0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
245 tayangan28 halaman

Contoh Pledoi Kasus Narkoba dan Tipikor

Saksi-saksi memberikan keterangan bahwa mereka melakukan patroli di hutan dan menemukan dua orang sedang menebang pohon. Mereka mengaku mendapat perintah dari Terdakwa. Namun, Terdakwa tidak hadir di TKP. Lokasi kejadian diyakini sebagai Kawasan Hutan Lindung meskipun tidak ditemukan tanda batas yang jelas.

Diunggah oleh

Ummi Kalsum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
245 tayangan28 halaman

Contoh Pledoi Kasus Narkoba dan Tipikor

Saksi-saksi memberikan keterangan bahwa mereka melakukan patroli di hutan dan menemukan dua orang sedang menebang pohon. Mereka mengaku mendapat perintah dari Terdakwa. Namun, Terdakwa tidak hadir di TKP. Lokasi kejadian diyakini sebagai Kawasan Hutan Lindung meskipun tidak ditemukan tanda batas yang jelas.

Diunggah oleh

Ummi Kalsum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hal : Pembelaan/Pledoi

Kepada Yth :
Ketua/ Majelis hakim dalam perkara
No.26/Pid.B/LH/2021/[Link]
Di-
Tempat

Dengan hormat,
Perkenankanlah kami :

MUH. SAFRI TUNRU, S.H.I, M.H.


MUZAKKIR, S.H.

Adalah Kuasa hukum Terdakwa J. DG. SITURU mengajukan pembelaan atas


tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan pada tanggal 08 April
2021.

Dengan ini disampaikan penghargaan dan rasa hormat disertai dengan


ucapan terima kasih kepada Majelis Hakim yang telah memimpin persidangan
ini dengan teliti, obyektif disertai dengan sikap yang menghormati hak-hak
azasi Terdakwa, sehingga telah mencerminkan bahwa Majelis Hakim
menghormati asas praduga tidak bersalah.

Penasehat hukum sangat menyadari, betapa berat tanggung jawab seorang


Hakim dalam mempertimbangkan putusannya, karena putusan tersebut
harus benar-benar sesuai dengan rasa keadilan yang diyakininya, yaitu tidak
hanya didasarkan pada pertimbangan faktor-faktor yuridis saja, akan tetapi
juga harus didasarkan pada pertimbangan rasa keadilan yang diyakini oleh
Majelis Hakim.

Selanjutnya kepada Sdr. Jaksa Penuntut Umum, kami sampaikan penghargaan


atas kerja sama yang baik dalam proses pemeriksaan perkara ini, karena kami
melihat bahwa Penuntut Umum telah berupaya dengan keras serta penuh
kesungguhan untuk membuktikan dakwaannya, meskipun pada akhirnya kami
tidak sependapat mengenai beberapa hal dan menolak kesimpulan Penuntut

1
Umum mengenai hal dimaksud, sebagaimana yang akan Penasehat hukum
kemukakan pada pembelaan ini, khususnya mengenai tanggapan kami terhadap
dakwaan dalam tuntutan pidana dari Penuntut Umum.

Persoalannya sekarang adalah, apakah benar berdasarkan fakta-fakta yang


telah terungkap di persidangan selama ini, perbuatan Terdakwa tersebut (quot
non) adalah merupakan tindak pidana, yaitu memenuhi unsur-unsur dari
pasal-pasal yang didakwakan oleh Penuntut Umum terhadap Terdakwa.

Bahwa sesuai dengan Surat Dakwaan yang dikemukakan oleh Sdr Jaksa
Penuntut Umum dalam Sidang Pengadilan, maka untuk mengetahui hal
tersebut, dan guna memberikan keyakinan kepada Majelis Hakim mengenai
bersalah atau tidaknya Terdakwa, maka harus dibuktikan kebenaran fakta-
fakta yuridis yang diperoleh dimuka persidangan, sebagai dasar keyakinan
Majelis Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa.

Bahwa meskipun demikian, keputusan akhirnya ada pada ketua/majelis


hakim yang menyidangkan perkara ini.

Majelis hakim yang terhormat,


Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati,

Di dalam rangkaian struktur pembelaan akan diuraikan sebagaimana dibawah


ini :

I. ANALISA FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN


A. Keterangan Saksi-Saksi, Ahli dan Terdakwa

1. Saksi RUSLI, [Link] DG. LURANG (POLISI KEHUTANAN/POLISI


PENANGKAP)
- Bahwa saksi diminta untuk memberikan keterangan sebagai saksi
sekaitan dengan Penebangan Pohon di Polongbangkeng Selatan,
Kabupaten Takalar ;
- Bahwa saksi mengatakan pada tanggal 31 Agustus 2020
melaksanakan Patroli, yang menurutnya disekitar kawasan Hutan
Lindung Bontokadatto, Kelurahan Bontokadatto, Kec.

2
Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar, bersama saksi ASRI dan
saksi YUSUF GUNTUR ;
- Bahwa saksi tidak dapat menjelaskan sekaitan dengan batas-
batas Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto serta titik
kordinatnya di Kec. Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar ;
- Bahwa saksi melaksanakan Patroli selama 1 (satu) kali dalam
seminggu diwilayah, yang menurutnya adalah Kawasan Hutan
Lindung Bontokadatto, bersama-sama dengan saksi ASRI dan
saksi YUSUF GUNTUR ;
- Bahwa saksi menjelaskan pada saat Patroli bersama-sama dengan
saksi lainnya, melihat telah terjadi penebangan pohon yang
menurutnya berada dalam Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto,
dan setelah di introgasi orang tersebut bernama LK. JUSMAN DG.
SITUJU dan AL MUSAWIR ;
- Bahwa saksi meneranngkan LK. JUSMAN DG. SITUJU dan AL
MUSAWIR, di minta untuk melakukan penebangan pohon
tersebut, berdasarkan perintah dari Terdakwa ;
- Bahwa saksi menerangkan bahwasanya pada saat saksi
melakukan introgasi ke LK. JUSMAN DG. SITUJU dan AL
MUSAWIR, Terdakwa tidak ada di TKP ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa Alat yang dipakai
menebang oleh kedua pelaku adalah 2 (dua) Unit Chan
Saw/Mesin Pemotong Pohon dan atau Kayu, dan 2 (dua) buah
bilah Parang ;
- Bahwa saksi membenarkan telah menyita barang bukti di lokasi
sebagaimana diperlihatkan didepan persidangan tersebut berupa :
1. 2 (dua) Unit Chan Saw/Mesin Pemotong Pohon dan atau
Kayu;
2. 2 (dua) buah bilah Parang ;
3. 125 batang kayu (sudah dalam bentuk yang telah dipotong-
potong kecil) ;
- Bahwa saksi menerangkan posisi pohon/kayu jati yang ditebang
tersebut di lokasi dalam bentuk hamparan dan diyakini tumbuh
dengan sendirinya dan tidak ditanam ;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui, sejak kapan
Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto, ditetapkan sebagai
kawasan hutan Lindung ;

3
- Bahwa saksi menerangkan lokasi Kawasan Hutan Lindung
Bontokadatto memiliki tanda-tanda berupa patok batas, kawasan
hutan lindung tersebut, sebagai tanda kawasan hutan yang wajib
dijaga ;
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :
- Bahwa dilokasi TKP tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda
maupun patok-patok batas Kawasan Hutang Lindung
Bontokadatto ;

2. Saksi MUH. YUSUF GUNTUR, [Link] (POLISI KEHUTANAN/POLISI


PENANGKAP)
- Bahwa saksi diminta untuk memberikan keterangan sebagai saksi
sekaitan dengan Penebangan dalam kawasan hutan lindung ;
- Bahwa saksi mengatakan pada tanggal 31 Agustus 2020
melaksanakan Patroli, yang menurutnya disekitar kawasan Hutan
Lindung Bontokadatto, Kelurahan Bontokadatto, Kec.
Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar, sebanyak 4 (empat) orang
termasuk saksi RUSLI, [Link] dan saksi ASRI ;
- Bahwa saksi tidak dapat menjelaskan sekaitan dengan batas-
batas Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto serta titik
kordinatnya ;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui, sejak kapan
Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto, ditetapkan sebagai
kawasan hutan Lindung ;
- Bahwa saksi menerangkan yang mengambil titik kordinat di TKP,
adalah Saksi Asri dengan menggunakan HP Merk SAMSUNG ;
- Bahwa saksi melaksanakan Patroli selama 1 (satu) kali dalam
seminggu diwilayah, yang menurutnya adalah Kawasan Hutan
Lindung Bontokadatto, sebanyak 4 (empat) orang termasuk saksi
RUSLI, [Link] dan saksi ASRI ;
- Bahwa saksi menjelaskan pada saat Patroli bersama-sama dengan
saksi lainnya, melihat telah terjadi penebangan pohon yang
menurutnya berada dalam Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto,
dan setelah di introgasi orang tersebut bernama LK. JUSMAN DG.
SITUJU dan AL MUSAWIR ;

4
- Bahwa saksi meneranngkan LK. JUSMAN DG. SITUJU dan AL
MUSAWIR, di minta untuk melakukan penebangan pohon
tersebut, berdasarkan perintah dari Terdakwa ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa Alat yang dipakai
menebang oleh kedua pelaku adalah 2 (dua) Unit Chan
Saw/Mesin Pemotong Pohon dan atau Kayu, dan 2 (dua) buah
bilah Parang ;
- Bahwa saksi membenarkan telah menyita barang bukti di lokasi
sebagaimana diperlihatkan didepan persidangan tersebut berupa :
1. 2 (dua) Unit Chan Saw/Mesin Pemotong Pohon dan atau Kayu;
2. 2 (dua) buah bilah Parang ;
3. 125 batang kayu (sudah dalam bentuk yang telah dipotong-potong
kecil) ;
- Bahwa saksi menerangkan posisi pohon/kayu jati yang ditebang
tersebut di lokasi dalam bentuk hamparan dan diyakini tumbuh
dengan sendirinya dan tidak ditanam ;
- Bahwa saksi menerangkan lokasi Kawasan Hutan Lindung
Bontokadatto memiliki tanda-tanda berupa patok batas, kawasan
hutan lindung tersebut, sebagai tanda kawasan hutan yang wajib
dijaga ;
- Bahwa saksi menerangkan bahwasanya pada saat saksi
melakukan introgasi ke LK. JUSMAN DG. SITUJU dan AL
MUSAWIR, Terdakwa tidak ada di TKP ;
- Bahwa saksi menerangkan juga baru pertama kali menemukan
orang menebang pohon dikawasan tersebut ;
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :
- Bahwa dilokasi TKP tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda
maupun patok-patok batas yang menerangkan bahwa kawasan
tersebut adalah Kawasan Hutang Lindung Bontokadatto ;

3. Saksi ASRI. R, (POLISI KEHUTANAN/POLISI PENANGKAP)


- Bahwa saksi diminta untuk memberikan keterangan sebagai saksi
sekaitan dengan Penebangan Pohon ;
- Bahwa saksi mengatakan pada tanggal 31 Agustus 2020
melaksanakan Patroli, yang menurutnya disekitar kawasan Hutan
Lindung Bontokadatto, Kelurahan Bontokadatto, Kec.

5
Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar, bersama saksi RUSLI,
[Link] dan saksi YUSUF GUNTUR ;
- Bahwa saksi tidak dapat menjelaskan sekaitan dengan batas-
batas Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto serta titik
kordinatnya di Kec. Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar ;
- Bahwa saksi melaksanakan Patroli selama 3 (satu) kali dalam
seminggu diwilayah, yang menurutnya adalah Kawasan Hutan
Lindung Bontokadatto, bersama-sama dengan saksi ASRI dan
saksi YUSUF GUNTUR ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa setelah melakukan patroli
di wilayah keseluruhan Kawasan Hutan Lindung yang menjadi
wilayah kerjanya, termasuk Wilayah Kawasan Hutan Lindung
Bontokadatto, diahkhiri dengan pembuatan Laporan Patroli untuk
dilaporkan keatasannya ;
- Bahwa saksi menjelaskan pada saat Patroli bersama-sama dengan
saksi lainnya, melihat telah terjadi penebangan pohon yang
menurutnya berada dalam Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto,
dan setelah di introgasi orang tersebut bernama LK. JUSMAN DG.
SITUJU dan AL MUSAWIR ;
- Bahwa saksi meneranngkan LK. JUSMAN DG. SITUJU dan AL
MUSAWIR, di minta untuk melakukan penebangan pohon
tersebut, berdasarkan perintah dari Terdakwa ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa Alat yang dipakai
menebang oleh kedua pelaku adalah 2 (dua) Unit Chan
Saw/Mesin Pemotong Pohon dan atau Kayu, dan 2 (dua) buah
bilah Parang ;
- Bahwa saksi membenarkan telah menyita barang bukti di lokasi
sebagaimana diperlihatkan didepan persidangan tersebut berupa :
1. 2 (dua) Unit Chan Saw/Mesin Pemotong Pohon dan atau
Kayu;
2. 2 (dua) buah bilah Parang ;
3. 125 batang kayu (sudah dalam bentuk yang telah dipotong-
potong kecil) ;
- Bahwa saksi menerangkan posisi pohon/kayu jati yang ditebang
tersebut di lokasi dalam bentuk hamparan dan diyakini tumbuh
dengan sendirinya dan tidak ditanam ;

6
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui, sejak kapan
Kawasan Hutan Lindung Bontokadatto, ditetapkan sebagai
kawasan hutan Lindung ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa saksi yang mengambil titik
kordinat di TKP, dengan menggunakan APLIKASI LOCUS lalu
meneruskan ke bagian selanjutnya atau orang lain yang memiliki
bagian tugas selanjutnya ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa selain APLIKASI LOCUS,
maka dapat juga menggunakan APLIKASI APENSA, dalam
penentuan titik koordinat ;
- Bahwa saksi menerangkan lokasi Kawasan Hutan Lindung
Bontokadatto memiliki tanda-tanda berupa patok batas kawasan
hutan lindung serta ada 2 (dua) Papan Nama kawasan hutan
lindung di Bontokadatto, sebagai penandanya ;
- Bahwa saksi menerangkan kalau di sekitar Lokasi TKP, tersebut
tidak ada bekas Tambang Galiang C ;
- Bahwa saksi juga menerangkan pernah diperlihatkan bukti Surat
Pemberitahuan Pajak Terhutang/SPPT-PBB, atas nama HAMSA
DG. ROLA, oleh pihak Terdakwa yang diklaim adalah SPPT-PBB,
dari lokasi objek yang menjadi TKP;
- Bahwa saksi menerangkan bahwasanya pada saat saksi
melakukan introgasi ke LK. JUSMAN DG. SITUJU dan AL
MUSAWIR, Terdakwa tidak ada di TKP ;
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :
- Bahwa dilokasi TKP tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda
berupa papan nama maupun patok-patok batas Kawasan Hutang
Lindung Bontokadatto ;

4. Saksi AMIRUDDIN DG. NGESA BIN HAMZAH (Perantara Pembelian


Pohon Jati/Mangga antara LK. HAMSA DG. ROLA dengan
TERDAKWA)
- Bahwa saksi menerangkan didepan persidangan dibawah sumpah
bahwa, saksi diminta memberikan keterangan sebagai saksi dalam
proses persidangan sekaitan dengan perkara Kayu yang
melibatkan Terdakwa ;

7
- Saksi menerangkan bahwasanya saksi sendiri yang mejadi
perantara saat Terdakwa membeli Pohon Kayu bapak saksi yakni
HAMZA DG. ROLA ;
- Bahwa saksi menerangkan bapak saksi yang bernama HAMZA
DG. ROLA yang memiliki lahan kayu yang dibeli oleh Terdakwa ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwasanya lahan pohon kayu
bapak saksi berada di Bantinoto, Kec. Polongbangkeng Selatan,
Kab. Takalar ;
- Bahwa saksi menerangkan yang menerima uang pembelian kayu
dari Terdakwa adalah saksi sendiri yang diberikan langsung oleh
istri Terdakwa kepada saksi ;
- Bahwa saksi juga menerangkan Terdakwa tidak pernah mengantar
Terdakwa ke lokasi lahan pohon yang dibeli Terdakwa dari Bapak
saksi ;
- Bahwa saksi menerangkan Terdakwa tidak pernah bertanya
kepada saksi apakah lokasi lahan pohon yang akan ditebang
Terdakwa masuk dalam Kawasan Hutang Lindung ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwasanya kesepakatan jual-beli
pohon kayu tersebut sebesar RP. 3.000.000,- (tiga juta rupiah),
tetapi baru sebesar RP. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu
rupiah), yang diberikan Terdakwa sebagai Panjar, sisanya nanti
ketika selesai Penebangan ;
- Bahwa saksi melakukan akad transaksi jual-beli tersebut di
rumah Terdakwa di Kabupaten Jeneponto dan saksi sendiri yang
berinisiatif menemui Terdakwa dirumahnya untuk meminta panjar
pembelian Pohon kayu tersebut ;
- Bahwa saksi menerangkan tujuan saksi menjual pohon kayu
tersebut,untuk membiayai rumah orangtua saksi yakni HAMZA
DG. ROLA, yang sementara dalam proses pembangunan ;
- Bahwa saksi menerangkan bahwasanya lokasi lahan yang berdiri
pohon yang akan dijual tersebut, tidak masuk dalam kawasan
hutan lindung, oleh karna telah dikeluarkan Surat Pemberitahuan
Pajak Terhutang/SPPT-PBB nya atas nama bapak Saksi, serta
telah lama dikuasainya ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa ada sawah nya di
BONTOKADATTO, yang jika kelokasi tersebut di lewati TKP ;

8
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui siapa pemilik
sekaitan dengan barang bukti yang diperlihatkan kepada saksi
dihadapan persidangan tersebut ;
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :
- Bahwa saksi sendiri yang menunjukkan dan mengantar Terdakwa
ke lokasi lahan pohon kayu milik Bapak saksi, yang dibeli
tersebut, sampai 3 (kali), saksi menemani Terdakwa ;

5. Saksi HAMZA DG. ROLA (Pemilik Pohon Kayu yang dibeli Terdakwa)
- Bahwa saksi menerangkan didepan persidangan dibawah sumpah
bahwa, saksi diminta memberikan keterangan sebagai saksi dalam
proses persidangan sekaitan dengan perkara Kayu yang
melibatkan Terdakwa ;
- Bahwa saksi menerangkan pernah menjual pohon kayu Mangga
kepada Terdakwa melalui anaknya yang bernama saksi
AMIRUDDIN DG. NGESA ;
- Bahwa saksi menerangkan letak lahan pohon manga yang saksi
jual kepada Terdakwa, yakni terletak di Bantinoto, Kelurahan
Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten
Takalar ;
- Bahwa saksi juga menerangkan jika lahan yang ditanami Pohon
Mangga tersebut, yang terletak di di Bantinoto, Kelurahan
Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten
Takalar, dikuasai secara turung-temurung dari Nenek ke Bapak
saksi, baru kesaksi, yang dikuasai dan digarap sejak tahun 1950 ;
- Bahwa saksi menerangkan batas-batas lokasi lahan pohon
Mangga tersebut yakni :
 Sebelah Utara berbatasan dengan [Link]/ USTDAZ
LAWA ;
 Sebelah Selatan berbatasan dengan [Link] Alias NAJA ;
 Sebelah Timur berbatasan dengan DG. TONTONG ;
 Sebelah Barat berbatasan dengan [Link]
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa yang dimaksud
[Link] adalah MUH. ALI DG. TONTONG, orangnya adalah
sama ;

9
- Bahwa saksi menerangkan jika disekitar lokasi TKP, tersebut telah
juga digarap oleh masyarakat sekitar dan ditanami tanaman-
tanaman berupa jagung, dan ubi-ubian ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa sejak dahulu lokasi lahan
pohon Mangga tersebut telah keluar dan telah dibayarkan SPPT-
PBB hingga sekarang, dan telah terbit atas nama saksi ;
- Bahwa saksi juga menerangkan jika lahan lokasi pohon kayu
Mangga miliki saksi tersebut ada SPPT-PBB Nya atas nama saksi
sendiri ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa disekitar lokasi saksi
tersebut, juga telah ada SPPT-PBBnya, bahkan ada lokasi yang
jaraknya lebih jauh dan diatas dari objek lahan saksi yang telah
bersertifikat ;
- Bahwa saksi tidak pernah mendengar ada Kawasan hutan
Lindung di Bontokadatto ;
- Bahwa saksi menerangkan penjualan pohon Mangga kepada
Terdakwa, saksi serahkan semua ke anak saksi yakni AMIRUDDIN
DG. NGESA, dimana saat itu saksi ketahui telah menjualnya
kepada Terdakwa dan telah dibayar panjar, dimana saksi hanya
menerima uang dari anak saksi sebanyak Rp. 1.000.000,- (satu
juta rupiah) ;
- Bahwa saksi juga menerangkan ada 10 (sepuluh) pohon manga
yang saksi jual kepada Terdakwa melalui anak saksi ;
- Bahwa saksi menerangkan tidak pernah menunjukkan lokasi
lahannya kepada Terdakwa ;
- Bahwa saksi juga menerangkan tidak kenal dengan nama
JUSMAN dan MUSAWIR ;
- Bahwa saksi menerangkan jika lahan Pohon Mangga yang saksi
miliki seluas 38 ARE, atau sebagaimana dalam SPPT-PBBnya ;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui siapa pemilik
sekaitan dengan barang bukti yang diperlihatkan kepada saksi
dihadapan persidangan tersebut berupa 2 (dua) buah mesin Chain
Saw dan 2 (dua) buah Parang beserta dengan
pembungkus/tempatnya ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa saksi tidak pernah melihat
patok-patok atau tanda-tanda kawasan kehutanan ;

10
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :
- Bahwa saksi pernah menunjukkan dan mengantar Terdakwa ke
lokasi lahan pohon kayu yang hendak dibeli Terdakwa ;
-
6. Saksi JUSMAN Alias [Link] (keterangan saksi di bacakan
oleh JPU, sesuai BAP -Penyidikan)
- Yang pada pokoknya menerangkan sebagai mana dalam BAP
Penyidikan :

KETERANGAN AHLI
7. SAIFUDDIN MANSYUR, [Link]., [Link] (Ahli)
- Bahwa Ahli menerangkan sebagai PNS pada kementerian
lingkungan hidup dan kehutanan ;
- Bahwa Ahli juga menerangkan Tugas Ahli sebagai Kepala Seksi
Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH
Jeneberang I, pada dinas kementerian LHK Provinsi Sulawesi-
Selatan ;
- Bahwa Ahli memberikan keterangannya sekaitan dengan Hutan
berdasarkan statusnya terbagi atas dua bagian besar yakni Hutan
Lindung dan Hutan Produksi ;
- Bahwa Ahli menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Hutan
Lindung adalah Kawasan Hutan yang mempunyai fungsi pokok
sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk
mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi,
mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
- Bahwa Ahli menerangkan juga sesuai pengetahuannya, bahwa
yang dimaksud dengan Hutan Produksi adalah kawasan hutan
guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan
masyarakat pada umumnya/sebagai hasil hutan kayu ;
- Bahwa Ahli menerangkan sesuai pengetahuannya bahwa di
kabupaten takalar tidak terdapat Hutan Adat yang ada hanya
hutan Produksi dan Hutan Lindung ;
- Bahwa Ahli menerangkan juga sesuai pengetahuannya bahwa
sebelum ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung suatu lokasi
akan melalui tahapan perencanaan terlebih dahulu lalu
dilanjutkan dengan tahapan Pengukuhan ke hutang Lindung ;

11
- Bahwa Ahli menerangkan dari dinas kehutanan terdapat polisi
hutan di dalam hutan lindung yang melakukan patrol seminggu
satu kali ;
- Bahwa Ahli menerangkan sesuai pengetahuannya bahwa Papan
Bicara atau papan himbauan Hutan Lindung dipasang diarea
sekitar hutan lindung, yang biasanya dipasang pada di area yang
mudah dilihat oleh masyarakat, serta patok-patok batas kawasan
kehutanan atau hutan lindung ;
- Bahwa Ahli menerangkan juga sesuai pengetahuannya jika ada
masyarakat atau kelompok masyarakat yang ingin melakukan
kegiatan pemanfaatan hasil hutan didalam kawasan hutang
harus memilih izin dari pejabat yang berwenang, dan dapat
memohon izin kepada kementerian lingkungan hidup dan
kehutanan didaerah untuk pemanfaatan hasil hutan tersebut ;
- Bahwa Ahli menerangkan juga sesuai pengetahuannya bahwa
untuk pengambilan titik kordinat apakah masuk kawasan hutan
lindung atau tidak, maka biasanya menggunakan alat GPS dengan
sambungan satelit, lalu dipindahkan kedalam peta yang dianggap
itulah adalah kawasan hutan lindung ;
- Bahwa diwilayah Sulawesi-selatan ini jika merujuk kepada SK-
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kawasan hutan
lindung semuanya berbentuk hutan ;
- Bahwa Ahli menerangkan juga sesuai pengetahuannya, bahwa jika
ada data yang bertentangan antara kementerian lingkungan hidup
dan kehutanan sekaitan dengan penetapan kawasan hutan
lindung dan bukan hutan lindung dengan Pemerintah
Daerah/Pemerintah Setempat maka, maka yang benar adalah
data dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan bukan
dari pemerintah, apalagi kalau sudah sampai terbit SPPT-PBB nya
atau ada sertifikat didalamnya;
- Bahwa Ahli juga menerangkan bahwasanya belum pernah
menerbitkan atau mempunyai Reputasi Karya Ilmiah ;

Tanggapan Terdakwa atas keterangan Ahli tersebut :

12
- Bahwa dilokasi TKP tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda
berupa papan nama maupun patok-patok batas Kawasan Hutang
Lindung Bontokadatto ;

8. LA ODE MUH. ZUHRI, [Link] (Ahli)


- Bahwa Ahli menerangkan pernah beberapa kali di minta sebagai
Ahli dalam perkara lingkungan hidup dan kehutanan ;
- Bahwa Ahli menerangkan bertugas sebagai pengukur dan
pemetaan kawasan hutan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan
Wilayah VII Makassar ;
- Bahwa kewenangan Ahli melaksanakan pengukuran dan
pemetaan kawasan hutan ;
- Bahwa yang dimaksud dengan hutan Negara menurut undang-
undang yang ada adalah hutan yang berada pada tanah yang
tidak dibebani ha katas tanah ;
- Bahwa yang dimaksud dengan kawasan hutan ialah wilayah
tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan
keberadaannya sebagai hutan tetap ;
- Bahwa Ahli sendiri yang mengambil titik kordinat pada TKP,
dalam perkara ini ;
- Bahwa Alat yang dipakai Ahli untuk mengambil titik kordinat
tersebut adalah GPS TDC 100 ;
- Bahwa lokasi penebangan pohon yang dilakukan oleh saudara
JUSMAN DG. SITUJU, masuk dalam kawasan Hutan ;
- Bahwa data /titik kordinat tersebut diatas didownload serta
diolah dengan menggunakan ARCHMAP ;
- Bahwa pada saat pemetaan dan pengukuran kawasan hutan
lindung Bontokadatto, Ahli tidak terlibat ;
- Bahwa Ahli menerangkan penetapan kawasan hutan duatau
daerah dimulai dahulu dengan tahap penataan batas, lalu
pemetaan batas dan dilanjutkan dengan penetapan kawasan
hutan ;
- Bahwa Ahli juga menerangkan sepengetahuannya bahwa kawasan
kehutanan dalam hal ini kasan hutan lindung itu dilengkapi
dengan Patok-Patok sebagai Penanda batas area kawasan hutan
lindung dan bukan hutan lindung;

13
- Bahwa Ahli Menerangkan Patok batas tersebut berupa
Pemasangan tiang Beton 10x10x130 Cm, atau sekitar ketinggian
tiang tersebut 100 CM dan ditanam ketanah kedalaman 70 CM ;
- Bahwa diwilayah Sulawesi-selatan ini jika merujuk kepada SK-
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kawasan hutan
lindung semuanya berbentuk hutan ;
- Bahwa Ahli juga menerangkan bahwasanya belum pernah
menerbitkan atau mempunyai Reputasi Karya Ilmiah ;
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Ahli tersebut :
- Bahwa dilokasi TKP tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda
berupa papan nama maupun patok-patok batas Kawasan Hutang
Lindung Bontokadatto ;

SAKSI A DE CHARGE
9. Saksi SULTAN DG. LEO
- Bahwa saksi menerangkan kenal dengan Terdakwa, karna masih
ada hubungan keluarga, akan tetapi hubungan keluarga tersebut
adalah keluarga jauh ;
- Bahwa saksi hadir memeberikan keterangan didepan persidangan
sekaitan dengan Pembelian Kayu yang dilakukan oleh Terdakwa di
Bantinoto ;
- Bahwa yang menjual kayu adalah Saksi Amiruddin Dg. Ngesa
yang membeli adalah Terdakwa ;
- Bahwa saksi Amiruddin Dg. Ngesa hanya mewakili bapaknya
menjualkan pohon kayu tersebut kepada Terdakwa ;
- Bahwa saksi juga yang pernah menjadi penghubung pembelian
kayu di Bantinoto tersebut antara Amiruddin Dg. Ngesa dengan
Terdakwa ;
- Bahwa saksi pernah menemani Terdakwa kelokasi lahan kayu
yang dijual oleh Amiruddin Dg. Ngesa, sebanyak 3 (tiga) kali, yakni
Pertama : Saksi, Terdakwa dan Saksi AMIRUDDIN [Link],
Kedua : Bersama Saksi lagi, Saudara perempuan HAMZA DG.
ROLA dan Terdakwa, Ketiga : Saksi , Terdakwa dan HAMZA DG.
ROLA selaku Pemilik Kayu ;
- Bahwa saksi juga menerangkan tidak pernah melihat ada Patok
batas serta papan nama area kawasan hutan lindung
Bontokadatto di Bantinoto atau TKP ;

14
- Bahwa saksi juga tidak pernah melihat polisi kehutanan lewat-
lewat diitempat TKP atau disekitar Bontokadatto ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa yang dibeli oleh Terdakwa
adalah Pohon jati dan Pohon Mangga, yang ditanam sendiri oleh
HAMZA DG. ROLA ;
- Bahwa TKP terjadinya penebangan pohon kayu tersebut dekat dari
rumah saksi ;
- Bahwa saksi juga menerangkan jika saksi juga mempunyai lahan
kebun sekitar 500 meter dan lokasinya jauh keatas di wilayah TKP
dan telah lama digaraf dan dikuasai dan sampai sekarang tidak
ada yang mempersoalkan termasuk dari pihak kehutanan;
- Bahwa saksi juga menerangkan pernah diperlihatkan SPPT-PBB,
lahan lokasi tersebut, dan pernah mendengar dari AMIRUDDIN
DG. NGESA dan HAMZA DG. ROLA, bahwa lokasi TKP tersebut
bukan kawasan hutan lindung karna ada SPPT-PBBnya ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa area lokasi TKP,
penebangan pohon kayu tersebut yang ditemani berbatasan
samping kiri , kanan dan bawahnya juga telah terbit SPPT-PBB
nya dan telah lama digaraf oleh masyarakat ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwasanya jauh keatas lokasi
TKP tersebut, telah ada yang terbit SERTIFIKATNYA ;
- Bahwa saksi juga menerangkan pada saat terjadinya penebangan
pohon kayu di TKP, saksi tidak berada ditempat ;
- Bahwa saksi juga menerangkan nanti kelokasi setelah ditelpon
oleh Terdakwa bahwasanya kenapa pohon kayu yang dia beli
dipermasalahkan oleh pihak kehutanan, pada hal penjualnya
mengatakan pohon kayu tersebut tidak masuk dalam kawasan
hutan lindung serta ada SPPT-PBBnya ;
- Bahwa saksi juga menerangkan bahwa baik di lokasi TKP tersebut
maupun disekitar-sekitarnya masyarakat telah lama
menggarapnya dan sekarang telah ditanami tanaman berupa,
jagung, kacang-kacangan dan Ubi-Ubian ;

Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :


- Bahwa apa yang diterangkan oleh saksi Terdakwa membenarkan.

15
10. Saksi SAMSUD DG. BOMBONG
- Bahwa saksi menerangkan hadir didepan persidangan untuk
memberikan keterangan sekaitan dengan pembelian pohon kayu
yang dilakukan oleh Terdakwa di Bantinoto;
- Bahwa saksi juga menerangkan tidak kenal dengan Terdakwa J.
DG. SITURU, dan tidak ada hubungan keluarga maupun
hunungan kerja ;
- Bahwa saksi ketahui pernah diberitahu oleh DG. ROLA jika ada
kayunya bapaknya mau dijual ;
- Bahwa hal tersebut sudah lama saksi dibertahu oleh DG. ROLA,
akan tetapi saksi lupa kapan itu kejadiannya ;
- Bahwa saksi ketahui ada uang Rp. 1.500.000,-(satu juta lima
ratus) diberikan Terdakwa kepada AMIRUDDIN DG. NGESA
sebagai harga pohon kayu yang dijual oleh AMIRUDDIN DG.
NGESA tersebut ;
- Bahwa pohon kayu yang dijual tersebut diketahui berada di
JAKJALA BONGGA, dekat jalan dan pemukiman ;
- Bahwa dinamakan JAKJALA BONGGA karna ketika hendak ke
area itu biasanya orang memegang PAHA BETIS NYA ;
- Bahwa saksi juga menerangkan jarak rumah saksi dengan tempat
penebangan kayu tersebut sekitar 1 (satu) Kilo ;
- Bahwa saksi menerangkan juga biasa mendengar suara Chinsaw
di sekitar lokasi JAKJALA BONGGA, akan tetapi tepatnya tidak
diketahui diarea lahan kebun masyarakat siapa ;
Tanggapan Terdakwa atas keterangan Saksi tersebut :
- Bahwa apa yang diterangkan oleh saksi Terdakwa membenarkan.

11. Keterangan TERDAKWA


- Bahwa Terdakwa menerangkan didepan persidangan bahwa kenal
dengan saudara JUSMAN DG. SITUJU, yang mana Terdakwa yang
menawarkan kepada saudara JUSMAN DG. SITUJU, bahwa ada
pekerjaannya jika ia mau ;
- Bahwa Terdakwa menerangkan bahwa hal yang ditawarkan
kepada saudara JUSMAN DG. SITUJU, berupa penebangan pohon
kayu yang telah ia beli ;
- Bahwa Terdakwa tidak pernah menyampaikan ke pemerintah
setempat sekaitan dengan akan dilakukannya penebangan pohon

16
kayu tersebut, karna kebiasaan dikampungnya maupun
dikampung penjual adalah nanti penjual sendiri yang
menyampaikan kepada pemerintah setempatnya, nanti pada saat
mau diangkut hasil penebangan kayu tersebut baru di uruskan
izin pengangkutannya oleh Terdakwa ;
- Bahwa Terdakwa juga menerangkan bahwa area TKP penebangan
pohon kayu tersebut bukan kawasan hutang lindung karna ada
Bukti SPPT-PBBnya yang diperlihatkan oleh Penjual kepada
Terdakwa , dan Penjual sendiri dalam hal ini HAMZA DG. NGESA
yang menyampaikan kepada Terdakwa bahwa area lokasi
penebangan pohon kayu tersebut bukan kawasan hutan lindung ;
- Bahwa Terdakwa menerangkan bahwa kayu jati tersebut
Terdakwa beli dari orang yang mengaku bernama AMIRUDDIN
[Link], sekaligus menunjukkan lokasi atau area tempat
penebangan pohon kayu tersebut nantinya ;
- Bahwa saksi juga menerangkan jika pohon kayu yang dijual oleh
AMIRUDDIN DG. NGESA tersebut adalah milik dari bapak saksi
yakni HAMZA DG. ROLA ;
- Bahwa Terdakwa membeli Pohon kayu jati tersebut seharga Rp.
3.000.000, (tiga juta rupiah) akan tetapi baru diberikan panjar
sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) kepada
saudara AMIRUDDIN DG. NGESA, melalui istri Terdakwa ;
- Bahwa Terdakwa menerangkan pohon kayu yang dibeli tersebut
adalah secara borongan kepada saksi AMIRUDDIN DG. NGESA;
- Bahwa Terdakwa juga menerangkan jika JUSMAN DG. SITUJU,
meminta dan menyetujui upah dari penebangan pohon kayu
tersebut sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) per satu
mobil truk ;
- Bahwa sebelum Terdakwa beli Pohon kayu tersebut Terdakwa
diperlihatkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT-PBB),
oleh AMIRUDDIN DG. NGESA ;
- Bahwa Terdakwa juga menerangkan didepan persidangan jika
Terdakwa tidak dapat berbahasa indonesi, melainkan hanya dapat
berbahasa daerah Makassar ;
- Bahwa Terdakwa juga menerangkan jika barang bukti yang
diperlihatkan berupa : 2 (dua) Unit Chan Saw Merk Stihl No. MS
381 Nomor Rangka 366807884 warna orange, dan MS Nomor

17
Rangka 36461763 warna orange dan 2 (buah) bilah parang dengan
sarungnya adalah bukan milik Terdakwa ;
- Bahwa Terdakwa juga menerangkan bahwasanya ketika pada saat
di BAP, ditingkat Penyidikan bahkan pada saat pelimpahan
Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat Hukum ;

B. SURAT
1. SPPT-PBB Nomor : [Link].007-0235.0 tahun 2020 atas nama
HAMSA DG. ROLA, Lokasi Objek Pajak Lk. Bantinoto I, Kelurahan
Bontokadatto, [Link] Selatan, Kab. Takalar ; (Fotokopy)
2. SPPT-PBB Nomor : [Link].006-0080.0 tahun 2020 atas nama
MUH. ALI DG. TONTONG, Lokasi Objek Pajak Lk. Bantinoto I, Kelurahan
Bontokadatto, [Link] Selatan, Kab. Takalar ; (Sesuai dengan
Asli)
3. SPPT-PBB Nomor : [Link].006-0081.0 tahun 2015 atas nama
KALOMANG DG. NGAGA. Lokasi Objek Pajak Lk. Bantinoto I, Kelurahan
Bontokadatto, [Link] Selatan, Kab. Takalar ; (Fotokopy)

C. BARANG BUKTI
1. 2 (dua) Unit Chan Saw Merk Stihl No. MS 381 Nomor Rangka
366807884 warna orange, dan MS Nomor Rangka 36461763 warna
orange ;
2. 2 (buah) bilah parang dengan sarungnya ;
3. 125 (seratus dua puluh lima) Batang Kayu bulat kecil berbagai ukuran ;

Barang bukti yang diajukan dalam persidangan ini, khusus pada poin (1) dan
poin (2) pada daftar barang bukti diatas, adalah bukan milik Terdakwa, yang
seolah-oleh mengarah kepada Terdakwa, bahwa Terdakwa adalah pelaku yang
melakukan penebangan pohon kayu tersebut, melainkan barang bukti
tersebut adalah milik saksi Lk. JUSMAN ALIAS DG. SITUJU, sebagaimana
dalam keterangannya dalam BAP yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum
(JPU) ;

II. TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM

Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,

18
Atas dasar uraian-uraiannya dalam Dakwaan dan Surat Tuntannya, akhirnya
Sdr. Jaksa Penuntut Umum mengajukan Tuntutan Hukum sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa J. DG. SITURU terbukti secara sah dan
meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “yang menyuruh
melakukan perbuatan menebang pohon atau memanen atau
memungut hasil hutan didalam hutan tanpa memiliki hak atau izin
dari pejabat yang berwenang” sebagaimana diatur dalam Pertama
: Pasal 78 ayat (5) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf “e” Undang-Undang
R.I. No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan jo Pasal 55 ayat (1) ke
-1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan pertama ;
2. Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa J. DG. SITURU berupa
pidana penjara 01 (satu) tahun, dikurangi selama terdakwa berada
dalam tahanan dan denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh
juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak
dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua)
bulan ;
3. Menetapkan Terdakwa J. DG. SITURU tetap berada dalam
tahanan ;
4. Menetapkan barang bukti berupa:
- 125 (seratus dua puluh lima) Batang Kayu bulat kecil berbagai
ukuran
- 2 (dua) Unit Chan Saw Merk Stihl No. MS 381 Nomor Rangka
366807884 warna orange, dan MS Nomor Rangka 36461763
warna orange ;
- 2 (buah) bilah parang.
Dikembalikan kepada Penyidik Kehutanan Wilayah Sulawesi-
Selatan melalui JPU untuk dipergunakan dalam perkara
JUSMAN Alias [Link].
5. Menetapkan supaya Terdakwa dibebani membayar biaya perkara
sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) ;

III. FAKTA HUKUM


Majelis Hakim yang Kami Muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,

Sebagaimana diketahui KUHAP telah mengatur bahwa yang menjadi dasar atau
pedoman penilaian bagi hakim terhadap suatu perkara yang diajukan oleh Sdr

19
Jaksa Penuntut Umum kepadanya, bukanlah fakta-fakta yang terungkap didalam
pemeriksaan tingkat penyidikan, melainkan pada fakta-fakta yang terungkap di
persidangan pengadilan (gerechtelijk onderzoek) karena fakta-fakta yang
demikian hanya berlaku sebagai pemeriksaan sementara (voor onderzoek).
Mengingat keterangan para saksi dan Terdakwa serta alat-alat bukti a-
quo telah dicatat secara lengkap dalam berita acara persidangan, maka oleh
karena itu fakta-fakta persidangan tersebut merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dalam nota pembelaan ini.
Berdasarkan fakta persidangan yang diperoleh dari keterangan para
saksi, surat, dan keterangan Terdakwa, sepanjang alat-alat bukti tersebut sah
menurut hukum, apabila dihubungkan satu dengan yang lain, maka di dapat
rangkaian peristiwa (sebaga fakta hukum yang menjadi pertimbangan hukum
dalam perkara ini sebagai berikut :
1. Bahwa jika mencermati Pasal 185 ayat (6) KUHAP yang menyatakan
bahwa keterangan saksi haruslah “bebas, netral, objektif dan jujur, hal
tersebut dimaksudkan untuk mencari kebenaran materil dalam perkara
tindak pidana, karena itu tentunya diperlukan alat bukti untuk dapat
mencari titik terang terjadinya suatu peristiwa delik, di Indonesia
pengaturan tentang alat-alat bukti dan kekuatan pembuktian diatur
dalam KUHAP, yang ketentuannya masih tetap sama dengan yang
tercantum dalam HIR yang pada dasarnya sama dengan ketentuan
dalam Nedherland Strafvordering mirip dengan alat bukti di negara-
negara eropa continental.

Menurut Pasal 184 KUHAP, alat-alat bukti ialah : (1) keterangan saksi;
(2) keterangan ahli; (3) surat; (4) petunjuk; dan (5) keterangan terdakwa.
Dalam hal ini yang dipersoalkan adalah tentang alat bukti keterangan
saksi dalam mencari kebenaran materil hukum acara pidana. Melihat
posisi urutan keterangan saksi begitu penting dalam pembuktian. Selain
itu ditentukan dalam Pasal 170 KUHAP yang menyatakan bahwa mereka
yang karena pekerjaaan, harkat, martabat, atau jabatannya diwajibkan
menyimpan rahasia, dapat minta dibebaskan dari kewajiban keterangan
sebagai saksi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-
undangan.

Bahwa keterangan 3 (tiga) orang saksi anggota Polisi Kehutanan


tersebut yakni saksi SAKSI RUSLI, [Link] Dg. LURANG, SAKSI MUH.

20
YUSUF GUNTUR [Link], dan SAKSI AMRI, dalam hal ini Saksi Tidak
dapat diterima dan kebenarannya sangat diragukan dan bertolak
belakang dengan Pasal 185 ayat (6) Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1981 (KUHAP) yang menyatakan bahwa keterangan saksi haruslah
“bebas, netral, objektif dan jujur.

Dengan demikian seharusnya keterangan tiga orang polisi tersebut


dalam perkara ini tidak dapat diterima karena mengandung konflik
kepentingan mengingat posisinya sebagai polisi kehutanan membuat
mereka berkehendak agar perkara yang ditanganinya akan berhasil di
pengadilan dalam arti berujung pada penghukuman bagi Terdakwa dan
dipastikan akan membenarkan hasil penyidikannya Lebih lanjut apa
yang disampaikan saksi fakta dalam persidangan tidak bisa dijadikan
pertimbangan hakim sebagai alat bukti. Sebab, apa yang diucapkan
saksi sudah tertuang dalam bukti-bukti saat menyidik perkara tersebut.
Kalau dia menerangkan, maka alat buktinya tetap satu, tidak menjadi
satu alat bukti lagi.

2. Bahwa sekaitan dengan Ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut


Umum dengan ini, Penasihat Hukum Terdakwa merasa perlu untuk
mengingatkan kembali untuk kita semua sekaitan dengan SURAT
JAMPIDUM B-60/E/Ejp/01/2002, tentang Pedoman Teknik Yustisial
Penanganan Perkara Tindak Pidana Lingkungan Hidup, bahwa untuk
menjadi seorang Ahli dalam perkara tindak pidana lingkungan
hidup, harus memenuhi semua kriteria persyaratan, salah satunya
kriteria pada poin tersebut, dijelaskan pada huruf (d). yakni Sudah
mempunyai Reputasi Ilmiah (Karya Tulis Kegiatan Penelitian yang
diakui) ; dan hal tersebut sejalan KKMA No. 36 Tahun 2013
mengenai Ahli harus memenuhi semua kriteria Ahli yang dapat
diajukan sebagai Ahli dalam Perkara Perdata, Pidana dan Tata Usaha
Negara Kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan, salah satunya adalah
pada poin huruf (b) yang menyebutkan Pernah menyusun atau
membuat Karya Ilmiah atau Penelitian yang Relevan (Pakar);

Bahwa sekaitan dengan Ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut


Umum dalam Perkara ini, maka kami Penasihat Hukum Terdakwa
menolak semua keterangan Ahli, yang Ahli sampaikan dalam proses

21
persidangan oleh karena dasar hukum untuk dapat dipandang sebagai
Ahli tidak terpenuhi sebagaimana pada tersebut diatas, yakni Penasihat
Hukum Terdakwa dalam proses persidangan memberikan pertanyaan
kepada Ahli SAIFUDDIN MANSYUR, [Link]., [Link] dan Ahli LA ODE
MUH. ZUHRI, [Link], bahwa apakah saudara Ahli telah menerbitkan
atau mempunyai Reputasi Karya Ilmiah/penelitian yang telah diakui
dan relevan ?? dan dijawab oleh kedua Ahli tersebut dalam proses
persidangan yang berbeda, belum ada.

Dengan demikian Ahli yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum,


mengenai keterangan Ahli yang diberikan tidak dapat melengkapi
pembuktian dan tidak sah, dengan demikian harus dikesampingkan.

3. Bahwa Terdakwa menerangkan dam proses persidangan bahwa tidak


pernah memerintahkan, kepada saksi JUSMAN DG. SITUJU, untuk
melakukan penebangan pohon kayu melainkan menawarkan, karna
Posisi Saksi JUSMAN [Link] sebagai pekerjaannya dan
mendapatkan upah, sebagaimana dalam keterangannya sendiri pada
BAP yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum.
4. Bahwa Terdakwa menerangkan bahwasanya ketika pada saat di BAP,
ditingkat Penyidikan bahkan pada saat pelimpahan Terdakwa tidak
didampingi oleh Penasihat Hukum, dan ini bertentangan dengan
beberapa Yurisprudensi Mahkamah Agung tentang Penyediaan
Penasihat Hukum bagi Tersangka/Terdakwa, sebagai mana
disebutkan dibawah ini;
4.1. Putusan Mahkamah Agung No. 367K/Pid/1998, tertanggal 29
Mei 1998
“Kaidah hukumnya: “Bila tidak didampingi Penasihat Hukum
ditingkat Penyidikan maka bertentangan dengan Pasal 56 KUHAP,
hingga BAP Penyidikan dan Penuntutan oleh Penuntut Umum
batal demi hukum dan karenanya tuntutan Penuntut Umum tidak
dapat diterima walaupun pemeriksaan di sidang Pengadilan
didampingi Penasihat Hukum”.
4.2. Putusan Mahkamah Agung No. 545K/[Link]/2011
“Kaidah hukumnya: “Selama pemeriksaan Terdakwa tidak
didampingi Penasihat Hukum, sedangkan Berita Acara
Penggeledahan dan pernyataan tanggal 15 Desember 2019

22
ternyata telah dibuat oleh pejabat yang tidak melakukan tindakan
tersebut namun oleh petugas lain. Dengan demikian Berita Acara
Pemeriksaan Terdakwa dan Berita Acara Penggeledahan tidak sah
dan cacat hukum sehingga dakwaan jaksa yang dibuat atas dasar
berita acara tersebut menjadi tidak sah dan cacat hukum pula”.
4.3. Putusan Mahkamah Agung No. 2588/[Link]/2010
4.4. Putusan Mahkamah Agung No. 650K/[Link]/2011, tertanggal
5 April 2010
4.5. Putusan Mahkamah Agung No. 2026/K/Pid/2011
4.6. Putusan Mahkamah Agung No. 241K/[Link]/2017, tertanggal
Juni 2017
4.7. Dan beberapa Putusan Mahkamah Agung yang lain.
5. Bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak menguraikan peran-peran lain
yang terlibat dalam kasus ini secara lengkap, jelas dan cermat, sehingga
keutuhan kebenaran materiil sulit diwujudkan atau dengan kata lain
terdapat perumusan delik yang kurang jelas (lex certa) ;
Bahwa Berdasarkan asas legalitas terdapat tujuh aspek yang dihasilkan,
yaitu.
1. Tidak dapat dipidana kecuali berdasarkan ketentuan pidana menurut
undang-undang
2. Tidak ada penerapan undang-undang berdasarkan analogi
3. Tidak dapat dipidana hanya berdasarkan kebiasaan
4. Tidak boleh ada perumusan delik yang kurang jelas (lex certa)
5. Tidak ada kekuatan surut dari ketentuan pidana
6. Tidak ada pidana lain kecuali yang ditentukan undang-undang
7. Penuntutan hanya menurut cara yang ditentukan undang-undang.
Sumber : Buku Hukum Pidana dalam Presfektif, Hal. 43, Terbitan
Pustaka Larasan, tahun 2012, hasil kerjasama Universitas Leiden
(Belanda), Universitas Groningen (Belanda) dan Universitas
Indonesia;

Dengan demikian dakwaan JPU adalah kabur, karna dakwaan kabur ini
maka tuntutan JPU, haruslah dikesampingkan.

6. Berdasarkan hal tersebut diatas dan fakta-fakta persidangan dalam


perkara ini bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana
sebagaimana yang di dakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum ;

23
VI. ANALISA YURIDIS
Bahwa dalam tuntutannya JPU berketetapan hati untuk menjatuhkan
putusan bersalah kepada Terdakwa dengan ancaman hukuman selama 1
(satu) tahun Penjara dikurangkan dengan lamanya Terdakwa ditahan, dan
denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), dengan ketentuan
apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan
selama 2 (dua) bulan. dan JPU meyakinkan pula jika Terdakwa telah
melakukan tindak pidana sebagaiamana dalam dakwaan Alternatif yang
memilih dan membuktikan langsung dakwaaan Pertama yakni Pasal 78 ayat
(5) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf “e” Undang-Undang R.I No.41 tahun 1999
tentang Kehutanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dan Pasal 348 ayat (2) Jo
Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP, yang unsur-unsur telah diuraikan dalam surat
tuntutannya, sebagai berikut:
1. Unsur “Barang Siapa” ;
2. Unsur “ Dengan sengaja menebang pohon atau memanen atau
memungut hasil hutan didalam hutan” ;
3. Unsur “ Tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang
berwenang” ;
4. Unsur “Yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang
turut serta melakukan perbuatan” ;
Bahwa dengan melihat pasal-pasal yang dituduhkan kepada Terdakwa oleh
JPU, dalam surat tuntutannya, dengan melihat fakta-fakta persidangan yang
ada, Pihak Penasihat Hukum Terdakwa tidak sepaham dengan Jaksa
Penuntut Umum sebagai berikut :

A. Khususnya unsur pada poin (2) yakni unsur yang menerangkan “Dengan
sengaja menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan
didalam hutan”, oleh karena didalam unsur ini ada 3 (tiga) bentuk perbuatan
yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan hasil hutan yaitu :
1. Menebang Pohon ;
2. Memanen Hasil Hutan ;
3. Memungut Hasil Hutan ;
Yang mana ketiga (3) bentuk perbuatan tersebut diatas mempunyai pengertian
yang berbeda-beda, hal ini tergantung pada hasil hutan apa yang hendak
dimanfaatkan, sebab menurut Penjelasan Pasal 4 ayat (1) UU No. 41 tahun
1999, menjelaskan bahwa hasil hutan itu bukan hanya kayu (pohon) tetapi
juga termasuk bambu, rotan, rumput-rumputan, jamur-jamuran, tanaman

24
obat, getah-getahan, satwa liar,satwa buru, satwa elok, sumber air, udara
bersih,dan jasa yang diperoleh dari hutan .

Bahwa jika menyimak akan uraian dakwaan yang ditujukan kepada


Terdakwa, maka dapat disimpulkan bahwa yang didakwakan kepada
Terdakwa adalah dalam kategori perbuatan “Menebang” Pohon Kayu/Pohon
Jati yang ada dalam kawasan hutan Negara tanpa ijin, karena hasil hutan
yang dapat ditebang dalam UU ini hanyalah hasil hutan berupa pohon,
sehingga jika merujuk kepada fakta-fakta persidangan sebagaimana pada
keterangan saksi-saksi khususnya saksi SAKSI RUSLI, [Link] Dg. LURANG,
SAKSI MUH. YUSUF GUNTUR [Link], dan SAKSI AMRI, serta keterangan
Terdakwa bahwa yang melakukan perbuatan hukum “Menebang” bukan
Terdakwa melainkan saksi JUSMAN DG. SITUJU, sebagaimana juga diakui
dalam keterangannya dalam BAP yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum
bahwa barang bukti yang disita berupa 2 (dua) Unit Chan Saw Merk Stihl No.
MS 381 Nomor Rangka 366807884 warna orange, dan MS Nomor Rangka
36461763 warna orange, yang digunakan dalam menebang pohon adalah milik
saksi JUSMAN DG. SITUJU, bukan milik Terdakwa, dengan demikian unsur
ini dianggap tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dengan demikian
haruslah dikesampingkan dan diangggap bahwa Terdakwa tidak melakukan
tindakan sebagaimana yang didakwakan oleh JPU, oleh karena tidak
terpenuhinya unsur-unsur Pasal 78 ayat (5) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf “e”
Undang-Undang R.I. No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan jo Pasal 55 ayat
(1) ke -1 KUHP, sebagaimana yang telah diurai oleh JPU dalam tuntutannya.

[Link] unsur pada poin (4), mengenai unsur “Yang melakukan, yang
menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan”, oleh
karena didalam unsur ini ada 3 (tiga) bentuk perbuatan yang dapat dilakukan
yakni :
1. Orang yang melakukan (Pleger) ;
2. Orang yang menyuruh melakukan (doen plegen) ;
3. Orang yang turut melakukan (medepleger) ;

Bahwa apabila dihubungkan dengan fakta-fakta yang terungkap


dipersidangan, maka Terdakwa tidak terbukti sebagai orang yang
melakukan (Pleger) oleh karena berdasarkan keterangan saksi-saksi yang
terungkap di dalam persidangan pada saat terjadinya proses patroli hingga

25
kepada perbuatan mengamankan barang bukti yang dipakai menebang di
TKP, Terdakwa tidak ada ditempat, maupun barang bukti yang dipakai
menebang adalah bukan milik Terdakwa tetapi milik orang lain .
Bahwa sekaitan dengan unsur Orang yang menyuruh melakukan (doen
plegen), sekaiatan dengan unsur ini harus dipahami yakni ada perintah dan
ada relasi antara atasan dengan bawahan, yang masih terikat dalam suatu
profesi/pekerjaan yang dimana atasan tidak dapat berlepas diri dan menjadi
tanggungjawab dari bawahan yang diminta melakukan tindakan tersebut, dan
sekaiatan dengan Perkara ini ketika didasarkan pada fakta-fakta yang
terungkap dipersidangan harus dipahami posisi Terdakwa dan Posisi Saksi
JUSMAN DG. SITUJU, Bahwa posisinya ialah Terdakwa hanya menawarkan
pekerjaan untuk melakukan suatu perbuatan menebang pohon kayu, jadi
posisi istilah “menawarkan” dengan “memerintahkan” secara terminologi
itu adalah berbeda, dimana istilah menawarkan berasal dari kata “Tawar”
yang menurut KBBI. [Link], memiliki arti :
1. Tidak ada rasanya, kurang asing, kurang sedap ;
2. Tidak Asing
3. Tidak Manjur
4. Hilang Keberanian
5. Tidak gembira
6. Tidak bernafsu
7. Tidak menaruh Perhatian
8. Dingin
9. Reda
10. Tidak menarik hati
Kesimpulannya hanya berisi sifat anjuran, memberikan solusi atau
pandangan.
Sedangkan istilah “Memerintahkan” berasal dari kata “Perintah” yang
menurut KBBI. [Link], memiliki arti :
1. Perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu;
2. Bermakna aba-aba, komando;
3. Aturan dari pihak atas yang harus dilakukan ;
Kesimpulannya ialah kata memerintahkan atau perintah ini tidak terlepas dari
ikatan pekerjaan antara atasan dan bawahan yang terikat dalam satu
pekerjaan secara resmi diakui/dalam bentuk institusi ;

26
Ketika melihat fakta-fakta persidangan, maka posisi Terdakwa dan Posisi
Saksi JUSMAN [Link] ini adalah berbeda dan tidak terikat dalam satu (1)
pekerjaan, melainkan posisi saksi JUSMAN DG. SITUJU ini adalah sebagai
Pekerja (menebang Pohon), secara professional dengan dilengkapi oleh alatnya
sendiri (mesin Penebang Pohon Kayu), dan dari pekerjaan tersebut SAKSI
JUSMAN DG. SITUJU medapatkan suatu upah sesuai dengan kesepakatan,
sehingga perbuatan menebang pohon kayu yang dilakukan oleh saksi
JUSMAN DG. SITUJU dapat dimaknai adalah suatu perbuatan yang harus
menjadi pertanggungjawaban mutlak secara sendiri dan mandiri oleh saksi
JUSMAN DG. SITUJU, bukan Terdakwa karna Terdakwa hanya memberikan
solusi atau pandangan sekaitan dengan profesi saksi JUSMAN DG. SITUJU
untuk tetap bekerja, dengan demikian unsur ini tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan, dah haruslah dikesampingkan .

Bahwa sekaitan dengan unsur Orang yang turut melakukan (medepleger),


sekaiatan dengan unsur ini harus dipahami yakni “bersama-sama
melakukan” bahwa jika kita melihat fakta-fakta yang terungkap
dipersidangan maka proses menebang pohon kayu di TKP tersebut Terdakwa
tidak terlibat dan sedang tidak berada diokasi ketika saksi SAKSI RUSLI,
[Link] Dg. LURANG, SAKSI MUH. YUSUF GUNTUR [Link], dan SAKSI AMRI
melakukan patrol dan menyita barang bukti di TKP, Melainkan hanya saksi
JUSMAN [Link] bersama dengan orang lain.

Dengan demikian sekaitan dengan poin (2) dan poin (4), unsur-unsur yang
diurai oleh JPU dalam surat tuntutannya tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan, dengan demikian Terdakwa haruslah dibebaskan.

Majelis Hakim yang kami muliakan,


Bahwa oleh karena persidangan dan nota pembelaan (pleidoi) ini telah selesai
kami uraikan, maka dengan kerendahan segala hati kami penasihat hukum
Terdakwa, memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim Yang Mulia, yang
mengadili perkara ini berkenan untuk memutuskan :

1. Menyatakan Terdakwa [Link]. SITURU tidak terbukti secara sah dan


meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana disebutkan dalam
Dakwaan dan Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
2. Membebaskan Terdakwa dari Tahanan
3. Mengembalikan nama baik Terdakwa di masyarakat.

27
4. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara.

Atau

Jika Majelis Hakim berpendapat lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya (ex
aequo at bono)

Dengan pertimbangan:
Hal-hal yang meringankan :
- Terdakwa bersikap sopan dan berterus terang.
- Terdakwa cukup cooperatip selama di Persidangan.
- Terdakwa belum pernah dihukum.
- Terdakwa adalah tulang punggung keluarganya.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan dari Terdakwa tidak ada ditemui


dalam persidangan ini.

Takalar, 12 April 2021

Hormat kami,
Penasihat Hukum Terdakwa.

MUH. SAFRI TUNRU, [Link] MUZAKKIR, S.H.

28

Anda mungkin juga menyukai