J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Analisis Biaya dan Waktu pada Proyek Apartemen Dengan
Metode Earned Value Concept
Alief CASTOLLANI1 . Sarjono PURO2* . Maiko Lesmana DEWA2
1
Alumni Program Studi Teknik Sipil, Universitas Bung Karno, email: [Link]@[Link]
2
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Bung Karno, email: purosarjono@[Link]
Abstract
Planning and analyzing project time and cost controls in the form of activity and budget structures is a
major task that must first be carried out in project implementation. The purpose of the study is to
compare the performance of the project with the initial plan of the project and determine the estimated
cost and time needed to determine the project performance and the time needed to complete the project
and the cost of remaining work. Earned Value Concept is the concept of calculating the amount of
costs containing a budget in accordance with the activities that have been completed so that it can
show the achievement of activities. This concept can estimate the future state of the project. There are
three basic indicators that become the project's reference in implementing the Earned Value Concept.
The quantitative method used is described to explain the conditions, conditions or other things that the
results are described in the research results. The object of the research project was the construction of
a 31th floor apartment with a nominal RAB of IDR 328,846,028,120, the calculation of building
construction and analysis of the cost budget details were not carried out. The analysis results of the
project have cash flow problems with BCWP <ACWP conditions due to overly spending, project
performance is not in accordance with the planning with the CPI index <1 or equal to 0.861, the
implementation of work has been delayed from the planned work schedule with the SPI index <1, and
for estimated cost of remaining work (ETC) is IDR.317,277,175,424, and for the estimated estimated
completion time of the project (TE) which is 200 weeks.
Keywords: earned value metode, planned value, earned value, actual cost
Abstrak
Merencanakan serta menganalisis pengendalian waktu dan biaya proyek dalam bentuk struktur
kegiatan dan anggaran merupakan suatu tugas pokok yang pertama kali harus dilakukan dalam
pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian membandingkan kinerja proyek dengan rencana awal proyek
dan mengetahui estimasi waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mengetahui kinerja proyek, dan
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dan serta biaya atas pekerjaan tersisa. Konsep
Nilai Hasil (Earned Value Concept) adalah konsep menghitung besarnya biaya yang memuat
anggaran sesuai dengan kegiatan yang telah diselesaikan sehingga dapat menunjukkan prestasi
kegiatan. Konsep ini dapat memperkirakan keadaan masa depan proyek. Terdapat tiga indikator
dasar yang menjadi acuan proyek dalam menerapkan Earned Value Concept. Metode yang digunakan
kuantitatif yang di deskirpsikan untuk menjelaskan keadaan, kondisi atau hal – hal lain yang yang
hasilnya dipaparkan dalam hasil penelitian. Object Proyek penelitian adalah Pembangunana
Apartemen 31 Lantai dengan nominal RAB Rp [Link], Perhitungan konstruksi Bangunan
serta Analisa atas Rincaian Anggaran Biaya tidak dilakukan. Hasil Analisa proyek tersebut memiliki
masalah cash flow dengan kondisi BCWP < ACWP akibat terlalu besarnya pengeluaran, kinerja
proyek tidak sesuai dengan perencanaan dengan index CPI < 1 atau sebesar 0,861, pelaksanaan
pekerjaaan mengalami keterlambatan dari jadwal pekerjaan yang direncanakan dengan index SPI <
1, dan untuk perkiraan biaya atas pekerjaan yang tersisa (ETC) adalah Rp.[Link], dan
Untuk perkiraan estimasi waktu penyelesaian proyek (TE) yaitu selama 200 minggu.
Kata kunci: konsep nilai hasil (earned value), planned value, actual cost
*
pengarang koresponden
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 39
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
1. Pendahuluan
Industri konstruksi di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat,
banyaknya pembangunan yang sedang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta, Agar tidak
terjadi penyimpangan terhadap rencana, pekerjaan harus diukur secara berkala biaya yang
dikeluarkan dan waktu yang digunakan (Nurtsani, Septiadi, & Suharyanto, 2018).
Dalam proyek konstruksi pengendalian proyek merupakan salah satu kegiatan manajemen
yang sangat penting karena buruknya pengelolaan proyek akan mengakibatkan adanya
penyimpangan biaya dan waktu yang sangat signifikan. Untuk mengetahui kinerja proyek
memalui perhitungan estimasi waktu berakhirnya proyek dan besarnya biaya, perlu dilakukan
upaya pengawasan, evaluasi serta pengendalian waktu pelaksanaan proyek dan biaya
(Juliana, 2016).
Earned Value Management (EVM) merupakan suatu metode yang digunakan dalam
manajemen proyek yang memudahkan dalam pengendalian waktu dan biaya (Juliana, 2016).
Dengan menggunakan metode EVM didapat progress pekerjaan proyek yang terlaksana (the
percent complete) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya (budgeted cost) dan biaya
langsung yang sudah dikeluarkan atau actual cost (Witjaksana & Reresi, 2012). Tujuan
penelitian: menghitung estimasi waktu dan biaya proyek yang sedang berjalan, menghitung
indeks kriteria biaya (Cost Performance Index), mengetahui estimasi biaya dan waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.
2. Tinjauan Pustaka
Proyek Konstruksi
Proyek adalah suatu keinginan dalam jangka waktu tertentu yang diorganisasikan agar dapat
mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting yang harus diselesaikan dengan
menggunakan anggaran dan serta sumber daya yang tersedia (Sudipta, 2013). Proyek
Konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam konstruksi yang dilaksanakan satu
kali dan berjangka pendek dengan mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil
kegiatan yang berupa bangunan (Rani & Fuadi, 2016).
Manajemen Konstruksi
Manajemen adalah suatu rangkain proses yang terdiri dari perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling),
dalam mencapai tujuan maupun sasaran yang telah ditetapkan (Sudipta, 2013).
Unsur manajemen adalah sesuatu yang menjadi bagian mutlak sebagai pembentuk
manajemen. Menurut Asnuddin, Tjakra, & Sibi, (2018), manajemen mempunyai lima unsur
(5 M), yaitu:
1. Manpower, tenaga kerja manusia, pelaksana yang handal dan terampil.
2. Money, ketersediaan dana untuk mencapai tujuan.
3. Methods, cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan.
4. Materials, bahan-bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek.
5. Mechines, untuk memberi kemudahan atau menghasilakan proyek.
Manajemen konstruksi adalah pengelolaan pembangunan sesuatu bangunan (Munggaran,
2018). Konstruksi dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu:
1. Konstruksi Bangunan Gedung, terdiri atas: hotel, perumahan, bangunan gedung, dan
lain-lain.
2. Konstruksi Bangunan Sipil, seperti jalan, lapangan terbang, jembatan, irigasi,
terowongan, bendungan dan lain-lain.
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 40
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Kinerja Proyek
Ada 5 komponen yang harus dipenuhi dalam pelaporan mengenai kinerja suatu proyek (Rani
& Fuadi, 2016):
1. Perkiraan atas dasar peninjauan, yang akan memberikan suatu perbandingan antara
hasil sebenarnya dengan hasil ramalan.
2. Hal yang sebenarnya terjadi.
3. Ramalan sebagai dasar asumsi untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi di masa
yang akan datang.
4. Variabel perbedaan antara prakiraan dengan hasil yang diramalkan.
5. Pemikiran menerangkan mengenai keadaan proyek.
Biaya Proyek
Biaya proyek merupakan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan suatu proyek. Cost
management ini berisi tiga operasi (Wiranata, [Link]., 2018) :
1. Cost Estimate (Estimasi / Perkiraan Biaya)
2. Cost Budget (Penganggaran Biaya)
3. Cost Control (Pengendalian Biaya).
Biaya proyek konstruksi (yang termasuk modal tetap) dapat dibagi dua, yaitu):
a. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang langsung berhubungan dengan
konstruksi/bangunan yang terdiri dari bahan/material, upah buruh / manpower
payment, biaya peralatan/equipments.
b. Biaya tak langsung (indirect cost) adalah biaya yang muncul namun tidak secara
langsung berhubungan dengan konstruksi, tetapi harus tetap ada dan tidak mungkin
dapat bisa dilepaskan dari proyek yang terdiri dari overhead, biaya tak terduga /
contigencies, keuntungan / profit.
Estimasi
Estimasi biaya proyek adalah perkiraan tentang kemungkinan biaya yang akan digunakan
pada aktivitas konstruksi. Pembuatan estimasi biaya ini memerlukan pengetahuan mengenal
semua tahapan proyek konstruksi (Rani & Fuadi, 2016):
1. Unsur – Unsur Estimasi Biaya
a. Bahan Material: banyaknya bahan yang dipakai dan harganya).
b. Tenaga Kerja: jumlah tenaga kerja, jam kerja, dan jumlah biayanya).
c. Peralatan: Jumlah dan waktu pemakaian dan biayanya.
d. Overhead: pencadangan biaya – biaya tak terduga.
e. Profit: besarnya keuntungan yang di dapat.
2. Kegunaan Estimasi Biaya Proyek
a. Bagi Pemilik: untuk mengetahui kelayakan proyek, dari sisi investasi dan
menetapkan arus kas masuk dan keluar serta penyusunan budget proyek.
b. Bagi Kontraktor: sebagai bahan dasar dalam menentukan besarnya nilai tender dan
keuntungan.
Efisiensi
Efisiensi proyek dapat dicapai apabila telah menjalankan sistem standar dan metodologi
dengan baik. Pemanfaatan peralatan dan tenaga kerja bersangkutan dengan efisiensi proyek,
sedangkan pencapaian hasil berkaitan dengan efektivitas. Faktor yang berpengaruh terhadap
efisiensi antara lain pinjaman, besarnya skala perusahaan, total asset tetap, biaya peralatan,
dan biaya tenaga kerja (Pratiwi, Muharam, & Pengestuti, 2013).
Pengendalian Proyek
Pengendalian proyek adalah metodologi yang digunakan untuk mengumpulkan, membuat,
menganalisa dan mendistribusikan jadwal, data keuangan dan lingkup kerja untuk
mendukung proses manajemen proyek yang terukur. Dalam manajemen proyek ada unsur
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 41
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
pendukung yaitu komunikasi dalam proyek dengan mengangkat masalah-masalah pada
proyek dan menyebarkan dokumentasi proyek (Wijaksana, [Link]., 2012). Kriteria yang
digunakan dalam memilih sistem pengukuran kinerja dan pengendalian:
1. Kelayakan teknis dalam memantau dan pengukuran dengan memantau proses
produksi secara langsung, dan mengukur hasil proses tersebut karena
2. Pemahaman sebab dan akibat, memahami hubungan sebab-akibat antara proses
transformasi dan hasil yang diinginkan.
3. Biaya, dalam melaksanakan pemantauan ataupun pengukuran biaya yang mungkin
timbul
4. Batasan tingkat inovasi, dengan prosedur kerja standar dan kualitas yang tinggi serta
kompleksitas pekerjaan
Alat Pengendalian Waktu dan Biaya
Waktu dan biaya keduanya merupakan faktor atau alat pokok untuk mengendalikan kinerja
proyek (Pancaningrum, Hartono, & Sugiyarto, 2018). Earned Value merupakan metode
digunakan untuk mengendalikan biaya dan jadwal proyek secara terpadu.
Kriteria Earned Value Management System
Konsep Earned Value dalam pengelolaan proyek manajemen wajib menyediakan input data
yang lengkap dalam perhitungan kinerja proyek. Sistem akan dapat menelusuri dan
mengidentifikasi bagian yang bermasalah ketika kinerja proyek mengalami penurunan atau
buruk serta menyebabkan pembengkakan biaya sehingga terjadi keterlambatan pelaksanaan
proyek (Bulo, Balaka, & Sriyani, 2013).
Earned Value Concept (Konsep Hasil)
Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept) adalah konsep menghitung besarnya biaya yang
memuat anggaran sesuai dengan kegiatan yang telah diselesaikan. Disamping dapat
menunjukkan prestasi kegiatan, metode ini dapat pula memperkirakan keadaan masa depan
proyek. Hal ini sangat berguna untuk mengambil keputusan (Maromi & Indryani, 2015).
Tiga indikator dasar yang menjadi acuan dalam menganalisa kinerja dari proyek berdasarkan
konsep earned value adalah (Pancaningrum et al., 2018).
1. Planned Value (PV) atau disebut juga BCWS (Budget Cost of Work Scheduled)
merupakan anggaran yang direncanakan untuk kegiatan yang dilaksanakan atau
anggaran yang sudah direncanakan sesuai jadwal pelaksanaan.
PV = kumulatif bobot rencana x BAC …………………..(1)
Budget At Completion (BAC) merupakan nilai atas seluruh perjanjian kerja setelah
dikurangi nilai pajak pertambahan (PPN)
2. Earned Value (EV) atau disebut juga BCWP (Budget Cost of Work Performed)
merupakan anggaran yang senilai atas kegiatan yang telah terlaksana atau dapat
dikatakan sebagai biaya yang seharusnya keluar sesuai dengan progress yang
terlaksanakan.
EV = kumulatif bobot realisasi x BAC ………………….. (2)
3. Actual Cost (AC) Merupakan jumlah biaya aktual dari pekerjaan yang telah
dilaksanakan, yang dapat digunakan sebagai alat analisis biaya dan jadwal yang
didesain untuk membantu mengevaluasi apakah proyek masih dalam batas anggaran
rencana atau tidak.
Varian biaya (CV) dapat digunakan untuk menentukan kriteria atas biaya suatu proyek yang
sedang berjalan atau dijalankan masih dalam batas anggaran atau melebihi anggaran
rencananya dan hal tersebut dapat diketahui melalui selisih biaya antara BCWP(EV) dan
ACWP(AC).
CV = EV – AC……………………………………..(3)
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 42
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Varian Varian jadwal terpadu (SV) dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek yang
sedang dijalankan masih sesuai jadwal rencana atau tidak dengan cara mengetahui selisih
antara BCWP dan BCWS.
SV = EV – PV………………………………..........(4)
Dalam suatu proyek untuk mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan
sebagai indeks produktivitas atau indeks kinerja. Indeks kinerja ini terdiri dari indeks kinerja
biaya (Cost Performance Index = CPI) dan indeks kinerja jadwal (Schedule Performance
Index = SPI) (Wahyuni & Hendrawan, 2018).
Indeks kinerja jadwal (SPI) = EV / PV………………………………..........(5)
Dimana,
- SPI = 1 : proyek tepat waktu
- SPI > 1 : proyek lebih cepat
- SPI < 1 : proyek terlambat
Indeks` kinerja biaya (CPI) = EV / AC………………………………..........(6)
Dimana,
- CPI = 1 : biaya sesuai rencana
- CPI > 1 : biaya lebih kecil/hemat
- CPI < 1 : biaya lebih besar/boros
Indeks Metode Earned Value dapat digunakan untuk memperkirakan biaya dan
waktu penyelesaian proyek yang dihitung berdasarkan pola kegiatan kinerja proyek pada saat
peninjauan dan atas asumsi bahwa pola kegiatana tersebut tidak mengalami perubahan
kinerja sampai akhir proyek atau kinerja proyek berjalan konstan (Juliana, 2016).
Prakiraan biaya atau jadwal bermanfaat karena memberikan peringatan dini
mengenai hal-hal yang akan terjadi dikeumdian hari, Sehingga apabila diperlukan perbaikan
atas masalah – masalah yang terjadi, masih dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal yang
tidak diinginkan agar proyek berhasil diselesaikan (Maromi & Indryani, 2015).
- Estimate to Completion (ETC)
ETC = (BAC – EV) / CPI………………………………..........(7)
- Estimate At Completion (EAC)
EAC = AC + ETC ………………………………..........(8)
- Time Estimated (TE)
TE = ATE / SPI ………………………………..........(9)
Dimana, ATE (Actual Time Expended) adalah waktu yang telah ditempuh.
3. Metodologi
Metode Penelitian
Metode yang digunakan kuantitatif yang di deskirpsikan untuk menjelaskan keadaan, kondisi
atau hal – hal lain yang yang hasilnya dipaparkan dalam hasil penelitian.
Data Umum Proyek
Object Proyek penelitian adalah Pembangunan Apartemen 31 Lantai dengan nominal RAB
Rp [Link].
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Suatu Proyek Pembangunan Apartemen yang berada di
diwilayah Jakarta Barat. Waktu penelitian dilakukan pada periode bulan Juni 2019 sampai
dengan Desember 2019.
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 43
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Diagram Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian ditunjukkan pada Gambar 1.
Gambar 1. Diagram Tahapan Penelitian
4. Pembahasan dan Hasil
Data Umum
Nilai RAB proyek : Rp [Link]
Waktu Pelaksanaan : 108 minggu.
Asumsi Nilai (PPN) : 10% dari Nilai Kontrak.
Budget At Completion : RAB – Nila (PPN)
: Rp.[Link] (hasil 1)
Perhitungan Planned Value (PV)
Perhitungan Planned Value (PV) minggu ke - 43 dihitunga menggunakan persamaan (1)
sebagai berikut :
PV = kumulatif bobot rencana x BAC
= 24,143 % x Rp. [Link],-
= Rp.71..453.741.917,-……………… (hasil 2)
Perhitungan Earned Value (EV)
Perhitungan EV minggu ke-43 menggunakan persamaan (2) sebagai berikut :
EV = kumulatif bobot realisasi x BAC
= 13,008 % x Rp. [Link],-
= Rp. [Link],-………………(hasil 3)
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 44
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Perhitungan Actual Cost (AC)
AC adalah biaya aktual yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan selama periode
tertentu. Biaya langsung diperoleh dari data biaya laporan mingguan yang penulis dapatkan.
Rekapitulasi biaya langsung dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rekapitulasi Biaya Langsung
Minggu Ke Biaya Mingguan Proyek
13 [Link]
14 648.375.000
15 659.050.000
16 473.800.000
17 314.146.000
18 588.099.500
19 36.500.000
20 34.650.000
21 315.000.000
22 [Link]
23 [Link]
24 [Link]
25 [Link]
26 [Link]
27 [Link]
28 969.640.960
29 [Link]
30 [Link]
31 [Link]
32 [Link]
33 786.232.516
34 461.435.262
35 830.735.266
36 [Link]
37 [Link]
38 950.542.387
39 [Link]
40 [Link]
41 908.714.081
42 798.656.560
43 [Link]
Dari Tabel 1 dapat dilihat adanya kenaikan nilai Actual Cost (AC) pada setiap minggunya
artinya pengeluaran biaya tiap minggu proyek mengalami kenaikan.
Perhitungan Cost Variance (CV)
Perhitungan Cost Variance (CV) minggu ke-43 menggunakan persamaan (3) sebagai berikut :
Earned Value (EV) : Rp. [Link],
Dari (hasil 3)
Actual Cost (AC) : Rp. [Link]
Didapat dari Tabel 1.
CV = Earned Value (EV) – Actual Cost (AC)
= Rp. [Link] – Rp. [Link]
= Rp. – [Link],-…………..… (hasil 4)
Perhitungan Schedule Variance (SV)
Perhitungan Schedule Variance (SV) minggu ke-43 menggunakan persamaan (4) sebagai
berikut :
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 45
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Earned Value (EV) : Rp. [Link],
Dari (hasil 3)
Planned Value (PV) : Rp. [Link]
Dari persamaan (2)
SV = Earned Value (EV) – Planned Value (PV)
= Rp. [Link] – Rp. [Link]
= Rp. – [Link],-…………… (hasil 5)
Perhitungan Schedule Performance Index
Perhitungan Schedule Performance Index (SPI) minggu ke-43 menggunakan persamaan (5)
sebagai berikut :
Earned Value (EV) : Rp. [Link],
Dari (hasil 3)
Planned Value (PV) : Rp. [Link]
Dari (hasil 2))
SPI = Earned Value (EV) / Planned Value (PV)
= Rp. [Link] / Rp. [Link]
= 0,539…………………………...…… (hasil 6)
Perhitungan Cost Performance Index
Perhitungan Cost Performance Index (CPI) minggu ke-43 menggunakan persamaan (6)
sebagai berikut:
Earned Value (EV) : Rp. [Link],
Dari (hasil 3)
Actual Cost (AC) : Rp. [Link]
Didapat dari tabel 1.
CPI = Earned Value (EV) / Actual Cost (AC)
= Rp. [Link] / Rp. [Link]
= 0,811……………………………… (hasil 7)
Estimasi Biaya dan Waktu Penyelesaian Proyek
Ada 3 Varian yang akan dianalisa untuk mengestimasi biaya akhir proyek yaitu:
Estimate to Completion (ETC)
Perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (ETC) pada minggu ke-43 dapat dihitung dengan
(Persamaan 7) sebagai berikut :
Diketahui ,
Budget At Completion : Rp. [Link]
Dari (hasil 1)
Earned Value (EV) : Rp. [Link]
Dari (hasil 3)
Cost Performance Index : 0.811
Dari (hasil 7)
TC = (BAC – EV ) / CPI
= Rp. [Link] – Rp. [Link]
0,811
= Rp. [Link]……………… (hasil 8)
Estimate at Completion (EAC)
Perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (EAC) pada minggu ke-43 dapat dihitung dengan
(Persamaan 8) sebagai berikut :
Actual Cost (AC) : Rp. [Link]
Didapat dari tabel 4.1
Estimate to Completion : Rp.[Link] Dari (hasil 8)
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 46
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
EAC = ETC + AC
= Rp. [Link] + Rp. [Link]
= Rp. [Link] ……………... (hasil 9)
Time Estimate
Perhitungan pada minggu ke-43 atas perkiraan waktu penyelesaian proyek dapat dihitung
dengan Persamaan (9) sebagai berikut:
ATE (Actual Time Expended : 104 Minggu (Feb 2018 – Jan 2020)
Cost Performance Index : 0,539 Dari (hasil 7)
TE = ATE / SPI
= 104 / 0.539
= 200,45 Minggu
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut:
• Estimasi waktu pelaksanaan proyek lebih lambat minggu ke-43 Rp. - [Link],-
(schedule overrun) dan biaya atas progress pekerjaan terlaksana minggu ke 43 Rp. -
[Link] lebih kecil dari biaya aktual (cost overrun).
• Hasil perhitungan CPI (Cost Performance Index) minggu ke-43 0,861 menunnjukkan
kinerja proyek tidak sesuai dengan perencanaan dan Hasil perhitungan SPI (Schedule
Performance Index) 0,539 menunjukkan pelaksanaan pekerjaaan mengalami
keterlambatan dari jadwal pekerjaan yang direncanakan
• Perkiraan biaya untuk pekerjaan yang tersisa (ETC) adalah Rp. [Link] dari
total perkiraan biaya secara keseluruhan (EAC) yaitu Rp.[Link],- dengan
estimasi waktu penyelesaian proyek (TE) yaitu selama 200 minggu
6. Saran
Perusahaan perlu melakukan review lebih dalam project specification sebelum memulai
proyek agar resiko keterlambatan yang menyebabkan biaya proyek membesar tidak terlalu
signifikan.
7. Daftar Pustaka
Asnuddin, S., Tjakra, J., & Sibi, M. (2018). Penerapan Manajemen Konstruksi Pada Tahap Controlling
Proyek.(Studi Kasus: Bangunan Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi
Manado). Jurnal Sipil Statik, 6(11).
Bulo, M. L., Balaka, R., & Sriyani, R. (2013). Pengaplikasian Metode Earned Value Pada
Pengendalian Waktu Terhadap Biaya (Study Kasus: Proyek Penggantian Jembatan Sungai
Langkolome Cs Kabupaten Muna). Stabilita || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 1(3), 359–372.
Juliana, J. (2016). Analisa Pengendalian Biaya Dan Waktu Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode
Earned Value Management (EVM). Faktor Exacta, 9(3), 257–265.
Maromi, M. I., & Indryani, R. (2015). Metode Earned Value untuk Analisa Kinerja Biaya dan Waktu
Pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Condotel De Vasa Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 4(1),
D54–D59.
Munggaran, G. (2018). Menata Strategi Penekanan Biaya Pada Proyek Konstruksi. Prosiding Seminar
Dosen Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2018. Jakarta: Universitas
Indraprasta PGRI.
Nurtsani, R. A., Septiadi, D. R., & Suharyanto. (2018). Pengendalian Biaya Dan Waktu Proyek
Dengan Metode Konsep Nilai Hasil (Earned Value). Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(4).
Pancaningrum, E., Hartono, W., & Sugiyarto, S. (2018). Pengendalian Biaya Dan Waktu Dengan
Menerapkan Metode Earned Value Analysis (Eva) Menggunakan Software Microsoft Project
2007 (Studi Kasus Di Proyek Pembangunan Hotel Brothers 2 Solo Baru, Sukoharjo). Matriks
Teknik Sipil, 6(1).
Pratiwi, R. E., Muharam, H., & Pengestuti, I. D. (2013). Analisis Pengaruh Cost Management
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 47
J URNAL R EKAYASA K ONSTRUKSI M EKANIKA S IPIL (JRKMS)
Vol.3 No.1 April 2020 p-ISSN 2614-5707 e-ISSN 2715-1581
Terhadap Efisiensi pada Proyek Konstruksi Studi pada Perusahaan PT. Adhi Karya (Persero)
Tbk. (Universitas Diponegoro). diakses dari [Link]
Rani, H. A., & Fuadi, Z. (2016). Efisiensi Dan Efektivitas Pelaksanaan Struktur Kolom Antara Metode
Precast Dengan Konvensional. Jurnal Teknik Sipil, 5(3), 269–278.
Sudipta, I. G. K. (2013). Studi Manajemen Proyek Terhadap Sumber Daya Pada Pelaksanaan Proyek
Konstruksi (Studi Kasus: Pembangunan Villa Bali Air). Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 17(1).
Wahyuni, E., & Hendrawan, B. (2018). Analisis Kinerja Proyek “Y” menggunakan Metode Earned
Value Management (Studi Kasus di PT Asian Sealand Engineering). Journal of Applied Business
Administration, 2(1), 60–78.
Witjaksana, B., & Reresi, S. P. (2012). Analisis Biaya Proyek Dengan Metode Earned Value Dalam
Proses Kinerja (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Universitas Katholik Widya Mandala
Pakuwon Citi-Surabaya). Extrapolasi: Jurnal Teknik Sipil, 5(02).
Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas [Link] 48