Keamanan Rumah IoT dengan NodeMCU ESP8266
Keamanan Rumah IoT dengan NodeMCU ESP8266
Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100 Depok
E-mail: purnamakorien@[Link], imampur@sta.[Link]
Abstrak
Internet of Things (IoT) adalah bidang penelitian yang memiliki potensi besar untuk
meningkatkan kualitas hidup melalui penggunaan sensor cerdas dan perangkat pintar yang
saling berinteraksi melalui jaringan internet. Pemanfaatan IoT juga bisa diterapkan pada
sistem keamanan khususnya pada rumah. Seperti yang diketahui tingkat pencurian pada
rumah masih cukup tinggi, selain itu juga dari kemungkinan yang tidak terduga seperti hal-
nya kebakaran pada rumah juga dapat terjadi. Umumnya sistem yang digunakan pada rumah
masih konvensional sehingga mudah dibobol oleh seseorang, alat ini dirancang untuk men-
gatasi permasalahan tersebut. NodeMCU ESP8266, RFID, PIR, DHT11, dan Blynk menjadi
komponen utama dalam perancangan sistem ini. Hasil dari penelitian ini berupa purwarupa
sistem keamanan yang dibuat dalam miniatur menyerupai rumah yang dapat mengunci pintu,
mendeteksi seseorang di sekitar rumah, membaca suhu ruangan jika terjadi peningkatan suhu
tidak normal yang melebihi 32o C dan menghasilkan keluaran pada LCD, Buzzer, dan LED
serta mengirimkan pesan notikasi berupa peringatan pada smartphone pemilik rumah.
Kata kunci : RFID , NodeMCU ESP8266, DHT11, PIR, Blynk.
DOI : [Link]
527
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
mampu memberikan pemberitahuan secara real- nya maka muncul sebuah ide untuk penelitian ini
time.[6] Pencurian terhadap rumah masih menjadi dengan membuat sistem keamanan rumah yang da-
momok menakutkan bagi pemilik rumah terlebih pat membantu mengamankan pintu dan mengawasi
jika banyak barang berharga di dalamnya. Selain rumah dari kemungkinan pencurian maupun ke-
itu, kasus kebakaran juga dapat terjadi di berba- bakaran serta memudahkan penghuni untuk me-
gai tempat, baik itu gedung-gedung maupun pe- mantau kondisi rumah dari jarak jauh melalui
rumahan. Untuk mencegah kebakaran yang terjadi smartphone pada aplikasi Blynk. Dalam pener-
secara tak terduga, diperlukan pengamanan yang apannya RFID dan solenoid doorlock berfungsi
tepat.[7] Kebakaran juga menjadi aspek penting mengamankan pintu rumah, sensor PIR sebagai
dalam keamanan rumah karena juga bisa merusak pendeteksi ketika ada seseorang yang berusaha ma-
seisi rumah. suk melalui jendela dan sensor DHT11 sebagai pe-
Rumah pada umumnya masih menggunakan sis- mantau suhu di dalam rumah. Kenyamanan suhu
tem keamanan konvensional sebagai pengamannya. pada iklim tropis lembab yang suhu rata-ratanya
Keamanan rumah konvensional dianggap kurang cukup tinggi antara 27°C hingga 32°C, dan suhu
memadai untuk memberikan rasa aman kepada 24°C sudah terasa sejuk.[10] Maka jika suhu lebih
pemilik rumah. Hal ini dikarenakan pencuri, baik dari 32°C dapat dipastikan suhu sudah melewati
yang profesional maupun yang bukan, dapat den- batas normal dan besaran inilah yang digunakan
gan mudah membobol tanpa menimbulkan kecuri- sebagai trigger pada sensor DHT11. Pada alat
gaan dari penghuni sekitar saat rumah kosong.[8] ini memiliki keluaran yang berupa solenoid door-
Keamanan rumah dengan sistem konvensional ini lock yang aktif sesuai masukan dari RFID, untuk
masih rentan untuk ditembus dengan cara mendu- peringatan seperti bunyi dan cahaya terang dikelu-
plikasi bentuk anak kunci. arkan oleh buzzer dan LED serta peringatan dan in-
Perkembangan teknologi yang cukup pesat formasi berupa teks akan ditampilkan melalui LCD
ini juga dapat mempengaruhi sektor keamanan dan aplikasi Blynk.
khususnya keamanan rumah, inovasi yang lebih
modern dapat diterapkan seperti pintu digital yang
dapat mengunci atau membuka kunci pintu tanpa Metode Penelitian
memerlukan kunci sik.
Pada penelitian ini, terdapat metode-metode
Untuk mengatasi semua permasalahan yang ter-
penelitian yang digunakan antara lain :
jadi dalam keamanan rumah, maka dibuatlah alat
berbasiskan sistem tertanam yang menggabungkan
1. Perancangan Alat
beberapa sensor untuk memberikan keamanan lebih
pada rumah. Serta penerapan teknologi IoT pada 2. Uji Coba Alat
penelitian ini dimanfaatkan untuk memantau se-
cara jarak jauh kondisi rumah baik itu kondisi 3. Implementasi Alat
pintu, jendela maupun suhu di dalam rumah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
Gambaran Umum
pada tahun tahun 2023, komponen utama yang
digunakan mencakup push button, NodeMCU Penerapan IoT pada keamanan rumah berfungsi
ESP32, sensor RFID, sensor magnetik, sensor suhu, untuk menunjang keamanan pada rumah. Selain
buzzer, relay, dan solenoid doorlock dan hasil pen- itu, pemantauan keadaan keamanan rumah juga
gujian menunjukkan alat tersebut beroperasi den- memungkinkan untuk dapat dilihat melalui aplikasi
gan baik sesuai dengan fungsi yang telah dite- pada smartphone milik penghuni rumah yang dapat
tapkan, solenoid doorlock dapat membuka dan diakses dari jarak jauh sekalipun.
menutup kunci pintu secara efektif ketika diak- Berdasarkan pada Gambar 1, data masukan
ses melalui interface Blynk. Uji sensor RFID diperoleh dari beberapa komponen sensor yaitu
berhasil membedakan kartu RFID yang asli dari RFID, PIR, dan DHT11 yang memiliki peran
yang tidak, memungkinkan alat untuk membuka dan fungsi masing-masing. Untuk keluaran di-
kunci ketika kartu RFID yang sah digunakan. Pen- hasilkan oleh beberapa komponen yaitu LED,
gujian sensor magnetik menunjukkan bahwa buzzer Buzzer, dan LCD sebagai media penampil in-
akan berbunyi apabila switch dan sensor terpisah formasi serta peringatan serta Solenoid Doorlock
pada jarak lebih dari 2 cm. [5]. berperan sebagai penggerak dan pengaman pintu.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 Data masukan yang diterima oleh sensor kemudian
berhasil mengimplementasikan Sensor RFID dan diproses oleh NodeMCU ESP8266 yang berperan
touch sensor untuk mengendalikan pembukaan sebagai mikrokontroler atau bisa juga disebut se-
kunci pintu. Solenoid door lock mampu mem- bagai otak dari pemrosesan data data masukan
buka pintu dan melepaskan kunci selama 5 detik tersebut. Selanjutnya NodeMCU ESP8266 akan
berdasarkan perintah yang sebelumnya dikirim oleh memproses data masukan yang telah diterima oleh
sensor RFID dan touch sensor. Setelah itu, pintu sensor agar dapat menghasilkan keluaran. Kelu-
akan ditutup dan dikunci secara otomatis. [9]. aran yang dihasilkan berupa kondisi Solenoid Door-
Berdasarkan penelitian yang telah ada sebelum- lock yang aktif berdasarkan hasil masukan dari
528
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
RFID, dan untuk keluaran dari LED, Buzzer, dan blok output menjelaskan tentang keluaran yang di-
LCD akan keluar berdasarkan data masukan yang hasilkan dari blok input. Komponen input dari alat
diterima oleh sensor PIR yang mendeteksi ke- ini yaitu RFID, Sensor DHT11, dan Sensor PIR
beradaan seseorang di sekitar jendela serta sen- yang sama sama menggunakan pin GND dan VCC
sor DHT11 yang membaca suhu ruangan. Selu- +3,3V sebagai catu dayanya. Untuk RFID meng-
ruh data keluaran tersebut keluar sesuai den- gunakan pin D3 sampai D8 pada NodeMCU, lalu
gan program yang telah dirancang sebelumnya DHT11 menggunakan pin RX dan PIR menggu-
dan ditanamkan pada NodeMCU ESP8266. Un- nakan pin D0. Masukan yang diterima oleh sensor
tuk mikrokontroler NodeMCU ESP8266 ini telah sensor tersebut akan berpengaruh terhadap proses
dibekali dengan kemampuan untuk terkoneksi den- dan keluaran dari alat ini, lihat Gambar 2.
gan internet sehingga dapat terhubung antara alat
dengan apllikasi Blynk yang terdapat pada smart-
phone milik penghuni. Selain itu Blynk juga
berperan sebagai keluaran karena fungsinya yang
dapat menampilkan informasi dan peringatan pada
smartphone penghuni pada kondisi jarak jauh. Se-
lain dikeluarkan menuju komponen komponen pada
alat, data masukan yang telah diproses juga akan
dikirimkan oleh NodeMCU ESP8266 menuju ap-
likasi Blynk, data yang muncul pada aplikasi Blynk
antara lain besaran suhu ruangan serta bilah noti-
kasi.
529
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
3 komponen keluaran yakni pada pin IN1 untuk Solenoid terhuubung pada Module Relay sekaligus
Solenoid dan pada pin IN2 untuk Buzzer serta LED pin P0 pada PCF8574, untuk Buzzer dan LED ter-
yang akan aktif tergantung dari data yang diproses. hubung dengan pin P1 pada PCF8574. Dan LCD
LED menggunakan +12V DC sebagai catu dayanya terhubung dengan pin SDA dan SCL yang tersedia
dan untuk Module Relay menggunakan +5V DC pada PCF8574.
yang didapat dari pin VU sebagai catu dayanya.
530
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
RFID akan membaca kartu ID dan dilakukan kepu- peringatan suhu ruangan tidak normal pada LCD
tusan untuk memeriksa apakah kartu ID tersebut dan Blynk, disertai dengan bunyi Buzzer dan LED
terdaftar atau tidak. Jika iya, LCD dan Blynk akan yang aktif. Jika suhu normal, alat akan melan-
menampilkan pesan akses diterima, Module Relay jutkan ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya
akan mengaktifkan Solenoid, Buzzer, dan LED. Na- adalah input dari Sensor PIR yang mendeteksi
mun, jika tidak, LCD dan Blynk akan menampilkan keadaan di sekitar jendela. Dilakukan keputusan
pesan akses ditolak, Solenoid tidak akan mengak- untuk memeriksa apakah Sensor PIR mendeteksi
tifkan pintu, dan Buzzer serta LED akan tetap ak- adanya seseorang atau tidak. Jika iya, akan muncul
tif. peringatan bahwa ada seseorang yang mengakses
Berdasarkan Gambar 4, selanjutnya, input dari jendela pada LCD dan Blynk, disertai dengan bunyi
Sensor DHT11 yang membaca suhu ruangan akan Buzzer dan LED yang aktif. Namun, jika tidak ter-
ditampilkan pada LCD dan Blynk. Dilakukan kepu- deteksi adanya seseorang, program akan mengulang
tusan untuk memeriksa apakah suhu ruangan men- hingga kondisi terpenuhi.
capai atau melebihi 33 °C. Jika iya, akan muncul
531
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
532
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
Tabel 5: Hasil Pendeteksian Obyek oleh Sensor PIR Tabel 6: Hasil uji Pembacaan RFID
533
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
Untuk Gambar 7 terdapat tampilan peringatan berdasarkan pengujian tersebut telah sesuai yang
yang muncul baik pada aplikasi Blynk dan juga telah diharapkan oleh penulis.
pada LCD 20x4, selain itu peringatan juga muncul
dalam bentuk keluaran Cahaya LED serta bunyi
Buzzer yang cukup menarik perhatian orang di sek-
itar. Keluaran ini bisa dihasilkan dari data yang Gambar 8 menjelaskan keluaran yang dihasilkan
diterima dari Sensor DHT11 yaitu besaran suhu di dan ditampilkan pada aplikasi Blynk dan LCD
dalam ruangan yang ketika suhu sudah diatas am- 20x4. Keluaran ini dihasilkan ketika Sensor
bang normal maka akan muncul keluaran seperti PIR menangkap adanya objek yang mendekat
yang terdapat pada Gambar 7. berdasarkan parameter yang telah dirancang
melalui program sehingga peringatan ini hanya
Berdasarkan Tabel 8, telah dilakukan pengujian akan muncul ketika objek sudah mendekat dengan
Sensor PIR yang berperan mendeteksi seseorang jendela, untuk kasus ini penulis membuat parame-
di sekitar jendela, pengujian ini dilakukan guna ter jika jarak objek sedekat 1-5cm maka peringatan
menganalisa hasil masukan dari Sensor PIR dan akan muncul.
534
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
imkan informasi menuju aplikasi, selain itu untuk Prototype Smart Home Dengan Konsep IoT
pengembangan kedepannya akan lebih presisi jika (Internet Of Thing) Berbasis Nodemcu Dan
ditambahkan sebuah kamera yang dapat mengikuti Telegram, Jurnal SIMIKA, vol. 3, no.1, 2020.
535
Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, Volume 22 No :4, Desember 2023, p-ISSN 1412-9434/e-ISSN 2549-7227
[6] M. Imamuddin dan Zulwisli, Sistem Alarm 3, pp 75-83, doi ; 10.56127/juit.v1i3.354, Sep.
536