CRM dan Promosi Pengaruhi Loyalitas Nasabah
CRM dan Promosi Pengaruhi Loyalitas Nasabah
Oleh
Ilham Dwi Prabowo
2053019
PENDAHULUAN
bisnis perbankan yang semakin besar, sebab loyalitas sangat berguna untuk
tepat dan sesuai. Menurut Kotler dan Keller (2013) indikator loyalitas nasabah
Tabel 1.1
Hasil Pra Survei Loyalitas Nasabah
No Pernyataan Ya Tidak %Ya %Tidak
1 Saya selalu menabung di Bank 16 14 53% 47%
Mega
2 Sering membeli produk baru 10 20 33% 67%
dan mengikuti program yang
berlangsung
3 Mempromosikan produk 13 17 43% 57%
tabungan secara tidak langsung
melalui media social/WOM
4 Menjadikan satu satunya 15 15 50% 50%
perbankan dalam pengelolaan
tabungan saya
Sumber: Hasil Pra Survei
Berdasarkan tabel 1.1 dapat diketahui bahwa loyalitas nasabah Bank Mega
Bandung Buah Batu masih terbilang rendah. Hal tersebut terlihat dari persentase
industry) yang menunjukan 67% dimana nasabah yang tidak membeli produk baru
atau mengikuti program yang berlangsung, selain itu hasil pra survey menunjukan
media social/WOM, dengan demikian loyalitas pelanggan pada PT Bank Mega Buah
Dalam strategi marketing, kita memahami dua berbagai strategi yaitu strategi
selayaknya memperoleh atensi yang lebih besar. Ini berarti, organisasi wajib
memperkenalkan kita pada kemudahan serta kecepatan akses data yang berdampak
menjadi pintar serta canggihnya konsumen di masa milinium ini. Konsumen pada
saat ini menjadi susah dipuaskan. Mereka menuntut customized products, speed,
pendatang baru yang merger dan akuisisi jadi isu mendasar untuk pemasaran jasa
keuangan serta manajemen demi kelangsungan hidup di pasar keuangan global yang
kompetitif. Selain itu, tawaran serupa atau produk yang dijual perusahaan bank
serupa dengan bank lainnya, diferensiasi produk menjadi sulit di pasar persaingan
yang ketat. Tanpa memberikan kepuasan nasabah, nasabah bank akan terus
membelot dari satu bank ke bank lain serta ini memiliki implikasi biaya tidak cuma
buat pelanggan, namun pula ke bank itu sendiri. Fenomena ini jadi tantangan dalam
strategi yang berpusat pada pelanggan. Dalam perihal ini, Customer Relationship
Marketing di zona perbankan jadi lebih kritis sebab bank berurusan dengan layanan
yang secara luas diklasifikasikan selaku komoditas tidak berwujud serta dengan
aktivitas promosi adalah sesuatu yang berarti. Promosi ialah aktivitas yang dicoba
menjadi suatu program terpadu untuk berkomunikasi dengan pembeli dan orang lain
serta seluruh tipe produk yang ditawarkan serta berupaya menarik calon nasabah
untuk jasa ataupun produk buat menggapai tujuan industri, hingga Bank Mega selalu
daya tarik bagi penulis untuk meneliti lebih lanjut. Research gap yang terjadi adalah
pelanggan.
c. Penelitian Novianti (2018) dihasilkan bahwa promosi berpengaruh negatif
masih memberikan hasil yang berbeda, karena masih adanya perbedaan mengenai
hasil maka dilakukan kembali penelitian lebih lanjut, dengan harapan untuk
loyalitas nasabah. Dari fenomena data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak
setiap kejadian empiris sesuai dengan teori yang ada. Hal ini diperkuat dengan
Adapun yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
nasabah melalui kepuasan nasabah pada Bank Mega Buah Batu Bandung?
1.3 TujuanPenelitian
loyalitas nasabah melalui kepuasan nasabah pada Bank Mega Buah Batu
Bandung.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari terlaksananya penelitian ini, sebagai berikut:
nasabah.
mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Selain itu mencari perbedaan atau
aspek keterbaruan pada tesis yang dilakukan dengan penelitian yang sudah
Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
1 (Sindy Buana Pengaruh Mengetahui Kuantitatif Hasil hipotesis CRM
Putri, 2020) Customer pengaruh dengan terhadap kepuasan
Relationship customer pendekatan pelanggan
Manaement relationship deskriptif berpengaruh positif
(CRM) Terhadap management dan signifikan,
Loyalitas terhadap sedangkan
Pelanggan loyalitas pengaruh CRM tidak
Melalui pelanggan signifikan terhadap
Kepuasan Watson di loyalitas pelanggan.
Pelanggan Bandung Dan untuk pengaruh
Watsons Di kepuasan pelanggan
Bandung terhadap loyalitas
pelanggan diperoleh
hasil yang positif dan
signifikan. Hasil uji
hipotesis indirect
effect CRM terhadap
loyalitas pelanggan
melalui kepuasan
pelanggan
berpengaruh
Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
signifikan.
2 (Pamungkas, Pengaruh Untuk Kuantitatif Kepercayaan dan
2014) Relationship mengetahui dengan komitmen sebagai
Marketing pengaruh pendekatan yang membentuk
terhadap relationship eksplanasi relationship
Loyalitas marketing asosiatif marketing memiliki
Pelanggan pada yang terdiri pengaruh terhadap
E-Commerce dari loyalitas pelanggan,
Business-To- kepercayaan baik secara terpisah
Customer Lazada dan maupun bersamaan.
komitmen Adapun kontribusi
terhadap yang diberikan oleh
loyalitas relationship
pelanggan marketing pada
pada e- loyalitas pelanggan
commerce adalah sebesar
business-to- 60,5%, sedangkan
customer sisanya sebesar
(B2C) 39,5% dijelaskan oleh
Lazada faktor-faktor lain
Indonesia yang tidak diteliti
pada penelitian ini
3 (Yulisetiarini Pengaruh Menganalisis Kuantitatif Customer
et al., 2017) Customer pengaruh dengan Relationship
Relationship Customer pendekatan Marketing
Marketing Relationship explanator berpengaruh
Terhadap Marketing, y research signifikan terhadap
Customer Customer Customer Value,
Loyalty Melalui Value Customer
Customer Value terhadap Relationship
Pada Bank Jatim Customer Marketing
Di Jember Loyalty pada berpengaruh
Bank Jatim signifikan terhadap
Jember. Customer Loyalty,
Customer Value
berpengaruh
signifikan terhadap
Customer Loyalty
4 (Chakiso, The Effect of The aim of Kuantitatif All underpinnings
Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
2015) Relationship this study is had statistically
Marketing on to significant influence
Customers’ investigate on customers’ loyalty
Loyalty the influence as individual.
(Evidence from of Moreover,
Zemen Bank) relationship management
marketing commitment had
underpinnin mediating effect
g son between relationship
customers‟ marketing and
loyalty customers’ loyalty.
5 (Kamaludin Pengaruh Menganalisis Kuantitatif Terdapat pengaruh
et al., 2019) customer pengaruh dengan yang positif dan
relationship CRM pendekatan signifikan dari
management terhadap deskriptif customer relationship
(CRM) terhadap citra UPT management terhadap
citra Perpustakaan citra UPT
perpustakaan ITB Perpustakaan Institut
pada UPT Teknologi Bandung
Perpustakaan baik dari aspek data
ITB dan teknologi,
sumber daya
manusia, maupun
proses customer
relationship
management
6 (Karim et al., Pengaruh Untuk Penelitian Secara simultan
2020) relationship mengetahui asosiatif relationship
marketing dan pengaruh dengan marketing dan
Suasana Kafe relationship metode suasana kafe
Terhadap marketing kuantitatif berpengaruh
Loyalitas dan suasana signifikan terhadap
Pelanggan di kafe loyalitas pelanggan.
Rumah Kopi terhadap Secara parsial
Billy Kawasan loyalitas relationship
Megamas pelanggan di marketing
Rumah Kopi berpengaruh negatif
Billy dan tidak signifikan
Kawasan terhadap loyalitas
Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
Megamas. pelanggan dan
variabel suasana kafe
berpengaruh positif
terhadap loyalitas
pelanggan di Rumah
Billy Kawasan
Megamas
7 (Luis & Pengaruh Untuk Kuantitatif Pengaruh promosi
Moncayo, Promosi mengetahui dengan terhadap loyalitas
2016) Terhadap bauran pendekatan konsumen di Suis
Loyalitas promosi deskriptif Butcher Steak House
Konsumen di berpengaruh Setiabudhi Bandung
Suis Butcher terhadap sebesar 84,5%,
Steak House loyalitas sedangkan sisanya
Setiabudhi konsumen. sebesar 15,5%
Bandung dijelaskan oleh
variabel lain yang
tidak diteliti dalam
penelitian ini
8 (Olivia, Pengaruh Mengetahui Kuantitatif Hasil penelitian
Gegahertzy Kualitas Produk pengaruh dengan menunjukan bahwa
Rindo, 2021) dan Promosi kualitas pendekatan secara parsial kualitas
Terhadap produk dan explanator produk menyumbang
Loyalitas promosi y research sebesar 60,2% dari
Pelanggan terhadap kepuasan pelanggan,
Melalui loyalitas 54,5% variabel
Kepuasan pelanggan kepuasan pelanggan
Pelanggan melalui dipengaruhi oleh
Sebagai Variabel kepuasan variabel promosi,
Intervening pelanggan. 71,9% variabel
kualitas produk dan
promosi
mempengaruhi
variabel kepuasan
pelanggan, sebanyak
47,7% loyalitas
pelanggan
dipengaruhi oleh
kualitas produk,
Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
sebanyak 68,7%
variable promosi
mempengaruhi
variable loyalitas
pelanggan, dan
sebanyak 61%
variable loyalitas
pelanggan
dipengaruhi variabel
kepuasan pelanggan.
9 (Farisi & Pengaruh Harga Penelitian ini Kuantitatif Secara parsial,
Siregar, dan Promosi mempunyai dengan masing-masing
2020) Terhadap tujuan untuk pendekatan variabel Harga dan
Loyalitas menguji dan asosiatif Promosi berpengaruh
Pelanggan mengetahui terhadap Loyalitas
Pengguna Jasa pengaruh Pelanggan Gojek di
Transportasi harga dan Kota Medan dan
Online di Kota promosi secara simultan,
Medan terhadap variabel harga dan
loyalitas promosi berpengaruh
pelanggan terhadap loyalitas
jasa pelanggan Gojek di
transportasi Kota Medan.
online di
Kota Medan
10 (Meriska et Pengaruh Untuk Kuantitatif Variabel promosi dan
al., 2018) promosi dan menganalisis kualitas pelayanan
kualitas pengaruh secara silmutan
pelayanan promosi dan berpengaruh
terhadap kualitas signifikan terhadap
loyalitas pelayanan loyalitas pelanggan di
pelanggan di terhadap Taksi Citra Perdana
taksi citra loyalitas Kendedes Malang
perdana pelanggan di sebesar 73,4% dan
kendedes malang Taksi Citra sisanya 26,3%
Perdana dipengaruhi oleh
Kendedes faktor lain yang tidak
Malang dibahas dalam
penelitian ini.
Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
11 (Wijayanto et Analisis Menganalisis Kuantitatif Hasil penelitian
al., 2018) Pengaruh pengaruh menunjukan promosi
Promosi terhadap promosi berpengaruh
Loyalitas terhadap signifikan terhadap
Konsumen loyalitas kepercayaan,
dengan konsumen kepercayaan
Kepercayaan melalui berpengaruh
sebagai Variabel kepercayaan signifikan terhadap
Mediasi konsumen loyalitas konsumen,
promosi berpengaruh
signifikan terhadap
loyalitas konsumen,
ada pengaruh mediasi
kepercayaan terhadap
loyalitas konsumen di
Paguyub- an
Percetakan Semanggi
12 (Noorhayati, Pengaruh Untuk Penelitian Secara simultan
2018) Kualitas Produk, mengetahui asosiatif kualitas produk,
Harga dan pengaruh dengan harga dan promosi
Promosi kualitas metode berpengaruh terhadap
Terhadap produk, kuantitatif. loyalitas pelanggan.
Loyalitas harga dan Secara parsial
Pelanggan Kartu promosi kualitas produk dan
Prabayar terhadap harga berpengaruh
Telkomsel (Studi loyalitas signifikan terhadap
Kasus Pada pelanggan loyalitas pelanggan.
Mahasiswa STIE kartu Sedangkan promosi
Muara Teweh) prabayar berpengaruh negatif
Telkomsel dan tidak signifikan
terhadap loyalitas
pelanggan kartu
prabayar Telkomsel.
Sumber: data diolah peneliti, 2022
Berdasarkan tabel penelitian terdahulu diatas, penelitian ini memiliki
promosi. Selain itu objek penelitian ini adalah nasabah Bank Mega Cabang Buah
pelaku bisnis harus merancang strategi tertentu untuk memenangkan persaingan dan
mengimplementasikan CRM. Menurut Buttle, CRM adalah salah satu strategi bisnis
inti yang mengintegrasikan proses dan fungsi internal dengan semua jaringan
pelanggan yang ditargetkan. CRM didukung oleh data konsumen dan teknologi
Dapat dikatakan bahwa CRM ini dapat bekerja dengan dukungan data
mereka yang dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, apa pun. istilah CRM
difokuskan pada praktik bisnis atau customer centric (Maulana & Pramita Putri,
2018)). Sehingga dapat dilihat disini bahwa CRM ini nantinya akan menjadi proses
menciptakan pelanggan yang loyal dan CRM ini nantinya akan fokus dan customer
centric, sehingga perusahaan atau bisnis akan fokus dan memikirkan bagaimana
menjaga hubungan baik dengan pelanggan untuk menjalin hubungan emosional
dengan perusahaan.
kepuasan pelanggan yang luar biasa. (Maulana & Pramita Putri, 2018). Proses ini
pelanggan. Dapat dilihat bahwa CRM ini adalah hubungan yang menguntungkan
bagi perusahaan, bisnis di mana, selain hubungan emosional yang baik, pelanggan
terus-menerus membeli dari perusahaan, di mana CRM akan selalu dikaitkan dengan
proses yang lebih relevan, termasuk pencapaian pelanggan baru, oleh karena itu
kolega dan tetangga karena dia menyarankan pelanggan untuk tidak tergerak hati dan
tidak tergoda oleh produk dari perusahaan pesaing sejenis, dan yang terakhir adalah
Menurut Reinarts & Kumar dalam (Maulana & Pramita Putri, 2018) “CRM is
and develophing successful long term relational exchanges” yang mencakup semua
mengembangkan pertukaran yang sukses dalam jangka panjang. Jadi CRM ini
membuat pertukaran hubungan sukses dalam jangka panjang dengan dimulai dengan
membangun pelanggan.
Dari ketiga definisi di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa CRM adalah
hubungan emosional dengan pelanggan karena jika perusahaan atau bisnis terikat
menguntungkan dengan pelanggan melalui strategi CRM (Maulana & Pramita Putri,
2018). Salah satu produk dan layanan tambahan tersebut adalah menjual kepada
pelanggan. Tujuan mendasar dari CRM adalah profitabilitas pelanggan. Untuk tujuan
ini, hampir identik dengan salah satu definisi CRM, yang mencari profitabilitas
pelanggan, untuk menemukan profitabilitas organisasi bisnis atau bisnis, Anda perlu
Menurut Butlle dalam (Maulana & Pramita Putri, 2018), CRM memiliki tiga
a. Level strategis
CRM strategis ini merupakan upaya atau upaya perusahaan untuk
pelanggan memiliki arti penting bagi perusahaan. Budaya adalah cara untuk
sambil berlari. Setiap langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan nilai
b. Level operasional
sedangkan yang terakhir adalah fungsi layanan, contoh fungsi layanan ini.
yang ditawarkan.
c. Level analitis
bagian penting dari penerapan CRM yang efektif, dan nilai pelanggan dapat
yang menjadi target dan mana yang lebih disukai. Bahkan CRM analitik
sendiri dapat memberikan solusi yang tepat waktu dan personal untuk setiap
1. Trust merupakan keyakinan bahwa janji yang dari seorang partner dapat
dan setelah tahap konsumsi (Anderson and Naurus dalam (Aldaihani &
Ali, 2019)).
elemen kunci dari kampanye pemasaran, yang terdiri dari kumpulan alat insentif,
yang sebagian besar bersifat jangka pendek dan dirancang untuk mendorong
konsumen membeli produk tertentu. atau produk. lebih cepat atau lebih layanan, atau
ditargetkan pada pengecer, pembeli, dan penjual. Pengecer akan bekerja ekstra
dengan menawarkan diskon, diskon promosi dan tampilan, dan beberapa produk
gratis. Pelanggan dapat membeli produk dengan memberikan kupon diskon, paket
harga, hadiah, dan garansi. Tenaga penjual akan bekerja lebih keras jika mereka
konsumen, penjual atau perantara. Promosi penjualan terdiri dari serangkaian teknik
hemat biaya dengan memberikan nilai produk kepada perantara dan pengguna akhir.
unit yang lebih besar dan mendorong orang untuk menamai kembali
merchantr.
3. Promosi pemasok, yaitu upaya untuk mendukung produk atau model baru
Menurut Kotler dan Keller (2013), ada beberapa bauran promosi penjualan,
yaitu:
1. Coupons (kupon)
melalui spanduk, surat kabar, iklan siaran (TV/Radio). itu. Harga diskon
Kesepakatan harga paket berlaku untuk bonus dalam paket atau sesuatu
yang ada di dalam paket. Ketika bonus in-box diberikan, produk ekstra
ekstra akan diberikan secara gratis jika produk dibeli dengan harga tetap.
sampel adalah cara paling efisien dan mahal untuk menghadirkan produk
baru.
5. Premium
Barang yang ditawarkan secara gratis atau dengan harga yang sangat
6. Cashback
dari uang tunai atau uang virtual, atau bahkan produk, tetapi memenuhi
cashback.
7. Continuity programs
tertentu.
perusahaan.
5. Ketepatan atau kesesuaian promosi; dapat dilihat dari ketepatan waktu
perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara
kinerja atau hasil yang diharapkanya. Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang
Selain itu, (Sangadji & Sopiah, 2013) mengatakan kepuasan konsumen adalah suatu
kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan konsumen
atas pengalaman yang didapat dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan dengan
sehingga diperlukan suatu strategi yang jitu untuk melakukan hal tersebut. Pada
keras dan memerlukan biaya tinggi dalam usahanya merebut konsumen suatu
penyedia jasa. Menurut Fornell yang dikutip oleh Tjiptono (2014) bahwa pada setiap
perusahaan menerapkan strategi bisnis kombinasi antara lain strategi ofensif dan
strategi defensif.
penjualan dan jumlah pelanggannya. Hingga saat ini perhatian perusahaan lebih
pada strategi ofensif dan mengabaikan strategi defensif, risiko terbesarnya adalah
dengan melindungi produk dan pasarnya dari serangan para pesaing. Cara untuk
mencapai tujuan ini adalah dengan meningkatkan kepuasan pelanggan saat ini
[Link] Pengukuran Kepuasan Pelanggan
antara lain:
dan keluhan, misalnya dengan menyediakan kotak saran, kartu komentar dan
lain-lain. Informasi dari para pelanggan ini akan memberikan masukan dan
ide-ide bagi perusahaan agar bereaksi dengan tanggap dan cepat dalam
Metode ini berfokus pada identifikasi masalah dan juga pengumpulan saran-
terhadap produk yang ditawarkan dari perusahaan dan juga dari produk
para ghost shopper juga bisa mengamati cara penanganan terhadap setiap
keluhan yang ada, baik oleh perusahaan yang bersangkutan maupun dari
pesaingnya.
pelanggannya yang telah berhenti membeli produk atau yang telah pindah
secara langsung (feedback) dari pelanggan dan juga akan memberikan kesan
dari:
Memuaskan kepuasan pelanggan tidak pernah cukup ketika menjalankan bisnis. Jika
konsumen menemukan produk pesaing yang lebih baik, konsumen cenderung beralih
ke pesaing. Oleh karena itu, kepuasan pelanggan harus dikaitkan dengan kepuasan
daripada sikap. Salah satu sikap positif pelanggan adalah loyal terhadap produk
perusahaan dan merekomendasikan produk tersebut kepada pihak lain. Sedangkan
sikap negatif muncul kepada pihak lain dengan kata-kata negatif (word of mouth)
sendirinya. Menurut Giffin, yang dikutip oleh (Sangadji & Sopiah, 2013), “loyalitas
lebih mengacu pada perilaku unit pengambil keputusan untuk terus menerus
membeli barang atau jasa dari perusahaan yang dipilih”. Pembelian terus menerus
dari pelanggan dapat membawa manfaat jangka panjang bagi bisnis. (Kotler dan
despite situational influences and marketing efforts having the potential to cause
“Loyalitas pelanggan adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko, atau
pemasok, berdasarkan sikap yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian
Pasuraman, yang dikutip oleh (Sangadji & Sopiah, 2013), lebih lanjut
tanggapan yang erat kaitannya dengan suatu suara atau suatu janji dengan tetap
tercermin dalam pembelian berkelanjutan dari penyedia layanan, sama dalam hal
perilaku positif, yaitu pembelian terus menerus, dan berulang tanpa dipengaruhi oleh
pesaing. pemasaran.
produk atau jasa tertentu. Menurut (Tjiptono, 2014), ada empat jenis retensi
pelanggan, yaitu:
Tidak ada loyalitas (No loyalty) Pelanggan yang karena alasan tertentu
kategori non-loyalty untuk menjadi target pasar karena mereka tidak akan
pakai. Loyalitas jenis ini biasanya terjadi pada produk yang sering
Loyalitas premium adalah jenis loyalitas yang terjadi ketika minat yang
bahwa loyalitas pelanggan tidak hanya diciptakan, tetapi juga direkayasa oleh
perusahaan. Loyalitas perencanaan harus direncanakan dengan baik. Langkah-
Costumer Experience)
kepemimpinan.
4. Menyokong dan Meningkatkan Kinerja (Sustain and Enhance
Performance)
pengalaman pelanggan.
oleh perusahaan.
manfaat jangka panjang bagi bisnis. Proses dimana seorang calon pelanggan menjadi
pelanggan setia perusahaan tertentu tidak terjadi begitu saja. Loyalitas pelanggan
Sopiah, 2013) membagi fase-fase customer retention menjadi beberapa fase sebagai
berikut:
1. Terduga (Suspect)
Terduga adalah setiap orang yang mungkin membeli barang atau jasa
perusahaan tetapi tidak mengenal perusahaan dan barang atau jasa yang
ditawarkannya.
2. Prospek (Prospects)
membutuhkan barang atau jasa tersebut. Atau Anda tidak dapat membeli
kali atau lebih dan bahkan membeli produk yang sama dari perusahaan
pesaing.
6. Klien (Client)
pelanggan jenis ini kuat dan tahan lama, sehingga tidak terpengaruh oleh
produk pesaing.
7. Pendukung (Advocates)
8. Mitra
Mitra adalah hubungan abadi yang paling kuat antara pelanggan dan
perusahaan.
Loyalitas merupakan nilai penting bagi sebuah perusahaan. Hal ini dapat
dilihat dari ciri-cirinya. Seperti yang dijelaskan Griffin dalam (Sangadji & Sopiah,
2013), pelanggan yang loyal memiliki banyak karakteristik. Ciri-ciri pelanggan yang
Sedangkan menurut (Tjiptono, 2014) yang dikutip oleh Sangadji dan Sopiah,
ada enam indikator yang dapat digunakan untuk mengukur loyalitas pelanggan.
1. Pembelian ulang.
Pelanggan.
berorientasi pada hubungan dengan jangka waktu yang panjang yang bertujuan untuk
memberikan nilai pada pelanggan mengenai produk atau jasa sehingga dapat
perusahaan (Octavia Widjaja, 2016). Hal ini merupakan suatu gagasan yang masuk
akal tentang bagaimana seharusnya diterapkan oleh perusahaan agar pelanggan bisa
menciptakan komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling
berorientasi pada hubungan dengan jangka waktu yang panjangyang bertujuan untuk
memberikan nilai pada pelanggan mengenai produk atau jasa sehingga dapat
konsumen.
tercipta suatu komunikasi yang baik dengan pelanggan terutama guna menumbuhkan
pada setiap langkah dalam peroses penciptaan nilai (Tjiptono, 2014). Kepuasan
pelanggan menjadi factor utama dalam terciptanya suatu kesetiaan pelanggan atau
kata lainya loyalitas, dengan merasa puas terhadap produk maupun jasa maka secara
kepuasan pelanggan tidak menjadi variable intervening diantara CRM dan loyalitas
dan signifikan antara variabel CRM terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan
konsumen. (Felix et al., 2016) menghasilkan kesimpulan CRM berpengaruh
agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan
menurut J. Paul Peter dan Jerry C. Olson bagi konsumen yang terlanjur membeli
suatu merek, promosi konsumen dapat menjadi insentif tambahan bagi mereka untuk
dengan pembeli dan orang lain yang pada akhirnya akan mempengaruhi loyalitas
Penelitian yang dilakukan oleh (Dinda Mutiara Ayuni1, 2020; Meriska et al.,
2018; Prihatama et al., 2020; Wijayanto et al., 2018) berkesimpulan bahwa promosi
Kepuasan Pelanggan.
Loyalitas timbul karena adanya kepuasan terhadap suatu merek tertentu yang
memenuhi kriteria yang diinginkan dan akan melakukan pembelian secara terus-menerus.
Untuk menimbulkan loyalitas pelanggan dibutuhkan rasa puas pelanggan terlebih dahulu
kinerja altenatif produk atau jasa yang dipilih memenuhi atau melebihi harapan. Apabila
persepsi terhadap kinerja tidak bisa memenuhi harapan, maka yang terjadi adalah ketidak
perusahaan saja, akan tetapi terdapat cara lain, yaitu perusahaan dapat melakukan
kegiatan promosi. Promosi yang menarik dan komunikatif akan dapat diterima
dengan baik oleh pelanggan. Promosi merupakan suatu ungkapan dalam arti luas
untuk mendorong konsumen membeli produk atau jasa yang ditawarkan (Cindy
Mahardika Sari, 2021). Perusahaan harus berperan aktif dalam kegiatan promosi,
konsumen mengenai apa saja produk yang ditawarkan dan apa saja keuntungan yang
akan didapatkan oleh pelanggan apabila membeli atau mengkonsumsi produk
tersebut.
Pelanggan.
atau usaha. Kepuasan konsumen merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan
bisnis bagi restoran. Konsumen yang merasa puas terhadap pelayanan, produk
dengan berbagai strategi dan cara dengan harapan konsumen merasa puas dan akan
melakukan pembelian ulang (Agiesta et al., 2021). Perilaku setelah pembelian suatu
produk ditentukan oleh kepuasan atau ketidakpuasan akan suatu produk sebagai
yang menggambarkan reaksi konsumen atas produk yang telah dirasakan. Menurut
Griffin (2008:5) dalam (Molle et al., 2019), upaya untuk memperoleh kepuasan
konsumen telah berhasil mempengaruhi setiap konsumen. Konsep loyalitas
konsumen lebih banyak dikaitkan dengan perilaku (behavior) dari pada sikap. Sikap
seorang konsumen terbentuk sebagai alat dari kontak langsung dengan objek sikap.
Sikap positif konsumen dapat ditunjukkan melalui setia kepada produk perusahaan
2016); (Molle et al., 2019); (Agiesta et al., 2021) berkesimpulan bahwa kepuasan
Customer
Relationship
Management (X1)
Kepuasan Loyalitas
Pelanggan (Y) Pelanggan (Z)
Promosi
Penjualan (X2)
2.3 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah. Karena sifatnya
masih sementara, maka perlu dibuktikan kebenarannya dengan data empiris yang
terkumpul (Sugiyono, 2019). Hipotesis yang diajukan penulis adalah sebagai berikut:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh
pengaruh antara variabel yang diperiksa dan variabel yang satu dengan variabel
lainnya (Sugiyono, 2019). Alasan utama mengapa peneliti ini menggunakan metode
explanatory research pengujian untuk menguji hipotesis yang diajukan, hal ini
diharapkan dari penelitian ini dapat menjelaskan hubungan dan pengaruh antara
3.2.1 Populasi
dari objek-objek atau subjek-subjek yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan dan kemudian dipilih oleh peneliti (Sugiyono, 2019). Populasi yang
diteliti adalah nasabah Bank Mega Cabang Buah Batu Bandung sebanyak 2.315
orang.
3.2.2 Sampel
Sampel merupakan bagian atau jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi (Sugiyono, 2019). Sampel yang diambil dari populasi harus mewakili
seluruh populasi yang ada. Dalam menentukan sampel akan menggukan rumus
N
n=
1+ N (e) ²
Dimana:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e2 = tingkat kesalahan dalam memilih anggota sampel yang ditolerir (tingkat
kesalahan yang diambil dalam sampling ini adalah sebesar 10%) jadi jumlah
2315
n= =95 , 85=96
1+ 2315(0 , 1)²
sebanyak 96 orang responden yang merupakan nasabah Bank Mega Cabang Buah
Batu.
Jika populasi besar dan tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi
waktu, pencarian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Salah satu teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability
sampling dimana elemen dalam populasi tidak memiliki kesempatan yang sama bagi
setiap unsur atau anggota populasi dipilih untuk menjadi sampel (Sekaran & Bougie,
2017).
suatu teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan pribadi
adalah desain terbatas untuk orang-orang spesifik yang dapat memberikan informasi
yang diperlukan karena hanya mereka yang memiliki informasi atau memenuhi
kriteria yang ditetapkan penelitian (Sekaran & Bougie, 2017). Metode purposive
sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel penilaian,
dimana sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang
paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya (Sekaran & Bougie, 2017).
spesifik karena setiap elemen populasi tidak memiliki karakter yang sama untuk
menjadi sampel penelitian, tetapi hanya elemen populasi yang memenuhi syarat
tertentu yang akan ditetapkan menjadi sampel dalam penelitian. Adapun kriteria
peneliti (Sugiyono, 2019). Berdasarkan hubungan antara variabel yang satu dengan
variabel yang lain, maka variabel-variabel penelitian yang berbeda dapat dibedakan
menjadi:
1. Variabel Independen
2. Variabel Dependen
Variabel adalah variabel yang dipengaruhi atau tidak tergantung dari variabel
bebas. Variabel dependen pada penelitian ini adalah loyalitas pelanggan (Y).
(Kotler dan
Keller, 2013)
Kepuasan Kepuasan 1. Repurchase Likert
Pelanggan pelanggan
(Y) adalah 2. Menciptakan word
merupakan of mouth
perasaan senang 3. Menciptakan citra
merek
atau kecewa
4. Menciptakan
seseorang yang
keputusan
muncul setelah pembelian pada
membandingkan perusahaan yang
antara kinerja sama
atau hasil yang
diharapkanya.
(Kotler dan
Keller, 2013)
Loyalitas Loyalitas 1. Melakukan Likert
Pelanggan pelanggan adalah pembelian secara
(Z) komitmen teratur (makes
pelanggan regular repeat
terhadap suatu purchase)
merek, toko, atau 2. Melakukan
pemasok, pembelian disemua
berdasarkan sikap lini produk atau
yang sangat jasa (purchase
positif dan across product and
tercermin dalam service lines)
pembelian ulang 3. Merekomendasika
yang konsisten. n produk lain
(refers other)
(Tjiptono, 2014) 4. Menunjukan
kekebalan dari
daya tarik produk
sejenis dari pesaing
(demonstrates on
immunity to the
full of the
Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala
competition).
penelitian.
teknik SEM lainnya. SEM memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih besar dalam
penelitian yang menggabungkan teori dan data serta mampu melakukan analisis jalur
dengan variabel laten, sehingga sering digunakan oleh peneliti ilmu sosial. Kuadrat
terkecil parsial (PLS) adalah metode analisis yang cukup kuat karena tidak
interval kategorikal, ordinal, dapat digunakan dalam model yang sama) dan sampel
tidak boleh besar (Ghozali, 2016). Partial least squares (PLS) tidak hanya
mengkonfirmasi teori, tetapi juga menjelaskan apakah ada hubungan antara variabel
laten. Selain itu, PLS juga digunakan untuk mengkonfirmasi teori, sehingga dalam
penelitian berbasis forecast, PLS lebih banyak digunakan untuk menganalisis data.
Kuadrat terkecil parsial (PLS) juga dapat digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya
hubungan antara variabel laten dan kuadrat terkecil parsial (PLS) dapat menganalisis
SEM berbasis kovarians ini tidak dapat melakukan itu karena akan menjadi
model yang tidak teridentifikasi. Pemilihan metode partial least squares (PLS)
didasarkan pada pertimbangan bahwa terdapat 4 variabel laten dalam penelitian ini
dengan pendekatan faktorial refleksif orde dua yang dibentuk oleh indikator-
Uji validitas digunakan untuk menilai valid atau tidaknya kuesioner. Suatu
mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas
diterapkan pada semua elemen pertanyaan pada setiap variabel. Ada beberapa
tahapan pengujian, yaitu uji validitas konvergen, ekstrak mean variance (AVE), dan
validitas diskriminan.
a. Content Validity
ini adalah hasil dari studi literatur, dengan modifikasi yang diperlukan untuk
b. Convergent Validity
kesamaan dimensi variabel. Oleh karena itu, hanya item permintaan yang
memiliki tingkat signifikansi tinggi, yang lebih besar dari dua kali kesalahan
konvergen diperoleh jika nilai AVE masing-masing variabel lebih besar dari
0,5 dan nilai beban masing-masing item juga lebih besar dari 0,5. (Ghozali,
2016)
Uji validitas ini digunakan untuk menilai validitas butir-butir soal dengan
dari mean persentase varians (AVE) antara elemen permintaan atau indikator
dari suatu variabel, yang merupakan jumlah dari indikator konvergen. Untuk
syarat baik, jika nilai AVE setiap item lebih besar dari 0,5 (Ghozali, 2016)
d. Discriminant Validity
Uji validitas ini menjelaskan apakah dua variabel cukup berbeda. Uji
variabel itu sendiri lebih besar dari nilai korelasi semua variabel lainnya.
jika nilai cross-load setiap variabel elemen uji terhadap variabel itu sendiri
lebih besar daripada nilai korelasi elemen terhadap variabel lain (Ghozali,
2016).
[Link] Reliabilitas
konsistensi alat ukur pada saat mengukur suatu konsep atau untuk mengukur
dikatakan reliabel jika nilai reliabilitas kompleksnya sebesar 0,7 (Sekaran, Uma dan
Bougi, 2012).
untuk prediksi ketinggian, dan t-test dan signifikansi koefisien parameter jalur
untuk setiap variabel laten dependen. Interpretasinya sama dengan regresi. Nilai R-
independen yang berbeda pada variabel laten, tergantung pada apakah mereka
memiliki pengaruh yang signifikan (Ghozali, 2016). Selain menguji nilai R-kuadrat,
model partial least squares (PLS) juga dievaluasi dengan menguji relevansi prediktif
persamaan struktural tidak hanya menegaskan teori, tetapi juga menjelaskan apakah
ada hubungan antara variabel laten atau tidak (Ghozali, 2016). Pengujian hipotesis
dengan menguji nilai hitung Path Coefficient pada uji model internal. Suatu hipotesis
dikatakan diterima apabila nilai statistik T lebih besar dari Tabel 1.96 (α 5%), artinya
jika nilai statistik T masing-masing hipotesis lebih besar dari Tabel T maka dapat