0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan9 halaman

Evaluasi Mineral Logam di Pasaman

Dokumen tersebut merangkum hasil inventarisasi dan evaluasi sumber daya mineral logam di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder serta analisis laboratorium. Hasilnya menunjukkan adanya deposit besi, emas, timah hitam, kromit dan pasir besi di kedua kabupaten, termasuk deposit besi di Air Manggis, Kabupaten Pasaman dengan sumber daya potensial 3,075,977

Diunggah oleh

lfirmansyahst
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan9 halaman

Evaluasi Mineral Logam di Pasaman

Dokumen tersebut merangkum hasil inventarisasi dan evaluasi sumber daya mineral logam di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder serta analisis laboratorium. Hasilnya menunjukkan adanya deposit besi, emas, timah hitam, kromit dan pasir besi di kedua kabupaten, termasuk deposit besi di Air Manggis, Kabupaten Pasaman dengan sumber daya potensial 3,075,977

Diunggah oleh

lfirmansyahst
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INVENTARISASI DAN EVALUASI MINERAL LOGAM

DI DAERAH KABUPATEN PASAMAN


DAN KABUPATEN PASAMAN BARAT
PROPINSI SUMATERA BARAT

Oleh :
Hotma Simangunsong

ABSTRACT
Activity of inventory and evaluation for metallic mineral in Kabupaten Pasaman and
Kabupaten Pasaman Barat conducted by gathering of primary data / information (by geological
study area) and secondary data / information (by collected reports which have been done from
both area) and also laboratory analysis.
The result of secondary data and information gathering for both area as follows :
• Kabupaten Pasamana area consist of gold (12 locations), iron (2 locations) and galena (1
location) mineral commodities.
• Kabupaten Pasaman Barat area consist of gold (4 locations), iron sand (1 location) and
chromit (3 locations) mineral commodities.
The geological study from Air Manggis area (Kabupaten Pasaman) indicating that this area
consist of iron ore deposits with hypotetical resources = 3,075,977 tons with rate of Fe total =
40.35 %.
The geochemical study from 38 soil samples was conducted from Batang Tongar area the
results showed that anomaly of Ni > 5685.38 ppm, Cr > 4034.16 ppm, Fe > 245793.59 ppm, Mg
> 15896.78 ppm and Al > 84067.99 ppm.
The result of analysis from 16 rock samples, also was conducted from Batang Tongar area
showed that average value of Ni = 2421 ppm, Cr = 1064 ppm, Fe = 54000 ppm, Mg = 188941
ppm and Al = 2258 ppm.
From the anomaly of soil samples and average value of rock samples not showed the extrimly
value, except from average value of Mg in rock > 188941 ppm (> 18 %) is good value for
fertilizer industry.

SARI
Kegiatan inventarisasi dan evaluasi mineral logam dilakukan dengan cara pengumpulan
data/informasi primer, data/informasi sekunder dan analisis laboratorium.
Hasil pengumpulan data/informasi sekunder antara lain adalah sebagai berikut :
• Di daerah Kabupaten Pasaman terdapat terdapat bahan galian logam yang terdiri dari
bahan galian emas (12 lokasi), besi(2 lokasi) dan timah hitam (1 lokasi)
• Di daerah Kabupaten Pasaman Barat terdapat terdapat bahan galian logam yang terdiri
dari bahan galian emas(4 lokasi), kromit(3 lokasi) dan pasirbesi (1 lokasi).
Uji petik yang dilakukan didaerah Air Manggis (Kabupaten Pasaman) menunjukkan bahwa
didaerah ini terdapat bahan galian logam besi dengan potensi sumber daya = 3.075.977 ton
dengan kadar rata2 Fe total = 40,35 %.
Sedangkan uji petik yang dilakukan didaerah Batang Tongar (Kabupaten Pasaman Barat)
berdasarkan analisis hasil laboratorium dari 38 conto tanah didapat harga anomali unsur Ni >
5685.38 ppm, Cr > 4034.16 ppm, Fe > 245793.59 ppm, Mg > 15896.78 ppm dan Al > 84067.99
ppm. Hasil analisis dari 16 conto batuan didapat harga rata-rata unsur Ni = 2421 ppm, Cr =
1064 ppm, Fe = 54000 ppm, Mg = 188941 ppm dan Al = 2258. Dari harga anomali dan harga
rata-rata tersebut tidak menunjukkan harga yang menyolok kecuali harga rata-rata Mg dalam
batuan > 188941 ppm (>18 %) merupakan harga yang baik untuk dimamfaatkan dalam industri
pupuk.
PENDAHULUAN (Kapur - Oligosen); Batuan Sedimen Tersier
(Oligosen – Miosen); Batuan gunung api
Untuk membatu memudahkan
Tersier (Miosen – Pliosen); Batuan Intrusi
pemerintah Kabupaten Pasaman dan
Tersier (Miosen-Pliosen); Batuan gunung
Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka
api Kuarter (Plestosen – Holosen); Batuan
pengembangan wilayah dan menggali
Sedimen dan Endapan Permukaan Kuarter
pendapatan asli daerah dibidang
(Plestosen – Holosen). Peta geologi daerah
pertambangan maka bahan galian mineral
ini secara rinci dapat dilihat pada Gambar 2.
logam merupakan sumber daya yang
potensial untuk dimamfaatkan. Mineralisasi ditemukan pada daerah
batuan yang berumur Perm – Jura – Kapur,
Berdasarkan penyelidik terdahulu antara
seperti batuan metasedimen Kelompok
lain Direktorat Sumberdaya Mineral (1981
Batuan Woyla dan Kelompok Batuan
dan 1983), Pusat Penelitian dan
Tapanuli yang diterobos oleh batuan intrusi
Pengembangan Geologi (1983), PT.
yang berumur Oligosen – Miosen – Pliosen.
Mangani Mineral (1986 – 1990), PT. Antam
Barisan Mining (1986 – 1990) memberikan
STRUKTUR
informasi bahwa kedua daerah penyelidikan
memungkinkan untuk mendapatkan bahan Sesar-sesar utama yang berkembang di
galian logam. daerah ini terdiri dari: sesar normal dan sesar
mendatar/geser menganan yang umumnya
TEKTONIK berarah baratlaut – tenggara (searah dengan
Sesar Semangko). Sesar-sesar ini
Secara tektonik Pulau Sumatera
berhubungan dengan pembentukan Batuan
terbentuk sebagai akibat adanya interaksi
Intrusi Mesozoikum. Sedangkan beberapa
subduksi antara Lempeng Samudera Hindia
sesar normal yang berarah relatif barat-
atau “Indian-Australia Oceanic Crust”
timur, diduga erat kaitannya dengan intrusi
dengan Lempeng Benua Asia “Asia
granitik, granodiorit dan diorit Tersier dan
Continental Crust” (Gambar 1).
pembentukan batuan metasedimen
Secara umum daerah penyelidikan dan Mesozoikum. Sesar-sesar tersebut
sekitarnya termasuk dalam Zona Busur diperkirakan sebagai pengontrol jalannya
Muka dan Busur Magmatik dari Tatanan larutan hidrotermal yang membentuk
Tektonik Sumatera. mineralisasi emas dan logam dasar di daerah
penyelidikan.

Gambar 1. Penampang Kedudukan


Tektonik P. Sumatera.

GEOLOGI
Urutan stratigrafi daerah ini dari tua ke
muda adalah sebagai berikut : Batuan alas
malihan dan metasedimen Paleozoikum
yang disebut Kelompok Batuan Tapanuli;
Batuan Mesozoikum tersusun atas Batuan
Metasedimen Mesozoikum-Paleozoikum
dan Kelompok Batuan Woyla; Batuan Beku
Paleozoikum-Mesozoikum; Batuan Beku
Mesozoikum ( berumur Jura – Kapur);
Batuan Intrusi Mesozoikum - Kenozoikum
• Satuan Batuan Metasedimen Formasi
Kuantan, terdiri dari batuan
muskovit-biotit sekis, amfibolit,
batulempung meta konglomeratik,
filit, batusabak, kuarsit, batupasir
meta, batugamping meta. Penyebaran
satuan ini mencapai sekitar 60% dari
luas daerah penyelidikan, satuan
batuan ini berumur Trias – Jura.
• Satuan Batuan Granitik, dilapangan
ditemukan terdiri dari : granit,
granodiorit granit porfiritik dan
mikrodioritik, berumur Permo -
Karbon.
• Satuan Batuan Vulkanik, ditemukan
dilapangan berupa lava andesitik –
basaltic, menutupi secara tidak
selaras diatas intrusi Batuan Granitik
dan menurut Silitonga dan Kastowo
1975 satuan batuan ini berumur
Kuarter (Plestosen – Holosen).
Gambar 2 : Peta Geologi Daerah
Penyelidikan • Satuan Kipas Alluvial terdiri dari
konglomerat dan pasir kasar – sedang,
UJI PETIK DAERAH AIR MANGGIS lempung dan lumpur. Konglomerat
(KABUPATEN PASAMAN) terdiri dari material-material fragmen
berukuran bongkah – kerikil, agak
Morfologi terkonsolidasi, tersementasi oleh
Morfologi di daerah penyelidikan dapat lumpur dan lempung. berumur
dibagi dalam dua satuan morfologi, yaitu : Kuarter (Plestosen – Holosen).

• Satuan morfologi dataran Aluvial, Struktur


kenampakan morfologi daerah ini Struktur geologi utama yang
berupa dataran rendah dengan lereng berkembang di daerah penyelidikan adalah
datar – landai, tersusun atas endapan Sesar Geser Turun (Sesar Oblik) yang
kipas alluvial, yang terdiri dari berarah relatif barat laut –tenggara ( N 160 °
konglomerat, bongkah-bongkah E s/d N 170° E), sesar ini searah dengan
berukuran boulder – kerikil, pasir jalur utama Sesar Semangko. Indikasi sesar
sedang – kasar, lempung dan lumpur. ini ditemukan berupa gawir yang memotong
• Satuan Morfologi Perbukitan batuan granit di S. Giran dengan kedudukan
Bergelombang, menempati sebagian N 170° E/55 ° dan di cabang kiri hulu S.
besar luas daerah penyelidikan atau Kabun Gadang kontak dengan mineralisasi
sekitar 80%. Elevasi ketinggian yang Bijih Besi, dengan kedudukan gawir N 165°
terdapat pada daerah ini berkisar 530 E/85°. Secara keseluruhan geologi daerah ini
m sampai dengan 1620 meter diatas dapat dilihat pada Gambar 3.
permukaan laut, merupakan daerah
kaki Pegunungan Bukit Bariasan,
tersusun atas litologi: Satuan Batuan
Metasedimen Formasi Kuantan,
Satuan Granit dan Satuan Batuan
Vulkanik.
Stratigrafi
Urutan stratigrafi daerah ini dari yang
berumur tua sampai muda adalah sebagai
berikut :
• Satuan Morfologi Perbukitan, tersebar
sebagian besar atau sekitar 80% dari luas
daerah penyelidikan, elevasi ketinggian
pada satuan ini berkisar dari 220 m s/d
820 meter diatas permukaan laut,
mempunyai kemiringan lereng sedang –
terjal, terdiri dari Batuan Beku Ultrabasa
Dunit – Harzburgit.
Stratigrafi
Urutan stratigrafi daerah ini dari yang
berumur tua sampai muda adalah sebagai
berikut :
• Satuan Batuan Ultrabasa, terdiri dari,
Harzburgit, ciri litologi batuan ini
berwarna abu-abu gelap kehijauan,
komposisi olivine dan piroksen, sebagian
ditemukan telah mengalami ubahan
serpentinisasi, terkekarkan kuat.
Penyebaran litologi ini sekitar 65 % luas
Gambar 3 : Geologi Daerah Air Manggis daerah penyelidikan, mulai dari lereng
barat sampai lereng timur bukit Tongar.
Hasil Uji Petik
Dunit, ciri litologi satuan ini dijumpai
Didaerah ini terdapat 2 endapan bijih berwarna abu-abu gelap, mengandung
besi, yakni bijih besi Bukit Pandahan (Bijih dominasi olivine, kompak, terkekarkan, di
Besi I ), ditemukan pada puncak bukit beberapa tempat mengalami ubahan
Pandahan, terdiri dari endapan bijih primer serpentinisasi. Penyebaran batuan ini
dan endapan bijih deluvial dan endapan sesuai peta geologi diduga melensa dalam
Bijih Besi II, dijumpai di lereng bukit serta batuan Ultrabasa Peridotit. Kedua batuan
lembah sungai Kabun Gadang (Gambar 3). ultrabasa tersebut berumur Jura akhir –
Potensi endapan bijih besi daerah Air Kapur Awal.
Manggis masih merupakan sumberdaya • Satuan Batuan Gunungapi, ditemukan
hipotetik dengan rincian sebagai berikut : dilapangan terdiri dari Lava, breksi
• Bijih Besi I : laharik, agglomerat dan bongkah-bongkah
- Bijih besi primer = 582.167 ton breksi andesit laharik, penyebaran satuan
- Bijih besi deluvial = 249.906 ton ini berada dibagian tenggara daerah
• Bijih Besi II : penyelidikan, berumur Kuarter (Plestosen
- Bijih besi primer = 2.243.904 ton + – Holosen).
Jumlah = 3.075.977 ton
dengan kadar rata2 Fe total = 40,35 %. • Satuan Endapan Alluvium, dijumpai
berupa pasir, kerikil, lanau dan lumpur,
UJI PETIK DAERAH BATANG yang merupakan material lepas-lepas tidak
TONGAR (KABUPATEN PASAMAN tersementasi, penyebaran satuan ini
BARAT) terdapat di sepanjang [Link]. Satuan
endapan alluvial ini membentuk bidang
Morfologi erosional terhadap batuan dibawahnya,
• Satuan Morfologi Dataran, tersebar diperkirakan berumur Resen/Holosen.
dibagian selatan dengan luas sekitar 20% Struktur
dari daerah penyelidikan, elevasi
ketinggian berkisar 160 m s/d 220 meter Struktur geologi yang ditemukan di
diatas permukaan laut, mempunyai daerah ini berupa kekar-kekar yang
kemiringan lereng datar sampai landai. memotong batuan peridotit dan dunit. Arah
sungai utama yang berkembang di daerah umum kekar yang ditemukan berkisar N
ini adalah Sungai Tongar, ditempati oleh 150° E sampai N 170° E, dengan kemiringan
satuan endapan alluvial dan Satuan Batuan 50° sampai 75°. Diduga struktur ini
vulkanik Gn. Talamau. terbentuk merupakan akibat dari sesar utama
regional yang berada dibagian utara dan Gambar 4 : Geologi Daerah Batang
barat daerah penyelidikan. Gambar 4 Tongar
merupakan gambaran geologi keseluruhan
Hasil Uji Petik
dari daerah Batang Tongar.
Hasil analisa terhadap 38 conto tanah
yang dilakukan terhadap unsur Ni, Cr, Fe,
Mg dan Al menunjukkan harga anomali
sebagai berikut : Ni > 5685.38 ppm, Cr >
4034.16 ppm, Fe > 245793.59 ppm, Mg >
15896.78 ppm dan Al > 84067.99 ppb
(Gambar 5), harga destriktif statistik dapat
dilihat pada Tabel 1. Hubungan antar unsur
Ni, Cr, Fe, Mg dan Al dapat dilihat pada
Tabel 2, dimana terlihat umumnya unsur-
unsur tersebut berdiri sendiri, hanya
hubungan unsur Mg-Al dan Cr-Fe saja yang
terlihat lebih sering bersamaan.

Tabel 1 : Harga destriktif statistik unsur-unsur logam daerah Batang Tongar, Kecamatan
Pasaman,Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat.
Ni (ppm) : Cr (ppm) : Fe (ppm) : Mg (ppm) : Al (ppm) :
Jumlah conto (n) : 38 38 38 38 38
Harga minimum : 1640 500 106000 1230 33838
Harga maksimum : 7460 5380 300000 28250 103334
Harga rata-rata (X) : 4137.30 2922.11 198894.74 9028.49 68990.45
Standart deviasi (S) : 1548.08 1112.05 46898.85 6868.29 15077.54
X+S: 5685.38 4034.16 245793.59 15896.78 84067.99
X + 2S : 72334.46 5146.21 292692.44 22765.07 99145.53
untuk unsur Ni, Cr, Fe, Al dan sebaran tidak
normal untuk unsur Mg.
Tabel 2 : Hubungan antar unsure Ni, Cr, Fe,
Mg dan Al
Ni Cr Fe Mg Al
Ni 1 0,17 0,26 -0,05 -0,02
Cr 0,17 1 0,58 0,00 -0,21
Fe 0,26 0,58 1 -0,26 -0,17
Mg - 0,00 -0,26 1 0,71
0,05
Al - -0,21 -0,17 0,71 1
0,02

BAHAN GALIAN LOGAM


KABUPATEN PASAMAN
Hasil pengumpulan data primer dan
sekunder yang didapat dari laporan-laporan
serta Data Base Direktorat Inventarisasi
Sumber Daya Mineral, Dinas Pertambangan
Propinsi Sumatra Barat, Kantor
Pertambangan dan Lingkungan Hidup
Kabupaten Pasaman, juga dari laporan-
laporan perusahaan swasta yang pernah
melakukan eksplorasi di daerah ini, endapan
bahan galian logam yang ditemukan adalah
Gambar 5 : Peta Anomali Gabungan emas, timah hitam dan besi.
Unsur Ni, Cr, Fe, Mg dan Al daerah
Batang Tongar. Terdapat terdapat 15 lokasi bahan
galian logam (Gambar 7) yang terdiri dari :
Histogram dari unsur logam Ni, Cr, Fe, 12 lokasi bahan galian emas, 2 lokasi
Mg dan Al dapat dilihat pada Gambar 6 dan bahan galian besi dan 1 lokasi bahan galian
menunjukkan histogram sebaran normal timah hitam.
Histogram Ni
Histogram Cr

12
10

Frequency

Frequency
10
8
8 Frequency
6 Frequency 6
4
4
2 2
0 0

More
500,00
1281,04
2062,09
2843,13
3624,18
4405,22
5186,27
5967,31
1640,00

3514,53

5389,05

7263,58

More
Cr (ppm)
Ni (ppm)

Histogram Fe Histogram Al

15 12
Frequency

Frequency
10
10 Frequency 8
6
Frequency
5 4
0 2
0
106000,00

168099,46

230198,93

292298,39

More

More
44960,85

56083,69

67206,54

78329,38

89452,23

100575,08

111697,92
Fe (ppm) Al (ppm)

Histogram Mg

20
Frequency

15
Frequency
10
5
0
1230,00

9932,70

18635,40

27338,10

More

Mg (ppm)

Gambar 6. Histogram Penyebaran Unsur Ni, Cr, Fe, Mg dan Al.

Terdapat 8 lokasi bahan galian logam


(Gambar 8) yang terdiri dari : 4 lokasi bahan
galian emas, 3 lokasi bahan galian kromit
dan 1 lokasi bahan galian pasir besi.

Gambar 7 : Peta Lokasi Bahan Galian


Logam dan Kawasan Hutan
[Link].
BAHAN GALIAN LOGAM
KABUPATEN PASAMAN BARAT Gambar 8 : Peta Lokasi Bahan Galian
Logam dan Kawasan Hutan Kabupaten
Dari hasil pengumpulan data primer Pasaman Barat.
dan sekunder untuk daerah Kabupaten
Pasaman Barat, Endapan Bahan Galian PROSPEK PEMAMFAATAN DAN
Logam yang didapat adalah emas dan kromit PENGEMBANGAN BAHAN GALIAN
dan pasir besi.
Untuk daerah Kabupaten Pasaman bahan galian kromit dan 1 lokasi bahan
logam besi dan emas merupakan bahan galian pasir besi.
galian yang prospek untuk dimamfaatkan
2. Hasil uji petik menunjukkan bahwa daerah
dalam waktu dekat. Potensi bijih besi dari
Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping,
hasil eksplorasi PT. Dempo di daerah
Kabupataen Pasaman ditemukan bijih besi
Jambak, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo
dengan jumlah sumber daya hipotetik ±
Nagari dengan jumlah sumberdaya ±
3.078.160 ton, dengan kadar rata-rata Fe
22.386.480 ton dengan kadar Fe total
total = 40,34 % dan uji petik daerah
diantara 63,90 - 67,00 % dan hasil uji petik
Batang Tongar, Kecamatan Pasaman,
yang dilakukan oleh Direktorat Inventarisasi
Kabupaten Pasaman Barat dari hasil
Sumberdaya Mineral di daerah Air Manggis,
analisa batuan bahwa daerah ini prospek
merupakan bahan galian yang paling
untuk magnesit (Mg) yang berguna untuk
prospek.
industri pupuk dengan kadar rata-rata Mg
Sedang untuk daerah Kabupaten = 188941 ppm (>18 %).
Pasaman Barat emas, pasir besi dan
3. Mineral logam besi dan emas merupakan
magnesium merupakan bahan galian yang
bahan galian logam yang paling prospek
prospek untuk dimanfaatkan.
untuk dimanfaatkan dalam waktu dekat.
PERMASALAHAN
4. Secara umum mineralisasi ditemukan
Secara umum penyelidikan mineral pada daerah batuan yang berumur Perm –
logam di daerah Kabupaten Pasaman dan Jura – Kapur, seperti batuan metasedimen
Pasaman Barat masih merupakan Kelompok Batuan Woyla dan Kelompok
penyelidikan pendahuluan, berdasarkan SNI Batuan Tapanuli yang diterobos oleh
maka potensi bahan galian logam dikedua batuan intrusi yang berumur Oligosen –
daerah ini masih merupakan sumberdaya, Miosen – Pliosen.
sehingga untuk mengetahui potensi bahan
5. Hampir seluruh bahan galian logam pada
galian logam tersebut dalam cadangan masih
kedua kabupaten masih dalam bentuk
perlu dilakukan penyelidikan lanjutan.
sumberdaya, belum dalam bentuk
Selain itu hampir seluruh keterdapatan cadangan.
bahan galian logam berada dalam daerah
6. Kebanyakan lokasi endapan bahan galian
hutan lindung, hal ini merupakan suatu
berada pada hutan lindung.
hambatan besar untuk dapat memamfaatkan
dan mengembangkan potensi bahan galian SARAN
logam dari kedua daerah ini. Untuk
memamfaatkan dan mengembangkan 1. Diperlukan usaha untuk membebaskan
lokasi endapan bahan galian dari hutan
potensi bahan galian logam tersebut secara
maksimum perlu diusahakan oleh lindung.
pemerintah daerah setempat untuk 2. Untuk dapat memanfaatkan dan
pembebasan daerah lokasi bahan galian mengembangkan endapan bahan galian
logam tersebut dari daerah hutan lindung mineral sebesar-besarnya merupakan
dengan mengadakan kordinasi dengan usaha yang beresiko tinggi, untuk
instansi atau departemen terkait. mengurangi resiko tersebut diperlukan
usaha untuk menarik investor untuk
KESIMPULAN masuk dalam bidang pertambangan ini.
Untuk itu diperlukan usaha
1. Dari hasil pengumpulan data primer dan
mempromosikan keterdapatan bahan
data sekunder maka jumlah lokasi
galian mineral dari masing-masing
keterdapatan bahan galian logam untuk
kabupaten dan menyajikannya dalam
Kabupaten Pasaman terdapat 15 lokasi
bentuk yang menarik.
bahan galian logam yang terdiri dari : 12
lokasi bahan galian emas, 2 lokasi bahan
galian besi dan 1 lokasi bahan galian DAFTAR PUSTAKA
timah hitam, sedang untuk daerah Djaswadi, Sukirno, 1997, Prospective Of
Kabupaten Pasaman Barat terdapat 8 Base Metal Mineral1`s in Indonesia,
lokasi bahan galian logam yang terdiri page 24 –37, Directorate Of Mineral
dari : 4 lokasi bahan galian emas, 3 lokasi Rercources, Bandung.
Guilbert, J. M and J. D. Lowell, 1974. Rock, N.M.S., dkk, Peta Geologi
Variations in Zoning patterns in Lembar Lubuk Sikaping,
porphyry copper deposits, Can. Inst.
Min. Metall. Bull., 67(Feb.):99-109.
Sumatera, Skala 1: 250.000,
Pusat Penelitian dan
Hanafi Saad, 1990, Second Relinquishment
Pengembangan Geologi,
Of the Contrat of Work Area North
and West Sumatera, PT. Antam Bandung.
Barisan Mining, Bukit Tinggi.
Helman, P. L. dan Turvey D.J, 1986, Final
Geological Report PT. Mangani
Mineral Contrat Of Work, West
Sumatra, Bukit Tinggi.
JICA (Japan International Cooperation
Agency), 1983, Report On
Cooperative Mineral Exploration Of
Northern Sumatra, Ministry of Mines
and Energy, Republic of Indonesia; and
Metal Mining Agency of Japan
J.C. Carlile, A.H.G. Mitchell, 1993,
Magmatic arcs and associated gold
and copper mineralization in
Indonesia, p.91 – 142, Jurn.
Geochem. Expl., vol. 50-Nos.1-3,
March 1994, Elsevier.
John M. Guilbert and Charles F. Park, Jr,
1986, The Geology Ore Deposits, W.
H. Freeman and Company.
Katili, J.A., 1974, Geological Environment
of the Indonesia Mineral Deposit, A
Plate Tectonic Approach, Publikasi
teknik – Seri Geologi Ekonomi No. 7,
Direktorat Jenderal Pertambangan,
Departemen Pertambangan.
Katili, J.A., 1980, Geotectonic of
Indonesia, A modern view, Directorate
General of Mines, (VII+) 271 pp., 75
Figs., 23 Tables, Jakarta.
…………, 2005, Laporan Penyelidikan
Umum Bijih Besi, Nagari Binjai, Kec.
Tigo Nagari, Kab. Pasaman, Prop.
Sumatera Barat, PT. DEMPO MULTI
MINERAL MAGNETIK, Padang.
Pemerintah Propinsi Sumatera Barat,
Desember 2002, POTENSI BAHAN
GALIAN PROPINSI SUMATERA
BARAT, Dinas Pertambangan dan
Energi, Padang.
Pemerintah Propinsi Sumatera Barat,
Desember 2004, SUMBERDAYA
BAHAN GALIAN PROPINSI
SUMATERA BARAT, Dinas
Pertambangan dan Energi, Padang.

Anda mungkin juga menyukai