0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan26 halaman

Integrasi KLHS dalam RDTR untuk Kota Berkelanjutan

Dokumen ini membahas pentingnya mengintegrasikan aspek lingkungan hidup dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Desa sehingga dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan."

Diunggah oleh

Frans Pakiding
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan26 halaman

Integrasi KLHS dalam RDTR untuk Kota Berkelanjutan

Dokumen ini membahas pentingnya mengintegrasikan aspek lingkungan hidup dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Desa sehingga dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan."

Diunggah oleh

Frans Pakiding
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RDTR dan KLHS yang terintegrasi

Bimbingan Teknis Penyelenggaraan KLHS RDTR


Hendricus Andy Simarmata
10.03.2022
Prodi Magister PWK
Fakultas Teknik Universitas Indonesia
@[Link]

AndyIAP [Link] [Link] Hendricus Andy Simarmata


[Link]
KLHS DALAM RDTR
Kapan RDTR dibutuhkan?
“…ketika pembangunan fisik
kota/kabupaten membutuhkan
rencana yang terperinci tentang
tata ruang wilayah dan kota
beserta ketentuan
pembangunannya (Peraturan
Zonasi) untuk menjamin dan
menjaga kualitas ruang,
meminimalkan penggunaan lahan
yang tidak sesuai dengan
karakteristik zona, dan
meminimalkan gangguan atau
dampak negatif terhadap zona
tersebut…”

Sumber: Indrajit, 2019


Mengapa aspek LH dalam RDTR penting?
1
Mengisi kerangka kerja untuk pertumbuhan kota
sehingga nantinya terbentuk struktur kota yang
kokoh dan konsisten mencapai tujuan
pembangunan berkelanjutan
2
Menangkap peluang dan manfaat urbanisasi saat ini
sehingga lebih efektif secara biaya lingkungan
dibandingkan langkah reaktif terhadap masalah
perkotaan

3
Membantu Pemerintah untuk membuat kemajuan
pembangunan, langkah demi langkah dan secara
kolektif membangun sinergi yang handal serta
sambil membangun kredibilitas kepada masyarakat

4
Memberikan arah pemanfaatan sumber daya alam
dan lingkungan agar berdampak positif pada
perekonomian perkotaan dan membantu kota
mencapai skala ekonomi
RDTR – acuan standar kepadatan wilayah

Sumber: Urban Morphology Institute, 2014

Sumber: featureshot image

Urban Sprawl dan fragmentasi ruang kota (tidak


kompak) mengakibatkan kota sangat tergantung
terhadap energi à resiliensi kota rendah

Kota yang padat (15-20 ribu jiwa/km2) membutuhkan 2,5


kali lebih rendah energi per kapita dibandingkan kota yang
tidak padat (5 ribu jiwa/km2)
RDTR mendorong penambahan nilai ekonomi hijau

Kota sangat berpotensi menyimpan karbon, tetapi sangat emitif karena teknologi
hijau yang belum tersedia dan accessible. Zonasi hijau bukan hanya karena alasan
ekologis dan interaksi sosial, tetapi juga potensi ekonomi karbon

Small cities Potential carbon Carbon Emission Future Carbon Future Carbon
storage (ton/year) based storage based on Emission*)
(ton/year) on energy, spatial plan
transport,
industry
Kasongan, Central 56,992 42,706 34,061 n.a.
Kalimantan
Merauke, Papua 89,302 109,634 110,755 n.a
Sendawar, East 15,406 57,572 4,717 n.a
Kalimantan

*) tidak data kuantitatif yang menunjukkan teknologi energi, transportasi, dan industri yang akan digunakan dalam 20 tahun
ke depan di dalam RTRW
Sumber: Simarmata et al., 2014

Sumber: Macroug, 2010


RDTR menciptakan penambahan nilai
merapatkan Gap antara pendapatan masyarakat dengan kenaikan harga lahan

Income growth is about 10


% per year, whilst land
price rate is increasing
about 20 % per year
RDTR berperan sebagai enabler livable city
mempromosikan active transportation
RDTR membantu menyehatkan ruang kota
Aturan Kepadatan rendah dan RTH

9m2 adalah jumlah minimum


ruang terbuka hijau per kapita
yang direkomendasikan WHO
bagi semua warga kota yang
tinggal dalam radius 15 menit
berjalan kaki dari ruang
terbuka hijau tersebut

Di Toronto, Kanada, kawasan


dengan kepadatan 152 jiwa/ha
berarti mengurangi 40 persen
biaya infrastruktur
dibandingkan dengan total
biaya kawasan dengan pola
kepadatan 66 jiwa / ha
TATA CARA
KLHS DALAM RDTR
Model Pelaksanaan KLHS
Fokus pada pengambilan keputusan strategik

Menganalisis berdasarkan konteks dan


trend ke depan

Menawarkan trade-off dan pilihan


dengan pertimbangan pembangunan
berkelanjutan

Berorientasi pada solusi peningkatan dan


perubahan kemajuan pembangunan

Sumber: European MSP Platform


Penerapan Teknik KLHS
case study: Yunani

Sumber: Souloutzoglou & Tasopulou, 2020


Dasar hukum (teknis) hari ini
• Permen ATR No. 11/2021 – integrasi Apa saja yang berubah:
KLHS ke dalam tahapan penyusunan • Dari Perda ke Perkada
RDTR (persiapan, pengumpulan data • Dari visualisasi 2-D ke 3D
dan informasi, pengolahan data dan • Dari printed ke digital dan
analisis, dan perumusan konsepsi) synch-ed ke perizinan OSS

• PP 22/2021 dan P.69/MenLHK/2017 –


Tata Cara KLHS
Terbuka terbangun

RDTR dan KLHS Semi-terbangun

Sudah terbangun
Terbangun penuh

regenerasi

RDTR
Pengumpulan Data dan Pengolahan Data dan Analisis Konsepsi Rencana
Persiapan
Informasi • sumber daya alam dan fisik atau
• Isu tata ruang di bwp ybs lingkungan • Tujuan
• Fungsi dan peran yang • Data dan informasi serta • jenis dan karakteristik kegiatan yang • Rencana struktur
dimanatkan oleh RTR peta dasar dan peta tematik saat ini berkembang dan mungkin akan • Rencana pola ruang
diatasnya + KLHS-nya yang dibutuhkan berkembang di masa mendatang • Ketentuan pemanfaatan ruang
• Penetapan wilayah • Studi yang relevan, termasuk • Peraturan zonasi
• dampak kegiatan terhadap jenis
perencanaan RDTR data lingkungan hidup peruntukan/zona/ subzona

KLHS
Identifikasi Analisis Pengaruh Alternatif Rekomendasi
Persiapan Muatan RDTR terhadap penyempurnaan penyempurnaan
Perumusan Isu berpengaruh • kapasitas D3TLH untuk muatan RDTR KRP
Identifikasi dan kajian Pembangunan kpd LH dan PB pemanfaatan ruang;
Awal mengapa RDTR Berkelanjutan • perkiraan mengenai
• Alternatif struktur • Perbaikan jakstra
dampak dan risiko LH;
dapat menimbulkan • Konsep ruang pemanfaatan dan
• kinerja layanan atau jasa
dampak/risiko LH • Penentuan isu pengembangan ekosistem; • Alternatif pola rencana struktur
sehingga perlu KLHS – strategis dan kawasan • efisiensi pemanfaatan ruang dan pola ruang
Intensifikasi prioritas yang sesuai • Rencana SDA; • Alternatif • Perbaikan
pemanfaatan ruang dengan karakteristik infrastruktur • tingkat kerentanan dan ketentuan ketentuan
dan infrastruktur wilayah, dll • Intensitas ruang kapasitas API; pemanfaatan pemanfaatan ruang
buatan yang akan • tingkat ketahanan dan • Alternatif aturan dan eraturan
diarahkan potensi Biodiversitas dalam PZ zonasi

Sumber: simarmata untuk IAP, 2021


Secara teknis, bisa dipararelkan
RDTR
Pengolahan Data dan
Pengumpulan Data Analisis Konsepsi Rencana
Persiapan
dan Informasi
• melakukan 21 jenis analisis • Alternatif konsep rencana
• Penyusunan KAK • Melakukan sitensis terhadap • Pemilihan konsep rencana
• Pembentukan Tim Perencana • Suvery instansional
• FGD analisis lintas sektoral • Perumusan rencana
• Rencana kerja tersebut terpilih menjadi muatan
• Konsultasi publik
• Pemberitaan kepada publik RDTR
• Pemetaan • FGD

KLHS
Persiapan Alternatif
Identifikasi penyempurnaan
• Pelibatan pakar Muatan RDTR KRP Rekomendasi
Perumusan Isu Analisis
psl 14 ay 2 à TA yang penyempurnaan
Pembangunan Pengaruh
sebagai anggota berpengaruh • analisis SWOT, KRP
Berkelanjutan
Pokja KLHS terhadap LH • Analisis Spasial
• analisis manfaat-
• Penetapan dan PB risiko (Risk – Experts’ opinion /
Kerangka acuan • Konsultasi publik • Spatial Dynamic professional
Opportunity),
• Kaji cepat atas • Metode Delphi judgement
untuk oembuatan Kajian kualitatif analisis berhirarkhi
data sekunder • Konsultasi Publik
pelaksanaan terhadap muatan (AHP),
KLHS RDTR • analisis biaya-
manfaat,

Sumber: simarmata untuk IAP, 2021


Outputnya Saling mendukung

• KLHS memperkuat muatan RDTR untuk


memastikan pembangunan berkelanjutan
bekerja dalam penataan ruang

• Materi teknis RDTR dapat menjadi


sumber informasi untuk melakukan
penjaminan mutu (self assessment) dan
pendokumentasian KLHS
Sumber: SEI, 2018
Tantangan dan saran integrasi KLHS ke dalam RDTR
(embedded model) – KAK yang terukur Data/Informasi LH
dalam BWP yang di-
Data/Informasi LH dalam RTRW RDTR-kan
Note:
Kapasitas D3TL Kapasitas D3TL’
KAK penyusunan RDTR dan
KAK Pembuatan KLH Dampak dan Risiko LH Dampak dan Risiko LH’
sebaiknya disusun Dinas Tata Kinerja Jasa Ekosistem
Ruang dan Lingkungan Hidup RTRW Kabupaten Kinerja Jasa Ekosistem’
secara bersama, sehingga Efisiensi Pemanfaatan 1:50.000 à 1:5000
kejelasan lingkup pekerjaan SDA Efisiensi Pemanfaatan
RDTR menjadi clear dan SDA’
terukur Tingkat Kerentanan dan diperinci
Kapasitas terhadap Tingkat Kerentanan dan
perubahan iklim Kapasitas terhadap
Ruang lingkup KLHS RDTR perubahan iklim’
tergantung dari apa saja Tingkat Ketahanan dan RTRW Kota
Potensi 1:25.000 à 1:5000
muatan KLHS yang harus Tingkat Ketahanan dan
diperinci/dipertajam/dibuat Keanekaragaman Hayati
Potensi
baru setelah memperhatikan Alternatif Keanekaragaman Hayati’
muatan RTRW-nya Penyempurnaan KRP
Penjabaran KRP di BWP
Rekomendasi perbaikan
KRP Pendetailan KRP di BWP
Lingkup wilayah RDTR berdasarkan Wilayah Lingkup wilayah RDTR berdasarkan Wilayah Fungsional
Administrasi Kecamatan dalam Daerah Kota seperti bagian wilayah kota/subwilayah Kota Lingkup wilayah RDTR berdasarkan Bagian dari
Wilayah Kabupaten/Kota yang berupa Kawasan
Perdesaan dan Direncanakan Menjadi Kawasan
Perkotaan

Objek hukum dari RDTR (dan


Peraturan Zonasi) adalah blok
peruntukan dan blok hanya
tergambar pada peta skala 1:5.000
atau lebih besar. Pada peta skala
lebih besar dari 1:5.000, selain blok
juga akan tergambar unsur lainnya
seperti saluran, pagar dsb.
Lingkup wilayah RDTR berdasarkan Kawasan Strategis Konsekuensinya untuk setiap unsur
Lingkup wilayah RDTR berdasarkan Bagian dari Wilayah Kabupaten/Kota yang Memiliki Ciri Kawasan Perkotaan
Kabupaten yang Memiliki Ciri Perkotaan yang tergambar pada peta harus ada
aturan hukumnya.
Sumber: Permen PU No.20/PRT/M/2011
Tantangan dan saran integrasi KLHS ke dalam RDTR
(embedded model) – Satu SK Tim, Dua Produk
SK Tim Penyusun RDTR 1. Matek RDTR Persub ATR/BPN
juga mengikutsertakan
Tim KLHS, dibawah
koordinasi Perencana 2. Laporan KLHS Validasi KLHS
berlisensi
Lintas Sektor
Supervisi: Dinas Tata
Ruang dan Dinas LH
Kab/Kota

Ketua Tim
Ahli Perencana berlisensi Note:
Dalam rangka efisiensi anggaran,
Ahli KLHS Ahli Pemetaan kemudahan kerja multi-disiplin,
sinkronisasi data, efektifitas waktu
Ahli ComDev
pelaksanaan, serta koherensi tujuan,
Ahli Ekonomi/Investasi Penyusunan RDTR dan KLHS di daerah
Tantangan dan saran integrasi KLHS ke dalam RDTR
(embedded model) – Standarisasi Muatan KLHS RDTR
Permen LH No. 17/2009 – surplus atau defisit (lahan+air) saat
Kapasitas D3TL’ perencanaan dan untuk 20 tahun ke depan (kapasitas
penyediaan SDA dan tampung limbah)
Note:
• Coaching clinic kepada Ketua Permen LH No. 4/2021 – baku mutu LH yang diperkirakan dari
Dampak dan Risiko LH’ jenis dan besaran kegiatan usaha/non usaha yang
Tim penyusun (Planner dan direncanakan di BWP yang di-RDTR-kan (turunan pola ruang)
Ahli lingkungan) yang
dilakukan bersama oleh ATR
Nilai guna langsung dan tak langsung; nilai non-guna, dan nilai
dan KLHK dengan dukungan Kinerja Jasa Ekosistem’ intrinsik (tidak terkait penggunaan manusia) di BWP tersebut
PMU-ATR apakah membaik atau menurun – termasuk potensi stok karbon

• Sharing-cost untuk Tim Pokja


KLHS dari kegiatan RDTR Efisiensi Pemanfaatan SE.5/Menlhk/PKTL/PLA.3/11/2016 – RPPLH di daerah, apabila belum
SDA’ ada pakai prinsip build more with less dan nature based solutions
• Pembuatan Manual SOP
gabungan persub dan validasi Tingkat Kerentanan dan
(time-efficiency) Kapasitas terhadap P7/Setjen/2018 – risiko perubahan iklim tinggi/sedang/rendah

perubahan iklim’

Tingkat Ketahanan dan


P.8/KSDAE/2020 - Biodiversity assets-nya distandarisasi
Potensi
Keanekaragaman Hayati’
Tantangan dan saran integrasi KLHS ke dalam RDTR
(embedded model) – Validasi substansi RDTR
Muatan RTRW Dirincikan ke dalam RDTR-BWP Pengamanan dan Pengelolaan LH
Fungsi dan peran BWP from nature to urban (housing/industries/?)
Cek unsur ekosistem apa saja yang akan berubah

Seperti apakah jalan/jaringan energi/SDA atau lainnya


Struktur Ruang BWP yang akan dibangun? Apakah perlu infrastruktur
pendukung dari BWP tersebut? Identifikasi unsur LH yang
Alternatif akan mengalami perubahan
Penyempurnaan KRP
Rekomendasi perbaikan Bagaimana komposisi lindung dan budidaya? Budidaya
KRP non dan perkotaan? Seberapa besar intensitas
Pola Ruang BWP skala peta 1:50.000
pemanfaatannya? Seperti apa ruang 3D nya termasuk
bawah buminya?

Pada periode ke berapa implementasinya? Bagaimana


Pemograman/pentahapannya penyiapan social dan environmental safeguard-nya?
Kapan harus dibuat?

Aturan apa saja yang bisa diwarnai dari KLHS? Apakah dari
Arahan Peraturan Zonasi Aturan Dasar ? Ketentuan intensitasnya? Ketentuan tata
bangunannya? Ketentuan sarpras minimal? Ketentuan
khusus? Ketentuan pelaksanaannya?
Sumber: Indrajit, 2019
Penutup
• Sudah saatnya berkolaborasi, tidak hanya berkoordinasi: Dinas Tata Ruang dan Dinas LH
menggunakan RDTR-KLHS terintegrasi sebagai instrumen untuk membangun kota yang
berkelanjutan dan nyaman untuk dihuni oleh warga kotanya
• RDTR dan KLHS merupakan dua dokumen yang berbeda tetapi dilakukan oleh tim yang sama
dengan supervisi bersama (Taru dan LH)
• Tahun ini, Kementerian ATR/BPN dan KLHK perlu segera:
• memberi contoh RDTR-KLHS yang terintegrasi di satu daerah sebagai best practices untuk
menjadi benchmark teman-teman daerah lain, Contoh: RDTR KSN IKN u.p. Distrik
Pemerintahan Kota Nusantara J
• Mengembangkan NSPK, khususnya format isian untuk validasi RDTR (ceklist apa yang minimal
harus ada)
• Bekerja sama dengan asosiasi profesi terkait untuk mengembangkan standar kompetensi
kerja nasional untuk selanjutnya menjadi dasar pelatihan dan Pendidikan untuk tenaga
profesional dan jabatan fungsional di LH maupun Tata Ruang
Terima kasih
[Link]. Hendricus Andy Simarmata, IAP A certified urban planner who has 20 years of experience in research, consultancy, and
President of Indonesian Association of Urban and advocacy in the field of sustainable urban development. In the last ten years, he has focused
his works to develop an intertwining concept of social and economic resilience and
Regional Planners environmental sustainability for various development projects in Southeast Asian region,
Senior Research Fellow at Center for Strategic and mostly in Indonesia. Mr. Simarmata earned his [Link] (Ph.D.) in Development Studies from
Global Studies, Universitas Indonesia one of the leading research universities in Germany, The University of Bonn in August 2016.
Principal Planner of Nusantara Urban Advisory and Following completion of his doctoral studies, Mr. Simarmata has directed the Research Center
HAS Consulting Firm of Urban and Regional Studies, Universitas Indonesia (PRPW-UI) and has been working for
Urban Reader, Thamrin School for Sustainability and numerous development projects from both international organizations and Indonesian
government offices. Since November 2019, he has been elected as the President of the
Climate Change Indonesian Association of Urban and Regional Planners (IAP)

[Link]@[Link] (email)
+622187780829 (phone/fax)
+628119998790 (WA)

latest publication:
[Link]

AndyIAP [Link] [Link]


[Link]
Hendricus Andy Simarmata
Hendricus Andy Simarmata, PhD, IAP
A certified urban planner who has 20 years of experience in research, consultancy, and
advocacy in the field of sustainable urban development. In the last ten years, he has focused
his works to develop an intertwining concept of social and economic resilience and
environmental sustainability for various development projects in Southeast Asian region,
mostly in Indonesia. Mr. Simarmata earned his [Link] (Ph.D.) in Development Studies from
one of the leading research universities in Germany, The University of Bonn in August 2016.
Following completion of his doctoral studies, Mr. Simarmata has directed the Research Center
of Urban and Regional Studies, Universitas Indonesia (PRPW-UI) and has been working for
numerous development projects from both international organizations and Indonesian
government offices. Since November 2019, he has been elected as the President of the
Indonesian Association of Urban and Regional Planners (IAP)

President of Indonesian Association of Urban and Regional Planners


Senior Research Fellow at Center for Strategic and Global Studies, Universitas Indonesia
Founder/Principal Planner of Nusantara Urban Advisory and Citieslab
Founder of HAS Consulting
Urban Reader, Thamrin School for Sustainability and Climate Change

[Link]@[Link] (email)
+628119998790 (WA)

Latest publication: [Link]

[Link]
14188614/

AndyIAP [Link] [Link] Hendricus Andy Simarmata

Anda mungkin juga menyukai