MAKALAH
PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL
TRIMESTER I,II,III
Disusun :
Nurul Hidayah (182023020005)
Eva Yunia Fitriyani (182023020016)
Fatimatuz Zahroh (182023020017)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
2023/2024
1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik dan tepat
waktu.
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Asuhan
Kebidanan Kehamilan, pada semester kedua ditahun ajaran 2024,dengan
judul “Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Pada Ibu Hamil Trimester I,II,III”
Dengan tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih mengerti sistem reproduksi,
payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem perkemihan, sistem pencernaan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam
penulisan makalah ini. Untuk itu sudah selayaknya kami mengucapkan terima kasih
kepada Ibu Indah Puspitasari., M. Keb yang telah memberi tanggung jawab kepada
[Link] tua dan keluarga kami yang telah memberi banyak bantuan, dorongan dan
motivasi.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun karya tulis ini, sangat kami harapkan.
Kudus, 14 Maret 2024
Penyusun
2
DAFTAR ISI
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan adalah anugerah yang diinginkan semua wanita sebagai
seorang calon ibu. Pada awal kehamilan atau disebut juga trimester pertama
dimulai dari terjadinya konsepsi sampai minggu ke-12 kehamilan. Pada fase
ini biasanya terjadi pengaruh hormonal dan perubahan produksi, anatomi dan
fisiologi. Perubahan ini dapat mengakibatkan tubuh ibu hamil secara aktif
melakukan penyesuaian yang mengakibatkan perubahan fisik atau perubahan
psikologis ibu hamil. Ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil tertama pada
trimester I diantaranya seperti mual, muntah, pusing, meriang dan lemas, hal
inilah yang mengakibatkan ketidaknyamanan pada ibu hamil terutama pada
trimester I (Pusputasari dan Indrianingrum, 2020).
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi dan dikanjukan dengan
nidasi atau implantasi. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
bayi dengan lama 280 hari atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama
haid terakhir (Fatimah dan Nuryaingsih, 2017). Pada keadaan normal, ibu
hamil akan melahirkan bayi pada saat bayi telah aterm (mampu hidup diluar
rahim) yaitu saat usia kehamilan 37-42 minggu, tetapi kadang-kadang
kehamilan justru berakhir sebelum janin mencapai aterm. Kehamilan dapat
pula melewati batas watu normal lewat dari 42 minggu (Putri dan Mudlika,
2019).
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester pertama (sistem
reproduksi, payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem perkemihan,
sistem pencernaan)
2. Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester kedua (sistem
reproduksi, payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem perkemihan,
sistem pencernaan)
3. Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester ketiga (sistem
reproduksi, payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem perkemihan,
sistem pencernaan)
1
C. Tujuan
4. Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester pertama
(sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem
perkemihan, sistem pencernaan)
5. Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester kedua
(sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem
perkemihan, sistem pencernaan)
6. Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester ketiga
(sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin,, sistem kekebalan, sistem
perkemihan, sistem pencernaan)
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kehamilan
1. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah hasil dari proses konsepsi hingga persalinan.
Masa kehamilan normal adalah 280 (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) yang
dihitung dari hari pertama haid terakhir hingga janin lahir. Kehamilan
dibagi menjadi 3 triwulan, yakni triwulan pertama dimulai dari bulan
pertama sampai bulan ke-3, triwulan kedua dari bulan ke-4 sampai bulan
ke-6, dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ke-7 sampai 9 bulan
(Pudiastuti, 2012:1).
2. Perubahan Anatomi dan Fisiologi Ibu Hamil
Menurut Sofian (2011:29); Prawirohardjo (2016:179) perubahan anatomi dan
fisiologi ibu hamil adalah:
a. Perubahan Sistem Reproduksi
1) Uterus
Untuk akomodasi pertumbuhan janin, ukuran rahim pada
kehamilan normal atau cukup bulan adalah 30 x 25 x 20 cm
dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. Beratnyapun naik dari 30
gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 minggu).
2) Ovarium
Proses ovulasi terhenti, dan masih terdapat luteum
graviditas sampai terbentuknya plasenta yang akan mengambil
alih pengeluaran esterogen dan prodesteron.
3) Vagina dan Vulva
Terjadi perubahan pada vagina dan vulva karena terjadi
hipervasikularisasi oleh hormon esterogen, sehingga pada bagian
tersebut terlihat merah kebiruan, kondisi ini disebut dengan tanda
Chadwick.
3
b. Sistem Urinaria
Pada bulan pertama kehamilan, kandung kemih tertekan oleh
utrus yang mulai membesar sehingga sering BAK. Keadaan ini akan
hilang seiring bertambahnya usia kehamilan, namun akan muncul
keluhan yang sama pada akhir kehamilan karena kepala janin mulai
turun kebawah pintu atas panggul sehingga menekan kandung kemih.
c. Sistem Pencernaan
Pada saluran gastrointestinal, hormone esterogen membuat
pengeluaran asam lambung meningkat, yang dapat menyebabkan
pengeluaran air liur yang berlebihan (hipersalivasi),daerah lambung
terasa panas, terjadi mual dan sakit/pusing terutama pada pagi hari
yang disebut hyperemesis gravidarum. Pada trimester II dan III sering
terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang
meningkat yang menimbulkan gerakan usus berkurang sehingga
makanan lebih lama berada didalam lambung.
d. Sistem Endokrin
Selama kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar
±135%. Akan tetapi kelenjar ini tidak begitu mempunyai arti penting
dalam kehamilan. Kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran hingga
15,0 ml padasaat persalinan akibat dari hyperplasia kelenjar dan
peningkatan vaskularisasi. Kelenjar adrenal pada kehamilan normal
akan mengecil.
e. Payudara
Pada awal kehamilan, ibu hamil akan merasa payudaranya
mejadi lebih lunak. Setelah bulan kedua, payudara akan bertambah
besar dan vena-vena dibawah kulit akan lebih terlihat, puting
payudara akan lebih besar dan tegak. Setelah bulan pertama,
4
kolostrum (cairan kekuningan) dapat keluar, areola akan menjadi
besar dan kehitaman.
f. Sistem kekebalan
Sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan akan tetap utuh, kadar
immunoglobulin dalam kehamilan tidak berubah.
3. Perubahan Psikologi Ibu Hamil
Menurut Sulistyawati (2009:76) perubahan psikologi ibu hamil adalah:
a. Trimester 1 (periode penyesuaian)
Kadar hormon esterogen dan progesteron segera setelah
konsepsi mengalami peningkatan sehingga menyebabkan mual
muntah pada pagi hari, lemas, lelah dan membesarnya payudara. Hal
ini menyebabkan ibu merasa tidak sehat dan terkadang membenci,
kecewa, cemas, sedih dan menolak kehamilannya. Pada trimester
pertama ini, ibu hamil selalu mencari tanda tanda-untuk meyakinkan
bahwa dirinya sedang hamil.
b. Trimester 2 (periode kesehatan yang baik)
Pada trimester ke 2 ini sudah tidak seperti trimester
sebelumnya,ibu sudah merasa lebih sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa
dengan kadar hormon yang tinggi, rasa tidak nyaman dengan
kehamilannya sudah berkurang dan menerima kehamilannya. Ibu
merasa lebih stabil, dalam mengatur diri dan kondisi juga lebih baik
dan menyenangkan, ibu mulai terbiasa dengan perubahan fisik yang
terjadi pada dirinya.
c. Trimester 3 (periode penantian dengan penuh kewaspadaan)
Trimester 3 ini sering disebut periode menunggu dan waspada
karena ibu tidak sabar menunggu kelahuran bayinya. Terkadang ibu
khawatir dengan bayinya yang akan lahir sewaktu waktu. Keadaan ini
menyebabkan ibu menjadi lebih waspada terjadinya tanda atau gejalan
terjadinya persalinan. Sering terjadi ibu yang khawatir dengan
bayinya apabila lahir dengan keadaan tidak normal. Rasa tidak
nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ini, banyak
ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu juga
5
merasaa sedih karena akan berpisah dengan bayinya dan kehilangan
perhatian khusus yang diterimanya selama hamil.
4. Patologi Selama Kehamilan
a. Trimester I
Menurut Irianti et al (2014:67) patologi selama kehamilan pada
trimesterI adalah:
1) Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah suatu keadaan mual dan muntah
yang terjadi pada kehamilan muda dengan frekuensi lebih dari 5
kali dalamsehari dan disertai penurunan BB (berat badan).
2) Abortus
Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin
mencapai berat 500 gram atau umur kehamilan kurang dari 20
minggu. Hal ini yang dapat menyebabkan perdarahan pada
kehamilan muda.
3) Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjdi diluar rahim,
telur yang telah dibuahi berimplantasi dan tumbuh di lokasi lain,
95% terjadi di tuba fallopi, kehamilan ektopik ini juga dapat
menyebabkan perdarahan hebat pada kehamilan muda.
4) Molahidatidosa
Molahidatidosa adalah kelainan tropoblas pada kehamilan, sel-sel
villi korialis berkembang membentuk gelembung-gelembung
putih, berisi cairan yang menyebabkan kegagalan dalam
pembentukan janin, atau sering disebut kehamilan anggur.
b. Trimester II
Patologi yang terjadi pada kehamilan trimester II menurut Irianti et al
(2014:100) adalah:
1) Nyeri perut
Nyeri perut yang terjadi pada TM II yangperlu diwaspadai adalah
nyeri pada perut kuadran bawah,karena ada beberapa diagnosis
6
yang menjadi indikasi yaitu kehamilan ektopik, appendiksitis akut
(infeksi pada saluran pencernaan yaitu bagian apendik usus besar).
2) Keputihan
Keputihn pada masa kehamilan adalah normal, namun apabila
keputihan tersebut menimbulkan rasa panas, gatal, berbau, maka
perlu diwaspadai.
3) Ukuran Uterus
Seiring bertambahnya usia kehamilan, uterus akan semakin
besar secara simetris bersamaan dengan pertumbuhan janin dan
plasenta serta pertambahan cairan amnion. Penambahan ukuran
uterus yang tidak simetris dengan usia kehamilannya dapat
mengindikasi terjadinya molohidatidosa, pertumbuhan janin
terhambat, makrosomnia, kehamilan ganda, atau kelainan cairan
ketuban.
4) Hipertensi
Suatu keadaan tekanan darah yang mengalami peningkatan dari
normal, yaitu diastole>90 mmhg dan sistol >140 mmhg.
c. Trimester III
Patologi yang terjadi pada kehamilan trimester III menurut Irianti et al
(2014:144) adalah:
1) Plasenta Previa
Perdarahan yang terjadi pada TM III lebih banyak disebabkan oleh
kelainan letak implantasi plasenta
2) Solusio Plasenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta sebelum
melahirkan,hal ini dapat menyebabkan perdarahan pada TM III.
3) Premature Rupture of Membran (PROM)
PROM adalah pecahnya membrane ketuban janin secara spontan
sebelum usia kehamilan 37 minggu atau sebelum persalinan
dimulai.
4) Anemia
Anemia pada ibu hamil memperburuk kehmilan itu sendiri.
Dalam kehamilan, terjadi peningkatan plasma yang mengakibatkan
7
volume darah ibu. Peningkatan plasma tersebut tidak mengalami
keseimbangan dengan jumlah sel darah merah, sehingga
mengakibatkan terjadinya penurunan hemoglobin.
5. Tanda dan Gejala Kehamilan
Menurut Irianti et al (2011:35) perubahan fisiologi ibu hamil adalah:
a. Tanda Pasti Kehamilan
Tanda pasti kehamilan adalah tanda yang memperlihatkan langsung
keberadaan janin. Tanda pasti kehamilan terdiri sebagai berikut:
1) Terdapat gerakan janin yang dapat dilihat/diraba/dirasa pada usia
kehamilan sekitar 20 minggu.
2) Terdengar denyut jantung janin jika menggunakan dopler pada
usia kehamilan 12 minggu dan terdengar dengan menggunakan
stetoskop Leanec pada usia kehamilan 18-20 minggu.
3) Terdapat bagian-bagian besar ( kepala dan bokong) maupun kecil
(ekstremitas) janin yang dapat diraba dengan jelas pada trimester
III usia kehamilan, dan dapat dilihat lebih sempurna dengan
menggunakan USG.
b. Tanda Tidak Pasti Kehamilan
Tanda tidak pasti kehamilan adalah perubahan fisiologi yang dapat
dikenali atau dirasakan oleh ibu hamil namun tidak menjadi patokan
bahwa dia hamil.
Tanda tidak pasti kehamilan terdiri sebagai berikut:
1) Amenore (tidak haid)
Pada proses konsepsi dan nidasi dapat menyebabkan tidak
terjadinya pembentukan folikel de graaf dan ovulasi sehingga
menyebabkan tidak terjadinya menstruasi. Pada wanita perlu
mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT), karena
dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan dan
memperkirakan persalinan.
2) Mual dan Muntah (emesis)
Mual muntah ini terjadi pada trimester pertama kehamilan,
terjadi karena pengaruh hormon esterogen dan progesterone yang
8
menyebabkan pengeluaran asam lambung berlebihan sehingga
terjadi mual muntah yang biasanya terjadi di pagi hari
(morning sickness). Dalam batas tertentu hal ini masih fisiologis,
namun jika sudah melampaui batas fisiologis dapat menyebabkan
gangguan kesehatan yang disebut hyperemesis gravidarum.
3) Mengidam (meninginkan makanan tertentu)
Mengidam biasanya terjadi pada ibu hamil trimester
pertama. Ibu hamil sering menginginkan makanan-makanan
tertentu dan juga tidak tahan dengan bau-bau tertentu.
4) Pingsan
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala
menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan
pingsan. Biasanya terjadi pada tempat ramai yang sesak dan padat.
5) Payudara tegang
Hal ini terjadi karena pengaruh hormon esterogen dan
progesteron yang merangsang duktus dan alveoli pada payudara.
Sehingga menyebabkan payudara terasa tegang, membesar dan
juga nyeri.
6) Sering Miksi
Sering miksi atau BAK terjadi pada ibu hamil karena uterus
yang semakin membesar dan menekan kandung kemih sehingga
kandung kemih terasa penuh dan menyebabkan sering BAK. Hal
ini terjadi pada trimester pertama, karena kandung kemih yang
tertekan oleh uterus dan hilang pada trimester kedua, dan terjadi
lagi pada trimester ketiga karena kandung kemih tertekan oleh
kepala janin yang semakin turun ke rongga panggul.
7) Konstipasi atau Obstipasi
Pengaruh hormone steroid yang menyebabkan tonus otot-otot
menurun sehingga terjadi konstipasi.
8) Varises
Varises atau pemekaran vena-vena terjadi karena pengaruh
hormon esterogen dan progesteron. Hal ini terjadi pada kaki, betis,
9
dan vulva. Keadaan ini biasanya terjadi pada trimester akhir.
c. Tanda kemungkinan hamil
1) Perut membesar.
2) Uterus membesar sesuai dengan usia kehamilannya.
3) Terdapat tanda Chadwick, yaitu warna kebiru-biruan pada serviks
dan vagina.
4) Terdapat tanda Hegar, yaitu segmen bawah rahim yang lebih
lunak dari bagian lain. Hal ini ditemukan pada usia kehamilan 6-2
minggu.
5) Terdapat tanda Piscaseck, yaitu adanya tempat yang kosong pada
rongga uterus karena embrio biasanya terletak disebelah atas,
dengan bimanual akan terasa benjolan yang asimetris.
6) Braxton Hicks, yaitu kontraksi-kontraksi kecil pada uterus.
7) Teraba Ballotement
8) Reaksi kehamilan positif
10
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kehamilan merupakan masa menyenangkan sekaligus penuh beban. Pada masa
kehamilan ibu akan mengalami perubahan baik fisiologi maupun psikologi.
Perubahan tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi selama
kehamilan. Untuk mengatasi perubahan tersebut ibu perlu melakukan proses
adaptasi. Proses adaptasi perubahan psikologi ibu selama kehamilan memerlukan
faktor – faktor pendorong agar dapat mencapai keberhasilan.
Dari hasil analisis penulis simpulkan bahwa ada banyak faktor pendorong
keberhasilan adaptasi psikologis selama kehamilan. Faktor – faktor tersebut penulis
kelompokan menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri ibu hamil
sendiri. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah faktor pengetahuan,
faktor perubahan fisik ibu, faktor penambahan beban psikologis, faktor
usia, dan faktor paritas atau jumlah anak. Sedangkan faktor eksternal
adalah faktor yang berasal dari keadaan sekitar. Faktor eksternal diantaranya faktor
sosial (dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hubungan suami istri) dan durasi
tidur atau istirahat.
B. Saran
1. Bagi penulis
a. Ketidaksempurnaan dalam penulisan ini dapat dijadikan pembelajaran untuk tahap
selanjutnya.
b. Penulis tetap berusaha untuk mempelajari isi dari literatur ini.
c. Kemampuan yang penulis tampilkan dalam penulisan ini dapat dijadikan acuan
semangat untuk kedepanya.
2. Bagi pembaca
Apabila ada kesalahan dalam penulisan sekiranya pembaca
untuk bisa menambahkan kritik dan saran yang membangun.
3. Bagi peneliti – peneliti selanjutnya
Peneliti – peneliti selanjutnya dapat menjadikan isi dari makalah ini sebagai salah
satu acuan untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan tema makalah ini.
11