0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
142 tayangan30 halaman

Pentingnya Skill Problem Solving

Teks tersebut membahas pentingnya kemampuan pemecahan masalah (problem solving) bagi seorang technopreneur maupun dalam dunia kerja. Teks itu juga menjelaskan beberapa tipe individu dalam menghadapi masalah dan tips untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.

Diunggah oleh

irwan tony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
142 tayangan30 halaman

Pentingnya Skill Problem Solving

Teks tersebut membahas pentingnya kemampuan pemecahan masalah (problem solving) bagi seorang technopreneur maupun dalam dunia kerja. Teks itu juga menjelaskan beberapa tipe individu dalam menghadapi masalah dan tips untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.

Diunggah oleh

irwan tony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mempunyai skill problem solving sangat penting, terutama jika kamu

ingin menjadi seorang technopreneur. Hal ini karena


seorang technopreneur setiap harinya akan menghadapi berbagai masalah yang
memerlukan keputusan dengan cepat dan tepat.

Namun, bukan hanya seorang technopreneur saja yang harus memiliki skill
problem solving, melainkan setiap orang pun harus memilikinya. Terutama
untuk kamu yang akan memasuki dunia kerja karena itu
merupakan skill fundamental ketika menghadapi kesulitan saat bekerja.

Sebagai contohnya, ketika kamu kewalahan menyelesaikan pekerjaanmu


sehingga sulit membagi waktu dan membuatmu stres. Nah, jika hal tersebut
terjadi, sebaiknya kamu membicarakanya dengan manajermu mengenai beban
pekerjaan yang terlalu berat dan jelaskan alasan hal tersebut bisa terjadi.

Apa sih sebenarnya arti dari problem solving itu sendiri? Lalu, bagaimana cara
meningkatkan skill problem solving? Yuk, mari kita simak penjelasannya pada
artikel di bawah ini!

Apa Itu Problem Solving?


Problem solving adalah sebuah kemampuan untuk mencari solusi atas
tantangan yang menghalangi tujuannya. Namun, sebenarnya
penerapan problem solving itu tidak serumit yang kita bayangkan, cukup kamu
lakukan beberapa langkah berikut jika menghadapi masalah:

 memahami situasi;
 mengidentifikasi akar masalah;
 mengembangkan rencana yang efektif; dan
 terakhir, melakukan eksekusi.
Nah, jika sudah belajar cara memecahkan masalah menjadi lebih kecil dan
dapat dikelola, nantinya ketika menghadapi masalah yang rumit, kamu akan
dapat memecahkan masalah tersebut dengan lebih mudah dan efektif.
Apabila kamu sudah mempelajari pendekatan dasar problem solving di atas dan
menjadi seorang problem solver, rasa panik akan berkurang dan kepercayaan
diri pun meningkat ketika menghadapi berbagai masalah dalam hidup, baik itu
pekerjaan maupun kehidupan pribadi.

Maka dari itu, sangat penting untuk kita meningkatkan skill problem
solving. Namun, sebelum itu kita akan bahas dulu beberapa tipe orang ketika
menghadapi masalah menurut Ken Watanabe dalam bukunya, Problem Solving
101.

Tipe-tipe Orang Menghadapi Masalah


1. Nona Pengeluh (Miss Sigh)
Miss Sigh ini mempunyai sifat langsung menyerah ketika menghadapi masalah.
Karakter ini biasanya kurang mampu mengendalikan hidupnya dan sering
menyalahkan orang lain atas hal-hal buruk yang terjadi kepadanya.

Miss Sigh sebenarnya mempunyai banyak ide yang bagus, tetapi takut bila gagal
nanti orang-orang akan menertawakannya. Jadi, alih-alih berbicara atau
mengambil tindakan, dia hanya duduk mengasihani dirinya dan menghela
nafas dengan berkata, “Aku kayaknya ga akan pernah bisa melakukannya.”

2. Tuan Kritik (Mr. Critic)


Mr. Critic berbeda dengan Miss Sigh, dia tidak pernah takut untuk berbicara. Mr.
Critic adalah seorang kritikus profesional yang siap menunjukkan kesalahan
dan menjatuhkan ide orang lain jika dia menemukan kekurangan dan akan
berkata, “Kan, sudah saya bilang coding-an kaya gitu gak akan jalan.”

Tipe ini biasanya selalu menunjukkan kesalahan orang lain, sedangkan dirinya
tidak melakukan pekerjaan apa pun. Bisa saja karena menyelesaikan pekerjaan
tidak semudah mengatakannya atau dia terlalu takut untuk menghadapi
kenyataan bahwa dia sendiri sering melakukan kesalahan.
3. Nona Pemimpi (Miss Dreamer)
Miss Dreamer adalah seseorang yang hidup di dunia mimpi. Dia memiliki banyak
ide cemerlang dalam otaknya, tetapi tidak ada satu pun dari ide tersebut yang
dijalankan.

Miss Dreamer tidak pernah berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk


mengubah mimpinya menjadi tindakan yang nyata. Kata-kata yang biasa
diucapkannya, seperti “Saya ingin menjadi seorang programmer yang andal.”,
tetapi tidak pernah memulai belajar pemrograman.

4. Tuan Maju Terus (Mr. Go Getter)


Mr. Go Getter merupakan seseorang yang tidak khawatir tentang masalah dan
juga pikiran-pikiran negatif. Tipe ini selalu mengambil tindakan jika terjadi
masalah. Tindakan proaktif Mr. Go Getter sangat baik, tetapi dia tidak berpikir
dulu sebelum bertindak.

Karena dia berprinsip bahwa berpikir hanya membuang-buang waktu saja, jadi
lebih baik menurutnya untuk langsung melakukan tindakan. Namun, jika dia
memberikan sedikit waktu untuk berpikir, mungkin dia akan mendapatkan
solusi yang lebih efektif.

5. Anak-anak Pemecah Masalah (Problem Solving Kids)

Tipe terakhir ini fokus dengan solusi ketika menghadapi masalah untuk
mencapai tujuannya. Mereka mengatasi masalahnya dengan tenang dan akan
mencari dulu letak akar masalahnya. Setelah itu, mereka akan membuat
rencana yang efektif sebelum mengambil tindakan, dan kemudian
mengeksekusinya segera.

Problem solving kids selalu fokus pada hal yang bisa diubah di masa depan
daripada hal yang sudah terjadi di masa lalu. Setelah mengambil tindakan,
mereka akan terus mengevaluasinya agar bisa mendapatkan solusi yang efektif
ketika menghadapi masalah berikutnya.

Nah, kira-kira kamu termasuk tipe yang mana nih ketika menghadapi masalah?
Jika sudah tahu tipemu, kami akan kasih tips untuk meningkatkan
kemampuan problem solving ini.

Tips Meningkatkan Kemampuan Problem


Solving
Problem solving merupakan sebuah soft skill yang dapat dikembangkan melalui
sebuah proses yang sederhana. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan skill
problem solving kamu.

1. Cobalah untuk mengubah mindset kamu


Saat melihat suatu masalah sebagai beban yang membuat kamu frustrasi,
secara tidak sadar kamu akan menghindarinya. Namun, jika kamu
mengubah mindset untuk melihat sebuah masalah sebagai kesempatan untuk
meningkatkan kemampuan, beban itu bisa berkurang.

Tentunya setelah mengubah mindset, kamu dapat memecah dan menganalisis


masalah dengan lebih mudah sehingga membuat kamu merasa tidak terbebani.

2. Analisis masalah dengan langkah demi langkah


Jangan melihat masalah sebagai suatu kesatuan besar yang perlu diperbaiki.
Hal itu, dapat menghalangi kamu ketika ingin untuk mencoba
menyelesaikannya.

Sebaliknya, jika kamu memecahkan masalah dengan langkah demi langkah,


seperti mengidentifikasi masalah, mencari akar penyebabnya, dan menemukan
solusi yang tepat, potongan-potongan langkah kecil yang kamu lakukan itu
berkembang menjadi solusi akhir secara keseluruhan.
3. Jangan malu menerima feedback
Kesampingkan dulu ego kamu dan mintalah bantuan orang lain ketika
kesulitan. Cobalah bertanya kepada teman, keluarga, ataupun rekan kerja
ketika kamu tidak dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang
kamu hadapi.

Kadang, berdiskusi dengan orang lain dapat membawa ide-ide segar dan sudut
pandang baru yang tidak akan pernah kamu temui.

4. Amati cara orang lain menghadapi masalah


Kamu mungkin memiliki rekan kerja yang ahli dalam memecahkan masalah.
Mengamati cara orang tersebut menyelesaikan masalah dan mempelajarinya
dapat membantumu untuk meningkatkan keterampilan problem solving. Siapa
tahu, kamu pun bisa meniru dan memodifikasi pola pemecahan masalah
mereka.

Nah, jadi itu dia pembahasan mengenai apa itu problem solving. Kemampuan
ini sangat berguna untuk kamu. Tidak hanya bermanfaat di dunia kerja, tetapi
juga di kehidupan sehari-hari. Jadi, ayo teruslah asah kemampuan problem
solving-mu agar kariermu semakin berkembang!

Ketika melamar pekerjaan biasanya kita akan menemukan beberapa perusahaan yang
mencantumkan skill atau kemampuan problem solving sebagai syarat untuk menjadi
karyawan di perusahaan tersebut. Mengapa kemampuan ini begitu penting bagi perusahaan?
Yuk, kita bahas!

Daftar Isi

 Apa Itu Kemampuan Problem Solving?

 Mengapa Kemampuan Problem Solving Penting?

 Cara Problem Solving yang Efektif

o 1. Riset (Research)

o 2. Analisis (Analysis)

o 3. Pengambilan Keputusan (Decision-making)


o 4. Komunikasi (Communication)

Apa Itu Kemampuan Problem Solving?


Kemampuan problem solving adalah kemampuan yang dapat membantu kita untuk
menentukan sumber masalah dan menemukan solusi yang efektif.

Kemampuan pemecahan masalah atau problem solving skill ini merupakan salah satu
kemampuan utama yang dicari oleh perusahaan dari kandidat. Hal ini disebabkan karena
karyawan dengan kemampuan problem solving cenderung lebih mandiri dan tanggap
menghadapi masalah ketika bekerja. Selain itu juga, seseorang yang memiliki skill ini akan
cenderung berpikir cepat dalam mencari solusi dari suatu masalah yang timbul.

Mengapa Kemampuan Problem Solving Penting?


Dalam bekerja, kamu akan sering menemukan berbagai masalah dan dituntut untuk segera
menyelesaikannya agar tidak mengganggu pekerjaan lainnya. Permasalahan yang muncul
tidak selalu datang dari pekerjaan saja, akan tetapi masalah pribadi pun juga.

Dengan mempunyai kemampuan problem solving ini, kamu akan lebih mudah dan cepat
dalam mengidentifikasi sumber masalahnya, kemudian mencari tahu alasan kenapa masalah
ini bisa terjadi, dan selanjutnya menetapkan solusi yang tepat untuk memperbaikinya.

Ketika dihadapkan dengan masalah kamu tidak harus menyelesaikannya sendiri, namun
kamu juga bisa meminta bantuan atau saran dari orang lain. Dengan begitu, kamu akan
mendapatkan perspektif atau sudut pandang baru yang membuat kamu lebih mudah untuk
memahami dan menyelesaikan masalah secara objektif.

Cara Problem Solving yang Efektif


Jika kamu ingin masalah dapat terselesaikan secara efektif, kamu harus menggunakan
beberapa kemampuan lain. Berikut adalah beberapa kemampuan yang dapat membantu kamu
dalam memecahkan masalah:

1. Riset (Research)
Kemampuan pertama yaitu riset atau meneliti. Sebelum menemukan solusi untuk sebuah
masalah, hal penting yang harus kamu lakukan terlebih dahulu adalah mengidentifikasi
masalah. Kamu bisa mulai dengan mengumpulkan berbagai informasi yang terkait dengan
masalah. Cara mudahnya adalah dengan berdiskusi bersama rekan kerja yang lain,
berkonsultasi melalui ahli/profesional, atau mencari problem yang serupa di internet.

Misalnya, kamu sebagai programmer mengalami error/bug ketika mengerjakan coding.


Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kamu perlu mengidentifikasinya dulu dengan cara
mengecek ulang pekerjaan. Akan tetapi, jika masih belum menemukan letak errornya dimana
kamu bisa bertanya kepada rekan tim/supervisor.
2. Analisis (Analysis)
Setelah mengumpulkan dan mengevaluasi informasi, kamu bisa melakukan analisis terhadap
masalah tersebut. Dengan menganalisis, kamu akan menjadi terbantu untuk lebih memahami
dan mengembangkan solusi secara efektif. Pada tahap ini juga kamu bisa mulai membedakan
mana solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.

Terdapat satu cara yang bisa kamu gunakan dalam menganalisis sebuah masalah, yaitu
melalui konsep analisis “5 why”. Konsep “5 why” ini merupakan cara menganalisa masalah
menggunakan teknik tanya-jawab sebanyak 5 kali. Tujuannya adalah untuk mengetahui lebih
dalam hubungan sebab-akibat yang menjadi penyebab munculnya masalah.

Contohnya, ketika kamu mengalami burnout di tempat kerja kira-kira apa penyebabnya
sehingga hal ini terjadi? Yuk, kita breakdown masalah ini!

Dari contoh di atas, masalah burnout ini adalah karena terlalu sering lembur. Mengapa bisa
lembur? Ternyata penyebabnya adalah karena pekerjaan yang terlalu banyak/overload.
Selanjutnya kamu bisa menemukan penyebabnya lagi mengapa pekerjaan kamu bisa sampai
overload dan seterusnya.

Ketika kamu sudah tidak bisa lagi menemukan penyebab dari masalah tersebut maka
penyebab terakhir itu adalah masalah utamanya, misalnya karena kamu terlalu menutup diri.
Nah, dari sini kamu bisa mulai mencoba mencari solusi agar masalah ini dapat teratasi
dengan baik.
3. Pengambilan Keputusan (Decision-making)
Jika dirasa analisisnya sudah cukup, kamu bisa mulai mengambil keputusan atau solusi yang
tepat untuk masalah terkait. Setelah solusi diterapkan ada baiknya menilai atau mengevaluasi
keefektifan dari solusi tersebut. Sehingga, jika ada masalah serupa yang datang di kemudian
hari kamu bisa menentukan akan menggunakan solusi yang sama atau mengubahnya.

4. Komunikasi (Communication)
Kemampuan lain yang kamu butuhkan dalam problem solving adalah komunikasi. Hal ini
karena ketika mengidentifikasi masalah kamu perlu mengkomunikasikannya kepada orang
lain. Kamu bisa berkomunikasi secara langsung atau lewat media komunikasi seperti telepon
atau video call. Baca selengkapnya tentang Cara Meningkatkan Skill Komunikasi dalam
Karir serta Manfaatnya.

Semakin jelas dan detail penjelasan kamu maka orang lain pun akan semakin paham dengan
masalah yang kamu hadapi dan lebih mudah untuk membantu [Link]?
Sudah paham tentang problem solving dan mengapa begitu penting dalam pekerjaan? Selain
dapat meningkatkan kinerja dalam bekerja, dengan kemampuan problem solving ini kamu
jadi lebih mudah berpikir secara strategis lho! Ingin tahu kemampuan atau skill lain sering
dibutuhkan oleh perusahaan? Yuk, cek langsung blog MyRobin dan pelajari banyak hal di
sini!

Problem Solving berasal dari bahasa Inggris yang berarti penyelesaian masalah. Pelaku yang
mampu mengurai dan menyelesaikan masalah disebut disebut problem solver.

Problem Solving menjadi salah satu jenis keterampilan intelektual yang dianggap lebih tinggi
dibanding keterampilan lainnya. Dikarenakan apabila dinilai dari aspek kognitif pada
pemecahan masalah pasti dibutuhkan keterampilan ataupun kemampuan dasar tertentu.

Kemampuan problem solving ini tidak hanya sekedar pemahaman maupun pengetahuan
namun sudah mencapai pada tingkatan analisis.

Namun, agar memiliki kemampuan Problem Solving yang mumpuni, maka apa hal yang
harus kita kuasai? Apakah ada langkah jitu dalam Problem Solving? Apakah kita bisa
mendapatkan pendidikan formal terkait Problem Solving atau hanya belajar secara autodidak?
Artikel membantu kamu menemukan jawaban pastinya.

Daftar Isi
Mengenal Tentang Problem Solving
Oemar Hamalik mengartikan problem solving merupakan suatu proses dari intelektual dan
mental untuk menemukan masalah. Setelah ditemukan, lalu berupaya memecahkan
permasalahan tersebut berdasarkan informasi serta data yang akurat, akhirnya siperoleh
kesimpulan dengan cepat dan cermat.

Problem solving diartikan pula sebagai cara untuk mengidentifikasi serta menemukan solusi
paling efektif dan efisien guna teratasinya masalah. Kemampuan ini pasti berkaitan dengan
kemampuan lainnya yaitu kemampuan mendengarkan, menganalisis dan meneliti,
kreatif, teamwork, komunikasi serta pengambilan keputusan.

Dalam penerapannya, pada teori lain disebutkan diperlukan model pembelajaran


agar problem solving dapat dilakukan dengan tepat. Terdapat 3 teknik pelaksanaan Problem
solving yakni: design thinking, dan solution-based thinking, serta linear thinking.

Problem solving dimulai dari kegiatan mengidentifikasikan sebuah permasalahan, kemudian


mencari tahu apa penyebabnya. Lalu, menyeleksi daftar solusi yang sudah dirumuskan,
kemudian memilih yang terbaik darinya. Langkah terakhir ialah dengan penerapan solusi
terbaik yang sudah dipilih.

Pada saat seseorang melakukan identifikasi masalah, hendaknya mampu untuk membedakan
apa saja yang menjadi penyebabnya. Serta membedakan apa saja yang merupakan masalah
intinya.

Proses Problem Solving


Melalui model yang dibuat oleh Profesor Psikologi bernama John D. Bransford serta Barry S.
Stein pada tahun 1984. Pemecahan masalah yang dianggap efektif tersebut menggunakan
lima langkah penting, yaitu.

1. Identifikasi Apa Masalah Dan Akar


Penyebabnya
Pemecahkan masalah ini yang harus dilakukan pertama harus mengakui bahwa masalah itu
ada lalu kemudian ditemukan akar penyebabnya.

Diagnosalah suatu situasi sehingga fokus ada pada permasalahannya, tidak hanya pada
gejalanya. Teknik pemecahan masalah bisa menggunakan diagram alur. Hal ini digunakan
untuk mengidentifikasi-langkah yang dilakukan dari suatu proses serta diagram sebab-akibat
untuk menganalisis dan menentukan akar penyebab.

Untuk menemukan penyebab permasalahan bisa dengan menjawab berbagai pertanyaan


seperti berikut:

 Apakah masalahnya bisa diselesaikan?


 Seberapa besar masalahnya?
 Menurut saya kenapa masalah ini terjadi?
 Apa saja beberapa hal yang saya ketahui tentang situasinya?
 Apa saja beberapa hal yang tidak saya ketahui tentang situasinya?
 Apakah ada pihak yang berkontribusi terhadap masalah tersebut?
 Apakah terdapat bahan atau proses yang berkontribusi pada masalah
tersebut?
 Apakah terdapat pola masalah yang dapat saya identifikasi?
Baca Juga 5 Contoh Surat Lamaran Kerja Baik dan Benar Agar Dilirik HRD

2. Tentukan Target Yang Ingin Dicapai


Setiap masalah pasti berbeda. Tujuan yang ingin dicapai saat melakukan pemecahan masalah
sebenarnya bergantung pada setiap ruang lingkup permasalahannya. Berikut beberapa contoh
target yang bisa ditetapkan dari proses problem solving, meliputi:

 Segera kumpulkan informasi yang faktual sebanyak mungkin.


 Brainstorming (bertukar pendapat) pada banyak strategi yang berbeda untuk
memperoleh hasil yang terbaik.
 Bersikaplah fleksibel pada saat mempertimbangkan mendengarkan sudut
pandang pihak lain.
 Mengartikulasikan dengan jelas serta mendorong akan adanya pertanyaan
dan pernyataan. Sehingga semua orang yang terlibat berada di situasi yang
sama.
 Bersikaplah terbuka terhadap strategi lain apabila nantinya strategi yang
dipilih tidak berhasil.
 Tetap berpikir positif sepanjang proses.
3. Cari Solusi Potensial
Setelah menentukan tujuan yang ingin dicapai pada saat pemecahan masalah, selanjutnya
adalah untuk memulai prosesnya. Tapah ini melibatkan banyak langkah yakni:

 Pencarian fakta solusi yang sudah pernah ada dan yang sedang dirancang.
 Brainstorming (curah pendapat)
 Kumpulkan ide-ide terkait solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan.
 Memprioritaskan solusi
 Mempertimbangkan hal yang dibutuhkan sebagai solusi potensial, misal
dalam hal waktu, tenaga, dan dana.
4. Pilih Solusi Dan Tindak Lanjuti
Pro dan kontra pada setiap solusi potensial pasti ada. Namun tetap pilih salah satu yang
paling relevan untuk memecahkan permasalahan sesuai anggaran, kemampuan, dan sumber
daya yang diberikan.

Setelah memilih solusi, harus dibuat komitmen bersama untuk menyelesaikannya. Lalu
menyusun rencana aksi untuk mengimplementasikan, serta membaginya kepada semua pihak
yang terlibat secara jelas dan efektif. Baik dilakukan secara lisan maupun tertulis.

Pastikan semua pihak yang terlibat memahami peran masing-masing agar memperoleh hasil
terbaik.
5. Kontrol Dan Evaluasi Hasilnya
Evaluasi menggambarkan kondisi capaian saat ini, kemudian dibandingkan dengan rencana
pelaksanaan. Evaluasi juga menjadi standar pemecahan masalah di masa depan. Saat
mengevaluasi hasil, jawablah beberapa pertanyaan berikut:

 Apakah solusi yang diambil berhasil?


 Apakah solusi ini akan berhasil juga untuk masalah lain?
 Apakah ada perubahan keputusan yang akan dilakukan nantinya?
 Apakah solusi lain akan lebih baik dan efektif dibandingkan dengan solusi saat
ini?

Mengapa Kemampuan (Skill) Problem


Solving Dibutuhkan?

Keahlian problem-solving akan membantu dalam menentukan apa sumber masalah yang
sesungguhnya. Dengan kemampuan ini pula kita bisa menemukan solusi terbaik yang paling
efektif dan efisien.

Kemampuan problem-solving sering sekali diidentifikasi sebagai satu keahlian tersendiri.


Namun terdapat beberapa keahlian lain yang sangat bisa untuk mendukung keahlian dalam
mengambil keputusan. Keahlian itu ialah:

 Keahlian menjadi pendengar aktif


 Keahlian melakukan analisis
 Kemampuan meneliti
 Keahlian terkait kreativitas
 Keahlian untuk berkomunikasi yang baik
 Bisa diandalkan pada banyak situasi
 Keahlian untuk menjadi anggota tim yang baik
Kemampuan Problem Solving juga ini amat penting bagi pengembangan jenjang karier, apa
pun posisinya. Namun, kemampuan problem solving sangat tergantung pada bidang ataupun
keahlian teknis yang dimiliki seseorang.

Contoh kemampuan Problem Solving: Seorang dokter yang profesional membutuhkan


kemampuan untuk mendengarkan serta berkomunikasi dengan pasiennya. Di sisi lain, dokter
tadi juga harus memiliki pengetahuan teknis terkait dengan jenis penyakit dan bagaimana
pengobatan pasiennya.

Kemampuan (Skill) Problem Solving


Berikut tujuh jenis kemampuan yang dapat membantu seseorang membuat proses problem
solving menjadi lebih mudah.

Baca Juga Teks Prosedur: Penjelasan, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, dan Contoh

1. Analisis
Seorang manajer akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan betul-betul menilai satu
situasi terlebih dahulu. Selanjutnya, dia harus menggunakan keterampilan analitisnya untuk
membedakan diantara solusi-solusi yang tidak efektif serta solusi yang dianggap efektif.

2. Komunikasi
Komunikasi yang efektif akan memainkan peran penting pada saat pemecahan masalah.
Terutama orang lain terlibat. Ada beberapa keterampilan yang bisa membantu
seorang problem solver untuk meningkatkan komunikasi.

Termasuklah diantaranya:

 mendengarkan secara aktif,


 berbicara dengan volume dan nada yang tenang,
 membuat komunikasi tertulis untuk mendukung informasi verbal.
3. Kecerdasan Emosional
Merupakan kemampuan dalam mengenali serta mengelola emosi pada situasi apa pun.
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional biasanya akan menyelesaikan permasalahan
dengan tenang serta sistematis. Hal inillah yang seringkali akan membuahkan hasil terbaik.
4. Ketahanan
Merupakan suatu sifat yang erat kaitannya dengan kecerdasan emosional. Ketahanan
merupakan kemampuan untuk mengatasi lalu cepat bangkit kembali dari suatu kondisi atau
situasi sulit. Mereka yang memiliki sifat ketahanan biasanya akan mampu menafsirkan orang
lain dan situasi tertentu yang bisa sangat menguntungkan secara akurat.

5. Kreativitas
Ketika melakukan sebuah brainstorming solusi untuk permasalahan yang ada, kreativitas
akan sangat membantu untuk berpikir out of the box. Penerapan teknik kreatif dapat
meningkatkan strategi pemecahan masalah. Kita bisa menggunakan kreativitas untuk
beberapa hal berikut:

 Pendekatan masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda


 Meningkatkan proses pemecahan masalah
 Pacu kreativitas pada setiap karyawan serta rekan kerja.
6. Kemampuan Beradaptasi
Merupakan kemampuan untuk bisa menyesuaikan diri dengan setiap perubahan. Apabila
suatu solusi untuk suatu masalah tidak membuahkan berhasil, maka kemampuan beradaptasi
akan menyelesaikannya. Kemampuan beradaptasi akan meninjau kembali permasalahan
tersebut untuk memikirkan setiap masalah lain tanpa harus merasa frustrasi.

7. Kerja Tim
Kerja tim pasti membutuhkan kenyamanan bekerja bagi setiap orang. Kemampuan ini
mengharuskan seseorang untuk mampu berkolaborasi dengan anggota kerja. Nantinya akan
menghasilkan pemecahan permasalahan yang lebih baik secara menyeluruh.

Lanjutan Kemampuan (Skill) Problem Solving…


Terdapat 14 kemampuan yang bersifat praktis, selain 7 kemampuan di atas untuk Problem
Solving, yaitu:

 Kemampuan Mengindra dan Mengidentifikasi Masalah


 Kemampuan Mendefinisikan serta Menjelaskan Masalah
 Kemampuan Menghindari setiap Jebakan Asumsi Liar
 Kemampuan Menghindari Bias dan Cognitive Error
 Kemampuan Memetakan setiap Ekosistem Dari Masalah Sehari-hari
 Kemampuan Untuk Memetakan Ekosistem Dalam Masalah Bisnis
 Kemampuan Untuk Memahami Setiap Konsep Mutakhir Masalah
 Kemampuan Untuk Memprioritaskan Setiap Penanganan Masalah
 Kemampuan Untuk Menggali Setiap Solusi Lebih Dalam
 Kemampuan Untuk Memutuskan serta Membuat Action Plan
 Kemampuan Untuk Memahami Tipe Solusi serta Dampaknya
 Kemampuan Untuk Membuat Setiap Langkah Eksekusi Solusi
 Kemampuan Untuk Mengendalikan Setiap Solusi dan Hasilnya
 Kemampuan Untuk Mengelola Setiap Upaya Preventif Masalah
Selain itu, agar menjadi Problem Solver yang handal, harus mampu menguasai 4D sebagai
berikut:

 DISCOVER (yakni menemukan serta mendefenisikan suatu gejala ataupun


masalah)
 DIAGNOSE (yakni menganalisis serta menjabarkan komponen masalah)
 DECIDE (yakni merumuskan solusi serta menentukan langkah
penyelesaiannya)
 DELIVER (yakni mengeksekusi serta mengelola setiap aksi penyelesaian
masalah serta konsekuensinya)

Creative Problem Solving

Pertama kali yang mengembangkan metode dari creative problem solving ialah Alex Osborn
yakni seorang eksekutif periklanan. Alex Osborn yang pertama kali yang mengembangkan
pengaplikasian teknik brainstorming.

Kita sangat membutuhkan creative problem solving karena akan dapat memecahkan berbagai
permasalahan. Semakin kreatif individu ataupun tim yang kamu miliki, maka akan semakin
banyak pula solusi yang ditawarkan.
Baca Juga Contoh Teks Prosedur Sederhana Sampai Protokol Berbagai Tema

Metode yang dimiliki creative problem solving jelas berbeda dengan metode penyelesaian
masalah konservatif. Metode konservatif hanya menekankan pada aspek analisis, evaluasi
proses suatu pemecahan masalah, dan hanya terfokus pada proses pelaksanaannya.

Sedangkan Creative problem solving memberikan kebebasan kepada para karyawan untuk
mengungkapkan pendapatnya. Mengembangkan ide-ide miliknya serta
mengimplementasikan semua strategi yang dianggapnya cocok untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi di tempat kerja.

Metode Creative Problem Solving


Beberapa permasalahan ditemukan di tempat kerja, dan lebih baik apabila dipecahkan dengan
metode creative problem solving yakni sebagai berikut:

 Mengatasi adanya kekurangan staf pada salah satu unit bisnis (departemen)
di perusahaan. Kamu dan tim tetap bisa memberikan hasil kerja terbaik baik.
 Mengatasi keterlambatan di lokasi kerja dengan pemecahan masalah serta
adanya komunikasi.
 Mengambil inisiatif dengan segera ketika rekan kerja lainnya terlihat
melewatkan ataupun mengabaikan sesuatu yang dianggap penting.
 Memperbaiki setiap kesalahan yang ada di tempat kerja. Tidak melihat
apakah itu kesalahan yang dibuat oleh kita sendiri ataukah rekan kerja.
 Menangani serta menyelesaikan setiap konflik yang muncul dengan rekan
kerja.
 Mengatasi setiap masalah yang terkait dengan anggaran. Bagaimana agar
dapat menghasilkan kinerja yang terbaik lewat penggunaan anggaran yang
harus kreatif.
Part 2:
 Meningkatkan kualitas kinerja perusahaan ataupun tim kerja. Dilakukan
dengan memperbaiki komunikasi yang ada di antara para karyawan.
 Memecahkan persoalan K3 (Kesehatan, Keselamatan & Keamanan) di lokasi
kerja.
 Menyelesaikan setiap permasalahan teknis.
 Memecahkan setiap permasalahan yang berkaitan dengan persoalan uang,
seperti pembukuan.
 Menemukan setiap data baru dengan segera. Agar dapat memandu
pengambilan keputusan atau strategi di suatu perusahaan dengan lebih baik.
 Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pelanggan yang sulit.
Ataupun pelanggan yang kesal dengan kualitas pelayanan perusahaan tempat
kerja kita.
 Menemukan cara terbaik untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Hal
ini bisa dilakukan melalui peningkatan layanan, penawaran produk terbaru,
harga terbaru, ide promosi serta metode penjualan.
Bagian 3:
 Mengurangi (menghemat) pengeluaran atas anggaran milik perusahaan.
 Mengambil inisiatif untuk segera bertemu dengan atasan, untuk membahas
permasalahan tertentu yang berpotensi akan menjadi lebih buruk.
 Mengubah pengaturan suatu proses, tugas ataupun tim agar menjadi lebih
efisien
 Melakukan penelitian guna mengumpulkan data serta informasi untuk
menemukan solusi terbaik untuk pemecahan suatu masalah.
 Menggunakan setiap pemikiran kreatif dengan tujuan untuk menghasilkan
solusi terbaik yang belum pernah dipergunakan oleh perusahaan sebelumnya.

Manfaat Adanya Kemampuan Problem


Solving

Ketika kita mampu memecahkan permasalahan yang ada dengan cepat, efektif dan efisien,
maka tempat kerja kita juga memperoleh manfaatnya. Berikut ini yang termasuk manfaat
adanya kemampuan Problem Solving, yaitu:

 Kreativitas organisasi, tim atau pun individu akan menjadi lebih besar
 Produktivitas organisasi, tim atau pun individu akan lebih tinggi
 Kepuasan kerja pegawai akan meningkat
 Kepuasan pelanggan atau client akan meningkat.
 Teamwork dan kekompakan tim akan menjadi lebih baik
 Tercipta lingkungan kerja yang jauh lebih baik untuk para pelanggan dan
karyawan.
FAQ
Adakah Lembaga Penyedia Pelatihan Problem Solving?
Ya, terdapat banyak lembaga penyedia pelatihan bagi kamu yang ingin menguasai
kemampuan Problem Solving.

Dari banyak lembaga pelatihan, berikut ada beberapa nama lembaga pelatihan yang bisa
kamu jadikan rujukan:

 Coursera, diadakan olehUniversity of Michigan


 COURSE ID A3 diadakan oleh Lembaga ASQ dalam bentuk Lean Problem-
Solving Tools. Bentuk pelatihannya berupa live-streaming.
 Training Problem Solving Fundamental for Managers, diadakan oleh
PRESENTA EDU, Indonesia.
 Pelatihan Problem Solving and Decision Making, diadakan oleh Borobudur
Training, Indonesia.
 Pelatihan Team Problem Solving, diadakan oleh Diorama Training, Indonesia.
 Training Problem Solving & Decision Making, diadakan oleh Mahaka Institute,
Indonesia.
Perlukah Diadakan Tim Khusus Dalam Melakukan Problem
Solving?
Pada poin ini, jawabannya ialah dikembalikan ke jenis masalah yang sedang dihadapi. Jika
permasalah yang ada menyangkut kepentingan banyak pihak, maka sebaiknya Problem
Solving dilakukan dengan melibatkan tim, agar solusinya lebih maksimal.

Namun, jika kita bicara Problem Solving Skills, sesunggguhnya kemampuan ini sudah harus
dimiliki utamanya oleh para pemangku jabatan strategis. Hal ini dikarenakan setiap posisi
strategis memiliki target dan tim yang berbeda. Ketika para pimpinan memiliki Problem
Solving Skills maka permasalahan pada setiap divisi akan lebih cepat dan tepat untuk teratasi.

Akhir Kata
Ada banyak masalah yang pasti akan ditemui dalam dunia kerja. Namun semakin sering kita
dalam menuntaskan suatu permasalahan maka akan semakin matang kemampuan problem
solving yang dimiliki. Seorang problem solver yang handal sangat dibutuhkan untuk
memastikan bahwa suatu bisnis tetap berada di langkah tepat dalam mencapai tujuan.

Framework Problem-Solving
Memahami
Cara pertama untuk memecahkan sebuah masalah tentunya adalah memahami terlebih dahulu masalah apa
yang sebenarnya sedang dihadapi. Bayangkan jika anda diperintahkan mengerjakan sesuatu tapi tidak
mengerti apa yang harus dikerjakan? akan sangat sulit bukan? mungkin Anda tidak akan berhasil
menyelesaikannya.

Cara sederhana untuk mengetahui bahwa Anda sudah memahami permasalahan adalah ketika Anda dapat
menjelaskan inti permasalahan tersebut secara sederhana.

Cobalah untuk menuliskan inti permasalahan yang Anda hadapi, membuat diagram permasalahan, atau
menceritakannya kepada orang lain. Hal ini dapat membantu Anda untuk memahami permasalahan dengan
baik.

Merencanakan
Cara kedua setelah memahami permasalahan adalah planning atau merencanakan sebuah solusi.

Bayangkan jika Anda ingin menyelesaikan sebuah masalah tapi tidak memiliki rencana yang akan
dilakukan kedepannya? sangat sulit bukan? bahkan besar kemungkinan Anda tidak akan menyelesaikan
masalah dengan baik.

Itulah sebabnya, Anda harus menulis sebuah langkah atau strategi yang akan dilakukan nantinya untuk
menyelesaikan masalah. Cobalah untuk pelan-pelan mencerna informasi tentang permasalahan yang
sedang dihadapi. Kemudian mulailah memikirkan beberapa langkah yang mungkin bisa dilakukan.

Anda bisa berpikir seperti ini untuk membuat sebuah rencana yang baik “Ketika kita merencanakan A,
maka kita akan mendapatkan B, dan resiko C.”

Membagi permasalahan
Cara ketiga adalah jangan pernah berniat untuk menyelesaikan secara langsung semua masalah. Mungkin
anda bisa memecahkannya, tapi hal tersebut tentu sangat sulit.

Cara efektif untuk memecahkan masalah adalah dengan membagi permasalahan yang sedang Anda hadapi
menjadi beberapa permasalahan kecil dan pecahkan satu persatu.

Ketika sudah memecahkan permasalahan-permasalahan kecil tersebut, Anda bisa mulai


menghubungkannya satu sama lain untuk menemukan sebuah solusi dari permasalahan besar yang sedang
dihadapi.

Cara ini dapat memudahkan Anda dalam menyelesaikan masalah dengan detail dan lebih efektif.

Solusi ketika stuck


Setelah mengikuti beberapa cara di atas, Anda mungkin akan berpikir bagaimana jika stuck dan tidak bisa
menyelesaikan masalah? Sstt.. Tenang, hal ini memang biasa terjadi tapi masih bisa diatasi. Jadi, jangan
khawatir.
Dalam programming, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi stuck ketika memecahkan
masalah. Cara tersebut adalah;

 Debugging: Coba cari tahu secara perlahan langkah demi langkah solusi yang digunakan
sampai menemukan di mana Anda melakukan kesalahan.
 Reasses: Tinjau kembali masalah berdasarkan perspektif yang lain. Kita harus bisa
melihat sebuah masalah dari berbagai sisi yang lebih umum.
 Research: lakukanlah riset mengenai permasalahan yang dihadapi. Bisa dengan
mencarinya di internet atau langsung menanyakannya kepada orang lain. Ya, masalah
yang Anda hadapi pasti pernah juga dilalui oleh orang lain. Ketika sudah menemukan
jawaban, maka pelajarilah bagaimana mereka memecahkan masalah.
Itulah dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah dan berpikir
seperti programmer. Setelah mengetahui semua langkah yang bisa dilakukan dalam memecahkan masalah
dengan baik, hal yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah mempraktekannya. Ya, cobalah untuk belajar
menyelesaikan masalah dengan framework seperti yang sudah disebutkan di atas.

Sekarang Saatnya Mempraktekkan


Metode Problem-Solving
Tidak ada cara terbaik untuk berlatih selain praktek, praktek, dan praktek. Dengan langsung
mempraktekannya, Anda akan terlatih untuk memecahkan sebuah masalah, dan ketika dihadapkan dengan
permasalahan sebenarnya Anda tidak akan bingung lagi bagaimana cara memecahkannya dengan baik.

Anda bisa memainkan beberapa games menyenangkan untuk mengasah skill problem-solving seperti
Sudoku, Catur, dan lain sebagainya. Nah, itulah bagaimana seorang programmer berpikir untuk
menyelesaikan sebuah masalah, sangat menarik bukan? Meskipun terlihat memusingkan, ternyata ada
banyak sekali hal yang kita dapatkan dari dunia programming. Salah satunya adalah skill problem-
solvingyang sangat penting untuk dimiliki oleh semua orang.

ebagai orang yang memiliki belasan tahun pengalaman sebagai* software engineer
*dan software developer, Reza mengatakan bahwa problem solving itu adalah inti
dari programming. “Kalau gak bisa problem solving, kemungkinan besar kamu gak
bisa jadi good programmer,” jelas Reza. Berikut adalah rangkuman 4 poin utama yang
Reza bagikan untuk meningkatkan kemampuan problem
solving seorang programmer.

1. “Kerucutin” masalahnya

Menyelesaikan bug atau error dalam coding tidak hanya sesederhana mengganti
rumus logika atau menambahkan tanda kurung buka dan tutup yang tertinggal.
Dalam dunia kerja, masalah yang muncul akan akan sangat kompleks dan tidak
dapat dipecahkan dalam satu langkah. Kemampuan untuk membagi satu masalah
menjadi berbagai masalah kecil yang dapat diselesaikan adalah bagian dari
karakteristik seorang problem solver yang baik.

Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan jika kamu bisa mengidentifikasi akar
permasalahan yang sedang dihadapi. Mengaitkan dengan matematika, Reza
mengatakan bahwa pemahaman -bukan hafalan- adalah kunci utama dalam proses
problem solving

2. Tonton Live coding

Youtube telah menjadi wadah bagi para programmer yang ingin membagikan
pengetahuan mereka di dunia maya. Hal yang dibicarakan biasanya sangat beragam,
mulai dari tips, pengalaman bekerja di industri, sampai mini course bahasa
pemrograman yang bisa kamu askes secara gratis. Reza menyarankan untuk selalu
memanfaatkan platform ini demi memperluas wawasan coding. Khususnya untuk
menjadi problem solver yang baik, menonton siaran live coding para programmer-
youtuber adalah metode sederhana tapi efektif yang harus dicoba oleh programmer
muda

Live coding adalah siaran langsung interaktif yang menampilkan programmer


menuliskan coding dengan tema tertentu - menyelesaikan bugs (debugging),
membangun program, dan lain-lain. Siaran biasanya dapat berlangsung 2-3 jam
tanpa suntingan agar para penonton bisa melihat secara detail metode penyelesaian
masalah yang digunakan oleh programmer tersebut. Kebanyakan dari mereka juga
akan secara verbal membahas satu persatu alasan tindakan yang mereka ambil.

Dengan melihat ke dalam jalan pemikiran berbagai programmer, kamu bisa


mengetahui cara penyelesaian masalah mana yang paling efektif untuk digunakan
dalam permasalahan yang kamu hadapi.

Siaran ini juga menjadi gambaran awal sebuah Verbal Coding Test dalam proses
pelamaran kerja yang akan dilalui oleh sebagian besar calon programmer. Dengan
meminta calon *programmer *mengutarakan langkah-langkah yang akan mereka
ambil dalam menyelesaikan masalah, perusahaan, termasuk Lifepal, dapat melihat
kemampuan problem solvingyang mereka miliki.

3. Terbuka akan feedback

Reza mengatakan bahwa kesalahan dan pitfall seorang programmer saat proses
menyelesaikan masalah adalah ketika mereka menutup telinga dari feedback orang
lain. Karena mereka terlalu terpaku kepada solusi penyelesaian yang sudah tertanam
di kepala, mereka secara tidak langsung menutup berbagai macam potensial
jawaban yang seharusnya dicoba. Walaupun coding adalah ilmu yang penuh dengan
aturan, programmer dituntut untuk selalu berpikir secara fleksibel
terhadap feedback yang pasti muncul dalam dinamika proses problem solving.

4. Coding bersama teman


Saran hanya bisa didapat jika kita dikelilingi oleh orang dengan ketertarikan yang
sama. Untuk kamu yang baru saja memulai perjalanan belajar coding, Reza selalu
menyarankan untuk melakukannya bersama teman atau dalam pengawasan mentor
dalam industri yang sama.

Jika tidak bisa menemukannya di dunia nyata, jangan khawatir! Kamu sebenarnya
memiliki teman virtual tak terbatas yang bisa kamu ajak untuk berkolaborasi.
Tuntutan pasar programmer yang tinggi di hampir seluruh sektor industri, berakibat
pada perkembangan pesat komunitas belajar coding. Bergabunglah dengan dengan
komunitas online yang dimoderasi oleh berbagai youtuber-programmer atau coding
bootcamp. Jika memungkinkan, temukan komunitas yang secara spesifik membahas
bahasa pemrograman yang kamu pelajari saat ini.

Problem solving bukan sekadar kemampuan menyelesaikan persoalan-persoalan


tertentu saja. Problem solving adalah sebuah mindset yang membawa seseorang
berpikir positif untuk mencari jalan keluar dari permasalahan. Untuk menjadi
seseorang yang bisa melakukan problem solving dengan efektif, Anda harus bisa
berpikir sistematis dan logis dalam waktu yang sama. Anda harus bisa menggunakan
pengalaman, keberhasilan, dan kegagalan untuk berpikir dalam menemukan jalan
pintas untuk menyelesaikan persoalan. Berikut 7 cara yang bisa Anda gunakan dalam
meningkatkan kemampuan problem solving yang Anda miliki :

BERFIKIR POSITIF
Banyak orang yang tidak mampu berpikir jernih saat pertama kali dihadapkan dengan
masalah. Untuk meningkatkan kemampuan problem solving, Anda harus terbiasa
menenangkan diri untuk berpikir positif. Saat Anda sudah merasa lebih tenang,
perlahan Anda akan melihat titik terang untuk menyelesaikan masalah. Ingatlah
bahwa tidak ada persoalan yang tidak memiliki jalan keluar. Jika Anda mencoba
mengingatnya setiap menghadapi kebuntuan, seiring waktu Anda akan terbiasa
berpikir positif. Mindset yang positif adalah langkah awal menuju problem solving.
IDENTIFIKASI MASALAH
Setelah Anda tenang dan memiliki mindset positif, cobalah mengidentifikasi
permasalahan yang sebenarnya untuk melakukan problem solving. Kebanyakan orang
hanya berkutat di permukaan dan tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.
Hal ini mengakibatkan masalah akan muncul lagi dan lagi bahkan bisa menumpuk di
masa depan.
Nah untuk mengidentifikasi masalah coba berlatihlah memilih pertanyaan-pertanyaan
tepat yang bisa menguak sumber permasalahan. Jangan banyak berasumsi dan
menebak secara buta sebelum mengambil keputusan. Problem solving yang baik
diawali dari informasi yang lengkap mengenai masalah yang ada.

MENCARI IDE
Seorang yang ahli dalam problem solving selalu memiliki ide untuk menyelesaikan
permasalahan. Bagaimana caranya meningkatkan kreativitas dalam problem solving?
Jawabannya adalah dengan berlatih melakukan brainstorming. Dalam melakukan
brainstorming untuk kebutuhan proble solving, jangan terburu-buru mengkritisi setiap
ide yang muncul, baik itu berasal dari kepalamu atau dari rekan setim. Karena otak
tidak bisa berpindah secara cepat dari mode mengkritisi sesuatu ke mode memikirkan
ide. Jadi jangan terburu – buru untuk mengevaluasinya.
EVALUASI
Setelah ide-ide terkumpul, lakukan evaluasi berdasarkan dua hal. Pertama, evaluasi
ide-ide tersebut berdasarkan impact yang diberikan pada tujuan tersebut. Dengan kata
lain, pikirkan apakah ide tersebut benar-benar akan menyelesaikan masalah secara
tepat sasaran.

Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah kerumitan dari ide tersebut. Kerumitan
bukan tentang seberapa sulit ide tersebut untuk diimplementasikan. Pikirkan
berdasarkan dua hal, yaitu waktu dan sumber daya.

EKSEKUSI
Banyak orang yang melakukan meeting panjang hanya untuk membicarakan ide,
tanpa mengetahui bagaimana mereka akan mengeksekusinya. Untuk memastikan ide
tersebut terlaksana, buatlah perencanaan dengan menggunakan jadwal, deadline,
checklist, apapun yang bisa membantumu mengawasi implementasi solusi tersebut.
CEK KEMBALI
Saat melakukan implementasi ide dalam problem solving, Anda harus senantiasa
mengecek progress di lapangan. Cek kembali apakah masalah sudah teratasi? Apakah
rencana yang sudah dibuat dilaksanakan dengan baik? Terkadang dalam eksekusi
Anda baru akan mengetahui apakah solusi Anda benar-benar bekerja dengan baik
dalam problem solving.
KEMBANGKAN IDE LAIN
Bayangkan Anda sudah melakukan suatu problem solving dengan sukses, kemudian
apa yang akan Anda lakukan selanjutnya? Seorang problem solver sejati, Anda tidak
akan diam bersantai begitu saja. Biasakan untuk berpikir untuk mengatasai masalah-
masalah yang akan datang di masa depan, jangan menunggu masalah berikutnya
terjadi. Lakukan improvement secara berkelanjutan dengan inisiatif sendiri. Hal ini
akan terus membuat problem solving skill yang Anda miliki berkembang dengan
pesat.

Pembahasan

Para ilmuwan perilaku organisasi, ahli penelitian operasional dan manajer berpendapat bahwa
dalam suatu organisasi, sebagian besar para bawahan menginginkan kesempatan untuk
dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Mereka berpendapat bahwa peran serta yang
meningkat dalam keputusan memiliki dampak meningkatnya keterkaitan mereka dalam
organisasi, kepuasan pekerjaan, pertumbuhan dan perkembangan pribadi, serta peneriman
inovasi. Cara manajer mempengaruhi para bawahan lebih berdasarkan tukar pikiran dan kerja
sama daripada berdasarkan otoritas.

Pengertian Pemecahan Masalah


Pemecahan masalah adalah suatu proses terencana yang perlu dilaksanakan agar memperoleh
penyelesaian tertentu dari sebuah masalah yang mungkin tidak didapat dengan segera (Saad
& Ghani, 2008:120). Pendapat lainnya menyatakan bahwa pemecahan masalah sebagai usaha
mencari jalan keluar dari suatu kesulitan (Polya, 1973:3). Davidoff (1988) juga menjelaskan
bahwa proses pemecahan masalah manusia biasanya didefinisikan sebagai suatu usaha yang
cukup keras yang melibatkan suatu tujuan dan hambatan-hambatannya.

Masalah merupakan kesenjangan antara teori dengan fakta empiris, antara yang ditetapkan
sebagai kebijakan dengan kenyataan implementasi kebijakan. Dalam masalah terdiri dua jenis
masalah, yaitu:

1) Masalah Sederhana (Simple Problem)

Ciri dari masalah sederhana adalah, berskala kecil, berdiri sendiri (kurang memiliki sangkut
paut dengan masalah lain), tidak mengandung konsekuensi yang besar, pemecahannya tidak
memerlukan pemikiran luas dan mendalam. Pemecahan masalah ini bisa dilakukan secara
individual. Teknik yang biasa digunakan, dilakukan atas dasar intuisi, pengalaman, kebiasaan
dan wewenang yang melekat pada jabatannya.

2) Masalah Rumit (Complex Problem)

Ciri dari masalah rumit adalah, berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat
dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan
pemikiran yang tajam dan analitis. Pemecahan masalah ini harus dilakukan secara kelompok
yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya. Jenis dari masalah ini adalah
masalah yang terstruktur (struktur problems) dan masalah yang tidak terstruktur (unstructured
problems)

i. Masalah yang Terstruktur

Merupakan masalah yang jelas faktor penyebanya, bersifat rutin dan biasanya timbul
berulang kali sehingga pemecahanya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan
yang bersifat rutin, repetitif dan dibakukan. Sifat pengambilan keputusannya adalah. relatif
lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode, prosedur, atau
program tetap.

ii. Masalah yang tidak Terstruktur

Merupakan penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak
jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif. Sifat pengambilan
keputusannya adalah, relatif lebih sulit dan lebih lama, diperlukan teknik pengambilan
keputusan yang bersifat non-programmed decision-making.

Tahapan Pemecahan Masalah


Pada makalah ini kami mengilhami apa yang menjadi pendapat Polya dan Robert J. Stemberg
mengenai tahapan pemecahan masalah. Berikut merupakan pembahasan nya.

Tahapan Pemecahan Masalah Menurut Polya (1973:5):

a. Memahami masalah (understand the problem)

Tahap pertama pada penyelesaian masalah adalah memahami soal. Kita perlu
mengidentifikasi apa yang diketahui, apa saja yang ada, jumlah, hubungan dan nilai-nilai
yang terkait serta apa yang sedang mereka cari. Beberapa saran yang dapat membantu siswa
dalam memahami masalah yang kompleks: (1) memberikan pertanyaan mengenai apa yang
diketahui dan dicari, (2) menjelaskan masalah sesuai dengan kalimat sendiri, (3)
menghubungkannya dengan masalah lain yang serupa, (4) fokus pada bagian yang penting
dari masalah tersebut, (5) mengembangkan model, dan (6) menggambar diagram.

b. Membuat rencana (devise a plan)

Siswa perlu mengidentifikasi operasi yang terlibat serta strategi yang diperlukan untuk
menyelesaikan masalah yang diberikan. Hal ini bisa dilakukan siswa dengan cara seperti: (1)
menebak, (2) mengembangkan sebuah model, (3) mensketsa diagram, (4) menyederhanakan
masalah, (5) mengidentifikasi pola, (6) membuat tabel, (7) eksperimen dan simulasi, (8)
bekerja terbalik, (9) menguji semua kemungkinan, (10) mengidentifikasi sub-tujuan, (11)
membuat analogi, dan (12) mengurutkan data/informasi.

c. Melaksanakan rencana (carry out the plan)

Apa yang diterapkan jelaslah tergantung pada apa yang telah direncanakan sebelumnya dan
juga termasuk hal-hal berikut: (1) mengartikan informasi yang diberikan dan (2)
melaksanakan strategi selama proses dan perhitungan yang berlangsung. Secara umum pada
tahap ini siswa perlu mempertahankan rencana yang sudah dipilih. Jika semisal rencana
tersebut tidak bisa terlaksana, maka siswa dapat memilih cara atau rencana lain.

d. Melihat kembali (looking back)

Aspek-aspek berikut perlu diperhatikan ketika mengecek kembali langkah-langkah yang


sebelumnya terlibat dalam menyelesaikan masalah, yaitu: (1) mengecek kembali semua
informasi yang penting yang telah teridentifikasi; (2) mengecek semua perhitungan yang
sudah terlibat; (3) mempertimbangkan apakah solusinya logis; (4) melihat alternatif
penyelesaian yang lain; dan (5) membaca pertanyaan kembali dan bertanya kepada diri
sendiri apakah pertanyaannya sudah benar-benar terjawab.
Tahapan Pemecahan Masalah Menurut Robert J. Stemberg (2008):

a. Pengidentifikasian masalah: meskipun ganjil seperti kedengarannya, pengidentifikasian


apakah situasi tertentu problematis terkadang merupakan langkah yang sulit. Kita mungkin
akan gagal untuk menyadari bahwa kitamemiliki suatu tujuan.

b. Pendifinisian masalah dan perpresentasiannya: sekali kita dapat mengidentifikasikan


keberadaan masalah, kita masih harus mengidentifikasikandan dan merepresentasikan
masalah dengan cukup baik agar paham cara menyelesaikannya.

c. Perumusan strategi: sekali masalah sudah didefinisikan secara selektif, langkah


berikutnya adalah merencanakan strategi untuk menyelesaikannya. Strategi ini akan
melibatkan:

i. Analisis : memilah-milah seluruh masalah yang kompleks menjadi unsur-unsur yang bisa
diatur
ii. Sintesis : memadukan bersama-sama berbagai unsur dan menyusunnya sebagai sesuatu
yang berguna.
iii. Berfikir divergen: berusaha membangkitkan solusi alternatif yang memungkinkan bagi
sebuah masalah.
iv. Berfikir konvergen: untuk menyempitkan berbagai kemungkinansehingga bisa
menyatukan jawaban tunggl terbaik.

d. Pengorganisasian informasi: di tahap ini anda berusaha mengintegrasikan semua


informasi yang dianggap perlu untuk mengerjakan tugas secara efektif.

e. Pengalokasian sumber daya: sebagai tambahan bagi masalah-masalah lain, kebanyakan


dari kita menghadapi masalah melalui sumber daya yang terbatas.

f. Permonitoran: mengalokasikan sesuatu yang bijak mencakup juga pemonitoran proses-


proses pemecahan masalah.

g. Pengevaluasian : mengevaluasi solusi.

Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan
untuk membuat keputusan. Tahap-tahap ini merupakan kerangka dasar, sehingga setiap tahap
dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahap (disebut langkah) yang lebih
khusus/spesifik dan lebih operasional. Setiap keputusan yang diambil itu merupakan
perwujudan kebijakan yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan
keputusan pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Terdapat berbagai
pendapat tentang proses pengambilan keputusan, antara lain menurut Campbell adalah
menentukan tujuan, mengidentifikasi pilihan, menganalisis informasi, dan menentukan
pilihan.
Boehm, R.G. & Webb, mengemukakan langkah-langkah dalam mengambil keputusan
meliputi: menuliskan pertanyaan, menentukan pilihan-pilihan, mengumpulkan informasi,
membuat daftar pro dan kontra, dan mengambil kepu-tusan. Sedangkan Adair
mengemukakan lima langkah dalam pengambilan keputusan yakni mendefinisikan tujuan,
mengumpulkan data yang relevan, menghasilkan pilihan yang layak, membuat ke-putusan,
dan mengimplementasikan dan mengevaluasi.

Baca Juga :

 Makalah - Manajemen Organisasi Sekolah

 Pengaruh Pendidikan Karakter terhadap Pembentukan Kepribadian Peserta Didik

Menurut Sir Francis Bacon Proses Pengambilan Keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu
sebagai berikut :

1. Merumuskan/Mendefiniskan Masalah: Tahap ini merupakan usaha untuk mencari


permasalahan yang sebenarnya.
2. Pengumpulan Informasi yang Relevan: Tahap ini merupakan pencarian faktor-faktor
yang mungkin terjadi sehingga dapat diketahui penyebab timbulnya masalah.
3. Mencari Alternatif Tindakan: Tahap ini merupakan pencarian kemungkinan yang
dapat ditempuh berdasarkan data dan permasalahan yang ada.
4. Analisis Alternatif: Tahap ini merupakan analisis terhadap setiap alternatif menurut
kriteria tertentu yang sifatnya kualitatif atau kuantitatif.
5. Memilih Alternatif Terbaik: Tahap ini merupakan pemilihan alternatif terbaik yang
dilakukan atas kriteria dan skala prioritas tertentu.
6. Melaksanakan Keputusan dan Evaluasi Hasil: Tahap ini merupakan tahap
pelaksanaan dan pengambilan tindakan. Umumnya tindakan ini dituangkan ke dalam
rencana tindakan.
7. Evaluasi hasil memberikan: masukan/umpan balik yang bergunan untuk
memperbaiki suatu keputusan atau mengubah tujuan semula karena telah terjadi
perubahan-perubahan.

Menurut Richard Proses Pengambilan Keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu sebagai berikut :

1. Observasi: Tahap ini berupa (aktivitas proses) kunjungan lapangan, konprensi,


observasi, dan riset yang dapat menjadi informasi dan data penunjang.
2. Analisis dan Pengenalan Masalah: Tahap ini dapat berupa (aktivitas proses)
penentuan penggunaan, penentuan tujuan, dan penentuan batasan-batasan yang
dapat menjadi pedoman atau petunjuk yang jelas untuk mencari pemecahan yang
dibutuhkan.
3. Pengembangan Model: Tahap ini dapat berupa (aktivitas proses) peralatan
pengambilan keputusan antar hubungan model matematik, riset yang dapat menjadi
(output proses) model yang berfungsi di bawah batasan lingkungan yang telah
ditetapkan.
4. Memilih Data Masukan yang Sesuai: Tahap ini dapat berupa data internal dan
eksternal, kenyataan, pendapat, serta data bank komputer yang dapat menjadi
(output process) input yang memadai untuk mengerjakan dan menguji model yang
digunakan.
5. Perumusan dan Pengujian: Tahap ini berupa pengujian, batasan, dan pembuktian
yang dapat menjadi pemecahan yang membantu pencapaian tujuan.
6. Penerapan Pemecahan: Tahap ini berupa pembahasan perilaku, pelontaran ide,
pelibatan manajemen, serta penjelasan yang menjadi pemahaman manajemen
untuk menunjang model operasi dalam jangka yang lebih panjang.

Sementara Thohiron menjelaskan proses pengambilan kepu-tusan meliputi sebagai berikut:

1. Perumusan Masalah

Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu merumuskan masalah yang ada di dalam suatu
organisasi. Suatu masalah hadir karena:

a) adanya gap atau kesenjangan antara kenyataan, titik berangkat, dengan tujuan yang ingin
diraih atau standar yang ingin dicapai;
b) adanya halangan dan kesulitan untuk menjembatani kesenjangan itu;
c) adanya kemungkinan penye-lesaian masalah bila perumusannya benar. Perumusan masalah
juga terkait dengan sudut pandang. Karenanya beberapa proses harus dipastikan hadir.
Apakah ciri suatu perumusan masalah yang baik? Sebuah perumusan yang baik
mengidentifikasikan semua elemen-elemen yang relevan, elemen apa yang absen, dan elemen
apa yang perlu ditambahkan.

2. Pengumpulan dan penganalisisan data

Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan mengana-lisis data yang dapat membantu
memecahkan masalah yang ada. Adapun proses pemecahan masalah dalam pengambilan
keputusan yaitu:

 a) fase pengumpulan fakta: Fase ini meliputi kegiatan mende-finisikan masalah serta
mengumpulkan masalah serta meng-analisis data yang penting. Satu cara untuk
meningkatkan kemampuan pengumpulan data adalah dengan mulai dulu melihat
masalah yang ada secara luas dan kemudian melan-jutkannya dengan menentukan
sub masalah yang ada. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan untuk membedakan
antara gejala dari masalah yang sebenarnya.
 b) fase penemuan ide: Fase ini meliputi kegiatan pengumpulan ide-ide yang mungkin
dipakai dan kemudian mencari ide yang terbaik. Dapat saja berbagai ide yang ada
dimodifikasi dan dikom-binasikan. Dalam hal ini, kegiatan curah pendapat (brain
storming) perlu dilakukan. Osborn telah menyediakan 75 buah pertanyaan untuk
melaksanakan kegiatan curah pendapat ini. Pada dasarnya kegiatan curah pendapat
mempunyai 4 aturan umum yaitu: ide yang ada tidak boleh dikritik terlebih dahulu,
dapat saja disampaikan ide-ide yang kelihatannya diluar kebiasaan, makin banyak ide
yang masuk maka hasil akan makin baik, dianjurkan adanya kombinasi antar satu ide
dengan ide lainnya.
 c) fase penemuan solusi: Fase ini meliputi kegiatan mengidentifi-kasi dan
mengevaluasi pemecahan yang mungkin dilakukan dan bagaimana cara melakukan.
Kegiatan dalam fase ini meliputi penentuan pendapat, analisis dan penerimaa
pemberian kritik. Setiap ide yang ada diberi nilai/bobot masing-masing.
 Fase penemuan solusi ini meliputi kegiatan mengidentifi-kasi dan mengevaluasi
pemecahan yang mungkin dilakukan dan bagaimana cara melakukan. Kegiatan dalam
fase ini meliputi penentuan pendapat, analisis dan penerimaan/pembe-rian kritik.
Setiap ide yang ada diberi nilai/bobot masing-masing. Secara umum ada tujuh
langkah yang dapat dijadikan pegangan dalam menghadapi masalah yaitu sebagai
berikut.
 a. Tanyakan pada diri sendiri, apakah masalah ini berada dalam wewenang anda
untuk menyelesaikannya. Bila benar, maka mulailah memasuki proses pengambilan
keputusan lebih jauh.
 b. Kumpulkan fakta dan pisahkan dari interpretasi atau pendapat. Sejumlah
pertanyaan perlu diajukan.
 c. Identifikasikan masalah utama atau masalah sebenarnya dari masalah-masalah
ikutan atau turunan. Ajukan perta-nyaan seperti ini berkali-kali “mengapa begitu?”.
 d. Analisis dan bila perlu cari tambahan fakta. Misalnya tentukan jenis apakah
masalah ini. (kompleks atau seder-hana, rutin atau tidak terencana).
 e. Tentukan berbagai pilihan-pilihan untuk melakukan peng-garapan masalah ini.
Ingatkan diri bahwa cara yang selalu digunakan sejauh ini tidak selalu merupakan
cara terbaik di dalam menangani masalah pada hari ini.
 f. Tentukan pilihan-pilihan penyelesaiannya. Ingatkan diri dan pengambil keputusan
yang lain mengenai sistem nilai dan rambu-rambu kebijakan di dalam organisasi atau
komunitas di mana berada. Jadikan rambu-rambu tadi se-bagai acuan pilihan yang
diambil
 g. Tentukan rencana pelaksanaan, tim pelaksananya, batasan waktu, kebijakan dasar,
dana, dan batas wewenang dalam pelaksanaan.

3. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan

Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara
pemecahannya. Cara peme-cahan ini hendaknya selalu diusahakan adanya alternatif-alter-
natif beserta konsekuensinya, baik positif maupun negatif. Oleh sebab itu, seorang pimpinan
harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-baiknya. Untuk mengadakan perkiraan dibutuhkan
adanya informasi yang secukupnya dan metode perkiraan yang baik. Perkiraan itu terdiri dari
berbagai macam pengertian: a) perkiraan dalam arti proyeksi, perkiraan yang mengarah pada
kecenderungan dari data yang telah terkumpul dan tersusun secara kronologis; b) perkiraan
dalam arti prediksi, perkiraan yang dilakukan dengan menggunakan analisis sebab akibat; c )
perkiraan dalam arti konjeksi, perkiraan yang didasarkan pada kekuatan intuisi (perasaan).
Intuisi di sini sifatnya subjektif, artinya tergantung dari kemampuan seseorang untuk
mengolah perasaan.

4. Pemilihan salah satu alternatif terbaik


Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu
dilakukan atas dasar pertim-bangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu
alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini me-nentukan alternatif yang dipakai
akan berhasil atau sebaliknya. Pengambilan keputusan oleh pimpinan, kaitannya dengan
pemilihan alternatif pemecahan masalah, akan melibatkan semua pihak yang terlibat dalam
lembaga pendidikan. Hal ini karena kekuasaan pimpinan tidak dapat dioperasionalkan apa-
bila tidak didukung dan dibantu oleh seluruh personal yang memiliki pengetahuan dan
pengalaman yang berbeda-beda. Pimpinan harus mengembangkan konsep kerja sama antar
personal agar pelaksanaan alternatif pemecahan masalah lebih cepat dan mudah. Kerja sama
dapat diciptakan jika pimpinan memiliki keterampilan manusiawi.

5. Pelaksanaan keputusan

Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak
yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga
mempunyai alternatif yang lain. Pelaksanaan pengambilan keputusan sering menjadi masalah
karena keputusan yang mesti ditanggapi oleh banyak orang malah ditangani oleh sedikit
orang. Hal sebaliknya juga sering terjadi. Keputusan yang seharusnya dapat ditangani oleh 2-
3 orang diserahkan kepada sebuah tim yang terdiri dari 40 orang atau lebih. Akibatnya timbul
perdebatan yang tak henti-hentinya. Jadi tentukan dulu cara pengambilan keputusan yang
paling cocok dengan situasi dan masalah yang ada: individu, tim, musyawarah, voting, dan
lain-lain.

6. Pemantauan dan Pengevaluasian Hasil Pelaksanaan

Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan
yang telah dibuat. Penilaian ulang perlu diadakan. Faktor-faktor penentu yang akan dinilai
harus diputuskan sejak awal dan tidak setelah pelaksanaan berjalan.

Dengan cara ini memang akan mudah terjadi debat yang hangat, namun akurasi akan lebih
[Link] pendapat pada ahli di atas, maka disimpulkan tahapan proses
pengambilan keputusan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah: 1) perumusan masalah,
2) penentuan kriteria pemecahan masalah, 3) pengidentifikasian alternatif pemecahan
masalah, 4) penilaian terhadap alternatif peme-cahan masalah, 5) pemilihan alternatif yang
terbaik, 6) penetapan keputusan atau pengimplementasian alternatif yang dipilih.

Itulah pembahasan lengkap mengenai materi Pemecahan Masalah dan Pengambilan


Keputusan, semoga dapat menambah wawasan kalian. Dan terima kasih juga kepada:
Fahman Falahi, Khusnul Khotimah, Nurwanti, serta Alya Nurhidayani yang telah menyusun
makalah ini dengan baik dan semoga makalah ini bisa menjadi amal kebaikan kalian semua.
Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada Dr. Sobri, [Link]. yang telah membimbing
kami dalam mata kuliah Manajemen Pendidikan.

Common questions

Didukung oleh AI

Langkah-langkah efektif dalam problem solving meliputi: riset untuk memahami masalah, analisis penyebab dan solusi potensial, pengambilan keputusan untuk memilih solusi terbaik, dan komunikasi untuk membagikan temuan dan solusi terkait .

Konsep '5 why' penting karena membantu menggali akar masalah melalui serangkaian pertanyaan yang mendasarkan diri pada sebab-akibat. Dengan bertanya 'mengapa' secara berturut-turut sebanyak lima kali, kita bisa menelusuri penyebab utama masalah .

Mr. Go Getter cenderung bertindak tanpa melalui pemikiran mendalam karena percaya bahwa berpikir hanya membuang waktu dan lebih baik bertindak langsung meskipun tidak selalu efektif . Sebaliknya, Problem Solving Kids berfokus pada pemahaman akar masalah sebelum membuat rencana efektif dan bertindak, serta selalu mencari solusi yang bisa diubah di masa depan .

Mempelajari dan mengamati cara orang lain menyelesaikan masalah dapat memberikan ide-ide segar dan perspektif baru yang mungkin tidak akan ditemukan sendiri. Hal ini dapat membantu kita untuk meningkatkan dan memodifikasi keterampilan problem solving pribadi .

Keterampilan problem solving dihargai karena individu dengan kemampuan ini lebih mandiri dan tanggap menghadapi masalah, serta dapat menentukan sumber masalah dan menemukan solusi efektif, yang penting agar pekerjaan lain tidak terganggu .

Komunikasi penting dalam pemecahan masalah karena membantu menyampaikan definisi dan detail masalah kepada pihak lain yang terlibat. Komunikasi yang jelas akan mempermudah kerja sama dalam mencari solusi dan mendorong pemahaman bersama tentang masalah yang dihadapi .

Analisis alternatif melibatkan evaluasi semua pilihan berdasarkan kriteria tertentu, baik kualitatif maupun kuantitatif, untuk memahami potensi masing-masing. Memilih alternatif terbaik adalah langkah selanjutnya yang melibatkan pengambilan keputusan tentang solusi terbaik yang paling cocok dan layak berdasarkan analisis awal .

Dalam pengambilan keputusan, pemahaman masalah dicapai melalui formulasi masalah yang jelas, pengumpulan dan analisis data, serta evaluasi alternatif yang memungkinkan pilihan solusi yang paling tepat dan efektif .

Proses pemecahan masalah melibatkan analisis mendetail, pengambilan keputusan, dan evaluasi solusi, yang memerlukan pemikiran kritis dan strategis sehingga membantu kita dalam perencanaan yang lebih efektif dan berpikir secara strategis untuk masalah serupa di masa mendatang .

Mengubah mindset untuk melihat masalah sebagai peluang pengembangan diri dapat mengurangi beban psikologis, sehingga meningkatkan kemampuan untuk memecah dan menganalisis masalah dengan lebih baik .

Anda mungkin juga menyukai