WORKSHEET
HUMAN-INTEGRATED SYSTEMS
(ISYE6059)
WORK ENVIRONMENT DESIGN
Arranged by:
HIS06
ADDA
M. HAFIDZ FAUZI 2602198094
HASBI ASH SHIDDIQ 2602172372
INDRA KURNIAWAN 2602172391
YOGA TEGUH PUTRA P 2602173450
INTEGRATED INDUSTRIAL ENGINEERING LABORATORY
INDUSTRIAL ENGINEERING DEPARTMENT
FACULTY OF ENGINEERING
BINUS UNIVERSITY
JAKARTA
2023
Practicum Weekly Worksheet 2
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Module Work Environment Design
LO1: Explain the human’s physical, biological, and psychological of represent the industrial
problems.
LO2: Apply the tools and techniques of human factors in industrial engineering problems.
I. Objectives (berisi tujuan dibuatnya laporan modul 5)
Tujuan-tujuan dari worksheet ini adalah:
1. Memahami perancangan tata letak ruang kamar yang sesuai dengan prinsip tata letak
ruang kerja.
2. Mengetahui dan memahami pengaruh warna, safety sign, dan safety colors pada tata
letak ruangan
3. Memahami cara merancang tata letak meja belajar atau kerja yang diukur sesuai
dengan horizontal work surface.
II. Result and Analysis
1. Ukurlah ruangan kerja Anda, lalu gambarkan denah ruangan tersebut beserta dengan
setiap benda-benda yang terdapat pada ruangan tersebut (2D & 3D). Sertakan ukuran
yang telah diperoleh dari pengukuran pada denah yang anda gambarkan.
Gambar 1 Denah ruangan kerja
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 3
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
2. Analisis denah ruangan yang telah Anda gambarkan berdasarkan konsep principles
of room design yang telah dipelajari.
Tata letak ruang merupakan penyusunan fasilitas yang diletakkan pada area yang
tepat sehingga dapat memberikan kepuasan serta kenyamanan bagi penggunanya.
Menurut Salvendy (2012), persyaratan ergonomis utama menyangkut tugas yang
dilakukan, organisasi pekerjaan dan juga faktor lingkungan yaitu:
a. Tata letak dari suatu tempat kerja mengharuskan memfasilitasi aliran kerja
b. Tata letak tempat kerja harus memfasilitasi kerja sama (baik bagi personel
maupun orang eksternal)
c. Tata letak tempat kerja struktur organisasi
d. Tata letak harus memastikan privasi yang diperlukan
e. Akses menuju tempat kerja harus tidak terhalang dan aman
Praktikan menggunakan satu ruangan untuk menganalisis tata letak fasilitas pada
praktikum ini, yaitu ruangan kerja keuangan & sarana umum di PT PLN (Persero)
UP3 Timika pada lantai dasar. Ruangan tersebut memilki ukuran 8 m x 5,8 m. Dimana
pada ruangan tersebut hanya memiliki satu pintu masuk ukuran tidak sesuai dengan
prinsip keselamatan kerja pada tata ruang ketika ada kondisi emergency/ force
majeure. Berdasarkan prinsip personal space yaitu zona sirkulasi adalah suatu zona
dimana seseorang bisa lewat tanpa mengganggu orang lain dengan radius minimum
61cm. Artinya bahwa zona sirkulasi harus disediakan dengan lebar 1,22 m pada
kondisi saat ini tidak memenuhi standard. Selanjutnya yaitu zona perorangan adalah
suatu zona dimana seseorang bisa lewat namun dapat mengganggu orang lain.
Dari hasil Analisa ruangan dimana tempat kerja terlalu berhimpitan dengan radius
hanya < 30 cm. Dapat terlihat jelas bahwa akses jalan pegawai pada workstation
terhalang dan radius personal space yang kurang cukup sehingga mengganggu
kenyamanan seseorang dalam bekerja. Lalu terdapat satu pintu lemari yang terlalu
berdekatan dengan lemari lain. Serta tidak adanya pengelompokkan ruangan antara
ruang kerja dan penyimpanan (arsip dokumen).
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 4
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
3. Usulkan denah usulan dari ruangan kerja Anda berdasarkan konsep principles of room
design dan gambarkan denah usulan tersebut disertai ukurannya.
4. Analisis denah usulan ruangan yang telah Anda gambarkan berdasarkan konsep
principles of room design.
Pada usulan denah ruangan, Praktikan menyarankan untuk mengelompokkan meja
kerja staff dengan staff lainnya sedangkan meja pengawas/supervisor diletakkan ke
pada sudut kanan. Sementara area sudut kiri dipakai sebagai ruang pengelompokkan
dokumen dimana beberapa lemari arsip diletakkan pada ruangan tersebut.
Berdasarkan prinsip personal space yaitu zona sirkulasi adalah suatu zona dimana
seseorang bisa lewat tanpa mengganggu orang lain dengan radius minimum 61cm.
Pada gambar diatas radius dibuat > 0,8 m. Artinya bahwa zona sirkulasi harus
disediakan dengan lebar 1,6 m antara ruang kerja satu dengan ruang kerja lainnya.
Sementara itu pada bagian pintu dibuat dua bukaan untuk menghindari penumpukkan
jalur evakuasi pada saat kerjdian emergency/ force majeure..
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 5
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
5. Dari ruang kerja tersebut, ukurlah noise dose level dengan menggunakan 3 device
untuk mendapatkan data sound level.
No Ln (dB) Cn (Hours)
1 93,8 3
2 94,3 3
3 89,8 2
6. Hitunglah TWA berdasarkan noise dose level dari ruangan tersebut.
𝑇𝑊𝐴 = 16,61 𝐿𝑜𝑔 (𝐷/100) + 90
𝑇𝐸
𝐷 = 100 𝛴
𝑇𝑃
Dimana:
TP : Time permission
TE : Time Exposure
D : Noise Dose Level %
Dikarenakan 93,8 dB dan 94,3 dB dibulatkan menjadi 94 dB untuk nilai permissible
Noise Exposurenya tidak tertera pada tabel, maka dilakukan perhitungan interpolasi
sebagai berikut:
92 − 95 6−4
=
94 − 95 𝑥−4
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 6
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
−3 2
=
−1 𝑥−4
(-1)2 = -3(x-4)
-2 = -3x+12
-2-12 = -3x
-14 = -3x
−14
𝑥= = 4,67
−3
Maka,
𝑇𝐸1 𝑇𝐸2 𝑇𝐸3
𝐷 = 100 × ( + + )
𝑇𝑃1 𝑇𝑃2 𝑇𝑃3
3 3 2
𝐷 = 100 × ( + + )
4,67 4,67 8
𝐷 = 100 × (1,53468)
𝐷 = 153,47 %
𝑇𝑊𝐴 = 16,61 𝐿𝑜𝑔 (𝐷/100) + 90
𝑇𝑊𝐴 = 16,61 𝐿𝑜𝑔 (153,47/100) + 90
𝑇𝑊𝐴 = 16,61 (0,186023) + 90
𝑇𝑊𝐴 = 3,0898 + 90 = 93,0898
7. Tentukan 3 ruangan berbeda, ukurlah illumination level dari masing-masing ruangan.
No Place Illumination
Level (ftcd)
1 Ruangan Keu & Sarana Umum 27,27
2 Ruangan Niaga & Pemasaran 28,53
3 Ruangan Transaksi Energi Listrik 5,13
1 Lux = 0,09 ftcd
▪ Ruangan Keu & Sarana Umum 303 Lux = 27,27 ftcd
▪ Ruangan Niaga & Pemasaran 317 Lux = 28,53 ftcd
▪ Ruangan Transaksi Energi Listrik = 5,13 ftcd
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 7
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
8. Analisis noise dose level dan illumination level berdasarkan hasil pengukuran.
▪ Noise Dose Level
Berdasarkan hasil pengukuran Noise Dose Level tabel diatas didapatkan
hasil perhitungan TWA 93,0898. Jika menurut acuan standar Noise Dose for
the use of office space ruangan tersebut tidak dalam kondisi yang baik dalam
aspek lingkungan, terutama aspek sound level yang dihitung dalam TWA. Hal
tersebut terjadi karena kantor berada dalam areal PLTD sehingga ruangan
perlu diberi peredam suara seperti glasswoll khusus sehingga ruangan menjadi
sedikit lebih kedap suara, sedangkan untuk sekeliling PLTD ditanami pohon
bambu sebagai tanaman alami (vegetasi) untuk menguranngi kebisingan.
(Source: Imam Syah Putra1 dkk. 2018. Analisis Kemampuan Vegetasi Dalam
Meredam [Link])
▪ Illumination Level
Illumination level untuk Ruangan Keu & Sarana Umum serta Ruangan Niaga
& Pemasaran hasil perhitungan berada pada illumination level 27,27 dan
28,53 termasuk dalam kategori D artinya pencahayaan sudah cukup baik dan
cukup, dimana rata2 menurut tabel rekomendasi level illumination berada
pada kategori C yaitu 10-15-20 ftcd.
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 8
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Selanjutnya untuk ruangan Transaksi Energi Listrik pencahayaan belum
mencukupi karena illumination level berada pada level 5,13 ftcd masuk dalam
kategori B dimana hanya untuk kegiatan untuk pekerjaan sementara dan tidak
lama. Maka ruangan Transaksi Energi Listrik harus diperbaiki system dan
ditingkatkan lagi penerangannya dengan penggantian/penambahan lampu
sehingga minimal mencapai illumination level 10-15-20 ftcd.
III. Conclusion
Kesimpulan dari hasil yang Anda peroleh berdasarkan rancangan yang telah disampaikan
pada modul 5 ini adalah:
1. Tata letak ruangan bertujuan untuk menjadikan ruangan kerja memiliki kenyamanan
yang ditinjaau dari aspek ergonomic, kenyamanan dan keamanan bagi pekerja yang
berada di suatu tempat/ruangan.
2. Hasil dari Analisis perbaikan tata ruangan, setelah dilakukan usulan / rekomendasi
perbaikan tata letak maka yang diharapkan adalah terciptanya kenyamanan dan keamanan
melalui perubahan tata letak yang ditandai dengan radius personal space zona sirkulasi
dengan radius minimum 61 cm dan penggantian tipe pintu dua bukaan dan diposisikan
lebih ke tengah.
3. Hasil dari Analisis Noise Dose level dan illuminance level, perlu dilakukan beberapa
perbaikan pada ruangan karena Noise Dose level tidak tercapai yaitu melalui vegetasi dan
pemasangan peredam dalam ruangan.
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 9
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Lampiran
Gambar tata letak desain ruangan sebelum usulan (2D & 3D)
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 10
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Gambar tata letak desain ruangan setelah usulan (2D & 3D)
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 11
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Screenshot hasil pengukuran menggunakan aplikasi Lux Light Meter (3 pengukuran)
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 12
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 13
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Screenshot hasil pengukuran menggunakan aplikasi Decibel X (3 pengukuran)
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University
Practicum Weekly Worksheet 14
Human-Integrated Systems (ISYE6059)
Industrial Engineering Laboratory
Industrial Engineering Department
BINUS University