0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Pemisahan Mineral dengan Separator Elektrostatik

(1) Praktikum ini bertujuan untuk memisahkan pasir besi dan pasir kuarsa berdasarkan perbedaan sifat kelistrikannya menggunakan electrostatic separator. (2) Proses pemisahan memanfaatkan perbedaan konduktivitas material terhadap listrik, di mana partikel diberi muatan dengan kontak, bombardir ion, atau induksi. (3) Hasil praktikum menunjukkan pemisahan berhasil dengan perolehan konsentrat sebesar 157 gram dan recovery sebesar 30,
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan10 halaman

Pemisahan Mineral dengan Separator Elektrostatik

(1) Praktikum ini bertujuan untuk memisahkan pasir besi dan pasir kuarsa berdasarkan perbedaan sifat kelistrikannya menggunakan electrostatic separator. (2) Proses pemisahan memanfaatkan perbedaan konduktivitas material terhadap listrik, di mana partikel diberi muatan dengan kontak, bombardir ion, atau induksi. (3) Hasil praktikum menunjukkan pemisahan berhasil dengan perolehan konsentrat sebesar 157 gram dan recovery sebesar 30,
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

XV-1

M – XV
ELECTROSTATIC SEPARATOR

15.1 Tujuan Percobaan


1. Memisahkan mineral-mineral berharga dari pengotornya berdasarkan
perbedaan sifat kelistrikannya.
2. Menentukan Recovery (perolehan) mineral berharga.
3. Menentukan Ratio of Concentration mineral berharga.

15.2 Teori Dasar


Pada prinsipnya pengolahan bahan galian adalah suatu proses
pemisahan mineral-mineral berharga dari mineral-mineral pengganggu yang
tidak diinginkan sehingga didapat suatu kosentrat dengan tidak merubah sifat
kimia dan hanya merubah sebagian sifat fisik dari mineral tersebut/mineral yang
diolah.
Proses pengolahan bahan galian dengan input berupa material mentah
yang akan diolah bertujuan untuk meningkatkan kadar dan kualitasnya harus
diolah terlebih dahulu. Mengenai proses pembebasan mineral berharga dari
pengotornya bila sebelumnya melalui proses derajat liberasi, adapula cara yang
berdasarkan pada perbedaan sifat kelistrikan dari sebuah material tersebut,
salah satunya adalah menggunakan Electrostatic separator.

Sumber : Dirga,2013
Foto 15.1
Electrostatic Separator

XV - 1
XV-2

High tension separation atau electrostatic separation adalah pemisahan


mineral satu dengan lainnya berdasarkan perbedaan electrical conductivity-nya.
Mineral konduktor mempunyai sifat mudah menerima ion negative juga mudah
[Link] dengan mineral non konduktor yang sukar menerima
maupun melepaskan ion negative.
Adapun beberapa bagian-bagian dari Elektrostatic Separator
1. Hopper, merupakan alat penampung umpan yang dilengkapi dengan
heater untuk memanaskan umpan agar dalam keadaan kering. Dalam
keadaan material basah maka proses pemisahan dengan electrostatic
separator tidak akan berhasil dengan baik.
2. Feeder (pengatur umpan), alat ini terletak pada hopper. Alat ini berguna
agar umpan yang masuk ke rotor hanya satu lapis, dengan harapan
proses dapat berjalan baik. Ujung dari hopper sebagai media keluarnya
material dari hopper dapat diatur, agar jatuhnya material merupakan garis
singgung dari [Link] ini dimaksudkan agar tidak terjadi lentingan
material.
3. Rotor, adalah silinder yang berputar pada porosnya, dihubungkan dengan
bumi sehingga rotor bermuatan positif.
4. Electrode, terdiri dari electroda kawat dan focussing electrode,
merupakan sumber ion bombardement.
5. Splitter, sebagai penyekat pengatur produk (mideral konduktor, middling
dan non kinduktor).
6. Brush (sikat), berguna untuk menyikat produk non konduktor yang ikut
berputar dengan rotor agar jatuh dan masuk ke penampung tailing.
7. Rectifier, sebagai alat untuk meningkatkan tegangan.
Electrostatic separator memanfaatkan perbedaan sifat konduktivitas
material terhadap listrik.
Partikel dapat diberikan muatan dengan tiga cara, yaitu:
1. Mengontakkan dengan partikel lain
2. Ion bombardment
3. Induksi
Setiap mekanisme di atas berbeda satu sama lain, namun dalam proses
pemisahan, mekanisme di atas bisa terjadi seluruhnya.
XV-3

Sumber : Anonim,2015
Foto 15.2
Mekanisme Pemisahan
Pemisahan yang terjadi dalam alat electrostatic separator dihasilkan oleh
kombinasi gaya listrik, sentrifugal dan gravitasi. Gambar dibawah ini dapat
menjelaskan bagaimana skematik dari alat dari electrostatic separator. :

Sumber : Anonim, 2014


Foto 15.3
Skema Alat
Mekanisme pemisahan menggunakan Elektrostatik separator, yaitu :
1. Horizontal
Pada system ini letak kutub magnet dibuat mendatar, sedang umpan
dijatuhkan melalui garis-garis gaya medan magnet yang posisinya
horizontal. Maka mineral magnetic akan tertarik ke kutub positif,
sedangkan non magnetic akan jatuh ke bawah.
XV-4

2. Vertikal
Umpan diletakkan pada belt bagian bawah, ketika melalui medan magnet
akan terjadi pemisahan antara mineral magnetic dan non magnetic.
Mineral magnetic akan menuju belt conveyor atas, dan setelah keluar dari
pengaruh medan magnet akan dilepas dan ditampung dalam bak mineral
magnetic.
1. Drum Magnetic
a. Belt conveyor dengan pulley yang diberi magnet
b. Suatu drum yang diputar pada porosnya, biasanya terbuat dari
alumunium
2. Roll Induksi
Perangkat ini terdiri dari sebuah roll yang berputar terletak antara dua
kutub positif dan negative dari primary electro magnetic, sehingga roll
tersebut di pengaruhi oleh medan magnet.

15.3 Alat dan Bahan


15.3.1 Alat
Alat yang digunakan adalah electrostatic separator berupa Rapid
Electrostatic separator. Atau yang lebih dikeal degan High tension separator.
15.3.2 Bahan
1. Pasir kuarsa 200 gram
2. Pasir Besi berukuran -60# sampai dengan +100#

15.4 Prosedur Percobaan


1. Lakukan mixing antara material pasir besi dengan pasir kuarsa
2. Lakukan proses coning dan quartering
3. Tentukan kadar feed dengan grain counting
4. Hidupkan motor pada penggerak drum separator.
5. Atur dari feeder agar feed yang masuk ke alat sesuai dengan yang
diinginkan.
6. Hidupkan heater yang berfungsi untuk memanaskan mineral – mineral
yang bersifat konduktor, agar lebih mudah tertarik oleh medan listrik.
7. Masukan feed ke feeder setiap 15 detik sekali
XV-5

8. Setelah feed habis semuanya, maka akan diperoleh hasil berupa


konsentrat (konduktor) dan juga tailing (non-konduktor)
9. Matikan mesin Elektro Statis.
10. Timbang berat konsentrat.
11. Tentukan kadar konsentrat (T) dan kadarnya (t).
Sumber : Hasi; Praktikum PBG, 2019

Gambar 15.3
Diagram Alir Electrostatic Separator
XV-6
XV-7

15.5 Rumus yang Digunakan


Adapun rumus yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah :.
1. Material Balance
F = C + T....................................................(15.1)
2. Metallurgical Balance
F.f = C. c + T . t..........................................(15.2)
3. Recovery (R)
C.c
R= x 100 %..........................................(15.3)
F.f
4. Ratio of concentration (K)
F
K= ..........................................................(15.4)
C
Keterangan :
F = Berat Feed (gr)
f = Kadar Feed (%)
C = Berat Konsentrat (gr)
c = Kadar Konsentrat (%)
T = Berat Tailing (gr)
t = Kadar Tailing (%)

15.6 Data Hasil Percobaan


1. Berat konsentrat : 157 gr
2. Kadar Feed Fe2O3 : 30,73 %
3. Kadar feed SiO2 : 69,27 %
4. Feed : 500 gr

Tabel 15.1
Data Hasil Grain Counting
No. Fe2O3 Sio2 No Fe2O3 Sio2

1 1 0 26 9 1

2 4 0 27 12 1

3 6 1 28 13 3

4 6 0 29 7 0

5 4 0 30 5 0
XV-8

6 8 0 31 16 1

No. Fe2O3 Si2 No Fe2O3 Sio2

7 7 2 32 12 2

8 9 1 33 9 3

9 4 0 34 14 3

10 7 1 35 11 3

11 6 0 36 16 2

12 9 3 37 20 1

13 11 3 38 12 0

14 12 1 39 8 3

15 5 0 40 14 1

16 9 0 41 7 0

17 14 1 42 11 1

18 13 0 43 9 0

19 17 3 44 8 0

20 11 0 45 11 0

21 10 0 46 13 0

22 11 0 47 4 0

23 13 1 48 9 1

24 8 0 49 16 2

25 11 0 50 8 1

Total
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG,2019

14.7 Pengolahan Data


1. Feed
30 ,67 %
a. Fe2O3 = x 500 gr = 153,65 gr
100%
69 ,27 %
b. SiO2 = x 500 gr = 346,35 gr
100%
2. Konsentrat
490 x 7
C Fe2O3 = x 100% = 96,64%
(490 x 7 ) + ( 45 x 2,65 )
XV-9

C SiO2 = 100 %- 96,64 % = 3,36 %


3 ,36 %
C Fe2O3 = x 157 gr = 5,27 gr
100 %
C SiO2 = 157 gr – 96,64 gr = 151,73 gr
3. Material Balance
500 gr – 157 gr = 343 gr
4. Tailing
(500 gr x 69,27 % ) -(157 gr x 3,36 %)
t Fe2O3 = = 99,44 %
343 gr
t SiO2 = 100% - 99,44 % = 0,56 %
99 , 44 %
T Fe2O3 = x 343 gr = 341,0792 gr
100 %
T SiO2 = 343 gr - 341,0792 gr = 1,9208 gr
5. Recovery
157 gr x 96 ,64 %
R = x 100 % = 98,74%
500 gr x 30,73 %
6. ROC
500 gr
ROC = = 3,18
157 gr
Tabel 13.2
Hasil Perhitungan Flotasi
Feed (F) Konsentrat (C) Tailing (T)
Mineral Kadar Kadar Kadar
Berat (gr) Berat (gr) Berat (gr)
(%) (%) (%)

Fe2O3 153,65 30,73 151,73 96,64 1,9208 0,56


500 157 343
SiO2 346,35 69,27 5,27 3,36 341,0792 99,44
Sumber: Data Hasil Praktikum PBG, 2019
XV-10

DAFTAR PUSTAKA

1. Aldian, Faisal. 2012. "PBG". [Link]. Diakses pada tanggal 06 Mei


2019 pukul 20.12 WIB.

2. Anonim, 2013, “Electrostatic separator” [Link]. Diakses


pada tanggal 07 Mei 2019 Pada pukul 09.02 WIB

3. Zakaria, Andri, 2014 “Prinsip Kerja Electrostatic separator”


[Link]. Diakses pada tanggal 06 Mei 2019
pukul 19.22

XV - 6

Anda mungkin juga menyukai