diinginkan.

Melakukan perencanaan dengan baik memiliki banyak manfaat. Berikut ini manfaat
perencanaan dalam berbagai bidang.

-Dengan rencana yang baik, pimpinan dapat memberikan pengarahan untuk manajer maupun
karyawan non manajerial. Adanya rencana kerja membuat seorang karyawan mengetahui apa
yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, serta apa yang harus
dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.

-Perencanaan yang baik dapat mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang pimpinan membuat
rencana, ia dipaksa melihat secara jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan
efek dari perubahan tersebut, juga menyusun rencana untuk menghadapinya.

-Rencana yang baik dapat meminimalisasi pemborosan. Hal ini karena semua pengeluaran dan
kemungkinan buruk sudah teridentifikasi dan ter-planning.

-Manfaat perencanaan yang terakhir adalah dapat menetapkan tujuan dan standar yang
digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan serta melakukan evaluasi.

SUMBER REFERENSI PEMBELAJARAN:

-BMPISIP4111

-Muizu, Zusnita & Ernie. Manajer dan Perangkat Manajemen Baru. Jurnal Pekbis, Vo. 9, No.2,
Juli 2017. 151-160.

-Triyono. Manajer dan Pengelolaan Pada Era Milenium. VnilaiDitambahkan Vol.6 No.2 Maret
2010.

-Manajemen Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


-[Link]
[Link]

-[Link]

-[Link]

-[Link]
dan-manajemen-ilmiah/

-[Link]
sebagai-proses-tanpa-akhir-dan-mengapa-perencanaan-dikatakan-sebagai-fungsi-yang-
terpenting?page=2

Anda mungkin juga menyukai