Peran Perpustakaan Tingkatkan Minat Baca Anak
Peran Perpustakaan Tingkatkan Minat Baca Anak
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
diteliti, serta menemukan teknik dan kebiasaan yang akan berkembang sehingga
metode penelitian, teknik serta metode akan meningkatkan keterampilan dalam
pengumpulan data kemudian analisis data. membaca.
Melalui kegiatan membaca maka akan
HASIL DAN PEMBAHASAN
membuka wawasan serta meningkatkan
Minat Baca Anak Usia Dini
pengetahuan kita. Melalui membaca juga
Membaca merupakan suatu kegiatan mampu meningkatkan kreativitas sehingga
yang dilakukan guna memperoleh informasi melalui membaca diharapkan mampu
berbentuk tulisan, lambang-lambang atau mengembangkan potensi yang dimiliki
simbol-simbol. Untuk dapat menangkap anak. Seperti yang sudah dipaaprkan oleh
informasi dengan cepat seseorang harus Mary Leonhardt (2000:27) ada beberapa
membaca dengan serius apa yang alasan mengapa minat baca anak harus
dibacanya. Keseriusan akan sulit diciptakan ditumbuhkan, diantaranya :
apabila seseorang tidak mempunyai minat 1. Anak hendaknya gemar membaca agar
baca terhadap apa yang dibacanya. Minat dapat membaca dengan baik.
baca sangat berhubungan dengan 2. Anak-anak yang memiliki kegemaran
pendidikan atau tingkat intelegensi dalam membaca akan mempunyai rasa
seseorang dan lingkungannya. Membaca kebahasaaan yang lebih tinggi. Mereka
akan terwujud melalui proses belajar, akan berbicara, menulis, dan memahami
berlatih, dan mengalami. Membaca adalah gagasan-gagasan rumit secara baik.
kegiatan fisik dan mental yang dapat 3. Malaui kegiatan membaca akan
berkembang menjadi suatu kebiasaan. memberikan wawasan yang lebih luas
Membentuk kegiatan membaca serta beragam.
memerlukan waktu yang relatif lama. 4. Kemampuan istimewa membaca
Dalam membaca, terdapat dua aspek kemungkinan dapat mengatasi rasa
yang harus kita perhatikan, diantaranya tidak percaya diri anak-anak terhadap
minat dan keterampilan membaca. Jika kemampuan akademik mereka karena
seseorang tidak memiliki minat membaca, mereka akan mampu menyelesaikan
maka kebiasaan membaca pasti tidak akan pekerjaan sekolah dan mereka hanya
terbentuk. Oleh karena itu minat merupakan akan menyediakan sedikit waktu dan
dasar dari suatu kebiasaan. Terbentuknya energi emosional mereka.
minat dalam membaca akan menjadi suatu 5. Kegemaran membaca akan memberikan
beragam perspektif kepada anak. mulai dari ilmu pnegetahuan, buku fiksi,
Setelah melihat kehidupan digambarkan sampai dengan koran dan majalah.
melalui pandangan bermacam-macam Kata “perpustakaan” berasal dari kata
penulis, mereka memahami ada “pustaka” yang dapat diartikan sebagai
berbagai cara untuk memandang “buku”. Penambahan kata awalan “per” dan
pelbagai situasi; ada berbagai sisi untuk akhiran “an” pada kata “pustaka” yang
melihat pelbagai masalah. menjadi “perpustakaan” diartikan sebagai
6. Anak-anak yang gemar membaca akan kupulan buku, atau disebut dengan koleksi
mampu mengembangkan pola berfikir bahan pustaka. Sedangkan lebih jelasnya
kreatif dalam diri mereka. perpustakaan merupakan suatu organisasi
Konsep Perpustakaan sumber pembelajrana yang menyimpan,
Perpustakaan di telinga kita bukanlah mengelola dan menyediakan bahan
kata yang asing, perpustakaan sering kita pembelajaran berupa tulisan maupun non
dengar, akan tetapi hampir semua orang tulisan kepada semua kalangan masyarakat
mengatakan bahwa perpustakaan adalah (Sofia Hartati, Jurnal: Perspektif Ilmu
tempat untuk menyimpan buku saja. Pendidikan vol. 20 tahun XI Oktober
Dengan perkembangan zaman yang 2009:20).
semakin maju, pengertian, fungsi dan Perpustakaan merupakan suatu
tujuan perpustakaan juga semakin tempat, yang berupa gedung atau ruang
berkembang mengikuti zaman. Saat ini yang di dalamnya terdapat banyak buku dan
perpustakaan sudah semakin dekat dengan bahan-bahan bacaan, untuk studi maupun
kita, hal ini dapat kita lihat dari berbagai rujukan (Abdur Rahman Saleh dan Rita
macam lembaga yang mendirikan taman di Komalasari, 14). Jadi dari pemaparan diatas
setiap daerah, dari daerah perkotaan dapat kita simpulkan bahwa manajemen
maupun daerah terpencil. perpustakaan merupakan suatu usaha
Perpustakaan merupakan suatu hal pengelolaan perpustakaan yang dilakukan
yang sangat vital, terutama pada lembaga oleh semua yang terkait guna menunjang
pendidikan. Perpustakaan bukan hanya minat baca.
digunakan sebagai tempat pengarsipan, Perencanaan Pengadaan Buku
akan tetapi digunakan sebagai sumber Pengadaan bahan pustaka atau buku
informasi. Informasi yang tersedia di merupakan suatu kegiatan dalam
perpustakaan juga semakin berkembang, menambah koleksi perpustakaan yang
berupa buku dan bahan bacaan lain. Dalam merupakan kode kelompok subjek/isi buku.
pengadaan ini, disesuaikan dengan jenis, Lebih lanjut lagi Soeatminah (1992: 83)
fungsi, tujuan, rencana serta anggaran yang mengatakan bahwa sandi atau kode buku
disediakan dalam perpustakaan tersebut. biasanya terdiri atas kode klasifikasi,
adapun yang memiliki wewenang dalam pengarang, dan kode judul.
engadaan ini adalah pustakawan ataupun Daryanto (dalam Magfhirah
bisa juga staf pengajar yang bisa Safaruddin, dkk. 2016:4) terdapat 4 prinsip
berhubungan langsung dengan pustakawan yang harus diperhatikan pada saat
untuk memilih dan menentukan bahan – penyusunan dan pengaturan buku dalam
bahan yang akan diadakan. perpustakaan yaitu: Class, yaitu buku yang
Dalam melakukan pengadaan buku sama subyeknya digolongkan atau
atau pustaka, tidak bisa dilakukan tanpa dikelompokkan ke dalam satu tempat,
manajemen ataupun dengan cara sistematis, letak buku yang sama subyeknya
sembarangan, Darmono (2007:71) atau pokok persoalannya secara dekat,
menguraikan kebijakan-kebijakan yang fleksibelity, dalam penyususnan buku,
harus dipatuhi dalam pengadaan buku, haruslah fleksibel hal ini memungkinkan
sebagai berikut: Dalam pengadaan buku untuk menambah buku yang akan
tidaklah sembarangan, haruslah dengan disisipkan di raknya, symbol, buku dalam
perencanaan terlebih dahulu. Dalam rak tersebut hendaklah tempatnya tetap
perencaan ini terapat beberapa poin yang sehingga dapat dengan mudah saat mencari.
harus dipertimbangkan, yaitu: Maka karena itu setiap buku harus
Pengidentifikasian kebutuhan informasi diberikan tanda/symbol.
pemakaian atau kegiatan di perpustakaan, Daryanto (dalam Magfhirah
penetapan kebijakasanaan umum mengenai Safaruddin, dkk. 2016:5) megatakan bahwa
pengadaan bahan pustaka. Dalam dalam penyusunan buku hendaknya dimulai
perencanaan penataan koleksi, peletakan dari arah kiri hingga ke arah kanan disetiap
atau penataan buku merupakan suatu rak. Penyusunan buku hendaklah beraturan
upaya yang dalam menempatkan buku yang atau tersistem. Penyusunan pertama sesuai
sudah selesai diberikan label di dalam urutan nomor klasifikasi, yang dimulai pada
rak/almari buku dan ditandai. Kemudian nomor terkecil sampai terbesar, kemudian
buku- buku tersebut diatur sesuai dengan berdasarkan urutan alphabet, tiga huruf dari
sandi buku yang sudah dibuat, yang singkatan nama pengarang atau keluarga
pengarang, dan berdasarkan urutan alfabet siswa. Dalam menambah kkoleksi buku
dari huruf pertama judul buku. dapat bertambanh dengan cara sebagai
Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana berikut: membeli buku dari toko atau
(183), mengatakan bahwa dalam penerbit langsung, bisa dari hadiah instansi
perencanaan ruang perpustakaan, atau perorangan, tukar-menukar antar
perpustakaan di suatu lembaga didirikan perpustakaan, titipan atau pinjaman dari
untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. perpustakaan lain, membuat sendiri dengan
Perpustakaan hendaklah mampu dalam cara mengumpulkan beberapa artikel
menyiapkan berbagai macam macam karya kemudian atau majalah kemudian dibentuk
tulis berdasarkan keperluan yang menjadi buku atau kliping, sumbangan dari
disesuaikan dalam kurikulum. Dalam alumni.
menyusun rencana kebutuhan ruangan Perencanaan membuat katalog dan
perpustakaan dan luas ruangan pengaturan oprasional perpustakaan,
perpustakaan hendaklah berdasarkan tipe katalog adalah petunjuk atau pedoman bagi
atau jenis lembaga. Jika semakin besar semua sumber bahan yang ada di
suatu lembaga maka hendaklah semakin perpustakaan tersebut. kartu katalog yaitu
besar juga fasilitas ruang perpustakaannya, kartu yang dibuat dari kertas dengan ukuran
bahkan ruang perpustakannya haruslah 12 1/2 cm x 7 1/2 cm, yang telah diberikan
mampu menampung sebanyak 20% dari lambing pada bagian bawah. Adapun jenis
jumlah keseluruh siswanya. Ruang katalog, yaitu: katalog judul, katalog
perpustakaan hendaknya ditata sebagus pengarang, dan katalog pokok
mungkin, sehingga dapat menarik minat masalah/subyek.
dan motivasi peserta didik dalam membaca. Pembentukan pengurus atau pengelola
Ruang perpustakaan juga dapat difungsikan perpustakaan dibentuk oleh kepala sekolah,
sebagai sumber belajar. Dalam penataannya pengurus tersebut dari karyawan ataupun
ruang perpustakaan hendaklah disusun dari guru, pengurus ini biasanya disebut
dengan indah, bersih, menyenangkan, rapi, pustakawan. Adapun tugas pustakawan
dan nayaman, sehingga peserta didik tidak adalah menggurus administrasi pelayanan,
akan merasa jenuh di dalamnya. menggurus administrasi keanggotaan,
Dana dalam mengelola buku mengurus administrasi pengelolaan,
perpustakaan dapat diperoleh dari dana menggurus administrasi pemeliharaan, dan
rutin maupun dana dari sumbangan para menyusun laporan/statistik dan lain-lain.
Dalam suatu lembaga hendaknya yang guna agar diketahui oleh kepala
diupayakan agar pustakawan melebihi dari sekkolah.
satu orang, apalagi jika lembaga tersebut Pemilihan
cukup besar, oleh karena itu pustakawan Proses pengadaan buku koleksi
mampu memadai dalam pelayanannya dan perpustakaan suatu lembaga yang
pengelolaannya, pustakawan dapat berdayaguna haruslah berdasarkan pada
memiliki tugas, yaitu: 1) Perencanaan beberapa kriteria yang telah ditetapkan
perawatan dan Pendayagunaan oleh guru dan pustakawan bersama kepala
perpustakaan. disebuah perpustakaan sekolah, adapun prinsip-prinsip pemilihan
koleksi yang dimiliki hendaknya dirawat, bahan buku atau pustaka, yaitu pertama, Isi.
dipelihara, dan diperhatikan semaksimal Tidaklah bertentangan dengan isi Pancasila
mungkin, mislakan: agar koleksi buku tidak dan UUD 1945, dan hendaknya isi buku
cepat rusak, hendaknya dibungkus plastik dapat mengembangkan sifat baik yang
dan agar buku tidak dimakan rayap, sesuai filsafat bangsa dan negara Indonesia.
hendaknya menggunakan semprotan obat Serta sesuai dengan kurikulum di sekolah
anti rayap dan kapur barus. Untuk tersebut, dan sesuai dengan perkembangan
pendayagunaan yang efektif dan efisien anak usia dini (mulai dari jenis kelamin,
maka pustakawan hendaknya memberikan tingkat kesukaran materi, segi umur, dan
arahan terlebih dahulu terhadap siswa bahasa), serta mampu mengembangkan
tentang tata cara peminjaman sampai bakatdan minat peserta didik, kedua,
dengan menjaga buku. 2) Perencanaan Bahasa. Susunan kalimat yang digunakan
pelaporan posisi buku dan inventaris buku dalam buku atau psutaka hendaknya baik
di perpustakaan. perlengakapan yang dan bervariasi, penggunaannya harus kata
hendak disiapkan dalam pnyusunan benar dan baik, dan edukatif, kalimat-
inventaris perpustakaan yaitu buku induk kalimat yang digunakan juga menggunakan
atau buku inventaris, cap perpustakaan bahasa yang baik dan benar serta sesuai
sekolah, cap inventaris, dan lain sebagainya dengan kemampuan bahasa peserta didik,
yang perlu dipersiapkan. Pada setiap akhir ketiga, Fisik buku atau bentuk buku.
semester dan akhir tahun, pustakawan Ukuran buku haruslah serasi dengan teks,
hendaknya melaporkan kepada instansi kertas yang digunakan setidaknya tidak
terkait dengan posisi buku perpustakaan tembus pandang, mudah dibaca dan dan
jelas untuk dibaca, dan jilidnya haruslah
cukup kuat, tidak membuat kesulitan pada Untuk kegiatan pembinaan kegiatan
pembaca saat membuka lembaran-lembaran perpustakaan yang berjalan efisien dan
buku, keempat, Otoritas kualitas dari efektif hendaklah ada unsur kerjasama
pengarang/penerbit. Dalam memenuhi dengan pihak yang terkait.
syarat kualitas pustaka yang bagus, Pengelola perpustakaan merupakan
hendaklah memperhatikan otoritas seseorang yang bertugas dalam mengurus,
pengarang atau tempat terbit. Otoritas mengatur jalannya, dan merawat
pengarang atau tempat terbit mempu perpustakaan agar berfungsi dengan baik
mencerminkan hasil dan kualitas dari karya dan dapat membantu peserta didik mencari
pengarang dan tempat penerbit tersebut. sumber pembelajaran. Ruangan
Pada kebiasaannya pengarang atau penerbit perpustakaan haruslah di tata semenarik
yang baik akan menghasilkan karya yang mungkin sehingga peserta didik ataupun
cukup berkualitas pula dan isinya pun dapat guru akan merasa senang, aman, dan
dipertanggungjawabkan, kelima, nyaman di dalam perpustakaan.
Relevansi. Relevansi disini Artinya yaitu Perlengkapan perpustakaannya juga
aktivitas pengadaan dan pemilihan terkait diusahakan agar lengkap.
kurikulum yang digunakan, keenam, Darmono dalam I Ketut Widiasa
Berorientasi kepada pengguna. Oleh sebab (2007:7) menggambarkan struktur
itu kepentingan ppembaca hendaknya organisasi perpustakaan di suatu lembaga,
menjadi suatu acuan dalam pengadaan dan apabila suatu lembaga yang memiliki
pemilihan bahan pustaka atau bahan perpustakaan namun karena suatu kondisi
bacaaan, ketujuh, Kelengkapan. Koleksi- yang tidak memungkinkan dalam untuk
koleksi buku diperpustakaan bukan hanya membuat kepala perpustakaan, maka dapat
terdiri dari buku yang berisikan materi diambil guru pustakawan yang akan
tentang pelajaran, akan tetapi harus juga bertanggung jawab penuh dalam
menyediakan buku yang menyangkut ilmu- perpuskataan tersebut. antara bagian
ilmu yang berkaitan dengan program pelayanan tektris dan pelayanan pembaca
kurikulum yang digunakan, kedelapan, dapat dipisahkan untuk menunjukkan
Kemutakhiran. Pengadaan buku hendaknya bahwa keduanya merupakan substansi
memperhatikan kemutakhiran dari buku kegiatan yang berbeda. Jarak diantaranya
tersebut yang sesuai dengan ilmu bukan berarti harus terdapat dua pekerja
pengetahuan, kesembilan, Kerjasama. atau tenaga. Jika dirasa cukup hanya satu
tenaga, maka bisa dilaksanakan dengan satu professional dalam mengelola perpustakaan
tenaga saja. tersebut. Berbagai alat dan perabotan serta
Pada bagian teknis memiliki perlengkapannya haruslah sesuai dan
tanggungjawab membuat dan pepngadaan lengkap, atau dapat menampung peserta
bahan pustaka atau buku sampai dengan didik kurang lebih 20% daru jumlah siswa.
proses membuat katalog dan menyusun Tata tertib dan perangkat lainnya harus
kartu katalog. Pada bagian pelayanan dipasang diruang perpustakaan demikian
pembaca memiliki tanggungjawab di juga struktur organisasinya.
kegiatan pelayanan disemua layanan mulai Untuk menjaga ruangan perpustakaan
dari peminjaman buku, leyanan penelusuran agar sesuai dengan fungsinya, maka
referensi, dan layanan referensi. Garis petugas perpustakaan hendaklah mengawasi
antara petugas perpustakaan dengan guru dengan benar-benar ruangannya.
matapelajaran diupayakan guru mampu Pustakawan harus melayani peminjaman
memberikan tugas yang dikerjakan di dan menjaga dengan teratur dan baik,
perpustakaan dan dengan sumber belajar dikarenakan perpustakaan merupakan suatu
yang tersedia di perpustakaan. Ruang penunjang bagi proses pendidikan apabila
perpustakaan hendaknya bersih, indah, perpustakaannya berjalan dengan baik.
aman, dan lain sebagainya. Struktur Pelayanan Perpustakaan dalam
organisasi, tata tertib, dan peugas Meningkatkan Minat Baca
perpustakaan harus dipasang atau ditempel Pelayanan pada perpustakaan tidak
dengan baik. hanya pada proses peminjaman bahan
Dalam penggunaan ruangan pustaka saja, lebih jauh dari itu adalah
perpustakaan sangatlah tergantung pada menyediakan lingkungan belajar yang
keterampilan dan kemampuan pengelola menyenangkan, ditunjang oleh kelengkapan
perpustakaan pada saat menata ruangannya. koleksi yang relevan dan petugas
Untuk keterampilan yang kreatif dan aktif, perpustakaan yang kompeten. Pelayanan
maka dipastikan ruangan perpustakaannya dasar sebuah perpustakaan mencakup tiga
akan benar bersih, indah, aman, dan layanan pokok yaitu pelayanan informasi,
mengyenangkan sehingga mengundang atau pelayanan sirkulasi, dan pelayanan
menarik perhatianpeserta didik bahkan referensi.
guru, untuk masuk ke dalam ruangan 1. Pelayanan informasi adalah pelayanan
perpustakaan. Tenaga pustakawan haruslah yang yang bersifat memberi tahu para
KESIMPULAN 2017.
Astuti, Eko Widhi dan Lidya Ersta K..
Membaca merupakan suatu kegiatan
Meningkatkan Perkembangan Bahasa
yang dilakukan guna memperoleh informasi Anak Usia 4-5 Tahun Melalui
Bermain Pesan Berantai. Jurnal Audi.
berbentuk tulisan, lambang-lambang atau
A II (2) (2018).
simbol-simbol. Melalui kegiatan membaca
Istarani. 2011. 58 Model
maka akan membuka wawasan serta
Pembelajaran Inovatif. Medan:
meningkatkan pengetahuan kita. Melalui Media Persada.
membaca juga mampu meningkatkan
Leonhardt, Mary,99 cara menjadikan anak
kreativitas. anda “keranjingan” membaca.
Bandung : Kaifa, 2009.
Perpustakaan merupakan suatu tempat,
Mansur. 2014. Pendidikan Anak Usia Dini
yang berupa gedung atau ruang yang di
dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka
dalamnya terdapat banyak buku dan bahan- Pelajar.
bahan bacaan, untuk studi maupun rujukan.
Masnipal. 2018. Menjadi Guru PAUD
Pelayanan perpustakaan perlu Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
mengembangkan program-program sebagai
penguatan terhadap keberadaan Mulyasa. 2012. Manajmen PAUD.
Bandung:Remaja Rosdakarya.
perpustakaan di sekolah. Program tersebut
diimplementasikan untuk memperbaiki Nina Kurniah. Innovative Strategy
Implementation of Teaching
pelayanan perpustakaan untuk membantu
Materials Assisted Based on National
meletakkan landasan perubahan yang Culture and Character to Improve
Student Learning. IJECES 3 (2)
dirancang untuk membantu
(2014) 114-117.
menyempurnakan proses pengajaran dan
Nurmadiah. Strategi Pembelajaran Anak
pembelajaran di sekolah. Pelayanan dasar
Usia Dini. Vol. III, No. 1, April
sebuah perpustakaan mencakup tiga 2015.
layanan pokok yaitu pelayanan informasi,
PERMENDIKBUD No 146 Tahun
pelayanan sirkulasi, dan pelayanan 2014 tentang Kurikulum 2013
PendidikanAnak Usia Dini
referensi.
Lampiran II.
DAFTAR PUSTAKA
Suciati. Peran Orang Tua Terhadap
Arsyad, Lukman. Erkembangan Perkembangan Bahasa Anak Usia
Kecerdasan Linguistik Dan Dini. Vol. 5. No. 2. Jul-Desember
Interpersonal Anak Usia Dini 2017.
Melalui Bermain Peran. Jurnal
Parameter. Vol. 29. No. 1 Tahun
Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Anak .... − 224
Laily Fitriani