Jenis Permainan Bola Kecil
Berikut adalah jenis permainan bola kecil yang sering kita temui dalam kehidupan
sehari-hari.
TENIS MEJA
Menurut Britannica, tenis meja atau biasa disebut dengan ping-pong adalah
permainan yang dilaksanakan di atas meja dengan net di bagian tengah. Maksud
dari permainan ini adalah mengalahkan lawan dengan cara memukul bola hingga
melewati net dan bola keluar dari area meja.
Tenis meja adalah olahraga permainan bola kecil yang populer di seluruh dunia,
termasuk Eropa, Asia, terutama China, dan Jepang.
Sejarah Singkat
Sejak abad ke-19 , di wilayah Inggris telah populer oleh adanya permainan
bola kecil bernama pingpong, yang kemudian berkembang menjadi tenis
meja alias table tennis. Hingga akhirnya pada tahun 1901, permainan bola
kecil ini mulai diadakan turnamen kecil-kecilnya.
Kemudian pada tahun 1921, dibentuklah asosiasi khusus tenis meja
bernama Table Tennis Association (TTA) di Inggris, setelah itu diikuti oleh
adanya International Federation Table Tennis (ITTF). Kota London dipilih
menjadi tuan rumah pada kejuaraan tenis meja dunia resmi pada tahun
1926. Saking populernya, tenis meja mulai diperkenalkan pula sebagai
cabang Olimpiade. Sementara itu di Indonesia, pada 1939 juga mulai
mendirikan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).
Teknik Dasar
a) Memegang Raket (Bet)
Dalam permainan tenis bola ini, memegang raket juga memerlukan teknik
tersendiri dan memiliki beragam macamnya.
Teknik memegang raket seperti berjabat tangan (Shakehand Grip).
Teknik ini biasanya digunakan oleh para pemain profesional dan
nantinya pemain dapat menggunakan kedua sisi bet.
Teknik memegang bet seperti memegang tangkai pena (penhold
grip). Kebanyakan yang memanfaatkan teknik ini adalah para pemain
Asia dan nantinya pemain hanya dapat menggunakan satu sisi bet
saja.
Teknik seemiller grip yang mana hampir sama dengan teknik
shakehand grip. Perbedaannya adalah pada teknik ini, bagian bet
atas diputar dari 20-90 derajat ke arah tubuh. Posisi jari telunjuk
menempel di sepanjang sisi bet.
b) Pukulan Forehand dan Backhand
Forehand dan Backhand lurus, yakni dengan melambungkan bola ke
arah teman sehingga dilakukan secara berpasangan atau kelompok.
Forehand dan Backhand menyilang meja, yakni dengan
memantulkan bola ke meja lalu melakukan pukulan servis.
c) Servis
Dalam teknik dasar ini memiliki beragam jenisnya, yakni.
Forehand dan Backhand lurus bidang servis
Forehand dan Backhand secara menyilang
Forehand dan Backhand ke sasaran
d) Smash
Smash Forehand, yakni dengan memantulkan bola ke arah atas,
kemudian ayunkan lengan dari arah bawah ke atas dengan bantuan
pergelangan tangan.
Smash Backhand, yakni dengan mengayunkan pergelangan bola ke
arah pantulan bola untuk mengatur arah, sementara tubuh dapat
berpindah dari kiri ke kanan.
Alat dan Peraturan
a) Bet
Bet adalah sebutan untuk raket atau alat pemukul dalam permainan tenis
meja. Terbuat dari campuran kayu, serat karbon, serat kaca, dan kertas
padat.
b) Bola
Ukuran bola yang digunakan dalam permainan tenis meja ini adalah
berdiameter 40 mm dan berat 2,7 gram dengan bentuk bulat. Bahan
dasarnya berupa plastik atau selulosa yang tidak mengkilap. Warna yang
diizinkan pada bola tenis meja hanyalah putih dan oranye saja.
c) Meja
Panjang: 2,74 m
Lebar: 1,525 m
Tinggi: 76 cm dari permukaan tanah
d) Net
Ukuran panjang standarnya adalah 15,25 cm diukur dari tiang penjaga net
dan penjepit net. Net tenis harus dipasang secara rapat dan menyentuh
dasar meja tanpa ada celah sedikitpun.
e) Perolehan Poin
Jika bola melayang melewati meja tanpa memantul terlebih dahulu
Lawan sudah lebih dulu menyentuh bola, tanpa bisa
mengembalikannya
Lawan memukul bola dengan sisi daun raket yang tanpa ada pelapis
karetnya
Servis yang dilakukan oleh lawan tidak sempurna, sehingga
menyebabkan bola tidak melewati net
Lawan tidak mengembalikan bola dengan benar
Kasti (Baseball)
Basketball atau permainan bola kasti adalah olahraga yang berasal dari bangsa
Eropa dan muncul di Indonesia saat masa penjajahan Belanda, Portugal, dan
negara Eropa lainnya.
Karena masa itu rakyat Indonesia masih minim peralatan untuk bermain bola kasti,
maka olahraga ini dilakukan dengan peralatan sederhana dan disesuaikan dengan
perkembangan zaman. Saking populernya, permainan bola kasti sempat menjadi
pertandingan antar sekolah hingga diajarkan kepada siswa-siswi di sekolah dasar
dan menengah di Indonesia.
Sejarah Singkat
Permainan bola kecil ini ternyata sudah ada sejak Dinasti Tudor pada
tahun 1744, terutama di wilayah Inggris. Penemunya sama dengan
penemu permainan voli, yakni William G. Morgan. Permainan ini menjadi
populer hingga kemudian pada tahun 2828, aturan bola kasti dibuat secara
resmi oleh William Clarke di inggris
Teknik Dasar
a) Melempar Bola
Dalam teknik dasar ini setidaknya terdapat 4 teknik yang berupa:
Melempar bola menyusur tanah
Melempar bola mendatar
Melempar bola melambung
Melempar bola memantul tanah
b) Menangkap Bola
Dalam melakukan teknik ini, harus memperhatikan hal-hal berikut:
Pandangan mata harus tertuju pada arah datangnya bola.
Menangkap bola menggunakan kedua tangan, yakni kedua telapak
tangan dalam posisi terbuka sehingga membentuk setengah bola.
Pada saat perkenaan bola pertama, harus diikuti sedikit tarikan
tangan ke arah belakang.
c) Melambungkan Bola
Sesuaikan tangan dengan kaki, jika akan melambungkan bola
menggunakan tangan kanan, maka kaki kanan berada di depan.
Badan dicondongkan ke depan.
Putar lengan tangan yang memegang bola ke arah belakang dengan
ukuran 360॰.
Ayunkan lengan ke arah depan, kemudian lepaskan bola saat bola
berada di samping paha kanan disertai dengan lecutan pergelangan
tangan.
d) Memukul Bola
Pegang alat pemukul dengan benar menggunakan satu tangan.
Berdiri dengan posisi badan menyamping sehingga pelambung atau
pengumpan berada di samping kiri pemukul.
Buka kaki selebar bahu.
Alat pemukul diletakkan di atas bahu sebelah kanan dengan posisi
siku tangan yang memegang alat pemukul.
Pandangan ke arah melambungnya bola.
Alat dan Peraturan
a) Lapangan
Panjang: 60-70 cm
Lebar: 30 cm
Ruang pelambung: 5×5 m
Ruang pemukul: 5×5 m
Ruang bebas: 15×5 m
Jari-jari marka: 1 m
b) Aturan Dasar
Jumlah pemain untuk setiap tim berjumlah 12 orang termasuk satu
kapten. Setiap pemain diharuskan mengenakan nomor dada dari
angka 1 sampai 2.
Waktu permainan dibagi menjadi 2 babak, setiap babak diberikan
waktu 20-30 menit. Di antara dua babak tersebut nantinya akan
diberikan waktu istirahat selama 15 menit.
Pertandingan dipimpin oleh seorang wasit dengan dibantu oleh 3
orang penjaga garis dan 1 pencatat waktu.
c) Tugas Regu Penjaga:
Mematikan permainan tim lawan dengan cara melemparkan bola ke
arah pemukul atau menangkap langsung bola kasti yang telah
dipukul oleh regu pemukul.
Membakar ruang bebas, yakni dengan cara menempati ruang bebas
jika ada yang kosong.
d) Tugas Pelambung:
Melambungkan bola sesuai dengan arah yang diminta oleh pemukul.
Jika bola yang sudah dilambungkan tidak sesuai dengan permintaan
pemukul, maka pemukul berhak tidak memukulnya.
e) Aturan Pergantian Tempat:
Jika salah seorang pemain dalam regu pemukul terkena lemparan
bola.
Bola pukulan dari tim pemukul ditangkap langsung oleh tim lawan
sebanyak 3x berturut-turut.
Alat pemukul terlepas ketika hendak melakukan pukulan.
Bulutangkis
Permainan bola kecil lainnya yang tidak kalah terkenal adalah bulutangkis. Menurut
Britannica, bulutangkis atau badminton adalah permainan yang dilakukan dengan
menggunakan raket dan kok (shuttlecock).
Menurut sejarah, bulutangkis telah dimainkan sejak tahun 1873 dan menjadi cabang
olahraga yang mendunia. Sejak zaman Yunani Kuno, China, India, Inggris,
bulutangkis menjadi olahraga yang disenangi dan selalu ada turnamennya, baik
tingkat nasional maupun internasional.
Sejarah
Permainan bulu tangkis dipercayai telah berkembang di Mesir Kuno sekitar
2000 tahun yang lalu. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa
permainan ini telah muncul di India dan China, yakni di Jianzia, yang mana
proses permainannya hanya menggunakan kok tanpa raket. Berhubung
tidak menggunakan raket, maka kala itu permainan ini dimainkan
menggunakan kaki.
Kemudian di Inggris, terdapat permainan anak-anak yang
bernama Battledores dan Shuttlecocks. Kala itu, anak-anak memainkannya
menggunakan dayung atau tongkat (battledores), dengan tetap menjaga
kok tetap di udara dan mencegahnya supaya tidak menyentuh tanah. Lalu,
permainan tersebut dibawa hingga ke Jepang, China, Thailand, dan
berbagai wilayah Asia.
Pada abad ke-19, di India membuat inovasi dengan berupa menambahkan
jaring dan memainkannya secara bersaingan. Permainan yang telah
diinovasi tersebut dibawa kembali oleh tentara Inggris dan disebut
sebagai Battledore Badminton. Lalu pada tahun 1877, permainan ini
dimainkan oleh klub bulu tangkis pertama yakni Bath Badminton Club . Dua
tahun setelahnya, terdapat kejuaraan internasional bulu tangkis bernama
yakni All England Open Badminton Championships yang kemudian
berkembang di seluruh dunia,
Teknik Dasar
a) Memegang Raket
Dalam teknik memegang raket bulu tangkis ini, terdapat empat macam
teknik yakni:
Pegangan forehand, yakni dengan cara mendirikan raket yang
sisinya tegang, posisi tangannya hampir mirip ketika sedang
bersalaman.
Pegangan backhand, yakni dengan “jalan memutar” seperempat ke
kanan dari pegangan forehand.
Pegangan pukul kasur, cara ini disebut juga dengan pegangan
Amerika.
Pegangan campuran.
b) Teknik Pukulan
Dalam teknik ini, terdapat empat macam teknik dasarnya, yakni:
Pukulan Servis, yakni pukulan menggunakan raket untuk
menerbangkan shuttlecock ke tim lawan secara berdiagonal
sekaligus sebagai permulaan dari permainan.
Pukulan Lob, yakni pukulan yang bertujuan untuk menerbangkan
shuttlecock setinggi mungkin dengan arah ke belakang garis
lapangan lawan.
Overhead Lob, yakni pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala.
Underhand Lob, yakni pukulan lob dengan memukul shuttlecock di
bawah badan dilambungkan tinggi ke belakang
Alat dan Peraturan
a) Lapangan
Panjang: 11,88 m
Lebar: 5,18 m
Luas: 61,5384 m
Tinggi tiang net: 1,55 m
Tinggi atas net: 1,52 m
Jarak net ke garis service: 1,98 m
b) Sistem Perhitungan Poin
Satu set terdiri atas 21 poin.
Bila terjadi kedudukan 20 poin yang sama, otomatis akan dibuat
menjadi 22.
Jus 2 akan otomatis diberlakukan kembali jika terjadi kedudukan
yang sama lagi.
c) Alat Perlengkapan
Raket, dibuat dari serat karbon (plastik bertulang grafit). Namun, ada
juga yang menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau
keseluruhan raketnya.
Senar, dengan ketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan
18-30+ lb.
Shuttlecock, terbuat dari bulu angka yang disusun membentuk
kerucut terbuka dengan pangkalnya berbentuk setengah bola dari
gabus.
Sepatu, yang memiliki sol karet kuat, dengan sisi yang bertulang.
KLIPING
PERMAINAN BOLA KECIL
GURU PEMBIMBING
DISUSUN OLEH
NATASYA VISCA ARINIA
SMA NEGERI 1 LAHAT SELATAN
TAHUN AJARAN 2021/2022