Nama : Alva Maghfira
KISAH TELADAN SAYYIDINA ALI BIN ABI THOLIB KARROMAHULLOHU WAJHAH
Orang pertama yang menyambut dakwah Rasulullah SAW seusai mendapatkan wahyu pertama adalah
istri Rasulullah, Siti Khadijah. Selain itu, ada pula sosok sepupu Nabi Muhammad SAW yakni Ali bin
Abi Thalib.
Setelah Ali bin Abi Thalib, sahabat karib Rasulullah SAW sejak kecil yakni Abu Bakar menjadi orang
selanjutnya yang masuk Islam. Kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah serta Ummu Aimah, seperti
dijelaskan dalam buku Nabiku Teladanku karya Lutfiya Cahyani.
Sosok Ali bin Abi Thalib Secara Fisik
Menurut buku Biografi Ali bin Abi Thalib karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, Ali bin Abi Thalib
(Abdu Manaf) bin Abdul Muthalib adalah anak paman Rasulullah SAW yang bernama Abu Thalib.
Nasabnya dengan Rasulullah SAW yaitu pada kakeknya yang bernama Abdul Muthalib bin Hasyim.
Abdul Muthalib bin Hasyim memiliki seorang anak yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib memiliki
hubungan sebagai saudara laki-laki kandung dengan bapak Nabi Muhammad SAW yang bernama
Abdullah.
Seperti diceritakan dalam syair yang dilantunkan Ali saat peristiwa Perang Khaibar, Ali sebenarnya
memiliki nama lahir Asad yang berarti singa. Nama tersebut merupakan pemberian dari sang ibu
sebagai bentuk kenangan dari bapaknya yang bernama Asad bin Hasyim.
Dalam buku Ali bin Abi Thalib RA karya Abdul Syukur al-Azizi, sifat fisik Ali bin Abi Thalib
digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan bentuk tubuh yang sedang, tidak terlalu tinggi dan tidak
terlalu pendek. Namun, cenderung lebih sedikit pendek.
Ia memiliki tubuh yang kokoh, kuat, dan terlihat agak gemuk. Lehernya proporsional dengan pundak
yang lebar layaknya tipikal laki-laki perkasa pada umumnya.
Ali bin Abi Thalib disebut memiliki wajah tampan dengan warna kulit sawo matang. Sebagai
keturunan bani Hasyim, ketampanan ini merupakan hal wajar karena memang rata-rata fisik mereka
seperti itu.
Nama : Alva Maghfira
Nama : Alifa Rahma
KISAH TELADAN SAYYIDINA USMAN BIN AFFAN r.a.
Salah satu sahabat Rasulullah Saw. yang terkenal lemah lembut adalah sahabat
Usman bin Affan Ra. Sifat yang dimiliki lainnya santun terhadap siapa saja. Nama
lengkapnya Usman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayah bin Abdu Asy-Syam
bin Abdu Manaf bin Qushai bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Luway. Ibunya
bernama
Arwa bin Kuraiz. Lahir pada tahun 577 M di Makkah. Menjadi khalifah pada tahun
644 Wafat pada tahun 656 M/ 35 H. Beliau sangat menyintai Rasulullah Saw.
Usman bin Affan Ra. berasal dari keluarga Bani Umayah yang kaya raya. Banyak
orang tertarik dengan kepribadian beliau yang selalu menghargai orang lain.
Usman bin Affan Ra. diangkat menjadi khalifah ar-Rasyidin ke-3 menggantikan
sahabat Umar bin Khattab Ra. Sebelum diangkat menjadi khalifah beliau sudah
menampakkan sifat-sifat mulia yaity sangat taat kepada Allah Swt. dan
menyayangi Rasulullah Saw. Setiap malam hari digunakan beliau untuk shalat
malam, berdzikir, dan membaca al-Qur’an. Beliau juga gemar melakukan amal
saleh untuk kemaslahatan umat. Hari-hari beliau selalu digunakan untuk beribadah
dan beramal shalih kepada Allah Swt.
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki Usman bin Affan Ra. banyak sekali. Sejak usia
belia sudah memiliki akhlak mulia. Pada masa remaja berhasil mengenyam
pendidikan tinggi yang tidak dimiliki kebanyakan remaja seusia beliau pada saat
itu. Di usia dewasa sudah berhasil menjadi seorang saudagar yang sukses dan
banyak harta. Namun demikian semua itu tidak membuat beliau sombong dan
tidak suka menumpuk-numpuk harta. Sebaliknya, beliau suka menyedekahkan
harta untuk orang- orang yang membutuhkan (fakir miskin) dan mau hidup
sederhana di tengah-tengah kekayaan beliau yang berlimpah, berkat usaha-usaha
beliau.
Sahabat Usman bin Affan Ra. tidak pernah merasa kehilangan hartanya untuk
berderma. Bahkan jika menjamu tamu selalu menyuguhkan makanan lezat dan
terlihat mewah, padahal beliau sendiri hanya makan roti dengan minyak di rumah
beliau. Betapa pedulinya sifat Usman bin Affan Ra. tehadap orang lain
Nama : Alifa Rahma
KISAH TELADAN SAYYIDINA ALI BIN ABI THOLIB KARROMAHULLOHU WAJHAH
Orang pertama yang menyambut dakwah Rasulullah SAW seusai mendapatkan wahyu pertama adalah
istri Rasulullah, Siti Khadijah. Selain itu, ada pula sosok sepupu Nabi Muhammad SAW yakni Ali bin
Abi Thalib.
Setelah Ali bin Abi Thalib, sahabat karib Rasulullah SAW sejak kecil yakni Abu Bakar menjadi orang
selanjutnya yang masuk Islam. Kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah serta Ummu Aimah, seperti
dijelaskan dalam buku Nabiku Teladanku karya Lutfiya Cahyani.
Sosok Ali bin Abi Thalib Secara Fisik
Menurut buku Biografi Ali bin Abi Thalib karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, Ali bin Abi Thalib
(Abdu Manaf) bin Abdul Muthalib adalah anak paman Rasulullah SAW yang bernama Abu Thalib.
Nasabnya dengan Rasulullah SAW yaitu pada kakeknya yang bernama Abdul Muthalib bin Hasyim.
Abdul Muthalib bin Hasyim memiliki seorang anak yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib memiliki
hubungan sebagai saudara laki-laki kandung dengan bapak Nabi Muhammad SAW yang bernama
Abdullah.
Seperti diceritakan dalam syair yang dilantunkan Ali saat peristiwa Perang Khaibar, Ali sebenarnya
memiliki nama lahir Asad yang berarti singa. Nama tersebut merupakan pemberian dari sang ibu
sebagai bentuk kenangan dari bapaknya yang bernama Asad bin Hasyim.
Dalam buku Ali bin Abi Thalib RA karya Abdul Syukur al-Azizi, sifat fisik Ali bin Abi Thalib
digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan bentuk tubuh yang sedang, tidak terlalu tinggi dan tidak
terlalu pendek. Namun, cenderung lebih sedikit pendek.
Ia memiliki tubuh yang kokoh, kuat, dan terlihat agak gemuk. Lehernya proporsional dengan pundak
yang lebar layaknya tipikal laki-laki perkasa pada umumnya.
Ali bin Abi Thalib disebut memiliki wajah tampan dengan warna kulit sawo matang. Sebagai
keturunan bani Hasyim, ketampanan ini merupakan hal wajar karena memang rata-rata fisik mereka
seperti itu.
Nama : Nadin Putri Maulida
KISAH TELADAN SAYYIDINA USMAN BIN AFFAN r.a.
Salah satu sahabat Rasulullah Saw. yang terkenal lemah lembut adalah
sahabat Usman bin Affan Ra. Sifat yang dimiliki lainnya santun terhadap
siapa saja. Nama lengkapnya Usman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayah
bin Abdu Asy-Syam bin Abdu Manaf bin Qushai bin Killab bin Murrah bin
Ka’ab bin Luway. Ibunya bernama
Arwa bin Kuraiz. Lahir pada tahun 577 M di Makkah. Menjadi khalifah pada
tahun 644 Wafat pada tahun 656 M/ 35 H. Beliau sangat menyintai
Rasulullah Saw. Usman bin Affan Ra. berasal dari keluarga Bani Umayah
yang kaya raya. Banyak orang tertarik dengan kepribadian beliau yang
selalu menghargai orang lain.
Usman bin Affan Ra. diangkat menjadi khalifah ar-Rasyidin ke-3
menggantikan sahabat Umar bin Khattab Ra. Sebelum diangkat menjadi
khalifah beliau sudah menampakkan sifat-sifat mulia yaity sangat taat
kepada Allah Swt. dan menyayangi Rasulullah Saw. Setiap malam hari
digunakan beliau untuk shalat malam, berdzikir, dan membaca al-Qur’an.
Beliau juga gemar melakukan amal saleh untuk kemaslahatan umat. Hari-
hari beliau selalu digunakan untuk beribadah dan beramal shalih kepada
Allah Swt.
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki Usman bin Affan Ra. banyak sekali. Sejak
usia belia sudah memiliki akhlak mulia. Pada masa remaja berhasil
mengenyam pendidikan tinggi yang tidak dimiliki kebanyakan remaja
seusia beliau pada saat itu. Di usia dewasa sudah berhasil menjadi seorang
saudagar yang sukses dan banyak harta. Namun demikian semua itu tidak
membuat beliau sombong dan tidak suka menumpuk-numpuk harta.
Sebaliknya, beliau suka menyedekahkan harta untuk orang- orang yang
membutuhkan (fakir miskin) dan mau hidup sederhana di tengah-tengah
kekayaan beliau yang berlimpah, berkat usaha-usaha beliau.
Sahabat Usman bin Affan Ra. tidak pernah merasa kehilangan hartanya
untuk berderma. Bahkan jika menjamu tamu selalu menyuguhkan makanan
lezat dan terlihat mewah, padahal beliau sendiri hanya makan roti dengan
minyak di rumah beliau. Betapa pedulinya sifat Usman bin Affan Ra.
tehadap orang lain
Nama : Nadin Putri Maulida
KISAH TELADAN SAYYIDINA ALI BIN ABI THOLIB KARROMAHULLOHU WAJHAH
Orang pertama yang menyambut dakwah Rasulullah SAW seusai mendapatkan wahyu
pertama adalah istri Rasulullah, Siti Khadijah. Selain itu, ada pula sosok sepupu Nabi
Muhammad SAW yakni Ali bin Abi Thalib.
Setelah Ali bin Abi Thalib, sahabat karib Rasulullah SAW sejak kecil yakni Abu Bakar
menjadi orang selanjutnya yang masuk Islam. Kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah serta
Ummu Aimah, seperti dijelaskan dalam buku Nabiku Teladanku karya Lutfiya Cahyani.
Sosok Ali bin Abi Thalib Secara Fisik
Menurut buku Biografi Ali bin Abi Thalib karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, Ali bin Abi Thalib
(Abdu Manaf) bin Abdul Muthalib adalah anak paman Rasulullah SAW yang bernama Abu
Thalib. Nasabnya dengan Rasulullah SAW yaitu pada kakeknya yang bernama Abdul
Muthalib bin Hasyim.
Abdul Muthalib bin Hasyim memiliki seorang anak yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib
memiliki hubungan sebagai saudara laki-laki kandung dengan bapak Nabi Muhammad SAW
yang bernama Abdullah.
Seperti diceritakan dalam syair yang dilantunkan Ali saat peristiwa Perang Khaibar, Ali
sebenarnya memiliki nama lahir Asad yang berarti singa. Nama tersebut merupakan
pemberian dari sang ibu sebagai bentuk kenangan dari bapaknya yang bernama Asad bin
Hasyim.
Dalam buku Ali bin Abi Thalib RA karya Abdul Syukur al-Azizi, sifat fisik Ali bin Abi Thalib
digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan bentuk tubuh yang sedang, tidak terlalu tinggi
dan tidak terlalu pendek. Namun, cenderung lebih sedikit pendek.
Ia memiliki tubuh yang kokoh, kuat, dan terlihat agak gemuk. Lehernya proporsional dengan
pundak yang lebar layaknya tipikal laki-laki perkasa pada umumnya.
Ali bin Abi Thalib disebut memiliki wajah tampan dengan warna kulit sawo matang. Sebagai
keturunan bani Hasyim, ketampanan ini merupakan hal wajar karena memang rata-rata fisik
mereka seperti itu.