Integrasi KLHS dalam RDTR untuk Kota Berkelanjutan
Integrasi KLHS dalam RDTR untuk Kota Berkelanjutan
3
Membantu Pemerintah untuk membuat kemajuan
pembangunan, langkah demi langkah dan secara
kolektif membangun sinergi yang handal serta
sambil membangun kredibilitas kepada masyarakat
4
Memberikan arah pemanfaatan sumber daya alam
dan lingkungan agar berdampak positif pada
perekonomian perkotaan dan membantu kota
mencapai skala ekonomi
RDTR – acuan standar kepadatan wilayah
Kota sangat berpotensi menyimpan karbon, tetapi sangat emitif karena teknologi
hijau yang belum tersedia dan accessible. Zonasi hijau bukan hanya karena alasan
ekologis dan interaksi sosial, tetapi juga potensi ekonomi karbon
Small cities Potential carbon Carbon Emission Future Carbon Future Carbon
storage (ton/year) based storage based on Emission*)
(ton/year) on energy, spatial plan
transport,
industry
Kasongan, Central 56,992 42,706 34,061 n.a.
Kalimantan
Merauke, Papua 89,302 109,634 110,755 n.a
Sendawar, East 15,406 57,572 4,717 n.a
Kalimantan
*) tidak data kuantitatif yang menunjukkan teknologi energi, transportasi, dan industri yang akan digunakan dalam 20 tahun
ke depan di dalam RTRW
Sumber: Simarmata et al., 2014
Sudah terbangun
Terbangun penuh
regenerasi
RDTR
Pengumpulan Data dan Pengolahan Data dan Analisis Konsepsi Rencana
Persiapan
Informasi • sumber daya alam dan fisik atau
• Isu tata ruang di bwp ybs lingkungan • Tujuan
• Fungsi dan peran yang • Data dan informasi serta • jenis dan karakteristik kegiatan yang • Rencana struktur
dimanatkan oleh RTR peta dasar dan peta tematik saat ini berkembang dan mungkin akan • Rencana pola ruang
diatasnya + KLHS-nya yang dibutuhkan berkembang di masa mendatang • Ketentuan pemanfaatan ruang
• Penetapan wilayah • Studi yang relevan, termasuk • Peraturan zonasi
• dampak kegiatan terhadap jenis
perencanaan RDTR data lingkungan hidup peruntukan/zona/ subzona
KLHS
Identifikasi Analisis Pengaruh Alternatif Rekomendasi
Persiapan Muatan RDTR terhadap penyempurnaan penyempurnaan
Perumusan Isu berpengaruh • kapasitas D3TLH untuk muatan RDTR KRP
Identifikasi dan kajian Pembangunan kpd LH dan PB pemanfaatan ruang;
Awal mengapa RDTR Berkelanjutan • perkiraan mengenai
• Alternatif struktur • Perbaikan jakstra
dampak dan risiko LH;
dapat menimbulkan • Konsep ruang pemanfaatan dan
• kinerja layanan atau jasa
dampak/risiko LH • Penentuan isu pengembangan ekosistem; • Alternatif pola rencana struktur
sehingga perlu KLHS – strategis dan kawasan • efisiensi pemanfaatan ruang dan pola ruang
Intensifikasi prioritas yang sesuai • Rencana SDA; • Alternatif • Perbaikan
pemanfaatan ruang dengan karakteristik infrastruktur • tingkat kerentanan dan ketentuan ketentuan
dan infrastruktur wilayah, dll • Intensitas ruang kapasitas API; pemanfaatan pemanfaatan ruang
buatan yang akan • tingkat ketahanan dan • Alternatif aturan dan eraturan
diarahkan potensi Biodiversitas dalam PZ zonasi
KLHS
Persiapan Alternatif
Identifikasi penyempurnaan
• Pelibatan pakar Muatan RDTR KRP Rekomendasi
Perumusan Isu Analisis
psl 14 ay 2 à TA yang penyempurnaan
Pembangunan Pengaruh
sebagai anggota berpengaruh • analisis SWOT, KRP
Berkelanjutan
Pokja KLHS terhadap LH • Analisis Spasial
• analisis manfaat-
• Penetapan dan PB risiko (Risk – Experts’ opinion /
Kerangka acuan • Konsultasi publik • Spatial Dynamic professional
Opportunity),
• Kaji cepat atas • Metode Delphi judgement
untuk oembuatan Kajian kualitatif analisis berhirarkhi
data sekunder • Konsultasi Publik
pelaksanaan terhadap muatan (AHP),
KLHS RDTR • analisis biaya-
manfaat,
Ketua Tim
Ahli Perencana berlisensi Note:
Dalam rangka efisiensi anggaran,
Ahli KLHS Ahli Pemetaan kemudahan kerja multi-disiplin,
sinkronisasi data, efektifitas waktu
Ahli ComDev
pelaksanaan, serta koherensi tujuan,
Ahli Ekonomi/Investasi Penyusunan RDTR dan KLHS di daerah
Tantangan dan saran integrasi KLHS ke dalam RDTR
(embedded model) – Standarisasi Muatan KLHS RDTR
Permen LH No. 17/2009 – surplus atau defisit (lahan+air) saat
Kapasitas D3TL’ perencanaan dan untuk 20 tahun ke depan (kapasitas
penyediaan SDA dan tampung limbah)
Note:
• Coaching clinic kepada Ketua Permen LH No. 4/2021 – baku mutu LH yang diperkirakan dari
Dampak dan Risiko LH’ jenis dan besaran kegiatan usaha/non usaha yang
Tim penyusun (Planner dan direncanakan di BWP yang di-RDTR-kan (turunan pola ruang)
Ahli lingkungan) yang
dilakukan bersama oleh ATR
Nilai guna langsung dan tak langsung; nilai non-guna, dan nilai
dan KLHK dengan dukungan Kinerja Jasa Ekosistem’ intrinsik (tidak terkait penggunaan manusia) di BWP tersebut
PMU-ATR apakah membaik atau menurun – termasuk potensi stok karbon
perubahan iklim’
Aturan apa saja yang bisa diwarnai dari KLHS? Apakah dari
Arahan Peraturan Zonasi Aturan Dasar ? Ketentuan intensitasnya? Ketentuan tata
bangunannya? Ketentuan sarpras minimal? Ketentuan
khusus? Ketentuan pelaksanaannya?
Sumber: Indrajit, 2019
Penutup
• Sudah saatnya berkolaborasi, tidak hanya berkoordinasi: Dinas Tata Ruang dan Dinas LH
menggunakan RDTR-KLHS terintegrasi sebagai instrumen untuk membangun kota yang
berkelanjutan dan nyaman untuk dihuni oleh warga kotanya
• RDTR dan KLHS merupakan dua dokumen yang berbeda tetapi dilakukan oleh tim yang sama
dengan supervisi bersama (Taru dan LH)
• Tahun ini, Kementerian ATR/BPN dan KLHK perlu segera:
• memberi contoh RDTR-KLHS yang terintegrasi di satu daerah sebagai best practices untuk
menjadi benchmark teman-teman daerah lain, Contoh: RDTR KSN IKN u.p. Distrik
Pemerintahan Kota Nusantara J
• Mengembangkan NSPK, khususnya format isian untuk validasi RDTR (ceklist apa yang minimal
harus ada)
• Bekerja sama dengan asosiasi profesi terkait untuk mengembangkan standar kompetensi
kerja nasional untuk selanjutnya menjadi dasar pelatihan dan Pendidikan untuk tenaga
profesional dan jabatan fungsional di LH maupun Tata Ruang
Terima kasih
[Link]. Hendricus Andy Simarmata, IAP A certified urban planner who has 20 years of experience in research, consultancy, and
President of Indonesian Association of Urban and advocacy in the field of sustainable urban development. In the last ten years, he has focused
his works to develop an intertwining concept of social and economic resilience and
Regional Planners environmental sustainability for various development projects in Southeast Asian region,
Senior Research Fellow at Center for Strategic and mostly in Indonesia. Mr. Simarmata earned his [Link] (Ph.D.) in Development Studies from
Global Studies, Universitas Indonesia one of the leading research universities in Germany, The University of Bonn in August 2016.
Principal Planner of Nusantara Urban Advisory and Following completion of his doctoral studies, Mr. Simarmata has directed the Research Center
HAS Consulting Firm of Urban and Regional Studies, Universitas Indonesia (PRPW-UI) and has been working for
Urban Reader, Thamrin School for Sustainability and numerous development projects from both international organizations and Indonesian
government offices. Since November 2019, he has been elected as the President of the
Climate Change Indonesian Association of Urban and Regional Planners (IAP)
[Link]@[Link] (email)
+622187780829 (phone/fax)
+628119998790 (WA)
latest publication:
[Link]
[Link]@[Link] (email)
+628119998790 (WA)
[Link]
14188614/