0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan66 halaman

Definisi SSUK dalam Kontrak Konstruksi

Dokumen tersebut menjelaskan definisi istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) untuk proyek konstruksi pemerintah. Beberapa definisi kunci meliputi pengawas proyek, harga kontrak, jadwal pelaksanaan, sanksi daftar hitam, subkontraktor, dan surat perintah mulai kerja. Dokumen ini memberikan landasan bahasa untuk memahami ketentuan kontrak proyek konstruksi pemerintah.

Diunggah oleh

by_hq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan66 halaman

Definisi SSUK dalam Kontrak Konstruksi

Dokumen tersebut menjelaskan definisi istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) untuk proyek konstruksi pemerintah. Beberapa definisi kunci meliputi pengawas proyek, harga kontrak, jadwal pelaksanaan, sanksi daftar hitam, subkontraktor, dan surat perintah mulai kerja. Dokumen ini memberikan landasan bahasa untuk memahami ketentuan kontrak proyek konstruksi pemerintah.

Diunggah oleh

by_hq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK

A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat
Umum Kontrak selanjutnya disebut SSUK harus
mempunyai arti atau tafsiran seperti yang
dimaksudkan sebagai berikut.
1.1 Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang
selanjutnya disingkat APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu,
pemantauan, evaluasi, dan kegiatan
pengawasan lain terhadap penyelenggaraan
tugas dan fungsi Pemerintah.
1.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakan
adalah bagian pekerjaan utama atau bagian
pekerjaan bukan utama yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam Dokumen
Pemilihan yang pelaksanaanya diserahkan
kepada Penyedia lain (subkontraktor) dan
disetujui terlebih dahulu oleh Pejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKontrak.
1.3 Daftar Kuantitas dan Harga adalah daftar
kuantitas yang telah diisi harga satuan dan
jumlah biaya keseluruhannya yang
merupakan bagian dari penawaran.
1.4 Direksi Lapangan adalah tenaga/tim
pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, terdiri dari 1
(satu) orang atau lebih, untuk mengelola
administrasi Kontrak dan mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan.
1.5 Harga Kontrak adalah total harga
pelaksanaan pekerjaan yang tercantum dalam
Kontrak.
1.6 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya
disingkat HPS adalah perkiraan harga
barang/jasa yang ditetapkan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak yang
telahmemperhitungkanbiayatidaklangsung,
keuntungan dan PajakPertambahan Nilai.
1.7 Harga Satuan Pekerjaan yang selanjutnya
disingkat HSP adalah harga satu jenis
pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu.
1.8 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah
kerangka waktu yang sudah terinci
berdasarkan Masa Pelaksanaan, setelah
dilaksanakan pemeriksaan lapangan bersama

I II
dan disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan Kontrak.
1.9 Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang
terjadi di luar kehendak para pihak dalam
Kontrak dan tidak dapat diperkirakan
sebelumnya, sehingga kewajiban yang
ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak
dapat dipenuhi.
1.10 Kegagalan Bangunan adalah suatu keadaan
keruntuhan bangunan dan/atau tidak
berfungsinya bangunan setelah penyerahan
akhir hasil Jasa Konstruksi.
1.11 Kerja Sama Operasi yang selanjutnya
disingkat KSO adalah kerja sama usaha antar
Penyedia yang masing-masing pihak
mempunyai hak, kewajiban dan tanggung
jawab yang jelas berdasarkan perjanjian
tertulis.
1.12 Kontrak Kerja Konstruksi selanjutnya disebut
Kontrak adalah keseluruhan dokumen yang
mengatur hubungan hukum antaraPejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dengan Penyedia dalam pelaksanaan
jasa konsultansi konstruksi atau pekerjaan
konstruksi.
1.13 Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga
Satuan adalah Kontrak yang merupakan
gabungan lumsum dan harga satuan dalam 1
(satu) pekerjaan yang diperjanjikan.
1.14 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan
APBN yang selanjutnya disingkat KPA adalah
pejabat yang memperoleh kuasa dari PA
untuk melaksanakan sebagian kewenangan
dan tanggung jawab Penggunaan Anggaran
pada Kementerian Negara/Lembaga yang
bersangkutan.
1.15 Kuasa Pengguna Anggaran pada Pelaksanaan
APBD yang selanjutnya disebut KPA, adalah
pejabat yang diberi kuasa untuk
melaksanakan sebagian kewenangan PA
dalam melaksanakan sebagian tugas dan
fungsi perangkat daerah
1.16 Masa Kontrak adalah jangka waktu
berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
tanggal penandatangananan Kontrak sampai
dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
1.17 Masa Pelaksanaan adalah jangka waktu untuk
melaksanakan seluruh pekerjaan terhitung
sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan.
1.18 Masa Pemeliharaan adalah jangka waktu
untuk melaksanakan kewajiban
pemeliharaan oleh Penyedia, terhitung sejak
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan.

I II
1.19 Mata Pembayaran Utama adalah mata
pembayaran yang pokok dan penting yang
nilai bobot kumulatifnya minimal 80%
(delapan puluh persen) dari seluruh nilai
pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran yang nilai bobotnya terbesar.
1.20 Metode Pelaksanaan Pekerjaan adalah metode
yang menggambarkan penguasaan
penyelesaian pekerjaan yang sistematis dari
awal sampai akhir meliputi tahapan/urutan
pekerjaan utama dan uraian/cara kerja dari
masing-masing jenis kegiatan pekerjaan
utama yang dapat dipertanggung jawabkan
secara teknis.
1.21 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya
disingkat Pejabat Penandatangan Kontrak
adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh
PA/KPA untuk mengambil keputusan
dan/atau melakukan tindakan yang dapat
mengakibatkan pengeluaran anggaran
belanja negara.
1.22 Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan
atau sebagian kegiatan yang meliputi
pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan,
pembongkaran, dan pembangunan kembali
suatu bangunan.
1.23 Pekerjaan Utama adalah rangkaian kegiatan
dalam suatu penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi yang memiliki pengaruh terbesar
dalam mengakibatkan terjadinya
keterlambatan penyelesaian pekerjaan
konstruksi dan secara langsung menunjang
terwujudnya dan berfungsinya suatu
konstruksi sesuai peruntukannya
sebagaimanatercantum dalam rancangan
kontrak.
1.24 Pelaku Usaha adalah badan usaha atau
perseorangan yang melakukan usaha
dan/ataukegiatan pada bidang tertentu.
1.25 Pengawas Pekerjaan adalah tim
pendukung/badan usaha yang
ditunjuk/ditetapkan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan.
1.26 Pengguna Anggaran yang selanjutnya
disingkat PA adalah pejabat pemegang
kewenangan penggunaan anggaran
Kementerian Negara/Lembaga/Perangkat
Daerah.
1.27 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak adalah pemilik atau
pemberi pekerjaan yang menggunakan
layanan Jasa Konstruksi yang dapat berupa
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna
Anggaran, atau Pejabat Pembuat Komitmen.

I II
1.28 Penyedia adalah Pelaku Usaha yang
menyediakan barang/jasa berdasarkan
Kontrak.
1.29 Personel Manajerial adalah tenaga ahli atau
tenaga teknis yang ditempatkan sesuai
penugasan pada organisasi pelaksanaan
pekerjaan.
1.30 Sanksi Daftar Hitam adalah sanksi yang
diberikan kepada Peserta pemilihan/Penyedia
berupa larangan mengikuti Pengadaan
Barang/Jasa di seluruh
Kementerian/Lembaga dalam jangka waktu
tertentu.
1.31 Subkontraktor adalah Penyedia yang
mengadakan perjanjian kerja tertulis dengan
Penyedia penanggung jawab Kontrak, untuk
melaksanakan sebagian pekerjaan
(subkontrak).
1.32 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut
Jaminan adalah jaminan tertulis yang
dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi/lembaga
keuangan khusus yang menjalankan usaha di
bidang pembiayaan, penjaminan, dan
asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia.
1.33 Surat Perintah Mulai Kerja yang selanjutnya
disingkat SPMK adalah surat yang diterbitkan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak kepada Penyedia
untuk memulai melaksanakan pekerjaan.
1.34 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal yang
dinyatakan pada SPMK yang diterbitkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.
1.35 Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan
adalah tanggal serah terima pertama
pekerjaan selesai (Provisional Hand
Over/PHO) dinyatakan dalam Berita Acara
Serah Terima Pertama Pekerjaan yang
diterbitkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
1.36 Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan adalah
tanggal serah terima akhir pekerjaan selesai
(Final Hand Over/FHO) dinyatakan dalam
Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan
yang diterbitkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
1.37 Tenaga KerjaKonstruksi adalah tenaga kerja
yang bekerja di sektorkonstruksi yang
meliputiahli, teknisi atau analis, dan operator.
2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat
bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam
Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan
urutan hierarki dalam Surat Perjanjian.

I II
3. Bahasa dan Hukum 3.1 Bahasa Kontrak harus dalam bahasa
Indonesia.
3.2 Dalam hal Kontrak dilakukan dengan pihak
asing harus dibuat dalam bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris. Dalam hal terjadi
perselisihan dengan pihak asing digunakan
Kontrak dalam bahasa Indonesia.
3.3 Hukum yang digunakan adalah hukum yang
berlaku di Indonesia.
4. Korespondensi 4.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat,
e-mail dan/atau faksimili dengan alamat
tujuan para pihak yang tercantum dalam
SSKK.
4.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau
persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus
dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia,
dan dianggap telah diberitahukan jika telah
disampaikan secara langsung kepada Wakil
Sah Para Pihak dalam SSKK, atau jika
disampaikan melalui surat tercatat dan/atau
faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum
dalam SSKK.
5. Wakil Sah Para Pihak 5.1 Setiap tindakan yang disyaratkan atau
diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap
dokumen yang disyaratkan atau
diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan
Kontrak ini oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak atau
Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat
oleh Wakil Sah Para Pihak atau pejabat yang
disebutkan dalam SSKK kecuali untuk
melakukan perubahan kontrak.
5.2 Kewenangan Wakil Sah Para Pihak diatur
dalam Surat Keputusan dari Para Pihak dan
harus disampaikan kepada masing-masing
pihak.
5.3 DalamhalDireksi Lapangan diangkat dan
ditunjuk menjadi Wakil Sah Pejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKontrak,
maka selain melaksanakan pengelolaan
administrasi kontrak dan pengendalian
pelaksanaan pekerjaan, Direksi Lapangan
juga melaksanakan pendelegasian sesuai
dengan pelimpahan dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak.
6. Larangan Korupsi, Kolusi 6.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa
dan/atau Nepotisme, pemerintah, para pihak dilarang untuk :
Penyalahgunaan 1) menawarkan, menerima atau
Wewenang serta Penipuan menjanjikan untuk memberi atau
menerima hadiah atau imbalan berupa
apa saja atau melakukan tindakan lainnya
untuk mempengaruhi siapapun yang
diketahui atau patut dapat diduga
berkaitan dengan pengadaan ini;
2) mendorong terjadinya persaingan tidak
sehat; dan/atau

I II
3) membuat dan/atau menyampaikan secara
tidak benar dokumen dan/atau
keterangan lain yang disyaratkan untuk
penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.
6.2 Penyedia menjamin bahwa yang
bersangkutan termasuk semua anggota KSO
(apabila berbentuk KSO) dan sub
kontraktornya (jika ada) tidak pernah dan
tidak akan melakukan tindakan yang dilarang
pada pasal 6.1 di atas.
6.3 Penyedia yang menurut penilaian Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak terbukti melakukan larangan-
larangan di atas dapat dikenakan sanksi-
sanksi administratif oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
sebagai berikut:
1) pemutusan Kontrak;
2) Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan
disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam
SSKK;
3) sisa uang muka harus dilunasi oleh
Penyedia atau Jaminan Uang Muka
dicairkan dan disetorkan sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK; dan
4) pengenaan Sanksi Daftar Hitam.
6.4 Pengenaan sanksi administratif di atas
dilaporkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak kepada
PA/KPA.
6.5 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak yang terlibat dalam
korupsi, kolusi, dan/ataunepotisme dan
penipuan dikenakan sanksi berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Asal Material/Bahan 7.1 Penyedia harus menyampaikan asal
material/bahan yang terdiri dari rincian
komponen dalam negeri dan komponen
impor selama pelaksanaan pekerjaan kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
7.2 Asal material/bahan merupakan tempat
material/bahan diperoleh, antara lain tempat
material/bahan ditambang, tumbuh, atau
diproduksi.
7.3 Kendaraan yang digunakan untuk
pengiriman dan pengangkutan
material/bahan mematuhi peraturan
perundangan terkait beban dan dimensi
kendaraan.
8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan
keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan
standar akuntansi yang berlaku.
9. Perpajakan Penyedia, Subkontraktor (jika ada), dan Tenaga Kerja
Konstruksi yang bersangkutan berkewajiban untuk
membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan
I II
lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas
pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran
perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Harga
Kontrak.
10. PengalihanSeluruhKontrak 10.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya
diperbolehkan dalam hal pergantian nama
Penyedia, baik sebagai akibat peleburan
(merger) maupun akibat lainnya.
10.2 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak
diputuskan sepihak oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana
diatur dalam pasal 44.2.
11. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu pihak terhadap
pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh pihak
yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi
pengabaian yang terus-menerus selama Masa
Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap
pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya
dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis
dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang
melakukan pengabaian.
12. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung
jawab penuh terhadap Tenaga Kerja Konstruki dan
subkontraktornya (jika ada) serta pekerjaan yang
dilakukan oleh mereka.
13. KSO KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang
disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas
nama KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban
terhadap Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berdasarkan Kontrak ini.
14. Pengawasan Pelaksanaan 14.1 Pejabat yang berwenang untuk
Pekerjaan menandatangani Kontrak menetapkan
Pengawas Pekerjaan untuk melakukan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan sesuai
Kontrak ini. Pengawas Pekerjaan dapat
berasal dari personel Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak (Direksi
Teknis) atau Penyedia Jasa Pengawasan
(Konsultan Pengawas).
14.2 Dalam melaksanakan kewajibannya,
Pengawas Pekerjaan bertindak profesional.
Jika tercantum dalam SSKK, Pengawas
Pekerjaan yang berasal dari Personel Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dapat bertindak sebagai Wakil Sah
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
15. Tugas dan Wewenang 15.1 Semua gambar dan rencana kerja yang
Pengawas Pekerjaan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
sesuai Kontrak, untuk pekerjaan permanen
maupun pekerjaan sementara mendapatkan
persetujuan dari Pengawas Pekerjaan sesuai
pelimpahan wewenang dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak.
15.2 Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini
diperlukan terlebih dahulu ada pekerjaan
sementara yang tidak tercantum dalam Daftar
I II
Kuantitas dan Harga di dalam Kontrak maka
Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan
spesifikasi dan gambar usulan pekerjaan
sementara tersebut untuk mendapatkan
pernyataan tidak berkeberatan (no objection)
untuk dilaksanakan dari Pengawas Pekerjaan.
Pernyataan tidak berkeberatan atas rencana
pekerjaan sementara ini tidak melepaskan
Penyedia dari tanggung jawabnya sesuai
Kontrak.
15.3 Pengawas Pekerjaan melaksanakan tugas dan
wewenang paling sedikit meliputi:
1) mengevaluasi dan menyetujui rencana
mutu pekerjaan konstruksi Penyedia Jasa
pelaksana konstruksi;
2) memberikan ijin dimulainya setiap
tahapan pekerjaan;
3) memeriksa dan menyetujui kemajuan
pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi sesuai
dengan ketentuan dalam Kontrak;
4) memeriksa dan menilai mutu dan
keselamatan konstruksi terhadap hasil
akhir pekerjaan;
5) menghentikan setiap pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan;
6) bertanggungjawab terhadap hasil
pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi sesuai
tugas dan tanggungjawabnya;
7) memberikan laporan secara periodik
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak sesuai dengan
ketentuan dalam Kontrak.
15.4 Dalam hal Pengawas Pekerjaan melaksanakan
tugas dan wewenang sebagaimana yang
dimaksud pada pasal 15.3 yang akan
mempengaruhi ketentuan atau persyaratan
dalam kontrak maka Pengawas Pekerjaan
terlebih dahulu mendapatkan persetujuan
dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
15.5 Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan
perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai
dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan
dalam Kontrak ini.
16. Penemuan-penemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak dan
kepada pihak yang berwenang semua penemuan
benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau
penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang
menurut peraturan perundang-undangan dikuasai
oleh negara.
17. Akses ke Lokasi Kerja 17.1 Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, Wakil Sah Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak, Pengawas Pekerjaan dan/atau pihak
yang mendapat izin dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
I II
ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana
pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan.
17.2 Penyedia harus dianggap telah menerima
kelayakan dan ketersediaan jalur akses
menuju lapangan dan Penyedia harus
berupaya menjaga setiap jalan atau jembatan
dari kerusakan akibat penggunaan/lalu lintas
Penyedia atau akibat personel Penyedia, maka:
a. Penyedia harus bertanggung jawab atas
pemeliharaan yang mungkin diperlukan
akibat pengunaan jalur akses;
b. Penyedia harus menyediakan rambu atau
petunjuk sepanjang jalur akses, dan
mendapatkan perizinan yang mungkin
disyaratkan oleh otoritas terkait untuk
penggunaan jalur, rambu, dan petunjuk;
c. biaya karena ketidak layakan atau tidak
tersedianya jalur akses untuk digunakan
oleh Penyedia, harus ditanggung
Penyedia; dan
d. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
bertanggung jawab atas klaim yang
mungkin timbul akibat penggunaan jalur
akses.
17.3 Dalam hal untuk menjamin ketersediaan jalan
akses tersebut membutuhkan biaya yang
lebih besar dari biaya umum (overhead)
dalam Penawaran Penyedia, maka Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dapat mengalokasikan biaya untuk
penyediaan jalur akses tersebut di dalam
Harga Kontrak.
17.4 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak bertanggung
jawab atas klaim yang mungkin timbul selain
penggunaan jalur akses tersebut.

B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK


18. Masa Kontrak Kontrak ini berlaku efektif sejak penandatangananan
Surat Perjanjian oleh Para Pihak sampai dengan
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan dan hak dan
kewajiban Para Pihak yang terdapat dalam Kontrak
sudah terpenuhi.
B.1 Pelaksanaan Pekerjaan
19. Penyerahan Lokasi 19.1 Sebelum penyerahan lokasi kerja, dilakukan
Kerja dan Personel peninjauan lapangan bersama oleh para pihak.
19.2 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan
lokasi kerja sesuai dengan kebutuhan Penyedia
yang tercantum dalam rencana penyerahan
lokasi kerja yang telah disepakati oleh para pihak
dalam Rapat Persiapan Penandatangananan
Kontrak, untuk melaksanakan pekerjaan tanpa
ada hambatan kepada Penyedia sebelum SPMK
diterbitkan.

I II
19.3 Hasil peninjauan dan penyerahan dituangkan
dalam Berita Acara Penyerahan Lokasi Kerja.
19.4 Jika dalam peninjauan lapangan bersama
ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan
perubahan isi Kontrak maka perubahan tersebut
harus dituangkan dalam Berita Acara
Penyerahan Lokasi Kerja yang selanjutnya akan
dituangkan dalam addendum kontrak.
19.5 Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak dapat
menyerahkan lokasi kerja sesuai kebutuhan
Penyedia yang untuk mulai bekerja pada Tanggal
Mulai Kerja untuk melaksanakan pekerjaan dan
terbukti merupakan suatu hambatan yang
disebabkan oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, maka kondisi ini
ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi.
19.6 Penyedia menyerahkan Personel dengan
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
19.6.1 bukti sertifikat kompetensi:
1) personel manajerial pada Pekerjaan
Konstruksi; atau
2) personel inti pada Jasa Konsultansi
Konstruksi;
19.6.2 bukti sertifikat kompetensi sebagaimana
dimaksud dalam huruf b dilaksanakan
tanpa menghadirkan personel yang
bersangkutan;
19.6.3 perubahan jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan dikarenakan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya
akan melewati batas tahun anggaran;
19.6.4 melakukan sertifikasi bagi operator,
teknisi, atau analis yang belum bersertifikat
pada saat pelaksanaan pekerjaan; dan
19.6.5 pelaksanaan alih pengalaman/keahlian
bidang konstruksi melalui sistem kerja
praktik/magang, membahas paling sedikit
terkait jumlah peserta, durasi pelaksanaan,
dan jenis keahlian.
Apabila Penyedia tidak dapat menunjukan
bukti sertifikat maka Pejabat Penandatangan
Kontrak meminta Penyedia untuk mengganti
personel yang memenuhi persyaratan yang
sudah ditentukan. Penggantian personel harus
dilakukan dalam jangka waktu mobilisasi dan
sesuai dengan kesepakatan.
20. Surat Perintah Mulai 20.1 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kerja (SPMK) Kontrak menerbitkan SPMK paling lambat 14
(empat belas) hari kerja sejak tanggal
penandatangananan Kontrak atau 14 (empat
belas) hari kerja sejak penyerahan lokasi kerja
pertama kali.
20.2 Dalam SPMK dicantumkan seluruh lingkup
pekerjaan dan Tanggal Mulai Kerja.

I II
21. Rencana Mutu 21.1 Penyedia berkewajiban untuk
PekerjaanKonstruksi mempresentasikan dan menyerahkan RMPK
(RMPK) sebagai penjaminan dan pengendalian mutu
pelaksanaan pekerjaan pada rapat persiapan
pelaksanaan Kontrak, kemudian dibahas dan
disetujui oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
21.2 RMPK disusun paling sedikit berisi:
a. RencanaPelaksanaanPekerjaan(WorkMethod
Statement );
b. Rencana Pemeriksaan dan
Pengujian/Inspection and Test Plan (ITP);
c. Pengendalian Subkontraktor dan Pemasok.
21.3 Penyedia wajib menerapkan dan mengendalikan
pelaksanaan RMPK secara konsisten untuk
mencapai mutu yang dipersyaratkan pada
pelaksanaan pekerjaan ini.
21.4 RMPK dapat direvisi sesuai dengan kondisi
pekerjaan.
21.5 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan
RMPK jika terjadi Adendum Kontrak dan/atau
Peristiwa Kompensasi.
21.6 Pemutakhiran RMPK harus menunjukan
perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan
dampaknya terhadap penjadwalan sisa
pekerjaan, termasuk perubahan terhadap urutan
pekerjaan. Pemutakhiran RMPK harus
mendapatkan persetujuan Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak.
21.7 Persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak terhadap RMPK tidak
mengubah kewajiban kontraktual Penyedia.
22. Rencana Keselamatan 22.1 Penyedia berkewajiban untuk
Konstruksi (RKK) mempresentasikan dan menyerahkan RKK pada
saat rapat persiapan pelaksanaan Kontrak,
kemudian pelaksanaan RKK dibahas dan
disetujui oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
22.2 Para Pihakwajib menerapkan dan
mengendalikan pelaksanaan RKK secara
konsisten.
22.3 RKK menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.
22.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan
RKK sesuai dengan kondisi pekerjaan, jika terjadi
perubahan maka dituangkan dalam adendum
Kontrak.
22.5 Pemutakhiran RKK harus mendapat persetujuan
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
22.6 Persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrakterhadap pelaksanaan
RKK tidak mengubah kewajiban kontraktual
Penyedia.

I II
23. Rapat Persiapan 23.1 Paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak
Pelaksanaan Kontrak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan
pekerjaan, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak bersama dengan
Penyedia, unsur perancangan, dan unsur
pengawasan, harus sudah menyelenggarakan
rapat persiapan pelaksanaan kontrak.
23.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam
rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi:
a. Penerapan SMKK:
1) RKK;
2) RMPK;
3) Rencana Kerja Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan (RKPPL)
(apabila ada); dan
4) Rencana Manajemen Lalu Lintas (RMLL)
(apabila ada);
b. Rencana Kerja;
c. organisasi kerja;
d. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan
termasuk permohonan persetujuan memulai
pekerjaan;
e. jadwal pelaksanaan pekerjaan, yang diikuti
uraian tentang metode kerja yang
memperhatikan Keselamatan Konstruksi; dan
f. hal-hal lain yang dianggap perlu.
23.3 Hasil rapat persiapan pelaksanaan Kontrak
dituangkan dalam Berita Acara Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak. Apabila dalam rapat
persiapan pelaksanaan kontrak mengakibatkan
perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan
dalam adendum Kontrak.
23.4 Pada tahapan rapat persiapan pelaksanaan
Kontrak, PA/KPA dapat membentuk
Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
24. Mobilisasi 24.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai
dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sejak diterbitkan SPMK, atau sesuai
kebutuhan dan Rencana Kerja yang disepakati
saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
24.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup
pekerjaan, yaitu :
a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait
yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan, termasuk instalasi alat;
b. mempersiapkan fasilitas seperti kantor,
rumah, gedung laboratorium, bengkel,
gudang, dan sebagainya; dan/atau
c. mendatangkan Tenaga Kerja Konstruksi.
24.3 Mobilisasi peralatan dan kendaraan yang
digunakan mematuhi peraturan perundangan
terkait beban dan dimensi kendaraan.
24.4 Mobilisasi peralatan dan Tenaga Kerja
Konstruksi dapat dilakukan secara bertahap
sesuai dengan kebutuhan.

I II
25. Pengukuran 25.1 Pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, Pejabat
/Pemeriksaan Bersama yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Pengawas Pekerjaan bersama-sama
dengan Penyedia melakukan pengukuran dan
pemeriksaan detail terhadap kondisi lokasi
pekerjaan untuk setiap rencana mata
pembayaran, Tenaga Kerja Konstruksi, dan
Peralatan Utama (Mutual Check 0%).
25.2 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam
Berita Acara. Apabila dalam
pengukuran/pemeriksaan bersama
mengakibatkan perubahan isi Kontrak, maka
harus dituangkan dalam adendum Kontrak.
25.3 Tindak lanjut hasil pemeriksaan bersama Tenaga
Kerja Konstruksi dan/atau Peralatan Utama
mengikuti ketentuan pasal 67 dan 68.
26. Penggunaan Produksi 26.1 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Penyedia
Dalam Negeri berkewajiban mengutamakan material/bahan
produksi dalam negeri dan tenaga kerja
Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di
Indonesia sesuai dengan yang disampaikan pada
saat penawaran.
26.2 Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, bahan
baku, Tenaga Kerja Konstruksi, dan perangkat
lunak yang digunakan mengacu kepada
dokumen:
a. formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN), untuk
Penyedia yang mendapat preferensi harga;
dan
b. daftar barang yang diimpor, untukbarang
yang diimpor.
26.3 Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan
ditemukan ketidaksesuaian dengan dokumen
pada pasal 26.2, maka akan dikenakan sanksi
sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
B.2 Pengendalian Waktu
27. Masa Pelaksanaan 27.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, Penyedia
berkewajiban untuk memulai pelaksanaan
pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan RMPK,
serta menyelesaikan pekerjaan paling lambat
selama Masa Pelaksanaan yang dinyatakan
dalam SSKK.
27.2 Apabila Penyedia berpendapat tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan sesuai Masa
Pelaksanaan karena di luar pengendaliannya
yang dapat dibuktikan demikian, dan Penyedia
telah melaporkan kejadian tersebut kepada
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak, dengan disertai bukti-bukti yang dapat
disetujui Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, maka Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
dapat memberlakukan Peristiwa Kompensasi
dan melakukan penjadwalan kembali

I II
pelaksanaan tugas Penyedia dengan membuat
adendum Kontrak.
27.3 Jika pekerjaan tidak selesai sesuai Masa
Pelaksanaan bukan akibat Keadaan Kahar atau
Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan
atau kelalaian Penyedia maka Penyedia
dikenakan denda.
27.4 Apabila diberlakukan serah terima sebagian
pekerjaan (secara parsial), Masa Pelaksanaan
dibuat berdasarkan bagian pekerjaan tersebut
sesuai dengan SSKK.
27.5 Bagian pekerjaan pada pasal 27.4 adalah bagian
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pemilihan.
28. Penundaan Oleh Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara
Pegawas Pekerjaan tertulis Penyedia untuk menunda pelaksanaan
pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus
mendapatkan persetujuan dari Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
29. Rapat Pemantauan 29.1 Pengawas Pekerjaan atau Penyedia dapat
menyelenggarakan rapat pemantauan, dan
meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat
tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan
untuk membahas perkembangan pekerjaan dan
perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk
menindaklanjuti peringatan dini.
29.2 Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh
Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat,
dan rekamannya diserahkan kepada Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan pihak-pihak yang menghadiri
rapat.
29.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu
diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat
memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat
melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak
yang menghadiri rapat.
30. Peringatan Dini 30.1 Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan
sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas
peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat
mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan
Harga Kontrak atau menunda penyelesaian
pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat
memerintahkan Penyedia untuk menyampaikan
secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau
kondisi tersebut di atas terhadap Harga Kontrak
dan Masa Pelaksanaan. Pernyataan perkiraan ini
harus sesegera mungkin disampaikan oleh
Penyedia.
30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama
dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah
atau mengurangi dampak peristiwa atau kondisi
tersebut.
31. Keterlambatan 31.1 Apabila Penyedia terlambat melaksanakan
Pelaksanaan Pekerjaan pekerjaan sesuai jadwal, maka Pejabat yang
dan Kontrak Kritis berwenang untuk menandatangani Kontrak

I II
harus memberikan peringatan secara tertulis
atau memberlakukan ketentuan kontrak kritis.
31.2 Kontrak dinyatakan kritis apabila:
a. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan
0% - 70% dari Kontrak), selisih
keterlambatan antara realisasi fisik
pelaksanaan dengan rencana lebih besar
10%
b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan
70% - 100% dari Kontrak), selisih
keterlambatan antara realisasi fisik
pelaksanaan dengan rencana lebih besar 5%;
c. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan
70% - 100% dari Kontrak), selisih
keterlambatan antara realisasi fisik
pelaksanaan dengan rencana pelaksanaan
kurang dari 5% dan akan melampaui tahun
anggaran berjalan.
31.3 Penanganan kontrak kritis dilakukan dengan
rapat pembuktian (show cause meeting/SCM)
a. Pada saat Kontrak dinyatakan kritis, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak berdasarkan laporan dari Pengawas
Pekerjaan memberikan peringatan secara
tertulis kepada Penyedia dan selanjutnya
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
menyelenggarakan Rapat Pembuktian (SCM)
Tahap I.
b. Dalam SCM Tahap I, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak,
Pengawas Pekerjaan dan Penyedia
membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
Penyedia dalam periode waktu tertentu (uji
coba pertama) yang dituangkan dalam Berita
Acara SCM Tahap I.
c. Apabila Penyedia gagal pada uji coba
pertama, maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
menerbitkan Surat Peringatan Kontrak Kritis
I dan harus diselenggarakan SCM Tahap II
yang membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
Penyedia dalam waktu tertentu (uji coba
kedua) yang dituangkan dalam Berita Acara
SCM Tahap II.
d. Apabila Penyedia gagal pada uji coba kedua,
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak menerbitkan Surat
Peringatan Kontrak Kritis II dan harus
diselenggarakan SCM Tahap III yang
membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
Penyedia dalam waktu tertentu (uji coba
ketiga) yang dituangkan dalam Berita Acara
SCM Tahap III.
e. Apabila Penyedia gagal pada uji coba ketiga,
maka Pejabat yang berwenang untuk
I II
menandatangani Kontrak menerbitkan Surat
Peringatan Kontrak Kritis III dan Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dapat melakukan pemutusan
Kontrak secara sepihak dengan
mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
f. Apabila uji coba berhasil, namun pada
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya Kontrak
dinyatakan kritis lagi maka berlaku
ketentuan SCM dari awal.

32. Pemberian Kesempatan 32.1 Dalam hal diperkirakan Penyedia gagal


menyelesaikan pekerjaan sampai Masa
Pelaksanaan berakhir, namun Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
menilai bahwa Penyedia mampu menyelesaikan
pekerjaan, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat memberikan
kesempatan kepada Penyedia untuk
menyelesaikan pekerjaan.
32.2 Hasil penilaian menjadi dasar bagi Pejabat
Penandatangan Kontrak untuk:

a. Memberikan kesempatan kepada Penyedia


untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Pemberian kesempatan kepada Penyedia
menyelesaikan pekerjaan sampai dengan
50 (lima puluh) hari kalender.
2) Dalam hal setelah diberikan kesempatan
sebagaimana angka 1 diatas, Penyedia
masih belum dapat menyelesaikan
pekerjaan, Pejabat Penandatangan
Kontrak dapat:
a) Memberikan kesempatan kedua
untuk penyelesaian sisa pekerjaan
dengan jangka waktu sesuai
kebutuhan; atau
b) Melakukan pemutusan Kontrak
dalam hal Penyedia dinilai tidak akan
sanggup menyelesaikan
pekerjaannya.
3) Pemberian kesempatan kepada Penyedia
sebagaimana dimaksud pada angka 1)
dan angka 2) huruf a), dituangkan dalam
adendum kontrak yang didalamnya
mengatur pengenaan sanksi denda
keterlambatan kepada Penyedia dan
perpanjangan masa berlaku Jaminan
Pelaksanaan (apabila ada).
4) Pemberian kesempatan kepada Penyedia
untuk menyelesaikan pekerjaan dapat
melampaui tahun anggaran.

I II
b. Tidak memberikan kesempatan kepada
Penyedia dan dilanjutkan dengan pemutusan
kontrak serta pengenaan sanksi administratif
dalam hal antara lain:
1) Penyedia dinilai tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan;
2) Pekerjaan yang harus segera dipenuhi
dan tidak dapat ditunda; atau
3) Penyedia menyatakan tidak sanggup
menyelesaikan pekerjaan.
32.3 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk
menyelesaikan pekerjaan dimuat dalam
adendum Kontrak yang didalamnya mengatur:
1) waktu pemberian kesempatan penyelesaian
pekerjaan;
2) pengenaan sanksi denda keterlambatan
kepada Penyedia;
3) perpanjangan masa berlaku Jaminan
Pelaksanaan; dan
4) sumber dana untuk membiayai
penyelesaian sisa pekerjaan yang akan
dilanjutkan ke Tahun Anggaran berikutnya
dari DIPA Tahun Anggaran berikutnya,
apabila pemberian kesempatan melampaui
Tahun Anggaran.

B.3 Penyelesaian Kontrak


33. Serah Terima Pekerjaan 33.1 Setelah pekerjaan dan/atau bagian pekerjaan
selesai, sesuai dengan ketentuan dalam
Kontrak, Penyedia mengajukan permintaan
secara tertulis kepada Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak untuk serah
terima pertama pekerjaan.
33.2 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak memerintahkan
Pengawas Pekerjaan untuk melakukan
pemeriksaan dan/atau pengujian terhadap
hasil pekerjaan.
33.3 Pemeriksaan dan/atau pengujian dilakukan
terhadap kesesuaian hasil pekerjaan terhadap
kriteria/spesifikasi yang tercantum dalam
Kontrak.
33.4 Hasil pemeriksaan dan/atau pengujian dari
Pengawas Pekerjaan disampaikan kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, apabila dalam
pemeriksaan hasil pekerjaan tidak sesuai
dengan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak dan/atau cacat hasil pekerjaan, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak memerintahkan Penyedia untuk
memperbaiki dan/atau melengkapi
kekurangan pekerjaan.
I II
33.5 Apabila dalam pemeriksaan dan/atau
pengujian hasil pekerjaan telah sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Kontrak maka
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dan Penyedia
menandatangani Berita Acara Serah Terima
Pertama Pekerjaan.
33.6 Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan
puluh lima persen) dari Harga Kontrak,
sedangkan yang 5% (lima persen) merupakan
retensi selama masa pemeliharaan, atau
pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus
persen) dari Harga Kontrak dan Penyedia harus
menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar
5% (lima persen) dari Harga Kontrak.
33.7 Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan
selama Masa Pemeliharaan sehingga kondisi
tetap seperti pada saat penyerahan pertama
pekerjaan.
33.8 Masa Pemeliharaan paling singkat untuk
pekerjaan permanen selama 6 (enam) bulan,
sedangkan untuk pekerjaan semi permanen
selama 3 (tiga) bulan dan dapat melampaui
Tahun Anggaran. Lamanya Masa Pemeliharaan
ditetapkan dalam SSKK.
33.9 Setelah Masa Pemeliharaan berakhir, Penyedia
mengajukan permintaan secara tertulis kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak untuk penyerahan
akhir pekerjaan.
33.10 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak setelah menerima
pegajuan sebagaimana pasal 33.9
memerintahkan Pengawas Pekerjaan untuk
melakukan pemeriksaan (dan pengujian
apabila diperlukan) terhadap hasil pekerjaan.
33.11 Apabila dalam pemeriksaan hasil pekerjaan,
Penyedia telah melaksanakan semua
kewajibannya selama Masa Pemeliharaan
dengan baik dan telah sesuai dengan ketentuan
yang tercantum dalam Kontrak maka Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Penyedia menandatangani Berita
Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan.
33.12 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak wajib melakukan
pembayaran sisa Harga Kontrak yang belum
dibayar atau mengembalikan Jaminan
Pemeliharaan.
33.13 Apabila Penyedia tidak melaksanakan
kewajiban pemeliharaan sebagaimana
mestinya, maka Kontrak dapat diputuskan
sepihak oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dan Penyedia
dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam
pasal 44.3.

I II
33.14 Serah terima pekerjaan dapat dilakukan
perbagian pekerjaan (secara parsial) yang
ketentuannya ditetapkan dalam SSKK.
33.15 Bagian pekerjaan yang dapat dilakukan serah
terima pekerjaan sebagian atau secara parsial
yaitu:
a. bagian pekerjaan yang tidak tergantung
satu sama lain; dan
b. bagian pekerjaan yang fungsinya tidak
terkait satu sama lain dalam pencapaian
kinerja pekerjaan.
33.16 Dalam hal dilakukan serah terima pekerjaan
secara parsial, maka cara pembayaran,
ketentuan denda dan kewajiban pemeliharaan
tersebut di atas disesuaikan.
33.17 Kewajiban pemeliharaan diperhitungkan
setelah serah terima pertama pekerjaan untuk
bagian pekerjaan (PHO parsial) tersebut
dilaksanakan sampai Masa Pemeliharaan
bagian pekerjaan tersebut berakhir
sebagaimana yang tercantum dalam SSKK.
33.18 Serah terima pertama pekerjaan untuk bagian
pekerjaan (PHO parsial) dituangkan dalam
Berita Acara.
34. Pengambilalihan Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrakakan mengambil alih lokasi dan hasil
pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah
dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran
pekerjaan.
35. Gambar As Built dan 35.1 Penyedia diwajibkan menyerahkan kepada
Pedoman Pengoperasian Pejabat yang berwenang untuk
dan menandatangani Kontrak Gambar As-built dan
Perawatan/Pemeliharaan pedoman pengoperasian dan
perawatan/pemeliharaan sesuai dengan SSKK.
35.2 Apabila Penyedia tidak memberikan pedoman
pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan,
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berhak menahan
uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan.
B.4 Adendum
36. Perubahan 36.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum Kontrak.
Kontrak 36.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui
oleh para pihak, yang diakibatkan beberapa hal berikut
meliputi:
1) perubahan pekerjaan;
2) perubahan Harga Kontrak;
3) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan/atau
Masa Pelaksanaan;
4) perubahan personel manajerial dan/atau peralatan
utama; dan/atau
5) perubahan Kontrak yang disebabkan masalah
administrasi.
36.3 Untuk kepentingan perubahan Kontrak, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak dapat

I II
meminta pertimbangan dari Pengawas Pekerjaan dan
Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
36.4 Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak meneliti
kelayakan perubahan kontrak
37. Perubahan 37.1 Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi lapangan
Pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan/atau
spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen
Kontrak, Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak bersama Penyedia dapat melakukan perubahan
pekerjaan, yang meliputi:
a. menambah atau mengurangi volume yang tercantum
dalam Kontrak;
b. menambah dan/atau mengurangi jenis
kegiatan/pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis dan/atau gambar
pekerjaan; dan/atau
d. mengubah jadwal pelaksanaan pekerjaan.
37.2 Dalam hal tidak terjadi perubahan kondisi lapangan
seperti yang dimaksud pada pasal 37.1 namun ada
perintah perubahan dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak bersama Penyedia dapat
menyepakati perubahan pekerjaan yang meliputi:
a. menambah dan/atau mengurangi jenis
kegiatan/pekerjaan;
b. mengubah spesifikasi teknis dan/atau gambar
pekerjaan; dan/atau
c. mengubah jadwal pelaksanaan pekerjaan.
37.3 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak secara
tertulis kepada Penyedia kemudian dilanjutkan dengan
negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada
ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal.
37.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara
sebagai dasar penyusunan adendum Kontrak.
37.5 Dalam hal perubahan pekerjaan sebagaimana dimaksud
pada pasal 37.1 dan 37.2 mengakibatkan penambahan
Harga Kontrak, perubahan Kontrak dilaksanakan dengan
ketentuan penambahan Harga Kontrak akhir tidak
melebihi 10% (sepuluh persen) dari harga yang
tercantum dalam Kontrak awal dan tersedianya
anggaran.
38. Perubahan 38.1 Perubahan Harga Kontrakdapatdiakibatkan oleh:
Harga 1) perubahanpekerjaan;
2) penyesuaianharga; dan/atau
3) PeristiwaKompensasi.
38.2 Apabila kuantitas mata pembayaran utama yang akan
dilaksanakan berubah akibat perubahan pekerjaan lebih
dari 10% (sepuluh persen) dari kuantitas awal, maka
pembayaran volume selanjutnya dengan menggunakan
harga satuan yang disesuaikan dengan negosiasi.
38.3 Apabila dari hasil evaluasi penawaran terdapat harga
satuan timpang, maka harga satuan timpang tersebut
hanya berlaku untuk kuantitas pekerjaan yang tercantum
dalam Dokumen Pemilihan. Untuk kuantitas pekerjaan

I II
tambahan digunakan harga satuan berdasarkan hasil
negosiasi.
38.4 Apabila ada daftar matapembayaranyang masuk kategori
harga satuan timpang, maka dicantumkan dalam
Lampiran A SSKK.
38.5 Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka
Penyedia jasa harus menyerahkan rincian harga
satuannya kepada PejabatPenandatanganKontrak.
Penentuan harga satuan mata pembayaran baru
dilakukan dengan negosiasi.
38.6 Ketentuan penggunaan rumusan penyesuaian
hargaadalah sebagai berikut:
a) harga yang tercantum dalam Kontrak dapat berubah
akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
b) penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak Tahun
Jamak dengan yang masa pelaksanaannya lebih dari
18 (delapan belas) bulan;
c) penyesuaian harga satuan diberlakukan mulai bulan
ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan;
d) penyesuaian harga satuan berlaku bagi seluruh
kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen
keuntungan, biaya tidak langsung (overhead cost)
dan harga satuan timpang sebagaimana tercantum
dalam penawaran;
e) penyesuaian harga satuan diberlakukan sesuai
dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam
Kontrak awal/adendum Kontrak;
f) penyesuaian harga satuan bagi komponen pekerjaan
yang berasal dari luar negeri, menggunakan indeks
penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut;
g) jenis pekerjaan baru dengan harga satuan baru
sebagai akibat adanya adendum Kontrak dapat
diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13 (tiga
belas) sejak adendum Kontrak tersebut
ditandatangani;
h) indeks yang digunakan dalam pelaksanaan Kontrak
terlambat disebabkan oleh kesalahan Penyedia adalah
indeks terendah antara jadwal Kontrak dan realisasi
pekerjaan;
i) jenis pekerjaan yang lebih cepat pelaksanaannya
diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks
harga pada saat pelaksanaan.
38.7 Ketentuan lebih lanju tterkait penyesuaian harga diatur
dalam SSKK.
38.8 Ketentuan ganti rugi akibat Peristiwa Kompensasi
mengacu pada pasal Peristiwa Kompensasi.

39. Perubahan 39.1 Perubahanjadwalpelaksanaanpekerjaandapatdiakibatkan


Jadwal oleh:
Pelaksanaan 1) perubahan pekerjaan;
Pekerjaan
2) perpanjangan Masa Pelaksanaan; dan/atau
dan/atau Masa
Pelaksanaan 3) Peristiwa Kompensasi.
39.2 Perpanjangan MasaPelaksanaan dapat diberikan oleh
Pejabat yang berwenanguntukmenandatanganiKontrak
atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal
sebagai berikut:
I II
a. perubahan pekerjaan;
b. Peristiwa Kompensasi; dan/atau
c. Keadaan Kahar.
39.3 Masa Pelaksanaan dapat diperpanjang paling kurang
sama dengan waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan
Kahar atau waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan akibat dari ketentuan pada pasal 39.2 huruf a
atau b.
39.4 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dapat menyetujui perpanjangan Masa Pelaksanaan atas
Kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan
tertulis yang diajukan oleh Penyedia dalam jangka waktu
sesuai pertimbangan yang wajar setelah Penyedia
meminta perpanjangan. Jika Penyedia lalai untuk
memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau
tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan
sesegera mungkin, maka keterlambatan seperti ini tidak
dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Masa
Pelaksanaan.
39.5 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan dan
Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak harus telah
menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk
berapa lama.
39.6 Persetujuan perubahan jadwal pelaksanaan dan/atau
perpanjangan Masa Pelaksanaan dituangkan dalam
Adendum Kontrak.
39.7 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian
pekerjaan akan melampaui Masa Pelaksanaan maka
Penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Masa
Pelaksanaan berdasarkan data penunjang. Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang
Masa Pelaksanaan secara tertulis. Perpanjangan Masa
Pelaksanaan harus dilakukan melalui adendum Kontrak.

I II
40. Perubahan 40.1 Jika Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
personel Kontrak menilai bahwa Personel Manajerial :
manajerial 1. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan
dan/atau dengan baik;
peralatan 2. tidak menerapkan prosedur SMKK; dan/atau
utama 3. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya;
maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dan menjamin Personel Manajerial tersebut
meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari
kalender sejak diminta oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
40.2 Jika Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak menilai bahwa Peralatan Utama :
1. tidak dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi
peralatan; dan/atau
2. tidak sesuai peraturan perundangan terkait beban
dan dimensi kendaraan.
maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dan menjamin peralatan utama tersebut
meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari
kalender sejak diminta oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
40.3 Dalam hal penggantian Personel Manajerial dan/atau
Peralatan Utama perlu dilakukan, maka Penyedia
berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan
kualifikasi yang setara atau lebih baik dari tenaga kerja
konstruksi dan/atau peralatan yang digantikan tanpa
biaya tambahan apapun.
40.4 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dapat menyetujui penempatan/penggantian Personel
Manajerial dan/atau Peralatan Utama menurut
kualifikasi yang dibutuhkan setelah mendapat
rekomendasi dari Pengawas Pekerjaan.
40.5 Perubahan Personel Manajerial dan/atau Peralatan
Utama harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dan dituangkan dalam adendum kontrak.
40.6 Biaya mobilisasi/demobilisasi yang timbul akibat
perubahan Personel Manajerial dan/atau Peralatan
Utama menjadi tanggung jawab Penyedia.

B.5 Keadaan Kahar


41. Keadaan Kahar 41.1 Contoh Keadaan Kahar tidak terbatas pada:
bencana alam, bencana non alam, bencana
sosial, pemogokan, kebakaran, kondisi cuaca
ekstrim, dan gangguan industri lainnya.
41.2 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal
merugikan yang disebabkan oleh perbuatan
atau kelalaian para pihak.
41.3 Dalam hal terjadi keadaan kahar, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
atau Penyedia memberitahukan tentang
terjadinya Keadaan Kahar kepada salah satu
pihak secara tertulis dengan ketentuan :
a. dalam waktu paling lambat 14 (empat belas)
hari kalender sejak menyadari atau

I II
seharusnya menyadari atas kejadian atau
terjadinya Keadaan Kahar
b. menyertakan bukti keadaan kahar; dan
c. menyerahkan hasil identifikasi kewajiban
dan kinerja pelaksanaan yang terhambat
dan/atau akan terhambat akibat Keadaan
Kahar tersebut.
41.4 Bukti Keadaan Kahar dapat berupa :
1) pernyataan yang diterbitkan oleh
pihak/instansi yang berwenang sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan;
dan/atau
2) foto/video dokumentasi Keadaan Kahar
yang telah diverifikasi kebenarannya.
41.5 Hasil identifikasi kewajiban dan kinerja
pelaksanaan dapat berupa:
a. Foto/video dokumentasi pekerjaan yang
terdampak;
b. Kurva S pekerjaan; dan
c. Dokumen pendukung lainnya (apabila ada).
41.6 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak meminta Pengawas Pekerjaan untuk
melakukan penelitian terhadap penyampaian
pemberitahuan Keadaan Kahar dan dan bukti
serta hasil identifikasi sebagaimana dimaksud
pada pasal 41.4 dan pasal 41.5
41.7 Dalam hal Keadaan Kahar terbukti, kegagalan
salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya
yang ditentukan dalam Kontrak bukan
merupakan cidera janji atau wanprestasi apabila
telah dilakukan sesuai pada pasal 41.3.
Kewajiban yang dimaksud adalah hanya
kewajiban dan kinerja pelaksanaan terhadap
pekerjaan/bagian pekerjaan yang terdampak
dan/atau akan terdampak akibat dari Keadaan
Kahar.
41.8 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, Pelaksanaan
pekerjaan dapat dihentikan. Penghentian
Pekerjaan karena Keadaan Kahar dapat bersifat
a. sementara hingga Keadaan Kahar berakhir
apabila akibat Keadaan Kahar masih
memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan;
b. permanen apabila akibat Keadaan Kahar
tidak memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.
c. sebagian apabila Keadaan Kahar hanya
berdampak pada bagian Pekerjaan; dan/atau
d. seluruhnya apabila Keadaan Kahar
berdampak terhadap keseluruhan Pekerjaan;
41.9 Penghentian Pekerjaan akibat keadaan kahar
sesuai pasal 41.8 dilakukan secara tertulis oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dengan disertai alasan penghentian
pekerjaan dan dituangkan dalam perubahan
Rencana Kerja Penyedia

I II
41.10 Dalam hal penghentian pekerjaan mencakup
seluruh pekerjaan (baik sementara ataupun
permanen) karena Keadaan Kahar, maka:
a. Kontrak dihentikan sementara hingga
keadaan kahar berakhir; atau
b. Kontrak dihentikan permanen apabila akibat
Keadaan Kahar tidak memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.
41.11 Penghentian kontrak sebagaimana pasal 41.10
dilakukan melalui perintah tertulis oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dengan disertai alasan penghentian
kontrak dan dituangkan dalam adendum
kontrak.
41.12 Dalam hal pelaksanaan Kontrak dilanjutkan,
para pihak dapat melakukan perubahan
Kontrak. Masa Pelaksanaan dapat diperpanjang
sekurang-kurangnya sama dengan jangka
waktu terhentinya Kontrak akibat Keadan
Kahar. Perpanjangan Masa Pelaksanaan dapat
melewati Tahun Anggaran.
41.13 Selama masa Keadaan Kahar, jika Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia
untuk sedapat mungkin meneruskan pekerjaan,
maka Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sebagaimana ditentukan dalam
Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang
wajar sesuai dengan kondisi yang telah
dikeluarkan untuk bekerja dalam Keadaan
Kahar. Penggantian biaya ini harus diatur dalam
suatu adendum Kontrak.
41.14 Dalam hal pelaksanaan Kontrak dihentikan
permanen, para pihak melakukan pengakhiran
kontrak dan menyelesaikan hak dan kewajiban
sesuai Kontrak. Penyedia berhak untuk
menerima pembayaran sesuai dengan prestasi
atau kemajuan hasil pekerjaan yang telah
dicapai setelah dilakukan
pengukuran/pemeriksaan bersama atau
berdasarkan hasil audit.

B.6 Penghentian, Pemutusan, dan Berakhirnya Kontrak


42. Penghentian Kontrak Penghentian Kontrak dapat dilakukan
karena terjadi Keadaan Kahar
sebagaimana dimaksud pada pasal41.
43. Pemutusan Kontrak 43.1 Pemutusan Kontrak dapat
dilakukan oleh Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani Kontrak atau
Penyedia.
43.2 Pemutusan kontrak dilakukan
dengan terlebih dahulu
memberikan surat peringatan
dari salah satu pihak ke pihak
yang lain yang melakukan

I II
tindakan wanprestasi kecuali
telahadaputusan pidana.
43.3 Surat peringatan diberikan 3
(tiga) kali kecuali pelanggaran
tersebut berdampak terhadap
kerugian atas konstruksi, jiwa
manusia, keselamatan publik,
dan lingkungan dan
ditindaklanjuti dengan surat
pernyataan wanprestasi dari
pihak yang dirugikan
43.4 Pemutusan kontrak dilakukan
sekurang-kurangnya 14
(empat belas) hari kalender
setelah Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak/Penyedia
menyampaikan
pemberitahuan rencana
Pemutusan Kontrak secara
tertulis kepada
Penyedia/Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
43.5 Dalam hal dilakukan
pemutusan Kontrak oleh salah
satu pihak maka Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani Kontrak
membayar kepada Penyedia
sesuai dengan pencapaian
prestasi pekerjaan yang telah
diterima oleh Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani Kontrak
dikurangi denda yang harus
dibayar Penyedia (apabila
ada), serta Penyedia
menyerahkan semua hasil
pelaksanaan kepada Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dan
selanjutnya menjadi hak milik
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.

44. Pemutusan Kontrak oleh Pejabat yang 44.1 Mengesampingkan Pasal 1266
berwenanguntukmenandatanganiKontrak dan 1267 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata,
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
dapat melakukan pemutusan
Kontrak apabila:
a. Penyedia terbukti
melakukan KKN,
kecurangan dan/atau
pemalsuan dalam proses
pengadaan yang
I II
diputuskan oleh Instansi
yang berwenang;
b. pengaduan tentang
penyimpangan prosedur,
dugaan KKN dan/atau
pelanggaran persaingan
sehat dalam pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa
dinyatakan benar oleh
Instansi yang berwenang;
c. Penyedia berada dalam
keadaan pailit yang
diputuskan oleh
pengadilan;
d. Penyedia terbukti
dikenakan Sanksi Daftar
Hitam sebelum
penandatanganan
Kontrak;
e. Penyedia gagal
memperbaiki kinerja;
f. Penyedia tidak
mempertahankan
berlakunya Jaminan
Pelaksanaan;
g. Penyedia lalai/cidera janji
dalam melaksanakan
kewajibannya dan tidak
memperbaiki kelalaiannya
dalam jangka waktu yang
telah ditetapkan;
h. berdasarkan penelitian
Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
Kontrak, Penyedia tidak
akan mampu
menyelesaikan
keseluruhan pekerjaan
walaupun diberikan
kesempatan untuk
menyelesaikan pekerjaan;
i. Penyedia tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan
setelah diberikan
kesempatan
menyelesaikan pekerjaan;
j. Penyedia menghentikan
pekerjaan selama 28 (dua
puluh delapan) hari
kalender dan penghentian
ini tidak tercantum dalam
jadwal pelaksanaan
pekerjaan serta tanpa
persetujuan pengawas
pekerjaan; atau
k. Penyedia mengalihkan
seluruh Kontrak bukan
dikarenakan pergantian
nama Penyedia.
I II
44.2 Dalam hal pemutusan Kontrak
dilakukan pada Masa
Pelaksanaan karena kesalahan
Penyedia, maka:
1) Jaminan Pelaksanaan
terlebih dahulu dicairkan
sebelum pemutusan
kontrak;
2) sisa uang muka harus
dilunasi oleh Penyedia atau
Jaminan Uang Muka
terlebih dahulu dicairkan
(apabila diberikan);
3) Penyedia membayar denda
(apabila ada); dan
4) Penyedia dikenakan Sanksi
Daftar Hitam
44.3 Dalam hal pemutusan Kontrak
dilakukan pada Masa
Pemeliharaan karena
kesalahan Penyedia, maka:
1) Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
Kontrak berhak untuk
tidak membayar retensi
atau terlebih dahulu
mencairkan Jaminan
Pemeliharaan sebelum
pemutusan Kontrak untuk
membiayai
perbaikan/pemeliharaan;
dan
2) Penyedia dikenakan sanksi
Daftar Hitam.
44.4 Dalam hal terdapat nilai sisa
penggunaan uang retensi atau
uang pencairan Jaminan
Pemeliharaan untuk
membiayai
pembiayaan/pemeliharaan
maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
Kontrak wajib menyetorkan
sebagaimana ditetapkan
dalam SSKK.
44.5 Pencairan Jaminan
sebagaimana dimaksud pasal
44.2 dan pasal 44.4 disertai
dengan:
a. bukti kesalahan penyedia
sesuai dengan ketentuan
Kontrak; dan
b. dokumen pendukung.
44.6 Pencairan jaminan
sebagaimana dimaksud pada
pasal 44.2 di atas, dicairkan
dan disetorkan sesuai
ketentuan dalam SSKK
I II
45. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia Mengesampingkan Pasal 1266 dan
1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata, Penyedia dapat melakukan
pemutusan Kontrak apabila:
1) Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
menyetujui Pengawas Pekerjaan
untuk memerintahkan Penyedia
menunda pelaksanaan pekerjaan
yang bukan disebabkan oleh
kesalahan Penyedia, dan perintah
penundaan tersebut tidak ditarik
selama 28 (dua puluh delapan)
hari kalender;
2) Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
menerbitkan Surat Permintaan
Pembayaran (SPP) untuk
pembayaran tagihan angsuran
sesuai dengan yang disepakati
sebagaimana tercantum dalam
SSKK.

46. PengakhiranPekerjaan 46.1 Para Pihak dapat menyepakati


pengakhiran pekerjaan dalam
hal terjadi:
1) penyimpangan prosedur
yang diakibatkan bukan
oleh kesalahan para pihak;
2) pelaksanaan kontrak tidak
dapat dilanjutkan akibat
keadaan kahar; atau
3) ruang lingkup kontrak
sudah terwujud.
46.2 Pengakhiran pekerjaan sesuai
pasal 46.1 dituangkan dalam
addendum final yang berisi
perubahan akhir dari Kontrak.

47. Berakhirnya Kontrak 47.1 Pengakhiran pelaksanaan


Kontrak dilakukan
berdasarkan kesepakatan para
pihak.
47.2 Kontrak berakhir apabila
telahdilakukan pengakhiran
pekerjaan dan hak dan
kewajiban para pihak yang
terdapat dalam Kontrak sudah
terpenuhi.
47.3 Terpenuhinya hak dan
kewajiban para pihak
sebagaimana dimaksud pada
pasal 47.2 adalah terkait
dengan pembayaran yang
seharusnya dilakukan akibat
dari pelaksanaan kontrak.

I II
48. Peninggalan Semua bahan, perlengkapan,
peralatan, hasil pekerjaan sementara
yang masih berada di lokasi kerja
setelah pemutusan Kontrak akibat
kelalaian atau kesalahan Penyedia,
dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tanpa
kewajiban perawatan/pemeliharaan.
Pengambilan kembali semua
peninggalan tersebut oleh Penyedia
hanya dapat dilakukan setelah
mempertimbangkan kepentingan
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.

C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA


49. Hak dan KewajibanPenyedia Hak-hak yang dimiliki serta
kewajiban-kewajiban yang
harus dilaksanakan oleh
Penyedia dalam
melaksanakan Kontrak,
meliputi :
a. menerima pembayaran
untuk pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan
harga dan ketentuanyang
telah ditetapkan dalam
Kontrak;
b. meminta fasilitas-fasilitas
dalam bentuk sarana dan
prasarana dari Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan
sesuai ketentuan
Kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan
pekerjaan secara
periodik kepada Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani
Kontrak;
d. melaksanakan,
menyelesaikan dan
menyerahkan pekerjaan
sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan
dan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam
Kontrak;
e. melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan
secara cermat, akurat
dan penuh tanggung
jawab dengan
menyediakan tenaga
I II
kerja, bahan-bahan,
peralatan, angkutan ke
atau dari lapangan, dan
segala pekerjaan
permanen maupun
sementara yang
diperlukan untuk
pelaksanaan,
penyelesaian dan
perbaikan pekerjaan
yang dirinci dalam
Kontrak;
f. memberikan keterangan-
keterangan yang
diperlukan untuk
pemeriksaan
pelaksanaan yang
dilakukan Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak;
g. mengambil langkah-
langkah yang memadai
dalam rangka memberi
perlindungan kepada
setiap orang yang berada
di tempat kerja maupun
masyarakat dan
lingkungan sekitar yang
berhubungan dengan
pemindahan bahan baku,
penggunaan peralatan
kerja konstruksi dan
proses produksi;
h. melaksanakan semua
perintah Pengawas
Pekerjaan yang sesuai
dengan kewenangan
Pengawas Pekerjaan
dalam Kontrak ini;
i. hak dan kewajiban lain
yang timbul akibat
lingkup pekerjaan
ditentukan di SSKK.

50. PenggunaanDokumen-DokumenKontrak dan Penyedia tidak


Informasi diperkenankan
menggunakan dan
menginformasikan dokumen
Kontrak atau dokumen
lainnya yang berhubungan
dengan Kontrak untuk
kepentingan pihak lain,
misalnya spesifikasi teknis
dan/atau gambar-gambar,
serta informasi lain yang
berkaitan dengan Kontrak,
kecuali dengan izin tertulis
dari Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
I II
Kontrak sesuai ketentuan
peraturan perundang-
undangan.

51. HakKekayaanIntelektual Penyedia wajib melindungi


Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
Kontrak dari segala tuntutan
atau klaim dari pihak ketiga
yang disebabkan
penggunaan atau atas
pelanggaran Hak Kekayaan
Intelektual oleh Penyedia.

52. PenanggunganRisiko 52.1 Penyedia


berkewajiban untuk
melindungi,
membebaskan, dan
menanggung tanpa
batas Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak beserta
instansinya terhadap
semua bentuk
tuntutan, tanggung
jawab, kewajiban,
kehilangan,
kerugian, denda,
gugatan atau
tuntutan hukum,
proses pemeriksaan
hukum, dan biaya
yang dikenakan
terhadap Pejabat
yang berwenang
untuk
menandatangani
Kontrak beserta
instansinya (kecuali
kerugian yang
mendasari tuntutan
tersebut disebabkan
kesalahan atau
kelalaian berat
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak) sehubungan
dengan klaim yang
timbul dari hal-hal
berikut terhitung
sejak Tanggal Mulai
Kerja sampai dengan
Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan :
a. kehilangan atau
kerusakan
peralatan dan
harta benda
I II
Penyedia,
Subkontraktor
(jika ada), dan
tenaga kerja
konstruksi;
b. cidera tubuh,
sakit atau
kematian tenaga
kerja konstruksi;
c. kehilangan atau
kerusakan harta
benda, dan
cidera tubuh,
sakit atau
kematian pihak
ketiga.
52.2 Terhitung sejak
Tanggal Mulai Kerja
sampai dengan
Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan,
semua risiko
kehilangan atau
kerusakan hasil
pekerjaan ini, bahan
dan perlengkapan
merupakan risiko
Penyedia, kecuali
kerugian atau
kerusakan tersebut
diakibatkan oleh
kesalahan atau
kelalaian Pejabat
yang berwenang
untuk
menandatangani
Kontrak.
52.3 Pertanggungan
asuransi yang
dimiliki oleh
Penyedia tidak
membatasi kewajiban
penanggungan
dalam pasal ini.
Dalam hal
pertanggungan
asuransi tidak
mencukupi maka
biaya yang timbul
dan/atau selisih
biaya tetap
ditanggung oleh
Penyedia.
52.4 Kehilangan atau
kerusakan terhadap
hasil pekerjaan atau
bahan yang menyatu
dengan hasil
pekerjaan sejak
Tanggal Mulai Kerja
I II
sampai dengan
Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan
harus diganti atau
diperbaiki oleh
Penyedia atas
tanggungannya
sendiri jika
kehilangan atau
kerusakan tersebut
terjadi akibat
tindakan atau
kelalaian Penyedia.

53. Perlindungan Tenaga Kerja 53.1 Penyedia dan


Subkontraktor
berkewajiban atas
biaya sendiri untuk
mengikutsertakan
Tenaga Kerja
Konstruksinya pada
programBadan
Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan
serta melunasi
kewajiban
pembayaran BPJS
tersebut sebagaimana
diatur dalam
peraturan
perundang-
undangan.
53.2 Penyedia
berkewajiban untuk
mematuhi dan
memerintahkan
Tenaga Kerja
Konstruksinya untuk
mematuhi peraturan
keselamatan
konstruksi kerja.
Pada waktu
pelaksanaan
pekerjaan, Penyedia
beserta Tenaga Kerja
Konstruksinya
dianggap telah
membaca dan
memahami
peraturan
keselamatan
konstruksi kerja
tersebut.
53.3 Penyedia
berkewajiban untuk
menyediakan kepada
setiap Tenaga Kerja
Konstruksinya
(termasuk Tenaga
I II
Kerja Konstruksi
Subkontraktor, jika
ada) perlengkapan
keselamatan kerja
yang sesuai dan
memadai.
53.4 Tanpa mengurangi
kewajiban Penyedia
untuk melaporkan
kecelakaan
berdasarkan hukum
yang berlaku,
Penyedia wajib
melaporkan kepada
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak mengenai
setiap kecelakaan
yang timbul
sehubungan dengan
pelaksanaan Kontrak
ini dalam waktu 24
(dua puluh empat)
jam setelah kejadian.

54. PemeliharaanLingkungan Penyedia berkewajiban


untuk mengambil langkah-
langkah yang memadai
untuk melindungi
lingkungan baik di dalam
maupun di luar tempat kerja
dan membatasi gangguan
lingkungan terhadap pihak
ketiga dan harta bendanya
sehubungan dengan
pelaksanaan Kontrak ini,
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan yang mengatur
mengenai pengelolaan
lingkungan hidup.

55. Asuransi 55.1 Apabila disyaratkan,


Penyedia wajib
menyediakan
asuransi sejak SPMK
sampai dengan
Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan
untuk pekerjaan/
barang/peralatan
yang mempunyai
risiko tinggi
terhadap:
a. terjadinya
kecelakaan dalam
pelaksanaan
pekerjaan atas:
I II
i. segala risiko
terhadap
kecelakaan;
ii. kerusakan
akibat
kecelakaan.
b. kehilangan;
dan/atau
c. serta risiko lain
yang tidak dapat
diduga.
55.2 Penyedia wajib
menyediakan
asuransi bagi pihak
ketiga sebagai akibat
kecelakaan di lokasi
kerja.
55.3 Besarnya asuransi
sudah
diperhitungkan
dalam penawaran
dan termasuk dalam
Harga Kontrak.

56. Tindakan Penyedia yang 56.1 Penyedia


MensyaratkanPersetujuanPejabat yang berkewajiban untuk
berwenanguntukmenandatanganiKontrakatauPenga mendapatkan lebih
wasPekerjaan dahulu persetujuan
tertulis Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak sebelum
melakukan tindakan-
tindakan berikut:
a. mensubkontrakka
n sebagian
pekerjaan yang
belum tercantum
dalam Lampiran
A SSKK;
b. menunjuk
Personel
Manajerial yang
namanya tidak
tercantum dalam
Lampiran A SSKK;
c. mengubah atau
memutakhirkan
dokumen
penerapan SMKK;
d. tindakan lain
selain yang diatur
dalam SSUK.
56.2 Penyedia
berkewajiban untuk
mendapatkan lebih
dahulu persetujuan
tertulis Pengawas
I II
Pekerjaan sebelum
melakukan tindakan-
tindakan berikut:
a. melaksanakan
setiap tahapan
pekerjaan
berdasarkan
rencana kerja dan
metode kerja;
b. mengubah syarat
dan ketentuan
polis asuransi;
c. mengubah
Personel
Manajerial
dan/atau
Peralatan Utama;
d. tindakan lain
selain yang diatur
dalam SSUK.
56.3 Tindakan lain dalam
pasal 56.1 huruf d
dan 56.2 huruf d
dituangkan dalam
SSKK

57. Laporan Hasil Pekerjaan 57.1 Pemeriksaan


pekerjaan dilakukan
selama pelaksanaan
Kontrak untuk
menetapkan volume
pekerjaan atau
kegiatan yang telah
dilaksanakan guna
pembayaran hasil
pekerjaan. Hasil
pemeriksaan
pekerjaan
dituangkan dalam
laporan kemajuan
hasil pekerjaan.
57.2 Untuk kepentingan
pengendalian dan
pengawasan
pelaksanaan
pekerjaan, seluruh
aktivitas kegiatan
pekerjaan dilokasi
pekerjaan dicatat
sebagai bahan
laporan harian
pekerjaan yang berisi
rencana dan realisasi
pekerjaan harian.
57.3 Laporan harian
berisi:
a. jenis dan
kuantitas bahan
I II
yang berada di
lokasi pekerjaan;
b. penempatan
tenaga kerja
konstruksi untuk
tiap macam
tugasnya;
c. jenis, jumlah dan
kondisi peralatan;
d. jenis dan
kuantitas
pekerjaan yang
dilaksanakan;
e. keadaan cuaca
termasuk hujan,
banjir dan
peristiwa alam
lainnya yang
berpengaruh
terhadap
kelancaran
pekerjaan; dan
f. catatan-catatan
lain yang
berkenaan
dengan
pelaksanaan
pekerjaan.
57.4 Laporan mingguan
terdiri dari
rangkuman laporan
harian dan berisi
hasil kemajuan fisik
pekerjaan dalam
periode satu minggu,
serta hal-hal penting
yang perlu
ditonjolkan.
57.5 Laporan bulanan
terdiri dari
rangkuman laporan
mingguan dan berisi
hasil kemajuan fisik
pekerjaan dalam
periode satu bulan,
serta hal-hal penting
yang perlu
ditonjolkan.
57.6 Untuk merekam
kegiatan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi,
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak dan Penyedia
membuat foto-foto
dokumentasi dan
video pelaksanaan
pekerjaan di lokasi
I II
pekerjaan sesuai
kebutuhan.
57.7 Laporan hasil
pekerjaan dibuat oleh
Penyedia, diperiksa
oleh Pengawas
Pekerjaan, dan
disetujui oleh Pejabat
yang berwenang
untuk
menandatangani
Kontrak.

58. KepemilikanDokumen Semua rancangan, gambar,


spesifikasi, desain, laporan,
dan/atau dokumen-
dokumen lain serta piranti
lunak yang dipersiapkan
oleh Penyedia berdasarkan
Kontrak ini sepenuhnya
merupakan hak milik Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
Penyedia paling lambat pada
waktu pemutusan atau
penghentianatauakhir Masa
Kontrak berkewajiban untuk
menyerahkan semua
dokumen dan piranti lunak
tersebut beserta daftar
rinciannya kepada Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
Penyedia dapat menyimpan
1 (satu) buah salinan tiap
dokumen dan piranti lunak
tersebut. Pembatasan (jika
ada) mengenai penggunaan
dokumen dan piranti lunak
tersebut di atas di kemudian
hari diatur dalam SSKK.

59. Kerjasama Antara Penyedia dan Subkontraktor 59.1 Persyaratan


pekerjaan yang
disubkontrakkan
harus
memperhatikan:
59.1.1 Dalam
hal nilai pagu
anggaran di
atas
Rp25.000.000.
000,00 (dua
puluh lima
miliar rupiah),
jenis pekerjaan
yang wajib
disubkontrakk
an
I II
dicantumkan
dalam
dokumen
pemilihan
berdasarkan
penetapan
Pejabat
Penandatangan
Kontrak dalam
dokumen
persiapan
pengadaan;
dan
59.1.2 Bagian
pekerjaan yang
wajib
disubkontrakk
an yaitu:
1) Sebagian
pekerjaan
utama yang
disubkontra
kkan kepada
penyedia
jasa
spesialis,
dengan
ketentuan:
a) Paling
banyak
2 (dua)
pekerja
an;
b) Pekerja
an
sebagai
mana
dimaks
ud pada
huruf a)
sesuai
dengan
subklasi
fikasi
SBU;
2) Sebagian
pekerjaan
yang bukan
pekerjaan
utama
kepada sub
penyedia
jasa usaha
kualifikasi
kecil dengan
ketentuan:
a) Paling
banyak
2 (dua)
I II
pekerja
an;
b) Pekerja
an
sebagai
mana
dimaks
ud pada
huruf a)
tidak
mensya
ratkan
subklasi
fikasi
SBU.
59.2 Penyedia tetap
bertanggung jawab
atas bagian pekerjaan
yang
disubkontrakkan
tersebut.
59.3 Subkontraktor
dilarang
mengalihkan atau
mensubkontrakkan
pekerjaan.
59.4 Penyedia Usaha Kecil
tidak boleh
mensubkontrakkan
pekerjaan kepada
pihak lain.
59.5 Penyedia Usaha Non
Kecil yang
melakukan
kerjasama dengan
Subkontraktor hanya
boleh melaksanakan
sesuai dengan daftar
bagian pekerjaan
yang
disubkontrakkan
(apabila ada) yang
dituangkan dalam
Lampiran A SSKK.
59.6 Lampiran A SSKK
(Daftar Pekerjaan
yang
Disubkontrakkan dan
Subkontraktor) tidak
boleh diubah kecuali
atas persetujuan
tertulis dari Pejabat
yang berwenang
untuk
menandatangani
Kontrak dan
dituangkan dalam
adendum Kontrak.

I II
59.7 Pelaksanaan
Kerjasama Antara
Penyedia dan
Subkontraktor
diawasi oleh
Pengawas Pekerjaan
dan Penyedia
melaporkan secara
periodik kepada
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak.
59.8 Apabila Penyedia
melanggar ketentuan
sebagaimana diatur
pada pasal 59.4 atau
59.5 maka akan
dikenakan denda
senilai pekerjaan
yang
disubkontrakkan
tersebut.

60. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban


untuk bekerjasama dan
menggunakan lokasi kerja
termasuk jalan akses
bersama-sama dengan
Penyedia Lain (jika ada) dan
pihak-pihak lainnya yang
berkepentingan atas lokasi
kerja. Jika dipandang perlu,
Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
Kontrak dapat memberikan
jadwal kerja Penyedia Lain di
lokasi kerja.

61. AlihPengalaman/Keahlian Dalam hal pelaksanaan


paket pekerjaan konstruksi
dengan nilaipaguanggarandi
atas Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah),
Penyedia memenuhi
ketentuan alih
pengalaman/keahlian
bidang konstruksi melalui
system kerja
praktek/magang sesuai
dengan jumlah peserta,
durasi pelaksanaan, dan
jenis keahlian yang
disepakati pada saat Rapat
Persiapan Penandatanganan
Kontrak.

I II
62. PembayaranDenda Penyedia berkewajiban
untuk membayar sanksi
finansial berupa denda
sebagai akibat wanprestasi
atau cidera janji terhadap
kewajiban-kewajiban
Penyedia dalam Kontrak ini.
Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani
Kontrak mengenakan denda
dengan memotong angsuran
pembayaran prestasi
pekerjaan Penyedia.
Pembayaran denda tidak
mengurangi tanggung jawab
kontraktual Penyedia.

63. Jaminan 63.1 Jaminan yang


digunakan dalam
pelaksanaan Kontrak
ini dapat berupa bank
garansi atau surety
bond. Jaminan
bersifat tidak
bersyarat, mudah
dicairkan, dan harus
dicairkan oleh
penerbit jaminan
paling lambat 14
(empat belas) hari
kerja setelah surat
perintah pencairan
dari Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak atau pihak
yang diberi kuasa
oleh Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak diterima.
63.2 Penerbit Jaminan
selain Bank Umum
harus telah
ditetapkan/mendapa
t rekomendasi dari
Otoritas Jasa
Keuangan (OJK)
63.3 Penggunaan Jaminan
Pelaksanaan, Jaminan
Uang Muka dan
Jaminan
Pemeliharaan sebagai
berikut:
a. Bank Umum;
b. Perusahaan
Asuransi;
c. Perusahaan
Penjaminan;atau
I II
d. Lembaga
keuangan khusus
yang menjalankan
usaha di bidang
pembiayaan,
penjaminan, dan
asuransi untuk
mendorong ekspor
Indonesia sesuai
dengan ketentuan
peraturan
perundang-
undangan di
bidang Lembaga
pembiayaan
ekspor Indonesia.

63.4 Jaminan Pelaksanaan


diberikan kepada
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak setelah
diterbitkannya Surat
Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ)
sebelum dilakukan
Penandatanganan
Kontrak dengan
besar:
a. 5% (lima persen)
dari Harga
Kontrak; atau
b. 5% (lima persen)
dari nilai HPS
untuk harga
penawaran atau
penawaran
terkoreksi di
bawah 80%
(delapan puluh
persen) nilai
HPS.
63.5 Masa berlakunya
Jaminan Pelaksanaan
paling kurang sejak
tanggal
penandatangananan
Kontrak sampai
dengan Tanggal
Penyerahan Pertama
Pekerjaan
(Provisional Hand
Over/PHO).
63.6 Jaminan Pelaksanaan
dikembalikan setelah
pekerjaan dinyatakan
selesai 100% (seratus
persen) dan diganti
dengan Jaminan
I II
Pemeliharaan atau
menahan uang
retensi sebesar 5%
(lima persen) dari
Harga Kontrak;
63.7 Jaminan Uang Muka
diberikan kepada
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak dalam
rangka pengambilan
uang muka yang
besarannya paling
kurang sama dengan
besarnya uang muka
yang diterima
Penyedia.
63.8 Nilai Jaminan Uang
Muka dapat
dikurangi secara
proporsional sesuai
dengan sisa uang
muka yang diterima.
63.9 Masa berlakunya
Jaminan Uang Muka
paling kurang sejak
tanggal persetujuan
pemberian uang
muka sampai dengan
Tanggal Penyerahan
Pertama Pekerjaan
(PHO).
63.10 Jaminan
Pemeliharaan
diberikan kepada
Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani
Kontrak setelah
pekerjaan dinyatakan
selesai 100% (seratus
persen).
63.11 Pengembalian
Jaminan Pemeliharan
dilakukan paling
lambat 14 (empat
belas) hari kerja
setelah Masa
Pemeliharaan selesai
dan pekerjaan
diterima dengan baik
sesuai dengan
ketentuan Kontrak.
63.12 Masa berlaku
Jaminan
Pemeliharaan paling
kurang sejak Tanggal
Penyerahan Pertama
I II
Pekerjaan sampai
dengan Tanggal
Penyerahan Akhir
Pekerjaan (Final
Hand Over/FHO).

D. HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT YANG BERWENANG UNTUK MENANDATANGANI


KONTRAK
64. Hak dan KewajibanPejabat yang Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-
berwenanguntukmenandatanganiKo kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
ntrak Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dalam
melaksanakan Kontrak, meliputi :
a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan
yang dilaksanakan oleh Penyedia;
b. menerima laporan-laporan secara
periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Penyedia;
c. menerima hasil pekerjaan sesuai dengan
jadwal penyerahan pekerjaan dan
ketentuan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak.
d. membayar pekerjaan sesuai dengan
harga yang tercantum dalam Kontrak
yang telah ditetapkan kepada Penyedia;
e. memberikan fasilitas berupa sarana dan
prasarana yang dibutuhkan oleh
Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; dan
f. menilai kinerja Penyedia.

65. Fasilitas Pejabat yang berwenang untuk


menandatangani Kontrak dapat
memberikan fasilitas berupa sarana dan
prasarana atau kemudahan lainnya (jika
ada) yang tercantum dalam SSKK untuk
kelancaran pelaksanan pekerjaan ini.
66. PeristiwaKompensasi 66.1 Peristiwa Kompensasi dapat
diberikan kepada Penyedia yaitu:
a. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
mengubah jadwal pekerjaan
yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran
kepada Penyedia;
c. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
memberikan gambar-gambar,
spesifikasi dan/atau instruksi
sesuai jadwal yang dibutuhkan;
d. Penyedia belum bisa masuk ke
lokasi sesuai jadwal dalam
kontrak;
e. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
menginstruksikan kepada pihak
I II
Penyedia untuk melakukan
pengujian tambahan yang setelah
dilaksanakan pengujian ternyata
tidak ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpa
ngan;
f. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
memerintahkan penundaan
pelaksanaan pekerjaan;
g. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
memerintahkan untuk mengatasi
kondisi tertentu yang tidak dapat
diduga sebelumnya yang
disebabkan/tidakdisebabkan
oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak;
atau
h. ketentuan lain dalam SSKK.
66.2 Jika Peristiwa Kompensasi
mengakibatkan pengeluaran
tambahan dan/atau keterlambatan
penyelesaian pekerjaan maka Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
berkewajiban untuk membayar ganti
rugi dan/atau memberikan
perpanjangan Masa Pelaksanaan.
66.3 Ganti rugi akibat Peristiwa
Kompensasi hanya dapat dibayarkan
jika berdasarkan data penunjang dan
perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh Penyedia kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, dapat
dibuktikan kerugian nyata.
66.4 Perpanjangan Masa Pelaksanaan
hanya dapat diberikan jika
berdasarkan data penunjang dan
perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh Penyedia kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, dapat
dibuktikan perlunya tambahan
waktu akibat Peristiwa Kompensasi.
66.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi
dan/atau perpanjangan Masa
Pelaksanaan jika Penyedia gagal atau
lalai untuk memberikan peringatan
dini dalam mengantisipasi atau
mengatasi dampak Peristiwa
Kompensasi.
E. TENAGA KERJA KONSTRUKSI DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA
67. Tenaga Kerja Konstruksi 67.1 Setiap Tenaga Kerja Konstruksi yang bekerja
pada pekerjaan ini wajib memiliki sertifikat
kompetensi kerja.
67.2 Tenaga Kerja Konstruksi selain Personel
Manajerial yang bekerja/akan bekerja pada
I II
pekerjaan ini dan belum memiliki sertifikat
kompetensi kerja, maka Penyedia wajib
memastikan dipenuhinya persyaratan sertifikat
kompetensi kerja sepanjang Masa Pelaksanaan.
68. PersonelManajerial 68.1 Personel Manajerial yang ditempatkan dan
dan/atauPeralatan dipekerjakan harus sesuai dengan yang
Utama tercantum dalam Lampiran A SSKK.
68.2 Peralatan Utama yang ditempatkan dan
digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan adalah
peralatan yang laik dan harus sesuai dengan
yang tercantum dalam Lampiran A SSKK.
68.3 Personel Manajerial berkewajiban untuk
menjaga kerahasiaan pekerjaannya. Jika
diperlukan oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, Personel Manajerial
dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk
menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah
sumpah.

F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA


69. Harga Kontrak 69.1 Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak membayar kepada Penyedia atas
pelaksanaan pekerjaan dalam Kontrak sebesar
Harga Kontrak.
69.2 Harga Kontrak telah memperhitungkan meliputi
:
1) beban pajak;
2) keuntungan dan biaya overhead (biaya
umum);
3) biaya pelaksanaan pekerjaan; dan
4) biaya penerapan SMKK.
69.3 Rincian Harga Kontrak sesuai dengan rincian
yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.
69.4 Besaran Harga Kontrak sesuai dengan
penawaran yang sebagaimana yang telah
diubah terakhir kali sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak.

70. Pembayaran 70.1 Uang Muka


a. Uang muka dibayar untuk membiayai
mobilisasi peralatan/tenaga kerja
konstruksi, pembayaran uang tanda jadi
kepada pemasok bahan/material dan/atau
untuk persiapan teknis lain.
b. Untuk usaha non kecil, uang muka dapat
diberikan paling tinggi 20% (dua puluh
persen) dari Harga Kontrak.
c. Untuk Kontrak Tahun Jamak, uang muka
dapat diberikan paling tinggi 15% (lima
belas persen) dari Harga Kontrak.
d. Besaran uang muka ditentukan dalam SSKK
dan dibayar setelah Penyedia menyerahkan
Jaminan Uang Muka paling sedikit sebesar
uang muka yang diterima.

I II
e. Dalam hal diberikan uang muka, maka
Penyedia harus mengajukan permohonan
pengambilan uang muka secara tertulis
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak disertai dengan
rencana penggunaan uang muka untuk
melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak dan
rencana pengembaliannya.
f. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak harus mengajukan
Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada
Pejabat Penandatangananan Surat Perintah
Membayar (PPSPM) untuk permohonan
tersebut pada huruf f, paling lambat 7
(tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang
Muka diterima.
g. Pengembalian uang muka harus
diperhitungkan berangsur-angsur secara
proporsional pada setiap pembayaran
prestasi pekerjaan dan paling lambat harus
lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi
100% (seratus persen).
70.2 Prestasi pekerjaan
Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang
disepakati dilakukan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak,
dengan ketentuan:
a. Penyedia telah mengajukan tagihan disertai
laporan kemajuan hasil pekerjaan;
b. pembayaran dilakukan tidak boleh melebihi
kemajuan hasil pekerjaan yang telah dicapai
dan diterima oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak;
c. pembayaran dilakukan terhadap pekerjaan
yang sudah terpasang;
d. pembayaran dilakukan dengan sistem
bulanan atau sistem termin sesuai ketentuan
dalam SSKK;
e. pembayaran harus memperhitungkan:
1) angsuran uang muka;
2) peralatan dan/atau bahan yang
menjadi bagian permanen dari hasil
pekerjaan yang akan diserahterimakan
(material on site) yang sudah dibayar
sebelumnya;
3) denda (apabila ada);
4) pajak; dan/atau
5) uang retensi.
f. untuk Kontrak yang mempunyai
subkontrak, permintaan pembayaran harus
dilengkapi bukti pembayaran kepada
seluruh Subkontraktor sesuai dengan
prestasi pekerjaan. Pembayaran kepada
Subkontraktor dilakukan sesuai prestasi
pekerjaan yang selesai dilaksanakan oleh
Subkontraktor tanpa harus menunggu
pembayaran terlebih dahulu dari Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak;
I II
g. pembayaran terakhir hanya dilakukan
setelah pekerjaan selesai 100% (seratus
persen) dan Berita Acara Serah Terima
Pertama Pekerjaan ditandatangani oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dan Penyedia;
h. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dalam kurun
waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah
pengajuan permintaan pembayaran dari
Penyedia diterima harus sudah mengajukan
Surat Permintaan Pembayaran kepada
Pejabat Penandatanganan Surat Perintah
Membayar (PPSPM);
i. apabila terdapat ketidaksesuaian dalam
perhitungan angsuran, tidak akan menjadi
alasan untuk menunda pembayaran. Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dapat meminta Penyedia untuk
menyampaikan perhitungan prestasi
sementara dengan mengesampingkan hal-
hal yang sedang menjadi perselisihan.
70.3 Material on Site
Bahan dan/atau peralatan yang menjadi bagian
dari hasil pekerjaan memenuhi ketentuan:
a. bahan dan/atau peralatan yang menjadi
bagian permanen dari hasil pekerjaan
b. bahan dan/atau peralatan yang belum
dilakukan uji fungsi (commisioning), serta
merupakan bagian dari pekerjaan utama
harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
(1) berada di lokasi pekerjaan sebagaimana
tercantum dalam Kontrak dan
perubahannya;
(2) memiliki sertifikat uji mutu dari
pabrikan/produsen;
(3) bersertifikat garansi dari
produsen/agen resmi yang ditunjuk
oleh produsen;
(4) disetujui oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak sesuai
dengan capaian fisik yang diterima;
(5) dilarang dipindahkan dari area lokasi
pekerjaan dan/atau dipindah-
tangankan oleh pihak manapun; dan
(6) keamanan penyimpanan dan risiko
kerusakan sebelum diserahterimakan
secara satu kesatuan fungsi merupakan
tanggung jawab Penyedia.
c. sertifikat uji mutu dan sertifikat garansi
tidak diperlukan dalam hal peralatan
dan/atau bahan dibuat/dirakit oleh
Penyedia;
d. besaran yang akan dibayarkan dari material
on site (maksimal sampai dengan 70%) dari
Harga Satuan Pekerjaan (HSP);
e. besaran nilai pembayaran dan jenis material
on site dicantumkan di dalam SSKK.
I II
70.4 Denda dan Ganti Rugi
a. Denda merupakan sanksi finansial yang
dikenakan kepada Penyedia, antara lain:
denda keterlambatan dalam penyelesaian
pelaksanaan pekerjaan, denda
keterlambatan dalamperbaikan Cacat Mutu,
denda terkait pelanggaran ketentuan
subkontrak.
b. Ganti rugi merupakan sanksi finansial yang
dikenakan kepada Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak maupun
Penyedia karena terjadinya cidera
janji/wanprestasi. Besarnya sanksi
gantirugi adalah sebesar nilai kerugian
yang ditimbulkan.
c. Besarnya denda keterlambatan yang
dikenakan kepada Penyedia atas
keterlambatan penyelesaian pekerjaan
adalah:
1) 1‰ (satu perseribu) dari harga bagian
Kontrak yang tercantum dalam Kontrak
(sebelum PPN); atau
2) 1‰ (satu perseribu) dari Harga
Kontrak (sebelum PPN);
sesuai yang ditetapkandalam SSKK.
d. Besaran denda cacat mutu sebesar1‰ (satu
perseribu) per hari keterlambatan
perbaikan dari nilai biaya perbaikan
pekerjaan yang ditemukan cacat mutu.
e. Besaran denda pelanggaran subkontrak
sebesar nilai pekerjaan subkontrak yang
disubkontrakkan tidak sesuai ketentuan.
f. Besarnya gantirugi sebagai akibat Peristiwa
Kompensasi yang dibayar oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
atas keterlambatan pembayaran adalah
sebesar bunga dari nilai tagihan yang
terlambat dibayar, berdasarkan tingkat
suku bunga yang berlaku pada saat itu
menurut ketetapan Bank Indonesia,
sepanjang telah diputuskan oleh lembaga
yang berwenang;
g. Pembayaran denda dan/atau ganti rugi
diperhitungkan dalam pembayaran prestasi
pekerjaan.
h. Ganti rugi kepada Penyedia dapat
mengubah Harga Kontrak setelah
dituangkan dalam addendum kontrak.
i. Pembayaran gantirugi dilakukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, apabila Penyedia
telah mengajukan tagihan disertai
perhitungan dan data-data.

71. Hari Kerja 71.1 Orang hari standar atau satu hari orang bekerja
adalah 8 (delapan) jam, terdiri atas 7 (tujuh) jam
kerja (efektif) dan 1 (satu) jam istirahat.
71.2 Penyedia tidak diperkenankan melakukan
pekerjaan apapun di lokasi kerja pada waktu
yang secara ketentuan peraturan perundang-
I II
undangan dinyatakan sebagai hari libur atau di
luar jam kerja normal, kecuali:
a. dinyatakan lain di dalam Kontrak;
b. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak memberikan izin;
atau
c. pekerjaan tidak dapat ditunda, atau untuk
keselamatan/perlindungan masyarakat,
dimana Penyedia harus segera
memberitahukan urgensi pekerjaan
tersebut kepada Pengawas Pekerjaan dan
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
71.3 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan
datanya disimpan oleh Penyedia. Daftar
pembayaran masing-masing pekerja dapat
diperiksa oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
71.4 Untuk pekerjaan yang dilakukan di luar hari
kerja efektif dan jam kerja normal harus
mengikuti ketentuan Menteri yang membidangi
ketenagakerjaan.
71.5 Pelaksanaan pekerjaan di luar hari kerja efektif
dan/atau jam kerja normal harus diawasi oleh
Pengawas Pekerjaan.

72. Perhitungan Akhir 72.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan


terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai
100% (seratus persen) dan berita acara
serahterimapertamapekerjaan telah
ditandatangani oleh kedua pihak.
72.2 Sebelum pembayaran terakhir dilakukan,
Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan
kepada Pengawas Pekerjaan rincian
perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh
tempo. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berdasarkan hasil
penelitian tagihan oleh Pengawas Pekerjaan
berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk
pembayaran tagihan angsuran terakhir paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak
tagihan dan dokumen penunjang dinyatakan
lengkap dan diterima oleh Pengawas Pekerjaan.

73. Penangguhan 73.1 Pejabat yang


berwenanguntukmenandatanganiKontrak dapat
menangguhkan pembayaran setiap angsuran
prestasi pekerjaan Penyedia jika Penyedia gagal
atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya,
termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan
sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
73.2 Pejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKontrak
secara tertulis memberitahukan kepada
Penyedia tentang penangguhan hak
pembayaran, disertai alasan-alasan yang jelas
mengenai penangguhan tersebut. Penyedia

I II
diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam
jangka waktu tertentu.
73.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus
disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau
kelalaian Penyedia.
73.4 Jika dipandang perlu oleh Pejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKontrak,
penangguhan pembayaran akibat keterlambatan
penyerahan pekerjaan dapat dilakukan
bersamaan dengan pengenaan denda kepada
Penyedia.

G. PENGAWASAN MUTU
74. Pengawasan dan Pemeriksaan Pejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKontrakber
wenang melakukan pengawasan dan
pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan
yang dilaksanakan oleh Penyedia. Pejabat
yang
berwenanguntukmenandatanganiKontrak
dapat memerintahkan kepada pihak ketiga
untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan atas semua pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia.

75. PenilaianPekerjaanSementara oleh 75.1 Pejabat yang


Pejabat yang berwenanguntukmenandatanganiKon
berwenanguntukmenandatanganiK trak dalam Masa Pelaksanaan
ontrak pekerjaan dapat melakukan penilaian
sementara atas hasil pekerjaan yang
dilakukan oleh Penyedia.
75.2 Penilaian atas hasil pekerjaan
dilakukan terhadap mutu dan
kemajuan fisik pekerjaan.

76. Pemeriksaan dan 76.1 Pejabat yang berwenang untuk


PengujianCacatMutu menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan akan memeriksa
setiap hasil pekerjaan dan
memberitahukan Penyedia secara
tertulis atas setiap Cacat Mutu yang
ditemukan. Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan dapat
memerintahkan Penyedia untuk
menemukan dan mengungkapkan
Cacat Mutu, serta menguji hasil
pekerjaan yang dianggap oleh Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan mengandung
Cacat Mutu. Penyedia bertanggung
jawab atas perbaikan Cacat Mutu
selama Masa Kontrak.
76.2 Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan memerintahkan
I II
Penyedia untuk melakukan pengujian
Cacat Mutu yang tidak tercantum
dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar,
dan hasil uji coba menunjukkan
adanya cacat mutu maka Penyedia
berkewajiban untuk menanggung
biaya pengujian tersebut. Jika tidak
ditemukan adanya Cacat Mutu maka
uji coba tersebut dianggap sebagai
Peristiwa Kompensasi.

77. PerbaikanCacatMutu 77.1 Pejabat yang berwenang untuk


menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan akan
menyampaikan pemberitahuan Cacat
Mutu kepada Penyedia segera setelah
ditemukan Cacat Mutu tersebut.
Penyedia bertanggung jawab atas
Cacat Mutu selama Masa Kontrak.
77.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu
tersebut, Penyedia berkewajiban untuk
memperbaiki Cacat Mutu dalam
jangka waktu yang ditetapkan dalam
pemberitahuan.
77.3 Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat
Mutu dalam jangka waktu yang
ditentukan maka Pejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKon
trak, berdasarkan pertimbangan
Pengawas Pekerjaan, berhak untuk
secara langsung atau melalui pihak
ketiga yang ditunjuk oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak melakukan perbaikan
tersebut. Penyedia segera setelah
menerima klaim Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak secara tertulis berkewajiban
untuk mengganti biaya perbaikan
tersebut. Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak dapat
memperoleh penggantian biaya
dengan memotong pembayaran atas
tagihan Penyedia yang jatuh tempo
(jika ada) atau uang retensi atau
pencairan Jaminan Pemeliharaan atau
jika tidak ada maka biaya penggantian
akan diperhitungkan sebagai utang
Penyedia kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak yang telah jatuh tempo.
77.4 Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak selama masa
pelaksanaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dan
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
melakukan pembayaran pekerjaan
I II
sebelum cacat mutu tersebut selesai
diperbaiki.
77.5 Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak selama masa
pemeliharaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut
dalam jangka waktu yang ditentukan
dan mengenakan denda keterlambatan
untuk setiap keterlambatan perbaikan
Cacat Mutu.
77.6 Penyedia yang tidak melaksanakan
perbaikan cacat mutu sewaktu masa
pemeliharaan dapat diputus kontrak
dan dikenakan sanksi daftar hitam.
77.7 Jangka waktu perbaikan cacat mutu
sesuai dengan perkiraan waktu yang
diperlukan untuk perbaikan dan
ditetapkan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
77.8 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
memperpanjang Masa Pemeliharaan
dalam hal jangka waktu perbaikan
cacat mutu akan melampaui Masa
Pemeliharaan.

78. KegagalanBangunan 78.1 Kegagalan Bangunan terhitung sejak


Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan
78.2 Penyedia bertanggung jawab atas
Kegagalan Bangunan selama Umur
Konstruksi yang tercantum dalam
SSKK tetapi tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun, dan dalam SSKK agar
dicantumkan lama pertanggungan
terhadap Kegagalan Bangunan yang
ditetapkan apabila rencana Umur
Konstruksi kurang dari 10 (sepuluh)
tahun.
78.3 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
bertanggungjawab atas Kegagalan
Bangunan yang terjadi setelah jangka
waktu yang ditetapkan dalam SSKK.
78.4 Penyedia berkewajiban untuk
melindungi, membebaskan, dan
menanggung tanpa batas Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak beserta instansinya terhadap
semua bentuk tuntutan, tanggung
jawab, kewajiban, kehilangan,
kerugian, denda, gugatan atau
tuntutan hukum, proses pemeriksaan
hukum, dan biaya yang dikenakan
terhadap Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
beserta instansinya (kecuali kerugian
I II
yang mendasari tuntutan tersebut
disebabkan kesalahan atau kelalaian
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak)
sehubungan dengan klaim kehilangan
atau kerusakan harta benda, dan
cidera tubuh, sakit atau kematian
pihak ketiga yang timbul dari
Kegagalan Bangunan.
78.5 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak maupun
Penyedia berkewajiban untuk
menyimpan dan memelihara semua
dokumen yang digunakan dan terkait
dengan pelaksanaan ini selama Umur
Konstruksi yang tercantum dalam
SSKK tetapi tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun.

H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
79. PenyelesaianPerselisihan/Sengketa 79.1 Para Pihak berkewajiban untuk
berupaya sungguh-sungguh
menyelesaikan secara damai semua
perselisihan yang timbul dari atau
berhubungan dengan Kontrak ini atau
interpretasinya selama atau setelah
pelaksanaan pekerjaan ini dengan
prinsip dasar musyawarah untuk
mencapai kemufakatan.
79.2 Dalam hal musyawarah para pihak
sebagaimana dimaksud pada pasal
79.1 tidak dapat mencapai suatu
kemufakatan, maka penyelesaian
perselisihan atau sengketa antara para
pihak ditempuh melalui tahapan
mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.
79.3 Selain ketentuan pada pasal 79.2
penyelesaian perselisihan/ sengketa
para pihak dapat dilakukan melalui:
a. Layanan penyelesaian sengketa
Kontrak;
b. dewan sengketa konstruksi; atau
c. Pengadilan.
79.4 Dalam hal pilihan yang digunakan
dewan sengketa untuk menggantikan
mediasi dan konsiliasi maka nama
anggota dewan sengketa yang dipilih
dan ditetapkan oleh para pihak
sebelum penandatanganan kontrak.

80. ItikadBaik 80.1 Para pihak bertindak berdasarkan


asas saling percaya yang disesuaikan
dengan hak-hak yang terdapat dalam
Kontrak.
80.2 Para pihak setuju untuk
melaksanakan perjanjian dengan
I II
jujur tanpa menonjolkan kepentingan
masing-masing pihak. Apabila selama
Kontrak, salah satu pihak merasa
dirugikan, maka diupayakan tindakan
yang terbaik untuk mengatasi
keadaan tersebut.

I II
II. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK

Pasal Ketentuan Data


dalam
SSUK

4.1 & 4.2 Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut:

Satuan Kerja Pejabat yang berwenang untuk


menandatangani Kontrak : Kanwil Kementerian Agama
Provinsi Jawa Tengah

Nama :
Alamat : .
Website :
E-mail : [diisi eamailPejabat yang
berwenanguntukmenandatanganiKon
trak]
Faksimili : ..........[diisi nomorfaksimiliPejabat
yang
berwenanguntukmenandatanganiKon
trak]

Penyedia : ……………….
Nama : ……………
Alamat : …………… ………
E-mail : ……………..
Faksimili : ………………..

4.2 & 5.1 Wakil Sah Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:
Para Pihak
Untuk Pejabat yang berwenang untukmenandatangani
Kontrak:
Nama :
Berdasarkan Surat Keputusan Pejabat
yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
berdasarkan Surat Keputusan kepala
kantor wilayah kementerian agama
provisni jawa tengah
Untuk Penyedia:
Nama : …………..
Berdasarkan ……………..

6.3.b & Pencairan Jaminan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara
6.3.c Jaminan
44.4
&44.6

27.1 Masa Masa Pelaksanaan selama 120. (seratus dua puluh) hari
Pelaksanaan kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang
tercantum dalam SPMK.
27.4 Masa 1. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian
Pelaksanaan Kontrak) …………… [diisi bagian pekerjaannya]
untuk Serah selama ......... [diisi jumlah hari kalender dalam
I II
Terima angka dan huruf] hari kalender terhitung sejak
Sebagian Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK.
Pekerjaan 2. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian
(Bagian Kontrak) …………… [diisi bagian pekerjaannya]
Kontrak) selama ......... [diisi jumlah hari kalender dalam
angka dan huruf] hari kalender terhitung sejak
Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK.
3. Dst.

Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah terima
sebagian pekerjaan (secara parsial) sesuai dengan yang
dicantumkan dalam dokumen pemilihan (rancangan
kontrak)

33.8 Masa Masa Pemeliharaan berlaku selama 180 (seratus delapan


Pemeliharaan puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).

33.19 Serah Terima Dalam Kontrak ini diberlakukan serah terima pekerjaan
Sebagian sebagian atau secara parsial untuk bagian kontrak
Pekerjaan sebagai berikut:
(Bagian 1. ............
Kontrak)
2. ............
3. Dst

[diisi bagian pekerjaan yang akan dilakukan serahterima


Sebagian pekerjaan (secara parsial sesuai dengan yang
dicantumkan dalam dokumen pemilihan (rancangan
kontrak)

33.22 Masa 1. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian


Pemeliharaan Kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya]
untuk Serah selama ......... [diisi jumlah hari kalender dalam
Terima angka dan huruf] hari kalender terhitung sejak
Sebagian tanggal penyerahan pertama bagian pekerjaan
Pekerjaan …………… [diisi bagian pekerjaannya].
(Bagian 2. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian
Kontrak) Kontrak) …………… [diisi bagian pekerjaannya]
selama ......... [diisi jumlah hari kalender dalam
angka dan huruf] hari kalender terhitung sejak
tanggal penyerahan pertama bagian pekerjaan
…………… [diisi bagian pekerjaannya].
3. Dst.

Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah terima
sebagian pekerjaan (secara parsial) dan sudah ditetapkan
dalam Dokumen Pemilihan.

35.1 Gambar As Gambar ”As built” diserahkan paling lambat 7 (Tujuh.)


Built dan dan/atau pedoman pengoperasian dan
Pedoman perawatan/pemeliharaan harus diserahkan paling
Pengoperasian
I II
dan lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah Tanggal
Perawatan/ Penyerahan Pertama Pekerjaan.
Pemeliharaan
38.7 Penyesuaian Penyesuaian harga …………….. [dipilih: diberikan/tidak
Harga diberikan] dalam hal diberikan maka rumusannya
sebagai berikut:
Hn = Ho(a+[Link]/Bo+[Link]/Co+[Link]/Do+.....)
Hn = HargaSatuanpadasaatpekerjaandilaksanak
an;
Ho = HargaSatuanpadasaathargapenawaran;
A = Koefisientetapyangterdiriataskeuntungand
anoverhead,
dalamhalpenawarantidakmencantumkanb
esaran
komponenkeuntungandanoverheadmakaa
=0,15
b,c, = Koefisienkomponenkontraksepertitenagake
d rja,bahan, alat kerja,dsb;
Penjumlahana+b+c+d+....dstadalah1,00
Bn,C = Indekshargakomponenpada bulan
n,Dn saatpekerjaandilaksanakan
Bo,C = Indekshargakomponenpadabulanpenyamp
o,Do aian penawaran.

Rumusan tersebut diatas memperhatikan hal-hal sebagai


berikut:
a) Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja, alat kerja,
bahan bakar, dan sebagainya ditetapkan seperti
contoh sebagai berikut:
KoefisienKomponen
Pekerjaan
a. b. c. d. a+b+c+d
Timbunan 0,15 …. …. …. 1,00
Galian 0,15 …. …. …. 1,00
Galian 0,15 …. …. …. 1,00
dengan alat
Beton 0,15 …. …. …. 1,00
Betonbertula 0,15 …. …. …. 1,00
ng
b) Koefisien komponen kontrak ditetapkan oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dari perbandingan antara harga bahan, tenaga kerja,
alat kerja, dan sebagainya (apabila ada) terhadap
Harga Satuan dari pembobotan HPS dan
dicantumkan dalam Dokumen Pemilihan
(Rancangan Kontrak).
c) Indeks harga yang digunakan bersumber dari
penerbitan BPS.
d) Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam
penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang
dikeluarkan oleh instansi teknis.
e) Rumusan penyesuaian Harga Kontrak ditetapkan
sebagai berikut:

I II
Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+....
dst
Pn = Harga Kontrak setelah dilakukan
penyesuaian Harga Satuan;
Hn = Harga Satuan baru setiap jenis
komponen pekerjaan setelah dilakukan
penyesuaian harga menggunakan
rumusan penyesuaian Harga Satuan;
V = Volume setiap jenis komponen
pekerjaan yang dilaksanakan.
f) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak, apabila Penyedia telah mengajukan tagihan
disertai perhitungan beserta data-data dan telah
dilakukan audit sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
g) Penyedia dapat mengajukan tagihan secara berkala
paling cepat 6 (enam) bulan setelah pekerjaan yang
diberikan penyesuaian harga tersebut dilaksanakan.
h) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak, apabila Penyedia telah mengajukan tagihan
disertai perhitungan beserta data-data dan telah
dilakukan audit sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

45.b Pembayaran Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP
Tagihan oleh Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak untuk pembayaran tagihan angsuran adalah 7.
(tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang yang tidak
diperselisihkan diterima oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.

49.(i) Hak dan Hak dan kewajiban Penyedia :


Kewajiban 1. Menerima fasilitas berupa lokasi pekerjaan,
Penyedia termasuk akses jalan, lokasi tempat material/
gudang,
2. Menerima pembayaran sesuai termin
3. Administrasi berupa surat menyurat yang
dibutuhkan dalam rangka pengurusan izin.
Kewajiban Penyedia :

1. Menyelesaikan Seluruh Pekerjaan secara tepat


waktu sesuai dengan spesifikasi teknis yang
ditetapkan dalam kontrak
2. Memelihara bangunan (hasil pekerjaan) selama
180 hari kalender

[diisihak dan kewajibanPenyedia yang


timbulakibatlingkuppekerjaanselain yang
sudahtercantumdalam SSUK]
I II
56.3 Tindakan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan
Penyedia yang persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
Mensyaratkan menandatangani Kontrak adalah .................... [diisi selain
Persetujuan yang sudah tercantum dalam SSUK, apabila ada]
Pejabat yang
berwenang
untuk 1. Pelaksaan pekerjaan arsitektural (warna cat,
menandatang motif Granit, Keramik, model plafond, warna
ani Kontrak ACP, atap, dan semua komponen pekekerjaan
arsitektural)
2. Pekerjaan sanitasi, pembuangan air kotor dan
instalasi air bersih.
3. Pekerjaan mekanikal dan elektrikal (pemasangan
titik lampu dan spesifikasi bahan yang di
gunakan)

56.3 Tindakan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan


Penyedia yang persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah ....................
Mensyaratkan [diisi selain yang sudah tercantum dalam SSUK, apabila
Persetujuan ada]
Pengawas
Pekerjaan 1. Semua pekerjaan Struktur dan arsitektural dalam
pelaksanaan pekerjaan.
2. Pemasangan begesting, besi dan pekerjaan beton,
3. Penggunaan bahan/ material yang akan di
gunakan / di pasang.
4. Metode pelaksanaan pekerjaan yang akan di
kerjakan.

58 Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen


Dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan
Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai berikut:
.................... [diisi batasan/ketentuan yang dibolehkan
dalam penggunaannya, misalnya: untuk penelitian/riset
setelah mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak]

1. Di pergunakan untuk memperlancar pekerjaan


Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru MIN 1
Grobogan
2. Menghitung pekerjaan tambah kurang dalam
pekerjaan ini,
3. Tidak boleh digunakan untuk kepentingan
komersial pada pihak lain

65 Fasilitas Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak


akan memberikan fasilitas berupa : .................... [diisi
I II
fasilitas milik Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak yang akan diberikan kepada
Penyedia untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan
ini(apabila ada)]

1. Lokasi pekerjaan
2. Akses ke lokasi pekerjaan
3. Administrasi (surat menyurat terkait pengurusan
Izin/ pekerjaan yang memerlukan surat dari
instansi)

66.1.(h) Peristiwa Termasuk Peristiwa Kompensasi yang dapat diberikan


Kompensasi kepada Penyedia adalah ..................... [diisi apabila ada
Peristiwa Kompensasi lain, selain yang telah tertuang
dalam SSUK]

70.1.(e) Besaran Uang Tidak ada pemberian Uang Muka


Muka
70.2.(d) Pembayaran Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara:
Prestasi Termin
Pekerjaan 1. Termin I sebesar 10 % dari Nilai kontrak dibayarkan
setelah prestasi pekerjaan sebesar 15%
2. Termin II sebesar 20 % dari Nilai kontrak dibayarkan
setelah prestasi pekerjaan sebesar 35%
3. Termin III sebesar 25 % dari Nilai kontrak dibayarkan
setelah prestasi pekerjaan sebesar 60%
4. Termin IV sebesar 20 % dari Nilai kontrak dibayarkan
setelah prestasi pekerjaan sebesar 80%
5. Termin V sebesar 20 % dari Nilai kontrak dibayarkan
setelah prestasi pekerjaan sebesar 100%
6. Termin VI sebesar 5 % dari Nilai kontrak dibayarkan
setelah menyerahkan jaminan pemeliharaan sebesar
5% dari nilai kontrak.
Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk
mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan :
1. Surat Permohonan Pembayaran termin
2. Laporan Hasil Pekerjaan (Progres report)
3. Hasil Uji laboratorium Material/ bahan yang sudah
terpasang sesuai spesifikasi teknis
4. Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan
5. Berita Acara Penyelesaian pekerjaan
6. BAST (untuk pencairan termin terakhir)
7. Dokumen Alih Penegetahuan / Teknologi
Penggunaan dan pemeliharaan Gedung
8. Jaminan pemeliharaan (untuk pencairan retensi)

70.3.(e) Pembayaran Penentuan dan besaran pembayaran untuk bahan


Bahan dan/atau peralatan yang menjadi bagian permanen dari

I II
dan/atau pekerjaan utama (material on site), ditetapkan sebagai
Peralatan berikut:
1. ....[diisi bahan/peralatan].... dibayar .......% dari harga
satuan pekerjaan;
2. ....[diisi bahan/peralatan].... dibayar .......%dari harga
satuan pekerjaan;
3. ..............dst.

[contoh yang termasuk material on site peralatan:


eskalator, lift, pompa air stationer, turbin, peralatan
elektromekanik;
bahan fabrikasi: sheet pile, geosintetik, konduktor, tower,
insulator,wiremesh pabrikasi
bahan jadi: beton pracetak]
[contoh yang tidak termasuk material on site: pasir, batu,
semen, aspal, besi tulangan]

70.4.(c) Denda akibat Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk
Keterlambatan setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu)
dari harga kontrak (sebelum PPN)[diisi dengan memilih
salah satu dari Harga Kontrak atau harga Bagian Kontrak
yang tercantum dalam Kontrak dan belum
diserahterimakan apabila ditetapkan serah terima
pekerjaan secara parsial]

78.2 Umur a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki Umur Konstruksi


Konstruksi dan selama 15 (limabelas.) tahun sejak Tanggal
Pertanggungan Penyerahan Akhir Pekerjaan.
terhadap [diisi sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen
Kegagalan perancangan]
Bangunan b. Pertanggungan terhadap Kegagalan Bangunan
ditetapkan selama 15 (limabelas.) tahun sejak
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
[diisi sesuai dengan umur rencana pada huruf a
apabila umur konstruksinya tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun]

I II
LAMPIRAN A SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK

DAFTAR HARGA SATUAN TIMPANG*)

Harga
Harga %
Mata Satuan Satuan
No Kuantitas Satuan Terhadap Keterangan
Pembayaran Ukuran Penawaran
HPS (Rp) HPS
(Rp)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*)Didapatkan dari pokja pemilihan (apabila ada)

DAFTAR PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKKAN DAN SUBKONTRAKTOR (apabila ada)

1) Pekerjaan Utama
Bagian Pekerjaan
Nama Alamat Kualifikasi
No yang **) Subkontraktor**) Subkontraktor**)
Keterangan
Subkontraktor
Disubkontrakkan*)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

2) Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama


Bagian Pekerjaan
Nama Alamat Kualifikasi
No yang **) Subkontraktor**) Subkontraktor**)
Keterangan
*)
Subkontraktor
Disubkontrakkan
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontraksewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

DAFTAR PERSONEL MANAJERIAL

Jabatan Pengalaman
Nama Sertifikat
dalam Tingkat Kerja
No Personel Kompetensi Keterangan
Pekerjaan Pendidikan/Ijazah Profesional
Manajerial Kerja*)
ini*) (Tahun)*)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontraksewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

I II
DAFTAR PERALATAN UTAMA

Nama Merek Status


Kapasitas Jumlah Kondisi
No Peralatan dan **) **) **)
Kepemilikan Keterangan
Utama *) Tipe **) **)

1 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..


2 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontraksewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

I II

Anda mungkin juga menyukai