MODUL AJAR
Fase/Kelas/Semester : A/ II/II
Elemen : Mengalami
Assesmen : Formatif
Alokasi Waktu : 2JP X 30 Menit (2x Pertemuan)
Dimensi Profil Pelajar Pancasila : Bernalar Kritis, Mandiri, dan
Kreatif Capaian Pembelajaran :
peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, dan menuangkan kembali secara
visual sesuai periodisasi perkembangan seni rupa anak pada masa prabagan atau masa
dimana peserta didik baru mengenal objek 2 dimensi atau 3 dimensi. pada tahap ini, objek
yang digambarkan peserta didik biasanya berupa gambar bentuk geometris. Masa
prabagan biasanya menggambarkan sebuah lingkaran sebagai objek kepala kemudian pada
bagian bawahnya ada dua garis sebagai pengganti kedua kaki. Pada masa prabagan
biasanya warna belum ada hubungannya dengan objek. Gambar manusia bisa saja hijau,
biru atau warna lainnya. Pada akhir fase A, peserta didik mampu menuangkan
pengalamannya melalui karya visual berupa bentuk-bentuk dasar geometris yang terdapat
pada beberapa unsur seni rupa sebagai ungkapan ekspresi kreatif.
Deskripsi Singkat Profil Pelajar
Peserta didik berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan pendengaran (tunarunggu)
dengan karakteristik ringan pada fase A berdasarkan hasil asesmen memiliki beberapa
hambatan dalam melakukan pembelajaran seni budaya (seni rupa) diantaranya, ada yang
belum mampu menunjukkan pengalamannya dalam menggambar bentuk-bentuk geometris,
ada yang belum mampu mengunakan dan mengenal unsur-unsur seni rupa dalam berkarya
seni rupa, dan ada yang belum mampu menggunakan alat, bahan dam prosedur dalam
membentuk, merekat bentuk geometris
Tujuan Pembelajaran :
Menunjukkan pengalamannya secara visual pada perkembangan seni rupa masa prabagan
dengan bentuk-bentuk geometris
Peserta didik menunjukkan pengalaman secara mandiri dalam membuat karya seni
rupa sederhana seperti membuat potret diri dengan garis-garis sederhana
Peserta didik menunjukkan pengalamannya dalam membuat karya dari bentuk- bentuk
geometris sederhana pada masa prabagan
Menggunakan unsur-unsur seni rupa dengan bentuk dasar geometris dalam berkarya pada
masa prabagan.
Peserta didik menggunakan unsur-unsur seni rupa dalam berkarya
Peserta didik menggunakan bentuk dasar geometris dalam berkarya
Menggunakan alat, bahan dan prosedur dasar menggambar, mewarnai. membentuk, merekat
dalam berkarya seni rupa.
Peserta didik menggunakan alat dan bahan dalam menggambar dan mewarnai
dalam berkarya seni rupa
Peserta didik menggunakan alat dan bahan dalam membentuk dan merekat dalam
berkarya seni rupa
Tugas: Membuat Karya Bentuk Sederhana Potret Diri Menggunakan Mix Media Sesuai
Perkembangan Masa Prabagan
Langkah Pembelajaran :
Pertemuan 1
Kegiatan awal
Memulai pembelajaran dengan salam dan menyapa
Guru mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar dan memulai pembelajaran
dengan do’a
Guru mengecek kehadiran dan memotivasi peserta didik
Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru
Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yaitu “Membuat Karya Bentuk Sederhana
Potret Diri Menggunakan Mix Media Sesuai Perkembangan Masa Prabagan”
Kegiatan Inti
Peserta didik mengenali alat dan bahan dasar dalam berkarya seni seperti kertas, alat
menggambar, mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat dengan melihat serta
mengamati media pembelajaran yang ditampilkan guru secara mandiri
Pengetahuan Dasar Alat dan Bahan
1. Pensil: Alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni kemudian
diberikan campuran tanah liat agar lebih kuat dan tidak mudah patah. B
meninformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya
lebih banyak. H menginformasikan kekerasan komposisi lead-nya, yang
berarti kandungan tanah liatnya banyak.
2. Pewarna kering: Pewarna yang tidak mengeluarkan air untuk penggunaannya.
Pensil Warna: Terbuat dari campuran lilin/oil dengan pigmen warna dan
agen pengikat. Goresan pensil warna tidak bisa dihapus
Spidol: Sejenis pena yang memiliki sumber tinta sendiri dan ujungnya
terbuat dari serat berpori dan ditekan seperti kain. Biasanya tinta spidol
berbahan dasar alcohol, sehingga membutuhkan tutup agar tidak
mengering.
Krayon: Krayon dibuat dari lilin dan berbentuk Batangan mengkilap.
Oil Pastel: Pastel minyak terbuat dari lilin dan minyak. Berbentuk
Batangan seperti krayon. Oil pastel juga merintang warna namun sifatya
lebih berminyak. Lengket dan mudah luntur sehingga mudah untuk
dicampur dengan gosokan tangan.
3. Pewarna Basah: Pewarna yang memerlukan air untuk dapat digunakan.
Umumnya berupa cat seperti cat air, cat akrilik, pewarna makanan, pewarna
alam.
4. Pewarna kering dan basah: pewarna yang dapat digunakan kering dan basah
5. Penhapus: umumnya terbuat dari karet dalam aneka warna dan digunakan
untuk menghapus goresan pensil.
6. Penggaris: Alat pengukur ini umumnya terbuat dari plastic/besi dan memiliki
ukuran dalam sentimeter, milimeter, dan inchi.
7. Gunting: Alat untuk menggunting media yang tipis seperti kertas, karton,
rambut, kain, atau serat.
8. Kertas: Terbuat dari bubur serat kayu dan memiliki aneka gramasi (berat dan
ketebalan kertas)
9. Lilin/ Plastisin: Lilin lentur yang mudah dibentuk dalam aneka warna,
umumnya berminyak.
10. Tanah Liat/ Lempung: Tanah yang memiliki sifat lengket , plastis dan mudah
dibentuk. Tanah liat merupakan bahan bakar tembikar. Untuk membuat
tembikar, bentuk yang dibuat dari tanah liat perlu dibakar dalam suhu tinggi
dalam kurun waktu tertentu.
Peserta didik membaca dan memahami isi materi yang disampaikain guru dengan
mengolah informasi dan melakukan pertanyaan jika ada materi yang belum jelas
Guru memberikan informasi dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta
didik Peserta didik memahami unsur seni rupa yaitu jenis-jenis garis, bentuk
sederhana dari penggabungan antar garis, dan warna dengan melihat serta mengamati
media pembelajaran yang ditampilkan guru
Macam-macam Garis
1. Garis lurus yang terdiri dari garis horizontal, diagonal, dan vertikal.
2. Garis lengkung yang terdiri dari garis lengkung kubah, garis lengkung busur, dan
lengkung mengapung.
3. Garis majemuk yang terdiri dari garis zig-zag, dan garis berombak, lengkung S.
garis zig-zag yang sebenarnya merupakan garis-garis lurus berbeda arah yang
bersambung, dan garis berombak/lengkung S adalah garis-garis lengkung yang
bersambung.
4. Garis gabungan, yaitu garis hasil gabungan antara garis lurus, garis lengkung, dan
garis majemuk.
Gambar Karakter Garis
(Sumber: Sanyoto, 2010, hlm. 98)
Garis Membuat Bentuk
1. Membentuk dari garis lengkung
Lingkaran Oval Bentuk non-geometrik
2. Membentuk dari garis lurus
Persegi Persegi Panjang Segi
Tiga Pembagian Warna
Warna Panas Warna Dingin
Sumber: dokumentasi pribadi
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana kepada peserta didik untuk
mengetahui tingkatan pemahaman peserta didik
Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru berdasarkan hasil dari
pemikirannya
Peserta didik diberikan pengetahuan tentang membuat karya dengan menggunakan garis
sederhana dan bentuk-bentuk geometris sederhana
Peserta didik diberikan pengetahuan tentang cara menjaga kebersihan
Kegiatan Akhir
Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
Guru menyampaikan rencana pembelajaran dan memberi tugas pada pertemuan
berikutnya
Pertemuan 2
Kegiatan awal
Memulai pembelajaran dengan salam dan menyapa
Guru mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar dan memulai pembelajaran
dengan do’a
Guru mengecek kehadiran dan memotivasi peserta didik
Peserta didik menyimak pengulangan materi sebelumnya yang telah dirangkum oleh
guru
Kegiatan inti
Guru menyajikan gambar/objek laki-laki dan perempuan untuk diamati oleh peserta
didik Peserta didik mengamati gambar/ objek dengan bimbingan guru.
Anak Laki-laki dan Perempuan
Sumber: [Link]
Guru memberikan pertanyaan mengenai perbedaan antara laki-laki dan perempuan
Peserta didik menyampaikan apa yang dipikirkan dan dilihatnya mengenai perbedaan
laki-laki dan perempuan pada gambar yang disajikan guru
Guru menjelaskan alat, bahan dan teknik dalam membuat karya seni rupa potret diri
Alat, Bahan, Teknik Membuat Karya Seni Rupa Potret Diri
- Karya Seni Lukis dari mix media merupakan gabungan dari pewarna spidol,
pensil warna atau crayon dengan koran, kertas warna atau kertas minyak
- Teknik untuk membuat karya seni lukis potret diri bisa menggunakan teknik lukis,
memotong, menempel, merekat, dan lain sebagainya.
- Alat yang digunakan menyesuaikan dengan bahan untuk membuat karya.
Peserta didik membaca dan mengolah informasi sederhana dari guru
Guru menjelaskan langkah-langkah membuat karya seni rupa potret diri
Langkah-langkah Membuat Karya Potret Diri Menggunakan Mix Media
1. Menentukan Gagasan atau konsep
Sebelum membuat karya seni lukis potret diri, perlu untuk menentukan ide
gagasan atau konsep karya yang akan dibuat. Peserta didik dapat menentukan ide
atau konsep karya potret diri yang akan dilukiskan.
2. Menyiapkan Alat dan Bahan
Setelah menentukan ide dan konsep, selanjutnya adalah menyiapkan bahan dan
alat untuk membuat karya.
3. Membuat Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Setelah bahan dan alat untuk membuat lukisan terkumpul. Peserta didik mulai
membuat karya seni lukis dengan melukiskan potret diri diatas media
kertas/koran, setelah itu mewarnai kertas alas dengan pewarna atau menempelkan
potongan kertas warna sesuai dengan minat dan perasaan hingga kertas tertutup
warna dan siap dijadikan latar belakang lukisan. Tahap terakhir adalah
menempelkan gambar potret diri yang telah dipotong sesuai dengan bentuk objek
dan ditempel diatas kertas yang sudah diwarnai.
4. Penyelesaian Lukisan
Tahap penyelesaikan lukisan bisa dengan pengeringan hasil karya, dan pemberian
bingkai.
Contoh Karya Lukis Potret Diri:
Gambar Kunst grundschule (Sumber: [Link])
Gambar My Body (Sumber: [Link]
Gambar Self Potrait (Sumber: [Link]
Peserta didik mulai berkarya secara mandiri berdasarkan perintah dan pengawasan
guru. Guru memberi masukan dan pengarahan atas proses selama peserta didik
berkarya.
Kegiatan Akhir
Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
Guru menyampaikan rencana pembelajaran dan memberi tugas pada pertemuan
berikutnya
Kupang, Januari 2024
Kepala Sekolah Guru Kelas II
Elisabeth Paledan, [Link], MM Imelda Rosa Aryance, [Link]
NIP: 19671002 199303 2 010 NIP: 19732222022212005
ASESMEN FORMATIF
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Instrumen : Pilihan Ganda (Tiga Opsi)
Topik : Unsur-unsur seni rupa
Tes Formatif Seni Budaya (Seni Rupa)
Tes lisan :Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Unsur seni rupa yang pertama yaitu…
a. Titik
b. Garis
c. Bentuk
2. Bentuk berikut ini biasa disebut…
a. Garis
b. Kotak
c. Lingkaran
3. Bentuk berikut ini biasa disebut…
a. Garis
b. Kotak
c. Lingkaran
4. Bentuk berikut ini biasa disebut…
a. Segitiga
b. Kotak
c. Lingkaran
5. Unsur seni rupa yang kedua yaitu…
a. Titik
b. Garis
c. Bentuk
Kunci Jawaban:
1. a
2. c
3. b
4. a
5. b
Penilaian Praktik : Karya Potret Diri Perkembangan Masa Prabagan
Peserta didik membuat karya seni potret diri pada masa prabagan
Penilaian Pada Hasil Karya Peserta didik:
No Aspek Peilaian Nilai
Skala 0-100
1 Pengetahuan
unsur-unsur seni rupa
Alat dan bahan dalam berkarya
2 Keterampilan
Kesesuaian tema yang dipilih
Punguasaan dalam menerapkan unsur-unsur seni rupa dalam melukis
3 Sikap
Mandiri
Kerja sama
Disiplin dan tanggung jawab
Gaya dan sikap percaya diri dalam mengerjakan tugas
Skor 1-100 setiap kriteria penilaian
Penilaian pada proses pembelajaran:
skor
Indikator Bobot Skor Jumlah bobot x skor
1 2 3 4 5
Pemahaman unsur seni rupa
Pemahaman bentuk-bentuk geometris
Proses dalam Berkarya Lukis
Cerita tentang Ide Berkarya
Tanggapan Terhadap Karya peserta didik
lain (Apresiasi)
Kriteria Skor :
5 = sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup
2 = Kurang
1 = Sangat Kurang
Refleksi :
Refleksi Guru Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi
kegiatan pengajaran di kelas.
Apakah peserta didik dapat praktik membuat karya dengan baik?
Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembuatan karya pada masa prabagan?
Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
Daftar Pustaka
Raindriati, Rizki dan Dewi Miranti [Link] Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas 1. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaa, Riset, dan Teknologi.
Sanyoto, S. E. 2010. NIRMANA Elemen-elemen Seni dan Desain. Yogyakarta:
JALASUTRA. [Link]
[Link]
3pMk4uu
[Link]
[Link]