BAB II
Tinjauan pustaka
A. Landasa Teori
1. Pengertian Sektor Informal
Menurut Setiaji dan Ana, (2018) sektor informal merupakan unit
usaha kecil yang cukup dengan modal sedikit dan sistem pengelolahan yang
sederhana, sistem informal sediri cukup dominan dalam penyerapan tenaga
kerja di perkotaan. Salah satu usaha dari sistem informal merupakan
berdagang, kegiatan ini lebih banyak di kerjakan oleh masyarakat sebab
berdagang tidak memerlukan keahlian yang khusus maupun pendidikan yang
tinggi.
Dengan adanya sektor informal ini mampu memberikan pelayanan
terhada kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. Sektor informal dapat
memberikan sumbangan untuk ekonomi lokal dalam suatu wilayah,
diharapkan sektor informal mampu berkontribusi dalam peningkatan
pendapatan daerah maupun nasional. Dengan itu sektor informal berperan
penting dalam terciptanya kondisi pemerataan hasil pembangunan Muzakir,
(2010).
Menurut Mulyadi, (2014) perekonomian pada sektor informal mampu
lebih mandiri, dikarenakan pertumbuhan pada sektor informal secara
langsung memperbaiki kesejahteraan golongan lemah, dengan itu kemajuan
sektor informal dapat menaikan pendapatan nasional dan memperbaiki
distribusi pendapatan. Pada sektor informal permintaan akan selalu kuat,
II
dikarenakan barang ataupun jasa yang dihasilkan merupakan kebutuhan
masyarakat sehari-hari.
Sektor informal dapat diartikan usaha kecil dengan modal kecil dan
sintem pengelolahan yang sederhana, namun memiliki peran penting bagi
pertumbuhan ekonomi, dapat dilihat dari pengurangan penganguran.
Menurut Rani, (2019) aktifitas sektor informal jika di kembangkan
mampu mendukung aktifitas formal dan mampu saling bekerjasama untuk
melengkapi kebutuhan perekonomian warga. Sektor informal di Indonesia
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a) Tidak terorganisasi dengan baik, dikarenakan unit usaha muncul tanpa
mengunakan fasilitas atau kelembagaan secara formal.
b) Tidak memiliki izin usaha, jam kerja dan lokasi tidak teratur dengan
baik.
c) Kebijakan pemerintah dalam membantu golongan ekonomi lemah
tidak sampai sektor informal.
d) Teknologi yang di gunakan masih tradisional.
Karakteristik menurut usaha daganggan di pergunakan untuk melihat
jenis dagangan yang di perdagangkan dan pengaruh terhadap pendapatan.
Macam-macam jenis usaha yang dilakukan masyarakat kemungkinan dapat
meningatkan pendapatan, jenis dagangan yang dijual memiliki bermacam-
macam ragam dan jasa pelayanan yang di perdagangkan merupakan jasa
perorangan Yuniarti (2019).
10
2. Pengertian Pasar
Menurut pratama, (2018), pasar merupakan tempat bertemu antara
produsen dan konsumen untuk melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhan
dengan harga yang telah di tentukan melalui tawar menawar. Pedagang membuka
lapak untuk menjajakan daganganya maupun jasa yang di perlukan oleh pembeli,
bertemunya penjual dan pembeli untuk menentukan harga yang di sepakati.
Menurut peraturan presiden Ri No.112 Tahun 2007, pasar adalah area
tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, baik yang di sebut
sebagai pusat pembelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plasa, pusat
perdagangan maupun sebutan lainya. Ada empat faktor yang menandai
terbentuknya pasar diantaranya yaitu, ada penjual dan pembeli, penjual dan
pembeli disebuah tempat tertentu, terjadi kesepakatan antara pejual dan pembeli
menjadikan jual beli atau tukar menukar, antara penjual serta pembeli
kedudukanya sederajat.
Para pedagang berharap harga setinggi-tingginya supaya mendapatkan
keuntungan sebesar mungkin. Namun apabila hara barang terlalu tinggi akan
membuat para pembeli tidak mau membeli dan meyebabkan barang tidak laku.
Dan apabila barang dijual dengan harga redah akan membuat para pedagang
mengalami kerugian. Sedangakn pembeli menginginkan harga yang rendah untuk
barang yang di ingginkan Rohmah, (2017).
Pasar tradisional biasanya berada di tempat terbuka dan menjual
kebutuhan pokok manusia. Pasar tradisional di bangun dan di kelolah oleh
pemerintah daerah, BUMN, BUMD, atau pihak swasta. Tempat berjualan pada
11
pasar tradisional biasanya berupa kios kios, los dan dasaran terbuka. Biasanya
pasar tradisional terlihat kumuh dikarenakan kurangya menjaga kebersihan.
Boediono, (1982) mengatakan pada ilmu ekonomi pengertian pasar tidak
harus dikaitan suatu tempat namun bisa terjadi dimana saja terjadi transaksi
anatar produsen dan konsumen. Produsen biasanya menjual makanan, sayur
mayur, jasa yang di butuhkan, uang, maupun jasa angkut. Setiap barang ekonomi
biasanya mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Pada masing-masing pasar terjadi
transakti untuk barang tersebut, bila terjadi transaksi maka telah terjadi
persetujuan antara penjual dan pembeli dalam harga dan volume barang tersebut.
Dua aspek yang di buat para ahli untuk menganlisis suatu pasar adalah harga dan
volume.
Dengan penjelasan di atas berarti pasar merupakan tempat bertemu antara
penjual serta pembeli utuk menentukan harga dan kemudian terbentuknya harga.
Pasar juga merupakan peranan paling penting dalam kegitan ekonomi, dalam
memnuhui kebutuhan.
a) Jenis Jenis Pasar
1) Pasar Rakyat
Menurut undang undang nomer 7 tahun 2014 tentang perdagangan
pasar tradisional diganti dengan pasar rakyat. Pasar rakyat adalah suatu
area tertentu tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara
langsung maupun tidak langsung, dengan proses jual beli berbagai jenis
barang konsumsi melalui tawar menawar.
2) Pasar Moderen
12
Menurut Rohmah, (2017) pasar modern merupakan pasar dengan
sifat modern, barang dagangan di perjualkan tanpa tawar menawar dan
dengan layanan sendiri. Tempat dari pasar ini seperti mall, plaza, dan
tempat moderen yang lainya.
3) Pasar Pesaingan Sempurna
Menut Rezkita, (2017) pasar persaingan sempurna merupakan
pasar yang memiliki banyak penjual serta pembeli. Pasar tradisional
merupakan pasar persaingan sempurna, produsen maupun konsumen
berlaku sebagi price taker. Pasar akan berjalan dengan baik apa bila tidak
ada penguasa pasar yang memperngaruhi harga-harga yang berlaku di
pasar.
Karakteristik pasar persaingan sempurna menurut saeful, (2016)
seperti dibawh ini :
a. Banyaknya produsen menjual barang yang sama, hal ini menyebabkan
produsen hanya memasok sebagain dari total komoditas yang
ditawarkan ke pasar sebab kwalitas produk sama saja seperti yang di
buat produsen lainya.
b. informasi yang baik mengenai harga untuk produsen maupun
konsumen. Produsen dan konsumen mengetahui keadaan pasar
maupun harga sekarang maupun yang akan datang.
c. perusahaan mengiyakan harga yang ditentukan pasar.
d. produsen bebas keluar maupun masuk pasar. Perusahaan keluar
maupun masuk pasar tidak akan mempengaruhi perusahaan lainya
13
karena pada para persainga sempurna produsen tidak saling
berhadapan.
b) Fungsi Pasar
4 fungsi ekonomi yang diperankan oleh pasar tradisional menurut
Endarwati dan Wahyuningsih, (2012) diantaranya :
1) Pasar tradisional adalah area berbagai golongan masyarakat untuk
mendapatkan kebutuhan harian dengan harga yang lebih rendah. Dapat
diantikan pasar tradisional penyokong ekonomi masyarakat menengah
kebawah.
2) Pasar tradisional dapat dimasuki oleh pelaku ekonomi lemah dengan
modal kecil.
3) Pasar tradisional ialah salah satu sumber pendapatan daerah melalui
retrubusi yang dibaya oleh pedagang.
4) Aktifitas jual beli di pasar merupakan faktor penting dalam tingkat
pertumbuhan ekonomi skala local, regional dan nasional.
3. Pengertian Pendapatan
Manusia selalu mempunyai kebutuhan barang maupun jasa untuk
memenuhu kebutuhan sehari- hari. Dalam pemenuhan kebutuhan, antar
manusia memiliki kebutuhan yang berbeda, dikarenakan tingkat pendapatan
yang dimiliki oleh masing masing manusi. Dengan itu seseorang harus
bekerja untuk memenuhi kebutuha sehari-hari mereka baik barang maupun
jasa Rezkita, (2017).
Pendapatan merupakan uang yang di terima seseorang dalam bentuk
gaji, upah, sewa, bungga, laba, dan sebaingan bersama dengan tunjangan
14
pengangurang uang pengsiun dan sebagainya, dalam analisis mikroekonomi
istilah pendapatan biasanya digunakan untuk istilah aliran pendapatan dalam
satu periode waktu yang berasalah dari penyedian faktor produksi dalam
bentu sewa, upah, bunga dan laba secara beruntun. Sedangkan dalam instilah
ekonomimakro pendapatan nasional berarti pendapatan agraret suatu negara
berupa upah, sewa, bunga, dan pebayaran tidak termasuk biaya tunjangan
penganguran, tunjangan pensiun dan lain-lainya.
Menurut Munandar dalam Artaman dkk, (2015), pendapatan adalah
tambahan asset bagi pedagang yang meningkatkan kekayaan dan
kesejahteraan hidup. Sebagian pendapatan pedagang di penuhi untuk
kebutuhan hidup dan sebagian lainya untuk keberlangsungan usaha
daganganya.
Pendapatan adalah perolehan dari pemakaina kapital dan pembagian
suatu jasa seseoran ataupun keduanya, berbentuk uang, barang materi atau
jasa dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan berpengaru terhadap pelaku
sektor informal dari total. Total peneriman adalah keseluruhan dari hasil
penjualan.
Pendapatan adalah hal penting bagi pedagang, dikarenan pendapatan
yang diperoleh pedagang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,
sebab dari pada itu tingkat keramaan pasar dapat menjadikan permintaan
akan suatu barang maupun jasa cukup tinggi dan dapat mempengaruhi
pendapatan Rezkita, (2017)
15
Pendapatan merupakan uang maupun barang yang diterima seseorang
dari hasil kerja mereka, baik dari hasil usaha berdagang maupun menyewakan
jasa.
Menurut Boediono, (2002) pendapatan dikelompokan menjadi 3 yaitu
gaji dan upah, pendapatan dari usaha sendiri dan pendapatan dari orang lain.
Menurut Rezkita, (2017) tinggi rendahnya pendapatan seseorang
bergantung dengan beberapa faktor, yaitu :
a) Kesempatan kerja yang ada
Dengan banyaknya kesempatan kerja yang ada, berarti semakin
banyak penghasilan yang diperoleh.
b) Kecakapan dan keahlian kerja
Tingginya kecakapan dan keahlian dalam bekerja akan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas yang berpengaruh terhadap
penghasilan.
c) Kekayaan yang dimiliki
Semakin banyak memiliki kekayaan maka semakin berpeluang
memiliki pengahsilan yang besar.
d) Keuletan kerja
Keuletan yang berarti ketekunan dalam menghadapi tantangan,
berarti jika nanti mengalami kegagalan, maka kegagalan tersebut akan
dijadikan pelajaran untuk kesuksesan yang akan datang.
e) Banyak sedikit modal yang di gunakan
16
Dengan modal yang besar mampu mengembangkan usaha semakin
besar, sedangkan usaha yang besar memiliki peluang pendapatan yang di
peroleh juga besar.
4. Pengertian Lokasi
Lokasi yaitu letak maupun tempat usaha yang memiliki pengaruh
penting dalam melakukan usaha. Taringan, (2005) mengatakan bahwa dalam
teori lokasi pendapatan losch menyatakan lokasi penjualan berpengaruh
penting pada jumlah konsumen. Semakin jauh tempat untuk di jaungkan
konsumen maka sekamin engan kansumen untuk membeli dikarnakan biaya
transportasi untuk menuju tempat itu semakin mahal.
Sedangkan menurut Alma, (2012) pemilihan lokasi usaha dapat
menentukan keberhasilan dan kegagalan bisnis yang dijalaninya. Lokasi
dengan biaya oprasinal rendah merupakan lokasi yang ideal, karena
pemilihan lokasi yang salah mengakibatkan biaya operasinal menjadi tinggi.
Dengan itu pemelihan lokasi sangat berpengaruh pemilihan lokasi yang
strategis mempengaruhi tingkat pendapatan dari usaha tersebut.
Menurut Taringan, (2005) lokasi usaha merupkan pemacu biaya yang
signifikan dan mampu membuat dan mengancurkan strategi bisnis sebuah
usaha. Disaat sudah ditetapkanya lokasi usaha dan usaha mulai berjalan maka
akan banyak biaya tetap yang sulit untuk dikurangi.
Lokasi usaha merupak tempat pedagang melakukan usaha, baik berupa
kios maupun lost, pemilihan lokasi merupakan hal yang sangat penting bagi
pedagang di karenakan lokasi yang strategis dapat membuat banyak
pelangan.
17
5. Pengertian Lama Usaha
Lama usaha merupakan waktu yang di lakukan pedagang dalam
menjalankan usaha. Pedagan yang sudah melakukan usaha lebih lama makan
akan lebih memiliki strategi yang matang dalam pengelolahan, mempoduksi
dan memasarkan produk usahanya, dikarena pedagang lebih memiliki
pengalaman, pengetahuan, dan mampu mengambil keputusan dalam situasi
apapun. Pedagang yang memiliki lebih lama melakukan usaha biasanya
memiliki pelangan dan relasi yang lebih banyak. Namun belum tentu
pedagang yang baru membuka usaha mendapat pendapatan yang lebih
sedikit. Semakin lama seseorang melakukan pekerjaan maka semakin banyak
pengalaman yang di terima, dengan itu semakin mahir dengan perejaan yang
di jalaninya.
Pengalam berdagang dapat di tingkatkan dengan peningkatan
kemampuan berdagang dengan cara pelatihan admiistrasi pembukuan,
pelatihan strategi penjualan, sistem stok dan pengiriman barang, dan
informasi harga barang di pasar.
Menurut Rezikata, (2017) pengalam seseorang dalam menjalankan
usaha dapat dilihat dari beberapa hal berikut :
a) Lama waktu atau masa kerja
Dapat di ukur dari seseorang mampu memahami tugas dan
melakanakan suatu pekerjaan dengan baik. Seorang yang lebih lama
dalam bekerja akan memiliki strategi yang yang lebih tepat dan matang
dalam mengelolah usaha, juga mampu mengambil keputusan dalam
18
kondisi apapun dan semakin lama usaha secara tidak langsung dapat
memperoleh koneksi yang luas yang berguna untuk perolehan laba.
b) Tingkata pengetahuan dan ketrampilan
Pengatahuan mengacu pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan
atau informasi lain yang di perlukan pegawai, dan juga dapat mencangkup
kemampuan memahami dan informasi pada tangung jawab suatu
pekerjaan. Pengetahuan dan ketrampilan berkaitan terhadap seseorang
dalam berkerja.
c) Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan
6. Pengertian Modal
Modal memiliki sifat kuantitatif di karenakan modal di gunakan untuk
membeli barang dagangang, upah kariawan, dan untuk biaya operasional dari
kegiatan jual beli untuk meningkatkan pendapatan. Modal merupakan salah
satu kendala bagi usaha kecil, dengan itu biasanya usaha kecil melakukan
langkah langkah seeperti kredit perbangkan, pinjaman dari dana penyisihan
BUMN, hibah, modal ventura serta banyak jenis pembiayaan lainya (Anoraga
dan Sudantoko,2002).
2 macam modal awal menurut Sukirno, (2006) sebagai berikut yang
pertama modal tetap yang berarti biaya yang di keluarkan pada saat proses
produksi yang tidak habis pada satu produksi tersebut, modal ini dapat berupa
tanah, bangunan, peralatan dan mesin-mesin. Dan yang kedua ialah modal
tidak tetap yaitu modal yang dikeluarkan pada saat proses produksi dan habis
dalam satu kali proses produksi.
19
Peran modal dalam suatu usaha sangat penting. Tinggi maupun
rendanya perputaran modal akan mempengaruhi dana yang yang
diinvestasikan dalam bentuk kas, piutang, persedian dan hutan dagang. Jika
modal di pergunakan dengan efektif dan efisien dengan itu kesempatan untuk
memperoleh laba semakin besar. Modal sebaiknya tersedia dalam jumlah
yang cukup untuk memberikan keuntungan yang maksimal, dapat beroprasi
secara maksimal dan mampu menekan biaya lebih rendah. Modal yang cukup
juga dapat membayar kewajiban tepat waktu, memiliki persedian barang yang
cukup, dan tidak kesulitan untuk memperoleh barang maupun jasa yang
diperlukan (Rezkita, 2017).
Modal merupakan hal utama dalam menjalankan usaha, modal
merupakan segala bentuk kekayaan berupa barang maupun uang yang bisa di
dapatkan sendiri maupun pihak lain berupa pinjaman yang di gunakan untuk
produksi baik yang habis satu kali produksi maupun tidak habis dalam satu
kali produksi.
B. Penelitian Terdahulu
Di karenakan penelitihan terdahulu peneliti tertarik untuk mengangkat
penelitian tentang pendapatan pedagang pasar. Dengan mengunakan variabel
dependen yaitu pendapatan pedagang pasar. Dan variabel independenya yaitu
lama usaha, sewa ruko, dan lokasi usaha. Di bahawah ini merupkan tabel
referensi penelitian terdahulu.
Tabel 2.1Penelitian terdahulu
No Nama peneliti Judul penelitian Variabel Hasil penelitian
( tahun ) independen
1 Nur Isna Atun Pengaruh A. Modal Variabel modal,
( 2016 ) Modal, Lokasi, B. Lokasi lokasi, dan jenis
Dan Jenis C. Jenis usaha
20
Usaha Terhadap usaha berpengaru
Pendapatan terhadap
Pedagang Pasar pendapatan
Prambanan. pedagang di
pasar
prambanan
2 Wike Anggraini Pengaruh A. Modal Variabel modal,
(2019 ) Modal, Jam B. Jam variabel jam
Kerja, Dan kerja kerja dan
Lama Usaha C. Lama variabel lama
Terhadap usaha usaha
Pendapatan berpengaruh
Usaha Mikro terhadap
Kecil pendapatan
Menengah ( pedangan.
Study Kasus
Pedagang Pasar
Pagi Perumdum
II SRIWIJAYA
KOTA
BENGKULU,
Modal, Jam
Kerja, Lama
Usaha )
3 Puji Yuniarti Analisis Faktor A. Tingkat 1. modal usaha,
(2019 ) – Faktor Yang Pendidikan jam kerja, dan
Mempengaruhi B. Modal biaya
Pendapatan Usaha berpengaruh
Pedagang Di C. Biaya terhadap
Pasar D. Lama pendapatan
Tradisional Usaha pedangan,
Cinere Depok E. Jam sedangkan
Kerja tingkat
pendiddikan dan
lama usaha
tidak
berpengaruh
terhadap
pendapatan
pedangan
2. secara
simulta lama
pendidikan,
modal usaha,
biaya, lama
usaha, dan jam
21
kerja
berpengaruh
terhadap
pendapatan
pedagang pasar.
4 Nur Rahmad Analisis Faktor- A. Modal 1. Berdasarkan
Wahyudi ( 2010 Faktor Yang B. Pengala hasil uji t dan
) Mempengaruhi man Usaha uji f variabel
Pendapatan C. Tenaga modal dan
Pedangan Pasar Kerja variabel jam
Tradisional Di D. Jam kerja
Kabupaten Kerja berpengaruh
Sukoharjo positih terhadap
(Study Kasus pendapatan
Di Pasar Nguter pedangan.
Kecamatan 2. Berdasarkan
Nguter). uji t variabel
jam kerja dan
pengalaman
tidak
berpengaruh
terhadap
pendapatan
pedagang.
3. Variabel
modal
mempunyai
pengaruh paling
besar di
bandingkan
variabel lainya.
5 Bagus Suryo Pengaruh A. Lokasi Lokasi, biaya
Nugroho Lokasi, Biaya B. Biaya – sewa, dan
Brianto ( 2019 ) Sewa Serta Biaya pungutan resmi
Pungutan C. Punguta mempunyai
Terhadap n (Resmi/ Non pengaruh
Pendapatan Resmi ) terhadap
Pedagang Kios pendapatan
Di Pondok pedagang pasar,
Ranji, sedangkan
Jurangmangu pengenaan
Dan Sudimara – retribusi tidak
Tanggerang berpengaruh
Selatan terhadap
pendapatan
pedagang pasar.
6 Khasan Setiaji, Pengaruh A. Modal Modal, lokasi,
22
Ana Listia Modal, Lama B. Lokasi dan lama uaha
Fatuniah (2018) Usaha dan C. Lama memiliki
Lokasi Usaha pengaruh yang
Terhadap positif
Pendapatan terhadapa
Pedagang Pasar pendapatan
Pasca Relokasi pedagang pasar.
C. Kerangka Pikir
Menurut sugiyono, (2011) mengatakan kerangka pikir yaitu model
konseptual tengtang bagaimana suatu teori berhubungan dengan berbagai faktor
yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting, dengan itu yang di sebut
dengan kerangka fikir ialah sebuah permasalahan yang melandasi pemahaman
lainya, pemahaman yang paling dasar untuk menjadi di setiap pemikiran, dengan
itu dapat di gambarkan kerangka pikir seperti dibawah ini :
Gambar 2.1 kerangka pemekiran penelitian
Lokasi
(X1)
Modal Tingkat Pendapatan
(X2) (Y)
Lama Usaha
(X3)
Keterangan:
: Pengaruh X1, X2, X3 terhadap Y
: Pengaruh X terhadap Y
23
D. Hipotesis
Menurut Arikunto, (2010) hipotesis merupakan jawaban sementara atas
suatu permasalahan dari penelitian hingga terbukti dengan data yang dikumpul.
Dilihat dari tinjauan pustakan dan kerangka piker yang sudah dijelaskan maka
dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
a) HO : lokasi tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar
Dungus
H1 : lokasi berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar Dungus.
b) HO : Modal usaha tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar
Dungus
H2 : Modal usaha berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar
Dungus
c) HO : lama berjualan tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di
pasar Dungus
H3 : lama berjualan berpengaruh terhadap pendapatan pedagang di pasar
Dungus
d) HO : Lokasi, modal , lama berjualan tidak berpengaruh terhadap pendapatan
pedagan di pasar Dungus.
H4 : Lokasi, modal , lama berjualan berpengaruh terhadap pendapatan
pedagan di pasar Dungus .
24