Pentingnya Skill Problem Solving
Pentingnya Skill Problem Solving
Namun, bukan hanya seorang technopreneur saja yang harus memiliki skill
problem solving, melainkan setiap orang pun harus memilikinya. Terutama
untuk kamu yang akan memasuki dunia kerja karena itu
merupakan skill fundamental ketika menghadapi kesulitan saat bekerja.
Apa sih sebenarnya arti dari problem solving itu sendiri? Lalu, bagaimana cara
meningkatkan skill problem solving? Yuk, mari kita simak penjelasannya pada
artikel di bawah ini!
memahami situasi;
mengidentifikasi akar masalah;
mengembangkan rencana yang efektif; dan
terakhir, melakukan eksekusi.
Nah, jika sudah belajar cara memecahkan masalah menjadi lebih kecil dan
dapat dikelola, nantinya ketika menghadapi masalah yang rumit, kamu akan
dapat memecahkan masalah tersebut dengan lebih mudah dan efektif.
Apabila kamu sudah mempelajari pendekatan dasar problem solving di atas dan
menjadi seorang problem solver, rasa panik akan berkurang dan kepercayaan
diri pun meningkat ketika menghadapi berbagai masalah dalam hidup, baik itu
pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
Maka dari itu, sangat penting untuk kita meningkatkan skill problem
solving. Namun, sebelum itu kita akan bahas dulu beberapa tipe orang ketika
menghadapi masalah menurut Ken Watanabe dalam bukunya, Problem Solving
101.
Miss Sigh sebenarnya mempunyai banyak ide yang bagus, tetapi takut bila gagal
nanti orang-orang akan menertawakannya. Jadi, alih-alih berbicara atau
mengambil tindakan, dia hanya duduk mengasihani dirinya dan menghela
nafas dengan berkata, “Aku kayaknya ga akan pernah bisa melakukannya.”
Tipe ini biasanya selalu menunjukkan kesalahan orang lain, sedangkan dirinya
tidak melakukan pekerjaan apa pun. Bisa saja karena menyelesaikan pekerjaan
tidak semudah mengatakannya atau dia terlalu takut untuk menghadapi
kenyataan bahwa dia sendiri sering melakukan kesalahan.
3. Nona Pemimpi (Miss Dreamer)
Miss Dreamer adalah seseorang yang hidup di dunia mimpi. Dia memiliki banyak
ide cemerlang dalam otaknya, tetapi tidak ada satu pun dari ide tersebut yang
dijalankan.
Karena dia berprinsip bahwa berpikir hanya membuang-buang waktu saja, jadi
lebih baik menurutnya untuk langsung melakukan tindakan. Namun, jika dia
memberikan sedikit waktu untuk berpikir, mungkin dia akan mendapatkan
solusi yang lebih efektif.
Tipe terakhir ini fokus dengan solusi ketika menghadapi masalah untuk
mencapai tujuannya. Mereka mengatasi masalahnya dengan tenang dan akan
mencari dulu letak akar masalahnya. Setelah itu, mereka akan membuat
rencana yang efektif sebelum mengambil tindakan, dan kemudian
mengeksekusinya segera.
Problem solving kids selalu fokus pada hal yang bisa diubah di masa depan
daripada hal yang sudah terjadi di masa lalu. Setelah mengambil tindakan,
mereka akan terus mengevaluasinya agar bisa mendapatkan solusi yang efektif
ketika menghadapi masalah berikutnya.
Nah, kira-kira kamu termasuk tipe yang mana nih ketika menghadapi masalah?
Jika sudah tahu tipemu, kami akan kasih tips untuk meningkatkan
kemampuan problem solving ini.
Kadang, berdiskusi dengan orang lain dapat membawa ide-ide segar dan sudut
pandang baru yang tidak akan pernah kamu temui.
Nah, jadi itu dia pembahasan mengenai apa itu problem solving. Kemampuan
ini sangat berguna untuk kamu. Tidak hanya bermanfaat di dunia kerja, tetapi
juga di kehidupan sehari-hari. Jadi, ayo teruslah asah kemampuan problem
solving-mu agar kariermu semakin berkembang!
Ketika melamar pekerjaan biasanya kita akan menemukan beberapa perusahaan yang
mencantumkan skill atau kemampuan problem solving sebagai syarat untuk menjadi
karyawan di perusahaan tersebut. Mengapa kemampuan ini begitu penting bagi perusahaan?
Yuk, kita bahas!
Daftar Isi
o 1. Riset (Research)
o 2. Analisis (Analysis)
Kemampuan pemecahan masalah atau problem solving skill ini merupakan salah satu
kemampuan utama yang dicari oleh perusahaan dari kandidat. Hal ini disebabkan karena
karyawan dengan kemampuan problem solving cenderung lebih mandiri dan tanggap
menghadapi masalah ketika bekerja. Selain itu juga, seseorang yang memiliki skill ini akan
cenderung berpikir cepat dalam mencari solusi dari suatu masalah yang timbul.
Dengan mempunyai kemampuan problem solving ini, kamu akan lebih mudah dan cepat
dalam mengidentifikasi sumber masalahnya, kemudian mencari tahu alasan kenapa masalah
ini bisa terjadi, dan selanjutnya menetapkan solusi yang tepat untuk memperbaikinya.
Ketika dihadapkan dengan masalah kamu tidak harus menyelesaikannya sendiri, namun
kamu juga bisa meminta bantuan atau saran dari orang lain. Dengan begitu, kamu akan
mendapatkan perspektif atau sudut pandang baru yang membuat kamu lebih mudah untuk
memahami dan menyelesaikan masalah secara objektif.
1. Riset (Research)
Kemampuan pertama yaitu riset atau meneliti. Sebelum menemukan solusi untuk sebuah
masalah, hal penting yang harus kamu lakukan terlebih dahulu adalah mengidentifikasi
masalah. Kamu bisa mulai dengan mengumpulkan berbagai informasi yang terkait dengan
masalah. Cara mudahnya adalah dengan berdiskusi bersama rekan kerja yang lain,
berkonsultasi melalui ahli/profesional, atau mencari problem yang serupa di internet.
Terdapat satu cara yang bisa kamu gunakan dalam menganalisis sebuah masalah, yaitu
melalui konsep analisis “5 why”. Konsep “5 why” ini merupakan cara menganalisa masalah
menggunakan teknik tanya-jawab sebanyak 5 kali. Tujuannya adalah untuk mengetahui lebih
dalam hubungan sebab-akibat yang menjadi penyebab munculnya masalah.
Contohnya, ketika kamu mengalami burnout di tempat kerja kira-kira apa penyebabnya
sehingga hal ini terjadi? Yuk, kita breakdown masalah ini!
Dari contoh di atas, masalah burnout ini adalah karena terlalu sering lembur. Mengapa bisa
lembur? Ternyata penyebabnya adalah karena pekerjaan yang terlalu banyak/overload.
Selanjutnya kamu bisa menemukan penyebabnya lagi mengapa pekerjaan kamu bisa sampai
overload dan seterusnya.
Ketika kamu sudah tidak bisa lagi menemukan penyebab dari masalah tersebut maka
penyebab terakhir itu adalah masalah utamanya, misalnya karena kamu terlalu menutup diri.
Nah, dari sini kamu bisa mulai mencoba mencari solusi agar masalah ini dapat teratasi
dengan baik.
3. Pengambilan Keputusan (Decision-making)
Jika dirasa analisisnya sudah cukup, kamu bisa mulai mengambil keputusan atau solusi yang
tepat untuk masalah terkait. Setelah solusi diterapkan ada baiknya menilai atau mengevaluasi
keefektifan dari solusi tersebut. Sehingga, jika ada masalah serupa yang datang di kemudian
hari kamu bisa menentukan akan menggunakan solusi yang sama atau mengubahnya.
4. Komunikasi (Communication)
Kemampuan lain yang kamu butuhkan dalam problem solving adalah komunikasi. Hal ini
karena ketika mengidentifikasi masalah kamu perlu mengkomunikasikannya kepada orang
lain. Kamu bisa berkomunikasi secara langsung atau lewat media komunikasi seperti telepon
atau video call. Baca selengkapnya tentang Cara Meningkatkan Skill Komunikasi dalam
Karir serta Manfaatnya.
Semakin jelas dan detail penjelasan kamu maka orang lain pun akan semakin paham dengan
masalah yang kamu hadapi dan lebih mudah untuk membantu [Link]?
Sudah paham tentang problem solving dan mengapa begitu penting dalam pekerjaan? Selain
dapat meningkatkan kinerja dalam bekerja, dengan kemampuan problem solving ini kamu
jadi lebih mudah berpikir secara strategis lho! Ingin tahu kemampuan atau skill lain sering
dibutuhkan oleh perusahaan? Yuk, cek langsung blog MyRobin dan pelajari banyak hal di
sini!
Problem Solving berasal dari bahasa Inggris yang berarti penyelesaian masalah. Pelaku yang
mampu mengurai dan menyelesaikan masalah disebut disebut problem solver.
Problem Solving menjadi salah satu jenis keterampilan intelektual yang dianggap lebih tinggi
dibanding keterampilan lainnya. Dikarenakan apabila dinilai dari aspek kognitif pada
pemecahan masalah pasti dibutuhkan keterampilan ataupun kemampuan dasar tertentu.
Kemampuan problem solving ini tidak hanya sekedar pemahaman maupun pengetahuan
namun sudah mencapai pada tingkatan analisis.
Namun, agar memiliki kemampuan Problem Solving yang mumpuni, maka apa hal yang
harus kita kuasai? Apakah ada langkah jitu dalam Problem Solving? Apakah kita bisa
mendapatkan pendidikan formal terkait Problem Solving atau hanya belajar secara autodidak?
Artikel membantu kamu menemukan jawaban pastinya.
Daftar Isi
Mengenal Tentang Problem Solving
Oemar Hamalik mengartikan problem solving merupakan suatu proses dari intelektual dan
mental untuk menemukan masalah. Setelah ditemukan, lalu berupaya memecahkan
permasalahan tersebut berdasarkan informasi serta data yang akurat, akhirnya siperoleh
kesimpulan dengan cepat dan cermat.
Problem solving diartikan pula sebagai cara untuk mengidentifikasi serta menemukan solusi
paling efektif dan efisien guna teratasinya masalah. Kemampuan ini pasti berkaitan dengan
kemampuan lainnya yaitu kemampuan mendengarkan, menganalisis dan meneliti,
kreatif, teamwork, komunikasi serta pengambilan keputusan.
Pada saat seseorang melakukan identifikasi masalah, hendaknya mampu untuk membedakan
apa saja yang menjadi penyebabnya. Serta membedakan apa saja yang merupakan masalah
intinya.
Diagnosalah suatu situasi sehingga fokus ada pada permasalahannya, tidak hanya pada
gejalanya. Teknik pemecahan masalah bisa menggunakan diagram alur. Hal ini digunakan
untuk mengidentifikasi-langkah yang dilakukan dari suatu proses serta diagram sebab-akibat
untuk menganalisis dan menentukan akar penyebab.
Pencarian fakta solusi yang sudah pernah ada dan yang sedang dirancang.
Brainstorming (curah pendapat)
Kumpulkan ide-ide terkait solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan.
Memprioritaskan solusi
Mempertimbangkan hal yang dibutuhkan sebagai solusi potensial, misal
dalam hal waktu, tenaga, dan dana.
4. Pilih Solusi Dan Tindak Lanjuti
Pro dan kontra pada setiap solusi potensial pasti ada. Namun tetap pilih salah satu yang
paling relevan untuk memecahkan permasalahan sesuai anggaran, kemampuan, dan sumber
daya yang diberikan.
Setelah memilih solusi, harus dibuat komitmen bersama untuk menyelesaikannya. Lalu
menyusun rencana aksi untuk mengimplementasikan, serta membaginya kepada semua pihak
yang terlibat secara jelas dan efektif. Baik dilakukan secara lisan maupun tertulis.
Pastikan semua pihak yang terlibat memahami peran masing-masing agar memperoleh hasil
terbaik.
5. Kontrol Dan Evaluasi Hasilnya
Evaluasi menggambarkan kondisi capaian saat ini, kemudian dibandingkan dengan rencana
pelaksanaan. Evaluasi juga menjadi standar pemecahan masalah di masa depan. Saat
mengevaluasi hasil, jawablah beberapa pertanyaan berikut:
Keahlian problem-solving akan membantu dalam menentukan apa sumber masalah yang
sesungguhnya. Dengan kemampuan ini pula kita bisa menemukan solusi terbaik yang paling
efektif dan efisien.
Baca Juga Teks Prosedur: Penjelasan, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, dan Contoh
1. Analisis
Seorang manajer akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan betul-betul menilai satu
situasi terlebih dahulu. Selanjutnya, dia harus menggunakan keterampilan analitisnya untuk
membedakan diantara solusi-solusi yang tidak efektif serta solusi yang dianggap efektif.
2. Komunikasi
Komunikasi yang efektif akan memainkan peran penting pada saat pemecahan masalah.
Terutama orang lain terlibat. Ada beberapa keterampilan yang bisa membantu
seorang problem solver untuk meningkatkan komunikasi.
Termasuklah diantaranya:
5. Kreativitas
Ketika melakukan sebuah brainstorming solusi untuk permasalahan yang ada, kreativitas
akan sangat membantu untuk berpikir out of the box. Penerapan teknik kreatif dapat
meningkatkan strategi pemecahan masalah. Kita bisa menggunakan kreativitas untuk
beberapa hal berikut:
7. Kerja Tim
Kerja tim pasti membutuhkan kenyamanan bekerja bagi setiap orang. Kemampuan ini
mengharuskan seseorang untuk mampu berkolaborasi dengan anggota kerja. Nantinya akan
menghasilkan pemecahan permasalahan yang lebih baik secara menyeluruh.
Pertama kali yang mengembangkan metode dari creative problem solving ialah Alex Osborn
yakni seorang eksekutif periklanan. Alex Osborn yang pertama kali yang mengembangkan
pengaplikasian teknik brainstorming.
Kita sangat membutuhkan creative problem solving karena akan dapat memecahkan berbagai
permasalahan. Semakin kreatif individu ataupun tim yang kamu miliki, maka akan semakin
banyak pula solusi yang ditawarkan.
Baca Juga Contoh Teks Prosedur Sederhana Sampai Protokol Berbagai Tema
Metode yang dimiliki creative problem solving jelas berbeda dengan metode penyelesaian
masalah konservatif. Metode konservatif hanya menekankan pada aspek analisis, evaluasi
proses suatu pemecahan masalah, dan hanya terfokus pada proses pelaksanaannya.
Sedangkan Creative problem solving memberikan kebebasan kepada para karyawan untuk
mengungkapkan pendapatnya. Mengembangkan ide-ide miliknya serta
mengimplementasikan semua strategi yang dianggapnya cocok untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi di tempat kerja.
Mengatasi adanya kekurangan staf pada salah satu unit bisnis (departemen)
di perusahaan. Kamu dan tim tetap bisa memberikan hasil kerja terbaik baik.
Mengatasi keterlambatan di lokasi kerja dengan pemecahan masalah serta
adanya komunikasi.
Mengambil inisiatif dengan segera ketika rekan kerja lainnya terlihat
melewatkan ataupun mengabaikan sesuatu yang dianggap penting.
Memperbaiki setiap kesalahan yang ada di tempat kerja. Tidak melihat
apakah itu kesalahan yang dibuat oleh kita sendiri ataukah rekan kerja.
Menangani serta menyelesaikan setiap konflik yang muncul dengan rekan
kerja.
Mengatasi setiap masalah yang terkait dengan anggaran. Bagaimana agar
dapat menghasilkan kinerja yang terbaik lewat penggunaan anggaran yang
harus kreatif.
Part 2:
Meningkatkan kualitas kinerja perusahaan ataupun tim kerja. Dilakukan
dengan memperbaiki komunikasi yang ada di antara para karyawan.
Memecahkan persoalan K3 (Kesehatan, Keselamatan & Keamanan) di lokasi
kerja.
Menyelesaikan setiap permasalahan teknis.
Memecahkan setiap permasalahan yang berkaitan dengan persoalan uang,
seperti pembukuan.
Menemukan setiap data baru dengan segera. Agar dapat memandu
pengambilan keputusan atau strategi di suatu perusahaan dengan lebih baik.
Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pelanggan yang sulit.
Ataupun pelanggan yang kesal dengan kualitas pelayanan perusahaan tempat
kerja kita.
Menemukan cara terbaik untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Hal
ini bisa dilakukan melalui peningkatan layanan, penawaran produk terbaru,
harga terbaru, ide promosi serta metode penjualan.
Bagian 3:
Mengurangi (menghemat) pengeluaran atas anggaran milik perusahaan.
Mengambil inisiatif untuk segera bertemu dengan atasan, untuk membahas
permasalahan tertentu yang berpotensi akan menjadi lebih buruk.
Mengubah pengaturan suatu proses, tugas ataupun tim agar menjadi lebih
efisien
Melakukan penelitian guna mengumpulkan data serta informasi untuk
menemukan solusi terbaik untuk pemecahan suatu masalah.
Menggunakan setiap pemikiran kreatif dengan tujuan untuk menghasilkan
solusi terbaik yang belum pernah dipergunakan oleh perusahaan sebelumnya.
Ketika kita mampu memecahkan permasalahan yang ada dengan cepat, efektif dan efisien,
maka tempat kerja kita juga memperoleh manfaatnya. Berikut ini yang termasuk manfaat
adanya kemampuan Problem Solving, yaitu:
Kreativitas organisasi, tim atau pun individu akan menjadi lebih besar
Produktivitas organisasi, tim atau pun individu akan lebih tinggi
Kepuasan kerja pegawai akan meningkat
Kepuasan pelanggan atau client akan meningkat.
Teamwork dan kekompakan tim akan menjadi lebih baik
Tercipta lingkungan kerja yang jauh lebih baik untuk para pelanggan dan
karyawan.
FAQ
Adakah Lembaga Penyedia Pelatihan Problem Solving?
Ya, terdapat banyak lembaga penyedia pelatihan bagi kamu yang ingin menguasai
kemampuan Problem Solving.
Dari banyak lembaga pelatihan, berikut ada beberapa nama lembaga pelatihan yang bisa
kamu jadikan rujukan:
Namun, jika kita bicara Problem Solving Skills, sesunggguhnya kemampuan ini sudah harus
dimiliki utamanya oleh para pemangku jabatan strategis. Hal ini dikarenakan setiap posisi
strategis memiliki target dan tim yang berbeda. Ketika para pimpinan memiliki Problem
Solving Skills maka permasalahan pada setiap divisi akan lebih cepat dan tepat untuk teratasi.
Akhir Kata
Ada banyak masalah yang pasti akan ditemui dalam dunia kerja. Namun semakin sering kita
dalam menuntaskan suatu permasalahan maka akan semakin matang kemampuan problem
solving yang dimiliki. Seorang problem solver yang handal sangat dibutuhkan untuk
memastikan bahwa suatu bisnis tetap berada di langkah tepat dalam mencapai tujuan.
Framework Problem-Solving
Memahami
Cara pertama untuk memecahkan sebuah masalah tentunya adalah memahami terlebih dahulu masalah apa
yang sebenarnya sedang dihadapi. Bayangkan jika anda diperintahkan mengerjakan sesuatu tapi tidak
mengerti apa yang harus dikerjakan? akan sangat sulit bukan? mungkin Anda tidak akan berhasil
menyelesaikannya.
Cara sederhana untuk mengetahui bahwa Anda sudah memahami permasalahan adalah ketika Anda dapat
menjelaskan inti permasalahan tersebut secara sederhana.
Cobalah untuk menuliskan inti permasalahan yang Anda hadapi, membuat diagram permasalahan, atau
menceritakannya kepada orang lain. Hal ini dapat membantu Anda untuk memahami permasalahan dengan
baik.
Merencanakan
Cara kedua setelah memahami permasalahan adalah planning atau merencanakan sebuah solusi.
Bayangkan jika Anda ingin menyelesaikan sebuah masalah tapi tidak memiliki rencana yang akan
dilakukan kedepannya? sangat sulit bukan? bahkan besar kemungkinan Anda tidak akan menyelesaikan
masalah dengan baik.
Itulah sebabnya, Anda harus menulis sebuah langkah atau strategi yang akan dilakukan nantinya untuk
menyelesaikan masalah. Cobalah untuk pelan-pelan mencerna informasi tentang permasalahan yang
sedang dihadapi. Kemudian mulailah memikirkan beberapa langkah yang mungkin bisa dilakukan.
Anda bisa berpikir seperti ini untuk membuat sebuah rencana yang baik “Ketika kita merencanakan A,
maka kita akan mendapatkan B, dan resiko C.”
Membagi permasalahan
Cara ketiga adalah jangan pernah berniat untuk menyelesaikan secara langsung semua masalah. Mungkin
anda bisa memecahkannya, tapi hal tersebut tentu sangat sulit.
Cara efektif untuk memecahkan masalah adalah dengan membagi permasalahan yang sedang Anda hadapi
menjadi beberapa permasalahan kecil dan pecahkan satu persatu.
Cara ini dapat memudahkan Anda dalam menyelesaikan masalah dengan detail dan lebih efektif.
Debugging: Coba cari tahu secara perlahan langkah demi langkah solusi yang digunakan
sampai menemukan di mana Anda melakukan kesalahan.
Reasses: Tinjau kembali masalah berdasarkan perspektif yang lain. Kita harus bisa
melihat sebuah masalah dari berbagai sisi yang lebih umum.
Research: lakukanlah riset mengenai permasalahan yang dihadapi. Bisa dengan
mencarinya di internet atau langsung menanyakannya kepada orang lain. Ya, masalah
yang Anda hadapi pasti pernah juga dilalui oleh orang lain. Ketika sudah menemukan
jawaban, maka pelajarilah bagaimana mereka memecahkan masalah.
Itulah dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah dan berpikir
seperti programmer. Setelah mengetahui semua langkah yang bisa dilakukan dalam memecahkan masalah
dengan baik, hal yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah mempraktekannya. Ya, cobalah untuk belajar
menyelesaikan masalah dengan framework seperti yang sudah disebutkan di atas.
Anda bisa memainkan beberapa games menyenangkan untuk mengasah skill problem-solving seperti
Sudoku, Catur, dan lain sebagainya. Nah, itulah bagaimana seorang programmer berpikir untuk
menyelesaikan sebuah masalah, sangat menarik bukan? Meskipun terlihat memusingkan, ternyata ada
banyak sekali hal yang kita dapatkan dari dunia programming. Salah satunya adalah skill problem-
solvingyang sangat penting untuk dimiliki oleh semua orang.
ebagai orang yang memiliki belasan tahun pengalaman sebagai* software engineer
*dan software developer, Reza mengatakan bahwa problem solving itu adalah inti
dari programming. “Kalau gak bisa problem solving, kemungkinan besar kamu gak
bisa jadi good programmer,” jelas Reza. Berikut adalah rangkuman 4 poin utama yang
Reza bagikan untuk meningkatkan kemampuan problem
solving seorang programmer.
1. “Kerucutin” masalahnya
Menyelesaikan bug atau error dalam coding tidak hanya sesederhana mengganti
rumus logika atau menambahkan tanda kurung buka dan tutup yang tertinggal.
Dalam dunia kerja, masalah yang muncul akan akan sangat kompleks dan tidak
dapat dipecahkan dalam satu langkah. Kemampuan untuk membagi satu masalah
menjadi berbagai masalah kecil yang dapat diselesaikan adalah bagian dari
karakteristik seorang problem solver yang baik.
Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan jika kamu bisa mengidentifikasi akar
permasalahan yang sedang dihadapi. Mengaitkan dengan matematika, Reza
mengatakan bahwa pemahaman -bukan hafalan- adalah kunci utama dalam proses
problem solving
Youtube telah menjadi wadah bagi para programmer yang ingin membagikan
pengetahuan mereka di dunia maya. Hal yang dibicarakan biasanya sangat beragam,
mulai dari tips, pengalaman bekerja di industri, sampai mini course bahasa
pemrograman yang bisa kamu askes secara gratis. Reza menyarankan untuk selalu
memanfaatkan platform ini demi memperluas wawasan coding. Khususnya untuk
menjadi problem solver yang baik, menonton siaran live coding para programmer-
youtuber adalah metode sederhana tapi efektif yang harus dicoba oleh programmer
muda
Siaran ini juga menjadi gambaran awal sebuah Verbal Coding Test dalam proses
pelamaran kerja yang akan dilalui oleh sebagian besar calon programmer. Dengan
meminta calon *programmer *mengutarakan langkah-langkah yang akan mereka
ambil dalam menyelesaikan masalah, perusahaan, termasuk Lifepal, dapat melihat
kemampuan problem solvingyang mereka miliki.
Reza mengatakan bahwa kesalahan dan pitfall seorang programmer saat proses
menyelesaikan masalah adalah ketika mereka menutup telinga dari feedback orang
lain. Karena mereka terlalu terpaku kepada solusi penyelesaian yang sudah tertanam
di kepala, mereka secara tidak langsung menutup berbagai macam potensial
jawaban yang seharusnya dicoba. Walaupun coding adalah ilmu yang penuh dengan
aturan, programmer dituntut untuk selalu berpikir secara fleksibel
terhadap feedback yang pasti muncul dalam dinamika proses problem solving.
Jika tidak bisa menemukannya di dunia nyata, jangan khawatir! Kamu sebenarnya
memiliki teman virtual tak terbatas yang bisa kamu ajak untuk berkolaborasi.
Tuntutan pasar programmer yang tinggi di hampir seluruh sektor industri, berakibat
pada perkembangan pesat komunitas belajar coding. Bergabunglah dengan dengan
komunitas online yang dimoderasi oleh berbagai youtuber-programmer atau coding
bootcamp. Jika memungkinkan, temukan komunitas yang secara spesifik membahas
bahasa pemrograman yang kamu pelajari saat ini.
BERFIKIR POSITIF
Banyak orang yang tidak mampu berpikir jernih saat pertama kali dihadapkan dengan
masalah. Untuk meningkatkan kemampuan problem solving, Anda harus terbiasa
menenangkan diri untuk berpikir positif. Saat Anda sudah merasa lebih tenang,
perlahan Anda akan melihat titik terang untuk menyelesaikan masalah. Ingatlah
bahwa tidak ada persoalan yang tidak memiliki jalan keluar. Jika Anda mencoba
mengingatnya setiap menghadapi kebuntuan, seiring waktu Anda akan terbiasa
berpikir positif. Mindset yang positif adalah langkah awal menuju problem solving.
IDENTIFIKASI MASALAH
Setelah Anda tenang dan memiliki mindset positif, cobalah mengidentifikasi
permasalahan yang sebenarnya untuk melakukan problem solving. Kebanyakan orang
hanya berkutat di permukaan dan tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.
Hal ini mengakibatkan masalah akan muncul lagi dan lagi bahkan bisa menumpuk di
masa depan.
Nah untuk mengidentifikasi masalah coba berlatihlah memilih pertanyaan-pertanyaan
tepat yang bisa menguak sumber permasalahan. Jangan banyak berasumsi dan
menebak secara buta sebelum mengambil keputusan. Problem solving yang baik
diawali dari informasi yang lengkap mengenai masalah yang ada.
MENCARI IDE
Seorang yang ahli dalam problem solving selalu memiliki ide untuk menyelesaikan
permasalahan. Bagaimana caranya meningkatkan kreativitas dalam problem solving?
Jawabannya adalah dengan berlatih melakukan brainstorming. Dalam melakukan
brainstorming untuk kebutuhan proble solving, jangan terburu-buru mengkritisi setiap
ide yang muncul, baik itu berasal dari kepalamu atau dari rekan setim. Karena otak
tidak bisa berpindah secara cepat dari mode mengkritisi sesuatu ke mode memikirkan
ide. Jadi jangan terburu – buru untuk mengevaluasinya.
EVALUASI
Setelah ide-ide terkumpul, lakukan evaluasi berdasarkan dua hal. Pertama, evaluasi
ide-ide tersebut berdasarkan impact yang diberikan pada tujuan tersebut. Dengan kata
lain, pikirkan apakah ide tersebut benar-benar akan menyelesaikan masalah secara
tepat sasaran.
Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah kerumitan dari ide tersebut. Kerumitan
bukan tentang seberapa sulit ide tersebut untuk diimplementasikan. Pikirkan
berdasarkan dua hal, yaitu waktu dan sumber daya.
EKSEKUSI
Banyak orang yang melakukan meeting panjang hanya untuk membicarakan ide,
tanpa mengetahui bagaimana mereka akan mengeksekusinya. Untuk memastikan ide
tersebut terlaksana, buatlah perencanaan dengan menggunakan jadwal, deadline,
checklist, apapun yang bisa membantumu mengawasi implementasi solusi tersebut.
CEK KEMBALI
Saat melakukan implementasi ide dalam problem solving, Anda harus senantiasa
mengecek progress di lapangan. Cek kembali apakah masalah sudah teratasi? Apakah
rencana yang sudah dibuat dilaksanakan dengan baik? Terkadang dalam eksekusi
Anda baru akan mengetahui apakah solusi Anda benar-benar bekerja dengan baik
dalam problem solving.
KEMBANGKAN IDE LAIN
Bayangkan Anda sudah melakukan suatu problem solving dengan sukses, kemudian
apa yang akan Anda lakukan selanjutnya? Seorang problem solver sejati, Anda tidak
akan diam bersantai begitu saja. Biasakan untuk berpikir untuk mengatasai masalah-
masalah yang akan datang di masa depan, jangan menunggu masalah berikutnya
terjadi. Lakukan improvement secara berkelanjutan dengan inisiatif sendiri. Hal ini
akan terus membuat problem solving skill yang Anda miliki berkembang dengan
pesat.
Pembahasan
Para ilmuwan perilaku organisasi, ahli penelitian operasional dan manajer berpendapat bahwa
dalam suatu organisasi, sebagian besar para bawahan menginginkan kesempatan untuk
dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Mereka berpendapat bahwa peran serta yang
meningkat dalam keputusan memiliki dampak meningkatnya keterkaitan mereka dalam
organisasi, kepuasan pekerjaan, pertumbuhan dan perkembangan pribadi, serta peneriman
inovasi. Cara manajer mempengaruhi para bawahan lebih berdasarkan tukar pikiran dan kerja
sama daripada berdasarkan otoritas.
Masalah merupakan kesenjangan antara teori dengan fakta empiris, antara yang ditetapkan
sebagai kebijakan dengan kenyataan implementasi kebijakan. Dalam masalah terdiri dua jenis
masalah, yaitu:
Ciri dari masalah sederhana adalah, berskala kecil, berdiri sendiri (kurang memiliki sangkut
paut dengan masalah lain), tidak mengandung konsekuensi yang besar, pemecahannya tidak
memerlukan pemikiran luas dan mendalam. Pemecahan masalah ini bisa dilakukan secara
individual. Teknik yang biasa digunakan, dilakukan atas dasar intuisi, pengalaman, kebiasaan
dan wewenang yang melekat pada jabatannya.
Ciri dari masalah rumit adalah, berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat
dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan
pemikiran yang tajam dan analitis. Pemecahan masalah ini harus dilakukan secara kelompok
yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya. Jenis dari masalah ini adalah
masalah yang terstruktur (struktur problems) dan masalah yang tidak terstruktur (unstructured
problems)
Merupakan masalah yang jelas faktor penyebanya, bersifat rutin dan biasanya timbul
berulang kali sehingga pemecahanya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan
yang bersifat rutin, repetitif dan dibakukan. Sifat pengambilan keputusannya adalah. relatif
lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode, prosedur, atau
program tetap.
Merupakan penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak
jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif. Sifat pengambilan
keputusannya adalah, relatif lebih sulit dan lebih lama, diperlukan teknik pengambilan
keputusan yang bersifat non-programmed decision-making.
Tahap pertama pada penyelesaian masalah adalah memahami soal. Kita perlu
mengidentifikasi apa yang diketahui, apa saja yang ada, jumlah, hubungan dan nilai-nilai
yang terkait serta apa yang sedang mereka cari. Beberapa saran yang dapat membantu siswa
dalam memahami masalah yang kompleks: (1) memberikan pertanyaan mengenai apa yang
diketahui dan dicari, (2) menjelaskan masalah sesuai dengan kalimat sendiri, (3)
menghubungkannya dengan masalah lain yang serupa, (4) fokus pada bagian yang penting
dari masalah tersebut, (5) mengembangkan model, dan (6) menggambar diagram.
Siswa perlu mengidentifikasi operasi yang terlibat serta strategi yang diperlukan untuk
menyelesaikan masalah yang diberikan. Hal ini bisa dilakukan siswa dengan cara seperti: (1)
menebak, (2) mengembangkan sebuah model, (3) mensketsa diagram, (4) menyederhanakan
masalah, (5) mengidentifikasi pola, (6) membuat tabel, (7) eksperimen dan simulasi, (8)
bekerja terbalik, (9) menguji semua kemungkinan, (10) mengidentifikasi sub-tujuan, (11)
membuat analogi, dan (12) mengurutkan data/informasi.
Apa yang diterapkan jelaslah tergantung pada apa yang telah direncanakan sebelumnya dan
juga termasuk hal-hal berikut: (1) mengartikan informasi yang diberikan dan (2)
melaksanakan strategi selama proses dan perhitungan yang berlangsung. Secara umum pada
tahap ini siswa perlu mempertahankan rencana yang sudah dipilih. Jika semisal rencana
tersebut tidak bisa terlaksana, maka siswa dapat memilih cara atau rencana lain.
i. Analisis : memilah-milah seluruh masalah yang kompleks menjadi unsur-unsur yang bisa
diatur
ii. Sintesis : memadukan bersama-sama berbagai unsur dan menyusunnya sebagai sesuatu
yang berguna.
iii. Berfikir divergen: berusaha membangkitkan solusi alternatif yang memungkinkan bagi
sebuah masalah.
iv. Berfikir konvergen: untuk menyempitkan berbagai kemungkinansehingga bisa
menyatukan jawaban tunggl terbaik.
Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan
untuk membuat keputusan. Tahap-tahap ini merupakan kerangka dasar, sehingga setiap tahap
dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahap (disebut langkah) yang lebih
khusus/spesifik dan lebih operasional. Setiap keputusan yang diambil itu merupakan
perwujudan kebijakan yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan
keputusan pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Terdapat berbagai
pendapat tentang proses pengambilan keputusan, antara lain menurut Campbell adalah
menentukan tujuan, mengidentifikasi pilihan, menganalisis informasi, dan menentukan
pilihan.
Boehm, R.G. & Webb, mengemukakan langkah-langkah dalam mengambil keputusan
meliputi: menuliskan pertanyaan, menentukan pilihan-pilihan, mengumpulkan informasi,
membuat daftar pro dan kontra, dan mengambil kepu-tusan. Sedangkan Adair
mengemukakan lima langkah dalam pengambilan keputusan yakni mendefinisikan tujuan,
mengumpulkan data yang relevan, menghasilkan pilihan yang layak, membuat ke-putusan,
dan mengimplementasikan dan mengevaluasi.
Baca Juga :
Menurut Sir Francis Bacon Proses Pengambilan Keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu
sebagai berikut :
Menurut Richard Proses Pengambilan Keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu sebagai berikut :
1. Perumusan Masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu merumuskan masalah yang ada di dalam suatu
organisasi. Suatu masalah hadir karena:
a) adanya gap atau kesenjangan antara kenyataan, titik berangkat, dengan tujuan yang ingin
diraih atau standar yang ingin dicapai;
b) adanya halangan dan kesulitan untuk menjembatani kesenjangan itu;
c) adanya kemungkinan penye-lesaian masalah bila perumusannya benar. Perumusan masalah
juga terkait dengan sudut pandang. Karenanya beberapa proses harus dipastikan hadir.
Apakah ciri suatu perumusan masalah yang baik? Sebuah perumusan yang baik
mengidentifikasikan semua elemen-elemen yang relevan, elemen apa yang absen, dan elemen
apa yang perlu ditambahkan.
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan mengana-lisis data yang dapat membantu
memecahkan masalah yang ada. Adapun proses pemecahan masalah dalam pengambilan
keputusan yaitu:
a) fase pengumpulan fakta: Fase ini meliputi kegiatan mende-finisikan masalah serta
mengumpulkan masalah serta meng-analisis data yang penting. Satu cara untuk
meningkatkan kemampuan pengumpulan data adalah dengan mulai dulu melihat
masalah yang ada secara luas dan kemudian melan-jutkannya dengan menentukan
sub masalah yang ada. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan untuk membedakan
antara gejala dari masalah yang sebenarnya.
b) fase penemuan ide: Fase ini meliputi kegiatan pengumpulan ide-ide yang mungkin
dipakai dan kemudian mencari ide yang terbaik. Dapat saja berbagai ide yang ada
dimodifikasi dan dikom-binasikan. Dalam hal ini, kegiatan curah pendapat (brain
storming) perlu dilakukan. Osborn telah menyediakan 75 buah pertanyaan untuk
melaksanakan kegiatan curah pendapat ini. Pada dasarnya kegiatan curah pendapat
mempunyai 4 aturan umum yaitu: ide yang ada tidak boleh dikritik terlebih dahulu,
dapat saja disampaikan ide-ide yang kelihatannya diluar kebiasaan, makin banyak ide
yang masuk maka hasil akan makin baik, dianjurkan adanya kombinasi antar satu ide
dengan ide lainnya.
c) fase penemuan solusi: Fase ini meliputi kegiatan mengidentifi-kasi dan
mengevaluasi pemecahan yang mungkin dilakukan dan bagaimana cara melakukan.
Kegiatan dalam fase ini meliputi penentuan pendapat, analisis dan penerimaa
pemberian kritik. Setiap ide yang ada diberi nilai/bobot masing-masing.
Fase penemuan solusi ini meliputi kegiatan mengidentifi-kasi dan mengevaluasi
pemecahan yang mungkin dilakukan dan bagaimana cara melakukan. Kegiatan dalam
fase ini meliputi penentuan pendapat, analisis dan penerimaan/pembe-rian kritik.
Setiap ide yang ada diberi nilai/bobot masing-masing. Secara umum ada tujuh
langkah yang dapat dijadikan pegangan dalam menghadapi masalah yaitu sebagai
berikut.
a. Tanyakan pada diri sendiri, apakah masalah ini berada dalam wewenang anda
untuk menyelesaikannya. Bila benar, maka mulailah memasuki proses pengambilan
keputusan lebih jauh.
b. Kumpulkan fakta dan pisahkan dari interpretasi atau pendapat. Sejumlah
pertanyaan perlu diajukan.
c. Identifikasikan masalah utama atau masalah sebenarnya dari masalah-masalah
ikutan atau turunan. Ajukan perta-nyaan seperti ini berkali-kali “mengapa begitu?”.
d. Analisis dan bila perlu cari tambahan fakta. Misalnya tentukan jenis apakah
masalah ini. (kompleks atau seder-hana, rutin atau tidak terencana).
e. Tentukan berbagai pilihan-pilihan untuk melakukan peng-garapan masalah ini.
Ingatkan diri bahwa cara yang selalu digunakan sejauh ini tidak selalu merupakan
cara terbaik di dalam menangani masalah pada hari ini.
f. Tentukan pilihan-pilihan penyelesaiannya. Ingatkan diri dan pengambil keputusan
yang lain mengenai sistem nilai dan rambu-rambu kebijakan di dalam organisasi atau
komunitas di mana berada. Jadikan rambu-rambu tadi se-bagai acuan pilihan yang
diambil
g. Tentukan rencana pelaksanaan, tim pelaksananya, batasan waktu, kebijakan dasar,
dana, dan batas wewenang dalam pelaksanaan.
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara
pemecahannya. Cara peme-cahan ini hendaknya selalu diusahakan adanya alternatif-alter-
natif beserta konsekuensinya, baik positif maupun negatif. Oleh sebab itu, seorang pimpinan
harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-baiknya. Untuk mengadakan perkiraan dibutuhkan
adanya informasi yang secukupnya dan metode perkiraan yang baik. Perkiraan itu terdiri dari
berbagai macam pengertian: a) perkiraan dalam arti proyeksi, perkiraan yang mengarah pada
kecenderungan dari data yang telah terkumpul dan tersusun secara kronologis; b) perkiraan
dalam arti prediksi, perkiraan yang dilakukan dengan menggunakan analisis sebab akibat; c )
perkiraan dalam arti konjeksi, perkiraan yang didasarkan pada kekuatan intuisi (perasaan).
Intuisi di sini sifatnya subjektif, artinya tergantung dari kemampuan seseorang untuk
mengolah perasaan.
5. Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak
yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga
mempunyai alternatif yang lain. Pelaksanaan pengambilan keputusan sering menjadi masalah
karena keputusan yang mesti ditanggapi oleh banyak orang malah ditangani oleh sedikit
orang. Hal sebaliknya juga sering terjadi. Keputusan yang seharusnya dapat ditangani oleh 2-
3 orang diserahkan kepada sebuah tim yang terdiri dari 40 orang atau lebih. Akibatnya timbul
perdebatan yang tak henti-hentinya. Jadi tentukan dulu cara pengambilan keputusan yang
paling cocok dengan situasi dan masalah yang ada: individu, tim, musyawarah, voting, dan
lain-lain.
Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan
yang telah dibuat. Penilaian ulang perlu diadakan. Faktor-faktor penentu yang akan dinilai
harus diputuskan sejak awal dan tidak setelah pelaksanaan berjalan.
Dengan cara ini memang akan mudah terjadi debat yang hangat, namun akurasi akan lebih
[Link] pendapat pada ahli di atas, maka disimpulkan tahapan proses
pengambilan keputusan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah: 1) perumusan masalah,
2) penentuan kriteria pemecahan masalah, 3) pengidentifikasian alternatif pemecahan
masalah, 4) penilaian terhadap alternatif peme-cahan masalah, 5) pemilihan alternatif yang
terbaik, 6) penetapan keputusan atau pengimplementasian alternatif yang dipilih.
Langkah-langkah efektif dalam problem solving meliputi: riset untuk memahami masalah, analisis penyebab dan solusi potensial, pengambilan keputusan untuk memilih solusi terbaik, dan komunikasi untuk membagikan temuan dan solusi terkait .
Konsep '5 why' penting karena membantu menggali akar masalah melalui serangkaian pertanyaan yang mendasarkan diri pada sebab-akibat. Dengan bertanya 'mengapa' secara berturut-turut sebanyak lima kali, kita bisa menelusuri penyebab utama masalah .
Mr. Go Getter cenderung bertindak tanpa melalui pemikiran mendalam karena percaya bahwa berpikir hanya membuang waktu dan lebih baik bertindak langsung meskipun tidak selalu efektif . Sebaliknya, Problem Solving Kids berfokus pada pemahaman akar masalah sebelum membuat rencana efektif dan bertindak, serta selalu mencari solusi yang bisa diubah di masa depan .
Mempelajari dan mengamati cara orang lain menyelesaikan masalah dapat memberikan ide-ide segar dan perspektif baru yang mungkin tidak akan ditemukan sendiri. Hal ini dapat membantu kita untuk meningkatkan dan memodifikasi keterampilan problem solving pribadi .
Keterampilan problem solving dihargai karena individu dengan kemampuan ini lebih mandiri dan tanggap menghadapi masalah, serta dapat menentukan sumber masalah dan menemukan solusi efektif, yang penting agar pekerjaan lain tidak terganggu .
Komunikasi penting dalam pemecahan masalah karena membantu menyampaikan definisi dan detail masalah kepada pihak lain yang terlibat. Komunikasi yang jelas akan mempermudah kerja sama dalam mencari solusi dan mendorong pemahaman bersama tentang masalah yang dihadapi .
Analisis alternatif melibatkan evaluasi semua pilihan berdasarkan kriteria tertentu, baik kualitatif maupun kuantitatif, untuk memahami potensi masing-masing. Memilih alternatif terbaik adalah langkah selanjutnya yang melibatkan pengambilan keputusan tentang solusi terbaik yang paling cocok dan layak berdasarkan analisis awal .
Dalam pengambilan keputusan, pemahaman masalah dicapai melalui formulasi masalah yang jelas, pengumpulan dan analisis data, serta evaluasi alternatif yang memungkinkan pilihan solusi yang paling tepat dan efektif .
Proses pemecahan masalah melibatkan analisis mendetail, pengambilan keputusan, dan evaluasi solusi, yang memerlukan pemikiran kritis dan strategis sehingga membantu kita dalam perencanaan yang lebih efektif dan berpikir secara strategis untuk masalah serupa di masa mendatang .
Mengubah mindset untuk melihat masalah sebagai peluang pengembangan diri dapat mengurangi beban psikologis, sehingga meningkatkan kemampuan untuk memecah dan menganalisis masalah dengan lebih baik .