0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan16 halaman

Peran Sektor Informal dalam Ekonomi

Bab II meninjau pengertian sektor informal, pasar, dan pendapatan. Sektor informal berperan penting dalam perekonomian dengan menyerap tenaga kerja dan memberikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Pasar merupakan tempat pertemuan penjual dan pembeli untuk menentukan harga. Pendapatan adalah perolehan dari penggunaan modal yang berbentuk uang atau barang."

Diunggah oleh

ZeroNine. Tv
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan16 halaman

Peran Sektor Informal dalam Ekonomi

Bab II meninjau pengertian sektor informal, pasar, dan pendapatan. Sektor informal berperan penting dalam perekonomian dengan menyerap tenaga kerja dan memberikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Pasar merupakan tempat pertemuan penjual dan pembeli untuk menentukan harga. Pendapatan adalah perolehan dari penggunaan modal yang berbentuk uang atau barang."

Diunggah oleh

ZeroNine. Tv
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

Tinjauan pustaka

A. Landasa Teori

1. Pengertian Sektor Informal

Menurut Setiaji dan Ana, (2018) sektor informal merupakan unit

usaha kecil yang cukup dengan modal sedikit dan sistem pengelolahan yang

sederhana, sistem informal sediri cukup dominan dalam penyerapan tenaga

kerja di perkotaan. Salah satu usaha dari sistem informal merupakan

berdagang, kegiatan ini lebih banyak di kerjakan oleh masyarakat sebab

berdagang tidak memerlukan keahlian yang khusus maupun pendidikan yang

tinggi.

Dengan adanya sektor informal ini mampu memberikan pelayanan

terhada kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Sektor informal dapat

memberikan sumbangan untuk ekonomi lokal dalam suatu wilayah,

diharapkan sektor informal mampu berkontribusi dalam peningkatan

pendapatan daerah maupun nasional. Dengan itu sektor informal berperan

penting dalam terciptanya kondisi pemerataan hasil pembangunan Muzakir,

(2010).

Menurut Mulyadi, (2014) perekonomian pada sektor informal mampu

lebih mandiri, dikarenakan pertumbuhan pada sektor informal secara

langsung memperbaiki kesejahteraan golongan lemah, dengan itu kemajuan

sektor informal dapat menaikan pendapatan nasional dan memperbaiki

distribusi pendapatan. Pada sektor informal permintaan akan selalu kuat,

II
dikarenakan barang ataupun jasa yang dihasilkan merupakan kebutuhan

masyarakat sehari-hari.

Sektor informal dapat diartikan usaha kecil dengan modal kecil dan

sintem pengelolahan yang sederhana, namun memiliki peran penting bagi

pertumbuhan ekonomi, dapat dilihat dari pengurangan penganguran.

Menurut Rani, (2019) aktifitas sektor informal jika di kembangkan

mampu mendukung aktifitas formal dan mampu saling bekerjasama untuk

melengkapi kebutuhan perekonomian warga. Sektor informal di Indonesia

memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a) Tidak terorganisasi dengan baik, dikarenakan unit usaha muncul tanpa


mengunakan fasilitas atau kelembagaan secara formal.

b) Tidak memiliki izin usaha, jam kerja dan lokasi tidak teratur dengan
baik.

c) Kebijakan pemerintah dalam membantu golongan ekonomi lemah


tidak sampai sektor informal.

d) Teknologi yang di gunakan masih tradisional.


Karakteristik menurut usaha daganggan di pergunakan untuk melihat

jenis dagangan yang di perdagangkan dan pengaruh terhadap pendapatan.

Macam-macam jenis usaha yang dilakukan masyarakat kemungkinan dapat

meningatkan pendapatan, jenis dagangan yang dijual memiliki bermacam-

macam ragam dan jasa pelayanan yang di perdagangkan merupakan jasa

perorangan Yuniarti (2019).

10
2. Pengertian Pasar

Menurut pratama, (2018), pasar merupakan tempat bertemu antara

produsen dan konsumen untuk melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhan

dengan harga yang telah di tentukan melalui tawar menawar. Pedagang membuka

lapak untuk menjajakan daganganya maupun jasa yang di perlukan oleh pembeli,

bertemunya penjual dan pembeli untuk menentukan harga yang di sepakati.

Menurut peraturan presiden Ri No.112 Tahun 2007, pasar adalah area

tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, baik yang di sebut

sebagai pusat pembelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plasa, pusat

perdagangan maupun sebutan lainya. Ada empat faktor yang menandai

terbentuknya pasar diantaranya yaitu, ada penjual dan pembeli, penjual dan

pembeli disebuah tempat tertentu, terjadi kesepakatan antara pejual dan pembeli

menjadikan jual beli atau tukar menukar, antara penjual serta pembeli

kedudukanya sederajat.

Para pedagang berharap harga setinggi-tingginya supaya mendapatkan

keuntungan sebesar mungkin. Namun apabila hara barang terlalu tinggi akan

membuat para pembeli tidak mau membeli dan meyebabkan barang tidak laku.

Dan apabila barang dijual dengan harga redah akan membuat para pedagang

mengalami kerugian. Sedangakn pembeli menginginkan harga yang rendah untuk

barang yang di ingginkan Rohmah, (2017).

Pasar tradisional biasanya berada di tempat terbuka dan menjual

kebutuhan pokok manusia. Pasar tradisional di bangun dan di kelolah oleh

pemerintah daerah, BUMN, BUMD, atau pihak swasta. Tempat berjualan pada

11
pasar tradisional biasanya berupa kios kios, los dan dasaran terbuka. Biasanya

pasar tradisional terlihat kumuh dikarenakan kurangya menjaga kebersihan.

Boediono, (1982) mengatakan pada ilmu ekonomi pengertian pasar tidak

harus dikaitan suatu tempat namun bisa terjadi dimana saja terjadi transaksi

anatar produsen dan konsumen. Produsen biasanya menjual makanan, sayur

mayur, jasa yang di butuhkan, uang, maupun jasa angkut. Setiap barang ekonomi

biasanya mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Pada masing-masing pasar terjadi

transakti untuk barang tersebut, bila terjadi transaksi maka telah terjadi

persetujuan antara penjual dan pembeli dalam harga dan volume barang tersebut.

Dua aspek yang di buat para ahli untuk menganlisis suatu pasar adalah harga dan

volume.

Dengan penjelasan di atas berarti pasar merupakan tempat bertemu antara

penjual serta pembeli utuk menentukan harga dan kemudian terbentuknya harga.

Pasar juga merupakan peranan paling penting dalam kegitan ekonomi, dalam

memnuhui kebutuhan.

a) Jenis Jenis Pasar

1) Pasar Rakyat

Menurut undang undang nomer 7 tahun 2014 tentang perdagangan

pasar tradisional diganti dengan pasar rakyat. Pasar rakyat adalah suatu

area tertentu tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara

langsung maupun tidak langsung, dengan proses jual beli berbagai jenis

barang konsumsi melalui tawar menawar.

2) Pasar Moderen

12
Menurut Rohmah, (2017) pasar modern merupakan pasar dengan

sifat modern, barang dagangan di perjualkan tanpa tawar menawar dan

dengan layanan sendiri. Tempat dari pasar ini seperti mall, plaza, dan

tempat moderen yang lainya.

3) Pasar Pesaingan Sempurna

Menut Rezkita, (2017) pasar persaingan sempurna merupakan

pasar yang memiliki banyak penjual serta pembeli. Pasar tradisional

merupakan pasar persaingan sempurna, produsen maupun konsumen

berlaku sebagi price taker. Pasar akan berjalan dengan baik apa bila tidak

ada penguasa pasar yang memperngaruhi harga-harga yang berlaku di

pasar.

Karakteristik pasar persaingan sempurna menurut saeful, (2016)

seperti dibawh ini :

a. Banyaknya produsen menjual barang yang sama, hal ini menyebabkan

produsen hanya memasok sebagain dari total komoditas yang

ditawarkan ke pasar sebab kwalitas produk sama saja seperti yang di

buat produsen lainya.

b. informasi yang baik mengenai harga untuk produsen maupun

konsumen. Produsen dan konsumen mengetahui keadaan pasar

maupun harga sekarang maupun yang akan datang.

c. perusahaan mengiyakan harga yang ditentukan pasar.

d. produsen bebas keluar maupun masuk pasar. Perusahaan keluar

maupun masuk pasar tidak akan mempengaruhi perusahaan lainya

13
karena pada para persainga sempurna produsen tidak saling

berhadapan.

b) Fungsi Pasar

4 fungsi ekonomi yang diperankan oleh pasar tradisional menurut

Endarwati dan Wahyuningsih, (2012) diantaranya :

1) Pasar tradisional adalah area berbagai golongan masyarakat untuk

mendapatkan kebutuhan harian dengan harga yang lebih rendah. Dapat

diantikan pasar tradisional penyokong ekonomi masyarakat menengah

kebawah.

2) Pasar tradisional dapat dimasuki oleh pelaku ekonomi lemah dengan

modal kecil.

3) Pasar tradisional ialah salah satu sumber pendapatan daerah melalui

retrubusi yang dibaya oleh pedagang.

4) Aktifitas jual beli di pasar merupakan faktor penting dalam tingkat

pertumbuhan ekonomi skala local, regional dan nasional.

3. Pengertian Pendapatan

Manusia selalu mempunyai kebutuhan barang maupun jasa untuk

memenuhu kebutuhan sehari- hari. Dalam pemenuhan kebutuhan, antar

manusia memiliki kebutuhan yang berbeda, dikarenakan tingkat pendapatan

yang dimiliki oleh masing masing manusi. Dengan itu seseorang harus

bekerja untuk memenuhi kebutuha sehari-hari mereka baik barang maupun

jasa Rezkita, (2017).

Pendapatan merupakan uang yang di terima seseorang dalam bentuk

gaji, upah, sewa, bungga, laba, dan sebaingan bersama dengan tunjangan

14
pengangurang uang pengsiun dan sebagainya, dalam analisis mikroekonomi

istilah pendapatan biasanya digunakan untuk istilah aliran pendapatan dalam

satu periode waktu yang berasalah dari penyedian faktor produksi dalam

bentu sewa, upah, bunga dan laba secara beruntun. Sedangkan dalam instilah

ekonomimakro pendapatan nasional berarti pendapatan agraret suatu negara

berupa upah, sewa, bunga, dan pebayaran tidak termasuk biaya tunjangan

penganguran, tunjangan pensiun dan lain-lainya.

Menurut Munandar dalam Artaman dkk, (2015), pendapatan adalah

tambahan asset bagi pedagang yang meningkatkan kekayaan dan

kesejahteraan hidup. Sebagian pendapatan pedagang di penuhi untuk

kebutuhan hidup dan sebagian lainya untuk keberlangsungan usaha

daganganya.

Pendapatan adalah perolehan dari pemakaina kapital dan pembagian

suatu jasa seseoran ataupun keduanya, berbentuk uang, barang materi atau

jasa dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan berpengaru terhadap pelaku

sektor informal dari total. Total peneriman adalah keseluruhan dari hasil

penjualan.

Pendapatan adalah hal penting bagi pedagang, dikarenan pendapatan

yang diperoleh pedagang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,

sebab dari pada itu tingkat keramaan pasar dapat menjadikan permintaan

akan suatu barang maupun jasa cukup tinggi dan dapat mempengaruhi

pendapatan Rezkita, (2017)

15
Pendapatan merupakan uang maupun barang yang diterima seseorang

dari hasil kerja mereka, baik dari hasil usaha berdagang maupun menyewakan

jasa.

Menurut Boediono, (2002) pendapatan dikelompokan menjadi 3 yaitu

gaji dan upah, pendapatan dari usaha sendiri dan pendapatan dari orang lain.

Menurut Rezkita, (2017) tinggi rendahnya pendapatan seseorang

bergantung dengan beberapa faktor, yaitu :

a) Kesempatan kerja yang ada

Dengan banyaknya kesempatan kerja yang ada, berarti semakin

banyak penghasilan yang diperoleh.

b) Kecakapan dan keahlian kerja

Tingginya kecakapan dan keahlian dalam bekerja akan

meningkatkan efisiensi dan efektivitas yang berpengaruh terhadap

penghasilan.

c) Kekayaan yang dimiliki

Semakin banyak memiliki kekayaan maka semakin berpeluang

memiliki pengahsilan yang besar.

d) Keuletan kerja

Keuletan yang berarti ketekunan dalam menghadapi tantangan,

berarti jika nanti mengalami kegagalan, maka kegagalan tersebut akan

dijadikan pelajaran untuk kesuksesan yang akan datang.

e) Banyak sedikit modal yang di gunakan

16
Dengan modal yang besar mampu mengembangkan usaha semakin

besar, sedangkan usaha yang besar memiliki peluang pendapatan yang di

peroleh juga besar.

4. Pengertian Lokasi

Lokasi yaitu letak maupun tempat usaha yang memiliki pengaruh

penting dalam melakukan usaha. Taringan, (2005) mengatakan bahwa dalam

teori lokasi pendapatan losch menyatakan lokasi penjualan berpengaruh

penting pada jumlah konsumen. Semakin jauh tempat untuk di jaungkan

konsumen maka sekamin engan kansumen untuk membeli dikarnakan biaya

transportasi untuk menuju tempat itu semakin mahal.

Sedangkan menurut Alma, (2012) pemilihan lokasi usaha dapat

menentukan keberhasilan dan kegagalan bisnis yang dijalaninya. Lokasi

dengan biaya oprasinal rendah merupakan lokasi yang ideal, karena

pemilihan lokasi yang salah mengakibatkan biaya operasinal menjadi tinggi.

Dengan itu pemelihan lokasi sangat berpengaruh pemilihan lokasi yang

strategis mempengaruhi tingkat pendapatan dari usaha tersebut.

Menurut Taringan, (2005) lokasi usaha merupkan pemacu biaya yang

signifikan dan mampu membuat dan mengancurkan strategi bisnis sebuah

usaha. Disaat sudah ditetapkanya lokasi usaha dan usaha mulai berjalan maka

akan banyak biaya tetap yang sulit untuk dikurangi.

Lokasi usaha merupak tempat pedagang melakukan usaha, baik berupa

kios maupun lost, pemilihan lokasi merupakan hal yang sangat penting bagi

pedagang di karenakan lokasi yang strategis dapat membuat banyak

pelangan.

17
5. Pengertian Lama Usaha

Lama usaha merupakan waktu yang di lakukan pedagang dalam

menjalankan usaha. Pedagan yang sudah melakukan usaha lebih lama makan

akan lebih memiliki strategi yang matang dalam pengelolahan, mempoduksi

dan memasarkan produk usahanya, dikarena pedagang lebih memiliki

pengalaman, pengetahuan, dan mampu mengambil keputusan dalam situasi

apapun. Pedagang yang memiliki lebih lama melakukan usaha biasanya

memiliki pelangan dan relasi yang lebih banyak. Namun belum tentu

pedagang yang baru membuka usaha mendapat pendapatan yang lebih

sedikit. Semakin lama seseorang melakukan pekerjaan maka semakin banyak

pengalaman yang di terima, dengan itu semakin mahir dengan perejaan yang

di jalaninya.

Pengalam berdagang dapat di tingkatkan dengan peningkatan

kemampuan berdagang dengan cara pelatihan admiistrasi pembukuan,

pelatihan strategi penjualan, sistem stok dan pengiriman barang, dan

informasi harga barang di pasar.

Menurut Rezikata, (2017) pengalam seseorang dalam menjalankan

usaha dapat dilihat dari beberapa hal berikut :

a) Lama waktu atau masa kerja

Dapat di ukur dari seseorang mampu memahami tugas dan

melakanakan suatu pekerjaan dengan baik. Seorang yang lebih lama

dalam bekerja akan memiliki strategi yang yang lebih tepat dan matang

dalam mengelolah usaha, juga mampu mengambil keputusan dalam

18
kondisi apapun dan semakin lama usaha secara tidak langsung dapat

memperoleh koneksi yang luas yang berguna untuk perolehan laba.

b) Tingkata pengetahuan dan ketrampilan

Pengatahuan mengacu pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan

atau informasi lain yang di perlukan pegawai, dan juga dapat mencangkup

kemampuan memahami dan informasi pada tangung jawab suatu

pekerjaan. Pengetahuan dan ketrampilan berkaitan terhadap seseorang

dalam berkerja.

c) Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan

6. Pengertian Modal

Modal memiliki sifat kuantitatif di karenakan modal di gunakan untuk

membeli barang dagangang, upah kariawan, dan untuk biaya operasional dari

kegiatan jual beli untuk meningkatkan pendapatan. Modal merupakan salah

satu kendala bagi usaha kecil, dengan itu biasanya usaha kecil melakukan

langkah langkah seeperti kredit perbangkan, pinjaman dari dana penyisihan

BUMN, hibah, modal ventura serta banyak jenis pembiayaan lainya (Anoraga

dan Sudantoko,2002).

2 macam modal awal menurut Sukirno, (2006) sebagai berikut yang

pertama modal tetap yang berarti biaya yang di keluarkan pada saat proses

produksi yang tidak habis pada satu produksi tersebut, modal ini dapat berupa

tanah, bangunan, peralatan dan mesin-mesin. Dan yang kedua ialah modal

tidak tetap yaitu modal yang dikeluarkan pada saat proses produksi dan habis

dalam satu kali proses produksi.

19
Peran modal dalam suatu usaha sangat penting. Tinggi maupun

rendanya perputaran modal akan mempengaruhi dana yang yang

diinvestasikan dalam bentuk kas, piutang, persedian dan hutan dagang. Jika

modal di pergunakan dengan efektif dan efisien dengan itu kesempatan untuk

memperoleh laba semakin besar. Modal sebaiknya tersedia dalam jumlah

yang cukup untuk memberikan keuntungan yang maksimal, dapat beroprasi

secara maksimal dan mampu menekan biaya lebih rendah. Modal yang cukup

juga dapat membayar kewajiban tepat waktu, memiliki persedian barang yang

cukup, dan tidak kesulitan untuk memperoleh barang maupun jasa yang

diperlukan (Rezkita, 2017).

Modal merupakan hal utama dalam menjalankan usaha, modal

merupakan segala bentuk kekayaan berupa barang maupun uang yang bisa di

dapatkan sendiri maupun pihak lain berupa pinjaman yang di gunakan untuk

produksi baik yang habis satu kali produksi maupun tidak habis dalam satu

kali produksi.

B. Penelitian Terdahulu

Di karenakan penelitihan terdahulu peneliti tertarik untuk mengangkat

penelitian tentang pendapatan pedagang pasar. Dengan mengunakan variabel

dependen yaitu pendapatan pedagang pasar. Dan variabel independenya yaitu

lama usaha, sewa ruko, dan lokasi usaha. Di bahawah ini merupkan tabel

referensi penelitian terdahulu.

Tabel 2.1Penelitian terdahulu


No Nama peneliti Judul penelitian Variabel Hasil penelitian
( tahun ) independen
1 Nur Isna Atun Pengaruh A. Modal Variabel modal,
( 2016 ) Modal, Lokasi, B. Lokasi lokasi, dan jenis
Dan Jenis C. Jenis usaha

20
Usaha Terhadap usaha berpengaru
Pendapatan terhadap
Pedagang Pasar pendapatan
Prambanan. pedagang di
pasar
prambanan

2 Wike Anggraini Pengaruh A. Modal Variabel modal,


(2019 ) Modal, Jam B. Jam variabel jam
Kerja, Dan kerja kerja dan
Lama Usaha C. Lama variabel lama
Terhadap usaha usaha
Pendapatan berpengaruh
Usaha Mikro terhadap
Kecil pendapatan
Menengah ( pedangan.
Study Kasus
Pedagang Pasar
Pagi Perumdum
II SRIWIJAYA
KOTA
BENGKULU,
Modal, Jam
Kerja, Lama
Usaha )
3 Puji Yuniarti Analisis Faktor A. Tingkat 1. modal usaha,
(2019 ) – Faktor Yang Pendidikan jam kerja, dan
Mempengaruhi B. Modal biaya
Pendapatan Usaha berpengaruh
Pedagang Di C. Biaya terhadap
Pasar D. Lama pendapatan
Tradisional Usaha pedangan,
Cinere Depok E. Jam sedangkan
Kerja tingkat
pendiddikan dan
lama usaha
tidak
berpengaruh
terhadap
pendapatan
pedangan
2. secara
simulta lama
pendidikan,
modal usaha,
biaya, lama
usaha, dan jam

21
kerja
berpengaruh
terhadap
pendapatan
pedagang pasar.
4 Nur Rahmad Analisis Faktor- A. Modal 1. Berdasarkan
Wahyudi ( 2010 Faktor Yang B. Pengala hasil uji t dan
) Mempengaruhi man Usaha uji f variabel
Pendapatan C. Tenaga modal dan
Pedangan Pasar Kerja variabel jam
Tradisional Di D. Jam kerja
Kabupaten Kerja berpengaruh
Sukoharjo positih terhadap
(Study Kasus pendapatan
Di Pasar Nguter pedangan.
Kecamatan 2. Berdasarkan
Nguter). uji t variabel
jam kerja dan
pengalaman
tidak
berpengaruh
terhadap
pendapatan
pedagang.
3. Variabel
modal
mempunyai
pengaruh paling
besar di
bandingkan
variabel lainya.

5 Bagus Suryo Pengaruh A. Lokasi Lokasi, biaya


Nugroho Lokasi, Biaya B. Biaya – sewa, dan
Brianto ( 2019 ) Sewa Serta Biaya pungutan resmi
Pungutan C. Punguta mempunyai
Terhadap n (Resmi/ Non pengaruh
Pendapatan Resmi ) terhadap
Pedagang Kios pendapatan
Di Pondok pedagang pasar,
Ranji, sedangkan
Jurangmangu pengenaan
Dan Sudimara – retribusi tidak
Tanggerang berpengaruh
Selatan terhadap
pendapatan
pedagang pasar.
6 Khasan Setiaji, Pengaruh A. Modal Modal, lokasi,

22
Ana Listia Modal, Lama B. Lokasi dan lama uaha
Fatuniah (2018) Usaha dan C. Lama memiliki
Lokasi Usaha pengaruh yang
Terhadap positif
Pendapatan terhadapa
Pedagang Pasar pendapatan
Pasca Relokasi pedagang pasar.

C. Kerangka Pikir

Menurut sugiyono, (2011) mengatakan kerangka pikir yaitu model

konseptual tengtang bagaimana suatu teori berhubungan dengan berbagai faktor

yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting, dengan itu yang di sebut

dengan kerangka fikir ialah sebuah permasalahan yang melandasi pemahaman

lainya, pemahaman yang paling dasar untuk menjadi di setiap pemikiran, dengan

itu dapat di gambarkan kerangka pikir seperti dibawah ini :

Gambar 2.1 kerangka pemekiran penelitian

Lokasi
(X1)

Modal Tingkat Pendapatan


(X2) (Y)

Lama Usaha
(X3)

Keterangan:

: Pengaruh X1, X2, X3 terhadap Y

: Pengaruh X terhadap Y

23
D. Hipotesis

Menurut Arikunto, (2010) hipotesis merupakan jawaban sementara atas

suatu permasalahan dari penelitian hingga terbukti dengan data yang dikumpul.

Dilihat dari tinjauan pustakan dan kerangka piker yang sudah dijelaskan maka

dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

a) HO : lokasi tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar


Dungus

H1 : lokasi berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar Dungus.

b) HO : Modal usaha tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar


Dungus

H2 : Modal usaha berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar

Dungus

c) HO : lama berjualan tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di


pasar Dungus

H3 : lama berjualan berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar

Dungus

d) HO : Lokasi, modal , lama berjualan tidak berpengaruh terhadap pendapatan


pedagan di pasar Dungus.

H4 : Lokasi, modal , lama berjualan berpengaruh terhadap pendapatan

pedagan di pasar Dungus .

24

Anda mungkin juga menyukai