0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan18 halaman

RKPDes: Perencanaan Pembangunan Desa

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang, tujuan, dan sistematika penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPDesa) Desa Jadi 2. RKPDesa merupakan dokumen perencanaan pembangunan tahunan wajib bagi setiap desa berdasarkan undang-undang dan peraturan pemerintah 3. Dokumen tersebut membahas tentang visi dan misi Desa

Diunggah oleh

estrik21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan18 halaman

RKPDes: Perencanaan Pembangunan Desa

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang, tujuan, dan sistematika penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPDesa) Desa Jadi 2. RKPDesa merupakan dokumen perencanaan pembangunan tahunan wajib bagi setiap desa berdasarkan undang-undang dan peraturan pemerintah 3. Dokumen tersebut membahas tentang visi dan misi Desa

Diunggah oleh

estrik21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Bahwa berdasarkan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa
adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat,
hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Landasan Pemikiran yang menjadi prinsip / azas dalam pengaturan
mengenai desa adalah Rekognisi, Subsidiaritas, keanekaragaman, Kebersamaan,
Kegotongroyongan, Kekeluargaan, Musyawarah, Demokratisasi, Kemandirian, partisipasi,
Kesetaraan, Pemberdayaan, dan Keberlanjutan.
Berdasarkan pola pemikiran dimaksud, dimana bahwa desa berwenang mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat yang
diakui dan, atau dibentuk dalam sistem Pemerintah Nasional dan bersifat otonom, maka sebuah
desa diharuskan mempunyai perencanaan yang matang berlandaskan partisipasi dan
transparansi serta demokratisasi yang berkembang di desa. Sebagaimana yang diamanatkan
dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Bab IX tentang Pembangunan Desa dan
Pembangunan Kawasan Perdesaan, Pasal 79 maka Desa diwajibkan menyusun Dokumen
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk jangka waktu 6 (Enam)
tahun dan Dokumen Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKP Desa) sebagai satu kesatuan
sistem perencanaan pembangunan daerah/ kabupaten secara partisipatif dan transparan.
RKP Desa adalah Rencana Kerja Pemerintahan Desa yang dibuat untuk jangka waktu
1 ( satu ) tahun yang berdasarkan penjabaran dari RPJMDes, hasil evaluasi pelaksanaan
pembangunan tahun sebelumnya, prioritas kebijakan supra desa dan atau hal- hal yang karena
keadaan darurat / bencana alam. Sebagai Rencana strategis pembangunan tahunan Desa,
RKPDesa merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang bersifat regular yang
pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) desa yang di beri mandat oleh
Kepala Desa atau sebutan lain sebagai lembaga yang bertanggung jawab di desa. RKPDesa
merupakan satu-satunya pedoman atau acuan pelaksanaan pembangunan bagi Pemerintah
Desa dalam jangka waktu satu tahun yang selanjutnya dimasukkan dalam APBDesa tahun
anggaran bersangkutan.

1
1.2. DASAR HUKUM

Peraturan perundangan yang dijadikan dasar dan acuan penyusunan RKPDes Desa Jadi tahun
2018 antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa ( Lembar Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nmor 123, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5539)
Sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 Tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa ( Lembar Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nmor 157, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia
Nomor 5717).
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Teknis Peraturan Di Desa ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
2091) ;
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pembangunan Desa ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
2094);
5. Peraturan Desa Malimbong No …… Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah DesaMalimbong 2016- 2021;
6. Peraturan Bupati Kabupaten Mamasa Nomor …… Tahun 2018 Tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018
7. Permendes nomor 16 tahun 2018 tentang Prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2018

1.3. TUJUAN DAN MANFAAT


Sebagaimana amanah dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5495); Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014 Tentang Desa
( Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nmor 123, Tambahan Lembar Negara
Republik Indonesia Nomor 5539) Sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah
Nomor 47 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun
2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun tahun 2014
Tentang Desa ( Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nmor 157, Tambahan
Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 5717), maka dipandang perlu disusun Rencana
Kerja Pemerintah Desa Tahun 2018.

2
A. Tujuan Penyusunan Dokumen RKPDes antara lain :
a. Agar desa memiliki dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang berkekuatan
hukum tetap.
b. Sebagai dasar/pedoman kegiatan atau pelaksanaan pembangunan di desa.
c. Menetapkan rancangan kerangka ekonomi desa
d. Menetapkan program dan kegiatan prioritas
e. Menetapkan kerangka pendanaan

B. Manfaat Penyusunan Dokumen RKPDes antara lain :


a. Lebih menjamin kesinambungan pembangunan di tingkat desa.
b. Sebagai pedoman dan acuan pembangunan desa.
c. Pemberi arah kegiatan pembangunan tahunan di desa.
d. Menampung aspirasi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan dipadukan dengan
program pembangunan supra desa.
e. Dapat mendorong partisipasi dan swadaya dari masyarakat.

1.4. VISI DAN MISI


1.4.1 VISI
Sejalan dengan kondisi wilayah baik berupa potensi dan masalah yang sering muncul
di desa Malimbong maka agar segenap warga desa Malimbong memiliki arah dan
tujuan yang jelas, baik sekarang maupun di masa mendatang maka Pemerintah Desa
mempunyai visi yang dapat mendukung pendukung pembangunan di desa Malimbong
sehingga tercetuslah sebuah visi dengan semboyan menjadikan “ Malimbong Desa
Aman, Desa Sejahtera, Desa Mandiri Pangan dan sebagai Desa Destinasi Pariwisata

1.4.2 MISI
Untuk mewujudkan visi desa Jadi tersebut, maka disususnlah misi sebagai berikut :

1. Melakukan perbaikan sarana infrastruktur Jalan sebagai faktor penunjang utama pen-
ingkatan ekonomi masyarakat desa Malimbong
2. Melakukan perbaikan sarana pendukung sektor pertanian, perkebunan dan sektor Pari-
wiisata
3. Mendorong dan melakukan peningkatan kapasitas bagi kelompok petani

3
4. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Desa Malimbong dalam bidang Kese-
hatan
5. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.

6. Melaksanakan pembangunan secara merata

1.5. SISTEMATIKA PENYUSUNAN RKP DESA


BAB I : Pendahuluan
1.1. Latar belakang
1.2. Dasar hukum
1.3. Tujuan dan manfaat
1.4. Visi dan misi desa

BAB II : Kebijakan keuangan desa


2.1. Kebijakan pendapatan desa
2.2. Kebijakan belanja desa

BAB III : Rumusan Prioritas Masalah


3.1 Identifikasi masalah pembangunan Skala Desa (RKP) tahun
sebelumnya
3.2. Identifikasi masalah berdasarkan RPJM-Desa
3.3. Identifikasi masalah berdasarkan prioritas kebijakan Supra desa
3.4. Identifikasi masalah berdasarkan analisis keadaan darurat

BAB IV : Kebijakan dan Program Pembangunan Desa


4.1. Prioritas program, kegiatan dan Anggaran Desa yang dikelola Desa
(Sekala Desa)
4.2. Prioritas program, kegiatan dan Anggaran Desa yang dikelola melalui
Kerjasama antar Desa dan pihak ketiga.
4.3. Prioritas program, kegiatan dan anggaran desa yang dikelola oleh desa
sebagai kewenangan penugasan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah
Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
4.4. Pelaksana Kegiatan Desa

4
BAB V : Penutup
Lampiran-Lampiran

LAMPIRAN :

1. Tabel Daftar Rencana Program dan Kegiatan Pembangunan Desa


2. Lampiran Rencana Kerja Anggaran dan atau Rencana Anggaran Biaya
(RAB Awal)
3. berita acara Penetapan RKP Desa
4. Lampiran SK Tim Penyususn RKP Desa
5. Lampiran Daftar Hadir Musyawarah RKP Desa

5
BAB II
KEBIJAKAN KEUANGAN DESA

Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta
segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa .
Pengelolaan Keuangan Desa merupakan keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung-jawaban keuangan desa. Agar pengelolaan
keuangan desa lebih mencerminkan keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat dan sesuai
peraturan perundangan, maka harus dikelola secara transparan, akuntabel, partisipatif serta
dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran
Agar kebijakan pengelolaan keuangan desa sesuai amanah peraturan perundangan yang
berlaku, salah satu diantaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114
Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, dimana setiap tahunnya pemerintah desa
bersama Badan Permusyawaratan Desa menetapkan Peraturan Desa tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) secara partisipatif dan transparan yang proses
penyusunannya dimulai dengan lokakarya desa, konsultasi publik dan Musyawrah Desa yang
dipimpin oleh BPD untuk penetapannya. RAPBDesa didalamnya memuat Pendapatan, Belanja
dan Pembiayaan yang pengelolaannya dimulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
Kebijakan pengelolaan keuangan desa untuk tahun anggaran 2018 merupakan sistem
pengelolaan keuangan yang baru bagi desa. Sehingga masih harus banyak dilakukan penyesuaian
– penyesuaian secara menyeluruh sampai pada tehnis implementasinya.

2.1. KEBIJAKAN PENDAPATAN DESA

Pendapatan Desa sebagaimana meliputi semua penerimaan uang melalui rekening desa yang
merupakan hak desa dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh desa.
Perkiraan pendapatan desa disusun berdasarkan asumsi realisasi pendapatan desa tahun
sebelumnya dan atau dengan kebijakan umum anggaran 2018 (N+1) yang telah dikeluarkan oleh
Pemerintahan Daerah Kabupaten Tuban serta mempertimbangkan perkiraan peningkatan
berdasarkan potensi yang menjadi sumber pendapatan asli desa, Bagian Dana Perimbangan,
Bantuan Keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, Hibah dan
Sumbangan Pihak Ketiga.

6
Adapun asumsi Pendapatan Desa Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 994.790.000,-
(Sembilan Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah ) yang
berasal dari :

1) Pendapatan Asli Desa (PADesa);


 Hasil Usaha Desa : Rp 0 -,
 Hasil Kekayaan Desa : Rp 0 -,
 Hasil Swadaya dan Partsipasi masyarakat : Rp 0 -,
 Lain-lain pendapatan desa yang sah : Rp 0 -,

2) Pendapatan Transfer: Rp.


 Dana Desa : Rp
 Alokasi Dana Desa : Rp

JUMLAH : Rp.

2.2. KEBIJAKAN BELANJA DESA


Belanja desa sebagaimana dimaksud meliputi semua pengeluaran dari rekening desa yang
merupakan kewajiban desa dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh desa. Belanja sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014
terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang atau Jasa dan Belanja Modal dan sesuai
Permendes nomor 19 tahun 2018 tentang Prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2018.

URAIAN JUMLAH ( Rp )
 Belanja Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan : Rp 297.580.000,-
 Belanja Bidang Pembangunan Desa : Rp 642.710.000,-
 Belanja Bidang Pembinaan Masyarakat : Rp 18.500.000,-
 Belanja Bidang Pemberdayaan Masyarakat : Rp 36.000.000,-
Jumlah perkiraan Belanja : Rp 994.970.000,-

7
2.3. PEMBIAYAAN

Pembiayaan desa sebagaimana dimaksud meliputi semua penerimaan yang


perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun
anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Namun
demikian dalam RKP Desa Tahun 2018 ini, Pemerintah Desa Malimbong belum dapat
menyusun kebijakan pembiayaan disebabkan disamping sistem baru juga belum disusunnya
perubahan dan atau perhitungan APB Desa tahun sebelumnya. Dan belum dilakukannya
penyertaan modal desa pada kegiatan Bumdes maupun pembentukan dan penambahan dana
cadangan Sebagai tindak lanjut Pemerintah Desa Malimbong akan memperhitungkan pada
RKP-Des tahun berikutnya.

8
BAB III
RUMUSAN PRIORITAS MASALAH

Rumusan permasalahan yang cukup besar di tingkat desa, bukan semata-mata disebabkan
oleh internal desa, melainkan juga disebabkan permasalahan makro baik di tingkat kecamatan,
kabupaten, provinsi maupun pemerintah. Permasalahan yang terjadi akan semakin besar manakala
tidak pernah dilakukan identifikasi permasalahan sesuai sumber penyebab masalah beserta tingkat
signifikasinya secara partisipatif. Ketidakcermatan mengidentifikasi permasalahan sesuai suara
masyarakat secara tidak langsung menghambat efektifitas dan efisiensi perencanaan program
pembangunan yang pada akhirnya inefisiensi anggaran.
Dalam menyusun RKP Desa tahun 2018 berdasarkan 4 aspek pembahasan , sebagai
berikut :

3.1 IDENTIFIKASI MASALAH PEMBANGUNAN TAHUN SEBELUMNYA

Evaluasi hasil pembangunan tahun sebelumnya dilakukan melalui analisa terhadap


kesesuaian antara program & kegiatan yang terdapat dalam RKP Desa dan APB Desa tahun 2018
dengan implementasi pelaksanaan pembangunan tahun 2018. Dari hasil analisa tersebut diperoleh
beberapa catatan masalah sebagai berikut :
A. Program Kerja Pembangunan desa Malimbong tahun anggaran 2018 yang sudah
terlaksana beserta sumber dananya adalah sbb :
1. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
1.1 Operasional Pemerintahan Desa ( sumber dana ADD)
1.2 Penghasilan Tetap dan Tunjungan Kepala Desa dan Aparat Desa ( sumber ADD)
1.3 Kegiatan Perencanaan dan Imformasi Desa(Sumber Dana ADD dan DD)
2. Pelaksanaan Pembangunan Desa (Fisik)
1.1 Pemenuhan Kebutuhan Dasar Kesehatan yakni Posyandu dan MCK di dusun
Malimbong dan Dadeko ( sumber Dana DD)
1.2 Pembangunan Jalan poros dusun ( sumber DD)
1.3 Pembangunan Jembatan Roda dua ( sumber DD)
1.4 Rehab bangunan sarana bangunan air bersih ( sumber DD)
3. Pemberdayaan Masyarakat Desa
1.5 Kegiatan Pelatihan Kades, Perangkat Desa dan BPD (sumber Dana DD)
1.6 Kegiatan Peningkatan Kapasitas kelompok Masyarakat (sumber DD)

9
1.7 Kegiatan Pemberdayaan Posyandu berupa kegiatan pemberian insentif ke kader
pemberdayaan pustu (sumber DD)
1.8 Kegiatan Pelatihan Kelompok Tani dan Nelayan (sumber DD)
1.9 Kegiatan Pemberdayaan Usaha Kecil dan Industri Rumah Tangga (sumber DD)

B. Program Kerja Pemerintahan desa Jadi tahun anggaran 2018 yang belum terlaksana
dikarenakan keterbatasan dari berbagai sumber dana, pada hal pembangunan tersebut
sangat mendesak untuk dimanfaatkan masyarakat, hal ini di review untuk ditindaklanjuti
pada RKPDes 2018.

3.2 IDENTIFIKASI BERDASARKAN RPJMDes


Berdasarkan Peraturan Desa Malimbong nomor ……. Tahun 2016 tentang RPJM-Des
Desa Malimbong Tahun 2016-2021 prioritas masalah yang harus diselesaikan meliputi masalah
Penyelenggaraan Pemerintahan , Pembangunan Masyarakat dan Pembinaan Kemasyarakatan
Desa, maupun Pemberdayaan masyarakat. Secara rinci permasalahan tersebut adalah :

3.2.1 Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa


 Pemenuhan Operasional Pemerintah Desa
 Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pemerintah Desa
 Pembentukan BUMDes
3.2.2 Bidang Pelaksanaan Pembangunan
 Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Desa Untuk Pendidikan Dan Kesehatan
 Pembangunan Jalan Desa
 Pembangunan Jalan Lingkungan
 Pembangunan Sarana pendukung sektor pertanian, perkebunan dan sektor
pariwisata
3.2.3 Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
 Operasional Lembaga Desa
 Pembina Keamanan Dan Ketertiban
 Pembinaan Kerukunan Dan Gotong-royong Masyarakat Desa
3.2.4 Bidang Pemberdayaan Masyarakat
 Peningkatan Kapasitas Lembaga desa (PKK, Posyandu, KPMD Dan Lembaga Desa
Lainnya)

10
 Percapatan Pengentasan Kemiskinan Dengan Proritas Usaha Mikro Kelompok
Warga Miskin
 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Berdasar Potensi Lokal

3.3 IDENTIFIKASI BERDASARKAN PRIORITAS KEBIJAKAN SUPRA Desa (Diluar


KewenanganDesa – Kerjasama antar Desa, Pihak Ketiga, Bantuan Keuangan Daerah Tingakt
I dan II)

RKP Desa sebagai satu kesatuan mekanisme perencanaan daerah dalam proses
penyusunannya harus juga memperhatikan prioritas kebijakan pembangunan daerah, mulai dari
evaluasi Renja Kecamatan dan ataupun hasil evaluasi pelaksanaan RKP Daerah tahun sebelumnya
serta prioritas kebijakan daerah tahun berikutnya. Masukan ini mutlak diperlukan agar RKP Desa
benar-benar mendorong terwujudnya visi-misi daerah secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil paparan berkait dengan prioritas kebijakan pembangunan daerah, maka
penekanan masalah diprioritaskan bagaimana daerah secara efektif mampu mengurangi tingkat
kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi pengembangan sektor
ekonomi rakyat. Disamping itu untuk mendukung tercapainya prioritas tersebut perlu didukung
sumber daya manusia melalui peningkatan alokasi pendanaan pada sektor pendidikan serta
peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

3.4 BERDASARKAN ANALISA KEADAAN DARURAT


Analisa keadaan darurat dilakukan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang
muncul secara tiba-tiba, baik disebabkan oleh bencana alam dan ataupun sebab lain yang apabila
tidak segera diatasi akan semakin menimbulkan masalah bagi masyarakat. Berdasarkan analisa
pemerintah desa dan laporan yang disampaikan oleh masyarakat, ada beberapa masalah mendesak
yang harus secepatnya diatasi oleh pemerintah desa.
Masalah tersebut meliputi:
 Jalan tergenang air dan Rusak di waktu musim penghujan
 Akses menuju dusun Bamba yang perlu adanya jembatan sehingga hasil perkebunan
maupun pertanian dari dusun Bamba dapat terdistribusi ibukota desa
 Perlunya dibuat jalan tani di tondok ratte
 Desa sudah seharusnya mempunyai wadah yang dapat menampung dan
mendistribusikan hasil alam maupun produk yang dihasilkan oleh kelompok pengrajin

11
desa Malimbong sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani dan kelompok
pengrajin. Contohnya perlunya Bumdes
 Perlu diperhatikan dukungan operasional bagi kader tenaga pendidik PAUD, tenaga
kesehatan (kader pustu), dan kader pemberdayaan
 Perlunya Sarana pendukung kegiatan Olahraga di desa

12
BAB IV

KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA

Prioritas kebijakan program pembangunan Desa Malimbong yang tersusun dalam RKP
Desa Tahun 2018 sepenuhnya didasarkan pada berbagai permasalahan sebagaimana tersebut
dalam rumusan masalah di atas. Sehingga diharapkan prioritas program pembangunan yang akan
dilaksanakan pada tahun 2018 nantinya benar-benar berjalan efektif untuk menanggulangi
permasalahan di masyarakat, terutama upaya meningkatkan keberpihakan pembangunan terhadap
kebutuhan hak – hak dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pendapatan, dan lain – lain.
Dengan demikian arah dan kebijakan pembangunan desa secara langsung dapat berperan aktif
menanggulangi kemiskinan pada level Desa. Namun jika ada beberapa rencana kerja pembangunan
karena sesuatu hal keterbatasan dana baik yang bersumber dari pemerintah maupun swadaya
masyarakat sehingga tidak dapat terlaksana, maka akan terkaver dalam Rencana Kerja Pemerintah
Desa tahun Berikutnya.
Rumusan prioritas kebijakan program pembangunan desa Malimbong secara detail
dikelompokkan, sebagai berikut :

4.1 PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN SKALA DESA

Prioritas program pembangunan skala desa merupakan program pembangunan yang


sepenuhnya mampu dilaksanakan oleh desa dan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan
masyarakat Desa. Penilaian tersebut meliputi atau mempertimbangkan aspek peningkatan
kapasitas penyelenggaraan pemerintahan Desa, Peningkatan kualitas dan akses terhadap
pelayanan dasar, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan lingkungan, Pengembangan
ekonomi, Pemanfaatan Teknologi tepat guna, pendayagunaan sumberdaya alam, pelestarian adat
istiadat dan sosial budaya desa, peningkatan kualitas ketertiban dan ketentraman masyarakat desa
dan peningkatan kapasitas masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa. adapun Kemampuan
tersebut dapat diukur dari ketersediaan anggaran desa, kewenangan desa dan secara teknis di
lapangan desa mempunyai sumber daya.

13
RKP Des tahun anggaran 2018 Desa Malimbong skala desa adalah sbb :
NO Bidang dan Kegiatan Tujuan Lokasi
1 2 3 4
I Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa
1. Meningkatkan Kesejahteraan Desa Malimbong
Aparat Pemerintah Desa
Guna Meningkatkan
Kapasitas dan Kualitas
Pelayanan Publik
2. Meningkatkan Kinerja BPD Desa
3. Meningkatkan Peran serta Desa
RT/RW Dalam Pembangunan
Desa
4. Memenuhi Kebutuhan Desa
Administrasi Pemerintah Desa
Meningkatkan Pelayanan
Kepada Masyarakat Desa
5. Memenuhi perencanaan desa Desa
dan sebagai bentuk
transparansi
6. Meningkatkan Kwalitas 1. Desa
Pelayanan Masyarakat
II Bidang Pelaksanaan Pembangunan

1. Akses transportasi dan akses Desa


distribusi hasil perkebunan
pertanian
2. Akses transportasi dan akses Desa
distribusi hasil perkebunan
pertanian
3.
4.
5.
6.
7.

14
III Bidang Pembinaan
Kemasyarakatan Desa
1. Dukungan operasional agar Desa
lebih mendukung kinerja guru
paud
2. Meningkatkan kreatifitas Desa
pemuda
3.
IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Desa
1. Desa
2. 1. Meningkatkan Peran serta
Pembangunan Partisipatif Di Desa
desa

4.2 PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN SKALA KEC./ KAB.


Prioritas program pembangunan skala kecamatan Messawa kabupaten Mamasa
merupakan program dan kegiatan pembangunan yang merupakan kebutuhan riil masyarakat desa
Malimbong tetapi pemerintah desa tidak mampu melaksanakan. Hal ini disebabkan pertama
kegiatan tersebut secara peraturan perundangan bukan kewenangan desa. Kedua, secara
pembiayaan desa tidak mampu membiayai karena jumlahnya terlalu besar dan yang ketiga, secara
sumber daya di desa tidak tersedia secara mencukupi, baik SDM maupun prasarana pendukung
lainnya.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka prioritas pembangunan tersebut akan dibawa
melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan (Musrenbangcam) oleh
delegasi peserta Desa Malimbong yang dipilih secara partisipatif pada forum musrenbangdes dan
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
Adapun program dan kegiatan tersebut adalah :
NO Bidang dan Kegiatan Tujuan Lokasi
1 2 3 4
I Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa

15
II Bidang Pelaksanaan
Pembangunan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
III Bidang Pembinaan
Kemasyarakatan Desa

IV Bidang Pemberdayaan
Masyarakat Desa
1.
2.
V Bidang Lain Yang Tak Terduga

4.3 PAGU ANGGARAN SEMENTARA (INDIKATIF)


Perkiraan anggaran yang dipergunakan untuk membiayai program & kegiatan
pembangunan sekala desa adalah perkiraan pendapatan desa yang bersumber dari Pendapatan
Asli Desa dan Pendapatan Transfer Tahun 2018.
Untuk Belanja Pembangunan dibiayai melalui sumber pendapatan desa yang berasal dari:
1. Pendapatan Transfer (sesuai dengan ketentuan PP 43 Tahun 2014 dan Peraturan
Bupati nomor 21 Tentang pedoman pengelolaan keuangan desa)
Penetapan perkiraan anggaran pada masing-masing bidang dalam RKP Desa Tahun 2018
ini dilakukan melalui kesepakatan saat pelaksanaan Forum Musrenbangdes RKP Desa. Hasil
kesepakatan tersebut sebagai berikut :
1. Belanja Rutin sebesar 22 % (Siltap: sesuai dengan besaran ADD, Operasional
Pemerintah Desa, Tunjangan ooperasional BPD, Insentif RT dan RW)
2. Belanja Pembangunan (Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pelaksanaan
Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan
masyarakat Desa) sebesar 70% dari Total Belanja Desa yang terbagi menjadi :

16
3. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah sebesar 10 % dari Total Belanja
Pembangunan;
4. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar 60 % dari Total Belanja
Pembangunan;
 Bidang Pembinaan Kemasayarakatan Desa 10 % dari Total Belanja Pembangunan.
Dan,
 Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, 20 % dari total belanja pembangunan
Dengan komposisi perkiraan anggaran tersebut, diharapkan visi – misi desa
terutama bagaimana mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan
hak-hak dasar masyarakat dapat segera terwujud. Secara lebih rinci perkiraan anggaran
belanja dalam RKP Desa Tahun 2018 tercantum pada Lampiran II Peraturan Kepala Desa ini.

BAB V
PENUTUP

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa pada dasarnya ditentukan oleh


sejauh mana komitmen dan konsistensi pemerintahan dan masyarakat desa saling bekerjasama
membangun desa. Keberhasilan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif mulai dari
perencanaan, pelaksanaan sampai pada monitoring evaluasi akan lebih menjamin keberlangsungan
pembangunan di desa. Sebaliknya permasalahan dan ketidakpercayaan satu sama lain akan mudah
muncul manakala seluruh komunikasi dan ruang informasi bagi masyarakat tidak memadai.

17
Diharapkan proses penyusunan RKP Desa yang benar-benar partisipatif dan berorientasi
pada kebutuhan riil masyarakat akan mendorong percepatan pembangunan sekala desa menuju
kemandirian desa. Selain itu dengan akurasi kegiatan yang dapat dengan mudah diakses
masyarakat desa, maka diharapkan dalam proses penyusunan APB Desa seluruhnya bisa
teranggarkan secara proporsional.

Ditetapkan di : Malimbong
Pada Tanggal : ………………… 2024
Kepala Desa Malimbong

YULIANUS

18

Anda mungkin juga menyukai