“INTERNET OF THINGS”
Perkembangan teknologi semakin pesat dari waktu ke waktu. Dulu, mungkin kita hanya
bisa berimajinasi atau menonton film-film fiksi sains soal teknologi canggih.
Kini, berbagai peralatan/mesin sudah dilengkapi dengan kecanggihan teknologi yang bisa
memudahkan pekerjaan kita sehari-hari. Mulai dari mobil pintar (smart car) yang bisa jalan
sendiri ke berbagai tujuan tanpa pengemudi manusia, hingga mesin pintar semacam Alexa
yang bisa bersuara mengingatkan Anda untuk melakukan ini-itu sesuai jadwal. Seluruh
teknologi terbaru ini adalah bagian dari Internet of Things.
APA ITU INTERNET OF THINGS???
Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep dimana sebuah objek tertentu memiliki
kemampuan untuk mengirimkan data lewat melalui jaringan dan tanpa adanya interaksi dari
manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.
IoT ini mulai berkembang pesat sejak ketersediaan teknologi nirkabel, micro-
electromechanical systems (MEMS), dan tentu saja, internet.
Internet of Things juga seringkali diidentifikasikan dengan RFID sebagai metode
komunikasi. Tetapi, IoT juga bisa mencakup teknologi-teknologi sensor lainnya seperti teknologi
nirkabel dan kode QR.
APA SAJA KEMAMPUAN DARI IOT???
Adanya IoT saat ini sudah sangat umum sehingga kita seringkali lupa bahwa kita
dikelilingi oleh barang-barang konvensional yang terhubung ke internet. Salah satu contoh
sederhana adalah fungsi ganda smartphone sebagai remote TV atau remote AC.
Seiring berkembangnya teknologi, IoT akan mencakup lebih banyak sisi dari kehidupan
kita. Tentunya, benda sehari-hari yang terhubung ke internet akan memudahkan kehidupan
kita.
IoT adalah hal yang menjadi pondasi smart home atau smart living. Tanpa IoT, benda-
benda seperti smart pet feeder, smart LED strip, IP camera, dan sejenisnya tak akan dapat
digunakan.
CARA KERJA INTERNET OF THINGS
Cara Kerja Internet of Things itu seperti apa? Sebenarnya IoT bekerja dengan
memanfaatkan suatu argumentasi pemrograman, dimana tiap-tiap perintah argumen tersebut
bisa menghasilkan suatu interaksi antar mesin yang telah terhubung secara otomatis tanpa
campur tangan manusia dan tanpa terbatas jarak berapapun jauhnya.
Jadi, Internet di sini menjadi penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut. Lalu di
mana campur tangan manusia? Manusia dalam IoT tugasnya hanyalah menjadi pengatur dan
pengawas dari mesin-mesin yang bekerja secara langsung tersebut.
Adapun tantangan terbesar yang bisa menjadi hambatan dalam mengkonfigurasi IoT
adalah bagaimana menyusun jaringan komunikasinya sendiri.
Mengapa itu menjadi sulit dan problematik? Ini sebenarnya dikarenakan jaringannya
sangatlah kompleks. Selain itu, IoT juga sesungguhnya sangat perlu suatu sistem keamanan
yang cukup ketat. Disamping masalah tersebut, biaya pengembangan IoT yang mahal juga
sering menjadi penyebab kegagalannya. Ujung-ujungnya, pembuatan dan pengembangannya
bisa berakhir gagal produksi.
UNSUR-UNSUR PEMBENTUK IOT
Ada beberapa unsur pembentuk IoT yang mendasar termasuk kecerdasan buatan,
konektivitas, sensor, keterlibatan aktif serta pemakaian perangkat berukuran kecil. Berikut, kami
akan menjelaskan masing-masing unsur pembentuk tersebut dengan singkat:
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI)
IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi “Smart”. Ini berarti IoT bisa
meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan teknologi yang
didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan
pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia.
Konektivitas
Dalam IoT, ada kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan
khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja.
Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala yang jauh
lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil tersebut di antara
perangkat sistem.
Sensor
Sensor ini merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih
lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan
standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif yang
sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.
Keterlibatan Aktif (Active Engagement)
Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif. IoT ini
mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun keterlibatan
layanan.
Perangkat Berukuran Kecil
Perangkat, seperti yang diperkirakan para pakar teknologi, memang menjadi semakin
kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT memanfaatkan perangkat-
perangkat kecil yang dibuat khusus ini agar menghasilkan ketepatan, skalabilitas, dan
fleksibilitas yang baik.
SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Mengingat bahwa IoT ini adalah teknologi canggih yang mampu melakukan transfer data
lewat jaringan dengan interaksi yang mudah, masa depan dari pengembangannya jadi sangat
menjanjikan. Kehidupan manusia sehari-harinya bisa dioptimalkan dan dipermudah dengan
sensor cerdas dan peralatan pintar yang berbasis internet ini.
Awalnya, internet itu sendiri mulai terkenal di tahun 1989. Lalu pada tahun 1990, seorang
peneliti bernama John Romkey membuat suatu perangkat yang kala itu tergolong canggih.
Perangkatnya adalah pemanggang roti yang bisa dinyalakan atau juga dimatikan lewat internet.
Kemudian di tahun 1994, seseorang bernama Steve Mann menciptakan WearCam, dan
pada tahun 1997-nya si Paul Saffo menjelaskan secara singkat mengenai penemuannya soal
teknologi sensor dan masa depannya nanti. Barulah di tahun 1999 Kevin Ashton membuat
konsep Internet of Things. Kevin ini adalah Direktur Auto IDCentre dari MIT.
Di tahun yang sama, yaitu 1999, ditemukan mesin yang sistemnya berbasis Radio
Frequency Identification (RFID) secara global. Nah, penemuan inilah yang jadi awal
kepopuleran dari konsep IoT. Orang-orang, terutama pakar teknologi jadi berlomba-lomba
mengembangkan teknologinya sesuai konsep IoT.
Lalu, di tahun 2000, brand ternama LG mengumumkan rencananya untuk membuat dan
merilis teknologi IoT yaitu lemari pintar. Lemari pintar ini mampu menentukan apakah ada stok
makanan yang perlu diisi ulang dalam lemarinya.
Kemudian, di tahun 2003, FRID yang sebelumnya telah disebutkan, mulai ditempatkan
pada posisi penting dalam masa pengembangan teknologi di Amerika, melalui Program Savi.
Pada tahun yang sama pula, perusahaan ritel raksasa Walmart mulai menyebarkan RFID di
semua cabang tokonya yang tersedia di berbagai belahan dunia.
IoT kembali terkenal di tahun 2005, yaitu pada saat media-media ternama semacam The
Guardian dan Boston Globe mulai mengutip banyak sekali dari artikel ilmiah dan proses
pengembangan IoT. Hingga tahun 2008, berbagai macam perusahaan setuju untuk
meluncurkan IPSO untuk memasarkan penggunaan IP dalam jaringan bagi “Smart Object” yang
juga bertujuan mengaktifkan IoT itu sendiri.
MACAM-MACAM BIDANG PENERAPAN IOT
IoT kini sudah diterapkan di berbagai bidang. Berikut ulasannya:
1. Pertanian
Ada berbagai macam pengaplikasani IoT di sektor pertanian. Beberapa diantaranya
seperti mengumpulkan data soal suhu, curah hujan, kelembaban, kecepatan angin,
serangan hama, dan muatan tanah. Data-data tersebut bisa dipakai buat mengotomatisasi
teknik pertanian.
Kemudian, bisa juga dipakai untuk mengambil keputusan (decision making)
berdasarkan informasi yang ada demi meningkatkan kualitas dan kuantitas, meminimalkan
risiko dan limbah, serta mengurangi upaya yang diperlukan dalam mengelola tanaman.
Sebagai contoh, petani sekarang sudah bisa memantau suhu dan kelembaban tanah
dari jauh, dan bahkan menerapkan data yang diperoleh IoT untuk program pemupukan yang
lebih presisi.
2. Energi
Sejumlah besar perangkat yang memakan energi (semacam switch, outlet listrik,
lampu, televisi, dll.) kini sudah bisa terintegrasi dengan konektivitas internet.
Lalu apa dampaknya? Integrasi itu memungkinkan mesin-mesin ataupun jaringan
untuk berkomunikasi dalam menyeimbangkan pembangkitan listrik serta penggunaan energi
yang lebih hemat maupun efektif.
Perangkat ini juga bisa memungkinkan akses remote control dari pengguna, atau bisa
juga manajemen dari satu pusat lewat interface yang berberbasis cloud. Selain itu, bisa juga
mengaktifkan fungsi semacam penjadwalan (misalnya untuk menyalakan/mematikan mesin
pemanas, mengendalikan oven, mengubah kondisi pencahayaan dari terang menjadi redup
hingga ke gelap, dan lain sebagainya).
Jadi dengan IoT di bidang ini, sistem bisa berkumpul dan bertindak berdasarkan
informasi yang terkait dengan energi dan daya demi meningkatkan efisiensi produksi dan
distribusi listrik.
3. Lingkungan
Aplikasi pemantauan lingkungan dari IOT biasanya pakai sensor dalam membantu
terwujunya perlindungan lingkungan. Contohnya seperti apa? Penerapannya misalnya
dengan memantau kualitas udara atau air, kondisi atmosfer atau tanah, bahkan juga bisa
mencakup pemantauan terhadap satwa liar dan habitatnya.
Tak hanya itu sebenarnya. Bisa juga IoT ini dimanfaatkan dalam penanggulangan
bencana semacam sistem peringatan dini Tsunami atau gempa bumi. Hal ini tentunya bisa
sangat membantu. Perangkat IoT dalam hal ini berarti punya jangkauan geografis yang
sangat luas serta mampu bergerak.
4. Otomatisasi Rumah
Perangkat IoT juga bisa dipakai untuk memantau dan mengontrol sistem mekanis,
elektrik, dan elektronik yang digunakan di berbagai jenis bangunan (misalnya, industri atau
juga rumah Anda sebagai tempat tinggal). Alat atau pengembangan IoT ini juga bisa
memantau penggunaan energi secara real-time untuk mengurangi konsumsi energi. Tak
hanya itu, bahkan bisa juga melakukan pemantauan terhadap para penghuninya.
Contohnya? Begitu Anda masuk ke rumah di malam hari, lampu menyala. Kemudian
begitu Anda masuk ke jadwal tidur, lampu akan mati secara otomatis. Pagi hari, taman Anda
akan disiram air oleh mesin penyiram otomatis. Begitu juga dengan kulkas Anda yang bisa
memesan stok makanan sendiri ketika habis. Semuanya bisa terintegrasi menjadi sistem
rumah pintar.
5. Medik dan Kesehatan
Dalam dunia medik dan kesehatan, IoT akan dikembangkan terus. Bahkan, nanti di
masa yang akan datang, seluruh rekaman kesehatan Anda bisa ditransfer langsung ke
tenaga medis maupun Rumah Sakit. Data-data yang bisa dideteksi dan dikirimkan semacam
detak jantung, tingkat gula dalam darah, dan lain sebagainya. Smartphone/ponsel pribadi
Anda akan jadi alat pemantau kesehatan yang canggih dan tentunya bisa sangat membantu
Anda.
Perangkat IoT yang ada bahkan bisa memberikan peringatan saat kesehatan Anda
menurun atau memberikan saran pengobatan dan bahkan membuat janji temu dengan
dokter.
Sebenarnya beberapa teknologi canggih IoT telah dikembangkan dan diterapkan di
bidang ini. Contohnya, tempat tidur pintar yang bisa otomatis memberitahukan
dokter/perawat ketika pasien hendak bangun dari tempat tidur dll.
Menurut laporan dari Goldman Sachs di tahun 2015, perangkat kesehatan semacam
ini bisa menyelamatkan negara dari anggaran kesehatan yang berlebihan.
6. Transportasi
IoT bisa membantu manusia dalam integrasi komunikasi, kontrol, dan pemrosesan
informasi pada berbagai sistem transportasi yang ada.
Penerapan IoT memang terus-menerus meluas ke berbagai aspek sistem transportasi.
Tak hanya teknologi mesinnya yaitu kendaraan, tetapi juga infrastruktur, serta menyinggung
fungsi pengemudi/penggunanya.
Interaksi dinamis yang terjadi antara komponen-komponen itu berasal dari sebuah
sistem transportasi. Sistem tersebut memungkinkan komunikasi antar dan intra kendaraan,
kontrol lalu lintas yang lebih efektif karena tergolong cerdas, parkir yang lebih cerdas,
manajemen logistik dan armada, kontrol kendaraan, dan juga terkait faktor keselamatan
maupun bantuan di jalan.
INTERNET OF THINGS PDF
Untuk belajar lebih dalam soal IOT dan mengenali apa saja tantangan pengembangannya
bagi manusia, berikut adalah berbagai jurnal IOT dalam bentuk PDF:
1. Understanding the Internet of Things
2. The Internet of Things: How the Next Evolution of the Internet Is Changing Everything
3. Internet of Things: Converging Technologies for Smart Environments and Integrated
Ecosystems
KESIMPULAN
Artikel panduan IOT ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai penyedia web
hosting dan vps Windows murah, yang punya misi membantu Anda sukses di era digital. Kami
kerap membagikan info-info menarik terkini terkait teknologi, khususnya pengembangan
website dan pengembangan bisnisnya.
Jangan lupa subscribe dan meninggalkan komentar Anda jika artikel ini telah membantu
Anda memahami IOT. Selamat mengembangkan diri Anda dan semoga berhasil ya!
Sumber: [Link]
INTERNET OF THINGS (IOT) : PENGERTIAN, MANFAAT, CONTOH, CARA BELAJAR
Internet of Things (IoT) tengah menjadi topik pembicaraan yang semakin hangat di era
revolusi industri 4.0 ini lantaran konsepnya yang tidak hanya memiliki potensi untuk
mempengaruhi lifestyle kita tetapi juga bagaimana kita bekerja.
Lalu apa sebenarnya Internet of Things? Adakah dampak signifikan yang ditimbulkan?
Apakah kamu sudah siap untuk mendalami kompleksitas yang ada di sekitar Internet of Things?
Sebelum menyelam lebih dalam, ada baiknya kamu berpegang pada dasar-dasarnya
terlebih dahulu.
APA ITU INTERNET OF THINGS (IOT) ???
Internet of Things (IoT) adalah konsep komputasi tentang objek sehari-hari yang
terhubung ke internet dan mampu mengidentifikasi diri ke perangkat lain.
Menurut metode identifikasi RFID (Radio Frequency Identification), istilah IoT tergolong
dalam metode komunikasi, meskipun IoT juga dapat mencakup teknologi sensor lainnya,
teknologi nirkabel atau kode QR (Quick Response).
Koneksi Internet adalah hal yang luar biasa, bisa memberi kita segala macam manfaat
yang sebelumnya mungkin sulit untuk didapat. Ambil ponsel kamu sebelum
menjadi smartphone sebagai contoh.
Kamu bisa menelpon dan mengirim pesan teks dengan ponsel lamamu. Tapi, sekarang
kamu bisa membaca buku, menonton film, atau mendengarkan musik lewat smartphone kamu
yang terhubung dengan Internet.
Jadi, Internet of Things sebenarnya adalah konsep yang cukup sederhana, yang artinya
menghubungkan semua objek fisik di kehidupan sehari-hari ke Internet.
PRINSIP INTERNET OF THINGS (IOT)
Istilah “Internet of Things” terdiri atas dua bagian utama yaitu Internet yang mengatur
konektivitas dan Things yang berarti objek atau perangkat.
Secara sederhana, kamu memiliki “Things” yang memiliki kemampuan untuk
mengumpulkan data dan mengirimkannya ke Internet. Data ini dapat diakses oleh “Things”
lainnya juga.
Ada sekitarnya tujuh prinsip dasar yang menopang IoT. Yuk simak penjelasan singkat
masing-masing prinsip di bawah ini.
Big Analog Data
Big Analog Data bisa didapatkan dari berbagai macam sumber yang sifatnya alami seperti
cahaya, sinyal radio, getaran, suhu, dan sebagainya, serta bisa dihasilkan oleh peralatan
mekanis atau elektronik.
Big Analog Data adalah tipe Big Data yang terbesar dan tercepat jika dibandingkan
dengan tipe-tipe Big Data lainnya. Sehingga, dalam banyak hal, Big Data Analog perlu
diperlakukan secara khusus.
Perpetual Connectivity
Perpetual Connectivity merupakan konektivitas yang terus-menerus menghubungkan
perangkat ke Internet. IoT yang selalu terhubung dan aktif dapat memberikan tiga manfaat
utama seperti:
Monitor: Pemantauan berkelanjutan yang memberikan pengetahuan berisi informasi real
time tentang penggunaan suatu produk atau pengguna di lingkungan industri.
Maintain: Pemantauan berkelanjutan memungkinkan kita untuk melakukan peningkatan atau
tindakan-tindakan tertentu sesuai dengan kebutuhan.
Motivate: Konektivitas yang konstan dan berkelanjutan dengan konsumen atau pekerja
memungkinkan pelaku usaha atau pemilik organisasi untuk memotivasi orang lain membeli
produk, mengambil tindakan, dan sebagainya.
Really Real Time
Definisi real time untuk IoT berbeda dari definisi real time pada umumnya. Real
time sebenarnya dimulai dari sensor atau saat data diperoleh. Real time untuk IoT tidak dimulai
ketika data mengenai switch jaringan atau sistem komputer.
The Spectrum of Insight
“Spectrum of Insight” berasal dari data IoT yang berkaitan dengan posisinya dalam lima
fase data flow yaitu real time, in motion (bergerak), early life, at rest (saat istirahat), dan arsip.
Masih berhubungan dengan poin sebelumnya tentang real time pada IoT, real
time diperlukan untuk menentukan respons langsung dari sistem kontrol.
Di ujung lain dari spektrum, data yang diarsipkan di pusat data atau cloud dapat diambil
untuk analisis komparatif terhadap data yang lebih baru.
Immediacy Versus Depth
Dengan berbekal komputer dan solusi IoT di era digital ini, akan ada pertukaran antara
kecepatan dan kedalaman yang kita dapatkan.
Artinya, seseorang bisa langsung mendapatkan “Time-to-Insight” pada analitik yang
belum sempurna seperti perbandingan suhu atau transformasi Fourier cepat untuk menentukan
apakah memutar roda pada trem akan menyebabkan kecelakaan.
Time (waktu) di sini dibutuhkan untuk mendapatkan insight (wawasan) yang mendalam
tentang suatu data. Data yang dikumpulkan membutuhkan waktu yang lama untuk dianalisis
dan sejumlah besar perangkat komputer back-end.
Shift Left
Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, untuk mendapatkan wawasan yang
cepat dan menyeluruh tergolong sangat sulit.
Namun, beberapa insinyur berhasil mengatasi kesulitan itu dan mendapatkannya.
Fenomena ini disebut dengan “The Genius of the AND”.
Drive untuk mendapatkan wawasan tersebut akan menghasilkan komputasi dan analisis
data canggih yang biasanya disediakan untuk cloud atau pusat data.
The Next V
Big Data biasanya ditandai dengan “V” yaitu Volume, Velocity, Variety, dan Value. The
next V yang dimaksud adalah Visibility. Ketika data dikumpulkan, para ilmuwan data di seluruh
dunia harus bisa melihat dan mengaksesnya sesuai kebutuhan.
Visibilitas menawarkan kemudahan yang menjadikan pengguna tidak harus mentransfer
sejumlah besar data ke orang atau lokasi yang jauh.
MANFAAT INTERNET OF THINGS (IOT)
Beberapa manfaat IoT mungkin tidak terlalu kentara, tetapi bukan berarti tidak bisa
dirasakan. Di bawah ini adalah tiga manfaat utama yang akan kamu dapatkan langsung dari
IoT:
Konektivitas
Di era digital ini, kamu bisa mengucapkan selamat tinggal pada era pengoperasian
perangkat secara manual. Dengan IoT, kamu bisa mengoperasikan banyak hal dari satu
perangkat, misalnya smartphone.
Efisiensi
Dengan adanya peningkatan pada konektivitas, berarti terdapat penurunan jumlah waktu
yang biasanya dihabiskan untuk melakukan tugas yang sama.
Misalnya, asisten suara seperti Apple’s Homepod atau Amazon’s Alexa dapat
memberikan jawaban atas pertanyaan tanpa kamu perlu mengangkat telepon atau
menghidupkan komputer.
Kemudahan
Perangkat IoT seperti smartphone kini mulai menjadi perangkat yang biasa dimiliki oleh
sebagian besar orang.
Misalnya smart refrigerator dan Amazon Dash Button yang memudahkan kamu untuk
menyusun ulang item dengan hanya satu atau dua tindakan yang menunjukkan persetujuan
kamu.
CONTOH PERANGKAT IOT
Saat ini, produksi dan penggunaan perangkat Internet of Things meningkat sangat pesat.
Perangkat IoT pada dasarnya meliputi laptop, smartphone, smart gadget, smartwatch, dan
banyak lagi.
Berikut ini adalah contoh perangkat IoT lain yang sudah banyak digunakan di era digital.
Nest Smart Thermostat
Nest adalah termostat yang terhubung ke internet. Nest mampu mempelajari rutinitas kamu dan
secara otomatis akan menyesuaikan suhu ketika kamu berada di rumah atau di luar, bangun
atau tidur, panas atau dingin.
Nest akan membuat rumah kamu lebih efisien dan membantu kamu menghemat tagihan
pemanas dan pendingin. Aplikasi seluler memungkinkan kamu untuk mengedit jadwal,
mengubah suhu ketika kamu sedang tidak di rumah.
August Smart Lock
Dengan perangkat smart lock, kamu tidak perlu lagi sebuah kunci karena kunci akan terbuka
secara otomatis ketika kamu tiba di rumah dan mengunci ketika kamu menutup pintu.
Kamu juga bisa memberikan kunci tamu kepada teman atau asisten rumah tangga dan
mengatur waktu expire ketika kamu tidak lagi ingin memberikan akses ke rumah kamu.
Automatic Car Tracking Adapter
Automatic Car Tracking Adapter bisa melacak informasi tentang mobil kamu dengan
menggunakan adaptor dalam mobil. Perangkat ini melacak jarak tempuh, penggerak jam, biaya
bahan bakar, efisiensi bahan bakar, lokasi, dan sebagainya.
Kamu bisa menghubungkannya dengan aplikasi lain untuk mendapatkan manfaat lebih. Banyak
kendaraan di era ini yang sudah memiliki kemampuan IoT sehingga pemilik bisa memantau
lebih lanjut.
Belajar Pemrograman IoT
Sebelum kamu memutuskan untuk belajar pemrograman Internet of Things (IoT), yuk, simak
dulu tips-tips di bawah ini.
Memiliki Pemahaman Lebih Tentang Sensor
Tidak seperti developer pada umumnya, kamu yang tertarik dengan pemrograman di ruang IoT
harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang sensor dan komunikasi nirkabel.
Selain komputasi, IoT akan membawa kamu ke dunia teknik mesin dan sipil saat sensor
mengumpulkan data fisik. Untuk itu, akan lebih baik lagi jika developer IoT memiliki latar
belakang ilmu komputer dan teknik.
Belajar JavaScript atau Phyton
Kamu perlu menguasai bahasa berbasis web untuk back-end pemrosesan data sebelum
mengejar karir sebagai developer IoT. JavaScript adalah bahasa yang ideal untuk memproses
data baru dari perangkat dan memicu tindakan pada perangkat itu sendiri.
Selain itu, Python juga dianggap sebagai bahasa pemrograman umum yang wajib dikuasai
terlebih dahulu sebelum memasuki dunia IoT, dibarengi dengan beberapa perangkat yang
kompatibel dengan Windows IoT.
Bermain dengan Raspberry Pi
Untuk kamu yang tidak memiliki gelar ilmu komputer, kamu bisa mengasah kemampuan kamu
dengan menyelesaikan proyek pada Raspberry Pi.
For your information, Raspberry Pi adalah komputer kecil yang sangat murah, dan sering
digunakan sebagai media untuk menyelesaikan proyek IoT. Proyek IoT pada Raspberry Pi
merupakan cara yang bagus untuk belajar bagaimana menyatukan rangkaian sederhana, dan
menghubungkan rangkaian itu dengan perangkat lunak.
Menyatukan beberapa proyek demo sederhana, membuat, dan mengeksekusi beberapa proyek
IoT adalah cara yang bagus untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki inisiatif dan
pengetahuan untuk mendalami pemrograman IoT.
Sumber: [Link]
“APA ITU IOT???”
Teknologi IoT adalah konsep perangkat yang mampu mentransfer data tanpa perlu
terhubung dengan manusia, melainkan internet sebagai medianya. Sederhananya manusia
tidak perlu mengontrol benda/perangkat IoT tersebut secara langsung. dengan teknologi IoT
manusia bisa mengontrol benda tersebut dari jarak jauh. IoT juga mendorong perkembangan
big data dan penggunaan data center di Indonesia saat ini dan masa yang akan datang
Siswa saat ini dapat menggunakan semua teknologi yang tersedia bagi mereka, termasuk
layanan yang menyediakan layanan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tertulis. Salah
satunya adalah layanan [Link] ini, yang digunakan ketika ingin memesan essay,
term paper, ijazah dan lain-lain.
“Dimitrios Serpanos” dalam bukunya “Internet-of-Things (IoT)Systems Architectures,
Algorithms, Methodologies” menjelaskan:
IoT telah menjadi tren diberbagai bidang industri dan bidang-bidang lainya.
IoT Muncul sebagai teknologi penting dengan aplikasi di banyak bidang.
IoT berakar pada beberapa teknologi sebelumnya seperti informasi yang terdapat pada
sistem, jaringan sensor, dan komputasi tertanam.
Perangkat IoT saling terhubung bersama untuk membentuk system dengan tujuan khusus.
Sumber: [Link]