Analisis Lokasi Gedung Bioskop Kendari
Analisis Lokasi Gedung Bioskop Kendari
LOKASI TAPAK
28
60 M
100 M
29
Data-data mengenai tapak:
1. Fungsi : Gedung Bioskop
2. Luas Tapak : ± 6,000 m²
3. KDB : 60 : 40 = Terbangun : Tidak terbangun
4. GSB : 25 m dari as jalan
5. Kondisi Tapak : Datar, tidak berkontur.
Analisa Tapak
1. Data Teknis Lahan
Lokasi tapak merupakan lokasi yang strategis bagi rencana kawasan
hiburan dan wisata sesuai dengan fungsi dari kawasan itu sendiri yang
terletak di Kota Kendari
Lokasi tapak memiliki batasan sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Perumahan
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut
c. Sebelah Barat berbatasan dengan Hotel Swiss Bell Kendari
d. Sebelah Timur berbatasan dengaan lahan kosong
e. Akses (pencapaian dan sirkulasi sekitar tapak)
2. Orientasi Matahari dan Arah Angin
3. Kebisingan
3. Kebisingan
Pada proses pelayanan pada area dalam bangunan dibutuhkan suatu
ketenangan, agar dalam proses kegiatan didalam memberikan nuansa harmonis
sehingga proses pelayanan kegiatan efektif. Dengan kata lain, diperlukan
pereduksian kebisingan yang berasal dari jalur lalu lintas kendaran ataupun yang
lain-lain yang berada pada tiap sisi jalan yang diduga dapat mengakibatkan
kebisingan. Oleh karena itu perlunya mempergunakan berbagai aspek, diantaranya
barier berupa pagar dan pohon pada bagian penghalang dibagian eksterior.
Mengingat lokasi ini dilalui oleh kendaraan maka sumber bising yang terjadi
berasal dari kendaraan dimana frekuensi kendaraan paling tinggi adalah jalan
30
Ekonomi . Untuk meredakan kebisingan dari kendaraan digunakan pohon
pelindung.
SEBELAH UTARA
TINGKAT KEBISINGAN
SEDANG
SEBELAH TIMUR
TINGKAT KEBISINGAN
RENDAH
SEBELAH BARAT
TINGKAT KEBISINGAN
SEDANG
SEBELAH SELATAN
TINGKAT KEBISINGAN
TINGGI
31
LAHAN KOSONG
LAHAN KOSONG
LAHAN KOSONG
ARAH ANGIN
MATAHARI TERBIT
MATAHARI TERBENAM
ARAH ANGIN
32
Melihat kondisi tapak menghadap ke arah Utara, menyebabkan
masuknya sinar matahari pada pagi hari yaitu sebelah timur. Oleh karena
itu hal tersebut dapat diatasi dengan meminimaliskan bukaan. Untuk
bagian luar (eksterior), meminimalisir pencahayaan matahari dan angin
terhadap bangunan serta fasilitas
yang berada di luar, memanfaatkan tanaman peneduh sebagai pereduksi panas dan
angin misalnya kiara payung dapat dimanfaatkan keberadaannya. Pemenuhan
kebutuhan visual berupa cahaya untuk penglihatan dapat ditempuh secara alami
dengan bantuan sinar matahari ataupun secara buatan dengan bantuan lampu.
Namun untuk mencapai system pencahayaan alami yang baik, diperlukan suatu
rekayasa sehingga cahaya matahari yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal
tanpa menimbulkan efek yang kurang menguntungkan seperti panas dan silau.
6. Zoning
Penentuan zoning berdasarkan sifat dan karakter pada setiap kegiatan
yaitu :
a. Kegiatan yang bersifat publik
Terdiri atas pengunjung yang ingin mendapatkan pelayanan pada saat
di gedung Bioskop
b. Kegiatan yang bersifat semi publik
Terdiri atas pengunjung/pelaku kegiatan yang melakukan aktifitas
dalam maupun luar bangunan.
c. Kegiatan yang bersifat privat
Kegiatan yang bersifat privat terdiri atas pengelola serta pengunjung
(konsumen) yang melakukan kegiatan dalam area bangunan.
d. Kegiatan yang bersifat service
Penentuan zoning akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
a) Interaksi antara setiap kegiatan
b) Pencapaian yang efektif.
33
Sistem sirkulasi dalam tapak didasarkan atas pertimbangan :
Jenis kegiatan dan pelaku kegiatan dalam site :
1. Pola pergerakan pelaku kegiatan menuju kedalam bangunan
2. Perletakan main entrance (pintu masuk), side entrance (pintu keluar), dan
service entrance.
3. Kemudahan, kejelasan, keamanan, dan kenyamanan sirkulasi.
Pencapaian pada tapak memiliki bentuk radial, sirkulasi yang berkembang
atau berhenti pada sebuah titik pusat..Sistem ini juga dapat menjadikan
objek sebagai point interest(titik objek).
34
Sistem sirkulasi dalam tapak didasarkan atas pertimbangan :
Jenis kegiatan dan pelaku kegiatan dalam site :
1) Pola pergerakan pelaku kegiatan menuju kedalam bangunan
2) Perletakan main entrance (pintu masuk), side entrance (pintu keluar),
3) Dan service entrance.
4) Kemudahan, kejelasan, keamanan, dan kenyamanan sirkulasi.
Pencapaian pada tapak memiliki bentuk radial, sirkulasi yang berkembang
atau berhenti pada sebuah titik pusat.. Sistem ini juga dapat menjadikan objek
sebagai point interest ( titik objek ).
35
Gambar 4.8 : Sistem Pencapaian Frontal
Sumber : Hakim dan Utomo, 2002
36
Sumber : Hakim dan Utomo, 2003
c) Parkir 45 º
37
d) Parkir 60 º
38
nyaman untuk mendapatkan tata ruang sesuai dengan karakter bangunan yang
diciptakan, maka hal uang perlu dipertimbangkan,yaitu :
a. Sesuai dengan pola dan kondisi site yang ada.
b. Mengikuti peraturan bangunan setempat
39
Beberapa cara yang dapat dipakai untuk menciptakan bentuk-bentuk yang
dinamis :
1. Bentuk dinamis
Dapat diciptakan dari susunan atau komposisi masa dari bentuk geometri yang
sama yang tidak monoton seperti diputar, digeser ataupun ditumpang tindih.
Persenyawaan bentuk-bentuk geometri, jika dua buah bentuk yang berbeda
geometri atau perbenturan orientasinya dan saling menembus batas masing-
masing, maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan
supremasi dan dominasi visual. Pada situasi semacam ini dapat terjadi :
a) Kedua bentuk dapat saling menunjang identitas masing-masing dan
menyatu menciptakan bentuk terpusat baru.
b) Salah satu dari kedua bentuk tersebut dapat menerima bentuk yang
lain secara keseluruhan didalam ruangannya.
c) Kedua bentuk tersebut dapat dipertahankan identitas masing-masing
dan bersama-sama memiliki bagian volume yang saling berkaitan.
d) Kedua bentuk dapat saling dan dihubungkan oleh unsur ketiga yang
serupa geometrinya dengan salah satu dari bentuknya.
2. Komposisi Bentuk-bentuk tak Beraturan
Bentuk-bentuk tak beraturan adalah bentuk-bentuk yang bagian-bagian tidak
serupa dan hubungan antara bagian-bagiannya tidak konsisten, pada unmumnya
bentuk-bentuk ini tidak simetris dan lebih dinamis jika dibandingkan dengan
bentuk-bentuk beraturan.
3. Penampilan Bangunan
Penampilan bangunan merupakan faktor yang sangat menentukan
keberhasilan suatu perencanaan. Dalam hal ini, penampilan bangunan dari
luar maupun tata ruang dalam bangunan harus menunjukan ciri dan
karakter, serta aktivitas yang terjadi dalam bangunan.
Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pendekatan penampilan
bangunan adalah sebagai berikut:
a. Tuntutan fungsi dari unit-unit kegiatan dalam bangunan.
40
b. Karakter filosofi bangunan yang menuntut penampilan bangunan dan
kenyamanan, di mana penataan massa bangunan sangat berpengaruh.
c. Keserasian serta proporsi bangunan terhadap lingkungan di sekitarnya.
d. Efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan ruang.
10. Utilitas Bangunan
a. Sistem Pencahayaan
1. Pencahayaan alami
Pada siang hari pencahayaan alami di gunakan semaksimal mungkin,
terutama pada ruang luas seperti daerah public (hall) namun menghindari sinar
matahari langsung untuk mencegah panas dan kesilauan.
Bukaan juga di perlukan untuk pencahayaan, di perlukaan bukaan pada
ruang studio 1/5 dari luas lantai, sedangkan untuk ruang pengelola 1/6 dari luas
lantai. Selain bukaan desain kanopi pada bagian luar bangunan untuk menghindari
sinar matahari langsung.
Penggunaan material kaca juga di perhtikan, secara prinsip ruag
berdinding kaca akan lebih panas karena kaca meneruskan panas.
2. Pencahayaan buatan
41
1. System penghawaan alami
Gambar 4.14 : AC
Sumber : [Link]
c. Instalasi Listrik
Kebutuhan listrik dibutuhkan sebagai sumber tenaga untuk pencahayaan
buatan dan peralatan elektronik lainnya. Untuk itu ada beberapa dasar
pertimbangan yang harus diperhatikan, antara lain :
42
1. Keteraturan jaringan listrik yang masuk ke dalam tapak
2. Daya listrik yang dibutuhkan sesuai dengan peralatan yang digunakan
d. System komunikasi
Pendekatan system komunikasi yang dapat digunakan berupa :
1. Intercom untuk hubungan antar ruang dalam bangunan
43
Gambar 4.16 : Telepon System
Sumber :[Link]
44
Gambar 4.18 : Lan dan Wireless
Sumber :[Link]
45
a. Pencegahan Pasif:
1. Tangga kebakaran
- Jarak tangga kebakaran disetiap ruang efektif tanpa ruang
sirkulasi maksimal 25 meter
- Lebar tangga minimum 1,2 meter
2. Pintu kebakaran
Lebar pintu minimal 90 cm, dengan indeks tahan api selama 2 jam
(buka keluar dan tutup secara otomatif.
3. Koridor
Lebar koridor minimal 120 meter.
4. Penerangan darurat
- Sumber daya baterai
- Lampu petunjuk dan penerangan pada pintu keluar, tangga
kebakaran dan koridor
- Sumber daya listrik darurat dapat berupa baterai dan genset yang
harus dapat bekerja setiap saat penerangan darurat, sprinkler,
alarm, hydrant, pengisap asap.
b. Pencegahan Aktif
a. Fire Alarm System
Alat untuk mendeteksi sedini mungkin adanya bahaya kebakaran
secara otomatis, yaitu terdiri dari head detector dan fire detector. Dapat
melayani area pelayanan seluas 90 m 2/lantai.
46
Gambar 4.19 : Fire Alarm System
Sumber :[Link]
b. Splinker
Alat ini dapat bekerja secara otomatis bila suhu ruangan mencapai
titik [Link] area yang dilayani 25 m 2. Jarak antara sprinkler 9 m.
Media pemadam dapat berupa air, gas, atau busa khusus.
47
d. Pemadam api dengan kabut dan bahan kimia
Untuk menghindari kerusakan barang-barang elektrolit, maka
perlu digunakan pemadam kebakaran dengan kabut dan kimia meliputi:
- Kabut dihasilkan dengan sistem penyemprotan berputar
- Bahan busa karbon
- Karbondioksida (CO2 meredam api dengan menggantikan Oksigen
(O2)
- Bahan kimia kering, dalam keadaan panas serbuk ini berubah
menjadi gas.
- Area pelayanan 200-250 m 2 dengan jarak antar alat 20-25 m dan
diletakkan pada tempat yang mudah dicapai.
e. Smoke detector
Untuk mencegah merambatnya asap dan api dengan cepat, maka
perlu diatasi dengan:
- Pendeteksian api dan asap sedini mungkin
- Mengeluarkan asap dari tempat kebakaran
f. Penanggulangan api dengan splinker, fire hydrant, dan bahan kimia
portable
Antena
Daerah Perlindungan
Elektroda Pertahanan 48
Terminal tanah
49
g. Sistem Pengaman Terhadap Pancurian
Perencanaan pengamanan terhadap pencurian antara lain:
a. Meletakkan lubang ventilasi yang sukar dijangkau.
50
a. Perhitungan mudah dan sederhana
b. Diameter pipa direncanakan untuk melayani jumlah penduduk dalam
daerah tertentu
c. Pemasangan pipa cukup sederhana
d. Jumlah katub yang digunakan bisa dibatasi
Kerugiannya antara lain:
a. Karena adanya pipa buntu, maka akan terjadi pengumpulan sediman
di ujung pipa
b. Kran akan membuang sedimen diperlukan pada setiap ujung cabang
c. Pada saat salah satu bagian diperbaiki, maka keseluruhan cabang
harus dihentikan.
2. Sistem tertutup
51
Sistem tertutup adalah sistem dimana setiap percabangan pipa
dihubungkan satu dengan yang lain. Keuntungannya:
a. air bersirkulasi terus menerus
b. akibat pipa tersambung dengan yang lain, maka air akan tersedia pada
setiap ujung pipa dengan kehilangan enersi minimum
c. pada saat terjadi kebakaran, tidak akan kesulitan dalam jumlah air
yang dibutuhkan
d. pada waktu perbaikan hanya sebagian kecil saja daerah yang tidak
menerima pengaliran air.
Kerugiannya antara lain:
a. diperlukan banyak katub
b. diametar pipa lebih besar dan jumlah pipa yang diperlukan juga lebih
panjang
c. analisa kapasitas, tekanan dan kecepatan sangat rumit
d. biaya pemasangan pipa lebih mahal
3. Sistem melingkar
52
Sistem melingkar merupakan perpaduan antara sistem percabangan
dan sistem tertutup.
4. Sistem radial
Sistem ini memanfaatkan beberapa reservoir pembagi air, untuk
melayni suatu wilayah tertentu.
53
Gambar 4.28: Distribusi Air dengan Sistem Radial
Sumber: Materi Kuliah Utilitas, 2006
54
water) berasal dari kegiatan manusia (cuci piring, cuci pakaian, mengepel
lantai, kegiatan mandi, cuci kendaraan dan sebagainya). Air ini, jika bebas
dari bahan pelumas lain serta bahan larutan kimia, dapat dimanfaatkan
kembali untuk menyiram tanaman, dan sebagainya atau dioleh secara
biologis sebelum dirembeskan ke dalam tanah atau dikembalikan ke
sungai. Air sabun dapat disalurkan lewat saluran terbuka.
55
Tinja merupakan kotoran manusia berbentuk cair maupun padat
(1,5 liter/orang/hari) ditambah air siram. Karena tinja mengandung
kolibakteri dan kuman lain yang dapat menggangu kesehatan manusia
serta berbau tidak sedap, maka harus disalurkan dalam pipa tertutup.
Sebagai bahan organik, tinja mengalami proses fermentasi yang
membutuhkan lubang hawa pada titik tertinggi sehingga gas yang terjadi
dapat menguap.
5. Penanganan bau sampah
Timbunan sampah tentunya menimbulkan bau dan untuk penanganan
bau sampah ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan
teknologi dry anaerobic destigation seperti yang diterapkan pada TPA
Cipayung, Depok - Jawa Barat. Proses pengolahannya dimulai dari
sampah datang, sampah yang telah dipilah dimasukkan ke dalam modul
ruang kedap udara. Kelembababn udara dalam modul tersebut diatur
dengan sistem komputerisasi. Modul-modul tersebut terbuat dari beton
yang sangat kuat. Proses pengolahan dari awal sampai akhir semuanya
dilakukan dalam keadaan tertutup. Dengan demikian akan minim bau dan
kalau pun ada bau yang dihasilkan adalah bau organik.
Selain melalui metode di atas, penanganan bau sampah dapat pula
dilakukan dengan memanfaatkan elemen-elemen arsitektural seperti
vegetasi dan air. Tanaman yang dapat digunakan untuk menetralisir bau
adalahChlorophytum comosum. Tumbuhan Chlorophytum comosumatau
lebih dikenal dengan namaSpider Plant ini tidak hanya menebar pesona
karena keindahanya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena
manfaatnya. Manfaat yang bisa didapat dari tanaman ini adalah
kemampuan Chlorophytum comosum dalam menyerap Toksik dan
polutan.
56
Gambar 4.29: Jenis-Jenis Tanaman Spider Plant( Chlorophytum comosum)
Sumber: [Link]
toksik-diserap/, 2018
57
Zona ini merupakan ruang yang sangat privat/pribadi, tidak
semua orang masuk tidak terkecuali orang berkepentingan. Termasuk
didalam ruang pengelola pelayanan.
d) Zona Service
Merupakan kelompok ruang yang aktifitasnya bersifat
service/melayani termasuk kelompok ruang ini adalah gudang, toilet,
lavatory.
2. Pola Hubungan Kelompok Ruang secara Umum
a. Investor/Pengelola
58
Investor adalah orang atau badan usaha yang menanamkan modal untuk
membangun dan mengembangkan sebuah fasilitas tetapi tidak mengurusi masalah
manajemen, akan tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pimpinan yang di
tunjuknya.
b. Pimpinan manajemen
Orang atau badan usaha yang menjalankan manajemen sebuah badan usaha
serta mengawasi kegiatan administrasi dan opersional dari sebuah usaha tersebut.
Pada pelayanan pasar sentral di pomalaa di sebut dengan nama pengelola atau
manager. Pengelola disini dibantu oleh wakilnya dan disebut wakil manager.
c. Staf dan bagian Umum dan Sarana
1) Pengunjung/penonton
Kegiatan utama dari pengunjung adalah untuk menonton film yang sedang diputar.
59
Selain itu, ada beberapa kegiatan yang lain. Diantaranya yaitu mengobrol,
bersantai di café sambil menunggu, dan lain sebagainya.
2) Pengelola
Pengelola dari bioskop ini dapat dibagi menjadi beberapa pelaku, yaitu:
- Direktur utama
- Sekretaris
- Keuangan
- Administrasi
- Divisi Film
3) Karyawan
1) Pengunjung
- Menonton film
- Membeli soufenir
- Makan/minum
2) Pengelola
- Direktur utama
60
Memimpin keseluruhan kegiatan
Mengawasi karyawan
Ibadah
Istirahat
Mengadakan Pertemuan
Makan/minum
- Sekretaris
Mengatur jadwal
Mengukuti pertemuan
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
- Keuangan
Mengikuti pertemuan
Ibadah
Istrahat
Makan/minum
- Administrasi
61
Mencatat administrasi pembukuan
Mengikuti pertemuan
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
- Divisi Film
Penayangan film b
Mengikuti Pertemuan
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
3) Karyawan
- Petugas tiket
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
- Teknisi (maintenance)
62
Mengecek peralatan
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
Menjaga keamanan
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
- Petugas kebersihan
Membersihkan gedung
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
63
- Penjaga bar/café
Menyediakan makanan/minuman
Ibadah
Istirahat
Makan/minum
Buang air kecil/besar
Untuk mengukur jumlah kapasitas orang yang akan mengunjungi Gedung theater dan
bioskop Kota Kendari, di mulai dengan mengumpulkan data penduduk di Kota kendari
adalah Badan Pusat Statistik Kota Kendari, dari hasil yang telah di temukan.
Um
2010 2011 2012 2013 2014 2015
ur
0-4 34 3 3 3 3 3
49 5 6 4 7 7
5 3 0 6 2 5
5 9 2 4 8
7 7 6 5 0
5-9 28 2 3 3 3 3
00 9 0 1 2 4
0 0 2 7 8 3
2 0 9 6 0
4 0 1 4 5
10- 26 2 2 2 2 3
14 04 6 7 8 9 0
6 8 6 7 1 0
4 1 9 3 8
9 0 5 1 6
15- 33 3 3 3 3 3
19 17 4 5 5 8 9
9 2 5 1 1 3
8 4 9 3 4
5 6 2 1 7
20- 40 4 4 4 4 4
24 41 1 2 2 4 5
8 4 4 6 5 8
64
1 4 2 9 1
1 3 7 8 2
25- 28 2 2 3 3 3
29 29 9 6 1 1 2
0 1 8 7 3 1
1 6 8 2 2
1 4 8 9 6
30- 24 2 2 2 2 2
34 34 5 5 5 7 8
4 1 9 7 6 4
1 7 3 8 6
8 3 1 4 6
35- 20 2 2 2 2 2
39 16 1 1 2 3 4
4 0 8 3 3 1
1 0 0 3 7
1 2 6 9 9
40- 17 1 1 1 2 2
44 39 8 9 8 1 2
5 4 4 7 4 3
0 2 2 1 4
1 9 9 7 3
45- 13 1 1 1 1 1
49 40 4 5 4 7 8
3 2 1 2 0 1
2 3 6 9 1
4 0 9 1 0
50- 96 1 1 1 1 1
54 09 0 0 0 2 2
2 8 6 1 9
3 5 9 6 2
1 0 5 5 8
55- 66 7 7 6 8 9
59 53 1 6 9 7 3
2 4 5 6 2
4 5 1 1 0
60- 40 4 4 4 5 5
64 03 2 5 4 1 4
4 0 4 2 8
1 2 1 0 7
65- 26 2 2 2 3 3
69 13 7 8 7 1 3
3 6 5 7 6
65
3 3 6 4 4
70- 16 1 1 1 1 2
74 01 6 7 6 9 0
8 7 9 6 5
7 8 6 3 7
75+ 14 1 1 1 1 1
76 5 6 7 8 9
6 6 3 7 8
9 9 0 7 6
Tot 29 3 313404 314404 3 3
al 16 0 3 4
89 2 5 7
3 8 4
7 8 9
6 9 6
Tabel 3.4. Proyeksi penduduk kota kendari
Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Kendari
66
Jadi didapatkan:
Dimana
Pn = Prediksi jumlah penduduk usia 20-39 tahun (2020)
Pt = Jumlah penduduk usia 20-39 tahun (2015)
r = Presentase penduduk usia 20-39 tahun
n = Jumlah selisih tahun perencanaan
Jadi di dapatkan
𝑃𝑛 = 30583 (1+0,029)5
𝑃𝑛 = 130583 (1,029)5
𝑃𝑛 = 130583 ×1,153
𝑃𝑛 = 150.614 jiwa
Prediksi jumlah penduduk usia 20-39 di tahun 2020 adalah 150.614 jiwa.
Menurut survei penonton bioskop Indonesia yang dilakukan oleh
[Link], persentase jumlah responden yang mengunjungi bioskop per
minggu sebesar 29,38%. Sehingga dapat diperkirakan bahwa tiap minggunya,
29,38% dari total 150.624 jiwa jumlah penduduk di tahun 2020 mengunjungi
bioskop, yaitu sebanyak 44.250 orang. Dengan demikian, jumlah pengunjung
bioskop setiap harinya yaitu 44.250 orang/7 hari, atau sebanyak 6.321 orang.
Jumlah saat ini bioskop di kendari berjumlah 2 buah dan ditambah
dengan 1 perencanaan bioskop sehingga menjadi 3 buah. Dengan demikian
jumlah pengunjung setiap bioskop di Kendari per hari yaitu sebesar 6.321/3, atau
sebesar 2.107 orang. Waktu pemutaran film di bioskop yang direncanakan terbagi
67
menjadi 5 waktu sehingga 2.107 orang dibagi 5 dan di tambah 10% dari jumlah
pengunjung bioskop untuk mengantisipasi pelonjakan pengunjung. Jadi total
kapasitas perencanaan gedung bioskop untuk menampung 631 orang.
d. Pola Hubungan Ruang
Berdasarkan uraian di atas, maka pengelompokan ruang secara
makro coba di dekati dengan sifat kegiatan yang berhubungan dengan
antar kelompok ruang.
Factor pendukung hubungan raung :
1. Pengelompokan kegiatan berdasarkan sifat pelayanannya;
2. Sifat dari pelaku kegiatan;
3. Kemudahan dalam pengontrolan;
4. Berintegrasi dengan ruang-ruang luar;
Berikut pola matriks hubungan ruang :
1. Kelompok kegiatan umum/ public :
1. Hall/ Ruang Tunggu
2. Ruang informasi dan loket tiket
3. Lavatory
4. Locker
Keterangan :
= Erat
= Kurang erat
= Tidak erat
= Erat
= Kurang erat
= Tidak erat
68
3. Kelompok kegiatan pementasan
1. Ruang Proyektor
2. Ruang Audio System dan Lighning
3. Ruang Penye. Film
Keterangan :
= Erat
= Kurang erat
= Tidak erat
= Kurang erat
= Tidak era
69
Keterangan :
= Erat
= Kurang erat
= Tidak erat
= Kurang erat
= Tidak erat
7. Fasilitas teknis
1. Ruang M.E (mechanical electrical)
2. Ruang informasi
3. Ruang security control
4. Workshop / gudang
5. Rg. AHU
Keterangan :
= Erat
= Kurang erat
= Tidak erat
70
8. Kelompok kegiatan ruang luar :
1. Pos jaga
2. Taman
3. Area parker
4. Genset
Keterangan :
= Erat
= Kurang erat
= Tidak erat
71
2) Perhitungan besaran ruang
a) Ruang Pertunjukan Film
Ruang Kapasitas Standar Sumber Luas Total
20% Kapasitas
Hall / Lobby pengunjung = 1.8 m2 TSS 226 m2
126 orang
Loket / Karcis 6 1.5 m2 TSS 9 m2
Ruang Proyektor 5 21.45 m2 Neufert 107.25 m2
Rg. Penyimpanan
1 25 m2 Neufert 25 m2
Film
Total 367.25 m2
Flow 30% 110.17 m2
Jumlah Total 447.42 m2
b) Ruang Teater
Berdasarkan data dari analisis kapasitas pengunjung maka
didapatkan besaran ruang pada Gedung Bioskop sebagai berikut:
- Ruang pertunjukan 1 = 150 orang
- Ruang pertunjukan 2 = 150 orang
- Ruang pertunjukan 3 = 150 orang
- Ruang pertunjukan 4 = 150 0rang
- Ruang pertunjukan premier = 20 orang
Perhitunga Besaran
Kapasitas Symbol Standar Sumber Rumus
n ruang
PK Panjang
Kursi = 0.6
m
72
Jarak
Sirkulasi
JAK Antara NAD
Kursi = 0.6
m (12 x 0.6) +
Lebar Gang (10 x 0.6) +
LG
=1m 1+5
Jarak Kursi
dengan
JKL Neufert (JB x PK)
Layar = 5
+ (JS x
m
150 orang JAK) + LG 19.2 m
Baris Kursi
JB A + JKL
= 12
Jumlah
Sirkulasi
JS
antara
Kursi = 10
Lebar
LK Kursi =
0.6m
Lebar Gang NAD
LG1
1 = 1.8m
(LK x LK) + (16 x 06) +
Lebar Gang
LG2 (JG x LG2) (2 x 1) + 13.4 m
2= 1m
+ LG1 1.8
Jumlah
Kursi
JK dalam A
Baris =
16m
JG Jumlah
Gang 2 = 2
73
m
Panjang x 19.2 m x 257.28
Luas ruangan
Lebar 13.4 m m
4 x Luas 4 x 257.28 1029.12
Jumlah Ruangan
Ruang m2 m2
74
=1m +(JG x ) 1)
Kursi dalam
JK
baris = 3
A
Jumlah
JG
gang = 4
Panjang x 13.8 x 8.8 121.44
Luas Ruangan
Lebar m m
1029.12m2 1150.56
Total Luas Ruang
+ 121.44 m2 m2
c. Luas Layer
Teater
Penentuan Lebar Layer
Cinemascope NAD 1:2.34 PL/2.34 11.75 5m
1:2.34 m/2.34
PL Panjang layar A 11.75 m
Luas layar Panjang 11.75 m 59m2
75
x lebar x5m
d. Pengelola
R. Direktur 1 24m2/ruang SB 24 m2
utama
R. Sekretaris 1 9 m2/ruang SB 9 m2
R. Keuangan 1 9 m2/ruang SB 9 m2
R. 1 9 m2/ruang SB 9 m2
Administrasi
Karyawan 20 0.76 m2/org NAD 15.31 m2
R . Rapat 1 19 m2/ruang SB 19 m2
R . Tamu 1 12m2/ruang SB 12 m2
Toilet 2 4 m2/ruang SB 16 m2
karyawan
Total 113.31 m2
Flow 30% 33.99 m2
Jumlah Total 147.3 m2
e. Penunjang
Luas
Ruang Kapasitas Standar Sumber
Total
Musholah 5 Wudhu 0.75m2/org NAD 3.75 m
25 Sholat 0.96m2/org NAD 24m2
ATM Center 5 1 m2/mesin SB 5m2
Smoking room 1 16 m2/ruang SB 16m2
Toilet 10 WC dan urinoir=3.15m x NAD 26.77m2
76
Pria (0.85m/ WC)
Wanita 10 WC=3.05m x (0.85/WC) NAD 25.92m2
Total 101.44m2
Flow 30% 30.43 m2
Jumlah Total 131.83 m2
f. Café/lounge
g. Service
77
[Link]
- Perhitungan parker pengunjuang:
Perkiraan jumlah pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi
60% kendaraan
631 org pribadi: 40% Neufert 60% x631 org 379 org
kendaraan umum
Parkiran jumlah penggunjung yang menggunakan kendaraan mobil dan
motor
30% pengguna
30% x 379 org 144 org
mobil
379 org Neufert
70% pengguna
70% x 379 org 265 org
motor
Perkiraan jumlah kendaraan mobil penggunjung
2 mobil untuk 5
144 org Neufert 144 x 2/5 46 mobil
penggunjung
Parkiran jumlah kendaraan motor penggunjung
3 motor untuk
265 org 5 Neufert 265 x 3/5 159 motor
penggunjung
78
m2/mobil
2.4
Motor 259 2
NAD 159 x 2,4 318.6 m2
m /mobil
Total 956 m2
Flow 20% 191.31 m2
Jumlah Total 1,147.32
m2
- Parkiran pengelola
Parkiran jumlah pengloladan karyawan yang menggunkan
kendaraan mobil dan motor
20%
75 org menggunkan Neufer 20% x 75 org 15 org
mobil
80%
menggunkan Neufert 80%x 75 org 60 org
motor
Perkiraan jumlah kendaraan mobil pengelola karyawan
2 mobil untuk
15 org Neufert 12 x 2/3 10 mobil
3 org
60 org 3 motor 4 org Neufert 60 x 3/4 45 motor
79
Motor 45 2.4 m2/mobil NAD 45 x 2.4 108m2
Tota 233 m2
Flow 20% 46.6m2
Jumlah Total 279.6 m2
80
c) Kemudahan dalam perawatan bangunan
d) Fleksibilitas penataan elemen ruang dalam
e) Mampu mencerminkan fungsinya sebagai wadah pusat bioskop
f) Sesuai dengan kondisi dan bentuk tapak
g) Memiliki efisiensi yang tinggi terhadap lingkungan
2) Penampilan Bangunan
Dari segi penampilan bangunan yang merupakan visualisasi
bangunan tiga dimensi, maka hal-ha yang harus diperhatikan dalam
penampilan sebuah gedung pertunjukan musik adalah:
a) Filosofi bangunan yang bersifat normal sehingga diharapan dapat
memberi kesan edukatif dan aktraktif
b) Suasana promotif dan dinamis sesuai dengan fungsi utamanya sebagai
sebuah wadah pertunjukan musik. Suasana ini ditampilkan lewat
perpaduan warnda dan pemberian elemen yang khusus
c) Berkesan statis, priat serta menyatu terhadap lingkungan sekitarnya
d) Mengambil sudut pandang / view yang terbaik dan potensial terhadap tapak
g) Analisis Struktur
1. Sub Struktur Bawah
Pada sistem struktur bawah, yang perlu dipertimbangkan:
a) Kondisi tanah setempat.
b) Kemungkinan kedalaman tanah keras pada tapak.
c) Mencapai kedalaman tanah yang keras pada tapak. Berikut alternatif pondasi
yang akan digunakan :
- Pondasi rakit
Keuntungan :
• Dapat mengurangi pengaruh gempa.
• Bagian bawah dapat digunakan sebagai basement.
• Sangat kuat.
- Pondasi tiang
Dari segi pelaksanaan, dibagi menjadi :
81
• Pondasi tiang pancang
Keuntungan :
Beban bangunan disalurkan sampai ke tanah yang keras, maka
kemungkinan penurunan kecil.
Pengerjaan cepat serta mudah dalam pelaksanaannya.
Kerugian :
Pada saat pemasangan, bunyi mengganggu lingkungan di sekitar proyek
bahkan menimbulkan getaran.
Tapak harus cukup luas untuk penimbunan tiang pancang.
Pondasi tiang bore pile
Keuntungan :
Tidak menimbulkan bunyi yang mengganggu.
Tidak menimbulkan getaran.
Tidak membutuhkan tempat penimbunan.
Kekurangan :
82
Gambar 4.31. Pondasi Tiang Pancang
Sumber : [Link]
2. Super Struktur
Adapun pertimbangan-pertimbangan untuk super struktur/ struktur
dinding, adalah :
1). Fleksibilitas bentuk ruang/ fungsi ruang.
2). Ketahanan menerima beban.
3). Kemudahan pelaksanaan dan pemeliharaannya.
Berikut alternatif super struktur/ struktur dinding :
1). Sistem shear wall (dinding geser), sifatnya sebagai pemikul beban.
2). Sistem bearing wall, yaitu sistem struktur rangka.
3). System struktur vertical
- Struktur rangka
Cukup aman dalam menahan gaya gempa, angin, dan berat sendiri.
Bentuk dan pola ruang bervariasi.
- Struktur rangka dinding geser
Elastis dalam menahan gempa.
Pengerjaan cepat.
4) Sistem struktur horisontal.
- Sistem plat datar
83
Praktis dalam pengerjaan.
Plat cukup tebal (15 – 22,5 cm)
- Sistem balok anak dan induk
Mudah dalam pelaksanaan.
Ketebalan minimum (7,5 – 10 cm).
3. Struktur Atas
Fungsi dari struktur atas adalah sebagai penutup bangunan, sebagai
pelindung terhadap hujan dan radiasi matahari serta mendukung
penampilan bangunan secara keseluruhan.
Konstruksi ini sendiri terdiri dari plat beton dan rangka baja ringan
dengan penutup atap berbahan fyber glass. Struktur atap yang digunakan
pada perencanaan pembangunan Gedung bioskop adalah struktur dengan
sistem cremona dan space frame
Sistem cremona digunakan untuk mendapatkan bentuk atap yang
yang mempunyai karakter lengkung dan cocok untuk bentangan lebar,
serta menjadi struktur utama yang menopang space frame untuk
mendapatkan bentuk yang menyerupai cangkang.
84