100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
355 tayangan24 halaman

Prosedur Operasi STP PT. Lucky Indah

Dokumen tersebut menjelaskan prosedur operasi pada Sewage Treatment Plant (STP) yang meliputi 7 tahapan proses pengolahan air limbah yaitu screen, ekualisasi, aerasi, clarifier, sand filter, flow meter, dan klorinasi. Dokumen tersebut juga menjelaskan prosedur pengoperasian dan penyiapan STP serta proses penanaman bakteri untuk mengolah limbah.

Diunggah oleh

IChan ItuIchsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
355 tayangan24 halaman

Prosedur Operasi STP PT. Lucky Indah

Dokumen tersebut menjelaskan prosedur operasi pada Sewage Treatment Plant (STP) yang meliputi 7 tahapan proses pengolahan air limbah yaitu screen, ekualisasi, aerasi, clarifier, sand filter, flow meter, dan klorinasi. Dokumen tersebut juga menjelaskan prosedur pengoperasian dan penyiapan STP serta proses penanaman bakteri untuk mengolah limbah.

Diunggah oleh

IChan ItuIchsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDARD OPERATING PROCEDURE

DESKRIPSI PROSES STP

1. FLOWCHART STP

Inlet

Sampah Screen

Ekualisasi

Aerasi
Recycle
Lumpur
Lumpur
Clarifier Sludge Holding

Sand Filter Lumpur dikirim ke


pihak ke-3

Flow Meter

Klorin Klorinasi

Outlet

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 1


STANDARD OPERATING PROCEDURE

2. FLOW DIAGRAM STP

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 2


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 3


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 4


STANDARD OPERATING PROCEDURE

2. TAHAPAN PROSES

1. Screen
Fungsi : Untuk memisahkan sampah–sampah dan padatan yang ikut mengalir
bersama air limbah.

2. Ekualisasi
Fungsi : Proses ini berfungsi untuk menghomogenkan atau menyeragamkan
parameter pencemar air limbah yang kadarnya mengalami fluktuasi setiap
menitnya. Dengan seragamnya kadar parameter pencemar air limbah yang
ada di dalam ekualisasi, proses pengolahan akan menjadi lebih mudah.

3. Aerasi
Fungsi : Pada aerasi terjadi penambahan oksigen ke dalam air limbah dengan
menggunakan blower/aerator. Pada proses ini dilengkapi dengan difuser
sehingga oksigen yang dimasukan ke dalam air limbah dapat merata. Pada
proses ini juga memanfaatkan jasa bakteri (lumpur aktif) untuk
menguraikan bahan organik air limbah, sehingga dapat menurunkan kadar
BOD5 dan COD sampai mencapai 90 %.

Proses activated sludge ini dikembangkan di Inggris pada tahun 1914 oleh
Ardem dan Lockett dan dinamakan proses lumpur aktif dari mikroorganisme
yang mampu menstabilikan air limbah secara aerob. Secara operasional
pengolahan limbah biologis dengan proses lumpur aktif ini dilakukan dengan
memasukan limbah organik ke dalam bak aerasi yang berisi koloni bakteri
yang dijaga dalam keadaan tersuspensi. Isi dari reaktor tersebut biasanya
disebut sebagai mixed liquor. Kultur bakteri akan mengkonsumsi limbah
organik menjadi senyawa sederhana dengan stoikiometri umum, sebagai
berikut :

Bakteri
CHONS + O2 + Nutrien CO2 + NH3 + C5H7NO2 + Produk Akhir Lain
(zat organik) (sel bakteri baru)

Bakteri
C5H7NO2 + 5O2 5CO2 + 2H2O + NH3 + Energi (sel)

Di dalam persamaan diatas, CHONS mewakili senyawa-senyawa organik di


dalam air. Meskipun respirasi endogen menghasilkan produk-produk akhir
yang sederhana dan energi, namun produk akhir yang berupa senyawa
organik yang stabil juga dapat terbentuk.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 5


STANDARD OPERATING PROCEDURE

4. Sedimentasi (Clarifier)
Fungsi : Air limbah yang sudah melalui proses aerasi kemudian lumpur aktifnya
diendapkan di Clarifier/Sedimentasi. Dari Clarifier ini, lumpur aktif sebagian
akan direcycle dan sebagian lainnya dibuang menuju sludge holding. Proses
recycle lumpur aktif dari Clarifier ini merupakan suatu hal yang sangat
esensial dalam proses aerasi. Sebab hal ini berfungsi untuk menjaga
tersedianya konsentrasi lumpur aktif dalam jumlah yang cukup pada proses
aerasi, sehingga derajat pengolahan yang diperlukan dapat dipenuhi dalam
waktu yang tidak ditentukan. Air limbah yang telah diolahan dan dipisahkan
dari lumpur aktif selanjutnya diolah lebih lanjut menuju proses berikutnya

5. Filter Tank
Fungsi : Untuk menurunkan kadar TSS dan menyaring flok–flok yang masih terbawa
ke saluran Outlet.

6. Flow Meter
Fungsi : Untuk mengukur debit air limbah yang telah diolah.

7. Klorinasi
Fungsi : Untuk menurunkan kadar coliform di dalam air limbah. Proses klorinasi atau
proses desinfeksi dilakukan dengan menggunakan bahan kimia klorin (baik
berupa tablet ataupun cairan) yang dikontakkan dengan air limbah.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 6


STANDARD OPERATING PROCEDURE

PROSEDUR PENGOPERASIAN STP

1. Persiapan
- Lakukan pemeriksaan terhadap seluruh peralatan sesuai dengan yang telah
dikemukakan sebelumnya.
- Bersihkan seluruh Bak/Tangki STP dari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Kenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, sepatu safety.

2. Prosedur Seeding Bakteri


Setelah tahap pemeriksaan menyeluruh diselesaikan dan tidak terdapat gangguan-
gangguan yang dapat menghambat pengoperasian STP, baik pada konstruksi,
peralatan, pemipaan maupun kelistrikan, maka STP ini sudah dapat dioperasikan.
Kondisi Optimum pada aktivitas bakteri:
- pH : 6 - 8 optimum 7
- Kandungan Oksigen Terlarut (DO) : Min 2 – 3 ppm
- Temperatur : 25 – 30 oC

STP dijalankan melalui beberapa tahap, ini harus dilakukan mengingat proses yang
dipakai adalah proses biologi yang sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan
habitat.

Pada tahap ini dimasukkan mikroorganisme pengurai yang mampu menguraikan limbah
ke dalam air yang telah tercemar. Proses penguraian ini dipercepat dengan bantuan
aerasi yang dapat mempertinggi kandungan oksigen terlarut pada air limbah, karena
mikroorganisme pengurai tersebut bersifat aerobik. Langkah-langkah pelaksanaannya
sebagai berikut :

1) Hari Pertama
- Hidupkan pompa intake untuk mengisi bak aerasi yang ada pada STP.
- Sebelum menghidupkan blower, bukalah seluruh keran yang ada pada posisi
terbuka penuh.
- Hidupkan blower pada bak aerasi, sequenche kerja blower dapat diatur melalui
timer yang terdapat pada panel listrik.
- Selama permukaan air naik lakukan pengamatan terhadap keseluruhan
konstruksi dan instalasi pemipaan maupun listrik.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 7


STANDARD OPERATING PROCEDURE

- Jika terjadi kebocoran, retakan maupun tanda-tanda kerusakan yang lain akibat
beban air, yang dapat mengganggu proses selanjutnya atau membahayakan
segera hentikan proses dan lakukan perbaikan.
- Jika tidak terdapat hal-hal yang mengganggu, lanjutkan proses pengisian bak
sampai seluruh bak aerasi terisi penuh.
- Apabila bak aerasi telah penuh, hentikan pompa intake.
- Amati keadaan blower pada saat bak aerasi telah penuh (amati adanya panas
dan getaran yang berlebihan pada motor, blower maupun pemipaan). Selain itu,
amati proses distribusi udara, apakah aliran udara cukup baik atau tersendat.
- Jika terdapat keadaan yang tidak normal, segera hentikan blower dan lakukan
pemeriksaan dan perbaikan seperlunya.
- Jika tidak terdapat masalah, hidupkan blower kembali.
- Jika setelah waktu kerja tidak terdapat masalah pada seluruh sistem, maka
proses seeding bakteri dapat dimulai dengan aman.
- Matikan Blower bak aerasi dan kuras seluruh air dalam bak aerasi.

2) Hari Kedua (Seeding Bakteri)


- Lakukan pemeriksaan terhadap kesiapan peralatan.
- Siapkan bakteri untuk proses seeding.
- Isi bak aerasi sebanyak 50% volume.
- Hidupkan blower.
- Periksa pH air limbah. Lakukan koreksi pH jika diperlukan dengan menambahkan
asam/basa secara langsung ke dalam bak aerasi.
- Setelah pH air limbah berada pada kisaran yang cocok dengan kebutuhan
bakteri (pH 6,5 – pH 7,5) masukkan ± 75 liter konsentrat bakteri.
- Pada tahap awal diasumsikan bahwa nutrien yang dibutuhkan oleh bakteri
tersedia cukup dalam air limbah, sehingga tidak diperlukan tambahan nutrien.
- Blower tetap dihidupkan dan tidak dilakukan penambahan air limbah yang baru.
- Proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru (aklimatisasi) bagi
bakteri telah dimulai.
- Lakukan pengamatan dan pencatatan secara kontinyu pembentukan gumpalan
padatan dalam air limbah, bau dan warna air limbah setiap hari

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 8


STANDARD OPERATING PROCEDURE

3) Hari ke 3 sampai hari ke 7 (Aklimatisasi dan Perbanyakan Bakteri Tahap


1)
- Lakukan pemeriksaan terhadap kinerja peralatan, jika terdapat masalah segera
lakukan perbaikan seperlunya.
- Masukkan air limbah yang baru sebanyak 10% dari volume bak aerasi setiap
hari sampai bak aerasi penuh dalam 5 hari. Dengan demikian bakteri
mendapatkan sumber makanan dan nutrien yang cukup untuk berkembang
biak.
- Untuk memacu perkembangan bakteri, masukkan 1 kg susu bubuk yang telah
diencerkan terlebih dahulu sebagai sumber karbon (substrate).
- Masukkan 20 liter konsentrat bakteri untuk maintenance.
- Masukkan nutrien secukupnya
- Lakukan pengamatan dan pencatatan secara kontinyu terhadap pembentukan
gumpalan padatan dalam air limbah, bau dan warna air limbah setiap hari.
- Apabila pembentukan lumpur aktif terjadi dengan baik, maka selama waktu 8
hari akan terbentuk lumpur yang dapat mengendap dengan mudah, dan
apabila diambil sample air sebanyak 1000 ml dan diendapkan selama 30 menit
akan didapat volume lumpur sebanyak sebanyak 10 – 25 ml. Prosedur ini
disebut sebagai pengamatan terhadap Sludge Volume Index 30 min (SVI 30)
dan sangat berguna bagi pengendalian proses.
- Apabila keadaan ini dapat dicapai maka prosedur selanjutnya dapat diterapkan.

4) Hari ke 8 sampai hari ke 14 (Aklimatisasi dan Perbanyakan Bakteri Tahap


2)
- Masukkan air limbah ke dalam bak aerasi sebanyak 20% dari kapasitas harian
STP
- Air limbah akan melimpas menuju Clarifier.
- Masukkan nutrien secukupnya
- Lakukan pengamatan dan pencatatan secara kontinyu terhadap pembentukan
gumpalan padatan dalam air limbah, bau dan warna air limbah setiap hari.
- Apabila pembentukan lumpur aktif terjadi dengan baik, maka pada hari ke 14
akan terbentuk lumpur yang dapat mengendap dengan mudah, dan apabila
diambil sample air sebanyak 1000 ml dan diendapkan selama 30 menit akan
didapat volume lumpur sebanyak sebanyak 25 – 50 ml.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 9


STANDARD OPERATING PROCEDURE

5) Hari ke 14 sampai hari ke 24 (Aklimatisasi dan Perbanyakan Bakteri


Tahap 3)
- Naikkan kapasitas pengolahan sebesar 10% setiap hari sehingga pada hari ke 24
seluruh air limbah yang dihasilkan dapat diolah.
- Masukkan nutrien secukupnya.
- Amati kemampuan pengendapan lumpur pada saat menaikkan kapasitas STP.
- Apabila banyak lumpur yang terbawa keluar dari Clarifier, hentikan penambahan
air. Karena untuk sementara lumpur aktif tidak boleh terbuang.
- Lanjutkan penambahan kapasitas apabila proses pengendapan lumpur terjadi
dengan baik.
- Volume lumpur yang ingin dicapai jika diambil sample air sebanyak 1000 ml dan
diendapkan selama 30 menit adalah sebesar 300 ml.
- Jika volume lumpur tidak mencapai 75 - 100 ml pada sample di atas, tetapi
penampakan efluen cukup baik (jernih dan tidak berbau), berarti kandungan
BOD sebagai sumber energi dari bakteri tidak mencukupi lagi bagi
perkembangan bakteri (berarti tujuan dari pengolahan air limbah telah tercapai).
- Apabila kondisi diatas telah tercapai maka prosedur pengolahan air limbah
harian dapat diterapkan.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 10


STANDARD OPERATING PROCEDURE

3. Prosedur Pengoperasian Unit Filtrasi


- Hidupkan pompa filter menuju Tangki Filter secara otomatis dengan memutar tombol
manual-auto ke posisi auto (Hati-hati terhadap sengatan arus listrik !!). Pompa
akan berjalan otomatis berdasarkan level air di dalam bak.
- Lakukan proses backwashing Unit Filtrasi ± 1 minggu sekali

Pengoperasian Backwashing Filter :

Backwash Rinse Filter


Mengubah ke posisi Mengubah ke “bilas” Mengubah kembali ke
“backwash” dan sedimen untuk memastikan filter posisi “filter” untuk
akan memerah keluar bersih. menyaring kembali dan
sampai menjadi bersih. filter seperti baru.

Warna air backwash menunjukkan tingkat Air backwash tampak jernih setelah media
retensi kotoran lapisan filter dibersihkan dan siap untuk
digunakan kembali.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 11


STANDARD OPERATING PROCEDURE

4. Prosedur Pengoperasian Harian (Perlu Disesuaikan Dengan Kondisi


Dilapangan)
1. Lakukan persiapan.
2. Hidupkan Pompa secara otomatis dengan memutar tombol manual-auto ke posisi
auto.
3. Hidupkan Blower (blower harus dinyalakan selama 24 jam dan akan bekerja secara
bergantian sesuai dengan pengaturan timer pada panel).
4. Cek klorinator secara berkala setiap harinya. Isi tablet klorin ke dalam klorinaotr
jika sudah habis.
5. Buka aliran lumpur balik/return activated sludge (RAS) dari Clarifier menuju Aerasi
dengan cara membuka valve air lift selama ± 1 jam/minggu
6. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara kontinyu terhadap pembentukan
gumpalan padatan dalam air limbah, bau dan warna air limbah setiap waktu sesuai
dengan check list harian.
7. Amatilah SVI 30, jika melebihi 300 ml lumpur/1.000 ml sample dan lumpur aktif
tidak mengendap sempurna dalam Clarifier, maka lumpur aktif perlu dibuang.
8. Lakukan pengujian kualitas air limbah ke laboratorium yang terakreditasi
setidaknya setiap 1 bulan.
9. Lakukan langkah-langkah penanganan masalah sesuai dengan buku trouble
shooting yang tersedia.
10. Segera hubungi PT. Harum Tirta Jaya apabila terdapat masalah yang tidak dapat
diatasi oleh operator STP.

5. Prosedur Pengelolaan Lumpur


- Lakukan pemeriksaan pada Tangki Sedimentasi/Clarifier apakah lumpur yang
mengendap pada tangki-tangki tersebut sudah waktunya dibuang.
- Lakukan pembuangan lumpur dengan cara membuka valve air lift dari Clarifier
menuju Sludge Holding.
- Lakukan penyedotan lumpur di dalam Sludge Holding oleh pihak ke-3.
- Lakukan pengurasan seluruh bak IPAL/STP atau overhaul minimal 1-2 tahun sekali
untuk mengangkat kemungkinan adanya padatan/lumpur pada bak-bak yang berada
di area IPAL/STP.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 12


STANDARD OPERATING PROCEDURE

MANAJEMEN PEMELIHARAAN STP

1. PENTINGNYA OPERASI DAN PEMELIHARAAN YANG EFEKTIF


Ada beberapa alasan yang menuntut suatu pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang
efektif pada instalasi pengolahan limbah. Pertama, kurang memadainya operasi dan
pemeliharaan dapat menyebabkan gagalnya suatu proses pengolahan.

Alasan yang selanjutnya adalah untuk menghindari kerusakan peralatan dan mesin-
mesin. Dengan mentaati praktek-praktek operasi dan pemeliharaan yang telah
direkomendasikan dalam manual ini, seorang operator dapat memperpanjang umur
pakai dari fasilitas IPAL yang berada di bawah tanggung jawabnya.

2. TANGGUNG JAWAB OPERASIONAL DAN PENGELOLAAN


Operasi yang ekonomis dan efisien dari suatu IPAL merupakan tanggung jawab
bersama, antara pelaksana operasi dan manajemen yang memiliki fasilitas tersebut.
Kewajiban dari operator adalah menjalankan IPAL secara ekonomis. Operator harus
melaporkan secara langsung tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan operasi
IPAL kepada atasannya, selanjutnya laporan itu diolah dan kemudian diteruskan kepada
institusi pemerintah yang berwenang. Untuk mencapai tujuan ini tanggung jawab
operator dan manajemen didefinisikan seperti di bawah ini :

a. Tanggung Jawab Operator


- Operator harus mengenal secara detail fasilitas yang menjadi tanggung jawabnya,
serta dapat mengoperasikannya secara efektif.
- Operator harus selalu mendapatkan informasi mengenai praktek-praktek operasi
dan pemeliharaan yang sedang dilaksanakan.
- Operator harus selalu belajar mengenai hal-hal terbaru yang didapatkan dari
kursus atau seminar.
- Operator harus selalu mencatat segala hal yang berkaitan dengan fasilitas IPAL
secara benar dan terperinci.
- Operator harus dapat mempergunakan dana operasional secara bijaksana.
- Operator harus melaporkan potensi-potensi masalah yang mungkin timbul sebagai
akibat dari operasi maupun pemeliharaan kepada pemerintah melalui manajemen.
- Operator harus membantu merencanakan budget yang memadai.
- Operator harus selalu waspada terhadap bahaya-bahaya yang mungkin timbul.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 13


STANDARD OPERATING PROCEDURE

- Operator harus mampu menjelaskan segala hal mengenai operasi pengolahan


limbah kepada pengawas maupun pengunjung, serta dapat menjaga hubungan
baik dengan masyarakat.
- Operator harus mengetahui unit-unit yang memungkinkan untuk dilakukan
efisiensi dan mampu memantau unit tersebut untuk mencapai efisiensi yang
diharapkan.

b. Tanggung Jawab Manajemen


- Menciptakan kondisi kerja yang baik, menyediakan perlengkapan keamanan serta
peralatan proses yang memadai.
- Menyediakan program pelatihan operator.
- Melakukan inspeksi secara periodik terhadap sistem pengolahan dan secara
bersama-sama mendiskusikan permasalahan yang ada dengan pelaksana operasi.
- Menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
- Mempersiapkan anggaran dan laporan.
- Merencanakan kebutuhan-kebutuhan fasilitas IPAL untuk masa yang akan datang.

3. PEMELIHARAAN FASILITAS SECARA UMUM


Agar operasi dapat berjalan secara efektif dalam suatu sistem pengolahan, maka
perawatan berkala harus dilakukan. Tanpa perawatan yang teratur, mesin-mesin tidak
akan dapat beroperasi secara baik dan mungkin menurunkan kinerja dari IPAL karena
tidak memadainya operasi kimia, fisika atau biologi. Perawatan berkala dapat
mengurangi resiko kerusakan pada peralatan, disamping dapat menjaga agar fasilitas
IPAL dapat berjalan secara efisien.

Perawatan mekanik sangat penting untuk dilakukan mengingat seluruh peralatan harus
selalu berada pada kondisi kerja yang terbaik. Untuk menjaga agar fasilitas IPAL dapat
bekerja pada kondisi puncaknya, para operator harus membaca seluruh petunjuk
pengoperasian peralatan dan harus mengerti prosedur operasionalnya. Apabila ada cara
kerja peralatan yang belum sepenuhnya dimengerti, akan lebih baik apabila ditanyakan
secara langsung kepada suplier alat tersebut atau langsung kepada bagian pelayanan
purna jual dari pabrik yang membuatnya. Ikuti seluruh petunjuk yang ada secara teliti
dan hati-hati apabila sedang melakukan perawatan maupun perbaikan. Operator harus
mengetahui tugas-tugas yang berada di luar kemampuannya atau di luar kemampuan
fasilitas perbaikan yang ada, apabila diperlukan operator harus segera meminta bantuan
kepada seorang yang ahli dalam masalah yang dihadapinya.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 14


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Untuk keberhasilan suatu program pemeliharaan, supervisor harus mengerti kebutuhan


akan suatu peralatan dan keuntungan-keuntungan yang didapatkan apabila peralatan
tersebut dapat beroperasi secara terus menerus dalam kondisi yang diharapkan.
Peralatan yang rusak atau beroperasi kurang sempurna akan menurunkan kualitas hasil
olahan, dan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan untuk suatu alat yang kurang
terawat biasanya jauh lebih besar dari biaya pemeliharaannya.

Suatu program pemeliharaan memerlukan keahlian dan keterampilan yang hanya dapat
diperoleh dari pengalaman, belajar dan latihan. Untuk itu diperlukan pembentukan
displin sejak dini. Pada dasarnya setiap program pemeliharaan harus dimulai dengan
hal-hal sebagai berikut :
- Menjaga kebersihan, kerapian dan ketertiban fasilitas IPAL serta lingkungan
sekitarnya.
- Mengikuti suatu rencana yang sistematis dalam melaksanakan kegiatan harian.
- Mengikuti jadwal inspeksi dan memberikan minyak pelumas secara teratur pada
peralatan.
- Membuat catatan mengenai kondisi operasi, mendaftar kejadian-kejadian yang tidak
normal dan cacat yang terjadi pada setiap peralatan. Dari catatan tersebut operator
dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada pada peralatan, sehingga dapat
menentukan jenis suku cadang yang harus selalu tersedia.
- Mengamati pelaksanaan program keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja.

4. RINGKASAN JADWAL PEMELIHARAAN RUTIN


Jadwal pemeliharaan rutin harus disesuaikan dengan jadwal kerja operator. Apabila
jadwal tersebut tidak sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat
peralatan tersebut, hendaknya rekomendasi tersebut harus diperhatikan. Frekuensi
pemeliharaan peralatan tergantung dari kondisi operasi dan lingkungan IPAL. Apabila
operator telah berpengalaman bekerja dengan suatu peralatan, dia dapat
memvariasikan prosedur pemeliharaan yang direkomendasikan. Jika operator tersebut
menemukan bahwa perawatan tambahan diperlukan, maka dia harus memasukkannya
dalam jadwal pemeliharaan.

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 15


STANDARD OPERATING PROCEDURE

PEMELIHARAAN SISTEM STP

Jadwal
No. Nama Bak / Tanki Operasi Pemeliharaan
Pemaliharaan
1. Screen Membuang sampah yang tersaring oleh Harian
screen. (2 – 3 kali)
Membersihkan kisi-kisi screen secara manual
Harian
dengan semprotan air
2. Bak Ekualisasi Membersihkan bak dari sampah-sampah
Harian
yang mengapung
Mengecek Pompa Transfer dalam keadaan
Harian
Normal & Auto
Mengecek control level air dengan valve Harian
3. Aerasi Mengecek blower dalam keadaan normal &
Harian
auto menyuplai udara pada difuser
Mengatur recycle sludge dengan valve Mingguan
Memberikan nutrient dan bakteri sesuai
Bulanan
kebutuhan
4. Sedimentasi Membuka valve Lumpur buang menuju Mingguan
Sludge Holding ( ± per 2 – 4 Minggu)
Membersihkan weir Mingguan
5. Filter Tank Mengecek Pompa Filter dalam keadaan
Harian
Normal & Auto
Mengecek Pompa agar tidak terjadi kavitasi
(tidak terdapat udara pada outlet air yang Harian
keluar)
Mengecek pressure gauge Tanki Harian
Melakukan pencucian balik (backwashing)
bila pressure gauge tinggi, untuk membuang
Mingguan
kotoran yang tertahan di lapisan atas media
filter
Melakukan penggantian media filter secara
Tahunan
berkala
6. Flow Meter Mencatat debit harian yang terbaca pada
Harian
Flow Meter
Mengecek Flow Meter dalam keadaan normal
Harian
& tidak tersumbat sampah
7. Klorinasi Melakukan pengecekkan dan pengisiian
Harian
tablet klorin di dalam klorinator
8. Sludge Holding Melakukan penyedotan lumpur oleh ke pihak
Bulanan
ke-3

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 16


STANDARD OPERATING PROCEDURE

JADWAL PEMELIHARAAN PERALATAN STP

PERHATIAN ! Putuskan hubungan listrik sebelum melakukan pemeriksaan maupun


pemeliharaan terhadap peralatan mekanis dan listrik.

3 6 1
OPERASI DAN HARIAN MINGGUAN BULANAN SEPERLUNYA
BULAN BULAN TAHUN
PEMELIHARAAN

POMPA
Periksa terjadinya overheat,
x
getar, noise
Periksa laju keluaran pompa
x
(apakah normal ?)
Periksa dan bersihkan suction
x
valve
Periksa seal/packing x x
Beri pelumas pada bearing
sesuai rekomendasi pabrik x
pembuatnya
Bersihkan karat dan lakukan
x
pengecatan ulang

BLOWER
Periksa dan atur keran x
menuju diffuser
Periksa diffuser x
Periksa pemasangan pulley x
Bersihkan filter udara x
Periksa ketinggian minyak x
pelumas
Ganti minya pelumas x
Periksa keadaan V-Belt (wear) x
Periksa keadaan V-Belt (slip) x
Periksa golakan air pada bak x
aerasi
Periksa putaran dengan x
tangan (berat/ringan)
Periksa terjadinya overheat, x
getaran & noise

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 17


STANDARD OPERATING PROCEDURE

PROSEDUR PELAPORAN HARIAN STP

TABEL SWAPANTAU HARIAN STP


Bulan :

Bacaan
No Tanggal Waktu pH Debit Paraf Keterangan
Flowmeter

Tangerang ,

( )
DAFTAR PERLENGKAPAN OPERATOR MAINTENANCE STP

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 18


STANDARD OPERATING PROCEDURE

PROSEDUR PENANGANAN PERMASALAHAN PERALATAN STP

Instalasi pengolahan air limbah ini dirancang dengan tingkat gangguan dalam operasi
sekecil mungkin. Uraian berikut ini merupakan beberapa gangguan yang mungkin muncul
pada peralatan lama disertai dengan cara penanggulangan gangguan tersebut.

Gangguan Penyebab Cara Penanggulangan


Pompa
MCB jatuh Terjadi hubungan singkat dari Periksa saluran kabel ke motor.
saluran kabel ke motor
Motor terbakar Gulung motor
Overload trip Motor bekerja terlalu berat Kotoran besar yang menyangkut
dibersihkan
Beri pelumas
Terminasi kabel kendor Kencangkan baut terminasi
Pompa tidak bekerja Power tidak pada posisi on Pindahkan pada posisi on
Rangkaian otomatis rusak Ganti baru
Ada kesalahan penyambungan Perbaiki sambungan
Rangkaian otomatis rusak Perbaiki/ganti rangkaian otomatis
Periksa impeller Bersihkan kotoran yang masuk
Alliran menjadi tidak Ada benda asing yang masuk Bersihkan
teratur (cepat)
Aliran menjadi tidak teratur Impeller sudah usang Ganti impeller
(lambat)
Pompa tiba-tiba berhenti Ada kotoran/benda asing Bersihkan kemudian jalankan
pada saat jalan masuk. kembali
Getaran suara tidak normal Impeller patah. Ganti
Ada udara yang masuk Periksa dan bersihkan dengan
(cavitation) menggunakan pipa hisap
Bearing panas Bearing rusak Ganti bearing

Blower/aerator
MCB jatuh Terjadi hubungan singkat dari Periksa saluran kabel ke motor
saluran kabel ke motor
Overload trip Motor bekerja terlalu berat Kotoran yang menyangkut
dibersihkan
Beri pelumas
Motor tidak bekerja Power tidak pada posisi on Pindahkan pada posisi on
Fuse control putus Ganti baru
Udara tidak keluar/kecil. Gate valve tertutup Buka gate valve
Pipa udara tersumbat Bersihkan pipa
Sambungan pipa bocor Perbaiki sambungan pipa
Saringan udara tersumbat Bersihkan saringan
Suara berisik Oli kurang Tambah oli
Gear aus Ganti gear
Bearing aus Ganti bearing

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 19


STANDARD OPERATING PROCEDURE

PROSEDUR PENANGANAN PERMASALAHAN PROSES STP

Permasalahan Kemungkinan Penyebab Penanganan Permasalahan

Busa (Foaming) Pada Bak Aerasi

Busa terang sedikit Tidak ada masalah dan bukan hal yang Jaga kondisi ini
mengganggu

Busa putih tembus pandang dan Adanya buangan deterjen atau senyawa Periksa sumbernya dan perbaiki system pembuangannya agar tidak
bergelombang surfaktan lain dalam jumlah signifikan memasuki IPAL

Keluarkan busa putih dari dalam bak aerasi

Dalam keadaan tertentu lakukan penyemprotan dengan air atau


gunakan antifoam agent (kationic antifoam / Clarifloc LA 269) untuk
menekan terjadinya busa yang belebihan

Busa putih tebal dan MLVSS terlalu kecil atau bak aerasi memiliki Biasa terjadi pada tahap start up atau setelah pembuangan lumpur yang
bergelombang Organic Loading (OL)atau F:M terlalu tinggi. berlebihan

Kurang beban organic dengan mengatur masukan air limbah

Tambahkan bibit bakteri baru

Busa gelap mengkilap OL atau F:M kecil sehingga lupur aktif Pembuangan lumpur harus ditingkatkan 10% perhari sampai proses
didominasi oleh jenis filament tertentu mis. kembali normal yang ditandai oleh penurunan ketebalan busa. Langkah

Type 0041. Ini disebabkan oleh usia lumpur ini umum disebut sebagai penurunan usia lumpur
(MCRT) yang terlalu tinggi karena kurangnya Hentikan operasi blower selama maksimal 2 jam kemudian dioperasikan
frekuensi pembuangan lumpur lagi. Lakukan beberapa kali untuk menekan terjadinya busa

Dalam keadaan tertentu lakukan penyemprotan dengan air atau

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 20


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Permasalahan Kemungkinan Penyebab Penanganan Permasalahan


gunakan antifoam agent (kationic antifoam / Clarifloc LA 269) untuk
menekan terjadinya busa yang belebihan

Busa tebal berlendir dan berwarna OL atau F:M terlalu kecil sehingga dominasi Pembuangan lumpur harus ditingkatkan 20% perhari sampai proses
coklat gelap filamentous. semakin parah kembali normal .

Lakukan penyemprotan dengan air atau gunakan antifoam agent


(kationic antifoam / Clarifloc LA 269) untuk menekan terjadinya busa
yang belebihan

Dalam keadaan tertentu lakukan penambahan sodium hypochlorite


untuk menekan pertumbuhan nocardia sp. Penambahan dilakukan
bertahap dari 1 mg/l NaOCl tetapi tidak lebih dari 10 mg/l.

Busa Coklat Gelap berbau Nilai Dissolve Oxygen (DO) rendah karena Lakukan perbaikan pada sistem suplai udara atau gunakan 2 unit blower
permasalahan pada pada sistem suplai udara secara bersamaan.

Untuk penanganan sementara lakukan penambahan Hydrogen Peroxyde


(H2O2) sebagai sumber oxygen dengan dosis maksimum 20 ml/[Link].

Terjadi Organic Loading Shock sehingga Kurang beban organic dengan mengatur masukan air limbah.
Oxygen Uptake Rate (OUR) menjadi sangat
Cari penyebabnya dan lakukan penanganan sesuai kondisi lapangan.
tinggi melampaui kemampuan system aerasi.

Untuk penanganan sementara lakukan penambahan Hydrogen


3
Peroxyde(H2O2) sebagai sumber oxygen dengan dosis 20 ml/m .jam.

Bau

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 21


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Permasalahan Kemungkinan Penyebab Penanganan Permasalahan

Bau lumpur tanah segar Tidak ada masalah dan bukan hal yang Jaga kondisi ini
mengganggu

Busuk Adanya pembentukan gas H2S atau turunan Lakukan perbaikan pada sistem suplai udara atau gunakan 3 unit blower
sulfide lainnya karena proses penguraian secara bersamaan.
organik terurai secara anaerobic dalam bak Kurang beban organic dengan mengatur masukan air limbah.
aerasi
Untuk penanganan sementara lakukan penambahan Hydrogen Peroxyde
(H2O2) sebagai sumber oxygen dengan dosis maksimum 20 ml/[Link].

Warna Air Pada Bak Aerasi

Jernih Tidak ada masalah dan bukan hal yang Jaga kondisi ini
mengganggu

Coklat tua kehitaman Adanya pembentukan gas H2S atau turunan Lakukan perbaikan pada sistem suplai udara atau gunakan 2 unit blower
sulfide lainnya karena proses penguraian secara bersamaan.
organik terurai secara anaerobic dalam bak Kurang beban organic dengan mengatur masukan air limbah.
aerasi
Untuk penanganan sementara lakukan penambahan Hydrogen Peroxyde
(H2O2) sebagai sumber oxygen dengan dosis maksimum 20 ml/[Link].

Lumpur Naik (Sludge Rising) Pada Clarifier

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 22


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Permasalahan Kemungkinan Penyebab Penanganan Permasalahan

Lumpur sebesar ujung jarum (pin Mulai terjadinya proses denitrifikasi pada Perbesar aliran recycle lumpur
flock) mengapung di permukaan clarifier yang menimbulkan pembentukan gas
nitrogen akibat detention tim terlalu tinggi

Gumpalan lumpur berukuran bola Proses denitrifikasi semakin parah Untuk penanganan sementara lakukan penambahan Hydrogen Peroxyde
golf sampai bole basket (H2O2) sebagai sumber oxygen dengan dosis maksimum 10 ml/[Link]
mengapung di permukaan pada Clarifier.

Lumpur Gembur (Sludge Bulking) Pada Clarifier

Gumpalan lumpur diseluruh Bermacam-macam penyebab terjadinya Bermacam-macam cara penangan masalah ini tergantung penyebab dan
bagian bak aerasi masalah ini namun yang pasti adalah kemungkinan tipe filament yang mendominasi.
terjadinya pertumbuhan organisme filament
Lumpur menunjukkan nilai SV30
yang sangat berlebihan dan tidak terkendali.
yang tinggi namun tidak dapat
mengendap

Outlet/Effluen Keruh Pada Clarifier

Effluent clarifier masih Sludge Rising Lihat diatas


mengandung padatan tersuspensi Sludge Bulking Lihat diatas
yang cukup banyak
Suplai udara terlalu besar sehingga terdapat Atur bukaan keran suplai udara sampai kembali normal
gelembung udara dialam struktur lumpur aktif

Pin flok Lihat diatas

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik 23


STANDARD OPERATING PROCEDURE

Sewage Treatment Plant (STP) PT. Lucky Indah Keramik

Common questions

Didukung oleh AI

Operator dapat menjaga kinerja maksimal dari fasilitas pengolahan air limbah dengan mematuhi jadwal pemeliharaan rutin yang mencakup pemeriksaan peralatan harian, mingguan, bulanan hingga sewaktu-waktu. Mereka harus memastikan kebersihan dan keamanan fasilitas, mengikuti petunjuk pengoperasian alat secara hati-hati, dan berkonsultasi dengan ahli jika ada prosedur yang kurang diketahui. Operator juga perlu membuat catatan rutin kondisi operasi untuk mendeteksi kelemahan peralatan dan kebutuhan dalam perawatan jangka panjang .

Operator dapat meningkatkan efisiensi operasi fasilitas IPAL dengan mengenal secara detail fasilitas yang mereka tangani, terus belajar mengenai praktek operasi dan pemeliharaan terkini, dan melaporkan potensi masalah operasi kepada manajemen. Mereka juga harus mengelola dana operasional dengan bijaksana, membantu perencanaan anggaran, dan mencari peluang efisiensi di unit-unit pengolahan. Operator harus dapat menjelaskan operasi IPAL kepada pihak lain dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat .

Peran dan tanggung jawab manajemen dalam operasi IPAL termasuk menciptakan kondisi kerja yang kondusif, menyediakan perlengkapan keamanan dan peralatan proses yang memadai, dan menyusun program pelatihan operator. Manajemen juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan anggaran dan laporan, merencanakan kebutuhan fasilitas IPAL untuk masa depan, dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat, semuanya demi memastikan operasi ekonomis dan efisien .

Pada hari kedua proses seeding bakteri, dimulai dengan pemeriksaan kesiapan peralatan dan persiapan bakteri untuk seeding. Bak aerasi diisi hingga 50% volume, dan blower dihidupkan. Lalu, pH air limbah diperiksa dan dikoreksi jika diperlukan. Setelah pH di kisaran 6,5 – 7,5, sekitar 75 liter konsentrat bakteri dimasukkan. Diasumsikan nutrisi cukup dalam air sehingga tidak perlu penambahan nutrien pada tahap awal ini. Proses aklimatisasi bakteri dimulai, dan dilakukan pengamatan serta pencatatan pada pembentukan padatan, bau, dan warna air limbah setiap hari .

Proses backwashing penting dalam operasi filtrasi di IPAL karena bertujuan untuk membersihkan sedimen yang tersangkut dalam media filter. Backwashing dilakukan dengan mengubah posisi filter ke "backwash" sehingga sedimen memerah keluar hingga bersih, kemudian ke "bilas" untuk memastikan pembersihan, dan kembali ke "filter" untuk operasional normal. Tanpa backwashing, media filter tidak dapat berfungsi efektif, dan kotoran akan menumpuk, menurunkan kualitas filtrasi air limbah .

Langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang tidak dapat diatasi oleh operator STP termasuk menghubungi PT. Harum Tirta Jaya sebagai pihak yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Sementara itu, diharapkan operator melakukan pencatatan dan pemantauan harian serta melaksanakan langkah-langkah penanganan sesuai buku panduan trouble shooting yang tersedia .

Tujuan utama dari klorinasi dalam pengolahan air limbah adalah untuk menurunkan kadar coliform dalam air limbah. Proses ini merupakan proses desinfeksi yang menggunakan bahan kimia klorin untuk kontak dengan air limbah, baik dalam bentuk tablet maupun cairan .

Pemeriksaan dan perawatan rutin dalam operasi IPAL sangat penting karena kurangnya pemeliharaan dapat menyebabkan gagalnya proses pengolahan, kerusakan peralatan dan mesin, dan menurunkan kinerja pengolahan. Perawatan berkala membantu mengurangi risiko kerusakan peralatan dan memastikan fasilitas IPAL beroperasi secara efisien. Selain itu, pemeliharaan rutin memperpanjang umur fasilitas dan memastikan proses kimia, fisika, dan biologi di dalam IPAL berjalan dengan baik .

Tantangan utama saat peningkatan kapasitas pengolahan pada hari ke 14 ke 24 adalah untuk mengolah seluruh air limbah yang dihasilkan dengan meningkatkan kapasitas sebesar 10% setiap hari, dan memastikan lumpur aktif tidak terbawa keluar dari Clarifier yang dapat mengganggu proses. Solusinya termasuk penambahan nutrien secukupnya, pemeriksaan kemampuan pengendapan lumpur, dan berhenti menambah air jika lumpur terbawa keluar. Proses penambahan kapasitas harus dilanjutkan hanya ketika pengendapan lumpur terjadi dengan baik. Jika tidak tercapai volume lumpur yang diinginkan tetapi efluen terlihat baik, berarti pengolahan telah memadai, dan prosedur harian dapat diterapkan .

Pada hari pertama proses seeding bakteri, langkah pertamanya adalah menghidupkan pompa intake untuk mengisi bak aerasi. Seluruh keran dibuka dalam posisi terbuka penuh sebelum menghidupkan blower. Setelah blower dihidupkan, harus dilakukan pengamatan terhadap konstruksi, instalasi pemipaan, dan kelistrikan untuk mendeteksi kebocoran atau kerusakan. Jika tidak ada masalah, proses pengisian bak aerasi dilanjutkan hingga penuh dan kemudian pompa intake dihentikan. Penting untuk mengamati keadaan blower dan aliran udara. Jika semuanya normal, blower dapat dihidupkan kembali, dan proses seeding bakteri siap dimulai dengan aman .

Anda mungkin juga menyukai