BAB 171: KEADAAN BERBALIK
"Kau bertanya kepadaku kenapa?", kata Marquis Kerajaan Langit kepada Celos lalu
ia berteriak "Anda memang mengundang saya ke pesta ini dan memberitahu saya
untuk mendukung anakmu, tapi hatiku menolak untuk berbohong. Aku harus
memberitahukan kebenaran kepada dunia bahwa Sairet adalah pria yang sangat
hebat, ia bisa mengambangkan bisnis menjadi jutaan koin emas hanya dengan
waktu setahun. Bakat hebat seperti Sairet tidak boleh tersembunyi karena
ketidakadilan dan kelicikan dirimu, kita harus membiarkan kebenaran terbuka.
Mereka yang sudah berusaha maka mereka juga yang akan mendapatkan hasilnya,
untuk keadilan!".
Marquis Kerajaan Langit diam-diam berkata di hatinya "Untuk keadilan! Karena uang
adalah keadilan!".
Wajah Celos berubah menjadi seputih kertas, ia tidak berpikir bahwa orang yang
sudah la anggap sebagai teman akan mengkhianatinya hari ini. Marquis Kerajaan
Langit sama sekali tidak peduli dengan Celos, dibandingkan hidupnya sendiri maka
hidup Celos sama sekali tidak penting!
Oleh karena itu Marquis melihat ke arah bangsawan Kerajaan Langit di belakangnya
dan berkata "Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga sama sepertiku dan
berjuang untuk membiarkan keadilan ditegakkan".
Para bangsawan di belakangnya langsung berteriak "Kami mendukung Sairet!".
"Kami adalah para bangsawan yang baik dan adil, bagaimana mungkin kami
membiarkan kau berbuat licik"
"Untuk keadilan!".
Para bangsawan itu semuanya adalah bangsawan dari Kerajaan Langit dan berada
di bawah posisi Marquis, mereka sama sekali tidak berani melawan Marquis karena
ia dapat membunuh dan menghilangkan gelar bangsawan mereka. Jadi lebih baik
bermusuhan dengan Celos daripada Marquis karena Celos belum tentu anaknya
menjadi kepala kamar dagang Pile berikutnya. Bahkan jika anaknya menjadi kepala
kamar dagang Pile, Celos tidak bisa membalas dendam dengan mudah. Jika Celos
mencoba membalas para bangsawan ini maka Celos sama dengan melawan
seluruh Kerajaan Langit, mereka yakin bahwa Celos pasti tidak akan melakukan hal
bodoh yang akan menghancurkan dirinya seperti itu. Jadi mereka langsung
mendukung Marquis yang merupakan atasan mereka.
Celos hampir jatuh duduk di tanah saat melihat bahwa para bangsawan yang ia
undang mendukung musuhnya, bahkan baik itu Sairet, ayahnya ataupun kakeknya
sama sama terkejut juga karena mereka tahu bahwa bangsawan ini seharusnya
berpihak pada Celos tapi kenapa mereka sekarang mendukung Sairet?
Kakek Sairet memang terkejut tapi ia sudah sering melihat berbagai hal yang
mengejutkan sehingga kakek Sairet pulih dengan cepat dan tertawa sambil berkata
"Hebat, hebat sekali! Aku sudah mendengar bahwa kerajaan Langit adalah kerajaan
yang menegakkan keadilan dengan sangat kuat, pada awalnya aku tidak percaya
tapi sekarang aku percaya. Bahkan para bangsawan Kerajaan Langit sangat berjiwa
keadilan".
Marquis Kerajaan Langit merasa sedikit malu karena ia mengatakan keadilan akibat
dari uang, tapi Marquis juga adalah rubah tua sehingga ia menunjukkan senyum
sopan dan berkata "Raja kami adalah orang yang adil dan mengutamakan keadilan,
jadi sebagai bangsawan maka kami harus mengikuti sikap sang raja".
Celos hampir muntah darah karena Marquis ini adalah temannya, Celos sangat tahu
bahwa temannya ini adalah penjahat yang sama sekali tidak peduli dengan
keadilan. Tetapi hari ini, tanpa alasan yang diketahui maka sang Marquis
mendukung Sairet. Celos tahu bahwa ada sesuatu yang aneh tapi ia sama sekali
tidak tahu dimana hal yang aneh itu.
Kakek Sairet langsung berkata lagi "Baiklah, kita sudah mendapatkan dukungan
bagi Sairet berjumlah 100 orang yang sebagian besar adalah bangsawan dan
pedagang kaya dari Kerajaan Langit. Berikutnya kita akan bertanya kepada orang-
orang dari Kerajaan Kapal sang Marquis yang mewakili Kerajaan Kapal bisa
memberikan dukungannya terlebih dulu".
Celos yang menjadi putih seperti kertas langsung kembali tersenyum, Kerajaan
Kapal adalah sebuah kerajaan besar yang berbatasan dengan lautan Benua
Selatan. Mereka sangat ahli membuat kapal serta memiliki banyak kapal perang,
bahkan raja mereka yang paling awal dulunya adalah seorang kapten kapal. Oleh
karena itu mereka bernama Kerajaan Kapal yang menunjukkan kekuatan perang
laut mereka sangat kuat di Benua Tengah.
Tapi bukan hal itu yang paling penting bagi Celos, tapi Marquis dari Kerajaan Kapal
adalah bagian dari keluarga Celos. Lebih tepatnya Celos berencana untuk
menikahkan anaknya dengan putri Marquis, mereka sudah sama-sama setuju untuk
saling menikahkan anak mereka saat dewa jadi Celos dan Marquis sudah seperti
keluarga.
Marquis Kerajaan Langit hanyalah teman Celos jadi tidak aneh jika ia mengkhianati
Celos tapi Marquis Kerajaan Kapal adalah keluarga dan hampir tidak mungkin untuk
saling mengkhianati. Apalagi bangsawan dari Kerajaan Kapal memiliki jumlah yang
paling banyak di pesta ini yaitu 300 bangsawan dan pedagang kaya dari Kerajaan
Kapal, jadi dukungan sang Marquis sangat penting karena mereka semua mengikuti
perkataan Marquis.
Seorang pria tua dengan janggut putih panjang berdiri dan melihat ke arah
panggung, ia sedikit malu ketika melihat tatapan bersemangat Celos pada dirinya.
Tetapi sang Marquis sama sekali tidak bisa melakukan apapun, ia berhutang
dengan bank sebanyak sejuta koin emas. Apabila ia tidak mendukung Sairet maka
gelar dan wilayah bangsawan miliknya akan diambil oleh bank, saat itu maka sang
Marquis yakin bahwa anaknya tidak akan lagi menjadi pasangan anak Celos.
Lagipula Celos menikahkan anaknya karena gelar bangsawan sang Marquis.
Marquis dari Kerajaan Kapal sama sekali tidak bodoh, ia dan Celos memang
merupakan keluarga karena mereka saling menguntungkan. Selama sang Marquis
bukan lagi Marquis maka Celos pasti akan meninggalkan anaknya, jadi Marquis dari
Kerajaan Kapal langsung berkata dengan tegas "Saya mendukung Sairet!".
Seluruh ruang pesta kembali dikejutkan dengan jawaban Marquis Kerajaan Kapal,
mereka semua tahu bahwa anak Marquis dipasangkan dengan anak Celos. Jadi
kenapa sang Marquis Kerajaan Kapal masih mendukung Sairet?
Celos hampir jatuh duduk di tanah dan memuntahkan seteguk darah ketika
mendengarkan jawaban itu, ia berteriak dengan marah ke arah Marquis Kerajaan
Kapal "Kenapa? Bukankah kita adalah keluarga?".
Marquis Kerajaan Kapal memutar matanya dan tidak akan pernah mengakui bahwa
semua ini karena hutan bank, jadi Marquis langsung berkata dengan tegas
"Walaupun kita adalah keluarga tapi saya mengutamakan keadilan, bukan hanya
Kerajaan Langit yang mementingkan keadilan tapi Kerajaan Kapal kami juga! Untuk
keadilan!".
Para bangsawan dan pedagang kaya dari Kerajaan Kapal saling melihat, mereka
tidak tahu kenapa Marquis mendukung Sairet tapi Marquis adalah atasan mereka.
Bahkan Marquis bisa membuang para pedagang kaya dari wilayah Kerajaan Kapal.
Semua orang dari Kerajaan Kapal langsung berdiri dan berteriak "Dukung Sairet,
Untuk keadilan!".
"Bagaimana mungkin kita mendukung kejahatan dan rencana licik Celos!".
"Kami mendukung sairet!".
Celos langsung duduk di tanah dan memuntahkan seteguk darah, ia sudah tidak
tahan dengan semua tekanan yang ada ini. Bahkan Marquis Kerajaan Kapal yang
merupakan keluarganya juga mengkhianati dirinya, Celos tersenyum pahit dan ia
terlihat sangat sedih karena ia tahu bahwa ia sudah mulai kalah.