TUGAS 3
TUTORIAL ONLINE (TUTON)
EKMA4116
Teknologi dalam Bisnis
Sebagaimana kita ketahui, teknologi merupakan salah satu faktor pendorong globalisasi bisnis.
Sistem rantai pasokan (supply chain) yang diterapkan oleh banyak perusahaan multinasional, seperti
Walmart, Nestlé, Johnson & Johnson, PepsiCo, Coca-Cola, Microsoft, BMW, dan Alibaba,
menunjukkan implikasi teknologi terhadap globalisasi. Sistem yang sarat akan teknologi maju
mengintegrasikan fungsi-fungsi internal perusahaan dan juga fungsi-fungsi tersebut dengan
lingkungan eksternal perusahaan, seperti pasar atau pelanggan, yang menciptakan jaringan bisnis
global. Bisnis masa kini banyak mengandalkan teknologi yang memungkinkan operasi, termasuk
persediaan barang, dan marketing dengan nilai tambah buat pelanggan.
Namun, penggunaan teknologi yang meluas dapat menimbulkan anggapan bahwa teknologi lebih
penting, jika tidak terpenting, daripada segala sesuatu dalam organisasi bisnis. Padahal, prinsip
bisnis, manajemen, moralitas, etika bisnis, dan nilai kemanusiaan di antaranya, sangat penting dan
patut diperhitungkan para eksekutif karena menentukan pertumbuhan dan kelangsungan perusahaan.
Memang teknologi penting dan tak terelakkan, tetapi anggapan atau perlakuan yang berlebihan
terhadap teknologi bisa mengurangi peran manusia dalam perusahaan dan layanan pelanggan.
Teknologi sebagai Kekuatan Eksternal dalam Bisnis
Teknologi tidak diragukan menjadi kebutuhan bisnis. Keduanya bahkan berdampak satu sama lain.
Inilah kesan yang bisa ditangkap dari pandangan Peter Drucker dalam bukunya Toward the Next
Economics and Other Essays. Drucker menekankan bahwa teknologi memunculkan bisnis modern.
Perluasan organisasi perusahaan adalah hasil dari kemajuan teknologi. Laboratorium industri
menghasilkan inovasi teknologi, yang biasanya diterapkan di perusahaan bisnis, sehingga ia
berpandangan bahwa bisnis kian berkembang menjadi pencipta teknologi (Drucker 2010, 37).
Pertumbuhan industri dan perdagangan telah secara signifikan didorong oleh kemajuan teknologi.
Kondratieff’s Wave menunjukkan perkembangan teknologi yang memicu ekspansi industri. Dimulai
pada abad ke-18 dengan penemuan mesin uap dan berlanjut hingga abad ke-20 dengan
berkembangnya industri petrokimia, kereta api, tenaga listrik, produksi tekstil, industri baja, industri
kimia, dan lain-lain. Kemudian, berkembang teknologi informasi (TI) berbasis komputer pada 1970-
an yang mentransformasi masyarakat industri ke masyarakat informasi (CFI Team 2019). Penemuan-
penemuan teknologi ini makin membuka jalan bagi bisnis global, dengan ciri dunia datar, ekonomi
pengetahuan, dunia tanpa batas (borderless), masyarakat pasca kapitalis, dan lain sebagainya.
Jadi, teknologi relevan dengan bisnis terlebih dengan berkembangnya industri dan bisnis yang makin
sarat informasi dan pengetahuan sebagaimana sering dibahas Drucker dan banyak pakar bisnis lain.
Relevan teknologi sendiri tersirat pada definisi teknologi sebagai “jumlah total pengetahuan yang kita
miliki tentang cara melakukan sesuatu” (Weihrich and Koontz 2005, 40). Kemudian, pakar The
Liang Gie (1982, 90) menguraikan bahwa engineering, pemrosesan, manufakturing, dan
pengorganisasian merupakan rangkaian kegiatan yang menjadi bagian-bagian penting dari teknologi
sebagai sistem seni praktis bersama dengan output masing-masing. Jadi jelas rangkaian kegiatan
tersebut adalah rangkaian kegiatan bisnis dan industri. Oleh sebab itu, pemikiran Drucker (2010,
38) akan pentingnya eksekutif memahami dinamika teknologi untuk memahami kemungkinan
perkembangannya dengan dampak ekonomi signifikan dan cara mengkonversi perubahan teknologi
menjadi hasil ekonomi amat beralasan.
Manfaat yang dapat diberikan oleh teknologi mutakhir membuatnya penting untuk operasi
perusahaan. Berbagai literatur bisnis dan marketing menunjukkan bahwa bisnis dapat menciptakan
nilai tambah melalui operasi, produksi, dan distribusi yang efektif dan efisien dalam sistem
terintegrasi dengan dukungan teknologi yang makin “smart.” Secara ekonomi, perusahaan
memperoleh keuntungan akibat efisiensi biaya sehubungan dengan penggunaan sarana teknologi yang
memperbesar biaya tetap dalam operasi. Kemudian, teknologi digital memungkinkan bisnis
meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, yang menjamin perusahaan untuk menangkap
(capture) nilai dari pelanggan sehingga ikut meningkatkan penghasilan perusahaan.
Globalisasi Bisnis
Jelas pertumbuhan perdagangan internasional, investasi asing, dan transportasi atau logistik
mendorong globalisasi, yang mengintegrasikan manusia, barang, modal, bahkan teknologi.
Meluasnya penggunaan teknologi informasi (TI) dan komunikasi, seperti smart phone, personal
computer, internet, dan teknologi digital, makin mempercepat globalisasi dan integrasi bisnis.
Melalui integrasi individu dan bisnis dari negara lain dan perluasan ide dan arus informasi, TI ikut
menciptakan dunia tanpa batas (borderless) karena dalam beroperasi TI memang tidak mengenal batas
negara. Namun, TI sebenarnya berfungsi sebagai pelengkap koneksi fisik antar individu dan bisnis
dari berbagai negara.
Teknologi modern memungkinkan bisnis beroperasi lebih atau kurang melalui jaringan global tanpa
dibatasi oleh wilayah geografis tertentu. Menurut Donald Ball et al (2012, 16), internet dan jaringan
komputer memungkinkan perusahaan berskala kecil bersaing secara global, karena memungkinkan
arus informasi yang cepat terlepas dari lokasi fisik jaringan pembeli dan penjual. Tidak seperti di
masa lalu, perkembangan teknologi kini memungkinkan usaha kecil dan menengah dan perusahaan-
perusahaan dari the newly-emerging economies memiliki peluang untuk memperluas bisnis ke pasar
internasional. Perkembangan jelas menunjukkan bahwa bisnis global kini berciri multi-polarisasi dan
tidak lagi didominasi oleh ekonomi Barat.
Namun, harga teknologi perlu menjadi perhatian. Pada tingkat mikro bisnis, teknologi dikhawatirkan
membuat pekerjaan menjadi kurang manusiawi dan menciptakan pengangguran. Meluasnya
penggunaan otomasi dan robot menjadi tantangan bagi para pekerja, yang khawatir perangkat
teknologi akan menggantikan mereka. Selain itu, berbagai isu disrupsi dan obsolensi teknologi
mencuat akibat kemajuan teknologi baru. Kita mungkin mengamati kemajuan di sekitar kita
bagaimana publikasi elektronik menjadi ancaman bagi model media-massa tradisional.
Bahkan pada tingkat makro, pandangan bahwa globalisasi menghapus batas-batas negara
memprihatinkan karena menyangkut kedaulatan nasional dan nilai-nilai lokal. Sembari mengakui
bahwa, dengan globalisasi, orang-orang dari semua bangsa dapat berpartisipasi proaktif dalam
kemajuan teknologi baru, Daoed Joesoef menulis dalam bukunya "Studi Strategi: Logika Ketahanan
dan Pembangunan Nasional" (2014, 181): “Hal ini menurut naturnya menjurus ke pertumbuhan
"techno-nationalism" yang berpotensi melemahkan "geo-nationalism" tradisional yang sarat dengan
asas-asas moral, spiritual dan kultural setempat.” Pandangan ini kiranya berkaitan dengan isu
kedaulatan nasional negara. Dan bukankah ada pandangan bahwa teknologi dapat memperlemah
nilai-nilai budaya daerah, kepercayaan, dan tradisi dengan penyebaran rasionalisme, materialisme,
dan individualisme, meski ini dapat diperdebatkan?
Teknologi dan Manusia
Ditinjau dari manfaatnya, teknologi modern banyak membantu manusia meningkatkan efektivitas dan
produktivitas bisnis. Dengan makin saratnya pengetahuan dan informasi dalam bisnis, Drucker
bahkan mendorong kalangan bisnis untuk memiliki manajemen teknologi dan inovasi. Manajemen
secara keseluruhan, bukan semata litbang, memikul tanggung jawab utama atas teknologi. Ketika
pasar global dan konsumen makin berdaya dan “smart” dan menginginkan teknologi smart, para
eksekutif bisa menemukan peluang ekonomi sebagai hasil dari kemajuan teknologi. Dalam
bukunya Exceeding Customer Experience (2007, 151), pakar bisnis Kirk Kazanjian mengatakan:
“Sebagus apa pun produk atau jasa Anda, tanpa penggunaan teknologi secara cerdas, Anda akan
kehilangan peluang untuk membuatnya mudah dan biaya-efektif bagi pelanggan untuk berbisnis
dengan Anda.”
Namun mereka tetap perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam pemikiran yang mengabaikan fungsi
penting sumber daya manusia sebab menganggap teknologi satu-satunya fungsi terpenting dalam
bisnis. Mereka perlu memahami nilai penting manusia dalam pengembangan bisnis dan kemajuan
teknologi. Pertama, teknologi merupakan sarana untuk membantu manusia. Jadi, teknologi
bermanfaat untuk mengganti peran manusia terutama dalam melakukan kegiatan manual dan memberi
lebih banyak waktu pada para eksekutif untuk berinteraksi dengan karyawan, pelanggan dan mitra
bisnis. Don Ross, Presiden Enterprise, perusahaan sewa mobil Amerika #1 mengatakan:
“Penggunaan teknologi penting sebagai cara agar interaksi individu dengan Anda lebih
menyenangkan” (Kazanjian 2007, 151). Tidak bisa diabaikan juga bahwa teknologi sebenarnya
diciptakan, diinovasi, diterapkan, dan berada di bawah kendali manusia.
Kedua, manusia dengan segala unsur kemanusiaannya menentukan keberhasilan bisnis, termasuk
sistem rantai pasokan. Rantai pasokan merupakan rangkaian tahapan yang memungkinkan interaksi
antara orang-orang lebih daripada kumpulan teknologi dalam menciptakan nilai pelanggan. Untuk
itu, optimasi rantai pasokan ini memerlukan hubungan dan kerjasama di kalangan manajemen dan
karyawan atas dasar kepercayaan, keterampilan/keahlian tenaga kerja, human judgement,
pengetahuan, dan pengalaman manusia (Fung, Fung and Wind 2008, 3, 32, 128).
Kemudian, konsep layanan pelanggan mempersyaratkan unsur-unsur kepemimpinan dan kerja tim,
selain teknologi. Bahkan dengan mengabaikan unsur-unsur tersebut, perusahaan sulit memberi
layanan pelanggan yang baik sekalipun menggunakan teknologi baru. Dengan tetap diperlukannya
interaksi antar manusia, virtual marketing yang dipraktik luas oleh pebisnis sebaiknya diimbangi
dengan offline marketing, termasuk distribusi multi-saluran, produk online dan offline, serta promosi
virtual dan tradisional. Terlepas dari strategi marketing digital yang digunakan untuk mengiklankan
produk berwujud, pelanggan pada dasarnya tetap membeli barang yang berwujud dan jasa secara
nyata untuk dikonsumsi.
Nada serupa dapat ditemukan pada terciptanya hubungan harmonis antara teknologi dan manusia pada
perusahaan-perusahaan multinasional, seperti Walmart. Perusahaan ritel terbesar yang berusia sekitar
60 tahun terkenal memanfaatkan teknologi canggih namun mengakui bahwa unsur hubungan manusia
selalu dibutuhkan bisnis. Donna Morris, Chief People Officer Walmart (2023) menyatakan bahwa
karyawan mereka telah dan akan selalu membuat sesuatu yang berbeda–sama seperti inovasi yang
telah dan akan selalu memainkan peran penting dalam setiap bisnis yang sukses. Di bagian lain,
menurut Morris, bisnis masa depan memprioritaskan interaksi manusia yang bermanfaat sambil
memanfaatkan teknologi untuk mengotomasi tugas sehari-hari, keduanya bekerja secara harmonis.
Sumber:
[Link]
Pertanyaan
Berdasarkan kasus di atas, maka analisalah:
1. Berikan analisa Anda mengenai teknologi digital dan berikan contoh dari 30
teknologi digital.
2. Terkait teknologi dan manusia, bagaimana nilai penting manusia dalam 30
pengembangan bisnis dan kemajuan teknologi? Berikan analisa Anda
3. Teknologi itu penting, tanpa harus berarti lebih atau paling penting, dalam 40
kegiatan bisnis. Berikan opini Anda mengenai pernyataan tersebut.
Skor Total 100
JAWAB
1. Analisis mengenai teknologi digital dan contohnya
Teknologi digital memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan bisnis saat
ini. Dalam kasus yang disebutkan, teknologi digital memungkinkan perusahaan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional mereka, serta menciptakan nilai
tambah bagi pelanggan. Beberapa contoh teknologi digital yang dapat digunakan dalam
bisnis antara lain:
Internet dan Jaringan Komputer: Internet dan jaringan komputer memungkinkan
perusahaan untuk terhubung dengan pelanggan dan mitra bisnis di seluruh dunia.
Dengan menggunakan internet, perusahaan dapat menjalankan operasi bisnis mereka
secara global tanpa dibatasi oleh batas geografis tertentu.
Teknologi Digital dalam Rantai Pasokan: Teknologi digital seperti sistem
manajemen rantai pasokan (supply chain management) memungkinkan perusahaan
untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan proses bisnis mereka, mulai dari
pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk kepada pelanggan. Contohnya
adalah sistem rantai pasokan yang diterapkan oleh perusahaan multinasional seperti
Walmart, Nestlé, dan Johnson & Johnson.
Teknologi Digital dalam Pemasaran: Teknologi digital juga memainkan peran
penting dalam pemasaran. Perusahaan dapat menggunakan media sosial, situs web,
dan platform digital lainnya untuk mempromosikan produk dan layanan mereka
kepada pelanggan potensial. Selain itu, teknologi digital juga memungkinkan
perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan, sehingga dapat
mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif
Teknologi Digital dalam Layanan Pelanggan: Teknologi digital memungkinkan
perusahaan untuk meningkatkan layanan pelanggan mereka. Misalnya, perusahaan
dapat menggunakan chatbot atau sistem dukungan pelanggan otomatis untuk
memberikan respons cepat dan akurat kepada pelanggan. Selain itu, teknologi digital
juga memungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan pelanggan secara online,
seperti pemesanan dan pembayaran melalui aplikasi atau situs web.
2. Nilai penting manusia dalam pengembangan bisnis dan kemajuan teknologi
Meskipun teknologi memiliki peran yang penting dalam pengembangan bisnis dan
kemajuan teknologi, nilai penting manusia tidak boleh diabaikan. Manusia memiliki
peran yang tak tergantikan dalam pengembangan bisnis dan penggunaan teknologi.
Berikut adalah beberapa nilai penting manusia dalam pengembangan bisnis dan kemajuan
teknologi:
Kreativitas dan Inovasi: Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan
inovatif, yang merupakan kunci dalam mengembangkan bisnis dan teknologi baru.
Manusia dapat menciptakan ide-ide baru, mengembangkan produk dan layanan
inovatif, dan menemukan solusi untuk masalah yang kompleks.
Keterampilan dan Pengetahuan: Manusia memiliki keterampilan dan pengetahuan
yang diperlukan untuk mengelola dan mengoperasikan teknologi. Keterampilan
seperti pemrograman, analisis data, dan manajemen proyek sangat penting dalam
mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam bisnis.
Hubungan dan Interaksi: Manusia memiliki kemampuan untuk membentuk
hubungan dan berinteraksi dengan pelanggan, mitra bisnis, dan rekan kerja. Interaksi
manusia yang baik dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun hubungan
jangka panjang, dan memfasilitasi kolaborasi dalam pengembangan bisnis dan
penggunaan teknologi.
Etika dan Tanggung Jawab: Manusia memiliki kemampuan untuk
mempertimbangkan aspek etika dan tanggung jawab dalam pengembangan bisnis dan
penggunaan teknologi. Manusia dapat memastikan bahwa teknologi digunakan
dengan cara yang etis dan bertanggung jawab, serta mempertimbangkan dampak
sosial dan lingkungan dari penggunaan teknologi.
3. Opini mengenai pernyataan bahwa teknologi itu penting, tanpa harus berarti lebih
atau paling penting, dalam kegiatan bisnis
Saya setuju dengan pernyataan bahwa teknologi itu penting dalam kegiatan bisnis, tetapi
tidak harus berarti bahwa teknologi lebih penting atau paling penting daripada segala
sesuatu dalam organisasi bisnis. Teknologi adalah alat yang penting untuk meningkatkan
efisiensi, produktivitas, dan inovasi dalam bisnis. Namun, nilai-nilai bisnis seperti prinsip
bisnis, manajemen, moralitas, etika bisnis, dan nilai kemanusiaan juga sangat penting dan
harus diperhitungkan oleh para eksekutif.
Teknologi dapat menjadi pendorong utama dalam mengubah cara bisnis beroperasi dan
berinteraksi dengan pelanggan. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan peran
manusia dalam bisnis. Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, memecahkan
masalah, dan menjalin hubungan yang penting dalam bisnis. Selain itu, nilai-nilai bisnis
seperti etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan juga harus menjadi pertimbangan
dalam pengembangan bisnis dan penggunaan teknologi.
Dalam konteks ini, penting bagi para eksekutif untuk memahami dan mengelola hubungan
antara teknologi dan manusia dengan bijak. Mereka perlu memanfaatkan potensi teknologi
untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam bisnis, sambil tetap mempertimbangkan
nilai-nilai bisnis dan peran penting manusia dalam pengembangan bisnis dan kemajuan
teknologi.