0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan11 halaman

Ukuran Perusahaan dan Tax Avoidance

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut meneliti pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif sedangkan leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance. 3. Dokumen tersebut juga membahas beberapa teori terkait perilaku tax avoidance seperti theory of planned behavior dan trade-off theory.

Diunggah oleh

Theodore Sebastian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan11 halaman

Ukuran Perusahaan dan Tax Avoidance

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut meneliti pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif sedangkan leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance. 3. Dokumen tersebut juga membahas beberapa teori terkait perilaku tax avoidance seperti theory of planned behavior dan trade-off theory.

Diunggah oleh

Theodore Sebastian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Ukuran Perusahaan pada Tax Avoidance

Ni Ketut Rai Riskatari 1 I Ketut Jati 2


Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana, Indonesia Universitas Udayana, Indonesia
Email: riskatarinew16@[Link]

ABSTRAK
Tax avoidance merupakan upaya yang dilakukan oleh wajib pajak
untuk mengurangi utang pajak secara legal dengan cara
memanfaatkan loophole dari peraturan perpajakan. Tax avoi dance
merupakan persoalan yang unik dan rumit, di satu sisi tax
avoidance diperbolehkan tetapi disisi lain tax avoidance tidak
diinginkan oleh pemerintah. Penelitian ini dilakukan pada
perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Pemilihan sampel pada
penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan
kriteria yang telah ditentukan dan diperoleh sampel sebanyak 22
perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu a n alis is
regresi linier berganda. Metode pengujian hipotesis
menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5 persen. Berdasarkan E-JA
hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas e-Jurnal Akuntansi
berpengaruh negatif pada tax avoidance, variabel leverage e-ISSN 2302-8556
berpengaruh positif pada tax avoidance dan ukuran perus ahaa n
Vol. 30 No. 4
berpengaruh positif pada tax avoidance.
Denpasar, April 2020
Hal. 886-896
Kata Kunci: Tax Avoidance; Profitabilitas; Leverage dan Ukuran
Perusahaan.
Artikel Masuk:
17 Desember 2019
The Effect of Profitability, Leverage and Firm Size on Tax
Avoidance Tanggal Diterima:
21 Januari 2020
ABSTRACT
Tax avoidance is an effort made by taxpayers to reduce tax debt leg al ly
by utilizing loophole from tax regulations. Tax avoidance i s a uni que
and complicated problem, on the one hand tax avoidance is allowed but
on the other hand tax avoidance is not desired by the government. Th i s
research was conducted on property and real estate companies listed on
the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2014-2018 period. The
sample selection in this study uses a purposive sampling technique with
predetermined criteria and a sample of 22 companies is obtai ned. Th e
data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Th e
hypothesis testing method uses a significance level of 5 percent. Based
on the results of the study indicate that the profitability variabl e h as a
negative effect on tax avoidance, leverage variable has a posi tiv e ef fect
on tax avoidance and company size has a positive effect on tax
avoidance.

Keywords: Tax Avoidance; Profitability; Leverage; Firm Size.

886
RISKATARI, N.K. R. & JATI, I.K.
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE…

PENDAHULUAN
Faktor utama yang menjadikan para wajib pajak melakukan t ind akan
penggelapan pajak (tax evasion) adalah karena untuk melakukan penghindaran
pajak (tax avoidance) diperlukan wawasan dan pengetahuan yang luas ser ta
berkompeten di bidangnya dan mengetahui semua seluk-beluk peraturan
perundang-undangan tentang perpajakan sehingga dapat menemukan celah
yang dapat ditembus untuk mengurangi beban pajak yang dibayarkan tanpa
melanggar peraturan yang ada. Biasanya hal seperti ini dilakukan oleh para
penawar jasa konsultan pajak, sehingga wajib pajak yang kurang memahami
celah-celah dalam Undang-Undang perpajakan lebih memilih untuk melakukan
penggelapan pajak (tax evasion) karena lebih gampang dilakukan walaupun
itu merupakan tindakan yang melanggar Undang-Undang. Penggelapan pajak
ini dilakukan dengan menggunakan cara yang tidak legal. Para wajib pajak
mengabaikan ketentuan formal perpajakan yang menjadi kewajibannya,
memalsukan dokumen, atau mengisi data dengan tidak lengkap dan tidak benar.
Perilaku penggelapan pajak (tax evasion) yang dilakukan oleh Wajib Pajak
(WP) memiliki konsekuensi yang sangat beresiko secara materil dan non materil.
Secara materil bahwa WP akan menganggap perbuatan penggelapan pajak itu
akan menguntungkannya secara jangka panjang, akan tetapi konsekuensi yang
terjadi jika terungkapnya tindakan penggelapan pajak tersebut, maka WP akan
membayar dengan kerugian berlipat ganda disertai dengan denda dan kurungan
pidana dalam jangka waktu tertentu, ditambah pula jika WP tid ak mempunyai
cukup dana untuk menutup denda yang diputuskan, sejumlah asset akan d isit a
dan bisa berdampak pada kebangkrutan bahkan resiko kejiwaan (Sa’diyah,
2016).
Tabel 1. Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Indonesia Tahun 2014-2018
(dalam triliun rupiah)
Tahun 2014 2015 2016 2017 2018
Target
Pajak 1.072, 37 1.294,26 1.355,20 1.283,57 1.424,00
Realisasi
Pajak 981,83 1.060,83 1.105,81 1.151,03 1.315,51
Persentase
Penerimaa 91,56% 81,96% 81,60% 89,67% 92,24%
n Pajak
Sumber: Menu Kerja Penerimaan Portal Direktorat Jenderal Pajak, 2019.
Berdasarkan data pada Tabel 1. dapat disimpulkan bahwa persentase
realisasi penerimaan negara dari sejak tahun 2014-2018 mengalami penurunan
dan peningkatan. Penurunan dari tahun 2014 ke tahun 2015 sebesar 9,6%.
Penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 sebesar 0,36%. Peningkatan dari tahun
2016 ke tahun 2017 sebesar 8,07% dan pada tahun 2017 ke tahun 2018 sebesar
2,57%, walaupun mengalami peningkatan penerimaan pajak namun realisasi
penerimaan pajak belum mampu mencapai target yang ditentukan. Hal ini
menandakan bahwa belum stabil dan optimalnya penerimaan pajak sebagai
sumber pendapatan negara yang akan digunakan untuk membiayai keperluan
negara. Teori perilaku terencana membantu menjelaskan kecendrungan
penghindaran pajak perusahaan yang direncanakan, (Hidayat & Adhi, 2010)

887
E-JURNAL AKUNTANSI
VOL 30 NO 1 APRIL 2020 HLMN. 886-896
DOI: [Link]

menyatakan bahwa perilaku individu tidak patuh terhadap ketentuan


perpajakan dipengaruhi oleh niat (intention) untuk berperilaku tidak patuh. Teori
ini juga berpendapat bahwa individu akan melakukan apa saja yang dapat
menguntungkan dirinya sendiri atau dengan kata lain teroi ini menjelaskan
perilaku seseorang berdasarkan niat atau rencana (Bahari, 2016). Theory of
Planned Behavior (TPB) relevan untuk menjelaskan perilaku wajib pajak dalam
memenuhi kewajiban perpajakannya. Sebelum individu melakukan sesuatu,
individu tersebut akan memiliki keyakinan mengenai hasil yang akan diperoleh
dari perilakunya tersebut. Kemudian bersangkutan akan memutuskan bahwa
akan melakukannya atau tidak melakukannya. Wajib pajak yang sadar pajak,
akan memiliki keyakinan pentingnya membayar pajak (behavioral beliefs). Wajib
Pajak yang tidak sadar akan pentingnya membayar pajak, rasionalit asnya akan
memengaruhi penentuan perilaku tindakan penghindaran pajak.
Trade-off Theory menyatakan tentang hubungan antara struktur modal
dengan nilai perusahaan. Trade-off Theory berasumsi bahwa perusahaan akan
menggunakan hutang sampai tingkat tertentu untuk memaksimalkan nilai
perusahaan dengan memanfaatkan pajak akibat penggunaan hutang. Model
trade-off theory juga berasumsi bahwa struktur modal perusahaan merupakan
hasil trade-off dari keuntungan pajak dengan menggunakan hutang dengan
biaya bunga yang akan timbul sebagai akibat penggunaan hutang tersebut.
Esensi Trade-off Theory bahwa penetapan struktur modal yang dikatakan optimal
dapat terwujud saat terjadinya kesetaraan antara pengeluaran yang terjadi
dengan manfaat yang diterima atas keputusan penggunaan utang oleh
perusahaan.
Sesuai dengan Theory of Planned Behaviour, dapat digunakan untuk
menjelaskan perilaku wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
Terkait dengan behavioural beliefs, yaitu sebelum individu melakukan sesuatu,
individu tersebut akan memiliki keyakinan mengenai hasil yang akan diperoleh
dari perilakunya tersebut. Kemudian yang bersangkutan akan memutuskan
bahwa akan melakukannya atau tidak melakukannya (Mustikasari, 2007). Control
beliefs memengaruhi perusahaan untuk melakukan tindakan tax avoidance atau
tidak. Control beliefs merupakan keyakinan tentang keberadaan hal-hal yang
mendukung atau menghambat perilakunya dan persepsinya tentang seberapa
kuat hal-hal tersebut memengaruhi perilakunya. Ketika perusahaan memiliki
profitabilitas yang tinggi, maka perusahaan akan memiliki niat atau keinginan
untuk merencanakan perilaku yang tidak patuh membayar pajak karena
tingginya beban pajak yang harus ditanggung perusahaan dari peningkatan
profit perusahaan. Keyakinan yang dimiliki perusahaan ini mendorong control
beliefs. Perusahaan yang memiliki laba bersih yang tinggi memiliki kesempatan
untuk memposisikan diri dalam tax planning yang mengurangi jumlah beban
kewajiban pajaknya (Ariawan & Setiawan, 2017). Penelitian terkait pernah
dilakukan oleh Darmawan & Sukartha (2014), Waluyo et al., (2015), Dewinta &
Setiawan (2016), Saputra et al., (2015) yang menyatakan bahwa profitabilitas
berpengaruh positif pada tax avoidance.
Sesuai dengan Theory of Planned Behaviour, ketika manajer yakin akan
adanya hasil yang menguntungkan dari memanfaatkan hutang yang tinggi
untuk mengurangi beban pajak, maka perusahaan akan berencana untuk
888
RISKATARI, N.K. R. & JATI, I.K.
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE…

melakukan perilaku curang dengan melakukan tax avoidance. Control beliefs juga
mempengaruhi perusahaan untuk melakukan tindakan penghindaran pajak.
Control beliefs merupakan keyakinan tentang keberadaan hal-hal yang
mendukung atau menghambat perilakunya dan persepsinya tentang seberapa
kuat hal-hal tersebut mempengaruhi perilakunya. Ketika perusahaan
mengetahui bahwa dalam UU Nomor 36 Tahun 2008 ketentuan Pasal 6 ayat (1)
huruf a, dijelaskan bahwa penghasilan kena pajak bagi wajib pajak dalam neger i
dan badan usaha tetap, ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi
biaya yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk salah satunya biaya
bunga. Dengan dijelaskannya dalam UU tersebut maka perusahaan memiliki
keyakinan yang mendukung perilakunya untuk melakukan tindakan
penghindaran pajak, dengan memanfaatkan utang sampai tingkat tertentu untuk
menghemat pembayaran pajak perusahaan karena adanya beban bunga yang
harus dibayarkan. Penelitian terkait pernah dilakukan oleh Rachmithasari (2015),
Praditasari & Setiawan (2017), Handayani (2017), Ayuningtyas & Sujana (2018)
serta Arianandini & Ramantha (2018) yang menyatakan leverage berpengaruh
positif pada tax avoidance.
Sesuai dengan Theory of Planned Behaviour menjelaskan bahwa adanya
perilaku tertentu, disebabkam oleh niat atau keinginan seorang ind ividu unt uk
melakukan hal tersebut. Dalam Theory of Planned Behaviour, ukuran perusahaan
berkaitan dengan behavioural beliefs merupakan keyakinan individu akan hasil
dari suatu perilaku dan evaluasi atas hasil tersebut. Keyakinan dan evaluasi ini
akan membentuk variabel sikap yang akan mempengaruhi perilaku individu.
Perusahaan yang umumnya memiliki ukuran yang besar diharapkan dapat
menghasilkan laba yang besar melalui pengelolaan aktiva yang dimiliki serta
transaksi yang kompleks dalam perusahaan tersebut, apabila laba perusahaan
meningkat maka perusahaan akan berusaha untuk meminimalkan beban
pajaknya karena laba yang besar akan mempengaruhi beban pajak per usahaan.
Hal tersebut membuat perusahaan berniat untuk melakukan tindakan tax
avoidance yang dapat menghemat besarnya jumlah pajak perusahan. Penelitian
terkait pernah dilakukan oleh Dewinta & Setiawan (2016),), Putri & Putra (2017),
Diantari & Ulupui (2016), Dharma & Ardiana (2016), Swingly & Sukartha (2015) ,
serta Dewi & Noviari (2017) yang menyatakan ukuran perusahaan berpengar uh
positif pada tax avoidance.

METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian ini adalah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyediakan
informasi laporan keuangan perusahaan dengan mengakses situs resmi BEI yaitu
[Link]. Alasan memilih lokasi penelitian tersebut karena perusahaan-
perusahaan yang terdaftar di BEI melaporkan laporan keuangan secara lengkap.
Objek yang digunakan dalam peneitian ini adalah perusahaan property dan real
estate yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 (5 tahun).
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real
estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018 yang
berjumlah sebanyak 48 perusahaan. Sampel pada penelitian ini adalah
perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI periode 2014-2018.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 sampel perusahaan yang sesuai
889
E-JURNAL AKUNTANSI
VOL 30 NO 1 APRIL 2020 HLMN. 886-896
DOI: [Link]

dengan kriteria sampel. Namun kriteria yang tidak sesuai dengan yang
ditetapkan peneliti dikeluarkan dari sampel. Model regresi linier berganda
dalam penelitian ini menggunakan program Statistical Package for Social Science
(SPSS). Adapun model regresi linier berganda dalam penelitian ini dit unjukkan
oleh persamaan berikut.
Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + ε ………………………………...………………………(1)
Keterangan.
Y : Tax avoidance
α : Nilai Intersep Konstanta
β1 - β3 : Koefisien regresi variabel X1 , X2 , X3
X1 : Profitabilitas
X2 : Leverage
X3 : Ukuran perusahaan
ε : Error
Dari hasil analisis regresi akan diamati koefesien adjusted R square, uji
kelayakan model (Uji F) dan uji statistik t (Uji t).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Uji normalitas dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah residual
dari model regresi yang dibuat berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian
ini uji normalitas dilakukan dengan menguji normalitas residual dengan
menggunakan Uji Kolmogrov Smirnov. Data penelitian yang digunakan dikatakan
berdistribusi normal apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari α = 0, 05.
Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas
Unstandardized Residual
N 110
Normal Parametrs a.b Mean 0,0000000
Std. Deviation 0,12338697
Most Extreme Absolute 0,067
Differences Positive 0,067
Negative -0,049
Kolmogorov-Smirnov Z 0,707
Asymp. Sig, (2-tiled) 0,699
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 2. menunjukkan bahwa
Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,699 lebih besar dari level of significant (tingkat
signifiknasi) 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi
berdistribusi normal.
Uji multikolinearitas dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji
apakah dalam satu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel
bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi koreasi d i
antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya korelasi ant ar
variabel bebas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor
(VIF). Jika nilai tolerance lebih dari 10 persen atau VIF kurang dari 10, maka dapat
dikatakan bebas dari multikolinearitas. Hasi uji multikoleniaritas d apat d ilihat
pada Tabel 3.

890
RISKATARI, N.K. R. & JATI, I.K.
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE…

Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas


Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
(Constant) 0,917 1,091
Profitabilitas 0,966 1,036
Leverage 0,917 1,091
Ukuran P
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan hasil uji multikoleniaritas pada Tabel 3. menunjukkan
bahwa variabel bebas dalam penelitian ini yaitu profitabilitas, leverage dan
ukuran perusahaan memiliki nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10. Maka,
dapat disimpulkan bahwa variabel bebas dalam penelitian ini terbebas dari
multikoleniaritas atau tidak ada korelasi antar variabel bebas.
Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji
apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dar i residual sat u
pengamatan ke pengamatan lain. Pengujian ini dilakukan dengan Uji Glejser,
yaitu dengan cara meregresi nilai absolute residual dari model yang d iestemasi
terhadap variabel independen. Model regresi yang baik adalah yang tidak
mengandung gejala heteroskedastisitas yaitu keadaan ketika varians dari
residual satu pengamtan ke pengamatan lain adalah tetap yang disebut
homokedastisitas. Jika variabel bebas yang diteliti tidak mempunyai pengar uh
signifikan atau nilai signifikansinya lebih dari 0, 05 terhadap nilai absolute
residual, berarti model regresi tidak mengandung gejala heteroskedastisitas.
Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Model Sig

1 (Constant) 0,978
Profitabilitas 0,913
Leverage 0,139
Ukuran P 0,642
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada Tabel 4. menunjukkan
bahwa nilai Sig. dari masing-masing variabel bebas yaitu profitabilit as , leverage
dan ukuran perusahaan terhadap variabel absolut residual berada diatas 0,05
maka, dapat disimpulkan bahwa data yang digunkan pada penelitian ini bebas
gejala heteroskedastisitas.
Uji autokolerasi dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah
dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada
periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Model r egresi yang
baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi karena model tersebut
diprediksi tidak memberikan hasil yang menyimpang.
Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi
R Adjusted R Std. Error of the Durbin-
Model R
Square Square Estimate Watson
1 0,507 0,257 0,236 0,1251208 2,140
Sumber: Data Penelitian, 2019

891
E-JURNAL AKUNTANSI
VOL 30 NO 1 APRIL 2020 HLMN. 886-896
DOI: [Link]

Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada Tabel 5. menunjukkan bahwa


nilai Durbin Watson (DW test) sebesar 2,140 dengan jumlah variabel independen
sebanyak 3 (k=3), maka nilai d L = 1, 633 dan d U= 1,745, sehingga 4-dL = 2,367 dan
4-d U = 2,255, maka dapat dirumuskan kriteria d U<DW<4-d U yaitu
1,745<2,140<2,255. Hal ini menunjukkan data yang digunakan dalam penelitian
ini berada pada daerah tidak terdapat autokorelasi, maka model regresi tidak
mengandung gejala autokorelasi.
Analisis regresi linier berganda dapat menunjukkan arah hubungan antar
variabel apakah memilki hubungan yang positif atau negatif yang digunakan
untuk memecahkan masalah pada rumusan masalah yang telah dibuat yaitu
menguji pengaruh diantara dua variabel atau lebih. Pada penelitian ini analisis
regresi begada bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, leverage dan
ukuran perusahaan pada tax avoidance di perusahaan property da real estate yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Hasil dari analisis regresi
linier berganda dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Unstandardizied Standardized
Model Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta t Sig
1 (Constant) -0,632 0,249 -2,533 0,013
Profitabilit
as -0,571 0,219 -0,227 -2,601 0,011
Leverage 0,094 0,032 0,249 2,923 0,004
Ukuran P 0,058 0,019 0,272 3,106 0,002
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan hasil analisis regresi pada Tabel 6. maka persamaan r egr esi
yang digunakan dalam penelitian ini dapat ditulis sebagai brikut.
Y = -0,632 – 0,571 + 0,094 + 0,058 + ɛ
Nilai konstanta (α) -0,632 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel
independen yaitu Profitabilitas, Leverage dan Ukuran Perusahaan sama dengan
nol, maka besarnya tingkat penghindaran pajak adalah sebesar -0,632. Nilai
koefisien β1 = -0,571 menunjukkan bahwa jika nilai profitabilitas bertambah 1
persen, maka akan terjadi peningkatan tindakan penghindaran pajak yang
dilakukan perusahaan sebesar 0,571 dengan asumsi variabel lainnya konstan.
Nilai koefisien β2 = 0,094 menunjukkan bahwa jika nilai Leverage bertambah 1
persen, maka akan terjadi penurunan tindakan penghindaran pajak yang
dilakukan perusahaan sebesar 0,094 dengan asumsi variabel lainnya konstan.
Nilai koefisien β3 = 0,058 menunjukkan bahwa jika nilai Ukuran Perusahaan
bertambah 1 persen, maka akan terjadi penurunan tindakan penghindaran pajak
yang dilakukan perusahaan sebesar 0,058 dengan asumsi variabel lainnya
konstan. Nilai koefisien determinasi memiliki rentang nilai nol sampai satu
(0<R2 <1). Nilai R2 mendekati satu berarti variabel-variabel independen
memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi
variabel dependen (Ghozali, 2016: 95). Hasil koefesien determinasi dapat dilihat
pada Tabel 7.

892
RISKATARI, N.K. R. & JATI, I.K.
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE…

Tabel 7. Hasil Koefisien Determinasi


Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 0,507 a 0,257 0,236 0,1251208
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan Tabel 7. dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square pada
model sebesar 0,236. Nilai koefisien determinasi dapat dirumuskan sebagai
berikut 0<0,236<1. Nilai Adjusted R Square pada model artinya variabel Tax
avoidance dapat dijelaskan oleh variabel Profitabilitas, Leverage dan Ukuran
Perusahaan sebesar 23,6 persen, sedangkan sisanya 77,4 persen d ijelaskan oleh
variabel lain diluar model regresi. Standar Error of the Estimate (SEE) sebesar
0,125, yang artinya semakin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin
tepat dalam memprediksi variabel independen.
Uji kelayakan model regresi digunakan untuk menguji kelayakan atau
validitas dari suatu model regresi. Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah
semua variabel independen dalam model regresi mempunyai pengaruh secara
simultan terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan
menggunakan tingkat signifikansi α = 0,05. Kriteria pengujian dengan tingkat
signifikansi 0,05 yaitu bila nilai signifikansi F ≤ 0,05 maka Ho ditolak yang artiya
terdapat pengaruh yang signifikan antara semua variabel independen pada
variabel dependen, sedangkan bila nilai signifikansi F > 0,05 maka Ho d iterima
yang artiya semua variabel independen tidak berpengaruh pada variabel
dependen. Hasil uji kelayakan model (uji F) dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Hasil Uji Kelayakan Model
Model Sum of Square Df Mean Square F Sig
1 Regression 0,574 3 0,191 12,230 0,000 a
Residual 1,659 106 0,016
Total 2,234 109
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan hasil uji kelayakan model pada Tabel 8. dapat diketahui
bahwa hasil perhitungan F menunjukkan angka sebesar 12,230 dengan tingkat
signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa
model ini layak digunakan dalam penelitian. Sesuai dengan kriteria pengujian
dengan tingkat signifikansi 0,05 yaitu F ≤ 0,05 maka Ho ditolak, artinya terdapat
pengaruh yang signifikan antara semua variabel independen terhadap var iabel
dependen.
Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengar uh
suatu variabel bebas yaitu profitabilitas (X1 ), leverage (X2 ) dan ukuran perusahaan
(X3 ) secara individual menerangkan variasi variabelterikat yaitu tax avoidance
yang diproksikan dengan CETR (Y). Uji t dilakukan dengan tujuan apakah
dalam model regresi variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan pad a
variabel terikat, dengan asumsi nilai signifikan uji t α = 0,05 dengan kriteria
pertama, jika nilai signifikansi > 0, 05 maka koefisien regresi tidak signifikan. Hal
ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji statistik t dapat dilihat
pada Tabel 9.

893
E-JURNAL AKUNTANSI
VOL 30 NO 1 APRIL 2020 HLMN. 886-896
DOI: [Link]

Tabel 9. Hasil Uji Statistik t


Variabel Koefisien Regresi thitung Sig. Hasil Hipotesis
Profitabilitas (X 1) -0,571 -2,601 0,011 H1 diterima
Leverage (X2) 0,094 2,923 0,004 H2 ditolak
Ukuran Perusahaan (X3) 0,058 3,106 0,002 H3 ditolak
Sumber: Data Penelitian, 2019
Berdasarkan hasil uji statistik t pada Tabel 9. diketahui bahwa
profitabilitas yang pengukurannya diproksikan dengan ROA menunjukkan nilai
t hitung = -2,601 dengan tingkat signifikansi 0,011. Nilai signifikansi lebih kecil d ari
α = 0,05 atau nilai 0,011<0,05 dengan arah koefisien regresi bernilai negatif
sebesar -0,571. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa variabel
profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan pada CETR sebagai pr oksi tax
avoidance. Semakin kecil nilai CETR maka semakin besar tindakan tax avoidance
dan sebaliknya. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa profitabilitas
berpengaruh positif pada tax avoidance, sehingga hipotesis pertama diterima.
Leverage yang pengukurannya diproksikan dengan DER menunjukkan
nilai t hitung = 2,923 dengan tingkat signifikansi 0,004. Nilai signifikansi lebih kecil
dari α = 0,05 atau nilai 0,004<0,05 dengan arah koefisien regresi ber nilai posit if
sebesar 0,094. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa variabel leverage
berpengaruh positif dan signifikan pada CETR sebagai proksi tax avoidance.
Semakin besar nilai CETR maka semakin kecil tindakan tax avoidance dan
sebaliknya. Hasl pengujian ini menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif
pada tax avoidance, sehingga hipotesis kedua ditolak.
Ukuran perusahaan yang pengukurannya diproksikan dengan Log t ot al
aset menunjukkan nilai t hitung = 3,106 dengan tingkat signifikansi 0,002. Nilai
signifikansi lebih kecil dari α = 0,05 atau nilai 0,002<0,05 dengan ar ah koefisein
regresi bernilai positif yaitu 0,058. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan
bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan pada
CETR sebagai proksi tax avoidance. Semakin besar nilai CETR maka semakin kecil
tindakan tax avoidance dan sebaliknya. Hasl pengujian ini menunjukkan bahwa
ukuran perusahaan berpengaruh negatif pada tax avoidance, sehingga hipotesis
ketiga ditolak.

SIMPULAN
Hasil dari penelitian ini yaitu perusahaan dengan tingkat profitabilitas
Profitabilitas berpengaruh positif pada tax avoidance, yang dipr oksikan d engan
rasio Return on assets. Semakin tinggi nilai ROA, maka semakin tinggi juga profit
yang diperoleh perusahaan. Profit perusahaan yang tinggi menggambarkan
bahwa adanya kinerja keuangan yang bagus didalam suatu perusahaan dalam
menghasilkan laba yang tinggi dari pengelolaan aktivanya. Semakin tinggi
profitabilitas maka nilai CETR semakin rendah. Artinya semakin tinggi
profitabilitas perusahaan maka tax avoidance perusahaan meningkat.
Leverage berpengaruh negatif pada tax avoidance, yang diproksikan
dengan rasio Debt to Equity Ratio. Semakin tinggi tingkat hutang suatu
perusahaan, maka tidak akan mempengaruhi adanya praktik tax avoidance. Hal
tersebut terjadi dikarenakan semakin tinggi tingkat hutang suatu perusahaan
maka pihak manajemen akan lebih konservatif dalam melakukan pelaporan
894
RISKATARI, N.K. R. & JATI, I.K.
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE…

keuangan atau operasional perusahaan. Leverage pada penelitian ini


menunjukkan bahwa berpengaruh negatif pada tax avoidance.
Ukuran perusahaan berpengaruh negatif pada tax avoidance, yang
diproksikan dengan log total aset. Perusahaan yang besar akan berusaha
membayar pajak sesuai dengan jumlah yang diharuskan dalam peraturan
perpajakan, karena semakin besar perusahaan maka semakin besar pengawasan
yang diberikan kepada perusahaan oleh pemerintah yang mengakibatkan
perusahaan tersebut mengurangi tindakan tax avoidance. Selain itu semakin besar
ukuran perusahaan maka perusahaan dapat menggunakan fasilitas perpajakan
berupa insentif pajak.

REFERENSI
Arianandini, P. W., & Ramantha, I. W. (2018). Pengaruh Profitabilitas, Lever age,
dan Kepemilikan Institusional Pada Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi, 22,
2088. [Link]
Amstrong, C., et al. (2015). Corporate Governance, Incentive, and Tax avoidance.
Jurnal of Accounting and Economics, Volume 60.
Ayuningtyas, N. P. W., & Sujana, I. K. (2018). Pengaruh Proporsi Komisaris
Independen, Leverage, Sales Growth, Dan Profitabilitas Pada Tax Avoidance
Ni. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 25, 1884–1912.
Darmawan, I Gede Hendy., Sukartha, I M. (2014). Pengaruh Penerapan
Corporate Governance , Leverage , Return On Assets , Dan Ukuran
Perusahaan Pada Penghindaran Pajak, E-Jurnal Akuntansi Universitas
Udayana, 143–161.
Dewinta, I. A. R., & Setiawan, P. E. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur
Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap
Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 14(3), 1584–1613.
Dharma, I Made Surya, Ardiana, P. A. (2016). Pengaruh Leverage, Intensitas Aset
Tetap, Ukuran Perusahaan, Dan Koneksi Politik Terhadap Tax Avoidance. E-
Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 15, 584–613.
Diantari, Putu Rista., Ulupui, I. A. (2016). Pengaruh Komite Audit, Proporsi
Komisaris Independen, Dan Proporsi Kepemilikan Institusional Terhadap
Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16, 702–732.
Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan. Data Mengenai Penerimaan Pajak.
Retrieved from [Link]
berjalan
Direktorat, Jenderal, Pajak. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28
Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Febriana. (2017). Febriana, Galih Rahayu. (2017). Pengaruh Profitabilitas,
Leverage, Ukuran Perusahaan dan Capital Intensity Terhadap Tax
Avoidance. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas Bandung. Journal of Financial
Economics, 49–80.
Handayani, R. (2017). Pengaruh Return on Assets (ROA), Leverage dan Ukur an
Perusahaan Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Perbankan yang
Listing di BEI Periode Tahun 2012-2015. Edisi Kelima Semarang : Bandan
Penerbitan Universitas Diponegoro, 10, 1–13. Retrieved from
[Link]
895
E-JURNAL AKUNTANSI
VOL 30 NO 1 APRIL 2020 HLMN. 886-896
DOI: [Link]

Kurniasih, T., & Sari, M. M. (2013). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Cor porate
Governance, Ukuran Perusahaan dan Kompensasi Rugi Fiskal pada Tax
Avoidance. Buletin Studi Ekonomi, 18, 58-66.
Maharani, I. G. A. C., & Suardana, K. A. (2014). Pengaruh Corporate Governance,
Profitabilitas dan Krakteristik Eksekutif pada Tax Avoidance. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana.
Praditasari, Komang Ayu; Setiawan, P. E. (2017). Pengaruh Good Corporate
Governance, Ukuran Perusahaan, Leverage Dan Profitabilitas Pada Tax
Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 19, 1229–1258.
Putri, V. R., & Putra, B. I. (2017). Pengaruh, Leverage, Profitability, Ukuran
Perusahaan Dan Proporsi Kepemilikan Institusional Terhadap Tax
Avoidance. Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya, 19, 1–11.
Rinaldi. & Cheisviyanny, C. (2015). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan
dan Kompensasi Rugi Fiskal terhadap Tax Avoidance. SNEMA Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Padang., ISBN: 978-.
Sa’diyah, I. (2016). Pengaruh Keadilan, Sistem Perpajakan, Diskriminasi, dan
Kemungkinan Terdeteksi Kecurangan Terhadap Presepsi Wajib Pajak
Mengenai Perilaku Etika Penggelapan Pajak (Tax Evasion). Universitas
Muhammadyah Gresik.
Saputra, Muhammad Fajri., Rifa, Dandes, Rahmawati, N. (2015). Pengaruh
Corporate Governance, Profitabilitas Dan Karakter Eksekutif Terhadap T ax
Avoidance. Universitas Bung Hatta, JAAI Vol 1.
Swingly, Calvin, Sukartha, I. M. (2015). Pengaruh Karakter Eksekutif, Komite
Audit, Ukuran Perusahaan, Leverage Dan Sales Growth Pada Tax
Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 1, 47–62.
Utari, N. K.Y., & Supadmi, N. L. (2017). Pengaruh Corporate Governance,
Profitabilitas dan Koneksi Politik pada Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana, 18, 2202-22.
Waluyo A, Culbert GJ, Levy J, N. K. (2015). Understanding HIV-related st igma
among Indonesian nurses. J Assoc Nurses AIDS Care. 26(1):69–80.
Doi:10.1016/[Link].2014.03.001.

896

Anda mungkin juga menyukai