0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan10 halaman

Keamanan Rumah IoT dengan NodeMCU ESP8266

Teknologi Internet of Things (IoT) diterapkan untuk membuat sistem keamanan rumah pintar yang dapat mengunci pintu secara otomatis, mendeteksi gerakan, dan memantau suhu menggunakan sensor RFID, PIR, dan DHT11 yang terhubung ke NodeMCU ESP8266. Sistem ini dapat memberikan notifikasi kepada pemilik rumah melalui aplikasi Blynk jika terjadi kondisi tidak normal."

Diunggah oleh

satriaaji465
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan10 halaman

Keamanan Rumah IoT dengan NodeMCU ESP8266

Teknologi Internet of Things (IoT) diterapkan untuk membuat sistem keamanan rumah pintar yang dapat mengunci pintu secara otomatis, mendeteksi gerakan, dan memantau suhu menggunakan sensor RFID, PIR, dan DHT11 yang terhubung ke NodeMCU ESP8266. Sistem ini dapat memberikan notifikasi kepada pemilik rumah melalui aplikasi Blynk jika terjadi kondisi tidak normal."

Diunggah oleh

satriaaji465
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

Teknologi IoT pada Keamanan Rumah Menggunakan


Kombinasi Sensor Berbasis NodeMCU ESP8266
Purnama Aji Korien dan Imam Purwanto

Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100 Depok
E-mail: purnamakorien@[Link], imampur@sta.[Link]

Abstrak
Internet of Things (IoT) adalah bidang penelitian yang memiliki potensi besar untuk
meningkatkan kualitas hidup melalui penggunaan sensor cerdas dan perangkat pintar yang
saling berinteraksi melalui jaringan internet. Pemanfaatan IoT juga bisa diterapkan pada
sistem keamanan khususnya pada rumah. Seperti yang diketahui tingkat pencurian pada
rumah masih cukup tinggi, selain itu juga dari kemungkinan yang tidak terduga seperti hal-
nya kebakaran pada rumah juga dapat terjadi. Umumnya sistem yang digunakan pada rumah
masih konvensional sehingga mudah dibobol oleh seseorang, alat ini dirancang untuk men-
gatasi permasalahan tersebut. NodeMCU ESP8266, RFID, PIR, DHT11, dan Blynk menjadi
komponen utama dalam perancangan sistem ini. Hasil dari penelitian ini berupa purwarupa
sistem keamanan yang dibuat dalam miniatur menyerupai rumah yang dapat mengunci pintu,
mendeteksi seseorang di sekitar rumah, membaca suhu ruangan jika terjadi peningkatan suhu
tidak normal yang melebihi 32o C dan menghasilkan keluaran pada LCD, Buzzer, dan LED
serta mengirimkan pesan notikasi berupa peringatan pada smartphone pemilik rumah.
Kata kunci : RFID , NodeMCU ESP8266, DHT11, PIR, Blynk.

Pendahuluan berharga dari pemilik rumah.[4] Rumah terkadang


akan kosong karena ditinggal oleh penghuninya baik
Internet of Things (IoT) adalah suatu bidang itu karena ditinggal pergi bekerja, pergi berlibur
penelitian yang menunjukkan potensi yang sangat atau kegiatan yang lainnya. Hal ini membuat kea-
menjanjikan dalam memaksimalkan kualitas hidup manan pada rumah merupakan aspek yang penting
melalui penggunaan sensor cerdas dan perangkat untuk tetap menjaga keamanan dari rumah terse-
pintar yang saling berinteraksi melalui jaringan in- but.
ternet.[1] IoT (Internet of Things ) memungkinkan
pengguna untuk mengelola dan mengoptimalkan Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh
perangkat elektronik serta peralatan listrik yang Badan Pusat Statistik pada tahun 2015, ter-
terhubung melalui internet. [2] Tren penggunaan catat bahwa terdapat 1.628.634 kasus pencurian
IoT di masa seperti sekarang sangatlah dibutuhkan dan pencurian dengan kekerasan di rumah ting-
mengingat kebutuhan manusia yang sangat lekat gal. Dari setiap 100.000 orang, sekitar 140 orang
dengan Internet. Internet bukan hanya sebagai di antaranya memiliki risiko menjadi korban ke-
sarana untuk mentransfer data, tetapi juga diman- jahatan. Kondisi ini menimbulkan kekhawati-
faatkan untuk sistem pemantauan dan otomasi. ran di kalangan masyarakat, terutama ketika
Salah satu produk teknologi internet adalah WiFi mereka akan meninggalkan rumah tanpa penghuni,
(Wireless Fidelity ), yang hampir digunakan pada mengingat frekuensi kejadian tindak kejahatan oleh
semua perangkat elektronik saat ini. NodeMCU para pencuri.[5] Maraknya kasus pencurian saat
merupakan salah satu modul mikrokontroler yang rumah dalam keadaan kosong menjadi pertimban-
menggunakan teknologi WiFi. Kegunaannya yang gan serius yang tidak boleh diabaikan. Oleh
praktis membuat NodeMCU sering dipakai dalam karena itu, keamanan rumah menjadi hal yang san-
berbagai proyek elektronika.[3] gat penting. Ada banyak cara yang dapat di-
Rumah bisa diartikan sebagai tempat ting- lakukan untuk menciptakan keamanan rumah, ter-
gal, tempat berlindung, tempat beristirahat dari masuk saat meninggalkan rumah dalam keadaan
lelahnya bekerja maupun bepergian setelah melak- kosong. Salah satu alat yang sering digunakan se-
sanakan tugas atau pekerjaan. Selain itu, rumah bagai sistem keamanan rumah adalah CCTV. Na-
dapat dijadikan tempat penyimpanan barang mun, CCTV memiliki kekurangan karena belum

DOI : [Link]

527
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

mampu memberikan pemberitahuan secara real- nya maka muncul sebuah ide untuk penelitian ini
time.[6] Pencurian terhadap rumah masih menjadi dengan membuat sistem keamanan rumah yang da-
momok menakutkan bagi pemilik rumah terlebih pat membantu mengamankan pintu dan mengawasi
jika banyak barang berharga di dalamnya. Selain rumah dari kemungkinan pencurian maupun ke-
itu, kasus kebakaran juga dapat terjadi di berba- bakaran serta memudahkan penghuni untuk me-
gai tempat, baik itu gedung-gedung maupun pe- mantau kondisi rumah dari jarak jauh melalui
rumahan. Untuk mencegah kebakaran yang terjadi smartphone pada aplikasi Blynk. Dalam pener-
secara tak terduga, diperlukan pengamanan yang apannya RFID dan solenoid doorlock berfungsi
tepat.[7] Kebakaran juga menjadi aspek penting mengamankan pintu rumah, sensor PIR sebagai
dalam keamanan rumah karena juga bisa merusak pendeteksi ketika ada seseorang yang berusaha ma-
seisi rumah. suk melalui jendela dan sensor DHT11 sebagai pe-
Rumah pada umumnya masih menggunakan sis- mantau suhu di dalam rumah. Kenyamanan suhu
tem keamanan konvensional sebagai pengamannya. pada iklim tropis lembab yang suhu rata-ratanya
Keamanan rumah konvensional dianggap kurang cukup tinggi antara 27°C hingga 32°C, dan suhu
memadai untuk memberikan rasa aman kepada 24°C sudah terasa sejuk.[10] Maka jika suhu lebih
pemilik rumah. Hal ini dikarenakan pencuri, baik dari 32°C dapat dipastikan suhu sudah melewati
yang profesional maupun yang bukan, dapat den- batas normal dan besaran inilah yang digunakan
gan mudah membobol tanpa menimbulkan kecuri- sebagai trigger pada sensor DHT11. Pada alat
gaan dari penghuni sekitar saat rumah kosong.[8] ini memiliki keluaran yang berupa solenoid door-
Keamanan rumah dengan sistem konvensional ini lock yang aktif sesuai masukan dari RFID, untuk
masih rentan untuk ditembus dengan cara mendu- peringatan seperti bunyi dan cahaya terang dikelu-
plikasi bentuk anak kunci. arkan oleh buzzer dan LED serta peringatan dan in-
Perkembangan teknologi yang cukup pesat formasi berupa teks akan ditampilkan melalui LCD
ini juga dapat mempengaruhi sektor keamanan dan aplikasi Blynk.
khususnya keamanan rumah, inovasi yang lebih
modern dapat diterapkan seperti pintu digital yang
dapat mengunci atau membuka kunci pintu tanpa Metode Penelitian
memerlukan kunci sik.
Pada penelitian ini, terdapat metode-metode
Untuk mengatasi semua permasalahan yang ter-
penelitian yang digunakan antara lain :
jadi dalam keamanan rumah, maka dibuatlah alat
berbasiskan sistem tertanam yang menggabungkan
1. Perancangan Alat
beberapa sensor untuk memberikan keamanan lebih
pada rumah. Serta penerapan teknologi IoT pada 2. Uji Coba Alat
penelitian ini dimanfaatkan untuk memantau se-
cara jarak jauh kondisi rumah baik itu kondisi 3. Implementasi Alat
pintu, jendela maupun suhu di dalam rumah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
Gambaran Umum
pada tahun tahun 2023, komponen utama yang
digunakan mencakup push button, NodeMCU Penerapan IoT pada keamanan rumah berfungsi
ESP32, sensor RFID, sensor magnetik, sensor suhu, untuk menunjang keamanan pada rumah. Selain
buzzer, relay, dan solenoid doorlock dan hasil pen- itu, pemantauan keadaan keamanan rumah juga
gujian menunjukkan alat tersebut beroperasi den- memungkinkan untuk dapat dilihat melalui aplikasi
gan baik sesuai dengan fungsi yang telah dite- pada smartphone milik penghuni rumah yang dapat
tapkan, solenoid doorlock dapat membuka dan diakses dari jarak jauh sekalipun.
menutup kunci pintu secara efektif ketika diak- Berdasarkan pada Gambar 1, data masukan
ses melalui interface Blynk. Uji sensor RFID diperoleh dari beberapa komponen sensor yaitu
berhasil membedakan kartu RFID yang asli dari RFID, PIR, dan DHT11 yang memiliki peran
yang tidak, memungkinkan alat untuk membuka dan fungsi masing-masing. Untuk keluaran di-
kunci ketika kartu RFID yang sah digunakan. Pen- hasilkan oleh beberapa komponen yaitu LED,
gujian sensor magnetik menunjukkan bahwa buzzer Buzzer, dan LCD sebagai media penampil in-
akan berbunyi apabila switch dan sensor terpisah formasi serta peringatan serta Solenoid Doorlock
pada jarak lebih dari 2 cm. [5]. berperan sebagai penggerak dan pengaman pintu.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 Data masukan yang diterima oleh sensor kemudian
berhasil mengimplementasikan Sensor RFID dan diproses oleh NodeMCU ESP8266 yang berperan
touch sensor untuk mengendalikan pembukaan sebagai mikrokontroler atau bisa juga disebut se-
kunci pintu. Solenoid door lock mampu mem- bagai otak dari pemrosesan data data masukan
buka pintu dan melepaskan kunci selama 5 detik tersebut. Selanjutnya NodeMCU ESP8266 akan
berdasarkan perintah yang sebelumnya dikirim oleh memproses data masukan yang telah diterima oleh
sensor RFID dan touch sensor. Setelah itu, pintu sensor agar dapat menghasilkan keluaran. Kelu-
akan ditutup dan dikunci secara otomatis. [9]. aran yang dihasilkan berupa kondisi Solenoid Door-
Berdasarkan penelitian yang telah ada sebelum- lock yang aktif berdasarkan hasil masukan dari

528
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

RFID, dan untuk keluaran dari LED, Buzzer, dan blok output menjelaskan tentang keluaran yang di-
LCD akan keluar berdasarkan data masukan yang hasilkan dari blok input. Komponen input dari alat
diterima oleh sensor PIR yang mendeteksi ke- ini yaitu RFID, Sensor DHT11, dan Sensor PIR
beradaan seseorang di sekitar jendela serta sen- yang sama sama menggunakan pin GND dan VCC
sor DHT11 yang membaca suhu ruangan. Selu- +3,3V sebagai catu dayanya. Untuk RFID meng-
ruh data keluaran tersebut keluar sesuai den- gunakan pin D3 sampai D8 pada NodeMCU, lalu
gan program yang telah dirancang sebelumnya DHT11 menggunakan pin RX dan PIR menggu-
dan ditanamkan pada NodeMCU ESP8266. Un- nakan pin D0. Masukan yang diterima oleh sensor
tuk mikrokontroler NodeMCU ESP8266 ini telah sensor tersebut akan berpengaruh terhadap proses
dibekali dengan kemampuan untuk terkoneksi den- dan keluaran dari alat ini, lihat Gambar 2.
gan internet sehingga dapat terhubung antara alat
dengan apllikasi Blynk yang terdapat pada smart-
phone milik penghuni. Selain itu Blynk juga
berperan sebagai keluaran karena fungsinya yang
dapat menampilkan informasi dan peringatan pada
smartphone penghuni pada kondisi jarak jauh. Se-
lain dikeluarkan menuju komponen komponen pada
alat, data masukan yang telah diproses juga akan
dikirimkan oleh NodeMCU ESP8266 menuju ap-
likasi Blynk, data yang muncul pada aplikasi Blynk
antara lain besaran suhu ruangan serta bilah noti-
kasi.

Gambar 2: Blok Diagram

Terdapat 2 buah RFID pada alat ini dan dile-


takkan di bagian dalam dan luar rumah, RFID
akan membaca data pada Kartu ID. Jika ID kartu
terdaftar, maka izin akses masuk akan diberikan
dan pintu dapat dibuka. Kemudian Sensor PIR
berfungsi untuk mendeteksi keadaan sekitar jen-
dela. Jika ada seseorang yang mencoba masuk
melalui jendela, sensor ini akan memberikan re-
spons. Sensor DHT berfungsi untuk membaca suhu
di dalam rumah. Jika suhu melebihi batas nor-
mal atau mencapai 33°C atau lebih, sensor ini akan
melanjutkan menuju blok proses dan blok output.
Pada blok proses terjadi adanya pengolahan data
masukan yang telah diinput dan diubah menjadi
sebuah keluaran.
Dalam blok proses hanya terdiri sebuah
Gambar 1: Gambaran Umum
mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang sebelum-
nya telah diberikan program Arduino IDE agar da-
pat mengolah data-data masukkan yang telah diter-
ima agar dapat diteruskan menjadi keluaran yang
ditentukan. NodeMCU ESP8266 menjadi jenis
Perancangan Alat
mikrokontroler yang digunakan karena memiliki ke-
Pada tahap perancangan alat terdiri dari pembu- mampuan mengakses internet maka dimungkinkan
atan blok diagram yang setiap bloknya memiliki juga untuk menghasilkan keluaran untuk jarak yang
fungsi dan spesikasi sesuai tujuan alat kemudian cukup jauh asalkan terhubung dengan koneksi in-
tiap bloknya dihubungkan agar terbentuk sistem ternet. Blok output menjadi sebuah blok yang di-
dari alat yang diinginkan. Terdapat 3 blok yang mana berisi hasil keluaran dari proses sebelumnya.
digunakan pada perancangan ini yaitu blok input, Untuk keluaran yang berupa perangkat keras yaitu
blok proses, dan blok output. Blok input menje- layar LCD yang berfungsi untuk menampilkan in-
laskan masukan yang akan digunakan dan didap- formasi suhu, keterangan akses, serta peringatan,
atkan dari RFID, DHT11, dan PIR. Selanjutnya PCF8574 yang berfungsi sebagai penambah pin dig-
untuk blok proses menjelaskan tentang pemrosesan ital yang digunakan untuk memberikan sinyal pada
data yang telah didapat dari blok input. Lalu pada Module Relay yang berfungsi sebagai saklar untuk

529
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

3 komponen keluaran yakni pada pin IN1 untuk Solenoid terhuubung pada Module Relay sekaligus
Solenoid dan pada pin IN2 untuk Buzzer serta LED pin P0 pada PCF8574, untuk Buzzer dan LED ter-
yang akan aktif tergantung dari data yang diproses. hubung dengan pin P1 pada PCF8574. Dan LCD
LED menggunakan +12V DC sebagai catu dayanya terhubung dengan pin SDA dan SCL yang tersedia
dan untuk Module Relay menggunakan +5V DC pada PCF8574.
yang didapat dari pin VU sebagai catu dayanya.

Gambar 3: Diagram Alur

Diagram Alur akhiri. Namun, jika alat terhubung dengan Adap-


tor, alat akan aktif dan melanjutkan ke tahap
berikutnya. Tahap berikutnya adalah keputusan
Diagram (Gambar 3) alur ini digunakan untuk men-
untuk memeriksa apakah alat terhubung dengan
jelaskan cara kerja dari alat ini, mulai dari ak-
jaringan internet atau tidak. Jika tidak terhubung,
tivasi alat hingga mendapatkan keluaran. Tahap
program akan terus mengulang sampai kondisi ter-
pertama adalah sebuah keputusan yang memeriksa
penuhi. Setelah itu, dilakukan tahap inisialisasi
apakah alat terhubung dengan Adaptor atau tidak.
program yang berfungsi untuk mengaktifkan semua
Jika tidak terhubung, maka secara otomatis alat
komponen rangkaian yang digunakan. Selanjutnya,
tidak akan berfungsi dan program alat akan di-

530
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

RFID akan membaca kartu ID dan dilakukan kepu- peringatan suhu ruangan tidak normal pada LCD
tusan untuk memeriksa apakah kartu ID tersebut dan Blynk, disertai dengan bunyi Buzzer dan LED
terdaftar atau tidak. Jika iya, LCD dan Blynk akan yang aktif. Jika suhu normal, alat akan melan-
menampilkan pesan akses diterima, Module Relay jutkan ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya
akan mengaktifkan Solenoid, Buzzer, dan LED. Na- adalah input dari Sensor PIR yang mendeteksi
mun, jika tidak, LCD dan Blynk akan menampilkan keadaan di sekitar jendela. Dilakukan keputusan
pesan akses ditolak, Solenoid tidak akan mengak- untuk memeriksa apakah Sensor PIR mendeteksi
tifkan pintu, dan Buzzer serta LED akan tetap ak- adanya seseorang atau tidak. Jika iya, akan muncul
tif. peringatan bahwa ada seseorang yang mengakses
Berdasarkan Gambar 4, selanjutnya, input dari jendela pada LCD dan Blynk, disertai dengan bunyi
Sensor DHT11 yang membaca suhu ruangan akan Buzzer dan LED yang aktif. Namun, jika tidak ter-
ditampilkan pada LCD dan Blynk. Dilakukan kepu- deteksi adanya seseorang, program akan mengulang
tusan untuk memeriksa apakah suhu ruangan men- hingga kondisi terpenuhi.
capai atau melebihi 33 °C. Jika iya, akan muncul

Gambar 4: Rangkaian Secara Keseluruhan

Hasil dan Pembahasan daan jika dibandingkan dengan Tabel 1 walaupun


metode dan cara yang dilakukan sama.
Pada bagian ini berisi tentang hasil dari pengujian
setiap sensor yang berupa data hasil pengujian yang
dihasilkan dari uji coba yang dilakukan, serta men-
Hasil Pengujian Sensor DHT11
ganalisa hasil data dari uji coba.

Pada bagian ini Sensor DHT11 diuji dalam


mengambil data besaran suhu yang terdapat di
Hasil Pengujian RFID RC522
dalam rumah agar dapat mengklasikasikan apakah
RFID Mifare RC522 diuji dengan beberapa kondisi suhu ruangan masih dalam batas normal ataupun
seperti posisi tap dan jarak kartu tertentu untuk sudah melebihi batas normal.
mengetahui bagaimana respon dari alat itu sendiri Berdasarkan Tabel 3, menurut Budhyowati [8]
untuk dianalisa. kenyamanan termal mencakup kondisi di mana
Pada Tabel 1, dijelaskan terdapat beberapa kon- seseorang merasa nyaman secara psikologis, si-
disi percobaan untuk penempelan kartu ID terdaf- ologis, dan dalam pola perilaku saat beraktivitas
tar, baik untuk posisi maupun jarak dari penem- dalam suhu tertentu di lingkungan. Ini berarti
pelannya. Untuk jarak penempelan antara kartu ID suhu udara tidak terlalu panas atau terlalu din-
dengan RFID mulai dari 0,5cm, 1cm, 2cm, dan 3cm gin. Dalam teori, manusia memiliki kemampuan
dengan posisi kartu horizontal, vertical, serta mir- untuk beradaptasi dengan perubahan suhu dalam
ing tak beraturan. Serta untuk mengetahui ketika tiga kategori, yaitu adaptasi pola perilaku, adap-
kartu ID dapat terbaca atau tidak akan meng- tasi siologis, dan adaptasi psikologis. Kenaikan
hasilkan keluaran seperti apa. suhu dalam sebuah ruangan dapat disebabkan oleh
Untuk Tabel 2, pengujiannya sama seperti yang beberapa sumber panas, seperti panas alami dari
dilakukan pada Tabel 1 dengan kartu ID terdaftar, sinar matahari dan panas bumi, sumber panas biol-
hanya saja untuk penggunaan kartu ID pada Tabel ogis seperti manusia dan hewan, serta sumber panas
2 ini menggunakan kartu ID yang berbeda dan tidak mekanik dan listrik seperti mesin, lampu, dan per-
terdaftar sehingga untuk hasilnya terdapat perbe- alatan.

531
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

akan mengakses jendela.


Tabel 1: Hasil Pengujian RFID dengan Kartu ID
Terdaftar

Tabel 2: Hasil Pengujian RFID dengan Kartu ID


Tidak Terdaftar

Tabel 3: Standar Kenyamanan Termal


Pada Tabel 4 berisi tentang hasil dari pengu-
jian Sensor DHT11 untuk setiap besaran suhunya
mulai dari 24°C hingga 33°C, Sensor DHT11 da-
pat menangkap setiap besaran suhunya dan mengir-
imkan data tersebut ke mikrokontroler dan meng-
hasilkan bentuk bentuk keluaran sesuai dengan pro-
gram yang telah ditanamkan pada mikrokontroler.
Untuk suhu 24°C hingga 32°C masih dalam kat-
egori normal sehingga keluaran yang dihasilkan
Tabel 4: Hasil Pembacaan Suhu ruangan dengan
hanyalah sebuah informasi, sedangkan pada suhu
Sensor DHT11
33°C atau lebih sudah masuk dalam kategori tidak
normal sehingga keluaran yang dihasilkan selain in-
formasi suhu juga adanya sebuah peringatan yang
dihasilkan dari suara buzzer dan juga cahaya LED.

Hasil Pengujian Sensor PIR

Pada bagian ini berisi hasil pengujian dari Sensor


PIR atau Passive Infra Red yang dimana fungsinya
adalah menangkap sinyal infrared yang dipancar-
kan oleh suatu obyek. Pengujian dilakukan untuk
mengetahui seberapa jauh sensor ini dapat mende-
teksi kondisi-kondisi seperti adanya seseorang yang

532
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

Tabel 5: Hasil Pendeteksian Obyek oleh Sensor PIR Tabel 6: Hasil uji Pembacaan RFID

Pada tabel 5 berisi hasil pendeteksian dari Sen-


sor PIR, terdapat beberapa kondisi dalam men-
guji pendeteksian ini yakni dengan menggunakan
jarak baca 1-5 cm, 6-10 cm, dan 11-20 cm. Jarak
tersebut digunakan karena disesuaikan dengan ke-
butuhan ukuran jendela maupun objek yang akan
dideteksi.

Hasil Pengujian Alat Secara Keselu-


ruhan

Pada bagian ini berisi seluruh hasil pengujian dari


alat setelah bekerja, seluruh bentuk data masukan
dari sensor serta bentuk keluaran dari komponen
yang ada diambil untuk dianalisa agar dapat dike-
tahui alat telah bekerja sesuai dengan keinginan
Penulis.

Pada Gambar 6 memperlihatkan tampilan noti-


kasi dan juga tampilan informasi pada LCD 20x4
ketika RFID ditempelkan oleh Kartu ID, Kartu ID
yang digunakan pada Gambar 6 adalah Kartu ID
yang telah terdaftar sehingga notikasi dan infor-
masinya sesuai yaitu akses masuknya diterima dan
pintu dapat dibuka.

Pada Tabel 7, telah dilakukan percobaan dengan


Gambar 5: Tampak Luar Alat Keseluruhan memberikan Sensor DHT11 beberapa kondisi be-
saran suhu mulai dari 28°C, 29°C, 32°C, hingga suhu
33°C guna menguji pembacaan dari sensor terse-
but, Sensor DHT11 dapat membaca tiap besaran
Pada Gambar 5 adalah bentuk hasil akhir per-
temperatur dalam setiap pengujiannya dan dapat
ancangan alat ini. Berbentuk menyerupai sebuah
menghasilkan keluaran pada kondisi tertentu yakni
rumah yang terdapat sebuah pintu dan sebuah jen-
temperatur yang melebihi 32°C dan hal ini sudah
dela. Terdapat RFID RC-522 yang terletak per-
sesuai dengan yang penulis harapkan.
sis di sebelah pintu serta Sensor PIR yang terletak
di atas jendela. Selain itu juga terdapat LED dan
Buzzer yang berperan sebagai pemberi peringatan
yang terletak di bagian depan rumah. Diantara Tabel 7: Hasil Uji Pembacaan Sensor DHT11
LED dan Buzzer terdapat sebuah LCD berukuran
20x4.
Tabel 6 menjelaskan bahwa percobaan di-
lakukan sebanyak 10 kali guna mendapatkan angka
keberhasilan pembacaan dari RFID ini. Kartu
terdaftar di tempelkan pada permukaan RFID se-
banyak 10 kali dengan rentang jarak antara per-
mukaan yang sama pada setiap percobaannya.

533
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

Gambar 6: Tampilan Peringatan dari RFID RC-522

Gambar 7: Tampilan Peringatan dari Sensor DHT11

Untuk Gambar 7 terdapat tampilan peringatan berdasarkan pengujian tersebut telah sesuai yang
yang muncul baik pada aplikasi Blynk dan juga telah diharapkan oleh penulis.
pada LCD 20x4, selain itu peringatan juga muncul
dalam bentuk keluaran Cahaya LED serta bunyi
Buzzer yang cukup menarik perhatian orang di sek-
itar. Keluaran ini bisa dihasilkan dari data yang Gambar 8 menjelaskan keluaran yang dihasilkan
diterima dari Sensor DHT11 yaitu besaran suhu di dan ditampilkan pada aplikasi Blynk dan LCD
dalam ruangan yang ketika suhu sudah diatas am- 20x4. Keluaran ini dihasilkan ketika Sensor
bang normal maka akan muncul keluaran seperti PIR menangkap adanya objek yang mendekat
yang terdapat pada Gambar 7. berdasarkan parameter yang telah dirancang
melalui program sehingga peringatan ini hanya
Berdasarkan Tabel 8, telah dilakukan pengujian akan muncul ketika objek sudah mendekat dengan
Sensor PIR yang berperan mendeteksi seseorang jendela, untuk kasus ini penulis membuat parame-
di sekitar jendela, pengujian ini dilakukan guna ter jika jarak objek sedekat 1-5cm maka peringatan
menganalisa hasil masukan dari Sensor PIR dan akan muncul.

534
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

lakukan seluruh komponen baik itu komponen kelu-


Tabel 8: Hasil Uji Pembacaan Sensor PIR
aran, proses, dan masukan telah bekerja sesuai den-
gan yang diinginkan oleh Penulis. RFID dapat
membaca kartu ID dan diproses menjadi bentuk
keluaran yang diinginkan baik itu dari Solenoid,
notikasi, maupun tampilan LCD, dengan begitu
pintu rumah akan tetap terjaga dari kekhawati-
ran akan aksi orang yang tak bertanggung jawab.
Selain RFID, sensor PIR pun dapat mendeteksi
keadaan sekitar jendela sesuai yang telah di-
inginkan, sensor dapat menangkap frekuensi dis-
aat ada seseorang yang berusaha mengakses jen-
dela. Untuk Sensor DHT11 dapat membaca setiap
besaran suhu di dalam rumah bahkan pada suhu
32°C atau lebih yang memungkinkan untuk dapat
mengirimkan peringatan jika suhu ruang tidak nor-

Penutup mal sehingga suhu di dalam rumah dapat selalu ter-


pantau guna menghindari hal- hal yang tidak di-
inginkan seperti contohnya yaitu kebakaran rumah.
Dari hasil pembuatan dan uji coba alat ini telah Seluruh peringatan juga telah dapat dipantau dari
selesai dirancang dan berdasarkan uji coba yang di- jarak jauh melalui aplikasi Blynk.

Gambar 8: Tampilan Peringatan dari Sensor PIR

Alat ini telah bekerja sesuai apa yang telah


Penulis rencanakan hanya saja alat ini perlu selalu
Daftar Pustaka
terhubung dengan koneksi internet untuk mengir- [1] T. Siswanto, H. Nurhadian dan M. Junaedi,

imkan informasi menuju aplikasi, selain itu untuk Prototype Smart Home Dengan Konsep IoT

pengembangan kedepannya akan lebih presisi jika (Internet Of Thing) Berbasis Nodemcu Dan

ditambahkan sebuah kamera yang dapat mengikuti Telegram, Jurnal SIMIKA, vol. 3, no.1, 2020.

pergerakan seseorang untuk menunjang kinerja sen-


[2] F. Handayani, Tren Masif Internet Of Things
sor PIR agar dapat lebih kuat untuk menangkap
(Iot) Di Perpustakaan, JIPI (Jurnal Ilmu Per-
jikalau terjadi kejadian yang tak diinginkan. Selain
pustakaan dan Informasi), Vol. 4, No. 2, pp
itu dengan penambahan sensor yang dapat mem-
194-209, 2019.
baca suhu tubuh maupun suhu hewan di dalam ru-
angan juga sangat diperlukan agar kedepannya alat
[3] A.B.P Manullang,Y. Saragih dan R. Hidayat,
dapat bekerja lebih presisi lagi.
Implementasi Nodemcu Esp8266 Dalam Ran-
cang Bangun Sistem Keamanan Sepeda Mo-
tor Berbasis IoT, JIRE (Jurnal Informatika &

535
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227

Rekayasa Elektronika), Vol 4, No 2, pp 163- Berbasis Microcontroller Dengan Media Tele-


170, Nov. 2021. gram, VERTEX ELEKTRO (Jurnal Teknik
Elektro UNISMUH), Vol. 15, No. 1, pp 26-29,
[4] F.C Venna dan Tjahjanto, Perbandingan Iot
doi: 10.26618/jte.v15i1.10205, Feb. 2023.
Pada Sensor Kinect, Sensor Pir Dan Rd
Dalam Sistem Keamanan Rumah, Jurnal Sis- [8] E. Riyanto, Sistem Keamanan Rumah Berba-
tem Informasi, Teknologi Informasi dan Kom- sis Android Dengan Raspberry Pi. Jurnal In-
puter, Vol. 13, No. 1, pp. 22-29, Sep. 2022. formatika Upgris, Vol. 5, No. 1, pp 55-59, doi
: 10.26877/jiu.v5i1.3214, 2019.
[5] A. Purnomo, D. Hardiyanto dan S. Kar-
tikawati, Smart Doorlock System Menggu-
[9] F. Muhamad dan D. Kristyawati, Ran-
nakan Kontrol Android Blynk Untuk Peman-
cang Bangun Sistem Keamanan Pintu Rumah
tauan Keamanan Rumah Tinggal, Seminar
Menggunakan Sensor RFID (Radio Frequency
Nasional Pendidikan Teknik Elektro, vol 1, no
Identication) Dan Touch Sensor Berbasis Ar-
1, pp 1-10, 2023.
duino Uno, Jurnal Ilmiah Teknik, Vol 1 No.

[6] M. Imamuddin dan Zulwisli, Sistem Alarm 3, pp 75-83, doi ; 10.56127/juit.v1i3.354, Sep.

Dan Monitoring Kebakaran Rumah Berbasis 2022.

Nodemcu, Jurnal Vokasional Teknik Elektron-


[10] M.Y.N. Budhyowati, Kajian Kenya-
ika dan Informatika, Vol.7, No. 2, pp 40-45, doi
manan Termal Ruang Dalam Pada Rumah
:10.24036/voteteknika.v7i2.104093, Jun. 2019.
Tinggal Sederhana, Jurnal Teknik Sipil
[7] R. Nugraha, A. M. Fajar, Adriani dan Rahma- Terapan, Vol.2, No.2, pp 1-11, doi :
nia,  Perancangan Sistem Pengaman Rumah 10.47600/jtst.v2i2.246, 2020.

536

Anda mungkin juga menyukai